
Di dalam ruangan penuh ramuan herbal, seorang wanita cantik memilah tumpukan herbal di meja. Tanaman warna-warni disertai energi yang memancar memberi aroma herbal yang kuat memenuhi ruangan, ia memilahnya dengan seksama, sebelum hati-hati dimasukkan ke dalam tungku.
Sepanjang hari wanita itu mengurung diri dalam ruangan obat, tanpa menginjakkan kaki di luar selama beberapa hari terakhir. Hanya ada pelayan pribadi yang bolak-balik mengantarkan semua kebutuhan dan berdiri di depan pintu untuk berjaga bila ada yang datang.
Itu adalah kebiasaan lama, sangat dimaklumi oleh Keluarga Tang bahwa seorang dokter harus memendam diri di tumpukan obat.
Seorang wanita berpakaian pelayan berjalan ke arahnya dengan kepala tertunduk, sebelum akhirnya bicara, "Nonya, Nona Sulung telah berkunjung."
Wanita itu menghentikan kegiatannya, mendongak melihat pelayannya kemudian beranjak dari kursi. Sambil berjalan ke arah kursi lain, ia bicara, "Biar dia masuk."
Pelayan itu membungkuk kemudian pergi menerima tamu. Tak butuh waktu lama, Tang Yueying muncul dengan raut jelek seolah telah mengalami ketidakadilan. Sambil menghentakkan kaki kesal, ia menghadap ibunya seolah-olah akan menangis.
Melihat Cheng Hua duduk tenang menunggu, ia menggerutu melontarkan beberapa kalimat untuk mengadu. "Roh pemakan jiwa telah mati ketika aku melepaskannya di kamar Xie Ran. Ibu, kamu harus memberiku keadilan. Aku mengalami serangan balik beberapa waktu lalu dan harus memblokir meridianku sendiri agar tidak mengalami masalah, aku menderita karena itu! Bertahun-tahun aku berkultivasi, susah payah menerobos profesional lanjutan, apa aku harus diam saja dirugikan hanya karena seorang bocah sialan sepertinya! Ibu, Xie Ran melakukannya! Dia menyerangku!"
Tang Yueying meronta sangat frustasi dan mondar-mandir seolah hanya ia yang menderita. Cheng Hua hanya diam mendengarkan, wajahnya tetap seperti sebelumnya seolah masalah Tang Yueying tidak ada hubungan dengannya. Namun tidak ada yang tahu, bahwa amarah dalam hatinya jauh lebih buruk karena melihat putri satu-satunya menderita. Diam-diam, ia mengepalkan tinju.
Ketika Tang Yueying terus bicara tanpa henti sambil memaki Xie Ran, Cheng Hua langsung meninggikan suaranya. "Diam!"
Tang Yueying terkejut, bahunya melemas begitu juga kakinya sampai jatuh ke lantai dengan raut frustrasi. Ia tidak pernah berpikir keadaan akan lebih buruk dari yang diperkirakan.
Ia berpikir menarik kekuatan Xie Ran dan menggunakannya untuk berkultivasi. Ia bermimpi untuk menerobos tingkat saint lebih cepat dengan menyerap kekuatan spiritual profesional lanjutan lebih banyak. Tapi ia tidak pernah mengira, roh pemakan jiwa akan mati begitu saja tanpa terduga ketika targetnya adalah Xie Ran. Ia telah salah menilai, Xie Ran bukan sesuatu yang bisa dianggap enteng!
Cheng Hua yang melihat betapa malang putrinya menghela napas. Berdiri dari kursi lalu mengangkat bahu putrinya untuk berdiri di hadapannya.
"Kamu tenang, kerusakan pada roh pemakan jiwa tidak sepenuhnya merugikanmu, selagi ada pengganti, pondasi kultivasimu akan aman. Aku akan meminta Nona Mo untuk memberikan roh pemakan jiwa lagi untukmu."
"Bagaimana dengan Xie Ran? Ibu tidak mungkin membiarkannya begitu saja, 'kan? Dia nyaris membunuhku, aku tidak akan pernah mengampuninya!" Tang Yueha meraung marah. Seumur hidup, ia tidak pernah dipermalukan seperti ini. Jika ada seseorang yang ingin dipermalukan, bukan dia orangnya, seharusnya musuhnya!
"Mengenai Xie Ran, seharusnya kamu tahu, kamu tidak bisa melakukan sesuatu yang berlebihan. Ingin menarik jiwanya, itu juga salahmu yang terlalu terburu-buru. Bisa lolos kejaran berbagai istana, sudah pasti memiliki orang kuat di belakangnya meski dia sudah menerobos profesional lanjutan. Kita tidak tahu apa seseorang di bekakangnya ada di sini, kamu terlalu gegabah."
Tang Yueying semakin kesal merasa dipojokkan dan disalahkan. Ia yang menjadi korban, tapi dia yang disalahkan. Apa hebatnya orang di belakang Xie Ran itu? Orang di belakang Keluarga Tang jauh dari kata manusia! "Lalu, apa Ibu akan membiarkannya begitu saja? Jika dibiarkan, bukan hanya aku yang akan dirugikan, tapi seluruh Keluarga Tang!"
Cheng Hua memijit pelipisnya yang berdenyut, tidak mengharapkan putrinya akan begitu sembrono dan menantang seperti ini. Ia ingin menghukum Tang Yueying, tapi di sisi lain merasa tidak berdaya mengingat kerugian yang dialami putrinya.
Hening untuk beberapa saat, ruangan hanya dipenuhi dengan suara isakan kecil dari Tang Yueying yang merasa menjadi korban. Kemudian iris Cheng Hua menjadi cerah ketika melihat tumpukan obat di atas meja yang tersusun.
Ia menekan kedua bahu putrinya dengan lembut, kemudian berkata, "Kamu ingin membalasnya? Kalau begitu, Ibu akan membantumu. Tapi kau tidak boleh menunjukkan permusuhan, bersikaplah tidak terjadi apa-apa dan siapkan barang untukku."
Tang Yueying menghentikan isak tangisnya, melihat Cheng Hua yang menunjukkan tatapan mengerikan yang tidak pernah ia lihat. Sepertinya kali ini, ia tidak bisa menebak rencana apa yang ada di otak kecil ibunya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mei Liena duduk di sebuah kedai dalam diam sambil menunggu. Memperhatikan beberapa orang berlalu-lalang dan keluar masuk kedai selama beberapa saat, sampai akhirnya sosok gadis bertopeng muncul mendekati mejanya.
Topeng itu menutupi hampir seluruh wajahnya sehingga tidak mudah dikenali, pakaiannya merah darah dan terlihat liar untuk beberapa saat sebelum seseorang merasakan aura penekanan agung dalam tubuhnya. Bibir merahnya tertarik, terlihat manis meski mengenakan topeng. Ia langsung duduk begitu saja di seberang Mei Liena kemudian mengambil makanan ringan yang tersedia untuk memakannya.
Meski gadis itu ingin tampil tidak mencolok, namun aura dan penampilan misteriusnya begitu mencolok sehingga mudah menarik perhatian beberapa orang. Mei Liena langsung memijat pelipisnya melihat semua orang memperhatikan foodie yang tidak peduli tatapan lain selain makakan.
"Ini enak," katanya sambil menyengir.
Mei Liena terkekeh mengabaikan berbagai tatapan kemudian menopang kepala dengan tangannya di meja. "Asalkan makanan, kamu akan selalu mengatakan bahwa itu enak meskipun sudah basi."
Gadis bertopeng yang tidak lain adalah si foodie Xie Ran langsung menghentikan makannya, melihat Mei Liena dengan pandangan terkejut. Berpikir dirinya telah makan makanan basi, ia langsung ingin muntah saat itu juga. Wajahnya menjadi hijau dan menutup mulutnya dengan kedua tangan. "Kenapa tidak bilang?"
Mei Liena tertawa terbahak-bahak, merasa senang telah mempermainkan Xie Ran yang biasanya mempermainkan orang. Ini kali pertamanya melihat reaksi Xie Ran yang benar-benar baru.
Mata Xie Ran yang awalnya membulat, melihat Mei Liena tertawa, langsung memutar bola mata, sadar bahwa ia dibohongi. Lagi pula jika dipikirkan secara logis, tidak mungkin sebuah kedai membiarkan makanan basi disediakan di meja pelanggan. Reputasinya akan jatuh jika itu terjadi, tidak ada yang ingin datang. Mengenai detail ini, Xie Ran tidak menanggapi Mei Liena lebih jauh merasa gadis itu memiliki humor terlalu rendah.
"Kau bisa membuat racun untuk profesional lanjutan?" tanya Xie Ran tidak mau berbasa-basi lagi.
"Lalu, kamu bisa membuat racun untuk membunuh kelompok profesional lanjutan secara instan?" Xie Ran bertanya lagi. Ia harus memastikan segalanya sebelum melangkah ke rencana selanjutnya.
Mei Liena menatap Xie Ran curiga. "Kamu ingin membunuh seluruh Kediaman Tang menggunakan satu racun? Aku bisa melakukannya, tapi beberapa racun akan menyebabkan efek berkepanjangan dalam radar tertentu dan tidak bisa dibersihkan begitu saja, terlalu beresiko baik melalui media udara atau air dan bisa nenyebabkan wabah."
"Aku tidak mengatakan akan membunuh semuanya menggunakan racun. Aku hanya perlu racun dengan batas tertentu, dan membunuh secara instan untuk sekelompok orang. Karena Keluarga Tang memiliki iblis sebagai dukungan, akan sulit jika membiarkan sebagian besar orang tetap hidup sedangkan racun biasa tidak akan berpengaruh pada beberapa iblis." Xie Ran tidak ingin membunuh anggota Keluarga Tang menggunakan senjata instan, ia ingin membunuh mereka perlahan. Racun itu hanya untuk beberapa penghalang dan kekuatan Keluarga Tang.
Mei Liena berpikir untuk beberapa saat. Jika ingin membunuh sekelompok orang, bukankah melalui makanan sudah cukup? Tapi, menyadari keinginan Xie Ran bahwa hanya dengan menyeludupkan racun ke dalam makanan saja tidak cukup karena hanya seperti mainan anak-anak. Itu juga bukan gayanya dan terlalu konvensional serta mudah tertebak.
Melalui makanan tidak terlalu efektif jika ingin membunuh semua dalam satu detik, tapi jika melalui udara, itu akan sangat mungkin terjadi. Tapi area racun di udara harus dikendalikan agar tidak melukai orang tidak bersalah, maka dari itu ia butuh racun kuat dengan batasan area tertentu dan tidak tersebar di udara secara menyeluruh.
Xie Ran tidak terburu-buru, ia tetap menunggu sambil mengunyah makanan dan melihat sekeliling berharap menemukan sesuatu yang menarik. Pada akhirnya, pandangannya terhenti di jalan.
Seorang gadis keluar dari sebuah toko obat, membawa beberapa bungkus herbal dari toko, berjalan diam-diam diantara kerumunan berharap tidak ditemukan. Wajahnya ditutupi cadar putih sehingga tidak dikenali, namun Xie Ran mengenalinya dengan mudah hanya dengan tatapan itu.
Sudut bibir Xie Ran terangkat, diam-diam mengambil batu kecil dan menyentilnya hingga menembak bungkusan obat wanita bercadar itu. Bungkusan obat bergoyang, sedangkan wanita itu begitu lemah dan sangat terkejut sampai hampir jatuh, matanya mencari seseorang yang jahil menimpuknya dengan batu.
Wanita itu begitu kesal dan menghentakkan lengannya sebelum melanjutkan langkah yang tergesa-gesa. Tanpa disadari, secarik kertas jatuh dari tubuhnya ke tanah dan terinjak orang-orang tanpa ada yang menyadarinya.
Xie Ran beranjak dari kursi mengejutkan Mei Liena, tapi tidak banyak tanya ketika sadar ada sesuatu yang menarik perhatian Xie Ran. Xie Ran segera keluar kedai, mendekati secarik kertas kotor itu lalu menunduk mengambilnya.
Ia kembali ke kedai sambil membuka lipatan kertas, melihat tulisan rapi berisikan nama herbal dan itu ada beberapa herbal bernilai tinggi. Meskipun ia tidak tahu apa kegunaan semua herbal itu bila disatukan, ia mengetahui beberapa manfaat herbal yang memiliki kegunaan yang baik untuk kesehatan, namun bertolak belakang sekaligus.
Mei Liena melihatnya, secara otomatis tahu efek bila semua obat dicampurkan, namun itu membuat keningnya berkerut dalam. "Ini tidak benar, jika ingin menyembuhkan cedera dalam, maka barang-barang ini tidak boleh digabungkan, hanya akan membuat tubuh terlihat lemah namun sebenarnya bertenaga, tidak mempengaruhi kesehatan. Tapi jika ingin membuat racun, aku tahu racun apa yang cocok untuk semua bahan ini, namun harus memiliki bahan utama yang sulit didapat karena jenis racun yang kompleks. Daftar ini tidak lengkap."
Tiba-tiba senyum Xie Ran mengembang semakin cerah membuat Mei Liena merinding melihatnya. Ia tidak tahu apa yang Xie Ran pikirkan, tapi ia tahu otak kecil gadis itu tengah menemukan sesuatu yang membuat suasana hatinya berubah.
"Ikan telah masuk ke dalam pancingan." Mendadak Xie Ran tertawa membuat Mei Liena menatapnya horor. Tawa itu tidak keras, juga tidak kecil di balik topeng. Suasana hatinya mendadak melonjak, tapi tidak ada yang tahu apa dia senang atau sebaliknya.
Mei Liena yang melihatnya merasa ngeri sendiri. Meski Xie Ran tidak jarang tertawa, tetap saja kadang ia ngeri ketika melihat Xie Ran tiba-tiba tertawa akan sesuatu yang tidak ia pahami.
Sepertinya otak gadis tertentu masih perlu perkembangan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tang Yueha sejak tadi mondar-mandir di depan kamarnya sambil menggigiti kuku gelisah. Wajahnya yang pucat terus melihat ke halaman seolah berharap dapat melihat seseorang, sampai akhirnya ia melihat Tang Yueying melintas melewati kediamannya menarik perhatian Tang Yueha.
Wajah Tang Yueha menjadi kaku dalam seketika, merasakan insting tidak benar. Ia mengikuti Tang Yueying dari belakang. Sepupunya itu terlihat habis dari luar dan mengenakan cadar putih yang menutupi wajahnya. Langkahnya menuju kediaman barat.
Kediaman barat dan kediaman Tang Yueha berdekatan dan untuk ke kediaman barat, harus melintasi tempat Tang Yueha berada. Tapi kadang Tang Yueha melakukan jalan memutar melintasi kediaman barat untuk ke kamarnya karena ingin memastikan sesuatu.
Kejadian di Klan Xie menyebabkan otaknya berputar sangat cepat dan tidak memiliki kepercayaan pada siapa pun. Ia memutus semua hubungan dalam hatinya, namun tetap bertindak patuh sambil memantau keadaan. Jika situasi memburuk, ia akan mengambil kesempatan memutuskan segalanya dari jeratan Keluarga Tang dan Iblis. Tapi jika situasi tidak berubah, ia terpaksa mengambil jalan lain seperti saat ini.
Kedatangan Xie Ran, menambah harapan Tang Yueha untuk terlepas dari cengkraman Huai Mao. Ia tahu Xie Ran menaruh dendam dan curiga kedatangan Xie Ran ke Keluarga Tang memiliki maksud tersembunyi. Keluarga Tang dan Xie Ran tidak dekat, semua orang tahu dan memiliki kecurigaan yang sama.
Tapi sejauh ini, Xie Ran sangat tenang membuat semua orang bingung. Tang Yueha telah memperhatikan dari jauh, tapi ia tidak pernah melihat Xie Ran keluar dari kamar atau melakukan hal mencurigakan sekalipun yang membuatnya ragu apa Xie Ran datang dengan niat balas dendam seperti yang diharapkan. Ia yakin Xie Ran tidak sebodoh itu, dan bukan merupakan Xie Ran yang bodoh di Klan Xie.
Tang Yueha mengikuti Tang Yueying sampai kediaman barat. Tang Yueying masuk ke dalam kamar Xie Ran yang kosong, sedangkan Tang Yueha yang melihat dari jauh langsung mendekati dan mengintip dari jendela.
Sebuah bunga muncul di tangan Tang Yueying. Aromanya harum dan memabukkan, sedangkan Tang Yueying melihat bunga itu dengan tajam sebelum memasukkannya ke dalam lemari. Melihat bunga itu mengeluarkan kabut samar, ia menutup pintu lemari tidak membiarkan kabut dari bunga yang mirip seperti bunga anggrek merah itu menyebarkan kabutnya.
Tang Yueha tidak tahu apa itu, tapi harum dari bunga membuat kepalanya pusing. Merasakan Tang Yueying keluar dari kamar, ia langsung bersembunyi, menyamarkan kehadirannya dengan alam. Dengan kekuatan Tang Yueying, ia tidak ingin diketahui dan sangat berharap tidak ketahuan ketika gadis itu melintas tepat di depannya.
Sayangnya, Tang Yueha tidak tahu bahwa seluruh kultivasi Tang Yueying sia-sia dan sama sekali tidak merasakan pengintaian.
Tepat setelah Tang Yueying pergi dan tidak lagi terlihat, Tang Yueha memunculkan diri seraya menghela napas. Tapi detik berikutnya ia kembali tegang dan menoleh ke arah pintu kamar yang tertutup rapat. Wajahnya memucat, berpikir Tang Yueying meletakkan sesuatu yang buruk. Baunya membuat kepalanya pusing dan kacau, ia yakin itu bukan bunga biasa hingga ia merasa tubuhnya melemah tanpa daya sampai harus berpegangan pada dinding untuk menopang tubuh.
Tidak ingin memperburuk keadaan, Tang Yueha langsung pergi kembali ke kamarnya untuk memulihkan diri. Ia harap efeknya tidak lama, dan itu bukan racun.