The Emperor God Wife Is Naughty

The Emperor God Wife Is Naughty
19. Bukan Cinderella



Pagi ini, Xie Ran berdiri di halaman menghirup udara segar dan meregangkan tubuhnya yang kaku. Semalam Guru besar tertentu menambah masa pelatihannya menjadi satu malam sampai ia benar-benar tertidur saat fajar menyingsing di dalam Dunia Liontin.


Pria dingin itu benar-benar keterlaluan!


Ingin sekali Xie Ran memendamnya ke dalam inti bumi, tapi sebelum itu terjadi, Xie Ran duluan yang terpendam menjadi potongan mayat. Itu sia-sia.


"Nona Pertama, silahkan...." Nuo Ling memberi Xie Ran teh hangat di pagi hari yang cerah ini. Dia menjadi lebih patuh setelah diberi pelajaran sesekali.


Xie Ran tersenyum manis dan menerimanya dengan senang hati. Meminumnya dalam satu tenggakan dan kembali bersenang-senang dalam halaman kamarnya yang luas. Dia bersyukur memiliki rumah besar walau saat ini telah dikuasai penjahat. Setidaknya dia bisa hidup mewah sekali lagi.


"Nuo Ling, aku ingin kau menanam beberapa tanaman segar di halaman ini. Aku tidak ingin halamanku menjadi tanah tandus!" Xie Ran memberi perintah dengan santai sambil duduk di kursi dan menghilangkan kakinya. Dia terlihat seperti seorang penguasa dengan kepalanya yang disandarkan ke tangan kanannya di gagang kursi.


"Baik, Nona Pertama." Nuo Ling bertindak patuh. Dia sepenuhnya berpihak pada Xie Ran karena pengaruh hipnotis dari ucapan Xie Ran. Jika bukan karena hipnotis tidak langsung itu, Nuo Ling sudah lama melaporkannya dan Tang Zhi akan ada di hadapan Xie Ran saat ini. Itu tidak baik.


Nuo Ling segera pergi ke luar paviliun milik Xie Ran. Butuh waktu untuk kembali membawa tanaman hias ke paviliun karena jarak yang cukup jauh dari pasar.


Xie Ran yang sedang bersantai, tiba-tiba merubah pandangannya menjadi tajam sebelum akhirnya duduk seperti gadis pemalu dan menyesap teh malu-malu. Tatapannya menjadi polos seketika.


Tak lama setelah perubahan sikap Xie Ran, dua orang gadis datang memasuki halaman paviliun dengan langkah anggun dan kepala yang dianggap angkuh.


Salah satu dari mereka adalah seorang anak lima tahun yang memiliki wajah kekanakan, namun tidak sesuai dengan sifatnya yang liar. Di sebelahnya terdapat seorang gadis remaja seumuran dengan Xie Ran, mengenakan pakaian ungu cerah yang anggun. Wajahnya cantik disertai riasan polos sehingga membuat para pria terpesona akan kepolosannya. Aura dua gadis itu sangat bertolak belakang.


Meski begitu, dua Naga yang mengintip dari atap paviliun sudah tahu apa niat mereka walau hanya dengan menutup mata. Apalagi ada loli liar yang tampak arogan dan penuh semangat.


"Kakak Ran, aku datang mengunjungimu!" Xie Nu bicara dengan penuh semangat dan kepalanya diangkatkan penuh percaya diri. Dia berpikir untuk membawa sepupunya bertemu dengan Xie Ran dan bersenang-senang.


"Nona Pertama, namaku Tang Yueha, senang bertemu denganmu." Gadis yang terlihat polos itu tersenyum ramah menatap Xie Ran yang terlihat bodoh. Diam-diam dia mencibir dalam hati betapa tidak sopan Xie Ran yang masih duduk tanpa menyapa ketika dirinya sebagai tamu datang dari jauh.


"Apa kamu tidak memiliki sopan-santun? Keluarga Tang menjunjung sopan-santun, jika kau membuatnya tidak senang, maka kau akan habis!" Xie Nu memarahinya lagi sambil berkacak pinggang. Orang bodoh memang tidak akan mengerti apa yang disebut tata krama bangsawan.


"Maaf ...." Xie Ran langsung berdiri dan melangkah ke arah mereka berdua dengan kepala tertunduk terutama ketika melihat Xie Nu. Dia tersenyum melihat Tang Yueha, memberi kesan bahwa Xie Ran menganggap Tang Yueha orang baik.


"Apa hanya itu yang bisa kau katakan? Pelayan, pukul dia 50 kali!" Xie Nu merasa kesal akan perilaku Xie Ran.


Tepat ketika seorang pelayan dengan mantap membawa sebilah kayu untuk memukul Xie Ran, Tang Yueha segera mengangkat salah satu tangannya menghentikan langkah pelayan tersebut.


"Sepupu, mengapa kau menghentikannya?" Xie Nu tidak setuju dengan perlakuan Tang Yueha.


"Menghukum Adik Xie Ran hanya karena sedikit kesalahan tidak baik untuknya. Bagaimana pun, Adik Xie Ran adalah Nona Pertama Klan Xie yang pantas dihormati. Ini juga tempatnya, Adik Xie Ran pasti memiliki cara penyambutan yang berbeda." Tang Yueha tersenyum lembut menatap Xie Ran.


Xie Nu mendengus kesal dan bersedekap dada. Kenapa Xie Chen dan Tang Yueha sama-sama membela sampah ini? Bahkan ibunya juga menempatkan sampah ini di sebelah paviliunnya. Mengapa banyak yang menyukai sampah hilang ingatan seperti ini!


"Xie Ran, anggap kau beruntung!" Xie Nu masih menyimpan dendam kesumat.


"Sepertinya Adik Xie Ran kesepian di dalam paviliun sendiri. Apa tidak keberatan menemaniku dan Nu'er berkeliling?" Tang Yueha mengajak Xie Ran dengan penuh minat.


Xie Ran yang tatapannya berbinar pada Tang Yueha, segera mengangguk cepat penuh semangat. Itu membuat Tang Yueha berpikir bahwa Xie Ran telah menganggapnya sebagai sepupu yang baik dibandingkan Xie Nu.


Tang Yueha tersenyum lembut dan berjalan keluar paviliun bersama Xie Nu dan Xie Ran. Pelayan lainnya dibiarkan tinggal karena Tang Yueha tidak suka diikuti.


Sejauh berkeliling, Xie Nu terus bicara pada Tang Yueha yang tenang. Sedangkan Xie Ran hanya diam seperti mayat hidup mengikuti mereka dari belakang. Itu membuatnya terkesan sebagai pelayan pribadi mereka berdua yang mengikuti dari belakang sambil menyimak percakapan akrab mereka.


Banyak pelayan yang melihat dengan iri. Jarang yang bisa mendekati Tang Yueha yang terkenal anggun dan lembut. Tang Yueha selalu menjadi kebanggaan Keluarga Tang dari Wilayah Utara. Dia bisa dianggap sebagai jenius di Wilayah Utara dan dapat mengalahkan banyak monster buas yang tak terhitung jumlahnya. Tahun ini umurnya 17 tahun dan dia semakin cantik di bandingkan dua tahun lalu.


Xie Ran telah melihat Tang Yueha dua tahun lalu sebelumnya. Gadis itu selalu mendominasi dan bisa dibilang lebih kuat darinya dan Xie Chen. Temperamenya juga tenang tanpa banyak omong kosong, dia juga lembut dan mengedepankan kedisiplinan serta tatakrama. Banyak yang mengaguminya bagaikan Dewi.


Xie Ran harus mengakui bahwa Tang Yueha cukup berbakat. Dia juga mengakui kekuatannya dan pantas disebut sebagai jenius di Wilayah Utara. Namun dibandingkan jenius Wilayah Selatan seperti Klan Xie, itu masih satu langkah lebih lambat.


Satu-satunya yang dianggap jenius sejati adalah Pangeran Kekaisaran Zhongbu yang sangat mendominasi. Kini sudah menjadi Kaisar baru-baru ini sehingga banyak bangsawan diundang untuk merayakannya malam ini. Xie Ran tidak ikut karena itu hanya akan dianggap hama.


Rumor mengatakan bahwa Kaisar baru saat ini sangat mendominasi. Umurnya masih awal 20 dan sangat pintar serta kuat. Tiap kali seseorang berhadapan dengannya, selalu ada aura Kaisar yang berwibawa dan mendominasi. Dia juga merupakan pria tertampan di Benua Zhongbu sehingga memikat banyak kaum hawa.


Sayangnya, jarang yang bisa bertemu dengannya selain para pejabat resmi. Kaisar satu itu tidak tertarik pada wanita mana pun dan belum memilih satu pun selir atau istri. Bisa dibilang, Kaisar satu itu single idaman.


Banyak yang menyebutkan rumor itu dan mencocokkannya pada Tang Yueha. Tang Yueha yang cantik dan pintar bagai Dewi sedangkan Sang Kaisar mendominasi serta tampan bagai Dewa. Banyak imajinasi para rakyat yang menjodohkan keduanya.


Namun Tang Yueha menyangkalnya walau diam-diam tersipu. Dia sendiri ingin melihat Sang Kaisar yang sangat menjadi idamannya. Sayangnya, Kaisar satu itu terlalu cuek.


Xie Ran dapat melihat wajah merona Tang Yueha ketika mendengar ucapan orang-orang yang menjodohkannya dengan Kaisar muda itu. Tapi Xie Ran tidak terlalu memperdulikannya. Itu karena dia tidak mengerti mengapa Tang Yueha merona hanya karena ucapan pelayan rendahan.


Apa hebatnya Kaisar? Xie Ran berpikir lebih baik menjadikan diri sendiri lebih kuat agar tidak mengandalkan orang lain. Dia juga lebih baik hidup dalam pengasingan tanpa ikut campur urusan dunia dan bergelut dalam teknologi sehingga kehidupannya berjalan tanpa masalah.


Bukankah kehidupan itu sangat nyaman?


"Sepupu, setelah berkunjung ke Istana nanti, Yang Mulia pasti tertarik padamu!" Xie Nu menambahkan bumbu dan berangan-angan bahwa dia menjadi ipar Kaisar. Bukankah itu suatu kebanggaan? Andai dia sudah besar, dia akan merebut Kaisar dari Tang Yueha. Sayangnya dia masih kecil.


"Jangan melebihkan keadaan. Aku tidak berpikir begitu. Kekuranganku masih banyak, kultivasiku juga rendah. Aku tidak bisa disandingkan dengan Yang Mulia." Tang Yueha tersenyum malu-malu dan menunduk. Dia merasakan perutnya tergelitik ketika mendengar ucapan Xie Nu yang bersemangat.


"Sepupu, kamu terlalu merendahkan dirimu. Kau itu jenius Keluarga Tang, tidak boleh merendahkan diri seperti itu apalagi di dekat sampah tidak berguna itu." Xie Nu menyindir Xie Ran di belakangnya.


"Nu'er, siapa yang mengajarkanmu bicara kasar?" Tang Yueha tidak setuju Xie Nu bicara tidak sesuai umur. Umurnya masih 5 tahun tapi sikapnya sembrono melebihi berandal. Dia tidak suka itu. Apa kata orang nanti?


Xie Nu memasang wajah cemberut dan memalingkan wajah seraya mendengus kesal. "Aku bicara kenyataan."


Tang Yueha menghela napas, melirik Xie Ran di belakangnya yang masih setia membuntuti. Dia tersenyum miris dan melanjutkan perjalanan sambil memandangi pemandangan taman.


"Aku harap ini menjadi kisah Cinderella," gumam Xie Ran diam-diam. Meskipun dia tidak terlalu menangkap alur cerita Cinderella, dia tetap tahu apa yang terjadi pada ibu tiri dan anak laknatnya itu. Meski Xie Ran tidak berharap menjadi Cinderella dan tidak menginginkannya, dia tetap mengharapkan hal yang sama pada ibu tiri dan anak itu.


Mereka sampai di aula. Sebelumnya mereka mendapat panggilan untuk pergi ke aula dan memperbolehkan Xie Ran ikut. Tang Yueha yang mengajaknya sehingga dibiarkan sedangkan Xie Nu menggerutu sepanjang jalan.


Tang Zhi di singgasananya duduk dengan elegan melihat kedatangan anak dan keponakan kesayangannya. Dia tersenyum puas ketika melihat Tang Yueha apalagi mengingat harapan rakyat tentang Tang Yueha dan Kaisar.


Tapi ketika matanya menangkap sosok mungil yang tidak menarik, dia kembali berpikir tentang Gunung belakang klan. Dia harus membawa gadis itu sekarang juga.


Mereka memberi hormat pada Tang Zhi dengan sopan termasuk Xie Ran sebelum wanita itu mengatakan sesuatu, "Hari ini aku ingin membicarakan tentang Perjamuan Istana bersama Kaisar Zhong. Aku akan memilih dari kalian sebagai perwakilan menggantikanku."


Mendengar ucapan Tang Zhi, semua orang bingung. Mengapa Tang Zhi tidak mengikuti acara penting ini? Perjamuan Istana selalu menjadi hal terpenting, tidak ada yang mewakilkan Ketua sebuah klan atau keluarga dalam acara tersebut.


"Ibu, kenapa begitu?" Xie Chen tidak tahu mengapa Tang Zhi memutuskan hal seperti itu. Selama ini Tang Zhi tidak pernah abstain dalam hal perjamuan, apa terjadi sesuatu?


"Apa aku harus memberitahu apa yang aku lakukan setiap hari? Ada sesuatu yang lebih penting, aku tidak bisa hadir dalam perjamuan meski aku ingin. Oleh karena itu, aku membiarkan Tang Yueha sebagai perwakilan, bukan pendamping. Yueha, kau tidak keberatan, 'kan?"


Semua orang jelas mengenai niat Tang Zhi. Mengenai rumor Tang Yueha, akan sangat baik jika Tang Yueha dipertemukan langsung dengan Kaisar sekaligus menunjukkan pengaruhnya. Tang Zhi telah memberinya kesempatan ini sehingga membuat orang-orang dalam aula setuju tanpa syarat. Siapa yang akan menolak mendorong seseorang untuk menjadi anggota kekaisaran?


Mereka berpikir bahwa Tang Zhi memberi kesempatan mutlak yang tidak pernah dilewatkan Tang Yueha. Namun pada kenyataannya, selain menaikkan popularitas Tang Yueha, Tang Zhi ingin membawa Xie Ran ke ke Gunung belakang klan. Itu membutuhkan waktu.


Sedangkan dalam kegelapan di mana terdapat gadis yang tidak menarik dan tidak diperhatikan, dia hanya bisa mendengus diam-diam menyadari niat sebenarnya Tang Zhi dan pemikiran orang-orang ini. Dia tertawa dalam hatinya.


"Bodoh!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari semakin siang. Tang Zhi tiba-tiba datang ke paviliun Xie Ran di saat gadis itu tengah makan siang dengan nikmat. Tidak ada racun dalam makanan, jadi dia tidak khawatir makan diam-diam.


Tapi setelah menyadari kehadiran Tang Zhi di luar paviliun, Xie Ran segera menggusur makanannya ke dalam liontin begitu saja sehingga tidak ada jejak makanan apapun. Dia segera berubah menjadi gadis polos dan bodoh sambil berpura-pura menyalin.


Tang Zhi masuk ke dalam paviliun, melihat gadis itu tengah menulis dengan hati-hati di kertas seakan takut terjadi kesalahan.


Wanita itu menghampiri Xie Ran dan duduk di depannya dengan pandangan lembut layaknya seorang ibu. "Apa yang kamu tulis?"


Xie Ran bersikap terkejut kemudian menjadi gugup sehingga tulisannya meleset. Xie Ran menatap Tang Zhi dengan panik dan buru-buru mengambil kertas yang tercoret itu lalu membuangnya.


"Ibu ...." Xie Ran seperti anjing jinak saat ini. Menatap Tang Zhi dengan mata besarnya dan penuh kegugupan.


"Apa Nu'er yang memaksamu?" Tang Zhi menatapnya kasihan.


Xie Ran hanya menunduk tidak menjawab. Bungkamnya Xie Ran membuat spekulasi Tang Zhi benar bahwa Xie Nu memintanya menyalin gulungan yang ditugaskan gurunya.


Xie Ran tidak berbohong. Xie Nu menugaskannya membuat salinan gulungan Silsilah Keluarga Kekaisaran Zhongbu yang membuatnya mengetahui tentang Kaisar Zhong saat ini. Awalnya Xie Ran memerintahkan dua Naga untuk menyalinnya karena Xie Ran sibuk, alhasil dua Naga itu setuju berkat tekanan Qu Xuanzi. Tapi Xie Ran mengambilnya kembali dengan cepat untuk penyamarannya di depan Tang Zhi.


"Tidak perlu dikerjakan. Xie Nu harus mengerjakannya sendiri demi pengetahuannya. Aku yang akan mengembalikannya." Tang Zhi mengambil gulungan tersebut dan menyimpannya dalam cincin spasial.


"Ibu, apa Ibu tidak ingin datang ke Istana?" Xie Ran mencoba mengalihkan topik. Meski dia malas bicara pada Tang Zhi, dia harus membuat karakter patuh di hadapan Tang Zhi.


"Sebenarnya aku ingin datang, tapi ada sesuatu yang harus kulakukan," kata Tang Zhi mulai serius menatap Xie Ran. "Ran'er, meridianmu terblokir sepenuhnya dan tidak bisa berlatih sihir. Aku akan membantumu meluruskannya."


"Benarkah?" Xie Ran sedikit terkejut.


Kenapa Tang Zhi tiba-tiba berbaik hati membantu meridiannya? Meskipun meridiannya sudah lancar berkat bantuan Guru besar tertentu, dia tetap penasaran mengapa meridiannya terkunci.


"Apa kamu tidak percaya?"


Xie Ran langsung mengendalikan diri sendiri setelah menghadapi reaksi Tang Zhi. Dia memasang wajah sedih. "Tubuhku lemah dan tidak bisa belajar sihir, aku tidak bisa mendapatkannya."


"Tak apa meskipun tubuhmu lemah. Jika diasah dengan baik, kau bisa menyamakan Tang Yueha dengan bakatmu. Xie Nu juga tidak akan mengganggumu lagi." Tang Zhi meyakinkan.


"Lalu, apa yang harus aku lakukan?" Xie Ran penasaran. Kali ini dia tidak berbohong seperti sebelumnya. Dia ingin tahu niat asli Tang Zhi mengatakan hal itu.


Tang Zhi tersenyum tipis. "Ikutlah denganku."


Xie Ran tidak bisa mengatakan apa pun lagi. Pikirannya dipenuhi pertanyaan yang tidak bisa dia tanyakan langsung. Dia hanya bisa mengikuti dengan patuh bersama wajah bodohnya yang masih dipertahankan.


Tang Zhi pergi dengan anggun. Menerima penghormatan dari para pelayan dan beberapa organ yang dilewati. Banyak yang bertanya-tanya, mengapa si sampah itu mengikut Tang Zhi? Apa Tang Zhi tidak merasa risih?


Tang Zhi tidak risih, dia hanya merasa penasaran pada konstitusi Xie Ran sehingga bersemangat pergi ke gunung belakang yang merupakan wilayah terlarang Klan Xie.


Xie Ran tahu arahnya. Dia pernah ingin masuk, tapi Xie Yun melarangnya karena berbahaya. Dia tidak tahu seberapa bahaya itu, tapi karena Tang Zhi mengajaknya ke sini, dia pasti memiliki rencana.


Xie Ran tidak takut jika Tang Zhi menyerahkannya sebagai tumbal. Dia hanya penasaran dengan apa yang direncanakan Tang Zhi. Sejauh ini, dia tidak berhasil menebaknya.


Sampailah pada inti hutan di gunung belakang klan. Ada banyak monster di sini, tapi semua telah bersembunyi karena aura Tang Zhi yang membuat mereka takut. Langkah mereka terhenti pada sebuah dinding besar di bawah tebing curam dengan rune rumit yang terukir.


Dinding itu memiliki banyak simbol yang tidak dimengerti Xie Ran. Xie Ran hanya bisa memandangnya tanpa tahu apa itu. Dia merasakan tekanan luar biasa ketika di depan dinding yang membuatnya tidak nyaman begitu pula Tang Zhi.


Tang Zhi melirik Xie Ran yang berkeringat dingin. Dia sudah menduga itu apalagi Xie Ran tidak bisa berkultivasi. Gadis itu pasti sedang menahan rasa sakit karena tekanan rune sihir pada dinding ini.


Tang Zhi sudah memeriksa itu sebelumnya. Terdapat tempat di mana darah akan dipersembahkan di sisi dinding. Dinding itu akan terbuka setelah darah yang cocok memenuhi syarat kunci dinding rahasia itu. Dia akan mendapat apa yang dia inginkan. Tapi jika bukan Xie Ran, maka dia hanya bisa menyerah karena tidak ada yang memenuhi syarat lagi.


Tang Zhi menuntun lengan Xie Ran ke arah dinding, membiarkan Xie Ran melihat ukiran rumit di dinding lebih jelas.


"Di dalam sana terdapat rahasia Klan Xie. Itu cukup membuktikan ketulusanku, kau bisa berkultivasi setelah berhasil membukanya."


"Bagaimana jika tidak?" Xie Ran ragu. Apa ini jebakan?


"Maka tidak akan terjadi apapun. Kau tetap seperti ini. Semua bergantung padamu." Tang Zhi tidak menjelaskannya lebih lengkap. Efek yang terjadi jika gagal adalah seluruh pelatihannya hancur. Untuk Xie Ran yang tidak melatih apa pun hanya bisa menunggu kematian.


Meski Tang Zhi tidak mengungkap semuanya, Xie Ran tidak bodoh. Untuk menemukan sesuatu, harus ada konsekuensi. Yang membuatnya ragu, apa konsekuensi itu sepadan dengan apa yang ada di dalam? Xie Ran tidak pernah seragu ini. Dia tidak mempercayai ucapan Tang Zhi.


"Apa kau takut?" Tang Zhi mengerutkan kening. Wajar jika Xie Ran takut, dia hanyalah anak bodoh yang tidak tahu apapun dan akan dihadapkan dengan sesuatu yang misterius. Tapi dia tidak berharap Xie Ran akan menolak.


Setelah terdiam beberapa lama, akhirnya Xie Ran memantapkan hatinya. Tidak mungkin Tang Zhi rela-rela abstain dari perjamuan demi membunuhnya. Harus ada sesuatu yang spesial di balik dinding ini. Xie Ran sudah memutuskan untuk meraih apa yang ingin diraih Tang Zhi.


Pada akhirnya, Xie Ran mengangguk. Terlihat ragu, tapi tidak hatinya yang menyatakan keteguhan.


Tang Zhi tersenyum puas. "Aku akan mengambil darahmu. Akan sedikit terasa sakit, tahanlah."


Tang Zhi mengeluarkan belati dari cincin spasial. Menggores telapak tangan Xie Ran dengan belati sehingga darah keluar dengan deras seperti air mengalir. Dia mengarahkan tangan Xie Ran ke dinding.


Darah Xie Ran terintegrasi dengan cepat. Mengalir ke tiap celah ukiran yang membentuk sebuah pola di seluruh dinding. Ukiran dinding menjadi merah karena darah sebelum akhirnya cahaya emas datang dari ukiran rune yang telah tersentuh darah.


Suara pergerakan batu terdengar. Tang Zhi tersenyum lebar dan tatapannya menjadi gila ketika melihat dinding terbelah perlahan membentuk celah gelap.


Sedangkan Xie Ran memiliki ekspresi rumit. Dia tidak menyangka orang kuno bisa membuat pintu otomatis yang terpacu oleh darah khusus. Dia sudah berpikir ketika Tang Zhi meminta darahnya bahwa dinding itu hanya terbuka oleh darah khusus. Jika itu bisa dibuka oleh darah siapa pun, Tang Zhi tidak perlu repot membawanya kemari.


Sampai pada akhirnya, Xie Ran mendapati kesimpulan. Tang Zhi memperalatnya sebagai kunci dan membawanya ke kediaman utama untuk membujuknya. Wanita ini benar-benar tidak bisa ditebak.


Namun, karena Tang Zhi telah mencapai tujuannya, bukankah Xie Ran akan dibuang tanpa imbalan? Tentu Xie Ran tidak dapat menerimanya. Dia diperalat untuk mendapat imbalan. Dia tidak menerima jasa tanpa imbalan.


Setelah ini, wanita itu pasti akan mengubahnya menjadi alat pancing.


"Ran'er, akan lebih baik jika kamu masuk terlebih dahulu."


Sudah tertebak.