
"Xie Ran, kau tidak pergi ke mana pun, tidak ada yang bisa menyelamatkanmu. Kaisar Iblis akan senang dan memberiku hadiah." Di Yushi bicara penuh penekanan dan bahagia. Matanya menjadi gila memikirkan Kaisar Iblis akan memberinya hadiah setelah menyerahkan Xie Ran dan menjadi sempurna setelah memanfaatkannya.
Tapi bukannya takut, Xie Ran justru tersenyum merendahkan. "Kau yakin akan mendapat hadiah?"
Di Yushi mendengus akan ucapan Xie Ran yang meremehkannya. Kaisar Iblis sudah berjanji akan memberi hadiah besar setelah menangkap energi murni. Ia tentu sangat bersemangat dan mencibir Xie Ran yang sok tahu.
"Kau akan melihatnya setelah sampai di Dunia Bawah." Di Yushi segera maju sedangkan Xie Ran telah terpojok. Gadis itu segera memikirkan beberapa hal yang mungkin bisa menyelamatkannya.
"Kau tidak bisa menyakitiku," seru Xie Ran membuat Di Yushi terhenti.
"Kau pikir aku tidak berani membunuhmu sekarang?" Di Yushi kesal akan Xie Ran yang mencoba membuatnya berhenti.
"Aku tidak takut mati, tapi ... aku tidak yakin kalian akan tetap hidup setelah aku mati. Aku tidak peduli, aku bahkan bisa melompat sekarang." Xie Ran berdiri di jendela lebar belakangnya yang tanpa pembatas. Itu membuat Di Yushi merasa semakin dipermainkan!
"Tahu apa kau!"
"Energi murni tetap ada selama aku masih hidup. Jika aku mati, jangankan Kaisar Langit, bahkan Kaisar Iblis akan membunuh semua orang. Sekali kau menyerang atau berniat melumpuhkanku, aku memiliki hanyak cara untuk mengakhiri hidup."
Ucapan Xie Ran membuat Di Yushi tertegun. Gadis itu benar, bila ia mati, baik Kaisar Langit ataupun Kaisar Iblis tidak akan mengampunkan siapa pun. Ia tidak bisa membunuh gadis itu sembarangan atau kekacauan akan terjadi cepat atau lambat.
"Satu lagi, jika menyakitiku, kau tidak akan mendapat hadiah dari Kaisar Iblis." Xie Ran bicara dengan nada mengejek.
"Kenapa kau bicara seperti itu? Apa yang kau ketahui tentang Kaisar Iblis?" Di Yushi sudah kesal sejak tadi menyadari fakta ia tidak berdaya di depan gadis yang nyawanya dilindungi dua orang kuat sekaligus.
"Secara teknis, aku bertunangan dengan Kaisar Langit. Kaisar Langit juga Kaisar Iblis, mereka adalah satu—meski saat ini berpisah. Jika Kaisar Langit bisa sangat marah jika aku terluka, apa Kaisar Iblis juga tidak akan marah? Aku dengar, temperamen Kaisar Iblis lebih buruk dari Kaisar Langit." Xie Ran bersandar tenang. Senangnya memiliki bekingan kuat yang melindunginya. Ada gunanya ia menerima lamaran Qu Xuanzi.
Di Yushi telah menangkap makna kalimat Xie Ran dan menjadi bingung. Jika ia menangkap Xie Ran sekarang dan terluka, bukan hadiah yang ia dapat melainkan hukuman. Ia tahu persis bagaimana temperamen Kaisar Iblis yang mengerikan. Lagi-lagi ia dibuat kesal oleh gadis kecil tidak tahu malu itu!
Tapi kemudian ia sadar, mendengarkan gadis kecil tak bermoral ini sama saja menyerahkan diri. Jika ia menyerah begitu saja, ia tetap akan menerima hukuman. Jadi, lebih baik menyelesaikannya sekaligus. Setidaknya, ia tidak membunuh gadis kecil itu dan hanya membuatnya tidak sadarkan diri.
Ketika melihat aura Di Yushi yang awalnya tenang kini menjadi kuat, Xie Ran merasa ucapannya kurang manipulatif. Andai ia membawa Tang Yueha yang manipulatif, ia dapat memanfaatkan gadis menyebalkan itu untuk dijadikan tumbal.
"Memang tidak ada cara lain," gumamnya.
Ketika Di Yushi mulai menyerang lagi, Xie Ran langsung bergelantungan di dinding luar menara untuk menghindar. Di Yushi semakin kesal melihat Xie Ran bergelantungan di dinding dan melompat ke jendela lain untuk menghindarinya.
Xie Ran sudah terbiasa bertarung dengan cara seperti ini. Meski terlihat mengerikan seakan akan jatuh, ia tidak merasa demikian dan masuk ke jendela lain dengan ringan.
Ketika ia mendarat dan mendongak, ia telah mendapati Ann Rou yang tercegang melihatnya masuk dari ketinggian jendela. Ia baru saja masuk setelah menghadapi banyak iblis di tangga sedangkan Xie Ran masuk melalui jendela begitu saja seakan bisa terbang. Xie Ran tersenyum lebar melihatnya begitu memikirkan rencana baru.
Di samping itu, Raja Ye Gu sibuk menahan Qu Xuanzi di atas menara. Sedangkan pria itu hanya diam seolah tidak ada yang terjadi sambil memperhatikan pergerakan Xie Ran di bawah sana. Ia tetap tenang seperti biasa, berbeda dari Raja Ye Gu yang mulai tertekan.
Raja Ye Gu merasa tidak beres. Ia pikir dirinya telah membatasi pergerakan Qu Xuanzi dengan cara membuat pembatas di sekitar menara agar Qu Xuanzi tidak dapat membantu Xie Ran. Tapi sepertinya pria itu memang sengaja tidak membantu, justru membiarkan Xie Ran bertarung sendirian dengan Di Yushi.
"Kenapa kau tidak membantunya?" Raja Ye Gu heran.
"Dia akan keberatan." Qu Xuanzi tidak perlu berbohong pada calon mayat. Ia bisa saja membunuh Raja Ye Gu, tapi jika membunuh iblis itu sekarang, ia tidak akan sesabar ini menunggu Xie Ran membunuh Di Yushi. Biarlah gadis itu berlatih tanpa bantuannya.
"Oh? Sejak kapan Kaisar Langit yang agung memikirkan perasaan seseorang?" Raja Ye Gu jelas tidak tahu hubungan macam apa di antara Qu Xuanzi dan Xie Ran. Ia tertinggal terlalu banyak.
"Aku tidak memliki hak menjawab," balas Qu Xuanzi tidak berniat bicara lebih jauh pada pria itu.
Semakin ke sini, Raja Ye Gu merasa ada yang tidak beres. Apa Kaisar Langit ini sedang mengasah Xie Ran dengan cara menjadikan Di Yushi batu asahan? Bukankah Di Yushi akan kalah?
Ketika memikirkan hal tersebut, ia buru-buru melepas pembatas dan hendak pergi. Namun tiba-tiba tubuhnya melayang di udara ketika Qu Xuanzi mengangkat tangannya.
Raja Ye Gu melihatnya dengan tubuh gemetar serta leher yang tercekik. Ia bahkan tidak memiliki kesempatan melawan balik dan lumpuh begitu saja di udara. Detik berikutnya, tangan Qu Xuanzi sudah menekan lehernya lebih cepat dan membenturkannya ke dinding sampai retak.
Qu Xuanzi melihat Raja Ye Gu yang masih hidup namun dalam keadaan kritis dengan tatapan yang sama tanpa berkedip. Ia melepas cekikannya membiarkan pria malang itu terpendam di dinding yang nyaris runtuh.
Ia menggerakkan bibirnya menggumamkan sesuatu nyaris tidak terdengar, "Kau membuatku bosan."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ruangan kini telah dilapisi oleh es dan menyakitkan para iblis. Tepat setelahnya, Xie Ran telah beresonarsi dengan es Ann Rou, langsung dihadapkan oleh Di Yushi yang marah akan kondisi menara yang membeku.
Selagi Ann Rou melawan para iblis yang tidak ada habisnya, Xie Ran berteleportasi melawan Di Yushi. Di Yushi menyebabkan es milik Ann Rou mencair di berbagai arah dan membuat kobaran api yang kontras dengan domain es yang baru saja dibuat. Xie Ran menebaskan pedangnya, menciptakan terjangan es dari lantai yang menghantam Di Yushi seperti badai.
Xie Ran melakukannya beberapa kali hingga melingkari areanya. Banyak es runcing membentuk gundukan dari lantai mengelilinginya sebelum akhirnya Xie Ran menjadikan semua es itu serpihan tajam yang menembus banyak iblis sampai mati.
Di Yushi menangkis semua es runcing yang menyerangnya dan melesat menghampiri Xie Ran. Namun beberapa es berterbangan mengikuti arahnya di belakang dan membentuk sesosok burung es yang cukup besar. Burung itu melengking hebat menciptakan udara dingin serta terjangan es yang kacau membantai para iblis.
Di Yushi berhasil lolos dari serangan burung es. Ia menarget Xie Ran dan menghentakkan tombaknya dengan cepat. Xie Ran menghindar beberapa kali. Ia jelas bisa menekan Di Yushi sekarang, namun ia sedang mempersiapkan teknik yang baru ia pelajari dari pedang tujuh langit.
Xie Ran mendarat sedikit jauh dari Di Yushi. Beberapa pedang muncul disertai aura dingin membentuk domain es yang membekukan ruangan. Pedang-pedang itu melesat meninggalkan jejak es yang dapat membekukan udara, meluncur mengitari Di Yushi membentuk penjara pedang.
Sekarang, Xie Ran mendapatkannya terperangkap tanpa bisa melawan. Perang-perang mengeluarkan es runcing yang begitu dingin dan tajam, menonjol seperti duri besar yang menembus tubuh Di Yushi sampai tidak bisa bergerak.
Darah hitam menetes melalui duri es yang timbul dan mengalir ke lantai dalam keadaan beku. Itu terlalu dingin dan memadamkan api yang menjadi kekuatan Di Yushi. Tidak sampai di sana, perang-perang itu berputar cepat menyayat Di Yushi dan terbang kembali ke arah Xie Ran sebelum menghilang. Di Yushi ambruk saat itu juga.
Xie Ran diam untuk beberapa saat melihat hasil karyanya yang dipenuhi darah. Ia terkekeh, melihat pedangnya yang memantulkan pencerminan dirinya dengan jernih. Pedang yang sangat kuat, namun cukup menguras tenaganya. Ia harus beristirahat setelah ini berakhir.
"Nona, semuanya sudah dibersihkan." Ann Rou membungkuk di dekat Xie Ran. Ia agak terkejut melihat Di Yushi mati begitu nengenaskan. Rupanya es yang dikendalikan Xie Ran bisa lebih kejam dari miliknya.
Xie Ran menghadapnya, menyimpan pedang lalu bicara, "Kita akan pergi ke Laut Selatan hari ini."
Qu Xuanzi di atas sana merasa Xie Ran telah menyelesaikan masalahnya, ia menyelesaikan masalah Raja Ye Gu seolah seseorang di tangannya hanya serangga yang tak perlu diperhatikan. Selanjutnya menghilang begitu saja membiarkan pria malang itu mengering, hanya tersisa kulit dan tulang.
Ia muncul tepat di depan Xie Ran yang baru keluar dari tempat mayat Di Yushi berada. Ia tersenyum melihat Qu Xuanzi. "Aku akan langsung ke Laut Selatan. Tidak masalah?"
Qu Xuanzi meraih rambut Xie Ran yang cukup berantakan lalu merapikannya sedikit. "Kamu berantakan."
Pria itu berbalik menggenggam lengan Xie Ran sambil memeriksa denyut nadinya. Sangat kacau, namun ia tetap datar seperti biasa. "Tidak tahu apa yang akan terjadi ketika sampai, tapi sudah pasti akan melawan Hydra. Kau harus berada dalam keadaan puncak."
Xie Ran tersenyum kecut merasa pria ini sangat protektif. "Aku akan pulih setelah perjalanan panjang, berdasarkan jalurmu yang berputar-putar."
Melihat Qu Xuanzi hanya diam, Xie Ran merasa pria itu tetap tidak setuju. Pasalnya kekuatan Xie Ran berkurang sangat drastis setelah menggunakan teknik yang begitu besar dan masih asing bagi tubuhnya. Xie Ran telah mengalami cedera internal, membuat Qu Xuanzi tidak ingin Xie Ran melakukan perjalanan ke Laut Selatan lebih cepat.
"Baik, aku akan istirahat tiga hari." Xie Ran merasa tidak memiliki kesempatan lagi, hanya bisa menyerah. Padahal ia berniat istirahat di perjalanan agar misinya cepat selesai. Tapi sepertinya ia memang harus mengulur waktu lebih lama.
Sedangkan Xie Ran ingin mempersingkat waktu, Qu Xuanzi justru ingin lebih lama di sini. Masalahnya, setelah dari Laut Selatan, ia harus berpisah lagi dengan Xie Ran karena perjalanannya tidak cocok untuk Xie Ran. Ia telah memperhitungkan segalanya, Xie Ran tidak tahu hal itu.
Mereka kembali ke Kota Ye. Li Ningzhi yang tersesat di hutan melihat mereka di kejauhan, langsung membuat dirinya sendiri begitu menyedihkan. Namun ketika teringat Qu Xuanzi yang 'menitipkan' Xiao Caihong padanya, ia menjadi pucat menyadari anak kecil itu telah hilang. Ia panik seketika.
Li Ningzhi gelisah. Ia baru saja akan betindak menyedihkan telah lama mencari Xiao Caihong seolah mengkhawatirkannya, tapi ternyata Xiao Caihong telah hadir di gendongan Naga Azure yang tiba-tiba muncul ketika akan menghampiri Qu Xuanzi.
"Nona, kenapa kau di ini?" tanya Naga Azure.
Li Ningzhi menatapnya dengan terkejut. Ia menunduk merasa serba salah berpikir Xiao Caihong mengadukannya. Jika ia bersikap dingin pada anak itu, lupakan apakah Qu Xuanzi akan menyukainya.
"Adik kecil, kamu ke mana saja? Aku sangat cemas mencarimu." Li Ningzhi mencoba meraih Xiao Caihong, anak kecil itu justru menepisnya dengan galak seolah jijik dengan tangan seputih salju itu.
Xiao Caihong melihat keberadaan Xie Ran dan Qu Xuanzi yang sampai di antara mereka langsung melompat girang. Ia turun dari gendongan Naga Azure, berlari ke arah mereka dengan kaki mungil, kemudian menarik-narik pakaian Xie Ran.
Xie Ran tahu maksud Xiao Caihong yang sedang lapar setelah bertarung melawan iblis. Tapi ia sendiri kehilangan banyak energi. Dia bisa mati jika memberi Xiao Caihong makan energi murni.
Tahu kondisi Xie Ran yang lemah, Qu Xuanzi menarik Xiao Caihong ke sisinya sehingga anak kecil itu tidak berani berkutik. Meski Xiao Caihong menganggap Qu Xuanzi 'Ayah', kadang ia takut ketika merasakan auranya, apalagi di saat seperti ini sehingga hanya bisa menunduk.
"Tuan, Anda baik-baik saja? Ningzhi mendengar suara ledakan tadi, apa terjadi sesuatu?"
Li Ningzhi mencoba mencari perhatian. Tapi mereka berdua langsung pergi begitu saja setelah mendapat Xiao Caihong seolah dirinya hanya angin.
"Tuan!" panggil Li Ningzhi yang wajahnya menjadi cemberut.
Naga Azure menatapnya tidak suka. "Nona, hutan ini tidak aman, banyak iblis. Akan lebih baik cepat kembali ke rumah. Apa Nona tidak tahu bahwa Kota sedang diserang?"
"Diserang?" Li Ningzhi pucat seketika. Ia langsung berlari ke arah kota penuh kekhawatiran.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di kamar, Xie Ran bersandar di atas ranjang dengan terpaksa. Padahal sebelumnya ia ingin bicara dengan Long Ying tentang Hydra, tapi Qu Xuanzi langsung membawanya ke kamar setelah merasakan suhu tubuh Xie Ran meningkat.
Yue Lu, seekor rusa betina yang pandai pengobatan. Biasanya ia selalu menjadi dokter para hewan suci dan cukup dekat dengan Ann Rou. Semenjak Alam Langit hilang, ia mengambil peran dokter, manusia menyebutnya sebagai Dokter Bulan yang terkenal dan tidak ada yang tahu nama aslinya.
Kini ia merawat Xie Ran atas perintah Qu Xuanzi yang merupakan atasannya. Rambut peraknya digulung, kacamata hitam bertengger di hidung dengan mata emas sipit serta kantung mata layaknya panda.
Xie Ran tertegun melihat Yue Lu yang sudah seperti mayat hidup. "Kau kurang tidur?"
Yue Lu menyerahkan obat yang ia buat pada Xie Ran, mengabaikan pertanyaan Xie Ran yang sedang mencoba mengalihkan perhatian. "Minumlah."
Xie Ran menerima secawan obat cair itu yang menurutnya sangat pahit. Tapi ia tidak peduli, langsung menenggaknya membuat Yue Lu yang baru ingin menghentikan terkejut.
"Nona, itu panas ... dan pahit." Yue Lu telah pucat sekarang. Jika terjadi sesuatu ....
Xie Ran tampak normal dan menaikkan sebelah alisnya. "Hanya sedikit panas dan pahit, apa yang menjadi masalah?" Ia terkekeh memikirkan masalahnya. "Tidak perlu panik. Aku telah menyatu dengan unsur api, obat ini justru terasa dingin. Ditambah, aku telah minum banyak obat dan racun sejak kecil, lidahku kebal rasa pahit."
Yue Lu mengerjap mata. Ini kali pertamanya berhadapan dengan Xie Ran, biasanya hanya mendengar dari gosip para hewan suci tentang kemampuannya. Kini ia melihatnya langsung dan paham mengapa Kaisar tertentu jatuh hati padanya.
Wanita itu memeriksa keadaan Xie Ran lagi dan menemukan masalahnya. Ia menghela napas sebelum bangkit dari duduk.
"Nona, karena tubuh Nona sudah menyatu dengan unsur api, maka tidak lagi cocok dengan elemen es atau air. Itu bisa menyakiti Nona. Sebelumnya Nona beresonasi dengan es dua kali menyebabkan kekuatan Nona berkurang dan mengalami demam. Jika dibiarkan lebih lama, takutnya akan berakibat fatal."
"Aku tidak merasa begitu serius," gumam Xie Ran. Sepertinya Qu Xuanzi sudah tahu, pantas saja melarangnya melakukan perjalanan dan langsung memanggil Dokter Bulan.
Xie Ran melirik Qu Xuanzi yang berdiri di depan pintu seperti patung hidup memperhatikannya. Ia menghela napas. Memang tidak bisa menyembunyikan apa pun di depan guru besar itu.
"Kalau begitu, hamba pamit." Yue Lu membungkuk pada Xie Ran begitu pula Qu Xuanzi sebelum keluar dari kamar. Tugasnya selesai, ia ingin lanjut tidur yang tertunda.
Xie Ran memperhatikan kepergian Yue Lu, merasakan kepergian Yue Lu di kejauhan sebelum rusa itu tidur nyenyak. Ia yakin hewan malang itu terkena insomnia karena pekerjaan. Menjadi dokter tidak mudah.
Qu Xuanzi menghampiri dan duduk di dekat Xie Ran. Ia menatap gadis itu dalam, tahu apa yang akan dilakukan Xie Ran berdasarkan gerak-geriknya.
"Berjanjilah tidak bertingkah lagi untuk saat ini, tidak ada konspirasi, harus fokus memulihkan diri." Qu Xuanzi menekankan kata-katanya seolah sedang memberi nasihat pada anak kecil yang mudah menangis.
Xie Ran mengangguk tidak rela. Setelah Qu Xuanzi pergi, toh dia bisa memanggil para naga untuk merencanakan pelarian. Tidak mungkin ia terus ada di tempat ini selama tiga hari ke depan.
"Tidak ada trik," lanjut Qu Xuanzi. Ia kenal persis seperti apa Xie Ran. Tidak mungkin patuh dengan mudah. Akan aneh bila tiba-tiba Xie Ran menjadi begitu jinak.
Xie Ran menatapnya sebal. Andai bisa mengalahkan pria ini, ia sudah memukulinya habis-habisan. Tangannya sangat gatal, ia ingin memukul!
Melihat Xie Ran yang keras kepala, Qu Xuanzi tersenyum misterius dan mendekatkan wajahnya ke arah Xie Ran. Spontan Xie Ran menarik selimut dan menutupi seluruh tubuhnya sampai kepala. Ia tidak ingin 'hukuman' waktu itu terulang karena kenakalannya.
"Aku akan tidur, kau pergilah. Aku sudah setuju, selama tiga hari, tidak lebih." Xie Ran bicara sangat cepat sambil was-was melihat Qu Xuanzi dengan mata bulatnya yang waspada.
Qu Xuanzi tidak menyahut, melainkan tersenyum tipis berhasil meruntuhkan pertahanan Xie Ran. Ia langsung menghilang, masuk ke dalam liontin.
Xie Ran menurunkan selimutnya, melihat Qu Xuanzi sudah pergi, ia menghela napas. Namun ketika sadar pria itu masih mengawasinya dari dalam liontin, rasa kesal muncul sampai mengacak-acak rambut sendiri seperti orang frustras.
Rasanya ... sangat ingin menangis ....
"Sudahlah ... tiga hari ...."