The Emperor God Wife Is Naughty

The Emperor God Wife Is Naughty
71. Harta Pagoda Kaca



Di tepi danau yang tenang, dua hewan terbang mengepakkan sayap indah mereka di langit. Kepakan sayap besar mereka menciptakan angin yang cukup keras ketika mendarat di tanah tepi danau.


Dua elang besar itu memiliki tubuh yang cukup menampung 4 manusia dewasa. Warnanya merah seperti api disertai paruh kuning dan mata berapi-api. Keduanya akan digunakan untuk para murid menyeberangi danau menuju Pagoda kaca.


Keenam murid itu sudah hadir, terperangah melihat elang yang begitu besar dan gagah. Meskipun mereka telah melihat banyak hewan buas selama di hutan, mereka tetap kagum dengan hewan tingkat menengah seperti elang satu ini.


Seorang kakek tua berjalan di belakang mereka menuju sang elang. Ia menerima hormat elang tersebut kemudian melihat para murid satu per satu. Ada satu gadis yang masih belum datang.


"Di mana dia?" Dekan Akademi bertanya tentang Xie Ran.


"Kemarin dia pergi ke suatu tempat, sebentar lagi akan datang." Pei Xi mewakilkan jawabannya. Meski tidak tahu ke mana Xie Ran pergi, ia yakin gadis itu tidak akan melewatkan kesempatan ini.


Tepat setelah memikirkan hal tersebut, sesosok merah melintas dan mendarat di antara mereka mengisi celah. "Xie Ran hadir! Tidak telambat, 'kan?"


"Sangat tepat waktu. Untung saja kau tidak jadi ditinggal." Zhong Xiaorong meledek.


Mei Liena yang di sebelah Xie Ran mengerutkan kening ketika mencium aroma darah dari tubuh Xie Ran. "Apa saja yang kau lakukan di luar sana?"


"Mencari makan." Xie Ran tidak sepenuhnya berbohong. Ia benar-benar mencari makan tadi pagi yang merupakan alasannya terlambat. "Apa aku terlalu bau?"


"Tidak. Bau darahnya samar-samar dan nyaris tidak tercium. Sebagai apoteker, tentu penciumanku harus tajam." Mei Liena menyengir.


Meskipun Mei Liena mengatakan hal itu, Xie Ran tetap saja merasa mandinya kurang bersih. Ia menghela napas dan bergumam, "Aku harus mandi lagi."


"Pembukaan Pagoda kaca akan dilaksanakan sekarang. Kalian tidak bisa masuk lagi jika perisai telah tertutup, lebih baik mempersiapkan diri lebih awal," kata Dekan Akademi. "Kalian akan diberi waktu tak terbatas di Pagoda kaca untuk berlatih. Di dalam sana terdapat beberapa ilmu sihir dan jurus tingkat tinggi yang bisa dipelajari serta beberapa artefak langka. Kalian tidak bisa memilih sendiri, mereka yang akan memilih kalian. Jadi semua itu bergantung pada diri kalian masing-masing."


Xie Ran bertambah semangat. Jika ia bisa mendapatkan sihir surgawi lagi, ia akan menjadi tak tertandingi dan menerobos lebih cepat. Ia semakin tidak sabar untuk pergi.


Setelah pidato Dekan Akademi, Dekan segera mengarahkan tongkat panjangnya ke langit. Sinar putih mencuat tinggi menampakkan wujud perisai yang mengelilingi danau.


Air danau bereaksi seperti laut serta memiliki permukaan air yang berkilauan. Dekan Akademi melepas tongkat yang melayang di udara mengarahkan tangannya ke arah perisai. Sinar cerah seperti gelombang menyentuh perisai dan membiarkan perisai terbuka secara perlahan seperti pintu besar.


Setelah beberapa saat, Dekan Akademi menarik kembali tangannya. Tongkatnya dibiarkan melayang di udara memancarkan sinar sedangkan ia berbalik melihat murid-murid itu.


"Masuklah dengan elang api. Setelah kalian masuk, aku akan menutup Pagoda kaca sampai kalian memutuskan untuk keluar. Gunakan batu kaca untuk menghubungiku jika terjadi sesuatu atau menyelesaikan latihan." Dekan Akademi memberi pesan, langsung diangguki oleh ketujuh muridnya.


Mereka segera berbondong-bondong ke arah elang api. Elang api memiliki tubuh yang panas, namun Dekan Akademi telah memberi elang api sebuah alat sihir agar anak-anak itu tidak menderita kepanasan di punggung elang.


Ketika semuanya dengan gembira menaiki elang api, Xie Ran menghampiri Dekan Akademi dan membungkuk.


"Dekan, terima kasih atas dukungannya."


Dekan Akademi terkekeh. "Mendukung murid jenius seperti kalian, itu memang sebuah kewajiban."


Xie Ran merasa tidak enak sekarang. Tujuan sebenarnya ke pagoda kaca untuk menembalikan kekuatan Qu Xuanzi serta melepaskan Naga Laut. Bagaimana jika kedua hal penting ini hilang? Bukankah ia akan menjadi murid durhaka?


Tapi ia tidak boleh ragu dengan keputusannya. Suatu hari, ia akan membalas kebaikan Dekan Akademi yang telah membantunya. Ia akan mengingat jasa itu.


"Xie Ran pergi." Xie Ran membungkuk sekali lagi dan segera melompat ke atas punggung elang api.


Elang api mengepakkan sayap besarnya menyebabkan pasir dan tanah berterbangan. Tubuhnya terangkat di udara disertai ringkikan serak. Dengan kecepatan tinggi, elang api terbang ke arah perisai yang telah terbuka.


Tepat setelah kedua elang itu masuk, perisai tertutup rapat serta sinar yang berasal dari tongkat menghilang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Elang api terbang dengan kecepatan tinggi di udara. Sayapnya yang berapi-api dikepakkan di atas air danau yang besar seperti laut kemudian mendarat di atas sebuah pulau.


Ketujuh orang di punggung elang segera turun. Begitu menginjak tanah penuh pasir putih, mereka merasakan energi yang kuat dan murni yang tersebar. Ketebalan qi di udara sangat kaya dan bagus untuk pelatihan mereka.


"Ini sangat bagus." Liu Chang begitu senang.


Elang api tidak akan pergi sampai mereka kembali, jadi kedua hewan itu akan tetap diam di depan gerbang pagoda.


Di depan mereka, terdapat sebuah gerbang kuno yang besar. Gerbang itu memiliki ukiran rumit serta terlihat sangat berat dan tebal.


Mereka bersamaan menghampiri gerbang besar yang terlihat misterius itu. Begitu mendekat, gerbang berat itu mengeluarkan suara gembok yang terbuka sebelum akhirnya pintu terbelah dengan sendirinya.


Perlahan pintu terbuka menampakkan sebuah halaman luas yang dipenuhi aura kehidupan. Banyak tanaman langka baik obat maupun racun yang bersinar. Di tengahnya terdapat sebuah pagoda besar 9 lantai dan dipenuhi kristal yang merefleksikan langit biru.


Mereka masuk ke halaman depan pagoda. Semangat membata di hati mereka terutama Xie Ran yang sejak tadi pandangannya terus terarah pada pagoda yang dipenuhi energi. Akhirnya ia akan menyelesaikan misi di Tianshang.


Xie Ran dengan segera pergi ke arah pagoda. Ia tidak ingin menyiakan banyak waktu hanya untuk melihat-lihat. Ia ingin langsung mendapatkan apa yang ia inginkan.


Membuka pintu ganda pagoda, aroma kayu yang segar tercium di hidungnya. Terdapat banyak rak disertai buku berjejeran seperti perpustakaan besar. Ini baru lantai pertama, entah ada apa saja di lantai berikutnya.


Bukan hanya ada buku saja di tempat ini. Beberapa senjata dan artefak langka juga berjejer rapi disertai energi kuat yang mendominasi. Siapa pun akan bersemangat hanya dengan melihatnya.


Xie Ran menghampiri sebuah kristal berkilauan berwarna merah seperti darah. Ketika ia akan menyentuh kristal itu, ia merasakan sengatan di tangan hingga harus menarik kembali tangannya.


Ia mendengus. "Kau tidak memilihku. Kau pikir aku juga akan memilihmu?"


"Menurutmu kristal bisa dengar?" Pei Xi tiba-tiba sudah ada di sebelahnya terkekeh dengan ucapan Xie Ran.


Xie Ran tersenyum kecut. "Aku bahkan bicara dengan tanaman seperti orang gila beberapa waktu lalu."


"Wanita jahat, kau jangan merendahkanku!" Suara itu terdengar dari kristal merah yang baru saja menolak Xie Ran. Suaranya seperti anak kecil yang sombong.


Xie Ran menatapnya sebal. "Bukankah kau yang menolakku? Aku hanya ingin lihat sebentar, kau sudah menyetrumku."


Pei Xi mengerutkan kening melihat Xie Ran mengomel pada benda mati. Itu disadari oleh Xie Ran hingga ia menatapnya denga  wajah sebalnya.


"Kau dengar? Kristal ini bisa bicara dan mengataiku wanita jahat. Siapa sebenarnya yang jahat?"


Pei Xi menatap Xie Ran ngeri. "Aku tidak mendengar apa pun."


"..."


Apa aku berhalusinasi? Xie Ran menatap kristal itu lagi dengan marah. Apa kristal itu yang membuatnya bertindak seperti orang gila? Kristal itu balas dendam?


"Aku bahkan terkejut kau mendengarku." Kristal itu tidak terima Xie Ran menuduhnya sembarangan.


Xie Ran semakin terdiam tanpa bisa berkata apa pun. Ia tertawa hampa untuk beberapa saat dan memukul kepalanya yang sepertinya bermasalah.


Tdak tahu itu beruntung atau bencana. Sebelumnya bisa bahasa naga, kemudian tanaman, lalu ular, sekarang benda mati! Meski hanya benda atau tanaman tertentu yang memiliki roh kuat, tetap saja itu mengejutkan. Ia pikir semua artefak kuat bisa bicara. Ternyata itu hanya berlaku untuknya seorang.


"Sudahlah, aku tidak tahu harus menyalahkan siapa." Xie Ran berbalik pasrah. Kondisinya sangat membingungkan. Ingin menyalahi langit, tapi sama saja menyalahi Qu Xuanzi yang kondisinya tidak diketahui. Ingin menyalahkan kristal itu juga terlalu dangkal.


Pada saat ini, setelah terbongkarnya Xie Ran yang bisa bicara dengan alat spiritual, para benda itu penasaran dan mulai berisik di telinganya. Xie Ran ingin kabur sekarang!


"Kau benar bisa bicara dengan alat spiritual?" Pei Xi bertanya membuat rasa frustrasi Xie Ran teralihkan.


"Aku ... aku tidak tahu. Aku pikir terjadi kecelakaan. Aku menjadi gila!" Xie Ran merasa harus pergi ke psikiater.


"Bukankah itu bagus? Sangat jarang ada yang bisa bicara dengan alat spiritual. Hanya orang-orang yang jiwanya pernah berinteraksi dengan alat spiritual surgawi secara langsung yang dapat melakukannya. Tapi sejauh ini, tidak ada yang seperti itu."


"Apa itu termasuk luar biasa? Aku pikir itu adalah kutukan." Xie Ran benar-benar tidak ingin menjadi yang paling luar biasa. Itu akan membahayakannya. Bagaimana jika ada yang memburunya lagi? Ia sudah berjanji misi kali ini adalah yang terakhir. Ia tidak mau menambah beban!


Pei Xi terkekeh. "Kau akan tahu manfaatnya nanti."


Xie Ran mendengus sebelum pergi mencari barang yang cocok untuknya. Di lantai dasar ini terlalu berisik dan mengganggu. Ia hanya bisa mencari ketenangan untuk konsentrasi di lantai atas.


Xie Ran menaiki tangga menuju lantai kedua dan ketiga. Tidak ada apa pun yang cocok untuknya sejauh ini. Ia hanya menemukan alat spiritual yang berisik. Mereka mengatakan; Xie Ran sama semaki tidak cocok dengan mereka.


Sudah dua hari ia berkeliling. Tapi tidak menemukan apa pun yang cocok dan ia selalu tertolak dengan alasan yang sama. Mereka sudah berada di lantai tujuh. Bahkan teman-temannya sudah ada setidaknya satu buku teknik tingkat tinggi.


Pada akhirnya, Xie Ran dengan rasa kebosanan tinggi sekaligus wajah yang menggelap langsung menerobos lantai sembilan untuk mencoba peruntungan.


Semakin tinggi lantai pagoda, semakin pekat qi yang dirasa sekaligus semakin besar tekanan. Kekuatan Xie Ran telah tertahan semenjak masuk ke pagoda, tapi Xie Ran tidak merasakan apa pun berkat energi murni miliknya. Ia bahkan tidak tahu mengenai tekanan itu. Ia hanya merasa sumber daya di sini sangat melimpah dan menyegarkan meridiannya.


Ketika sampai di lantai sembilan sendirian, Long Huo dan Long Yun keluar dari liontin. Tubuh kecil mereka melayang di udara dan merasa segar dengan aura yang kaya.


"Master, tempat ini sangat cocok untuk berlatih. Dengan kecepatan kultivasi Master, Master akan cepat menerobos!" Long Yun tentu bersemangat dan mengitari tiap sudut pagoda besar ini.


Xie Ran menghela napas. "Mungkin aku hanya bisa mengambil semua qi di sini. Tapi tidak bisa mengambil barang-barangnya."


"Master terlalu kuat untuk mereka." Long Huo berkata sambil mengendus mencari sesuatu yang menarik.


Xie Ran tersenyum kecut. "Kau tidak pandai menghibur."


Long Huo benar-benar bukan sekedar menghibur. Para barang di bawah merasa tahu diri tidak bisa mendampingi Xie Ran bertarung karena tekanan tertentu. Sayangnya Xie Ran tidak tahu.


Xie Ran kembali melihat-lihat dan duduk di tengah ruangan. Ia memejamkan mata dan mencoba menyerap qi sebanyak mungkin agar kultivasinya meningkat. Energi murninya juga sudah berusaha ia tingkatkan, tapi kemacatan itu terlalu parah dan ia selalu gagal. Sebenarnya apa yang membuatnya gagal?


Xie Ran menghela napas dan membuka mata. Tepat pada saat itu, ia melihat beberapa benda tajam melayang di udara seolah menyerangnya. Itu seperti panah, namun lebih kecil dan tersembunyi. Hanya terlihat sinar merah yang meninggalkan jejak di udara sedangkan wujudnya tidak terlihat.


"Master awas!"


Xie Ran menggunakan tangan giok kemudian menahan serangan panah kecil itu yang memancarkan sinar merah. Tangan giok Xie Ran sangat kuat dan dapat menahan ujung runcing panah kecil itu beserta tekanannya hingga akhirnya jatuh ke lantai seperti sumpit yang berjatuhan.


Long Huo dan Long Yun menghampiri dan melihat benda tersebut. Xie Ran juga sama, ia mengerutkan kening ketika merasakan energi yang melemah dari benda itu.


"Aku tidak percaya dapat melihat bulu phoenix ini." Long Huo terpana.


"Bulu phoenix? Apa ada phoenix?"


"Benar, ini adalah bulu phoenix yang didapat ketika pengorbanan sang phoenix api. Itu sangat panas dan dapat membakar apa pun dalam satu kedipan mata. Api phoenix memiliki kemurnian tinggi melebihi api pada umumnya. Kekuatannya bukan main-main."


"Master, sebenarnya bulu phoenix telah memilihmu sebagai tuannya. Bulu phoenix adalah bagian dari phoenix, tidak bisa bicara dan dapat menyerang sesuai inting roh yang tersisa di dalamnya. Tapi sekarang rohnya sudah habis, itu akan bergantung pada penggunanya."


Butuh beberapa saat bagi Xie Ran untuk bicara. "Aku rasa ini menjadi lemah."


"Yang master rasakan adalah rohnya yang perlahan menghilang. Pada dasarnya, semua alat spiritual di sini adalah alat spiritual roh. Seperti yang dikatakan Tuan Dewa, itu tidak cocok untuk Master."


"Bulu phoenix kehilangan rohnya, bukankah menjadi tidak berguna?" Xie Ran tidak tahu bagaimana nasibnya bisa seperti ini.


"Meskipun rohnya telah hilang, tetap saja itu adalah alat spiritual langka. Kekuatan serangannya mengerikan, aku bahkan tidak berani menerima serangannya," jelas Long Huo.


"Tidak disangka, dunia fana memiliki alat spiritual surgawi seperti ini. Phoenix api adalah peliharaan Dewa Api dan butuh waktu ribuan tahun untuk berkembang. Master, kau tidak boleh menyiakannya!" seru Long Yun.


Xie Ran mengangguk paham dan mengambil bulu phoenix itu. Bulu phoenix sangat panas sampai memancarkan sinar merah dan ia harus menggunakan tangan giok agar tidak melepuh.


"Karena ini memilihku, maka ini menjadi milikku." Xie Ran langsung menyimpannya begitu saja di dalam cincin spasial. Ia akan meneliti kekuatan bulu phoenix nanti.


"Karena master memiliki bulu phoenix, maka master harus memiliki sihir api tingkat tinggi untuk mengendalikannya," ujar Long Huo.


Xie Ran mengangguk dan mencoba mencari buku sihir. Ia menggunakan kekuatan mentalnya untuk mencari sihir yang cocok dengan bulu phoenix.


Tapi sejauh yang ia cari, tidak ada hasilnya.


"Apa peringkat harta pagoda ini begitu rendah?" Xie Ran mendengus kesal. Lagi-lagi seperti ini.


Xie Ran mencari ke tempat-tempat lain sekali lagi. Tapi hasilnya tetap sama. Karena kesal, ia menyebaskan kekuatan mentalnya ke seluruh ruangan secara paksa mencari sesuatu yang cocok untuknya. Ia tidak percaya akan ada yang lolos dari jangkauannya.


Sinar putih milik Xie Ran terus menjalar di berbagai sudut dan tepi. Tidak ada yang beraksi di antara buku dan barang-barang itu membuat Xie Ran merasa percuma ia menggunakan cara ini. Lebih baik melanjutkan misi.


Begitu Xie Ran menarik kembali kekuatannya, ia merasa kekuatan mentalnya menyentuh sesuatu yang sensitif menyebabkan kekuatan mentalnya melonjak tak terkendali. Dengan segera Xie Ran menarik kekuatannya cepat-cepat sebelum terkena serangan balik dan terluka parah.


"Master baik-baik saja?"


Dua naga itu langsung terbang ke sisi Xie Ran dan mencoba mencari sesuatu.


"Master, ada sesuatu di sana!" Long Yun merasakan sesuatu yang kuat dan langsung menarik Xie Ran ke tempat asal.


Berada di sudut dan bagian tertatas. Long Yun menyingkirkan tumpukan buku-buku dan menemukan sebuah dinding berukir serta garis segi empat yang menarik.


"Apa ini teka-teki?" Long Huo memiringkan kepala tidak mengerti.


Sedangkan Xie Ran hanya melihatnya tanpa mengucapkan apa pun. Ia meraba bagian segi empat itu dimana terdapat ukiran tidak jelas dan tidak terlalu terlihat karena tersamar cat dinding.


Ia mengeluarkan kekuatan mental perlahan mencoba menerobos. Sinar putih itu mengikuti alur ukiran yang membentuk sebuah ukiran berbentuk naga yang sulit ditentukan.


Xie Ran mengerutkan kening. Ia menekan dinding membuat bagian segi empat itu terpendam seperti tombol.


Suara mesin terbuka terdengar, atau lebih tepatnya pintu terbuka. Ketiganya menoleh ke asal suara di mana lemari buku di sebelahnya berbalik memunculkan sebuah ruang rahasia. Tangga muncul di dalam menuju ke bawah tanpa penerangan sehingga tidak tahu ada apa di dalam sana.


"Aku seperti berada di film misteri. Tidak ... lebih seperti ke film horor." Xie Ran memasang raut rumit. Ia tidak menyangka keberuntungannya seperti ini dan tidak tahu apa akan baik untuk ke depannya.


"Energi di dalam sangat kuat." Long Huo menyipitkan mata.


"Master, jangan ke sana! Aku merasakan sesuatu yang berbahaya di dalam." Long Yun mendesak.


Xie Ran menaikkan sebelah alis. Berbahaya? Bukankah sama saja dengan kata 'menarik'? Ia tersenyum miring diam-diam. "Ikut aku."


"Master—"


"Tujuanku di sini mencari sihir Qu Xuanzi dan Naga Laut. Mungkin ini adalah jalannya. Ayo!" Xie Ran langsung masuk ke dalam tanpa mempedulikan dua naga itu.


Mau tidak mau, dua naga pasrah dan ikut masuk ke ruangan gelap itu. Selepas ketiganya masuk, pintu kembali tertutup rapat digantikan oleh lemari yang penuh dengan buku sihir.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di luar pagoda, Ann Rou berdiri di luar perisai dengan wajah dingin sekaligus cemas. Ia terlambat datang dan terpaksa berdiri di luar karena tidak bisa masuk.


"Apa kau mengkhawatirkannya?" Dekan Akademi datang ke sisinya. Ia telah melihat Ann Rou sebelumnya di turnamen dan berasumsi Xie Ran memiliki hubungan baik dengan Ann Rou sampai Ann Rou harus melindunginya.


"Dia temanku, juga seseorang yang menjadi tanggung jawabku. Tentu aku harus terus khawatir dan melindunginya."


"Apa ada seseorang yang mengirimmu?"


"Menurutmu?"


Dekan Akademi berpikir sejenak. Jika orang itu yang mengutus Ann Rou melindungi Xie Ran, maka orang itu harus jauh lebih kuat dari Ann Rou. Apalagi berdasarkan temperamen gadis ini, tidak mungkin bekerja untuk orang biasa.


"Apa kau tidak bisa membiarkanku masuk?" Ann Rou sudah tidak sabaran. Ia merasakan firasat buruk.


"Dengan kekuatanmu, itu bukan sesuatu yang sulit."


"Ada yang salah. Rune yang kau gunakan adalah rune yang berasal dari kekuatan tuanku, aku tentu tidak bisa menghancurkannya."


"Tuan?" Dekan Akademi penasaran. Apa tuan ini adalah orang yang mengutus Ann Rou untuk melindungi Xie Ran?


Ann Rou tersenyum dingin dan melirik dekan di sebelahnya. "Benar."