
"Karena pihak lain telah menyerah, maka pertandingan ini akan—"
"Tunggu!"
Sesosok merah melompat tinggi dari lubang beserta sebuah tali hitam yang mengecil dengan alat di tangannya. Ia mendarat sempurna di lantai arena yang masih utuh. Pakaian merahnya yang penuh debu dan beberapa luka merupakan bukti usahanya di bawah sana untuk naik ke atas.
Semua orang tercegang sampai menjatuhkan rahang. Bahkan Tuan Kota, dekan, dan teman-temannya tak terkecuali melihat Xie Ran yang utuh dan tetap tenang seperti biasa.
Ini mustahil!
Apa dia hantu?
Tuan Kota benar-benar ingin muntah darah sekarang. Mengapa gadis itu masih hidup! Ia baru saja ingin mengumumkan kemenangan, tapi gadis itu malah menghancurkan ekspetasinya. Di mana ia harus menaruh wajahnya!
Berbeda dengan Tuan Kota, para dekan, Ann Rou, dan teman-temannya merasa sangat bahagia sampai ingin terbang. Xie Ran masih hidup, itu saja membuat mereka sangat bahagia terutama Ann Rou yang lega karena Qu Xuanzi tidak jadi meratakan tempat ini.
Xie Ran menyimpan bowgun yang ia gunakan untuk memanjat barusan. Untung saja ia ingat bahwa ia menyimpan bowgun dan menggunakannya tepat waktu atau dia benar-benar akan mati.
Xie Ran menatap Tuan Kota yang masih melotot seolah melihat hantu. Ia mendengus. "Tuan Kota, aku masih hidup, kau terlihat kecewa. Dekan, terima kasih sudah memperhatikanku, tapi aku masih bisa bertarung."
"Xiao Ran, tidak penting menang atau kalah, pertandingan harus dihentikan." Dekan Departemen Tempa menyangkal.
Xie Ran melirik Dekan Akademi meminta bantuan untuk membiarkannya tetap bertarung. Ia harap Dekan Akademi mengerti dan tidak menghentikannya seperti yang lain. Ia tahu niat baik mereka, tapi ia tidak bisa membiarkan pria dengan benih iblis ada di sini.
Dekan Akademi yang sejak tadi diam dipaksa percaya oleh Xie Ran dan bicara, "Tuan Kota sudah membiarkannya melakukan apa pun, maka biarkan dia. Jika menang, aku akan menambahkan hadiah khusus untuknya."
Xie Ran tersenyum lebar. Menambah hadiah? Itu luar biasa! Tidak pernah terpikir olehnya untuk menambah hadiah. "Baik! Dekan, jangan melanggar, ya!"
Dua dekan itu ingin memprotes juga teman-teman Xie Ran, tapi Dekan Akademi hanya diam tidak menanggapi. Pria tua sendiri itu telah menghadapi dilema sejak tadi.
Ia bergumam, "Kau tidak berharap aku akan bertahan, 'kan? Kalau begitu, aku ingin lihat bagaimana kau bertahan." Xie Ran yang bersemangat segera melesat cepat menyambar Ye Junmo dengan pedangnya.
Pertempuran mereka berlanjut hingga tengah malam seolah energi mereka tidak berkurang. Keduanya begitu cepat dan saling menyerang di tiap kesempatan dan berpindah tempat seperti kilat.
Xie Ran tidak menggunakan teknik pedang surgawi melainkan sihir pesona yang terus memblokir serangan Ye Junmo. Tiap kali Xie Ran menyerang, Ye Junmo selalu berhasil mematahkan serangannya hingga tidak berkesempatan membuat serangan ilusi.
Tangan Ye Junmo membuat segel dan mengeluarkan kabut hitam yang pekat. Sesosok kalajengking muncul di arena bersamaan dengan pekatnya kabut dan suara yang menggelegar. Kalajengking itu langsung menyerang.
Xie Ran menghindari tiap serangan. Pedangnya berayun begitu cepat menghancurkan serangan kalajengking yang begitu kuat hingga membuatnya termundur beberapa meter jauhnya. Ia terbatuk dan merasakan tubuh sangat sakit terkena serangan barusan.
Ia menggertakkan gigi, menghentakkan kakinya dan melompat ke arah kalajengking. Pedangnya diangkat dan membentuk sinar merah pekat yang membentuk sebuah rune. Rune itu meluncur menghantam tubuh kalajengking hingga tidak bisa menahannya.
Ledakan terdengar begitu keras kala kalajengking hancur menjadi serpihan roh yang menyebar. Xie Ran mendarat di tanah dan meluncurkan serangan kembali.
Ye Junmo menerima serangan Xie Ran lalu menggunakan energi gelap untuk menekannya. Kedua kekuatan mereka saling menekan, namun tak lama Xie Ran yang kehilangan banyak energi terhempas.
Tubuhnya menghilang di udara dan muncul di belakang Ye Junmo seperti hantu. Ye Junmo akan menyerangnya, namun Xie Ran telah menghilang kembali. Detik berikutnya, sinar merah tipis melintas di matanya menyebabkan fluktuasi energi sehingga Ye Junmo merasakan tubuhnya memberat.
Xie Ran menjauh dan menopang tubuhnya dengan pedang. Dadanya sangat sakit hingga ia batuk darah. Menggunakan serangan tahap keempat begitu menguras energi hingga ia merasa lemas.
Semua orang terkejut melihatnya. Bukan hanya Ye Junmo saja yang runtuh, tapi juga Xie Ran. Serangan Xie Ran barusan terlihat dengan jelas sehingga mereka dapat mengidentifikasinya.
"Apa itu sihir tingkat surgawi?"
"Itu sihir surgawi!"
"Dia sangat berbakat dapat melatih sihir surgawi di usia muda."
Tang Zhi di podium melihatnya dengan mata menyipit. Sihir surgawi pesona Klan Xie. Ia tentu mengenalinya. Sangat disayangkan buku itu menghilang semenjak dua naga sialan membuat keributan di dalam klan tanpa sebab. Sekarang ia yakin, itu ada hubungannya dengan Xie Ran.
"Apa itu adalah sihir pesona Klan Xie?" Tang Yueha tidak percaya melihatnya. Bagaimana sihir pesona ada pada anak itu?
Tang Zhi tersenyum dangkal. "Apa kau masih tidak bisa mengidentifikasinya?"
"Apa?" Tang Yueha semakin tidak mengerti.
Tang Zhi terkekeh akan kebodohan Tang Yueha. "Dia adalah adik sepupumu yang naif itu."
Di arena, Xie Ran kembali bangkit dan melihat ke arah Tang Zhi yang tersenyum padanya sedangkan Tang Yueha menatapnya datar. Ia sudah tahu bahwa mereka telah mengetahui identitasnya. Ia tidak perlu menyembunyikannya lagi sekarang.
Ia mengalihkan perhatian pada Ye Junmo yang tiba-tiba mengerang ganas dan menyerang secara membabi buta. Xie Ran menebaskan pedangnya dengan keras hingga bilah energi membelah udara menghantam Ye Junmo hingga tersungkur dan melepas pedangnya. Pria itu bergetar akibat sihir mimpi buruk yang diberikan Xie Ran.
Melihat apa yang Ye Junmo lihat, segalanya penuh dengan kobaran api dan darah. Langit kota Ye menjadi gelap dan teriakan di mana-mana. Semua keluarganya mati di dekatnya.
Kemudian, Ye Junmo semakin ketakutan kala melihat sesosok pria berambut perak berdiri menatapnya datar dengan pedang yang berlumuran darah. Ia mundur sampai terjatuh dan menyeret tubuhnya ke belakang dengan gemetar.
Xie Ran mengerutkan kening. Melihat ke arah pria tampan yang bersih dari darah selain pedangnya. Wajah yang tidak asing dengan aura membunuh yang pekat meski hanya melalui ilusi. Dia adalah mimpi buruk semua iblis.
Ann Rou yang menyadari tercegang. Mimpi buruk semua iblis adalah Kaisar Iblis sendiri dan ia tersadar Xie Ran telah melihatnya melalui ilusi mimpi buruk. Meski ia tidak bisa melihat apa yang ada dalam ilusi, ia tetap dapat menebak dengan mudah kelemahan semua iblis juga reaksi terkejut Xie Ran.
"Qu Xuanzi?"
Kaki Xie Ran hampir lemas dan ia langsung kembali ke kenyataan. Melihat betapa takut Ye Junmo, ia ingat sosok bayangan yang dilihat dari Iblis sebelumnya yang pernah menjadi korban mimpi buruknya.
"Tidak, aku pasti salah lihat," gumamnya.
"Kami mengakui kekalahan! Xiao Ran, cepat sembuhkan putraku!" Tuan Kota sudah sangat marah dan hampir menyerang jika tidak langsung dihentikan.
Xie Ran menatapnya datar. "Bukankah ini pertarungan hidup dan mati? Kenapa aku harus menyelamatkannya? Aku tidak berhutang apa pun."
"Kau!" Tuan Kota nyaris muntah darah karena marah mendengar ucapan Xie Ran. Berani sekali gadis itu menentangnya!
Xie Ran menarik kembali ilusi mimpi buruk lalu melirik ke arah Ann Rou. Ann Rou mengangguk paham dan langsung menghilang dari podium. Wujudnya muncul di atas arena, tepatnya di sisi Xie Ran menembus barrier begitu saja membuat semua orang tercegang. Bahkan barrier tidak menghalanginya!
Ann Rou sudah menebak pemikiran Xie Ran dan tanpa bertanya langsung mengumpulkan kekuatannya. Tangannya diarahkan pada Ye Junmo hingga asap hitam keluar dari tubuhnya.
Tuan Kota Ye sangat marah dan meminta seseorang membuka barrier. Setelah barrier terbuka, ia langsung meluncur ke bawah saking marahnya.
"Kau! Cari mati!" Tuan Kota mengeluarkan sihirnya dan meluncur dengan cepat ke arah arena.
Melihat bilah energi yang menyerang, Ann Rou langsung menahannya dengan cepat. Tangannya berayun hingga bongkahan es besar keluar menghancurkan serangan Ye Ming sedangkan pria tua itu telah terhempas akibat tekanan yang begitu besar.
Semua orang terkejut. Ye Ming adalah seorang profesional lanjutan, dengan mudahnya dijatuhkan seorang wanita muda yang kultivasinya tidak diketahui? Hanya saint yang sapat meruntuhkan profesional lanjutan. Apa wanita muda itu benar-benar saint?
Bukan hanya penonton biasa yang terkejut. Para dekan dan teman-teman Xie Ran juga sama terkejutnya. Pada akhirnya, mereka sadar bahwa itu adalah Ann Rou yang pernah bertingkah aneh di depan mereka dan meminjam liontin Xie Ran.
Di samping itu, Tang Yueha semakin geram menyadari semua fakta bahwa wanita kuat itu ada di pihak Xie Ran dan menekannya untuk membela Xie Ran di aula waktu itu. Ia semakin diyakinan gadis itu adalah Xie Ran si bodoh.
"Kau pak tua, aku sudah memperingatimu sebelumnya tapi justru mengirim pembunuh untuk membunuhku. Jangan salahkan aku berbuat kasar." Ann Rou bicara dengan nada dingin membuat siapa pun menggigil begitu pula Ye Ming.
Namun demi anaknya, Ye Ming tidak takut! "Ini adalah turnamenku! Kau orang luar tidak berhak ikut campur! Lepaskan putraku!"
Ann Rou mendengus. Melepaskan seseorang yang ingin membunuh nonanya dan menyebabkan kemarahan kaisar tertentu? "Bersyukurlah aku yang ada di sini, atau tidak akan ada yang bisa selamat." Ia langsung menggunakan kekuatannya kembali menarik benih iblis dalam tubuh Ye Junmo.
Ye Junmo berteriak kesakitan hingga kabut hitam keluar dari tubuhnya. Melihat hal itu, semua orang tidak bisa diam saja. Itu pembunuhan!
"Sudah cukup! Nona, ini adalah turnamen tahunan!" Dekan Akademi Yeshan membela muridnya. Ia tidak tega membiarkan muridnya disakiti orang lain. Melihat Ann Rou tidak menanggapi, ia terarah pada Akademi Tianshang. "Dekan Akademi Tianshang, apa kau akan diam saja dan tidak bertanggung jawab atas perlakuan muridmu!"
"Lalu apa kau akan bertanggung jawab atas apa yang dilakukan muridmu?" Xie Ran bersedekap dada menyahutinya. "Aku tidak membunuhnya sudah bagus. Andai dia membunuhku dengan kekuatan iblisnya, apa kau akan bertanggung jawab di neraka?"
"Kau yang iblis!" Dekan Akademi Yeshan meraung marah. Ia turun ke atas arena dan akan menyerang, namun Ann Rou langsung menggunakan Ye Junmo untuk memblokir serangan hingga benih iblis terlepas sepenuhnya membentuk gumpalan bola hitam sedangkan pria itu terhempas.
"Mo'er!" Ye Ming nyaris menggila dan langsung meraih putranya yang sekarat. Ia memeriksanya dan merasakan dantiannya hancur sehingga seluruh kultivasinya sia-sia. Ia menatap Ann Rou dan Xie Ran garang. "Kau membunuh putraku! Kau harus membayarnya!"
Awalnya mereka marah dengan apa yang terjadi dan merasa kasihan pada Ye Ming. Namun setelah melihat gumpalan asap hitam di tangan Ann Rou yang melayang di udara, wajah mereka menggelap dan penuh kutukan pada Keluarga Ye.
"Aku tidak membunuhnya, aku menyelamatkannya." Xie Ran bicara tak acuh dan mengabaikan berbagai opini publik. Pandangannya terarah pada teman-temannya yang menghampiri.
"Xiao Ran, kau baik-baik saja?" Pei Xi yang pertama menanyakan kabar sedangkan Xie Ran menggeleng tanda dia tidak apa-apa.
"Dia pantas menerimanya." Zhou Kui geram pada tindakan ayah dan anak itu.
Sedangkan lima anak itu berkumpul di sekitar Xie Ran, Zhong Xiaorong menghilang di antara mereka dan berdiri di depan Ann Rou dengan mata berbinar.
"Maukah kau menjadi guruku? Esmu sangat luar biasa. Aku juga memiliki sihir es tingkat peri. Aku akan cepat belajar!" Zhong Xiaorong begitu bersemangat ketika meminta Ann Rou menjadi gurunya.
Ann Rou ingat gadis kecil ini yang memarahinya beberapa waktu lalu, tapi sekarang memintanya menjadi guru. Kulitnya tebal sekali.
"Nona, jangan masukkan ke dalam hati ucapanku beberapa waktu lalu. Aku terlalu buta, maafkan aku. Maukah menjadi guruku? Aku mudah belajar dan tidak sulit diatur. Aku anak penurut dan penyayang. Meski kadang emosiku tidak stabil, aku bisa menjadi setenang air." Zhong Xiaorong mencoba meyakinkan Ann Rou untuk menerimanya. Ia tidak ingin kehilangan kesempatan ini.
Ann Rou tersenyum nyaris tertawa. Kemudian ia menetralkan ekspresinya menjadi tenang walau dalam hati tertawa terbahak-bahak. "Karena kamu mengakui kesalahanmu dan imut, aku akan mempertimbangkannya."
"Benarkah? Aku akan terus berlatih dan menunggu! Rongrong tidak akan mengecewakanmu!" Zhong Xiaorong begitu senang sampai ingin melompat-lompat seperti kelinci. Ini hari terbaiknya!
Dekan Akademi Tianshang berdiri melihat arena yang begitu ramai akan dua hal berbeda. Ia melirik ke arah pengawas dari kekaisaran yang sempat tercegang, kemudian menyadari kondisinya, pengawas itu segera berdiri dan mengangguk pada Dekan Akademi Tianshang.
Pengawas dari Kekaisaran segera mengumumkan, "Keluarga Ye berkonklusi dengan Iblis, dinyatakan berkhianat, akan dicabut jabatannya. Hukuman selanjutnya akan disidang di pengadilan istana!"
"Tidak! Bukti apa yang kau punya!" Ye Ming meraung marah dan berdiri memasang sikap waspada. Ia menatap Xie Ran penuh kebencian.
"Bukankah sudah jelas? Benih iblis di dalam tubuh putramu, kau yang menanamnya." Ann Rou bicara dengan nada penekanan yang kuat.
"Itu tidak benar! Kau wanita iblis! Kau yang memanipulasinya untuk menjatuhkanku!"
"Benih iblis hanya bisa dikeluarkan oleh Iblis tertinggi, sedangkan aku bukan Iblis. Kekuatanku murni, jika benih iblis jatuh ke tanganku, itu tidak akan berfungsi dan hancur." Ann Rou menjelaskan secara singkat.
"Itu tidak benar! Kau yang iblis! Siapa pun, ungkap identitasnya!"
Semua orang menatap Ye Ming dengan tatapan merendahkan. Kekuatan yang dikeluarkan wanita itu jelas terasa murni yang tidak akan pernah dimiliki seorang iblis. Bagaimana bisa menjadi iblis?
"Ye Ming, kau jangan mengelabuhi kami! Kami tidak sebodoh orang-orangmu!"
"Benar, dia bekerja sama dengan iblis, tidak layak menjadi pejabat daerah Kota Ye. Usir dia!"
"Usir pengkhianat ini!"
"Kau tidak pantas hidup!"
Semua orang mencaci Ye Ming habis-habisan membuat Ye Ming semakin marah. Ia menoleh ke arah di mana Tang Zhi seharusnya berada, tapi wanita itu menghilang entah ke mana. Itu membuatnya semakin marah!
Pandangannya terarah pada Xie Ran penuh kebencian. "Xiao Ran, aku akan membalasmu!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Xie Ran dan teman-temannya dalam perjalanan ke rumah makan yang masih buka. Ann Rou pergi entah ke mana karena ada urusan, jadi hanya ada mereka bertujuh. Sedangkan dekan dan anggota cadangan sudah terlebih dahulu ke penginapan.
"Aku sangat lelah." Xie Ran menunduk sambil berjalan. Ia merasa tubuhnya sangat lemah sampai nyaris tidak bisa berjalan, tapi ia terus memaksakan diri untuk terlihat baik-baik saja.
"Akan lebih baik jika kita langsung ke penginapan. Sepertinya kondisi Xiao Ran memburuk." Mei Liena merasa kasihan. Bertarung dengan seseorang sekuat iblis sudah sangat menghabiskan tenaga. Xie Ran tidak terluka parah, tapi dia pasti sangat kelelahan. Jika dipaksakan, akan berakibat fatal.
"Aku tak apa, hanya lelah. Setelah darahku terisi, tenagaku kembali penuh. Aku hanya kehabisan darah." Xie Ran menyengir dan kembali menjadi foodie. Perutnya sudah keroncongan hingga membuatnya tambah lemas.
"Dasar."
Setelah menempuh beberapa langkah, mereka dipertemukan oleh Tang Zhi dan Tang Yueha di pinggir jalan. Xie Ran tertegun sebentar kemudian berpura-pura tidak melihat mereka sambil berjalan dengan tenang. Yang lain juga sama.
Tapi ucapan Tang Zhi membuat langkah Xie Ran terhenti. "Xie Ran, setelah lama keluar rumah, apa kau telah melupakan ibumu?"
Semua orang terkejut, sedangkan Xie Ran hanya diam membelakanginya. Mereka menatap Xie Ran penuh tanda tanya.
"Xie Ran? Kau Xie Ran?" Zhong Xiaorong terkejut.
Xie Ran sedikit menoleh ke arah Tang Zhi. "Xie Ran sudah mati, dia mungkin saja terlalu merindukannya sampai salah mengira."
Tang Zhi menghampiri Xie Ran layaknya seorang ibu yang baik dan meraih lengannya. "Aku tidak salah mengira. Kau Xie Ran, putriku yang hilang. Ayo kita pulang."
Xie Ran menatapnya jijik dan melepas genggaman secara paksa. Drama apa yang dibuat iblis satu itu? "Aku merasa jijik kau mengatakannya."
"Xie Ran, kau tidak tahu malu! Bibi merawatmu sejak kecil dan mengabaikan Xie Nu demimu. Apa ini balasanmu?" Tang Yueha memarahi Xie Ran dengan penuh kekesalan.
"Sepertinya kau memang salah orang. Aku bukan Xie Ran yang dirawat dengan baik seperti yang kau katakan." Xie Ran tersenyum mengejek.
"Kau!"
"Hentikan!" Tang Zhi menengahi pertikaian mereka kemudian menatap Xie Ran. "Xie Ran, aku tahu kau membenciku karena perlakuan Xie Nu. Tapi dia masih kecil. Xie Nu tidak pernah mendapat kasih sayang ayahnya, berbeda darimu. Aku harap kau memaafkannya."
Xie Ran terkekeh melihat wajah Tang Zhi yang memohon simpati. Apa semua iblis seperti ini? Bahkan semua orang disekitar mulai bersimpati dan memandang Xie Ran seperti memandang anak durhaka.
"Xie Nu masih kecil? Lalu, bagaimana dengan seseorang yang dengan sengaja menyuruh seseorang yang jelas lemah melompat ke tebing demi mengambil gelang? Bagaimana dengan 50 atau 100 pukulan tiap harinya? Apa ada orang lain yang menyuruhnya?"
"Xie Ran, Xie Nu adalah anak kecil. Kenapa kau memfitnahnya?" Tang Yueha semakin marah dan menunjuk Xie Ran.
"Baiklah jika alasannya Xie Nu masih kecil dan tidak mengerti apa pun. Bagaimana dengan merebut warisan ibuku yang merupakan tanda Ketua Klan?"
Tang Zhi semakin menggelap akan Xie Ran yang mengungkit segalanya. "Kau mengatakan itu diberikan oleh pria tua."
Xie Ran sangat ingin tertawa mendengarnya. Diberikan oleh pria tua? Kapan dia mengatakan demikian? "Tapi kau mengatakan bahwa aku mencuri dan tetap merebutnya. Jika aku mengatakan bahwa ibuku yang memberikannya, apa kau akan membiarkanku hidup?"
Semua orang jelas terkejut. Bukan rahasia bahwa Xie Ran adalah Ketua klan resmi dan diwakilkan oleh Tang Zhi karena Xie Ran masih kecil saat itu. Pernyataan Xie Ran kali ini membuat semua orang dilema ingin berpihak pada siapa.
"Xie Ran, aku tidak tahu tentang hal itu. Barang leluhur harus disimpan dengan baik, hanya itu yang kuketahui. Wen Xi telah melanggar aturan itu dengan memberikannya padamu. Wen Xi tidak peduli padamu yang memiliki masalah meridian dan pergi. Xie Yu mencarikan obat untukmu, tapi Wen Xi tidak menghargai sampai kematiannya. Bahkan sampai kematiannya, Xie Yun masih mencarikan obat untukmu."
Xie Ran mengepalkan tinjunya dan tatapannya menggelap. Sebenarnya siapa yang merupakan penyebab kematian ibunya? Jika wanita iblis ini tidak datang, maka ibunya tidak akan menderita dan ayahnya tidak akan mati. Klan Xie akan baik-baik saja.
"Xie Ran, aku tahu kamu terkejut dan marah. Percayalah, aku menganggapmu sebagai anakku sendiri, sama seperti Xie Chen dan Xie Nu. Kembalilah."
Xie Ran yang awalnya menahan amarah, berhasil tenang setelah beberapa saat dan menatapnya datar. "Asal kau tahu, aku tidak pernah sebodoh itu membiarkan seseorang menindasku. Kau seharusnya sadar kalau aku tidak pernah menjadi idiot ataupun hilang ingatan. Tapi kau masih menganggapku sebagai anak kecil yang merindukan kasih sayang." Xie Ran terkekeh. "Aku bukan Xie Ran yang itu. Xie Ran yang itu sudah mati."
"Aku hanya memintamu kembali, apa salah? Bukankah kamu selalu menginginkannya?"
"Apa aku harus tinggal bersama iblis pembunuh orang tuaku?" Xie Ran masih menatapnya datar walau hatinya sangat ingin membunuh wanita itu.
"Xie Ran—"
"Kau bahkan mengatakan hal buruk tentang ibuku," sela Xie Ran.
Tang Yueha semakin geram dan langsung menyerobot. "Dasar tidak tahu malu! Ibumu itu memang pantas mati! Jika saja ibumu tidak merebut Paman Xie, maka Bibi tidak perlu menderita. Bahkan Bibi sudah menerima sebagai selir, sedangkan ibumu justru pergi entah ke mana dan kembali membawa masalah. Jika saja Xie Chen tidak mengalami masalah dan lahir sebelum kau lahir, maka yang seharusnya menjadi Ketua Klan adalah Xie Chen!"
"Siapa yang merebut siapa, kau pikir aku bodoh! Saat itu, kau hanya anak kecil yang tidak tahu aturan dan manipulatif!" balas Xie Ran sarkas. Emosinya tak terkendali sekarang.
"Kau!" Tang Yueha semakin geram dan akan menyerang Xie Ran sepihak, namun serangannya langsung diblokir oleh teman-teman Xie Ran bersamaan.
"Maaf ikut campur, tapi Xie Ran adalah adik kami, keputusannya yang terpenting." Zhou Kui memberi Tang Yueha peringatan.
Tang Yueha menghentakkan lengan bajunya dan sangat ingin pergi saat itu juga. Wajahnya tercoreng karena Xie Ran sehingga ia merasa sangat malu.
"Kalian orang-orang bodoh telah tertipu olehnya—"
"Setiap orang memiliki rahasia masing-masing. Kami juga sama." Yan Yao bicara dengan nada merendahkan. Tang Yueha ini sangat berbeda dari rumor baiknya yang heroik dan lembut.
Tang Yueha mendengus kesal dan menoleh ke arah Tang Zhi untuk meminta bantuan tapi wanita itu berkata, "Lebih baik kita pergi."
Dua wanita itu pergi menyisakan enam orang yang melindungi Xie Ran. Mereka menghela napas kemudian menoleh ke belakang. Tapi rupanya gadis yang seharusnya berdiri di belakang mereka telah menghilang tanpa jejak.
"Di mana dia?"