
Xie Ran terbelalak mendengar ucapan Kaisar Iblis. "Kau sudah gila?"
Senyum Kaisar Iblis tetap sama, justru lebih dingin membuat Xie Ran menggigil. Entah bagaimana ia bisa memiliki pemikiran seperti itu yang membuat Xie Ran nyaris tidak percaya. Sedikit saja Xie Ran lalai, ia akan mati saat itu juga.
"Seharusnya aku melakukan ini sejak awal. Xie Ruo, tidak seharusnya kau berada di sini." Kaisar Iblis bicara dengan tenang.
Xie Ran semakin tidak mengerti. Mengapa perubahannya begitu cepat? Saking ingin Xie Ran membencinya, ia sampai hampir membunuh Xie Ran. Apa yang sedang ia pikirkan?
"Kau ... tidak bisakah sedikit serius?"
"Aku sudah sangat serius. Jika aku tahu akan seperti ini, tidak perlu menipumu, lebih baik aku membunuhmu. Ingatlah satu hal, jika bukan aku yang mati, maka kau yang mati."
Xie Ran semakin waspada. Sepertinya kondisi akan lebih buruk dari yang dipikirkan. Kaisar Iblis tidak berniat main-main, dia benar-benar serius. Sebenarnya apa tujuannya?
Sebelumnya masih sangat baik-baik saja, hanya sedikit perdebatan. Tapi ketika perdebatan berakhir, tiba-tiba pria itu menyerang. Xie Ran bingung dengan situasi. Tidak mungkin Kaisar Iblis benar-benar ingin membunuhnya, kecuali jika dalam kendali 'dia'.
Tapi itu tidak mungkin! Ia tidak melihat 'dia' di mana pun. Ia juga tidak merasakan hal lain selain sikap Kaisar Iblis yang tiba-tiba bermasalah. Ini benar-benar membuatnya pusing.
Karena Kaisar Iblis berinisiatif bersikap serius, Xie Ran mengeluarkan pedangnya untuk membela diri. Entah dikendalikan atau tidak, ia hanya bisa bergantung pada keberuntungan bahwa ia bisa keluar hidup-hidup.
"Oh? Akhirnya kau melawan." Kaisar Iblis tersenyum semakin lebar, kemudian melancarkan serangan ke arah Xie Ran.
Energi gelap terpancar begitu cepat hanya dengan satu jari Kaisar Iblis. Xie Ran berulang kali menghindar dan menangkis serangan, namun semakin lama, jaraknya dengan Kaisar Iblis semakin jauh karena dorongan energi gelap.
Sebelumnya di ilusi, Xie Ran pernah bertarung dengan 'Qu Xuanzi' palsu. Ia langsung kalah telak dan akan mati hanya dalam beberapa menit. Tapi itu hanya 'Qu Xuanzi' palsu, kali ini yang asli dan merupakan sisi lainnya, ia harus berusaha lebih keras untuk bertahan.
Xie Ran berteleportasi dan tiba di belakang Kaisar Iblis untuk memberinya serangan ilusi, tapi tiba-tiba energi gelap menghalanginya hingga Xie Ran terhempas beberapa meter jauhnya. Bahkan ia tidak bisa mengeluarkan serangan sedikit pun, bagaimana ia bisa lepas dari kondisi ini?
"Nona, kekuatannya lebih tinggi. Meski memiliki cedera, dia tetap setara dengan dewa. Nona sama sekali tidak memiliki kesempatan, lebih baik lari!" Long Long gemetar di dalam sana. Andai saja ia bisa keluar membela nonanya dan pergi, ia sudah melakukan itu sejak awal. Tapi bahkan sebelum keluar, sudah pasti dia akan mati dan membebani nonanya!
Karena Xie Ran tidak memiliki kesempatan, ia hanya bisa mencoba sebisanya. Ia berubah ke wujud aura naga dan menangkis tiap serangan yang dilemparkan ke arahnya.
Kecepatannya tidak kalah cepat dengan makhluk tercepat di dunia. Ia sampai di depan Kaisar Iblis dan mengayunkan pedangnya, ia muncul di sisi lain sambil menggunakan bilah energi untuk melanjutkan serangan. Jika orang lain yang terkena serangan itu, sudah pasti akan mati dalam sekali serang.
Namun ... lawannya adalah Kaisar Iblis. Tiba-tiba ia menghilang dalam area serangan dan menemukan tubuh asli Xie Ran. Energi gelap di tangannya diarahkan, nyaris mengenai Xie Ran jika tidak cepat tanggap menghindar. Ketika ia mengayunkan pedang, jari Kaisar Iblis menangkap ujung pedangnya yang tepat di dekat lehernya.
"Kau ... tidak benar-benar bisa melakukannya." Xie Ran memandang Kaisar Iblis dengan pandangan terkejut.
Kaisar Iblis tidak menjawab, ia tidak memiliki pilihan lain selain menggunakan cara paksa. Alasan ia mengungkap segalanya adalah agar Xie Ran mengerti dan tidak menempatkan diri di posisi bahaya seperti ini, juga supaya dapat melupakannya. Kaisar Iblis adalah Kaisar Iblis, Sean adalah Sean, tidak bisa lagi disamakan.
Perang akan terjadi, dia tidak tahu akan ada di posisi mana. Jika masa lalu terulang, ia lebih memilih membuat Xie Ran membenci dirinya daripada menyakiti gadis itu. Semua itu dilakukan, agar Xie Ran rela membunuhnya di medan perang.
Ini semua sudah ia siapkan sejak awal. Ia berpura-pura menjadi Kaisar Langit agar dapat bersama Xie Ran untuk terakhir kalinya. Setelah itu, ia akan membuat Xie Ran membencinya. Memang terdengar egois, tapi ia tidak memiliki cara lain. Anggap kebohongan itu sebagai nilai tambah agar Xie Ran lebih cepat membencinya.
"Aku bahkan bisa membunuhmu sekarang," sahut Kaisar Iblis. Ia dengan terpaksa mengeluarkan kekuatan iblisnya tepat di depan Xie Ran.
Tangannya dipenuhi energi gelap yang menggumpal, di dalamnya terdapat teknik pengikis jiwa yang akan menghancurkan jiwa mana pun. Ia pernah menggunakannya untuk Kaisar Langit dan ribuan kelompok pengganggu. Tepat di depan mata Xie Ran, ia mengarahkannya.
Xie Ran nyaris termundur karena kekuatan yang menakutkan tersebut. Long Long di pikirannya terus msnangis memintanya melarikan diri dan menjelaskan kekuatan aneh macam apa di depannya.
Dalam sekejap, pandangan Xie Ran menjadi dingin. Ia menarik pedangnya, menebaskannya ke arah lantai hingga menyemburkan api yang begitu besar. Api merebak ke sekitar istana di belakang Kaisar Iblis, menghalangi pandangan dan memisahkan wilayah mereka berdua.
Pikiran Xie Ran kacau ketika Long Long menjelaskan mengenai pengikis jiwa. Kaisar Iblis tahu mengenai jiwanya yang berbeda, tidak akan dengan mudah hancur dengan serangan biasa apalagi dengan perlindungan tubuh murni.
Tapi jika sudah menggunakan teknik jiwa yang mengerikan, bahkan digunakan untuk Kaisar Langit, sudah pasti akan menghancurkan Xie Ran sampai akar dan tidak dapat berinkarnasi. Jiwanya akan hilang selamanya, bahkan Kaisar Langit tidak dapat menyelamatkan.
Jika Kaisar Iblis menggunakannya, maka dia serius ingin membunuhnya. Meski Xie Ran tahu Kaisar Iblis hanya mengancam, ia tetap merasa jika mempertahankan sifat keras kepala, maka jiwanya benar-benar akan hancur tanpa memandang hal lain.
Api yang dibuat Xie Ran padam seketika. Pada saat yang sama pengikis jiwa meluncur membuat Xie Ran terkejut. Ia ingin menghindar, tapi tiba-tiba sosok hitam muncul menyerangnya dengan energi gelap. Kekuatannya dengan Xie Ran seimbang, tapi karena Xie Ran tidak siap, Xie Ran termundur dan nyaris terkena pengikis roh.
Long Long segera keluar secara implusif dan menghalangi serangan pengikis roh sebelum terlambat. Bukan hanya Long Long dan Xie Ran yang terkejut, Kaisar Iblis juga terkejut dan dengan paksa menarik kekuatannya kembali agar tidak mengenai Long Long. Tapi energi gelap dari pengikis roh tidak dapat sepenuhnya tertarik hingga membentur roh Long Long.
Kaisar Iblis nyaris memuntahkan darah karena serangan balik pengikis roh, namun kondisi Long Long lebih buruk. Roh Long Long begitu transparan seolah akan menghilang, itu membuat Xie Ran terkejut.
Pandangan Xie Ran terarah pada sosok hitam yang dengan sengaja menyerangnya ketika sedang menghindar. Meski ia cepat, waktunya tidak tepat ketika sosok hitam itu menyerang yang menyebabkan Long Long harus menghadang pengikis jiwa.
Karena marah, pedang Xie Ran ditebaskan dengan keras membentuk bilah yang menekan sosok hitam itu sampai jatuh dari ketinggian lantai istana.
Kaisar Iblis sendiri mengepalkan tinjunya. Iblis itu benar-benar membuatnya sangat marah. Ia hampir saja membunuh Xie Ran jika tidak ada Long Long.
Meski sudah bagus kemarahan Xie Ran saat ini berada di puncaknya, tetap tidak baik jika ia tanpa sengaja membunuh Xie Ran. Ia tidak akan pernah memaafkan dirinya sendiri. Tujuannya menyerang Xie Ran agar Xie Ran membencinya, bukan membunuhnya.
"Kau sudah puas?" Xie Ran terkekeh. "Kau memang tahu bagaimana cara membuatku marah."
Kaisar Iblis tidak mengatakan apa pun, seolah mengatakan tidak perlu ada yang dibicarakan.
"Apa pun yang kau inginkan, aku tidak akan pernah mewujudkannya. Aku ... akan mati sebelum kau mati, bagaimana?"
Kaisar Iblis ingin mengatakan sesuatu, tapi ia menahannya. Ia memilih diam dengan penampilan yang tak berubah, seakan semua itu tidak ada hubungan dengannya.
"Selamat, kau menang. Tapi seperti yang kukatakan, asal kau tidak menggunakan wajah itu, aku pasti akan membunuhmu." Xie Ran berbalik pergi setelah mengatakannya.
Xiao Caihong keluar dari liontin dalam bentuk ular. Xie Ran segera menungganginya dan pergi dengan kecepatan tinggi sebelum orang gila lain mengganggu.
Karena amarah Xie Ran tidak bisa diredakan sehingga niat membunuhnya terus muncul, ia memutuskan mengejar sosok hitam yang jatuh barusan.
Sosok hitam itu melesat seperti bayangan dari berbagai sisi. Xiao Caihong melaju mengejar dan memberinya serangan. Xie Ran segera turun dari punggung Xiao Caihong ketika melihat sosok pengganggu yang mengacaukan semuanya.
Pedangnya diayunkan, membentur tombak pria itu dengan keras hingga pria itu kewalahan setengah mati. Xie Ran melesat dengan cepat menyayat tiap tubuh pria itu dengan pedang sehingga sosoknya berkedip dari satu disi ke sisi lain.
Seakan tidak puas akan hasil karyanya yang dipenuhi warna hitam, ia menebaskan kembali pedangnya lebih kuat hingga membentuk bayangan pedang yang menembus tubuh sosok itu.
Darah hitam memenuhi pakaian putih Xie Ran. Ia lebih terlihat seperti iblis yang turun dari langit. Pedangnya dihentakkan agar darah yang mengalir di pedang jatuh mengembalikan warna perak pedang.
Menyimpan kembali pedang, Xie Ran duduk di atas punggung Xiao Caihong. Pandangannya mendapati beberapa Raja Iblis yang terdiam memandangnya di atas benteng istana.
Sepertinya yang ia bunuh barusan adalah kaki tangan raja iblis yang terakhir, maksudnya pengkhianat yang terakhir, Qi Jiao, yang katanya terkuat diantara kaki tangan raja iblis. Pantas saja berani menyinggung Kaisar Iblis tanpa tahu malu dan ingin membunuhnya.
Mengabaikan semua yang terjadi, Xie Ran segera meminta Xiao Caihong pergi secepatnya dari Dunia Bawah.
Kaisar Iblis hanya melihat kepergiannya dari atas istana di mana pertarungan terjadi. Ia merasa bersalah, tapi tidak menyesal melakukan semua itu. Jika waktu diulang, ia akan melakukan hal yang sama tanpa ada penyesalan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Salju di Dunia Tengah hampir menyusut, tanda musim dingin telah usai, dan menyambut datangnya musim semi.
Xie Wang dan beberapa murid klan menunggu bersama kuda yang berdiri di atas salju tipis. Sudah seminggu mereka menunggu sejak kedatangan kelompok anak muda yang seharusnya, tapi tak ada satu pun yang datang.
Xie Wang semakin resah. Ia sudah sangat gembira ketika mendengar cucu kesayangannya akan kembali dalam waktu beberapa bulan, tapi seminggu setelah waktu yang seharusnya sudah ditentukan, mereka masih belum menunjukkan batang hidungnya.
"Ketua lama sebaiknya istirahat terlebih dahulu. Mungkin sebentar lagi mereka akan datang." Salah satu murid membujuk.
Xie Wang melihat murid tersebut, kemudian menghela napas. Ia mengangguk pelan dan hendak pergi ke kamp untuk istirahat. Namun langkahnya terhenti ketika merasakan sesuatu.
Suara derap langkah kuda terdengar dari kejauhan. Ketukan yang terdengar beruntun dan cepat, memberi jejak di atas salju tipis yang mulai mencair.
Xie Wang bereaksi lebih cepat, melihat ke asal suara. Semangatnya mulai membara ketika melihat siluet sosok putih yang selama ini ia rindukan. Gadis cantik di atas kuda hitam, melaju di antara salju putih mendukung kecantikannya yang memukau dan sedingin es.
Xie Wang buru-buru berlari ke arah kuda hitam tersebut. Kuda hitam terus melaju ke arah kelompok Klan Xie yang telah lama menunggu. Berhenti tepat di depan Xie Wang, gadis di atasnya langsung turun dan mendapat pelukan hangat dari Xie Wang.
"Cucuku, orang tua ini sangat khawatir terjadi sesuatu padamu. Apa kamu makan dengan baik? Tidak ada luka, 'kan?" Xie Wang memandang cucunya penuh rasa khawatir.
Gadis itu diam untuk beberapa saat melihat kakeknya. Pria tua di depannya benar-benar kakeknya, bukan sekadar kakek 'Xie Ran' yang ia tempati tubuhnya. Memikirkan tersebut, betapa bagus hal itu. Ia tidak benar-benar seorang diri, ia memiliki keluarga yang sesungguhnya, bukan sekadar tanggung jawab karena menempati tubuh orang lain.
Xie Wang memandang sekitar, keningnya berkerut. Seingatnya, cucunya satu ini membawa banyak orang ketika pergi, kenapa sekarang hanya dirinya sendiri? Lalu, di mana Kaisar Langit?
"Mereka—"
"Akan datang tak lama lagi. Sebelumnya terpisah karena badai, aku sudah menghubungi dan akan memberi lokasi klan pada mereka."
Xie Wang mengangguk puas. "Bagus, memang cucuku yang terbaik. Tapi, bagaimana bisa terpisah? Lalu, Yang Mulia—"
"Dia juga akan datang nanti."
Xie Wang melihat cucunya yang tampak murung. Sepertinya terjadi masalah ketika dalam perjalanan, terutama ketika mereka terpisah. Mengenai Kaisar Langit, sepertinya cucunya yang sudah besar ini sedang mengalami masalah dalam hubungan. Ia tidak akan ikut campur.
Xie Wang tertawa memecah suasana muram. "Kalau begitu, ayo kita kembali ke klan. Nenekmu sudah sangat merindukanmu, juga pada Xiao Caihong."
Xie Wang merasa canggung ketika melihat cucunya yang tetap muram dan diam sepanjang waktu. Ia tidak bisa melakukan apa pun selain mencoba memecah kesuraman, tapi selalu gagal. Jadi, dia hanya bisa memarahi bawahannya yang lambat pergi ke klan.