
Dunia Bawah menjadi lebih sunyi sejak kepergian Xie Ran. Kaisar Iblis sendirian di ruangannya, berdiri menghadap jendela dengan raut teduh dan kosong.
Baru beberapa saat setelah Xie Ran pergi, Kaisar Iblis kembali murung dalam waktu lama. Melihat ke luar jendela di mana perhutanan rindang tanpa kehidupan berada, seketika ia merasakan sebuah aura familiar yang muncul di sekitarnya.
Aura dingin dan tidak terlalu mencolok, sangat jelas bahwa ia menyembunyikan auranya agar tidak diketahui makhluk lain di luar sana. Namun Kaisar Iblis tetap mengetahuinya, karena sosok itu telah hadir di ruangannya.
"Ternyata benar, kau ada di sini."
Suara sedingin es itu sampai di telinga Kaisar Iblis. Pria itu menghela napas, kemudian bicara tanpa menoleh.
"Dia sudah pergi, setelah membunuh seseorang."
"Aku tahu."
"Sepertinya suasana hatinya sedang buruk, lebih baik bujuk dia sebelum membuat kekacauan." Kaisar Iblis diam untuk beberapa saat, kemudian berbalik melihat sosok putih yang berdiri di depan pintu ruangan dengan raut dingin dan jauh. Pria itu memasang senyum iblis. "Kau sudah tahu dia telah pergi beberapa saat lalu, masih saja menemuiku. Apa kau merindukanku?"
Tanpa mengatakan apa pun, pria yang tak lain adalah Qu Xuanzi melemparkan sebuah gulungan ke arah Kaisar Iblis. Dengan tanggap Kaisar Iblis menangkapnya, kemudian melihat Qu Xuanzi bertanya-tanya.
"Tidak mungkin kau datang hanya untuk ini, 'kan? Apa ini dari dewi gadungan itu?" Kaisar Iblis terkekeh.
"Bagaimana kau bisa tahu?" sahut Qu Xuanzi, tanpa merubah ekspresi.
"Ruoruo yang memberitahu." Kaisar Iblis membuka gulungan tersebut lalu membacanya selagi Qu Xuanzi berpikir siapa itu Ruoruo.
Ruoruo ....
Semakin lama Qu Xuanzi berusaha mengingat, akhirnya ia ingat nama itu. Seharusnya nama itu adalah nama saudara kembar Xie Ran. Tapi, yang baru saja berada di Dunia Bawah adalah Xie Ran, bukan Xie Ruo. Bagaimana Kaisar Iblis bisa menyebutkan tentang Xie Ruo selagi tidak tahu apa pun?
Selain itu yang tahu mengenai kepergiannya hanya Xie Ran ....
Ketika Kaisar Iblis menyelesaikan bacaannya dan mulai bertindak serius, melihat wajah berpikir Qu Xuanzi, senyum iblisnya langsung melebar. Sepertinya kesayangan kecilnya sama sekali belum memberitahu mengenai Xie Ruo pada Kaisar Langit.
"Untuk masalah itu, kau bisa tanyakan sendiri pada gadis kecil itu. Sayangnya, akulah orang pertama yang tahu apa yang sedang dia sembunyikan." Kaisar Iblis mengejek, sekaligus berbangga diri dan mencoba membuat Qu Xuanzi kesal.
Qu Xuanzi tidak melanjutkan pemikirannya dan memandang Kaisar Iblis dengan datar. "Sudah selesai?"
"Tentu saja, aku tebak kau datang bukan untuk mematuhi apa yang dikatakan pak tua itu. Jika kau penurut seperti yang dikatakan, aku mana mau mengikuti saranmu, lagipula kau tidak akan melakukannya."
"Untuk masalah ini, lakukan apa yang harus kau lakukan."
Kaisar Iblis memiringkan kepala, menatap Qu Xuanzi dengan tatapan intens. "Apa yang kau rencanakan?"
"Aku tidak berniat melakukan penggabungan dua darah. Jika bisa melawannya bersamaan, mungkin akan lebih baik, tapi diharuskan lebih banyak persiapan." Qu Xuanzi tidak ingin mengambil resiko atas kehidupan Xie Ran. Jika melakukan penggabungan dua darah, membutuhkan energi murni yang menyebabkan nyawa Xie Ran dalam bahaya. Apa pun yang membahayakan nyawa Xie Ran, ia akan menjauhi itu dari Xie Ran.
Kaisar Iblis menaikkan sebelah alisnya. "Aku paham." Ia tersenyum, kemudian melanjutkan, "Lagipula, aku dan kau adalah satu."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di Klan Xie yang baru di puncak gunung, Xie Ran berdiam diri di dalam liontin, tepat di mana Long Long tertidur.
Sejak kembali ke klan, ia langsung berpisah dari Xie Wang dan Su Liu'er, pergi ke kamar dan mengurung diri dalam liontin. Di tangannya, terdapat roh Long Long yang dalam ukuran kecil meringkuk tak sadarkan diri.
Karena serangan Kaisar Iblis, roh Long Long menjadi sangat lemah, berbeda dari roh sebelumnya yang penuh bersemangat. Sejak tadi, Long Long hanya meringkuk dan merasakan sakit dalam diam. Kesadarannya tidak sepenuhnya terlelap, kadang membuka mata untuk memberitahu pada Xie Ran bahwa dirinya baik-baik saja.
Hanya anak kecil yang akan dibodohi seperti itu, Xie Ran bukan anak kecil. Ia mencoba memulihkan roh Long Long menggunakan energi murni, sama seperti ketika ia memulihkan Long Huo. Tapi proses semakin panjang hingga tenaga Xie Ran hampir habis.
Tapi semakin lama, roh Long Long semakin transparan, bahkan sudah tidak terasa di kulit Xie Ran seolah yang ia sentuh hanyalah udara kosong.
"Tidak ... maaf ...." Xie Ran menunduk, merasa bersalah. Jika saja ia tidak berada di situasi kacau, Long Long tidak akan dalam bahaya. Andai saja ia bisa menahan Long Long keluar lebih kuat dan tidak membiarkannya menghadang.
Tapi sudah terlambat untuk menyesal.
Di luar sana, klan terjadi keributan karena Liu Chang dan yang lainnya baru sampai. Begitu tiba, mereka menerobos begitu saja tanpa tahu malu dan menanyai murid klan tentang keberadaan Xie Ran dengan penuh kepanikan.
Para murid klan hanya bisa terdiam, membiarkan anak-anak itu mengeksplorasi klan baru sambil mencari ketua mereka seperti anak hilang. Hanya Pei Xi yang mengasingkan diri dari anak-anak tidak tahu malu itu, tidak ingin ikut campur.
"Cepat antarkan aku padanya!" Zhong Xiaorong membusungkan dada menunjukkan integritasnya sebagai tuan putri.
"Ini ... Nona, Tuan Muda, Ketua Klan tidak ingin diganggu. Ketika datang, suasana hatinya buruk, langsung mengurung diri di kediaman, tidak ada yang bisa dilakukan."
"Aiya, ketua kalian itu sedang mengkhawatirkan teman-temannya, barulah suasana hati memburuk. Antarkan saja, tidak ada banyak alasan! Aku pastikan, suasana hati ketua kalian akan membaik." Yan Yao bicara dengan penuh percaya diri. Ia sangat mengenal Xie Ran, hanya perlu membujuknya dengan makanan atau barang mengkilap, semuanya beres.
"Benar, Liena sudah membawakan banyak makanan dari kota yang sebelumnya kami singgahi. Ketua kalian akan sangat senang." Liu Chang mendukung argumen Yan Yao dengan semangat.
"Benarkah?" Murid itu ragu. Anak-anak muda itu tampak tak bisa dipercaya.
"Antarkan saja." Mei Liena merangkul murid itu membuat murid itu memerah seketika.
Pada umumnya mereka mengagumi Xie Ran, tapi tidak bisa mendekatinya karena aura yang menyesakkan membuat mereka takut. Teman-teman ketua mereka juga sama. Namun kali ini, salah satu teman cantik ketua mereka merangkul seorang murid laki-laki dengan kelembutan, siapa yang tidak akan meleleh?
"Liena, kau berlebihan." Zhou Kui berdeham. Terlalu lama berada di Benua Lava, Mei Liena kadang sulit melupakan kesan di sana sehingga bertindak seolah sedang memeluk naga imut.
Mei Liena terkekeh, kemudian melepas rangkulannya sehingga murid itu dapat bernapas setelah sekian lama.
"Tunjukkan sekarang." Mei Liena meminta murid itu menunjukkan.
Mau tidak mau murid itu menurut, menunjukkan mereka jalan ke arah kamar Xie Ran.
Berpikir mereka akan bersenang-senang setelah sekian lama, ketika masuk ke dalam kamar, mereka menemukan kamar yang kosong.
Mereka diam untuk beberapa saat, kemduian melihat liontin yang tergeletak dan menyamarkan diri dengan baik. Jika Zhong Xiaorong tidak menemukannya, mereka tidak akan pernah tahu di mana Xie Ran sebenarnya.
Mendekati liontin, mereka berniat masuk ke dalam untuk menemui Xie Ran. Tapi tiba-tiba cahaya perak muncul di sekitar liontin mengeluarkan aura dingin yang membuat bulu kuduk mereka berdiri.
Sinar perak yang menyilaukan, begitu pekat dan penuh tekanan. Mereka yang baru saja ingin masuk ke dalam liontin langsung meneguk salivia.
Hanya dengan satu aksi tersebut, mereka semua bubar keluar kamar dengan terburu-buru. Murid yang menunggu di luar merasa penasaran, kemudian menghampiri mereka yang berwajah pucat.
Melihat murid yang penuh pertanyaan itu, Zhou Kui langsung bicara, "Ranran ... sedang tidur sangat pulas. Pasti karena kelelahan, jadi tidur begitu cepat. Lebih baik tidak mengganggunya."
Demi menjaga wajah mereka, lebih baik menggunakan alasan itu agar tidak ada seorangpun yang masuk ke dalam kamar mengerikan itu. Mereka takut, tapi tidak ingin mengakui di depan murid-murid naif yang otaknya habis 'dicuci' itu.
Murid itu mengangguk-angguk paham, tidak mempertanyakan apa pun. "Kalau begitu, biar saya antarkan Nona dan Tuan Muda ke kamar."
Mereka mengangguk canggung, kemudian mengikuti arah murid itu pergi. Lebih baik seperti ini daripada menghadapi suasana hati buruk dari Xie Ran.
Hal yang tidak diketahui oleh mereka, di tengah lamunan yang terlarut, sinar perak yang meledak tersebut berasal dari lonjakan energi dalam tubuh Xie Ran yang lama tertekan. Hanya dalam beberapa waktu, Xie Ran menerobos batas kultivasi manusia.