
Di malam yang sejuk, Xie Ran duduk di atas batang pohon sambil mengunyah daging rusa yang baru saja dimasak. Xie Ran tidak peduli apa pria tertentu menatapnya aneh akan cara makannya yang seperti tidak makan berhari-hari.
Xie Ran merasa hal ini cukup baik, ia makan enak sebelum pertempuran-meski kenyataannya makan enak setiap hari-dan sekejap ia merasa senang. Ia sangat berbeda dari Xie Ran tadi sore.
Ketika Xie Ran akan mengambil lagi, pria yang sempat sinis padanya langsung mengambil semua daging itu dan menatap Xie Ran seolah gadis itu akan mencuri makanannya. Xie Ran tertegun sejenak sebelum menarik tangan kemusian bersikap seperti biasa sambil menggerutu dalam hati.
Kenapa sangat pelit? Ia menyumpahi tujuh turunan bahwa pria itu akan mendapat peti sempit sampai tergencat. Hutan ini memiliki banyak hewan, tidak sulit memburunya untuk dijadikan makanan.
"Zhe'er, jangan seperti itu. Nona ini sangat malang kelaparan berhari-hari, berikan dia lebih banyak." Paman Hao menepuk putranya membuat pria itu mendengus kesal dan meletakkan kembali daging rusa yang sempat ia singkirkan.
Xie Ran tersenyum. "Kalau begitu, aku tidak akan sungkan." Ia tersenyum mengejek pada pria itu disertai tatapan provokasi bahwa ia telah menang. Xie Ran langsung mengambil daging tanpa tahu malu.
Setelah makan malam selesai, Paman Hao membiarkan Xie Ran tidur di kamar yang tersisa. Beruntung masih ada satu kamar kosong dan baru saja Paman Hao membersihkannya menjadi layak huni. Kamar mereka saling bersampingan dan Xie Ran terletak di paling pojok.
Rumah Paman Hao termasuk sederhana dan apa adanya. Ketika masuk, langsung disuguhkan tiga pintu di bagian samping ruang utama. Di ujung terdapat dapur yang sederhana dengan perkakas kayu dan besi apa adanya.
Bahkan di kamar Xie Ran, hanya ada ranjang kayu serta lapisan kasur yang keras serta satu lemari kayu yang agak reot. Bahkan ketika ia menaiki ranjang, ia merasa ranjang akan rubuh kapanpun disertai suara kayu yang bergoyang.
Xie Ran tidak ingin memikirkan bahwa ia tidur di atas kayu reot yang akan jatuh dengan cara tidurnya yang kacau. Memikirkan bagaimana ia jatuh karena tempat tidur yang amblas, membuatnya berpikir bahwa itu terlalu memalukan sampai tidak bisa tidur.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Malam ini menjadi begitu sunyi kala Xie Ran tertidur pulas. Suara kelelawar menggema di langit melintasi hutan bersamaan dengan bayangan hitam melintas melalui jendela yang terbuka.
Jendela kamar Xie Ran tidak memiliki penghalang atau sejenisnya membuat bayangan hitam masuk ke dalam membentuk sosok serba hitam dengan iris merah penuh niat membunuh. Tangannya mengeluarkan belati runcing dari saku dan diangkat tinggi-tinggi.
Emosinya meluap-luap, berpikir targetnya di depan mata dan ia akan mendapatkan segalanya setelah menyelesaikan misi. Diarahkannya belati tersebut ke seseorang yang tengah tidur di atas ranjang. Ketika belati mendarat menancap target dengan tepat, keningnya berkerut tidak melihat cairan merah seperti yang ia harapkan.
Ia menyibak selimut, melihat sosok gadis yang tertidur berubah menjadi bayangan merah yang bergerak ke arahnya. Ia langsung menghindar, namun tiba-tiba bayangan itu menembus wajahnya dalam satu kedipan mata membuat ia tidak bisa menggerakkan tubuh. Mendadak pikirannya kosong, tatapannya kosong dan menoleh ke belakang di mana gadis berpakaian merah yang tengah berdiri tenang berada.
"Ternyata hanya anjingnya saja," gumam Xie Ran tersenyum kecut. Awalnya ia siap bertarung berpikir yang datang adalah pria yang sejak tadi memusuhinya adalah pemimpinnya, namun tebakannya salah.
"Nona, meski aku berada di kesadaranmu, kadang aku tidak tahu apa isi pikiranmu sebenarnya."
"Itu berarti kau tidak cukup mengenalku." Xie Ran mendekati pria itu, matanya menjadi merah. "Orang tua tadi Kaki Tangan Raja Iblis?"
"Ya," hawab pria itu yang telah terkena hipnotis Xie Ran.
"Siapa namanya?"
"Xiao Haozu."
"Xiao Haozu ... sepertinya akan cukup rumit mengingat ia menjadi penjaga Hydra. Dia harus lebih kuat dari Di Yushi." Xie Ran mengusap dagunya seolah berpikir.
Long Ying muncuk tiba-tiba di bahu Xie Ran dengan raut gelisah. "Master, apa yang akan kita lakukan? Di sisi lain ada Hydra, sekarang ada Kaki Tangan Raja Iblis yang menghalangimu. Kita terkena jebakan!"
"Master, seharusnya kita tidak ada di sini." Long Yun menjadi khawatir bersama Long Huo. Mereka tiba-tiba saja muncul sambil terbang di depan Xie Ran.
"Jangan berpikir aku memasuki jebakan, aku baru saja memulai." Xie Ran bicara santai.
Ketiga Naga itu saling tatap. Long Huo pun bertanya untuk memastikan, "Master sudah mengetahuinya dari awal? Tapi aura iblis mereka disamarkan dengan baik, bahkan aku tidak menyadarinya."
Xie Ran menghela napas. "Meski awalnya aku terkecoh, aku tidak bodoh. Siapa yang ingin tinggal di tempat seperti ini dengan selamat? Apalagi 'Paman Hao' terlihat sudah tua, tidak mungkin mengikut putranya berkelana sampai membangun rumah di sarang monster, anehnya aku tidak melihat hewan buas mana pun sejauh ini. Kalau mereka bukan kultivator tingkat atas, berarti mereka adalah Iblis yang bekerja dengan Raja Iblis dan Hydra."
Satu lagi, Xie Ran sangat berterimakasih pada Mei Liena yang membuatkannya banyak pil baik pil obat maupun racun. Berkat ramuan anti-racun Mei Liena yang ia minum sebelum kembali ke tempat ini, ia lolos dari makanan yang telah dimasuki obat tidur. Atau dia harus merepotkan Qu Xuanzi untuk melindunginya dari penyusup. Namun ia masih bingung akan rencana Xiao Haozu. Mengapa ingin membunuhnya?
"Lalu apa rencana Master selanjutnya?" tanya Long Yun.
Xie Ran melirik pria yang terkena hipnotis itu lalu tersenyum kecut. "Sepertinya kita akan bertarung malam ini."
Di luar sana, laut menjadi kacau disertai terjangan ombak yang besar. Angin berhembus membawa ombak disertai suara derasan gelombang laut yang kian membesar.
Qu Xuanzi berdiri di atas tebing melihat dari kejauhan. Ia tidak ikut bersama Xie Ran sebelumnya menyadari rencana Xie Ran yang ingin mengetahui apa yang iblis itu lakukan.
Cukup lama ia tidak bertemu dengan Hydra yang asli. Sebelumnya selalu bertemu dengan kloning yang begitu merepotkan. Karena ia sudah ada di sini, Hydra tidak akan repot-repot mengirim kloning dan Qu Xuanzi tidak perlu mengejar ke dasar laut. Mereka akan bertemu tak lama lagi, apalagi setelah merasakan aura iblis dari tempat Xie Ran berada.
"Asura, kau akhirnya datang ...."
Suara raungan keras terdengar dari dasar laut serta suara berat seolah ada lima suara yang bicara. Ombak menerjang semakin ganas disertai gelombang air yang membesar. Guncangan di laut menyebabkan banyak hewan buas ketakutan dan bersembunyi ke tempat aman, merasakan fluktuasi energi besar menyebabkan tekanan bagi mereka yang merasakannya.
Pasang naik air laut kali ini mengerikan. Bukan hanya wilayah selatan yang mengalami dampaknya, melainkan wilayah lainnya juga sama menyebabkan beberapa kapal hancur akibat terjangan ombak. Orang-orang yang bekerja di sekitar pantai ribut dan berlindung berharap penguasa laut tidak mengamuk sampai membunuh mereka.
Kekacauan itu bukan hanya dirasakan di pesisir laut, melainkan wilayah daratan lain seolah akan terjadi tsunami besar. Jika terjadi tsunami, maka itu adalah mimpi buruk bahwa akan ada banyak hewan laut mengerikan yang meratakan kota tanpa memberi sisa.
Bahkan Xie Ran harus keluar melalui jendela karena rumah itu cepat atau lambat akan roboh menimpanya. Para Naga bersiap dan terbang melihat kondisi dari langit kemudian memberitahu Xie Ran bahwa Hydra akan muncul.
"Sebegitu buruk efeknya," gumam Xie Ran nyaris tidak percaya. Sebenarnya seberapa besar Hydra dibanding Ketiga Naga itu?
Xie Ran pergi ke halaman rumah yang runtuh itu. Ia melihat pria yang seharusnya tua kini menjadi muda, terlihat seperti berumur 20an dan tampan. Apa semua Kaki Tangan Raja Iblis selalu tampan dan cantik?
"Tidak disangka, kau masih bisa lolos dari jebakanku," katanya kemudian melihat bawahannya yang kini diam di belakang Xie Ran. "Rupanya kau telah membuatnya menjadi budakmu."
Xie Ran mengabaikan ucapan iblis itu. "Aku tidak mengerti kenapa kau malah membunuhku ketika aku berguna."
"Memanfaatkan energi murni tidak harus membawamu secara langsung. Berdasarkan hasil yang didapat iblis sebelumnya, lebih baik tidak membawamu secara langsung, melainkan membunuhmu. Dengan ini, aku dapat menggunakan kemampuanku menyerap energimu untuk diserahkan pada Kaisar Iblis," jelas Xiao Haozu.
Xie Ran menyipitkan mata dan mendecih. Sepertinya para Kaki Tangan Raja Iblis tidak pernah mendapat informasi yang akurat. Jika ia mati, bukankah sama saja bunuh diri? Bodoh, sangat bodoh ....
Xie Ran tersenyum dingin. "Kalau begitu, aku ingin lihat bagaimana caramu membunuhku."
Xiao Haozu tersenyuk tak kalah dingin. Detik berikutnya, sinar merah meluncur menyerang Xie Ran. Xie Ran segera mundur dan melompat ke arah lain menghindari serangan. Ia berteleportasi begitu mendarat dan melancarkan tendangan pada Xiao Haozu.
Xiao Haozu menunduk dan mundur beberapa langkah. Ketika sihir merah lainnya datang, ia langsung berpindah tempat lebih jauh dan menghancurkan serangan Xie Ran.
Xie Ran agak terkejut. Serangannya selalu tidak bisa dihancurkan apalagi setelah memasuki kultivasi profesional lanjutan. Xiao Haozu lebih kuat dari iblis lain yang selalu terkena serangan pesonanya meski tidak penuh.
"Sihir pesona dan langkah bayangan, sangat bagus. Aku penasaran apa lagi harta dalam tubuhmu." Xiao Haozu bukannya terkejut malah terpana.
Ia selalu menyerap banyak energi seseorang untuk dijadikan kekuatan. Teknik kuat selalu ia kuasai termasuk teknik manusia ketika ia menyerap energi dan pelatihan manusia. Jika ia bisa menyerap Xie Ran, bukan hanya mendapatkan energi murni, melainkan semua harta yang berharga.
Xiao Haozu terus menyerang Xie Ran tanpa memberi kesempatan melakukan serangan balik. Xie Ran terus menghindar. Tiap serangan Xiao Haozu membuat efek tidak terduga yang diluar ekspektasinya.
Kemampuan dasar Xiao Haozu adalah penyerapan. Ia tidak melatih sebuah teknik dan cara berkultivasinya terbilang aneh sehingga dapat memiliki kualifikasi menjadi Kaki Tangan Raja Iblis. Ia melatih fisiknya dan melakukan penyerapan jiwa pada makhluk manapun yang memiliki basis kultivasi. Kemudian kultivasi makhluk itu akan tercerna olehnya menjadi kekuatan pribadi.
Meski begitu, dibutuhkan banyak jiwa agar kekuatannya benar-benar kuat karena pada dasarnya, ia tidak bisa membunuh kultivator kuat dengan kekuatannya yang rendah. Maka dia mulai melakukan perburuan selama ribuan tahun dan menjadi Xiao Haozu saat ini.
Tidak ada teknik yang tidak ia ketahui, baik manusia maupun hewan sampai iblis dan dewa, semuanya ia tahu. Namun hanya beberapa yang berhasil diserap karena korbannya selalu memiliki basis kultivasi dan teknik sama. Kini ia berpeluang menyerap seseorang dengan energi murni serta sihir surgawi, tentu ia akan sangat bersemangat.
Xie Ran telah merasakannya saat ini. Tiap kali kekuatan Xiao Haozu menyentuhnya-meski sedikit, ia selalu merasa kekuatannya berkurang. Ia menggunakan segala teknik tingkat rendah dan itu selalu terserap oleh Xiao Haozu hingga Xie Ran benar-benar kehilangan sihir tingkat kesatria-nya.
Xie Ran terpaksa menggunakan keterampilan alami dan menghindari tiap serangan dengan tepat. Ia melompati dahan pohon sambil berusaha kabur ke tempat yang lebih besar. Hutan ini terlalu rindang membuatnya sulit bertarung secara bebas. Ia juga tidak bisa mendekati Xiao Haozu. Jika ia mengeluarkan sedikit kekuatannya di dekat Xiao Haozu, kekuatannya akan hilang begitu Xiao Haozu mengambilnya.
"Tidak bisa seperti ini," gumam Xie Ran berusaha berpikir. Kini ia telah mendekati pesisir pantai dalam jarak 1 kilometer.
"Master, kami akan mengulur waktu untukmu." Long Ying muncul bersama Long Huo dan Long Yun.
"Tidak perlu, aku sudah memiliki cara." Xie Ran menghentikan pelarian dan mengerahkan kekuatannya dari jauh. Ia telah mengukur jarak serapan Xiao Haozu sebelumnya, jarak 200 meter cukup untuk membuat ilusi tanpa harus kehilangan kekuatan.
Xiao Haozu tertawa melihat Xie Ran yang semakin dekat dan mulai menggunakan sihir pesona. Sihir pesona sangat bagus, dia bisa melakukan apa pun pada dunia dengan sihir pesona dan mendapatkan kekuatan lebih banyak. Dengan ini bahkan Kaisar Iblis atau pun Kaisar Langit bukan tandingannya.
Tiba-tiba beberapa bilah berapi-api muncul seperti pisau terbang mengelilinginya. Bulu phoenix mulai dikendalikan Xie Ran dan menyerang Xiao Haozu sambil mengulur waktu.
Xiao Haozu hanya bisa menyerap makhluk hidup, bukan benda atau artefak seperti bulu phoenix. Xiao Haozu merasa terganggu dan menghindari serangan. Namun tidak menghentikan niatnya mengejar Xie Ran meski harus terhambat oleh bulu phoenix.
Di tangan Xie Ran, terdapat mutiara hadiah dari Dekan Bai. Ia telah memahami kekuatan mutiara itu sebelumnya. Dengan mutiara ini, ia bisa mengkombinasikan beberapa teknik sihir dan menciptakan sihir baru yang jauh lebih rumit. Ini sangat berguna untuk keadaannya saat ini.
Manipulasi dan ilusi dijadikan satu masuk ke dalam mutiara. Mutiara terus mencerna dua sihir merah di tangan Xie Ran sebelum akhirnya Xie Ran mencampurkan tekniknya dengan teknik lain. Karena sihir pesona tidak bisa menyakiti secara fisik, bagaimana jika ia membuat sihir pesona dapat menyakiti fisik seseorang?
Dengan bantuan energi murni, Xie Ran bisa dengan mudah mencampurkan unsur api ke dalam mutiara. Mutiara menyerapnya perlahan sedangkan Xiao Haozu telah menghindari bulu phoenix lebih cepat. Itu membuat Xie Ran gelisah dan mempercepat proses.
Xiao Haozu senang setelah membuat bulu phoenix tertancap di pohon dan tidak bisa keluar setelah ia tanam di bawah tanah dengan tumpukan batu. Ia pun melanjutkan pengejaran yang tertunda dengan kecepatan lebih cepat dari cheetah.
Laut semakin kacau beriringan dengan waktu. Tidak membutuhkan waktu lama, laut semakin terguncang disertai cipratan air yang besar begitu sosok raksasa muncul dari bawah permukaan. Fitur ular sebesar puluhan kaki disertai lima kepala dengan mata merah menyala penuh niat membunuh.
Kelima kepala itu Bergerak begitu berat dan meraung keras ke langit. Suara lengkingan yang keras menyebabkan auranya terpancar menyebabkan gelombang air laut melonjak drastis. Laut mengalami pasang naik sehingga beberapa daerah tenggelam akan aura Hydra yang dikeluarkan.
"Sudah 3000 tahun berlalu. Kali ini, aku yang akan membunuhmu!"
Lima jenis suara ular di lautan. Tatapan tajam Hydra terarah pada Qu Xuanzi penuh kebencian dan niat membunuh kental. Meski ia bawahan Kaisar Iblis, ia adalah musuh abadi Kaisar Langit khususnya Asura.
Selama 3000 tahun Hydra memulihkan diri dengan bantuan kekuatan Kaisar Langit akibat pertempurannya dengan Asura yang membantu Dewa Laut. Bagi Dewa Laut, Hydra adalah ancaman dan terlalu kuat untuk dilawan, bahkan Dewa Laut tidak bisa melawan seorang diri. Jadi ia meminta bantuan Qu Xuanzi di masa lalu.
Pada saat itu Qu Xuanzi masih dalam wujud Asura dan sulit dibujuk. Maka Dewa Laut berusaha meyakinkan dan memasuk akalkan segala hal berdasarkan pola pikir Qu Xuanzi selama beberapa waktu sampai akhirnya setuju. Qu Xuanzi berhasil membunuh Hydra seorang diri, namun Hydra jauh lebih kuat dari yang dibayangkan dan menghilang dengan sisa nyawanya. Sampai akhirnya perang terakhir terjadi, Hydra baru muncul menekan Naga Laut dan menguasai lautan.
Kekuatan Hydra saat ini tentu bukan tandingan Qu Xuanzi, tapi itu jika Qu Xuanzi memiliki kekuatannya secara penuh. Namun sekarang Qu Xuanzi hanya memiliki sebagian kekuatannya, sedangkan Hydra menjadi lebih kuat dari sejak 3000 tahun yang lalu. Itulah yang menyebabkan Hydra dengan percaya diri menantang Qu Xuanzi dan berkata akan membunuhnya.
"Asura, jika kau berani, maju ke hadapanku!"
Hydra mencibir Qu Xuanzi yang justru berdiri di atas tebing. Tapi ia tidak tahu, bahwa Qu Xuanzi telah menghilang dari sana. Ketika ia sadar, ia mendapati Qu Xuanzi muncul di pesisir pantai dengan tampang yang sama seperti sebelumnya.
Qu Xuanzi menatapnya datar, tidak peduli bagaimana Hydra menatapnya dengan penuh provokasi seolah dapat membunuhnya seperti membunuh semut. Jika bisa memilih, ia lebih baik tidak bertemu dengan tampang jelek Hydra. Tapi sayangnya, ia sudah terlanjur berurusan dengan Hydra di masa lalu dan kini malah menjadi bawahan Kaisar Iblis yang merupakan dirinya sendiri.
Suasana hatinya menjadi rumit memikirkan bahwa dirinya 'yang lain' memiliki bawahan yang ingin membunuh tuannya 'yang lain'. Entah apa yang Kaisar Iblis janjikan. Meskipun ia tidak memiliki urusan dengan Hydra, ia juga harus melindungi Xie Ran dari makhluk jelek. Mengingat pertarungannya dengan kloning Hydra, sepertinya ia harus mengerahkan seluruh kekuatan untuk menangani makhluk merepotkan satu ini.
"Kamu jangan mengabaikanku!" gertak Hydra merasa diabaikan. Kaisar Langit lebih dingin dari Kaisar Iblis, itu membuatnya sangat kesal telah diabaikan. Kemudian sesuatu terlintas di benaknya. "Aku ingat seorang gadis telah datang. Pasti jiwanya sedang dihabiskan oleh Xiao Haozu. Dia tidak akan bisa lolos. Kau juga sama!"
Hydra tidak ingin diabaikan lagi dan langsung menyerang. Lava muncul dari kelima mulutnya diluncurkan ke arah Qu Xuanzi. Itu sangat panas ketika menetes dan mengeluarkan asap seperti gunung merapi.
Seluncurkan lava menembak begitu cepat dari lima arah ke satu titik. Qu Xuanzi menghilang begitu saja dan berpindah ke sisi lain sehingga lava yang menyembur membakar pasir sampai berlubang.
Hydra kesal. Ketika ia akan melancarkan serangan lagi, sebuah sinar emas meluncur menghantamnya begitu keras hingga mengenai salah satu kepala besarnya. Rasa panas menjalar di salah satu kepalanya sedangkan kepala lain meraung keras.
"Sayang sekali, aku masih belum cukup kuat," gumam Qu Xuanzi yang didengar Hydra.
Hydra melotot tajam dan mengamuk. Belum cukup kuat apanya? Salah satu kepalanya hampir terlepas karena serangan tadi. Ia sangat marah telah direndahkan!
"Asura! Jika ingin bertarung, bertarung dengan sungguh-sungguh!"
Qu Xuanzi heran dengan makhluk satu ini. Ia sudah menyerang masih dikatakan tidak bertarung dengan sungguh-sungguh. Jika hanya menghindar, ia akan dibilang penakut dan hanya tahu cara menghindar. Memang makhluk merepotkan.
Tapi kemudian, suara ledakan dari dalam hutan menggema begitu keras mengalihkan perhatian mereka. Sinar putih muncul di tengah hutan tepat di mana Xie Ran berada. Qu Xuanzi mulai waspada, namun ketika merasakan sesuatu yang familiar, ia kembali tenang.
"Hmph! Karena energi murni telah muncul, kenapa aku harus mengulur waktu hanya denganmu?" Hydra mengejek. Sinar ungu meluncur di udara. Hanya dalam satu kedipan mata, serangan ungu gelap tersebut membesar dan melesat ke arah hutan.
Qu Xuanzi menjadi serius kala melihat serangan utama Hydra muncul ke arah tempat Xie Ran berada. Ia tidak menunggu lama lagi, langsung menghilang mengejar sinar ungu yang begitu cepat menyamai kecepatannya sehingga Qu Xuanzi harus menggunakan seluruh kekuatannya agar dapat lebih cepat.
Ketika sinar ungu akan memasuki hutan, Qu Xuanzi sampai di depan sinar ungu dan menahannya. Sinar merah pekat muncul menabrak sinar ungu dan memberi penekanan mengerikan hingga udara menjadi begitu mencekat.
Qu Xuanzi sepenuhnya berubah dalam wujud Asura. Ia menghancurkan serangan Hydra dengan satu serangan dan meluncurkan serangan lainnya ke arah Hydra. Bilah energi yang begitu besar menghantam penghalang yang dibuat Hydra sehingga terjadi ledakan besar disertai api yang menyala.
Namun, tidak berhenti sampai sana. Iris merah Qu Xuanzi kini teralih begitu melihat kepala Hydra yang lainnya meluncurkan sinar ungu yang lebih besar melebihi sebelumnya ke arah hutan. Sebenarnya Hydra sedang ingin mengalihkan perhatian Qu Xuanzi?
Meskipun Qu Xuanzi tahu niat Hydra, ia tidak bisa membiarkan Hydra menyakiti Xie Ran. Ia melesat mengejar sinar ungu di dalam hutan. Sinar ungu itu menyebankan kecepatannya berkurang dan ia harus lebih keras mengejar sebelum itu meledak.
Pikiran Qu Xuanzi berfokus pada satu hal. Ketika ia melihat sosok putih di kejauhan dengan wajah yang dikenalinya, ia langsung mempercepat langkah dan menarik lengan ramping tersebut yang seringan kapas.
Sinar ungu Hydra meledak saat itu juga menyebabkan pepohonan rindang tersingkir dan runtuh seolah tertiup angin topan. Sinar ungu menyebabkan radar pengikisan jiwa sehingga semua hewan yang bersembunyi mati seketika. Hutan itu tidak lagi mirip seperti hutan, melainkan lautan kabut ungu padat dan penuh racun.
Terlihat Xiao Haozu yang terlempar jauh, sedangkan Qu Xuanzi di dalam kabut membentuk pelindung transparan dengan salah satu tangannya sedangkan tangan lain menahan sosok gadis berambut perak di pelukannya.
Xie Ran telah sepenuhnya berubah untuk beberapa waktu. Rambutnya perak dan matanya biru, kontras dengan mata merah Qu Xuanzi meski memiliki warna rambut sama. Terlihat seperti hitam dan putih dalam lingkaran transparan.
"Kau tidak takut salah orang?" Xie Ran malah tersenyum jahil di saat-saat genting seolah semua ini bukan apa-apa.
"Aku tidak akan salah," jawab Qu Xuanzi disertai senyuman tipis yang nyaris tidak terlihat. Ketika melihatnya, ia sudah tahu bahwa itu adalah Xie Ran. Meski Xie Ran mengubah wajah, ia tetap akan tahu bahwa itu adalah dia.