
Suara gemuruh ribut barang berjatuhan terdengar tanpa ada yang berani melihat. Barang-barang berserakan di lantai, ruangan menjadi kacau lebih buruk dari kapal pecah. Sedangkan sesosok wanita berdiri menekan meja di bawahnya dengan raut marah disertai mata merah mengerikan.
Tang Zhi, dalam wujud sebenarnya—Huai Mao—mengacaukan ruangan dalam sekali tebasan. Setelah mendapat kabar dari Yu Zainan akan kematian Di Yushi, Xiao Haozu serta Hydra, ia menjadi begitu geram dan mengutuk kebodohan mereka semua.
Di Yushi bodoh menjadi Walikota dan menikmati kekayaan serta pelayanan manusia, ia bahkan membuka portal ketika 'orang itu' hadir menyebabkan Raja Ye mati mengenaskan. Bodohnya lagi Di Yushi mati di tangan seorang gadis kecil!
Sedangkan Xiao Haozu dengan bodohnya ingin membunuh Xie Ran dengan menyerap energinya sehingga berakhir lebih buruk tanpa jasad. Bahkan si pengkhianat, Hydra, telah mati tanpa bisa dibangkitkan lagi karena kepala abadi yang hancur.
Ditambah mengetahui bahwa Qu Xuanzi dan Xie Ran menjalin hubungan, itu membuat amarahnya memuncak sampai nekat menghancurkan segalanya!
Seharusnya ia membunuh bocah itu sejak awal. Memastikan dia mati di danau dan tidak hidup untuk menjadi sosok ancaman. Ia telah membunuh Xie Ran di danau itu, tapi siapa sangka bocah itu masih hidup akan penyelamatan Wen Xi.
"Kenapa ... kenapa ...." Huai Mao mencengkram tinjunya sampai jari-jarinya memutih dan kulitnya mengeluarkan cairan hitam. Ia sangat marah, sampai ia sangat ingin membunuh semua orang.
Pintu terbuka menampakkan Tang Yueha yang bersikap dingin menghadapnya. Pandangan itu pandangan tak acuh, ia tidak peduli apa Huai Mao mengalami stress atau kerugian apa pun. Kebenciannya terhadap Huai Mao telah mengakar.
"Kenapa kau di sini?" Huai Mao menatap Tang Yueha dingin.
"Menagih," balas Tang Yueha kemudian melihat kondisi ruangan yang kacau. "Kau jelas mengalami kebangkrutan, tidak ada gunanya menggunakan identitas palsu. Kembalikan bibiku, Tang Zhi."
Huai Mao tertawa geli dan miris bersamaan. Betapa naif gadis satu ini meminta bibinya kembali. "Kau berpura-pura bodoh, kau pikir aku tidak tahu? Yueha, wanita bodoh itu sudah mati. Ketika dia memohon padaku untuk mendapatkan Xie Yun, dia sudah mati!"
Tang Yueha menatapnya penuh amarah. Meski ia tahu Tang Zhi sudah mati, ia tetap tidak suka bila iblis ini menghinanya dengan cara ini! "Dia tidak akan memohon padamu."
"Dia memohon, menggunakan air matanya dan mengatakan obsesinya yang mengerikan. Dia tahu aku iblis, tapi manusia bodoh itu menganggapku sebagai dewi." Huai Mao menatap Tang Yueha lebih dekat membuat gadis itu ketakutan, namun tetap memberanikan diri menatapnya tanpa berkedip.
"Dia tidak seperti itu," balas Tang Yueha menahan air matanya. Ia takut, tapi tidak bisa melakukan apa pun di hadapan Huai Mao. Ia hanya bisa menjadi anjing yang terus mengikut dan bergantung padanya.
Huai Mao terkekeh, menjauhkan diri dari Tang Yueha, berbalik kemudian menghela napas. "Kamu tidak tahu, karena kamu masih kecil."
"Aku sudah melakukan yang kau mau, kau berjanji mengembalikan Bibi Zhi." Tang Yueha bicara dengan nada serak. Meski ia tegar, ia rapuh bila ada sesuatu menyangkut bibinya. Orangtuanya sudah tiada, semua keluarga Tang membencinya. Hanya Tang Zhi yang ada untuknya.
"Orang yang sudah mati, tidak bisa hidup kembali. Kalau kau ingin menemuinya, temui di neraka. Lagi pula, kau tidak pernah melakukan sesuatu dengan baik." Huai Mao bicara tak acuh tanpa menoleh.
Tang Yueha menggeleng cepat. "Aku melakukannya dengan baik ..." lirihnya. "Aku hanya melakukan satu kesalahan, tidak bisa mendapat hati Kaisar Zhong—"
"Karena kamu tidak mampu," sela Huai Mao dengan suara dalam. Ia berniat mendapatkan posisi tinggi di dunia untuk menunjukkan pada Qu Xuanzi bahwa ia bisa menjadi sosok yang hebat. Ia menjadi bawahan langsung Raja Iblis, menaklukan Klan Xie yang merupakan Klan terkuat di Kekaisaran Manusia.
Hanya satu langkah untuk merebut kekaisaran, sayangnya Huli Dong'er yang ia percayai mati begitu mudah di Istana. Bao Jun, Di Yushi, dan Xiao Haozu juga mati kurang dari setahun.
Awalnya ia berniat membuat Tang Yueha berdiri di samping Kaisar Zhong dan menjadi permaisuri. Posisinya menjadi lebih kuat di pengadilan istana sebelum akhirnya ia merebut kekuasaan melalui Tang Yueha. Seharusnya ia bisa menguasai Benua Zhongbu dalam waktu dekat dan menunjukkan pada Kaisar Iblis hasil kerjanya yang memuaskan.
Tapi semua itu sirna hanya karena seorang gadis kecil yang tidak layak disebutkan. Bahkan mengambil Qu Xuanzi darinya ... dia sangat marah!
"Yueha, lebih baik kamu kembali ke Keluarga Tang untuk sementara. Aku akan memanggilmu bila segalanya telah reda." Ia bicara dengan nada dalam.
Tang Yueha terkekeh geli begitu miris akan kehidupannya sendiri. Keluarga Tang telah dibutakan Iblis, menuntutnya menjadi yang terbaik. Seluruh Keluarga Tang disabotase Iblis, bahkan kepala keluarga telah sepenuhnya tunduk pada Huai Mao bagaikan dewi. Apa ia masih bisa tinggal di neraka itu?
"Huai Mao, kau mengatakan Bibi Zhi terobsesi pada Xie Yun, lalu ... apa kau juga terobsesi pada 'orang itu'?" Tang Yueha tidak tahu siapa 'orang itu' tapi ia sering mendengarnya dari Huai Mao. Ketika mengucapkannya, Huai Mao selalu berseri-seri seperti musim semi membuatnya merinding.
"Apa kau berhak menentukan kehidupanku?" Huai Mao melirik Tang Yueha dengan tajam. "Jika Tang Zhi tidak terobsesi pada Xie Yun, aku tidak akan terjebak menjadi selirnya."
Tang Yueha terkekeh. Sepertinya ia telah kehilangan harapan sehingga bermaksud menentang secara tak terduga. Ia sendiri berpikir, dirinya mulai gila. "Kau yang berubah menjadi 'Tang Zhi palsu' lalu merayu Xie Yun dengan hipnotis. Kau yang terjebak dalam skemamu sendiri untuk masuk ke Klan Xie."
Huai Mao menatapnya dengan wajah menggelap. Ia kesal mengingat hari itu dan dengan terpaksa menciptakan Xie Chen dengan tangannya sendiri. Seharusnya Xie Chen lahir sebelum Xie Ran lahir, tapi karena kekuatan iblisnya, Xie Chen lahir sebulan setelah Xie Ran lahir.
Itu sebab mengapa kekuatan Xie Chen cukup mengerikan dan memiliki segel di tubuhnya. Huai Mao yang menciptakannya untuk memasuki Klan Xie setelah berhubungan dengan Xie Yun. Ia sempat membunuh Xie Ran, kemudian membawa Xie Chen ke Klan Xie. Tapi siapa sangka gadis itu masih hidup dan dia tidak bisa membunuhnya lagi seolah ada kekuatan tak terlihat menghalangi.
"Aku benar, 'kan? Setelah efek hipnotis berakhir, kau mengirimnya pergi dengan alasan menemukan obat untuk meridian Xie Ran di Gunung Wu. Tapi kau malah membunuhnya."
Huai Mao melesat mendekat dan menekan rahang Tang Yueha hingga gadis itu kesakitan. Tekanannya begitu keras hingga Tang Yueha merasa rahangnya akan hancur.
Huai Mao bicara dengan nada merendahkan. "Jangan lupa, kau mendapat keuntungan untuk itu. Aku memberimu teratai malam yang berisi kekuatan roh Wen Xi, kau berhutang padaku. Jika kau menyebutnya lagi, aku bisa menarik kekuatan rohmu, membuatmu menjadi tidak berguna dan dikucilkan!"
"Pergilah, jika masih menyayangi hidupmu." Huai Mao tidak mau membuang waktu pada teratai putih satu ini. Tang Yueha bisa ia manfaatkan, juga bisa berbahaya sehingga harus berpikir lagi jika ingin membunuhnya.
Tang Yueha tidak pergi. Ia justru hanya diam tanpa mengindahkan perkataan Huai Mao. Huai Mao berjanji mengembalikan Tang Zhi dan Kekuarga Tang setelah segalanya selesai. Tapi rencana mereka kacau dan akan hancur tidak lama lagi. Semua pion sudah tersingkirkan, ia tidak memiliki harapan bahwa tugas terselesaikan.
Setelah hari ini ia juga sadar, ia terlalu naif percaya Huai Mao akan mengembalikan Tang Zhi. Huai Mao bukan dewi, dia iblis, tidak bisa menghidupkan orang mati.
Melihat Tang Yueha telah berani melanggar, Huai Mao menjadi lebih gelap sebelum mengangkat salah satu tangannya. Kabut ungu keluar dari ujung jari, melesat ke arah Tang Yueha seperti benang dan melilit lehernya.
Lehernya merasa tercekik dan terangkat, kakinya tidak lagi menapak di tanah. Tang Yueha mencoba mencari cara untuk lepas, memegang lehernya yang tercekik seolah tali melilitnya, tapi ia tidak merasa ada apa pun di sana selain tekanan di lehernya yang semakin menyakitkan sampai tidak bisa bernapas.
Selanjutnya, sesuatu seolah mendorongnya jauh menabrak pintu sampai terbuka lebar. Punggung Tang Yueha membentur dinding begitu keras setelah membentur pintu dan jatuh ke lantai. Tidak ada lagi lilitan di lehernya, hanya ada rasa sakit di seluruh tubuh seolah tulangnya akan patah.
Huai Mao menatapnya dingin dari dalam sebelum pintu tertutup dengan sendirinya dan terkunci. Tang Yueha tidak bisa melakukan apa pun, ia merasa tulangnya retak sampai tidak bisa menggerakkan tubuh untuk berdiri.
Huai Mao di dalam sana tidak peduli bagaimana kondisi Tang Yueha. Ia justru menghitam ketika merasakan napas seseorang yang seenaknya masuk tanpa memberitahunya.
Ia berbalik, melihat pria tampan yang tampak acak-acakan, duduk di kursinya dengan malas serta kaki dinaikkan ke meja. Melihatnya saja Huai Mao sudah sangat ingin membunuhnya.
"Aku dengar Asura memilih pasangannya, aku penasaran bagaimana kondisi kucing kecil yang ditinggalkan," katanya memasang senyum menjengkelkan yang pernah ada. Kemudian ia menghela napas dan mengibaskan tangan seolah kepanasan. "Panas sekali hari ini, apa musim panas akan dimulai?"
Wajah Huai Mao semakin menghitam melihat pria tak tahu malu itu datang mengejeknya. Ia merasa tangannya gatal ingin menarik jantungnya.
Yu Zainan melirik Huai Mao dengan seringaian. Ia menghela napas sambil bersantai, "Aiya, aku lupa bahkan kau sudah menikah dengan manusia. Mana mungkin Yang Mulia melirikmu yang sudah menikah dan punya dua anak? Kau juga tidak terlalu marah, 'kan? Oh, aku lupa lagi kalau suamimu sudah mati."
Yu Zainan justru menambah minyak dalam api. Ia jelas melihat ruangan begitu kacau, tapi mengatakan bahwa Huai Mao tidak terlalu marah dengan alasan sudah menikah dan menjadi janda. Bukankah ejekannya keterlaluan?
"Yu Zainan, apa tujuanmu datang?" Huai Mao memcoba bersabar akan ejekan yang diterimanya. Dulu ia diejek karena menikahi manusia dan memiliki anak, sekarang ditambah kabar mengenai Qu Xuanzi yang memiliki pasangan membuat Yu Zainan merajalela mengejeknya. Untung Di Yushi dan Xiao Haozu sudah mati.
Pria itu tetap santai meski tahu betapa marah Huai Mao. "Hanya berkunjung. Aku bosan di makam, meski aku menikmati tidurku, aku tetap malas menemani para roh lemah itu. Mengunjungimu, sama saja mendapatkan hiburan."
Huai Mao mengepalkan tinju erat-erat dan mengeluarkan cambuknya. Sebelum Yu Zainan bereaksi akan Huai Mao yang mengamuk, Huai Mao sudah mencambuknya terlebih dahulu sampai pria itu jatuh dari kursi, sedangkan kursi miliknya hancur terbelah dua.
Yu Zainan memegangi badannya yang sakit akan cambukan. Cambuk neraka milik Huai Mao begitu menyakitkan dan jarang terlihat. Huai Mao bahkan tidak menggunakan cambuknya untuk melawan Ann Rou, terakhir mengeluarkannya di saat perang. Sekarang mengeluarkan cambuk terkutuk itu, menunjukkan betapa marah ia.
"Sekali lagi kau bermalasan di tempatku, aku akan membelahmu menjadi dua seperti kursi itu." Huai Mao mengancam, namun bukan ancaman belaka. Ia benar-benar akan melakukannya tanpa berpikir panjang dan hukuman yang diterima dari Raja Iblis.
"Mao'er, apa kau sedang memerankan Qi Jiao yang hobi marah?" Yu Zainan menggaruk kepalanya yang tidak gatal tidak merasa bersalah.
"Kau ...." Huai Mao mengangkat cambuknya lagi tinggi-tinggi dan menjatuhkannya membuat Yu Zainan ingin berteriak.
"Baik, aku akan serius ..." sergah Yu Zainan melihat cambuk itu mendarat di lantai tepat samping kakinya dengan ngeri. Ia benar-benar akan menjadi dua bila terkena cambuk itu.
Huai Mao menarik cambuk neraka, menghilang di tangannya dalam kabut hitam. Ia menatap Yu Zainan penuh tuntutan dengan iris merahnya yang seperti melihat darah.
"Qi Jiao memberi pesan dari Raja Iblis untuk tidak mengejar energi murni lagi. Kaisar Iblis sudah keluar, dia yang akan menyelesaikannya tanpa campur tangan kita. Jika melanggar sampai membunuh energi murni, maka akan dibunuh. Lalu ...." Ucapannya menggantung seraya sebuah bungkusan muncul di tangannya lalu diberikan pada Huai Mao. "Jika 'orang itu' datang bersama energi murni, larilah menggunakan ini. Ini akan meningkatkan kekuatanmu menyetarai Raja Iblis dan pergi dengan aman. Seharusnya mereka sudah tahu identitasmu."
Huai Mao menerima barang tersebut lalu membukanya. Iainya adalah sebotol porselen berisikan ramuan. Ia mencium baunya yang memiliki bau darah, setelahnya langsung ditutup dan disimpan.
Raja Iblis sangat melindunginya. Bahkan ketika Huai Mao nyaris mati di tangan Qu Xuanzi atau Kaisar Iblis, Raja Iblis langsung menyelamatkannya dan memohon pengampunan. Itu karena Huai Mao merupakan Kucing Neraka yang langka di alam bawah. Ia hidup juga karena Qu Xuanzi, jika bukan karena Qu Xuanzi, dia sudah mati di tangan pemburu ribuan tahun yang lalu.
"Sampaikan terima kasihku." Huai Mao menjadi murung mengingatnya. Qu Xuanzi menyelamatkannya juga karena sebuah kebetulan, seharusnya ia sudah tahu bahwa Qu Xuanzi hanya menganggapnya sebagai Kucing Neraka kecil yang sekarat saat itu.
Yu Zainan terkekeh melihat wajah murung Huai Mao. Menurutnya, Huai Mao sangat konyol sekaligus kasihan. Meski ia tidak suka jalan pikir Huai Mao dan kegilaannya mendekati Qu Xuanzi seperti wanita gila yang terobsesi, ia tetap merasa Huai Mao cukup kasihan selama ribuan tahun ini. Itu membuatnya semakin ingin mengejek habis-habisan. Tapi dia tidak ingin mendapat cambuk neraka lagi, itu menyakitkan.
"Mao'er, tempat ini sangat bagus. Bisakah aku menginap untuk tidur semalaman?"
Wajah Huai Mao menjadi gelap lagi. Ia mengeluarkan cambuk neraka dan membuat ancang-ancang untuk menakuti Yu Zainan. Pria itu langsung pergi beriringan dengan tawa menyebalkan yang membuat suasana hati Huai Mao semakin memburuk.
Tanpa Huai Mao ketahui, pria tampan di balik jendela terdiam mendengarkan serangkaian keributan di dalam.
Sekarang ia tahu, bagaimana ia bisa terlahir berbeda dari yang lain, bahkan berbeda dari adiknya sendiri.