
Entah berapa banyak serangan yang diberikan, Xie Ruo tidak tahu lagi. Ia menangkis tiap serangan dan menahannya tanpa bisa memberi serangan balik. Terlalu banyak kloning membuatnya kewalahan!
Keempat jiwa yang jauh darinya mulai terasa lemah. Satu per satu jiwa itu kembali ke tubuh Xie Ruo, memberinya luka yang membuat Xie Ruo harus mundur dari pertempuran.
Jiwanya hanya memiliki sedikit dari kekuatannya, mereka tidak bisa menangani lebih dari satu kloning sendirian. Paling tidak hanya mengulur waktu sampai jiwa aslinya pergi dari kejaran namun kloning-kloning itu jauh lebih sensitif dari perkiraannya.
Dewa Iblis dapat membuat kloning yang kuat dalam jumlah banyak, kekuatannya benar-benar merepotkan. Jika terus seperti ini, Xie Ruo tidak akan bertahan lama dan kembali ke tubuh fisiknya secara paksa sehingga mengalami cedera dalam yang parah.
Jiwa terakhir kembali, memberi luka yang lebih berat sehingga Xie Ruo harus mempertahankan jiwanya agar tidak cepat kembali. Ia sudah sangat lelah.
"Nyonya, aku bisa membantumu!" Roh Guntur bicara dengan cemas.
Xie Ruo menggeleng. "Kau tidak bisa." Xie Ruo sudah berpikir untuk memberi Roh Guntur tugas lain. Situasi Roh Guntur sebagai kunci Dunia Dewa juga rentan, ia tidak boleh mengeluarkannya sembarangan.
"Tapi—" Ucapan Roh Guntur tersela akan kehadiran kloning yang tiba-tiba muncul menemukan Xie Ruo.
Xie Ruo melihat mereka, kemudian mengutuk, "Sial!"
Energi gelap kembali meluncur, Xie Ruo segera mengelak dan melepaskan sihir naga yang meluas membentuk medan sihir. Karena semua jiwanya sudah kembali, Xie Ruo bisa memanfaatkan energi murni untuk memulihkan diri sambil menahan serangan mereka.
Medan sihir yang terbentuk, memunculkan sosok bayangan naga di sekitarnya yang mengeluarkan gelombang energi besar. Naga itu mengaum keras, memberi tekanan luar biasa yang menyebabkan semua kloning di dalam area medan sihir terpaksa mendarat ke tanah untuk menahan tekanan.
Gerakan mereka melambat, memberi Xie Ruo waktu untuk memulihkan diri dan menyiapkan pelindung di sekitarnya sebelum akhirnya pergi. Ia melepas bulu phoenix, menembus beberapa kloning dan menciptakan ledakan api dingin yang menyamarkan pengelihatan.
Xie Ruo melesat lebih cepat tanpa memberi jejak. Namun medan sihirnya hanya bisa bertahan selama beberapa detik sampai akhirnya para kloning terbebas dan melanjutkan pengejaran. Meski sudah ada beberapa kloning yang mati, ditambah efek medan sihir menyebabkan energi mereka terkuras banyak, sisa kloning tetap bisa bertahan sampai akhir setelah berhasil menghindari serangan naga dan bulu phoenix.
Mereka langsung meluncurkan serangan ke arah Xie Ruo yang sedang berusaha menghindar. Kekuatan Xie Ruo sudah terlalu banyak berkurang karena pertempuran berturut-turut. Tingkat persepsinya menyusut sehingga tanpa disadari, energi gelap meluncur sangat cepat dari dua arah.
Xie Ruo baru sadar bahwa ada energi gelap mendekat dari sisi samping. Dengan cepat ia menghindar tepat ketika energi gelap akan menyayat wajahnya. Tapi, ia terlambat menghindar ketika energi gelap dari arah berlawanan meluncur dan menembus tubuhnya.
Xie Ruo terhempas ke bawah, tapi masih bisa mempertahankan kondisi tubuh. Ia bergelantung di dahan pohon, kemudian melompat dan menghentakkan kaki ke dahan, meluncur jauh ke depan disertai beberapa serangan yang meleset di sekitarnya.
Rasa sakit terus mendera, Xie Ruo tetap bertahan selama ia bisa, meski pandangannya mulai redup. Jika ingin segera kembali ke tubuh fisiknya, ia harus setidaknya sedikit menyisakan tenaga.
Energi murni terus bekerja, memperbaiki luka pada jiwa hingga rasa sakit yang begitu terasa ketika dalam proses penyembuhan membuat kecepatan Xie Ruo berkurang. Sebentar lagi, ia akan kembali ke tubuh fisiknya dan melanjutkan apa yang sudah ia rencanakan dalam waktu singkat.
Para kloning itu semakin dekat. Mereka berpencar ke berbagai arah, sepertinya telah merencanakan pengepungan. Xie Ruo sadar akan hal itu, dan hanya bisa terus memulihkan keadaannya secara maksimal selama para kloning itu merencanakan sesuatu.
Di belakangnya, ada dua kloning yang mengejar. Xie Ruo baru saja akan mempercepat kecepatan, namun tiba-tiba tiga kloning muncul beberapa meter di depannya. Tidak hanya itu, di atas dan kedua arah sisinya juga terdapat beberapa kloning yang mulai melancarkan aksi.
Xie Ruo tidak memiliki pilihan lain. Ia tidak berhenti, melainkan terus melanjutkan langkahnya lebih cepat tidak peduli apa ada beberapa klong di depannya atau tidak.
Ia berlari cepat, semakin dekat dengan tiga kloning yang juga melangkah akan menangkapnya. Begitu tertangkap, Xie Ruo tidak akan memiliki kesempatan kabur.
Ketika jarak kedua belah pihak semakin memendek, iris Xie Ruo menjadi abu-abu, sinar samar abu-abu di sekitarnya muncul dan melingkupi seluruh jiwanya.
Begitu pengepungan nyaris tak memberi jarak, tubuh Xie Ruo menjadi transparan dan menembus mereka semua dalam kurun beberapa detik. Tubuhnya menang tembus selama ia mau dan dapat menembus makhluk apa pun, tapi itu hanya berlaku untuk seseorang tanpa kekuatan psikis. Karena kloning Dewa Iblis memiliki kekuatan yang menyerupai Dewa Iblis sendiri serta kekuatan psikisnya, Xie Ruo harus menggunakan teknik yang lebih tinggi untuk membuat tubuhnya menjadi tembus.
Serangan para kloning saling beradu satu sama lain, menyebabkan fluktuasi energi yang tinggi disertai tekanan besar yang membuat para kloning itu termundur.
Mereka melihat ke arah Xie Ruo seharusnya berada ketika menghilang dari area serangan mereka, tubuh tembus pandang Xie Ruo menghilang, digantikan sinar abu-abu yang mncuat seperti cahaya benderang menyilaukan mata.
Tubuh Xie Ruo perlahan menghilang dan bebaur dengan udara, sangat terlihat di mata para kloning membuat mereka terkejut. Mereka bergegas menghentikan menghilangnya Xie Ruo saat itu juga.
Senjata diangkat tinggi-tinggi, melesat cepat dan akan meraih Xie Ruo secara bersamaan untuk melumpuhkannya.
Namun serangan mereka lagi-lagi menembus udara, tepat setelah sinar abu-abu menghilang dari pandangan. Fenomena itu terjadi begitu cepat, mendadak Xie Ruo menghilang, membuat wajah mereka menghitam karena harus kehilangan target yang seharusnya mudah didapatkan.
Xie Ruo tidak kemana-mana, ia kembali ke tubuh fisiknya setelah memulihkan kurang dari sepertiga kekuatan yang memang dikususkan untuk teleportasi ke tubuh fisik secara langsung.
Xie Ruo membuka mata, melihat langit orange yang telah menunjukkan bahwa senja telah tiba. Begitu cepat waktu berlalu ....
"Terima kasih." Ia bersyukur tubuh fisiknya masih baik-baik saja, meski harus menerima luka yang cukup parah karena jiwanya yang mengalami pertempuran besar barusan. Ia pun meminum air yang dibawakan Long Long, kemudian mencoba sedikit memulihkan tenaga untuk melanjutkan pelarian yang tertunda.
"Nyonya, tak lama lagi mereka akan menemukan kita." Long Long gelisah. Jika hanya melawan satu kloning, mungkin ia bisa menahan. Tapi jika sebanyak itu, ia juga akan mati dan tidak bisa melindungi nyonyanya secara maksimal! Apa yang harus ia lakukan?
"Kau tetap di sini menahan mereka, tahan sebisamu dan jangan sampai mati." Xie Ruo bicara dengan serius.
"Nyonya ingin pergi? Kemana?"
"Aku memiliki rencanaku sendiri ... Akh ...." Xie Ruo baru saja akan mengungkapkan rencananya, tapi tiba-tiba perutnya mengalami rasa sakit luar biasa yang membuatnya terduduk lemah.
Pergolakan dua energi di dalam kandungannya menyebabkan rasa sakit tak tertahankan. Sepertinya racun dingin kembali bereaksi ketika ia kekuarangan tenaga setelah bertarung, sedangkan energi iblis dan dewa di tubuhnya bereaksi lebih cepat. Kekuatan besar yang bergejolak tidak bisa ditanggung oleh tubuh manusia Xie Ruo, ia harus mengalami rasa sakit seolah seluruh organnya telah dikoyak secara perlahan.
Long Long panik sendiri. Pada saat yang sama, beberapa aura gelap bermunculan lebih cepat dari perhitungannya. Xie Ruo baru saja kembali dan sadar, para kloning itu datang sangat cepat seolah menaiki roket.
"Nyonya, bertahanlah!" Long Long tidak bisa membantu, hanya bisa melakukan apa yang diperintahkan Xie Ruo padanya. Ia tidak mengerti medis, juga tidak paham apa yang terjadi pada Xie Ruo. Andai Dewi Kehidupan atau setidaknya Mei Liena ada di sini, ia tidak akan sebingung ini.
Long Long dengan cepat menghalangi para kloning yang berdatangan. Ia membuat barrier untuk melindungi area Xie Ruo yang sedang tidak baik-baik saja, kemudian menahan para kloning di luar sampai Xie Ruo memberi tanda.
Di dalam sana, Xie Ruo menggunakan kekuatan psikis yang tersisa untuk mengendalikan rasa sakitnya. Energi murni terus mengalir memulihkannya secara maksimal, sampai akhirnya Xie Ruo berhenti menggunakan kekuatan psikis setelah rasa sakit yang dialaminya masih bisa ditahan.
Ia bangkit perlahan, kemudian melihat pertempuran Long Long dan para kloning. Jika ia keluar, para kloning itu pasti akan menargetnya sekali lagi.
Tapi, ia tidak akan membuat segalanya menjadi lebih mudah. Karena ia telah memerintahkan Long Long untuk menahan mereka, ia bisa melanjutkan apa yang sudah ia rencanakan.
Saat ini, Dunia Tengah adalah satu-satunya alternatif. Ia tidak bisa kembali ke istana ataupun pergi ke perbatasan untuk meminta pertolongan. Satu-satunya yang bisa ia andalkan untuk menangani banyaknya kloning Dewa Iblis hanyalah Qu Xuanzi. Tapi, pria itu masih belum kunjung datang.
Xie Ruo pikir, hewan suci seharusnya sudah memberitahu situasi istana, berdasarkan perhitungannya, Qu Xuanzi seharusnya sudah menemukannya sebelum kembali ke tubuh fisik. Pasti ada masalah di Dunia Tengah yang menahan Qu Xuanzi, siapa lagi kalau bukan Dewa Iblis langsung?
Oleh karena itu, Xie Ruo harus pergi ke Dunia Tengah untuk memberi sinyal. Agar rencana Dewa Iblis gagal, ia harus pergi dari lokasi yang sudah ditargetkan Dewa Iblis. Dengan begini, rencana Dewa Iblis berubah total.
Selain Qu Xuanzi bisa menemukannya lebih cepat, ia juga dapat mengalihkan para iblis di Dunia Atas untuk pergi ke Dunia Tengah demi memburunya. Ia hanya bisa bertaruh. Jika perhitungannya benar, ia akan selamat. Tapi bila salah, ia akan mati.
Xie Ruo segera keluar dari tempat persembunyiannya. Wujudnya berubah disertai cahaya perak yang bersinar, membentuk sosok naga putih yang begitu besar menerobos barrier dengan sekali terobosan.
Long Long agak terkejut melihat Xie Ruo yang berubah menjadi naga di langit. Tapi perhatiannya tidak teralih begitu lama, ia tetap menahan para kloning merepotkan, berusaha mrmbuat mereka tidak dapat mengejar nyonyanya.
Xie Ruo terbang di udara dengan kecepatan tinggi. Selama rasa sakitnya masih tertahan oleh kekuatan psikis dan energi murni, ia bisa terbang lebih cepat dan menemukan portal Dunia Tengah untuk pergi.
Portal Dunia Tengah hanya ada di sekitar istana langit, itu sebabnya ia harus bergegas lebih cepat sambil menghindari serangan iblis dan kloning yang lepas dari tahanan Long Long.
Beberapa kloning masih mengejarnya. Sinar perak disertai beberapa bayangan hitam di belakangnya melintas seperti bintang jatuh, begitu cepat dan terlihat jelas.
Para dewa dan peri yang sibuk tidak sadar, bahwa beberapa bayangan dan sinar di langit melintas begitu cepat melebihi gerakan pertempuran mereka yang dianggap luar biasa.
Xie Ruo tahu dengan jelas di mana portal diletakkan. Ia pergi ke ruang bawah istana, menerobos tiap penjagaan tanpa peduli hal lain dan mendobrak pintu besar di mana ruangan tempat portal berada.
Melihat ke belakang di mana para kloning masih mengejar, Xie Ruo melemparkan bom waktu di dekat portal. Ia menghentakkan kaki, membiarkan tubuh naganya menerobos portal besar di depan.
Tubuhnya yang besar memasuki portal, terbang dengan kecepatan tinggi selagi bom waktu berjalan. Begitu sosoknya menghilang, para kloning bergegas datang dan akan memasuki portal. Namun ....
Duarrrr
Bom waktu meledak disertai sihir yang melesat merusak inti portal. Kabut muncul begitu tebal, mengandung racun mematikan yang menyebabkan para kloning harus mundur. Meski mereka anti racun, sihir yang melesat tak terkendali itu dapat menyakiti mereka.
Karena kehabisan waktu, mereka menerobos kabut secara paksa membiarkan sihir yang melesat tak terkendali menyayat kulit mereka. Mereka mengabaikan itu, demi melihat sebuah portal rusak yang kini sudah hancur lebur akibat ledakan.
Mereka kehilangan target.