
Kombinasi serangan Dewa Iblis dan Kaisar Iblis membuat Qu Xuanzi harus bertarung hingga batasnya. Serangan muncul secara bergantian, tanpa memberi ruang dan kesempatan. Semua serangan berfokus pada titik vital yang tiap kali meleset sepanjang pertempuran panjang yang tidak ada habisnya.
Qu Xuanzi memusatkan kekuatan mentalnya pada pengendalian naga yang ia buat. Selagi Dewa Iblis dan Kaisar Iblis menyerang, ia menggunakan beberapa naga yang sama untuk menyerangnya secara bersamaan.
Kaisar Iblis berhasil tertahan akibat pengalihan Dewa Iblis, namun di sisi lain Dewa Iblis semakin cepat dan tiba di dekat Qu Xuanzi untuk menyerang. Energi gelap alam bentuk sulur muncul menghadapi benang-benang transparan yang membelah mereka tiap kali lewat.
Dewa Iblis melakukan pengendalian penuh, meloloskan diri dari benang transparan, melancarkan serangannya ke arah Qu Xuanzi. Silau cahaya emas menghancurkan energi gelap yang menyerang, namun tidak mengenai Dewa Iblis. Dewa Iblis muncul di belakang Qu Xuanzi ketika ledakan, kemudian tersenyum diam-diam. Sepertinya ia memiliki rencana.
Tombak di tangan Dewa Iblis membentur pedanh Qu Xuanzi yang dengan cepat berbalik. Dentingan senjata terdengar nyaring, selama beberapa kali dengan kecepatan tinggi. Yang terlihat hanyalah siluet emas dan hitam yang tidak berhenti menyerang di udara dan memberi tekanan luar biasa terhadap alam.
Tepat ketika Dewa Iblis termundur karena terkena tekanan pedang, Qu Xuanzi mengunuskan pedangnya untuk memberikan serangan ke titik fatal.
Namun Dewa Iblis justru terlihat tenang dengan senyuman yang terpatri. Ia mengangkat tangannya, sinar merah muncul dan mengentikan langkah Qu Xuanzi. Dalam seketika, Qu Xuanzi nyaris jatuh, darah keluar dari mulutnya disertai rasa sakit yang menjalar di sekujur tubuhnya, terutama jantung.
"Kau pikir kau bisa membunuhku?" Dewa Iblis mendengus. Ia mengangkat tombaknya dan mengarahkannya ke Qu Xuanzi.
Qu Xuanzi menahan serangan tombak itu dengan pedang, tapi ia harus menerima tekanan dan jatuh ke tanah dalam keadaan pedang yang tertancap di tanah untuk menopangnya. Ia telah mengeluarkan terlalu banyak kekuatan untuk mengalihkan Kaisar Iblis, sehingga racun darah diaktifkan Dewa Iblis dalam kondisi krisis.
Tapi itu dalam kondisi di mana Dewa Iblis berada di puncaknya. Seharusnya Dewa Iblis juga kehilangan banyak tenaga dan tidak bisa mengaktifkan racun darah. Bagaimana ia melakukannya?
"Kau tidak akan menyangka, kan?" Dewa Iblis mendarat, melangkah ke arah Qu Xuanzi. "Sebenarnya, aku akan baik-baik saja selama berada dalam area altar pengorbanan yang dikhususkan untukku. Kecuali mati, tenagaku tidak akan habis."
Dalam ribuan tahun, tidak ada hal seperti itu. Sepertinya Dewa Iblis berhasil memodifikasi altar untuk memberinya keuntungan sementara sebelum diaktifkan. Namun, seharusnya masih ada celah.
"Sekarang kau sadar, aku tidak akan mati semudah yang kau kira." Dewa Iblis tersenyum bangga. Ia merasa sudah melihat kemenangannya di depan mata.
Qu Xuanzi mendongak melihat Dewa Iblis. Matanya menyipit, lalu tersenyum dingin. "Memang tidak mudah."
Tampak sihir merah muncul di bahu Dewa Iblis. Sihir merah bergerak, kemudian menikam bagian tubuh Dewa Iblis sampai menembus tubuhnya. Dewa Iblis melemah untuk sesaat.
Qu Xuanzi segera mengambil kesempatan menyerang. Ia melesat dengan pedangnya, kemudian beradu dengan tombak Dewa Iblis yang tiba-tiba muncul melindungi tuannya.
Karena tombak tersebut kalah, ia melesat dengan cepat dan kembali ke tangan Dewa Iblis. Qu Xuanzi tiba-tiba muncul dengan serangannya yang membuat Dewa Iblis tidak bisa menghindar dan harus menahannya.
Sihir merah dari langit mendarat tepat di antara serangan kedua belah pihak. Serangan terputus disertai ledakan, membuat mereka berdua harus mundur supaya tidak terkena efek ledakan. Pada saat yang sama, Kaisar Iblis sebagai pelaku penengah itu muncul.
Dewa Iblis mengalami luka akibat pertempurannya dengan Qu Xuanzi. Ia pun mendorong Kaisar Iblis yang sudah seperti boneka untuk menghadapi Qu Xuanzi tanpa berpikir panjang.
Melihat itu, Qu Xuanzi hanya bisa melihat Dewa Iblis dengan cibiran. Bukannya meremehkan, tapi ia sendiri sudah memiliki rencana untuk menangani Kaisar Iblis secara langsung ketika Dewa Iblis mundur.
Kaisar Iblis mengikuti dengan setengah hati, mulai menyerang Qu Xuanzi tanpa banyak bicara.
Perangkap telah masuk.
Cahaya emas terbentuk di sekitar Qu Xuanzi membentuk lingkaran besar yang membatasi areanya dengan Dewa Iblis. Ketika Kaisar Iblis menyerang, ia tidak berhenti meski tahu apa yang akan terjadi, karena ini sudah direncanakan. Ketika serangannya menyentuh pedang Qu Xuanzi, cahaya emas mulai melonjak.
Cahaya emas dari lingkaran melonjak ke udara, secara langsung menarget Kaisar Iblis yang berdiri di dalamnya. Qu Xuanzi menahan pedang Kaisar Iblis yang terus menekannya atas perintah Dewa Iblis, sedangkan cahaya emas itu mulai mengikis Kaisar Iblis sedikit demi sedikit.
Dewa Iblis terkejut. Ia baru saja akan meluncur ke arah mereka, namun lingkaran itu membatasinya dan memantulkan sesuatu yang mencoba menyerang dari luar termasuk Dewa Iblis.
Cahaya emas dari lingkaran menembus langit, mengubah awan gelap menjadi emas yang penuh dengan guntur. Di dalam sana, tubuh Kaisar Iblis semakin transparan dan menjadi butiran sihir yang berterbangan. Ketika sosoknya menghilang, ia hanya menunjukkan senyum iblis yang sering ditampilkannya.
Sihir yang berterbangan—dari tubuh Kaisar Iblis—berubah warna menjadi merah dan mengubah seluruh cahaya emas menjadi merah darah. Sihir merah melonjak ke langit, mengubah emas menjadi merah yang membuat siapa pun yang melihatnya merinding. Itu terlihat seperti kolam darah yang melambai di langit.
Sihir merah yang memenuhi wilayah tidak hentinya bergerak seperti tornado besar yang mematikan. Di dalamnya, Qu Xuanzi berdiri dalam diam menyerap semua sihir merah yang menyebabkan pembuluh darah tampak dengan warna merah dan hitam. Tekanan dalam tubuhnya sangat terasa, rasa sakit yang persis seperti ketika pemisahan darah dilakukan kembali muncul.
Cahaya putih samar-samar terlihat, mendukung proses penyerapan secara perlahan. Tapi itu tidak cukup untuk melakukan penyempurnaan karena serapan yang terlalu besar hingga menyebabkan cahaya samar itu terlahap kegelapan darah iblis.
Itu adalah kondisi krisis di mana energi murni tidak dapat menampung seluruh sihir. Akibatnya, ia akan menghilang terlahap. Sihir yang tidak tertampung energi murni akan kehilangan kendali dan membahayakan pemiliknya.
Sebelumnya Qu Xuanzi telah menyerap sedikit energi murni Xie Ruo agar tidak harus melibatkannya dengan penyatuan darah. Namun sepertinya energi murni yang ia serap tidak cukup. Itu adalah sebuah pertaruhan.
Karena energi murni terlahap sepenuhnya, kekuatan iblis tak terkendali. Sihir merah menjadi kacau dan tidak beraturan, menciptakan guntur besar yang menyambar secara acak di segala area, tak terkecuali dalam lingkup lingkaran sihir.
Dewa Iblis di luar sana menghindari tiap sambaran. Ia melihat dari luar, kemudian tersenyum jahat melihat banyak sambaran sihir yang menyerang Qu Xuanzi secara gila.
"Ingin melakukan penyatuan darah tanpa energi murni? Sangat naif." Dewa Iblis merasa senang saat ini. Awalnya ia pikir kondisi akan memihak Qu Xuanzi, rupanya ia salah. Qu Xuanzi akan mati!
Tak apa ia kehilangan Kaisar Iblis. Asal Qu Xuanzi mati, ia bisa dengan mudah melakukan apa pun di dunia ini termasuk melancarkan altar pengorbanan darah dengan sempurna. Qu Xuanzi sebagai darah campuran akan menyempurnakan altar itu, barulah ia menarik energi murni keluar untuk mengumpulkan kekuatan altar dan memasuki tubuhnya.
Tapi sebelum Dewa Iblis benar-benar akan merasa senang akan perubahan situasi yang memihaknya, sebuah cahaya perak melesat dengan kecepatan tinggi menyambarnya secara langsung.
Dewa Iblis menghindar sebelum pedang runcing itu menembus tubuhnya. Ia menahan kakinya dengan kuat agar tidak jatuh, kemudian melihat pelaku yang merupakan seorang wanita berdiri di dekat lingkaran sihir dengan wajah terkejut.
Dewa Iblis tersenyum semakin senang. "Apa kau akan diam menyaksikannya saja, Xie Ruo?"
Xie Ruo yang rupanya telah sadar dan pergi diam-diam ke medan perang sama sekali tidak menggubris ucapan Dewa Iblis. Pandangannya tertuju pada Qu Xuanzi di dalam. Meski tertutupi sihir, ia dapat melihatnya dengan jelas melalui kekuatan psikis. Rasa sakit itu meneror Qu Xuanzi dan dapat dirasakan Xie Ruo.
"Tidak bisa ...." Xie Ruo tidak bisa hanya diam saja dan melihat orang yang ia cintai menderita.
Qu Xuanzi membutuhkan energi murninya. Tapi jika ia menggunakan energi murni untuk membantu Qu Xuanzi, altar pengorbanan yang diaktifkan Shu Xin akan menyerap energi murninya secara bersamaan. Tidak tahu mana yang akan mendapatkan energi murni, karena Xie Ruo sendiri tidak yakin dapat mengendalikan arahnya. Jika altar pengorbanan menyerap energi murni, Qu Xuanzi akan mati, Dewa Iblis sepenuhnya mendapatkan apa yang diharapkan.
"Apa lagi yang kau tunggu? Bukankah kau datang untuk menghentikannya? Jika terlalu lama menunggu, takutnya kau akan kehilangan sekali lagi." Dewa Iblis memancing emosi Xie Ruo yang sedang kacau.
Xie Ruo meliriknya dengan tajam. "Berisik."
Xie Ruo melihat ke arah lingkaran sihir kembali. Qu Xuanzi sudah merencanakan semua ini sejak awal, seharusnya ia tahu bahwa energi murni yang ia serap dari Xie Ruo barusan tidak cukup menahan kekuatan iblisnya yang terlalu besar. Hanya karena tidak ingin Xie Ruo terlibat dan dalam bahaya, apa itu artinya dia dapat dengan bebas menentukan pilihannya sendiri tanpa pertimbangan Xie Ruo?
Xie Ruo kesal memikirkannya. "Sudah kukatakan aku tidak selemah itu." Wajahnya menjadi dingin. "Karena kau tidak mendengarkanku, jangan salahkan aku bila tidak mendengarkanmu." Ia mengangkat tangannya untuk menembus lingkaran sihir. "Tidak peduli altar akan membunuhku atau tidak, kau tidak boleh mati di depanku."
Cahaya putih samar membuat Xie Ruo dapat menembus lingkaran sihir. Ia melangkahkan kaki masuk ke dalamnya. Tanpa mengalihkan pandangan, ia mengeluarkan energi murni yang melingkupi seluruh tubuhnya hingga melonjak ke langit.
Sebelum altar mendapatkannya lebih banyak, Xie Ruo langsung mendekatkan diri ke arah Qu Xuanzi dan memeluknya. Dengan begini, energi murni tidak akan terbuang terlalu banyak.
Tubuh Xie Ruo semakin bersinar. Sinar itu terserap ke dua arah membuat Xie Ruo nyaris kehilangan kesadaran. Ditambah kekuatan iblis yang terlalu kuat, membuat Xie Ruo nyaris tumbang karena tekanan. Ia tidak boleh gugur sekarang!
"Kumohon ...." Xie Ruo merasa kekuatannya semakin menipis. Jiwanya seolah ikut terserap. Racun darah kembali menyerangnya hingga seluruh urat nadinya menjadi hitam. Ia mencoba yang terbaik untuk tetap berdiri kokoh dan memfokuskan energi murni ke kekuatan iblis selagi pihak lain menariknya secara paksa.
Pelukannya semakin erat untuk menahan semua rasa sakit itu. Tubuhnya seperti tercabik-cabik secara perlahan. Otaknya terus memberi peringatan bahaya sampai telinganya berdengung, namun ia mengabaikannya.
Qu Xuanzi mendapatkan kembali kesadarannya setelah lama tenggelam dalam kegelapan dan siksaan. Ia telah memaksakan diri setelah menyadari kehadiran Xie Ruo. Ketika melihat wanita itu tengah menahan segala rasa sakit dalam diam, ia agak terkejut.
Cepat-cepat ia menggunakan kekuatannya yang tersisa untuk membagi rasa sakit itu untuk memberi keringanan bagi Xie Ruo. Dalam kondisi ini, tidak ada yang bisa dilakukan untuk menghentikan aktivitas altar.
Kekuatan iblis terus mengalir dengan seimbang karena energi murni. Kekuatan yang terserap membawa banyak perubahan seiringan dengan meningkatnya kekuatan. Rambut Qu Xuanzi kembali perak di antara sihir merah yang bercampur dengan hitam dan putih. Pada saat ini, Asura telah kembali sepenuhnya.
"Kau dengar? Jangan mati di depanku." Xie Ruo melirih, sepertinya tidak menyadari bahwa Qu Xuanzi telah mendapatkan kembali kesadarannya.
Qu Xuanzi mengeratkan pelukannya. Di dalam lingkaran sihir yang dipenuhi kekuatan iblis, ia melindungi Xie Ruo dari serangan kekuatan iblis yang kerap kali menyambar. Ia berkata, "Tidak akan. Aku selalu bersamamu."
Xie Ruo membuka mata sayupnya. Ia ingin melihat wajah pria itu, tapi ia tidak bisa melakukannya karena harus fokus pada pengendalian energi murni. Meski begitu, ia tetap mengeratkan pelukannya. "Berjanjilah."
Qu Xuanzi menundukkan kepalanya, memberi kecupan singkat pada leher Xie Ruo tanpa melepaskan pelukan. "Baik."
Guntur menggelegar di sekitar lingkaran sihir. Kekuatan iblis terus menggulung seperti tornado tanpa henti. Ketika melihat pemandangan yang seharusnya tidak ada, wajah Dewa Iblis menjadi sangat gelap.
Ia tidak akan membiarkan segalanya menjadi mudah!
...----------------...
Terima kasih para pembaca setia yang sudah menemani cerita sampai tahap ini. Cerita sudah sangat dekat dengan ending, apa tidak sabar?
Aku sendiri nggak sabar karena pengen lanjutin novelku yang terbengkalai wkwk
Sekalian siapin spin off sambil ketar-ketir ngerjain tugas. Btw, aku nulis ini setelah memberontak dengan angka dan jurnal.
Karena aku sudah menyiapkan dua ending, tinggal pilih mana ending yang diinginkan. Sad atau happy?
Atau ... aku jadiin endingnya "ternyata semua hanyalah mimpi" ketika Isabella koma setelah terjun ke laut? Jangan deng, ehe. (nanti diamuk)
Kalau kata ade aku, "Matiin aja semua tokohnya." Emang ngaco dia. Malah pernah ikut campur naskah di draft, semua tokoh dimatiin, pas aku sedang pusing sama bab selanjutnya. Katanya biar cepet selesai, terus mabar. #jangandiikutin
Sekarang, saatnya membuka pesan!
Ada yang ingin disampaikan pada tokoh-tokoh di TEGWIN?
Silahkan ....
Xie Ruo
Qu Xuanzi
Dewa Iblis / Yuwen Yue
Shu Xin / Xie Ran
Pei Xi, dkk
Lainnya ....
Selamat malam sabtu ✨