The Emperor God Wife Is Naughty

The Emperor God Wife Is Naughty
170. Misteri Yang Belum Terpecahkan



"Aku Merindukanmu."


Suara itu dengan mudah dikenali. Xie Ruo diam untuk beberapa saat. Sambil menahan senyum, ia berkata, "Jadi kau yang menyusup sembarangan. Sayangnya, sepertinya kau salah orang."


"Bagaimana aku bisa salah orang?"


"Belakangan ini aku menyinggung seseorang untuk melindungi pemilik rumah ini, bisa saja kau adalah pembunuh yang dikirim olehnya untuk menarget orang yang kulindungi, tapi siapa sangka harus bertemu denganku. Jangan mentang-mentang pemilik rumah ini buta, kau datang tiba-tiba dan mengancamnya."


Pria yang tidak lain adalah Qu Xuanzi, tidak tahu harus bereaksi bagaimana. Sepertinya Xie Ruo sedang mempermainkannya.


"Tidak tahu siapa pemilik rumah ini, aku hanya ingin menemui Xie Ruo."


"Xie Ruo yang kau maksud, pasti Xie Ruo dari Menara Suci. Sayangnya, aku Xie Ruo dari Kota Canghai. Jangan hanya karena nama, kau salah menemui seseorang."


"Aku tidak salah."


"Kau salah."


Qu Xuanzi membalikkan tubuh Xie Ruo, membuat mereka saling berhadapan. Xie Ruo masih mengenakan topeng yang ia berikan, tanpa ada niat melepasnya.


"Aku pernah mengatakan padamu, seberapa besar kau berubah, aku tetap mengenalimu." Qu Xuanzi menarik topeng di wajah Xie Ruo, namun wanita itu justru menutup wajahnya dengan kedua tangan karena malu.


"Jangan lihat, aku sangat jelek." Pada akhirnya Xie Ruo tidak bermain-main lagi, justru merasa malu karena riasan yang ia buat sendiri. Kenapa Qu Xuanzi harus datang sekarang ketika ia sedang menyanar sebagai orang jelek?


"Kamu tetap cantik."


Xie Ruo menggeleng. "Suasana hatiku buruk."


Xie Ruo mengusir Qu Xuanzi secara tidak langsung, tapi pria itu justru semakin mengeratkan pelukannya.


"Sudah membaik?" Qu Xuanzi tersenyum, melihat Xie Ruo yang masih malu-malu.


"Semakin buruk."


Qu Xuanzi menurunan tangan Xie Ruo yang menutupi wajah. Meski awalnya Xie Ruo menolak, tapi akhirnya ia berhasil menurunkan tangan Xie Ruo dan menatap matanya secara langsung.


"Tidak perlu menutupi wajah, kamu justru terlihat cantik dan sangat manis."


Xie Ruo melebarkan bola mata, kemudian menunjuk riasan jeleknya. "Cantik? Apa matamu rabun?"


"Jika kamu keluar dengan percaya diri, semua orang juga akan mengatakan hal yang sama. Bagaimanapun, kau tetaplah Xie Ruo." Qu Xuanzi bicara jujur. Mau bagaimanapun Xie Ruo mengubah wajah dan warna kulitnya, kecuali menggunakan topeng pengubah wajah, ia tetap terlihat cantik dalam aspek yang berbeda.


"Kalau kau berpikir begitu, bagaimana jika aku merubah wajahku sekali lagi?"


"Apa kau diganggu seseorang?" Qu Xuanzi pikir Xie Ruo yang tiba-tiba berinisiatif memperburuk wajah pasti karena diganggu seseorang. Sama seperti di Klan Xie, ia merubah wajah untuk bertahan hidup.


"Siapa yang bisa menggangguku? Aku hanya merasa tidak boleh terlalu mencolok agar tidak membuat musuh waspada. Sampai aku menemukan pelaku kasus penyebaran racun, barulah aku menunjukkan diri. Jika ada yang menindas, tentu saja tidak akan tinggal diam."


Qu Xuanzi mengiyakan. "Sebenarnya, seperti ini juga bagus."


Bagus agar tidak ada pria lain yang melirik, Xie Ruo tahu maksud sang es cuka yang menjadi posesif bila di tempat umum. Menjadi cantik sangat merepotkan.


"Kenapa kau di sini?" Seingat Xie Ruo, Qu Xuanzi berada di Dunia Bawah. Apa urusannya selesai secepat itu?


"Aku dengar kau pergi membantu temanmu, jadi aku datang."


"Kau tahu sesuatu?" Xie Ruo memandangnya dengan penasaran. Tidak ada yang bisa lepas dari pengamatan Qu Xuanzi, pasti pria itu sudah mengetahui sesuatu begitu sampai di Kota Canghai.


"Tidak sebanyak dirimu."


"Benar, tapi kau tahu poin pentingnya." Xie Ruo masih penasaran apa saja yang ia lewatkan.


"Kasus ini tidak sesederhana kasus di antara manusia. Peri di Dunia Peri beberapa tahun lalu juga mengalami hal yang sama. Setelah mengorbankan banyak dewa dan iblis, Benua Lava diserang, lalu mengumpulkan sisa peri di Benua Zhongbu untuk menciptakan wabah. Sekarang, manusia adalah target terakhir."


"Jadi benar, semua ini pekerjaan 'dia'. Untungnya aku sudah memeriksa racun yang digunakan 'dia' untuk menginvasi manusia. Dalam beberapa waktu, mungkin akan dibuat tindakan pencegahan dan penawarnya. Setelah masalah Kota Canghai selesai, aku akan kembali ke Klan Xie untuk mendiskusikannya dengan Liena. Jadi, meskipun 'dia' membuat racun lain, aku dan Liena akan segera mengetahuinya."


"Itu juga bagus. Tapi, penyebaran racun hanya langkah awal. Tidak tahu berapa banyak senjata yang digunakan untuk menyelesaikan altar pengorbanan. Setelah Dunia Roh tersegel, 'dia' memiliki cara lain untuk mengumpulkan jiwa."


"Ada cara seperti itu?"


"Di Dunia Dewa ada array pengumpulan jiwa yang biasa digunakan untuk menarik jiwa para dewa untuk dijadikan Dewa di Dunia Dewa. Hanya dewa yang tercipta oleh alam dan dewa utama yang bisa menggunakannya."


"Karena 'dia' adalah dewa, apa juga bisa menggunakannya?"


Qu Xuanzi menggeleng. "Orang itu bukan dari Dunia Dewa."


"Maksudmu, ada Dewa dari Dunia Dewa yang membantunya?" Xie Ruo penasaran, siapa dewa itu yang mendukung praktek mengerikan seperti ini?


"Itu bisa terjadi. Tapi keberadaannya masih tidak diketahui. Karena rekannya kemungkinan dewa utama di Dunia Dewa atau dewa yang tercipta oleh alam, aku tidak bisa melacak jiwanya."


Ada tiga jenis dewa di Dunia Dewa. Dewa utama dan dewa yang tercipta oleh alam merupakan dewa terkuat atau bisa disebut raja dewa, sisanya adalah dewa yang memulai kultivasi sebagai manusia atau ras lain lalu diangkat menjadi dewa.


Qu Xuanzi termasuk dewa utama, karena ia terlahir sebagai dewa dari dua dewa utama—Dewa Iblis dan Dewi Kehidupan—yang berasal dari Dunia Dewa. Tapi karena kelahirannya bukan di Dunia Dewa, melainkan Tiga Dunia, kekuatannya ditekan hingga mencapai batas kekuatan yang dapat ditanggung Tiga Dunia.


Dunia Atas adalah dunia para dewa yang masih dalam tahap pelatihan. Qu Xuanzi yang seharusnya sudah di Dunia Dewa, terhambat karena masalah Kaisar Iblis. Oleh karena itu, kekuatannya ditekan oleh pembatas alam yang bahkan dewa utama tidak bisa menanganinya.


Jika saja kekuatan Qu Xuanzi tidak ditekan, mencari 'dia' dan rekannya hanya masalah kecil. Ia bisa menemukan dewa lain, tapi tidak dengan rekan 'dia' yang merupakan dewa yang tercipta dari alam.


"Teori kalian sangat rumit." Xie Ruo merasa informasi yang didapat terlalu berat.


"Jika rumit, tidak perlu dipikirkan." Lebih baik melihatnya langsung daripada hanya sekadar teori. Qu Xuanzi tidak ingin terlalu membebani Xie Ruo dengan semua informasi itu.


"Omong-omong, Dunia Dewa itu seperti apa?" Xie Ruo penasaran. Ia sudah mengetahui tentang jenis dewa dan jabatannya, tapi tidak tahu bagaimana kondisi Dunia Dewa.


Qu Xuanzi memandangnya untuk beberapa saat, kemudian tersenyum. "Terlalu rumit. Hal yang kau ketahui hanya bagian paling dasar."


"Bagaimana dengan garis besarnya?"


Qu Xuanzi berpikir sesaat, mencoba mencari kalimat yang mudah dimengerti. "Dunia Dewa seperti antariksa. Luas, indah, namun juga berbahaya. Ribuan galaxy di antariksa sama seperti sebuah tempat di Dunia Dewa yang dipimpin raja dewa. Di atas raja dewa ada kaisar dewa yang menguasai seluruh Dunia Dewa, kemudian ada pula sage dewa atau tetua dewa yang memiliki umur jutaan tahun dan tidak ikut campur masalah dunia. Tetua dewa memiliki tingkatan yang setara dengan kaisar dewa."


"Jadi, konsepnya seperti sebuah kekaisaran dengan kerajaan-kerajaan di bawahnya. Apa sama seperti Dunia Atas?"


"Dunia Atas hanya bagian kecil dari Dunia Dewa, karena digunakan untuk dewa yang baru diangkat. Jadi, tempat paling berbahaya yang sebenarnya bukanlah Tiga Dunia atas Dunia Atas, melainkan Dunia Dewa."


"Kenapa berbahaya? Kata 'dewa' bukankah terdengar mulia? Apa ada yang perlu dicemaskan?"


Xie Ruo pikir Dunia Dewa adalah tempat yang aman tentram dan cocok untuknya bersantai tanpa beban dunia. Menikmati tiap musim dengan tenang sambil mengendalikan dunia dan dipenuhi kekayaan berlimpah tanpa kekhawatiran, itu yang ada di bayangannya.


Qu Xuanzi menarik pipi Xie Rui dengan gemas. "Tidak ada yang bisa menebak pemikiran seseorang." Ia melanjutkan penjelasannya. "Konflik di Dunia Dewa berbeda dengan konflik Tiga Dunia. Dunia Dewa dibagi menjadi beberapa wilayah untuk para raja dewa, tidak semuanya patuh pada peraturan Dunia Dewa. Ada beberapa yang menunjukkan secara langsung menyatakan kebencian. Orang-orang seperti itu berada di wilayah terasingi di Dunia Dewa, disebut wilayah gelap, salah satu dewa utamanya adalah Dewa Iblis. Ada pula yang menyatakan kepatuhan, namun memiliki niat lain di balik layar dan berbaur dengan dewa lain untuk meraih apa yang diinginkan. Orang seperti itu yang paling diwaspadai."


"Jadi, mereka berlomba untuk memenangkan posisi Kaisar Dewa?"


Qu Xuanzi mengangguk pelan, sepertinya tengah memikirkan sesuatu.


Qu Xuanzi menatap Xie Ruo penuh arti, kemudian menjawab, "Dia sudah mati."


Xie Ruo tidak tahu harus terkejut atau bagaimana karena sebenarnya hal itu bukan urusannya. Hanya saja, ia cukup penasaran. "Kalau begitu, Dunia Dewa seharusnya mengalami kekacauan."


"Tetua Dewa yang mengurusnya, jadi tidak akan ada banyak masalah. Tapi, dia hanya akan keluar jika kondisi memburuk."


"Sejak tadi kau mengatakan sisi buruknya. Apa begitu buruk?" Xie Ruo tidak tahu bagaimana jalan pikir Qu Xuanzi. Ia hanya bisa menebak, kesan Qu Xuanzi terhadap Dunia Dewa tidak baik.


"Aku sudah mengatakan hal baiknya tadi."


"Ya?"


"Seperti dunia yang luas."


"Bagaimana dengan penciptaan dewa?" Xie Ruo pikir harus ada hal menarik selain sisi gelapnya yang dijelaskan secara detail barusan.


"Dewa Pencipta—dewa utama—akan mengumpulkan jiwa dewa dari Dunia Atas yang memiliki kualifikasi, lalu menobatkannya secara sah sebagai dewa peringkat ketiga. Untuk dewa yang lahir di Dunia Dewa, atau keturunan dewa utama, akan langsung dinobatkan jika dianggap lulus. Dewa yang lahir di Dunia Dewa akan diturunkan ke Dunia Atas sebagai ujian menjadi Dewa sesungguhnya. Mereka juga akan membuat kehidupan di Tiga Dunia seperti mimpi, sepenuhnya melepaskan diri dari kehidupan lama."


"Kau mengatakan sisi buruknya lagi." Xie Ruo cemberut.


Melepaskan diri dari kehidupan lama, berarti memutuskan hubungan dan melupakan semua hubungan. Bagaimana jika dewa itu sudah menikah di Tiga Dunia, lalu harus tinggal di Dunia Dewa dan melupakan pasangannya? Bagaimana jika ... dewa yang pisah dengan pasangannya di Tiga Dunia menikah lagi karena tidak ingat?


Qu Xuanzi paham pemikiran Xie Ruo. Ia tersenyum dan mengusap kepala Xie Ruo dengan lembut sambil memeluknya dengan erat. "Aku tidak akan melupakanmu. Jika aku pergi ke Dunia Dewa, kita akan pergi bersama."


"Apa bisa?" Tiba-tiba Xie Ruo khawatir. Bagaimanapun, Qu Xuanzi adalah dewa utama, pasti akan pergi ke Dunia Dewa dan memutuskan hubungan dengan masa lalu. Pada saat itu, apa Qu Xuanzi masih akan mengingatnya?


"Bisa." Qu Xuanzi bicara dengan yakin. Jika tidak bisa, ia tidak masalah menunggu Xie Ruo di Tiga Dunia.


"Jika ingkar janji, aku akan mencari dan menghukummu."


Qu Xuanzi terkekeh, memendamkan kepalanya di bahu Xie Ruo dengan nyaman. "Lakukan sesukamu."


"Baik."


Xie Ruo tidak mengatakan hal main-main. Kecuali jika mati, ia tidak akan mencari Qu Xuanzi jika hal itu benar-benar terjadi. Jika hal itu terjadi, mereka akan hidup masing-masing.


Xie Ruo hanya berharap, hal itu tidak akan pernah terjadi.


༺༻


Pagi harinya, Shi Yang memasak seperti biasa. Suasana hatinya sedang baik karena telah menyelesaikan teknik yang diberikan gurunya beberapa hari lalu. Ia melatihnya dengan giat, sekarang tidak sabar menunjukkannya.


Tapi ketika selesai memasak dan meletakkan semua makanan di meja makan, ia merasakan kehadiran orang lain yang membuatnya waspada. Orang itu ada di dekat gurunya, sepertinya tidak terlalu berbahaya, tapi Shi Yang dengan jelas merasakan aura orang itu sangat mengerikan.


Shi Yang buru-buru menghampiri Xie Ruo yang jalan bersisian dengan Qu Xuanzi. Sejak semalam, Qu Xuanzi sama sekali tidak ingin lepas dengannya. Bahkan sampai sekarang, pria itu masih menggenggam tangannya seolah Xie Ruo akan kabur kapan pun.


"Guru, ini ...." Shi Yang ingin bertanya tentang Qu Xuanzi, tapi terasa berat. Apa hal ini bagus?


Xie Ruo menyadari suasana canggung ini. Ia melirik Qu Xuanzi yang tampak sangat dingin, serta Shi Yang yang sangat linglung. Ia menghela napas.


"Kita duduk terlebih dahulu." Xie Ruo buru-buru pergi ke arah meja makan dan duduk. Qu Xuanzi duduk di sebelahnya, sedangkan Shi Yang duduk di depan Xie Ruo.


"Guru, aku berhasil menyelesaikan sebagian dari sihir psikis pagi ini. Setelah sarapan, aku akan menunjukkannya."


Tiba-tiba sebuah ide terlintas di benak Xie Ruo. "Bagaimana jika kita pergi ke Keluarga Shi?"


"Keluarga Shi ...." Shi Yang agak ragu.


"Bukankah kau ingin balas dendam?"


"Ya ... kita akan pergi." Shi Yang merasa gelisah sekarang.


"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Di masa lalu, aku juga mengalami hal yang sama sepertimu. Jika kamu percaya pada dirimu sendiri dan padaku, kamu harus berani. Kalau tidak, semua pelatihanmu akan sia-sia."


Shi Yang mendapatkan kembali semangatnya dan mengangguk. "Shi Yang tidak akan mengecewakanmu."


"Bagus."


Shi Yang menghela napas, kemudian sedikit teralih pada aura kuat di sebelah Xie Ruo yang membuatnya tegang. Jika ia bisa melihat, mungkin akan jauh lebih tegang.


"Guru, jika boleh tahu, dia—"


"Kekasih."


Bukan Xie Ruo yang menjawab, melainkan Qu Xuanzi. Xie Ruo menoleh ke arah Qu Xuanzi dengan tatapan protes.


Qu Xuanzi lagi berbisik, "Jika aku tidak mengatakannya, kau akan mengatakan bahwa kita berteman."


"Bukankah tidak salah? Shi Yang masih kecil, jangan mengajarkannya tentang pria dan wanita sebelum sukses, nanti tidak fokus."


"Dia sudah 18 tahun." Qu Xuanzi tidak mau kalah dalam hal ini. Salah jika Xie Ruo mengatakan bahwa mereka hanya sekadar teman. Ia tidak setuju jika orang lain memandangnya sebagai teman Xie Ruo.


"Masih kecil." Xie Ruo tetap menganggap kokinya adalah anak kecil. Ia tidak mau tahu berapa umurnya, baginya Shi Yang masih sangat kecil.


Qu Xuanzi memandang Xie Ruo selama beberapa detik, kemudian memberi ciuman lembut di bibir membuat Xie Ruo terkejut.


Apa yang pria ini lakukan? Ayolah, di sini ada anak kecil!


Setelah beberapa detik, Qu Xuanzi melepas ciuman. Xie Ruo melototi pria yang sama sekali tidak merasa bersalah, kemudian melihat ke arah Shi Yang yang tampak kosong sambil memakan makanannya. Lagi-lagi Xie Ruo bersyukur Shi Yang tidak bisa melihat.


"Tidak harus di depan anak kecil, 'kan?" Xie Ruo berbisik dengan nada kesal.


Qu Xuanzi terkekeh, memandangnya dengan tatapan menggoda. "Lalu, kau ingin melakukannya di kamar?"


Xie Ruo memelototinya dengan tajam, kemudian melirik Shi Yang untuk memastikan tidak terdengar. Namun, gadis itu tampak menghentikan makan, sepertinya mendengar ucapan Qu Xuanzi yang begitu terang-terangan.


"Melakukan apa?" Shi Yang bertanya.


Xie Ruo merasa ingin menghilang saja sekarang. Ia terbatuk memecah kecanggungan, kemudian berniat mengalihkan topik.


"Setelah dari Keluarga Shi, aku berencana kembali ke rumahku untuk menyelesaikan hal lain. Aku membebaskanmu untuk mengikutiku atau tidak." Meski Xie Ruo berharap Shi Yang mengikutinya untuk menjadi koki di klan.


"Sudah kukatakan, aku akan selalu mengikuti Guru." Shi Yang bicara dengan mantap. Ia kemudian teringat sesuatu, dan dengan ragu bicara, "Lalu dia ...."


Xie Ruo melirik Qu Xuanzi yang masih tampak tenang di sampingnya. Sepertinya pria itu menakuti kokinya yang imut. "Dia akan ikut. Kamu tenang saja, dia memang bukan orang baik, tapi tidak akan menindasmu."


Shi Yang tidak keberatan. Hanya saja, ia merasa pria di sisi gurunya menakutkan. Bagaimana gurunya bisa menemukan pria mencurigakan seperti itu?


Tidak banyak orang yang bisa dipercaya. Shi Yang selalu waspada setiap saat, tidak ada orang lain selain Xie Ruo yang ia percaya. Kepercayaan itu sangat penting.


Sekarang, orang lain datang sebagai 'kekasih' gurunya, ia tidak bisa tidak curiga. Mengingat tentang ayahnya, ia tentu tidak bisa memiliki kesan baik terhadap pria manapun.