
Xie Ran dan Bai Long masih terjebak dalam pertempuran seimbang yang menyebabkan banyak kehancuran di sekitar gunung. Dua sinar perak berlawanan, melesat ke berbagai arah dan saling menyerang.
Yu Zainan yang melarikan diri menghentikan langkahnya. Dalam keadaan seperti ini, seharusnya ia memperbaiki formasi, bukannya lari dan menunggu kematian. Xie Ran dan Bai Long sibuk, Jian Wu entah ke mana, ia hanya bisa mengandalkan diri sendiri.
Dengan cepat Yu Zainan memerintahkan para iblis untuk memperbaiki formasi cabang. Ia pergi mendekati gunung yang semakin kacau akan letusannya lalu terbang menerobos perut gunung untuk melakukan perbaikan. Dengan ini, semuanya akan berakhir.
Xie Ran sadar akan hal itu, tapi ia tidak bisa menghentikan Yu Zainan. Long Ying keluar dari liontin atas perintahnya dan pergi mendekati gunung berapi.
Melihat naga lain pergi, Bai Long baru saja akan menahannya namun Xie Ran menghalangi. Pedang Xie Ran diayunkan sangar keras hingga Bai Long harus menahannya sekuat tenaga.
"Xie Ran, kau tidak layak akan semua ini." Bai Long baru mengenali pedang milik Xie Ran adalah pedang yang digunakan Permaisuri Langit terdahulu sebelum Kaisar Langit yang sekarang naik tahta. Hanya masalah waktu bagi Xie Ran untuk mencapai kekuatan dewa. Ia tidak bisa menerima semua ini!
"Layak atau tidak, bukan kau yang menilai."
"Apa kau tidak bertanya-tanya bagaimana ibumu bisa berada di Dunia Atas? Apa kau tidak bertanya-tanya, mengapa kau harus berada di sini setelah kematianmu?"
Xie Ran tidak terkejut, ia justru mendengus. "Memang tidak ada yang bisa disembunyikan. Tapi itu semua tidak ada hubungannya denganmu."
Xie Ran tidak mau pria itu terus bicara omong kosong. Pedangnya diayunkan menciptakan bayangan pedang yang besar dan menyerang ke arah Bai Long. Tiap bayangan pedang yang meluncur, Bai Long menghindari dengan tepat dan melesat ke arah Xie Ran. Tangannya dipenuhi dengan sinar perak yang meluncur ke arah Xie Ran.
Xie Ran menahan sinar perak tersebut dengan pedangnya, kedua sinar perak yang saling menghantam menyebabkan lonjakan energi yang besar. Tekanan menyebar ke segala arah, menyebabkan para naga yang menonton di langit tidak mampu terbang lagi dan jatuh seperti layangan.
Tekanan itu terasa sampai perbatasan Wilayah Gelap. Pei Xi dan yang lainnya langsung sadar, ada sesuatu yang salah. Mereka mencari Yan Yao dan Zhong Xiaorong, lalu menemukan bahwa mereka tengah bertarung melawan Jian Wu.
Melihat Jian Wu menguasai pertempuran dan menekan Yan Yao serta Zhong Xiaorong, mereka langsung bergabung melawannya sehingga Jian Wu harus mundur. Kekuatan masing-masing dari mereka masih profesional lanjutan, bukan lawan Jian Wu sama sekali. Tapi jika bergabung, mereka akan melebihi tingkat saint.
Jian Wu melihat Pei Xi, senyum remeh muncul di bibirnya. "Pei Xi, kau berani melawanku?"
Mereka langsung menoleh ke arah Pei Xi. Jian Wu mengenalnya, kenapa mereka sama sekali tidak tahu?
Sayangnya, Pei Xi tampak sama sekali belum mau menjelaskan karena situasi yang tidak mendukung. Ia memandang Jian Wu dengan datar. "Jika kau ingin pergi, pergilah, jangan melukai mereka."
"Kau pikir aku akan lari? Asal kalian tahu, pemenang belum ditentukan, bisa jadi teman kalian yang akan dikorbankan."
Mereka semua saling pandang, kemudian teringat akan tekanan dari Puncak Lava dan mulai mengkhawatirkan Xie Ran. Cepat-cepat mereka mengabaikan Jian Wu, pergi ke Puncak Lava untuk membantu.
Jian Wu hanya memandang mereka dengan senyuman seolah sedang menonton pertunjukan. Ia sama sekali tidak peduli apa pengorbanan berhasil atau tidak, ia hanya ingin melihat kekalahan Xie Ran di tangan Bai Long.
"Sepertinya, pertunjukan akan segera dimulai."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tekanan yang diberikan Bai Long sedikit lebih kuat dari Xie Ran hingga posisi Xie Ran dipaksa mundur beberapa langkah. Ketika Xie Ran akan menggunakan sihir pesona untuk membingungkan Bai Long, bayangan naga yang sangat besar di belakang Bai Long menyerangnya hingga Xie Ran tidak memiliki kesempatan menghindar.
Bayangan naga itu adalah bayangan wujud asli Bai Long sebagai Naga Surgawi, lebih kuat dari Xie Ran. Satu serangan saja membuat Xie Ran jatuh beberapa meter.
Xie Ran bangkit, namun bahunya ditekan Bai Long hingga terasa sakit. Meski begitu, Xie Ran tetap mempertahankan tubuhnya agar tidak jatuh lagi, ia menopang tubuh dengan satu lutut, ditambah tekanan Bai Long membuat lututnya seolah mengalami patah tulang.
"Bukankah kau memang tidak layak? Aku bahkan belum muncul dalam wujud asliku. Sia-sia Dewa Naga memberimu keilahian." Bai Long mencibir.
"Kalah dan menang masih belum ditentukan. Bai Long, sejauh ini aku tidak pernah kalah." Xie Ran tetap tenang, memandang Bai Long seolah semua hal yang terjadi tidak ada hubungan dengannya.
"Kepercayaan dirimu sangat mirip dengan Wen Xi. Tapi sayangnya, Wen Xi tidak peduli padamu, bahkan ketika kau pergi."
"Apa yang sebenarnya ingin kau katakan?" Xie Ran pikir Bai Long mengetahui banyak hal dan ingin mengungkapkannya, tapi selalu saja bertele-tele untuk memancingnya.
"Ingin mendengar cerita?" Bai Long menarik tangannya, tidak lagi menekan Xie Ran. "Ada dua putri seorang dewa. Mereka cantik dan berbakat di Dunia Atas, berpotensi menjadi dewi tinggi. Sayangnya, yang satunya menikah dengan makhluk Dunia Tengah ...."
Karena pernikahan antar dunia apalagi antar ras dianggap melanggar, putri itu diusir dari Dunia Atas oleh dewa tersebut, menyisakan putri bungsu yang masih dalam pelatihan.
Tapi siapa sangka, terjadi perang yang menyebabkan banyak kematian, putri bungsu itu selamat dan tinggal di Dunia Tengah bersama manusia. Selama bertahun-tahun putri itu tinggal sebagai manusia, lalu menikah dan melahirkan anak, sepasang putri kembar.
Meski kembar, mereka tidak sepenuhnya sama, baik fisik maupun kekuatan. Yang satu lemah dengan konstitusi rentan dan sakit-sakitan, dilahirkan sebagai manusia. Yang satunya kuat, dengan konstitusi menjanjikan mengikuti darah ibunya. Tapi kekuatan bayi yang memiliki darah ibunya itu menjadi ancaman terbesar bagi bayi manusia yang berada di rahim yang sama sehingga harus dibunuh.
Karena putri bungsu itu tidak mau merelakan kedua putrinya, ia mengirim salah satunya ke dunia lain dengan mengorbankan sebagian kekuatannya yang dilatih selama ribuan tahun. Alhasil ketika lahir, bayi yang seharusnya menjanjikan itu telah tiada, menyisakan bayi manusia bodoh yang hanya tahu cara bermain.
Setelah bertahun-tahun lamanya, bayi yang dikirim itu kembali ketika kembarannya mati dibunuh, sepenuhnya mengendalikan tubuh kembarannya tanpa diketahui siapa pun. Ibunya tahu, tapi terus menyembunyikannya sampai akhir hayatnya.
Mendengar cerita yang diungkapkan Bai Long, Xie Ran terdiam untuk beberapa saat, mencerna tiap kata yang dilontarkan. Putri bungsu yang dimaksud, apa Wen Xi? Lalu anak kembar itu, apa mereka adalah Xie Ran dan Isabella?
"Siapa kau sebenarnya?" Xie Ran melirik Bai Long. "Bagaimana kau mengetahui banyak hal? Kau pikir hanya dengan omong kosongmu dapat mengalahkanku?"
"Kau bisa bertanya pada kakek dan nenekmu, mereka akan mengantarkanmu ke makammu sendiri, Xie Ruo." Bai Long tertawa penuh kemenangan melihat wajah terkejut Xie Ran.
"Xie Ruo ...." Xie Ran tidak tahu harus berkata apa lagi. Entah trik apa yang dilakukan Bai Long, ia tidak boleh percaya begitu saja. Setelah pulang nanti, ia harus bertanya, memastikan bahwa dirinya bukan 'Xie Ruo' yang dimaksud. Satu hal yang harus ia lakukan sekarang, mengalahkan Bai Long sesegera mungkin agar dapat kembali ke klan.
Melihat Xie Ran tak tergoyahkan meski terkejut, Bai Long langsung berubah menjadi lebih serius. "Xie Ruo, jika kau menyerahkan tubuh Xie Ran, sebagai gantinya 'dia' akan memberimu tubuh lain untuk hidup. Kamu hanya jiwa, bukan masalah tinggal di tubuh baru ...."
Bai Long tidak melanjutkan kalimatnya ketika sesuatu yang dingin menempel pada kulit lehernya hingga mengalirkan cairan merah cerah. Pandangan Bai Long menggelap melihat Xie Ran.
"Sudah kukatakan, omong kosongmu tidak berguna."
Bai Long menangkis pedang Xie Ran dan meluncurkan serangan lain yang membuat perhatian Xie Ran teralih.
Ia segera merubah diri ke wujud aslinya. Tubuhnya membengkak diliputi cahaya perak yang pekat. Pupil matanya berubah menjadi runcing, tubuhnya memanjang seperti ular dengan ukuran besar, lebih besar dari ukuran Long Ying sebagai naga laut.
Xie Ran dapat merasakan tekanan yang diarahkan padanya dari sosok sebesar Naga Azure yang diliputi cahaya perak. Cahaya perak tiba-tiba bermunculan seperti hujan meteor yang membuat Xie Ran harus cekatan menghindar.
"Ranran dalam masalah besar." Yan Yao dapat merasakannya dengan jelas. Itu adalah suara naga terbesar, lebih mengerikan dari ketiga naga di sisi Xie Ran.
"Cepat!" Pei Xi merubah wujudnya menjadi bayangan hingga sosoknya melesat begitu cepat. Yang lain juga melakukan hal yang sama.
Tapi begitu mereka sampai, mereka dikejutkan oleh seekor naga besar yang melakukan serangan terus-menerus pada Xie Ran.
Xie Ran melompat di sekitar tubuh besar Bai Long, menghindari tiap serangan yang diarahkan padanya. Kulit Bai Long sangat keras, tiap kali ia menyerang, selalu tidak dapat melukainya.
Pedang roh unsur telah beresornasi dengan lava di sekitarnya sehingga kekuatan Xie Ran berupa lava yang terus mencoba mengkorosi tubuh Bai Long. Meski terdapat bekas hitam, kulit Bai Long tetap tidak terluka apalagi luka serius.
Bulu phoenix berterbangan menyerang bagian kepala Bai Long dari berbagai sisi secara bersamaan. Xie Ran mengambil kesempatan melompat ke atas kepala Bai Long, kemudian menancapkan pedangnya ke bagian leher hingga Bai Long meraung sangat keras.
Raungan Bai Long begitu keras. Cahaya perak menyelimuti tubuhnya dan berpusat pada lukanya yang disebabkan oleh Xie Ran. Selagi proses degenerasi dilakukan, ia membenturkan diri ke gunung agar Xie Ran di atas kepalanya jatuh.
Gunung mengalami guncangan sekali lagi menyebabkan ledakan terus terjadi. Reruntuhan gunung mengenai tubuh besar Bai Long, sedangkan Xie Ran berusaha menghindari reruntuhan. Bai Long tidak mau melepaskan Xie Ran begitu saja, ia membuat bola cahaya dan terbang menghindari reruntuhan membuat Xie Ran kesulitan.
Ia melilit tubuh Xie Ran kemudian menghempasnya layaknya bola, ia menyemburkan bola perak ke arah Xie Ran di udara. Itu meluncur begitu cepat sampai Xie Ran tidak sempat menghindar, terpaksa menahan tekanannya hingga tubuhnya tidak mampu bertahan di udara dan jatuh ke tanah.
Tanah kering di bawah Xie Ran retak. Pei Xi dan yang lainnya segera menghampiri Xie Ran dan mendukungnya untuk duduk memulihkan kondisi. Tapi cedera dalam Xie Ran begitu buruk hingga darah keluar dari mulutnya.
"Ranran, dia terlalu kuat." Yan Yao masih tercegang pada Bai Long yang sebesar gunung. "Bagaimana ada naga sekuat itu?"
Ann Rou dan Dou Dou muncul saat itu juga, lalu mencoba memulihkan kondisi Xie Ran. Jelas kekuatan Bai Long setara dengan Raja Iblis, akan sulit menahannya.
"Naga Surgawi akan lebih kuat jika muncul dalam bentuk aslinya. Selain Naga Azure, tidak ada naga lain yang bisa mengalahkannya," kata Dou Dou. Andai Naga Azure masih ada di sini, sayangnya mereka belum datang. Seharusnya Qu Xuanzi dan Naga Azure masih di perbatasan Dunia Atas.
Xie Ran berpikir lebih jauh. Tubuh manusianya terlalu lemah, tapi tidak jiwanya. Jika yang dikatakan Bai Long benar, bukankah jiwanya adalah jiwa keturunan dewa? Ia bisa mencobanya.
"Ann Rou, Dou Dou, kalian bisa mengulur waktu untukku?"
Ann Rou dan Dou Dou saling tatap, kemudian mengangguk. "Ya, tapi tidak lama," jawab Ann Rou.
"Kami akan mengulur waktu dengan nyawa kami." Dou Dou bicara dengan serius. Ini kali pertamanya bicara serius.
"Bagus." Xie Ran kemudian melirik teman-temannya. "Lindungi aku."
Mereka tidak paham apa yang ingin Xie Ran lakukan. Tapi detik selanjutnya, tindakan Xie Ran membuat mereka semua terkejut.
Tiba-tiba saja Xie Ran kembali ke wujud aslinya, tubuhnya lemas seolah tanpa jiwa dengan pandangan kosong. Pei Xi langsung menahannya agar tidak jatuh, namun bukan hanya kondisi tubuh Xie Ran saja yang membuat mereka terkejut. Mereka lebih terkejut lagi melihat sosok gadis cantik berdiri di dekat tubuh Xie Ran.
Gadis itu memiliki ciri fisik aura naga, rambut perak dan iris biru yang benar-benar membuat mereka merasa asing. Fitur wajahnya memiliki beberapa kesamaan dengan Xie Ran, namun berbeda di saat bersamaan.
Kecantikan gadis itu bukan sesuatu yang patut dipertanyakan, bahkan tidak bisa disandingkan dengan siapa pun di dunia ini. Sesuai dengan tempramennya yang jauh, ia tampak acuh tak acuh dan penyendiri. Ia tampak familiar, namun asing bersamaan.
"Jangan melihatku seperti itu!"
Mereka semua agak tersentak, kemudian sadar siapa gadis di depan mereka saat itu juga.
"Ranran! Kau benar-benar ... Xie Ran?" Mei Liena terkejut bukan main.
"Bagaimana bisa?" Zhong Xiaorong bahkan nyaris menjatuhkan rahang.
"Nona Xie ...." Ann Rou lebih tidak bisa berkata-kata. Ia ingin mengatakan sesuatu, tapi Dou Dou langsung menariknya untuk menyelesaikan tugas.
"Tidak ada waktu menjelaskan ... lindungi tubuhnya." Ia melihat tubuh 'Xie Ran' dengan sendu. Meski pernah melakukan hal sama seperti saat ini, perasaan kali ini jauh berbeda.
Selagi Ann Rou dan Dou Dou menahan Bai Long yang menyerang, Xie Ran pergi sedikit menjauh untuk mengaktifkan kekuatan ilahinya lebih jauh.
Ia duduk lotus, mengatur kekuatannya untuk mengambil wujud lain. Ia ingin membuktikan, apa ucapan Bai Long benar atau tidak. Jika tidak, ia akan bertarung dalam bentuk jiwa dan akan mengambil segala kondekuensi. Jika ucapan Bai Long benar, ia memiliki kesempatan menang lebih tinggi. Namun, itu merupakan pukulan terbesar baginya secara bersamaan.
Isabella atau Xie Ruo ... ia akan tahu segera.
...----------------...
Adakah yang bingung sama teorinya?
Sebenarnya cerita Bai Long belum lengkap, tapi aku akan meletakkan semua rangkaiannya secara bertahap dari berbagai sudut pandang. Kalau kau penjelasan dariku langsung, nanti aku jelasin lengkapnya di chapter khusus setelah dapat penjelasan dalam cerita.
Kira-kira, mau penjelasan yang mana?
Kelahiran Xie Ran dan Isabella sampai keberanan tentang Xie Ruo
Kondisi menyimpang Kaisar Langit dan Kaisar Iblis
Aura Naga dan Energi Murni Xie Ran
Lainnya
Sekian, sampai jumpa besok!