The Emperor God Wife Is Naughty

The Emperor God Wife Is Naughty
8. Liontin Leluhur Xie



Setelah beberapa hari melatih fisik dengan bantuan dua Naga besar yang imut, Xie Ran kembali melanjutkan pelatihan sihir. Pelatihan sihirnya terhenti karena sibuk melatih keterampilan bertarung. Kadang dia berduel dengan salah satu Naga untuk meningkatkan pengalaman bertarung walau pada akhirnya dia tidak bisa menang dari dua Naga.


Untuk sihir, dia telah menguasai satu tahap lagi yaitu manipulasi. Namun dia tidak bisa menerobos lagi selama setahun terakhir karena dua teknik sisanya begitu sulit. Meski Xie Ran sudah mengerti, masih sulit untuk mengaplikasikannya secara nyata.


Sihir pesona ini benar-benar kuat untuk melakukan tipuan pada makhluk apapun. Bahkan dua Naga itu bisa terkena sihir pesona walau efeknya tidak begitu besar seperti manusia. Setidaknya itu menunjukkan bahwa sihir pesona begitu kuat dan hebat apalagi jika digunakan secara diam-diam dan dikombinasikan dengan kecepatan dan kekuatan Xie Ran.


Orang tidak akan menyadari bahwa dia menggunakan sihir pesona untuk serangan sihir. Orang hanya akan tahu bahwa kemampuan bertarung Xie Ran sudah seperti seorang ksatria. Mereka akan berpikir bahwa kemampuan sihir Xie Ran ada pada kakinya dan serangan pukulannya. Tapi tidak tahu bahwa dia menggunakan sihir pesona untuk membingungkan semua orang.


Sudah beberapa menit berlalu, Xie Ran dan Long Huo masih berduel dengan kekuatan masing-masing. Dia tidak berani berduel dengan Long Yun karena Naga itu lebih kuat daripada Long Huo. Bertarung dengan Long Huo saja sudah merepotkan walau Long Huo sudah menekan kekuatannya sendiri agar tidak berlebihan.


Xie Ran menghindari tiap bola api yang muncul dari mulut Long Huo menggunakan Langkah Bayangan yang dia pelajari. Sebelumnya, Guru Besar tertentu berbaik hati memberinya buku teknik langkah bayangan yang luar biasa. Sebagai gantinya, Xie Ran harus melatihnya sendiri. Itu sebabnya gadis itu memutuskan untuk berduel dengan Long Huo untuk menguji teknik barunya.


Sayap Long Huo berkipas di punggungnya menyebabkan hembusan angin datang memberi penekanan pada Xie Ran. Xie Ran kesulitan bergerak karena angin dari kibasan sayap Long Huo dan menjadikan langkahnya sedikit melambat.


Teknik langkah bayangan Xie Ran baru memasuki tahap menengah. Dia belum memaksimalkan langkah bayangan ke tahap kesuksesan besar sehingga sulit baginya mempercepat langkah di bawah tekanan Long Huo. Tangannya membentuk pola sihir dan melayang di udara dengan cepat ke arah Long Huo.


Serangan Long Huo tidak berakhir. Naga itu tahu bahwa Xie Ran akan menggunakan sihir pesona untuknya dan dia tidak boleh membiarkan itu terjadi. Jika itu terjadi, dia bisa kalah dengan satu pukulan yang tidak etis!


Long Huo terbang lebih tinggi dan mengitari Xie Ran sambil menyemburkan api dari mulutnya. Xie Ran tidak mempedulikan api yang menargetnya, dia melompat di antara pepohonan menyebabkan pepohonan itu hangus karena api yang menargetnya. Xie Ran tidak memiliki kesempatan mengeluarkan sihir membuatnya kesal sendiri.


Xie Ran mengeluarkan belati gandanya bersiap melompat ke arah Long Huo. Serangan jarak dekatnya selalu yang terkuat. Jika dia menggunakan pisau lempar atau sihir korosif pada Naga itu, kekuatannya tidak maksimal. Naga memiliki fisik pertahanan terkuat diantara ras lain. Hampir tidak mungkin menyakitinya menggunakan kekuatan Xie Ran saat ini apalagi dalam jarak jauh. Jika ingin menyakitinya, harus melalui jarak yang dekat.


Tubuhnya melayang di udara. Didukung sihirnya yang membuat gerakannya menjadi lebih cepat di udara. Sihir di tangannya digunakan untuk menekan tiap serangan dan mendorongnya semakin mendekati Long Huo.


Long Huo semakin menjauh. Mempercepat kepakan sayap yang membuat Xie Ran tertiup ke belakang melewati pepohonan rindang. Tidak ada tanda-tanda munculnya Xie Ran. Namun, Long Huo tetap waspada karena gadis itu pandai melakukan serangan sembunyi-sembunyi. Dia mempertahankan posisinya di langit sambil memperhatikan arah dimana Xie Ran jatuh.


Sebuah siluet merah tiba-tiba melintas dalam satu kedipan mata. Long Huo terlambat beraksi ketika siluet merah tersebut tiba di punggungnya sehingga sebuah sihir dengan cepat menyala mempengaruhi pandangannya.


Xie Ran di punggung Long Huo sudah menghabiskan banyak energi untuk sihir kombinasi manipulasi dan kendali mental ini. Efeknya memang bagus, tapi jangkauan waktu tidak cukup sehingga tenaga Xie Ran benar-benar habis untuk memperpanjang waktu.


Sayap Long Huo dikepakkan mendarat ke atas rumput hijau. Suara pijakan terdengar keras disertai angin berhembus kencang. Tepat setelahnya, pengaruh sihir habis bertepatan dengan turunnya Long Huo.


Xie Ran melompat ke bawah. Bibirnya memiliki darah yang keluar karena terlalu menggunakan banyak sihir untuk serangan terakhir. Apalagi sebelumnya pertempuran tidak berhenti dan dia terus menggunakan tenaga maksimal untuk menghindari serangan ganas Long Huo. Jika itu dalam pertempuran sebenarnya, Xie Ran sudah mati berkali-kali.


"Master, apa baik-baik saja?" Long Huo menatap gadis itu khawatir. Melihat darah yang keluar itu, sudah jelas itu karenanya dan membuatnya merasa bersalah.


Xie Ran menghapus darah di mulut dengan tangannya dan tersenyum kecut. "Salahku yang terlalu lemah."


Xie Ran tidak pernah merasa selemah ini. Meskipun dia sudah terbiasa dengan luka dan kemenangan, setidaknya tidak pernah seburuk ini. Kemenangan kali ini tidak dihitung. Long Huo belum mengerahkan seluruh kekuatannya sedangkan Xie Ran sudah ingin mati. Itu benar-benar menyedihkan.


"Teknik langkah bayangan dan sihir pesona belum sempurna. Aku harus menyelesaikannya secepat mungkin." Xie Ran berkata dengan serius. Dia masih belum bisa dibandingkan dengan Xie Chen dan yang lainnya apalagi Tang Zhi. Jika melawan mereka sekarang, dia hanya akan cari mati.


"Master tidak perlu terburu-buru. Tuan Besar juga tidak memaksa." Long Yun datang ke arah mereka. Bentuk Naganya sangat besar melebihi Long Huo sehingga tanah yang dipijakkan sedikit bergetar.


"Tidak, waktuku tidak banyak. Selain balas dendam, aku juga harus membantunya keluar dari liontin. Aku harus melakukan banyak hal setelah ini. Kekuatan di luar sana jauh lebih mengerikan, aku hanya seekor semut yang lebih besar saja." Xie Ran tahu lebih jelas tentang kekuatannya. Dia harus pulih lebih cepat dan meningkat lagi. Bahkan kekuatannya di masa lalu masih belum cukup baginya untuk bertahan hidup di dunia ini.


Dua Naga itu tidak bisa menyangkal. Mereka juga tahu hal itu tapi melihat kondisi Xie Ran yang sedikit lemah, itu cukup sulit.


Xie Ran kembali ke kamarnya yang jelek. Merebahkan tubuhnya dan memejamkan mata. Namun matanya terbuka kembali ketika mendengar suara langkah kaki dari luar.


Apa ada orang? Malam-malam seperti ini seharusnya semua orang sudah tidur. Apalagi wilayah kamarnya begitu terbengkalai dan tidak ada yang mendekat jika bukan untuk membuat masalah.


Xie Ran memejamkan mata sekali lagi. Dia berpura-pura tidur agar tidak membuat orang itu waspada. Siapa tahu itu adalah pencuri kecil yang tidak tahu tempat di mana harta berada dan nyasar ke tempat terbengkalai yang rumornya ada hantu berkeliaran. Xie Ran tidak ingin terlibat.


Sesosok wanita masuk ke dalam kamar, melihat gadis yang tengah tertidur begitu pulasnya. Matanya menyipit ketika merasakan sesuatu yang aneh. Entah kenapa dia merasa bahwa gadis yang masih tidur itu memiliki energi dalam yang samar. Seingatnya gadis itu telah ia racuni sejak lama dan tidak bisa mengumpulkan energi dalam.


Tang Zhi datang karena merasa Xie Ran tidak menjadi seperti biasanya. Dia adalah anak bodoh dan idiot yang sedang hilang ingatan, tapi bagaimana bisa memiliki energi dalam? Apa dia merencanakan sesuatu?


Dia menyentuh pergelangan tangan Xie Ran dan memeriksa nadinya. Setelah beberapa saat, ekspresinya semakin rumit dan menyatukan kedua alisnya.


Denyut nadi Xie Ran lemah dan vitalitasnya rendah seperti orang koma. Tapi dia tidak menemukan tanda-tanda keracunan yang artinya seluruh racun telah berhasil dinetralisir. Selain itu, dia juga menemukan meridiannya cukup lancar meski vitalitasnya berkurang. Ini aneh. Kapan dia mendetoksifikasi racun? Apa selama ini dia hanya pura-pura bodoh dan mulai berkultivasi? Apa hilang ingatan membuatnya berubah?


Tang Zhi menjadi serius ketika melihat sosok Xie Ran yang tertidur. Memikirkan segala kemungkinan bahwa Xie Ran tidak idiot, dia mulai gelisah. Dia tidak bisa membunuh Xie Ran sekarang, dia hanya bisa mempertahankannya untuk saat ini. Selagi dia mengurungnya dan mengawasinya dengan baik, Xie Ran tidak akan memiliki kesempatan meningkatkan kemampuannya. Dengan memikirkan itu, dia mulai membuat rencana penekanan sungguhan terhadap Xie Ran.


Tang Zhi pernah mengidentifikasi kekuatan dalam tubuh Xie Ran. Itu memiliki dasar yang sangat bagus dan cocok berlatih sihir di umur belia. Itu bisa membuat Xie Ran menjadi jenius dengan kualifikasi besar. Kecepatan kultivasinya juga akan luar biasa melampaui jenius lain. Maka dari itu dia membuat keputusan memberinya racun sejak kedatangannya sehingga gadis kecil itu tidak bisa melatih apapun.


Sekarang racun itu telah dinetralkan, entah bagaimana caranya. Itu membuatnya waspada jika sewaktu-waktu ingatan Xie Ran kembali dan merencanakan sesuatu yang besar. Kepintarannya sejak kecil saja membuatnya terancam ditambah pondasi mentalnya melampaui orang biasa. Bagaimana jika sudah besar? Xie Ran sudah seperti belati yang akan mematikan jika diasah.


Dia meraihnya dan melihatnya dengan seksama. Sesuatu yang tidak menarik selalu menjadi yang paling misterius. Selama ini dia tidak memperhatikan apa yang Xie Ran pakai sampai hari ini dia baru melihatnya kembali. Setelah mengidentifikasi barang apa itu, alisnya terangkat tinggi dan tatapannya menjadi tajam.


Dia melirik Xie Ran dengan intens kemudian memutuskan mengambil kalung itu. Namun siapa sangka, tangan lainnya meraih kalung itu menahannya tetap menggantung di leher.


"Nyonya ...." Xie Ran yang terbangun melihat Tang Zhi dengan tatapan takut. Dia duduk dengan tubuh gemetar dan tidak berani menatap langsung Tang Zhi.


Tang Zhi mencabut dengan paksa sehingga kalung itu terlepas. Xie Ran terkejut melihatnya, kalungnya telah dilepas secara paksa dan pandangannya tetap lekat pada liontin. Mendadak otaknya kosong.


Tang Zhi merasa puas setelah mendapatkannya dan menatap Xie Ran intens. "Dari mana kau mendapatkannya?"


Xie Ran terdiam sesaat dan berkata dengan nada serak serta gemetar seolah ingin menangis. "Aku tidak tahu. Aku sudah memilikinya sejak bangun."


Tang Zhi mendengus. Dia tidak memiliki alasan membuat orang hilang ingatan mengingat apa yang dia lupakan. Meski dia meragukan Xie Ran yang hilang ingatan, dia tetap tidak bisa memaksa Xie Ran karena itu hanya dugaan sementara. "Kau tahu apa ini?"


"Kalung." Xie Ran berkata dengan polosnya. Sudah tahu itu kalung, kenapa wanita iblis itu masih bertanya!


"Kau yakin ini kalung biasa?" Tang Zhi berdecak. "Liontin ini adalah milik Leluhur Klan Xie. Itu harus dipegang oleh Ketua Klan, apa kamu tidak memiliki rasa malu? Bahkan Chen'er tidak berani mencuri barang milik Leluhur Klan, kau tahu hukuman yang tepat untuk itu?"


"Aku tidak mencuri ...." Xie Ran berkata dengan serak dan pilu. Dia bahkan sudah mengeluarkan air matanya.


"Mungkin kau mencurinya sebelum hilang ingatan, tentu saja kau tidak tahu." Tang Zhi membuat alasan mencuri untuk menekan Xie Ran. Dia jelas tahu seharusnya Xie Yun atau Wen Xi yang memberi liontin ini untuk putri mereka sebagai ahli waris tanpa sepengetahuannya. Awalnya dia pikir liontin ini telah hilang ketika Xie Yun mati. Tapi siapa sangka ternyata ada pada gadis kecil yang tidak pernah diliriknya ini.


"Nyonya, aku tidak tahu bagaimana itu ada padaku. Aku pikir itu pemberian Ayah dan Ibu sebelum meninggal, jadi aku menyimpannya dengan baik." Xie Ran berkata dengan sedih dan menunduk dalam-dalam. Air mata sudah membasahi pipinya dan suaranya menjadi sangat memilukan.


Tang Zhi mendengus mendengar penjelasan bocah bau itu. Dia berkata dengan lembut seolah menenangkannya.  "Kalau begitu, biar aku yang menyimpan peninggalan orang tuamu. Jika ada padaku, itu tidak akan hilang. Xie Nu terus mengganggumu, kalung yang berharga ini tidak aman bersamamu."


Xie Ran tidak menyahuti. Dia hanya diam menunduk sebelum akhirnya mengangguk dengan patuh. Itu membuat Tang Zhi tersenyum penuh kemenangan. "Jangan menangis lagi. Kau tahu aku tidak sekejam itu, 'kan?"


Xie Ran mengangguk pelan dan menatapnya hati-hati. Matanya yang bulat masih berkaca-kaca. "Hanya Nyonya yang baik padaku. Xie Ran percaya pada Nyonya."


Tang Zhi tersenyum puas. Di baliknya, menunjukkan tatapan penuh rasa jijik terhadap gadis yang ternyata masih bodoh ini. Berdasarkan watak asli Xie Ran yang keras kepala dan sombong, jika dia memiliki ingatan di masa lalunya atau sedikit kekuatan, dia tidak akan menggunakan pengakuan itu dan justru akan menatapnya dengan kebencian seperti waktu itu.


Selama ini, Tang Zhi memang membuat reputasinya di mata Xie Ran sebagai seorang Ibu yang baik. Dia tidak ingin Xie Ran yang hilang ingatan tiba-tiba kembali pada sifatnya yang dulu dan sering melawan. Itu akan sangat merepotkan. Apalagi segala kepemilikan saat ini atas nama Xie Ran. Dia tidak bisa gegabah membencinya terang-terangan seperti yang dilakukan Xie Nu. Apalagi mengingat Xie Ran memiliki energi dalam yang bisa dilatih.


"Untuk saat ini, tetaplah tinggal. Jangan keluar. Di luar sana terlalu berbahaya. Kau juga tidak ingin Xie Nu mengganggumu lagi, 'kan? Aku juga akan mengatakan pada pelayan untuk tidak mengganggu. Jadi tetaplah di sini."


Setelah mengatakannya, Tang Zhi keluar membawa liontin di tangannya dengan wajah serius. Dia memiliki firasat buruk tentang liontin yang memiliki energi kuat ini, dia tidak bisa membiarkan itu ada pada Xie Ran.


Secara tidak langsung, dia menggunakan hukuman kurungan pada Xie Ran. Dia membuat rune sihir di pintu sehingga menciptakan sinar ungu padat mengelilingi kamar bobrok Xie Ran. Sinar ungu itu menjadi samar dan menghilang.


Di dalam kamar, pandangan Xie Ran masih tampak sedih dan rapuh menatap kepergian Tang Zhi yang semakin menjauh dari pintu yang terbuka. Perlahan pandangannya berangsur membentuk kilatan tajam dan penuh kebencian mendalam. Itu sangat kontras dengan ekspresi sebelumnya.


Tang Zhi menatap liontin itu dengan penuh selidik. Dia membawa itu ke sebuah tempat  yang tidak lain adalah ruangannya. Menutup semua pintu dan mulai menyelidiki hati-hati.


Sinar ungu keluar dari jarinya mengelilingi liontin putih itu. Dia memeriksa sihir apa yang terkandung dalam liontin.


Ia merasakan energi yang kuat, tapi tidak bisa mengidentifikasinya. Nyaris saja pasrah, kemudian dia menggunakan kesadaran mentalnya yang kuat untuk melihat ada apa di dalam liontin.


Di langit yang gelap dalam dunia liontin, sebuah sinar ungu gelap muncul di langit menghalangi pemandangan awan dan bintang yang indah. Guru besar tertentu melihatnya dengan ekspresi dingin, lebih dingin dari sebelumnya. Angin berkibar membuat rambut hitamnya bergoyang selama kabut itu muncul menyerupai manusia.


Pria itu tentu tidak menerima tamu tak diundang kecuali dua Naga penjaga dan gadis kecil yang bertingkah abnormal setiap hari. Pandangannya semakin dingin membuat pemandangan yang awalnya merupakan pulau indah bagaikan surga menjadi tandus dalam satu kedipan mata disertai aura pembunuh hebat.


Udara dingin begitu menusuk sehingga membuat Tang Zhi sendiri merasakan bahaya datang. Aura yang begitu kuat membuatnya tidak berani melangkah lebih jauh dan mengembalikan kesadaran mentalnya ke dunia nyata. Dia belum melihat apapun namun sudah di tunjukkan kekuatan absolut luar biasa yang membuatnya tertekan setengah mati.


Liontin ini tidak biasa! Merupakan keputusan tepat membawa liontin berbahaya itu ke sisinya daripada ada pada gadis meresahkan itu. Jika kekuatan itu ada pada gadis sial itu, dia akan mati dengan cepat. Apalagi dia mencurigai bahwa gadis itu memiliki kemampuan mengingat kualifikasi sihirnya begitu berpotensi melebihi jenius lain yang pernah dia lihat.


Tang Zhi pergi dari ruangannya ke gedung pagoda klan. Di sana menyimpan banyak barang berharga termasuk artefak leluhur klan yang paling diincar dunia. Keamanannya sangat terjamin. Bahkan seseorang dengan kultivasi tingkat kaisar tidak bisa memasukinya dengan mudah tanpa akses batu sihir khusus apalagi menghancurkannya.


Dia meletakkan liontin tersebut di tengah salah satu ruangan paling atas. Ruangan itu hanya memiliki beberapa barang yang paling berharga di klan. Dia meletakkannya dengan hati-hati dan menutupnya dengan mantra sihir agar siapapun tidak akan dengan mudah mengambilnya. Sinar tembus pandang mengelilingi liontin yang melayang di udara tepat di atas meja. Terlihat mencolok karena berada di tengah ruangan karena itu terlalu luar biasa. Mungkin hanya ada satu di dunia ini.


Meskipun keamanan pagoda terjamin dan memiliki banyak jebakan untuk para penyusup, dia tetap harus melindungi itu dengan sihir agar bisa tenang. Semua harta juga diperlakukan sama. Semakin berharga harta tersebut, semakin kuat pelindungnya. Apalagi lantai paling atas pagoda memiliki sihir kuat dan akan membunuh penyusup tingkat manapun.


Tingkat keberhasilan penyusup tertentu adalah 1%.


Tanpa dia sadari, seekor kadal kecil terbang melalui pagoda dengan sayap merahnya yang terkepak cepat di udara.