The Emperor God Wife Is Naughty

The Emperor God Wife Is Naughty
12. Rahasia Klan Xie



"Jadi jelaskan dengan benar. Aku harus ke lantai atas untuk mengambil barangku dan keluar dari sini. Aku belum makan sejak pagi." Xie Ran jujur. Dia tidak bisa berpikir jernih jika belum makan. Selain membunuh untuk hidup, prinsipnya juga makan untuk hidup. Jika tidak makan, dia akan mati.


"Singkatnya, ilusi yang kubuat dikhususkan untuk manusia yang memiliki seseorang yang dipedulikan seperti keluarga, kekasih atau teman paling berharga. Sosok yang muncul biasanya sesuatu yang lebih berharga. Semakin berharga orang itu, semakin kejam ilusi."


"Jadi menurutmu Gunung Es berharga? Seharga apa?"


"Apa 'Gunung Es' bisa menjadi berharga dan menyerangmu secara brutal?" Bunga patah hati berpikir bahwa gunung es yang dimaksud adalah gunung asli yang ada di utara.


"Bukan itu maksudku. Gunung Es yang kumaksud adalah julukan pria dingin yang tidak diketahui namanya."


"Seorang pria? Apa kau menyukainya?" Bunga patah hati berniat menggoda.


"Tidak. Aku membencinya." Xie Ran menekankan kata-katanya. Dia sangat membencinya sampai ingin memendamnya ke inti bumi sejak dulu. Bisa-bisanya muncul di ilusi dan membiarkan dirinya terbunuh begitu saja. Hutangnya masih banyak!


Lagi-lagi Bunga patah hati dibuat terdiam. Kenapa ilusi patah hati memunculkan orang yang dibenci? Semakin lama dia semakin menjadi bodoh berlama-lama dengan manusia bodoh ini.


"Tapi jika dalam ilusi dia menjadi jahat. Kenapa dia tidak jadi membunuhku dan membiarkan dirinya terbunuh?" Xie Ran masih bingung.


Bunga patah hati lagi-lagi dibuat berpikir keras. "Itu ... Aku tidak tahu. Mungkin dia juga membencimu karena ilusi patah hati memunculkan sesuatu yang berkebalikan."


"Kenapa dia membenciku?"


"Memangnya aku cenayang?" Bunga patah hati dibuat kesal. "Lupakan perkataanku. Mungkin saja dia lebih peduli padamu atau sejenisnya sehingga dapat mematahkan ilusiku. Jangan sedih."


"Dia membenciku," kekeh Xie Ran tersenyum dangkal mengabaikan ucapan Bunga patah hati. "Aku juga membencinya. Wajar saja! Bahkan seluruh dunia membenciku."


Bunga patah hati tidak tahu harus bersikap bagaimana. Manusia gila di depannya sangat sulit ditebak. Dia berniat menghiburnya dengan mengatakan kemungkinan kedua, tapi gadis itu lebih menangkap kemungkinan pertama.


Rata-rata manusia menyukai reputasi baik sampai disanjung-sanjung, kenapa manusia satu ini lebih suka dibenci dan dihina! Apa dia Iblis yang suka dibenci?


Konyol! Sangat konyol!


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di aula utama klan Xie, Tang Zhi yang mendapat kabar mengenai gempa yang terjadi mengumpulkan beberapa orang dan tetua untuk membicarakan Pagoda Teratai.


Awalnya Tang Zhi berpikir gempa itu disebabkan oleh liontin itu. Tapi jika dipikir kembali, liontin itu sudah disegel sehingga kekuatannya tidak dapat keluar.


Dia tahu kekuatan di dalam sana sangat kuat dan dapat menghancurkan Pagoda. Bahkan batu sihir tidak bisa mempengaruhinya. Itu sebabnya dia menyegel bagian luar dengan kekuatannya agar kekuatan dari dalam tidak bisa keluar.


Tapi gempa yang terjadi kali ini membuatnya bingung. Apa itu disebabkan oleh orang lain?


Dia sudah mengutus seseorang untuk memeriksa, tapi tidak ditemukan apapun selain jebakan. Dia tidak tahu harus mengidentifikasinya bagaimana.


"Tang Zhi, jika kekuatan dalam Liontin Klan Xie keluar dan menghancurkan Pagoda, segalanya akan berakhir. Kenapa kau menyimpannya di dalam Pagoda? Seharusnya kau menyimpannya di tempat yang lebih aman seperti Gunung belakang." Salah satu Tetua memberi usul.


Itu adalah Tetua Xie Lan, adik Xie Yun. Dia berkonklusi dengan Tang Zhi untuk menyingkirkan semua orang di sisi Wen Xi.


Identitas Wen Xi misterius namun sangat dipedulikan leluhur sehingga membuat semua orang iri dan ingin mengambil alih.


Siapa sangka leluhur klan mewariskanya liontin aneh yang begitu kuat bahkan Tang Zhi tidak bisa melacaknya. Bodohnya Wen Xi memberi harta berharga itu pada putrinya yang bodoh.


Dalam aula memiliki lima tetua. Tetua pertama adalah Xie Lan, diikuti oleh Xie Zhu, Xie Jun, Xie Mo, dan Xie Wei.


Sebelumnya memiliki tujuh Tetua, dua lainnya terbunuh karena menolak bekerja sama sedangkan lima lainnya mengikuti Tang Zhi yang pada dasarnya lebih kuat dari mereka. Bahkan Tang Zhi sendiri yang membunuh dua tetua, Xie Lu dan Xie Bao.


Pada dasarnya, Klan Xie saat ini semuanya memihak Tang Zhi tanpa kecuali. Xie Ran hanyalah sampah tidak berguna yang diperalat. Namanya dipergunakan untuk kehidupan Klan Xie sedangkan orangnya dikurung dalam kediaman bobrok. Itu adalah rahasia Klan Xie yang tidak diketahui publik.


Lagipula jika mereka tahu, tidak ada yang berani menentang Klan Xie. Klan Xie saat ini jauh lebih mengerikan jika memikirkan tentang kekuatan.


"Tetua Lan, Gunung belakang hanya bisa di buka oleh darah Klan Xie paling murni. Sejauh ini, tidak ada yang menemukan pewaris Klan Xie paling murni, tidak ada lagi yang bisa membukanya selain leluhur."


"Klan Xie murni?" Tang Zhi tidak tahu apapun soal ini. Mengapa tua bangka ini menyembunyikan hal sepenting ini darinya? Apa mereka menganggapnya enteng! "Kenapa aku baru tahu?"


Para tetua tampak terkejut sebentar. Mereka melupakan hal ini sebelumnya bahwa mereka harus mencari pewaris klan yang memiliki konstitusi sihir bagus dan memiliki kekuatan murni leluhur.


Mereka awalnya berpikir bahwa itu adalah Xie Ran. Tapi pemikiran itu segera disangkal mengingat sampah macam itu bahkan tidak memiliki kualifikasi untuk diakui dalam klan. Itu sebabnya mereka melupakannya dan tidak mengungkitnya lagi. Tidak ada satupun keturunan klan Xie yang memiliki kualifikasi itu.


Tiba-tiba Tang Zhi memikirkan sesuatu. "Apa ada tanda khusus?"


"Pewaris Klan Xie murni tidak memiliki tanda khusus yang tampak secara fisik. Itu sebabnya sulit menemukannya jika seluruh anak klan tidak diasah dengan baik. Leluhur Xie terkenal akan sihirnya yang tertinggi dan murni di Benua Zhongbu. Keturunan sejatinya harus memiliki kekuatan mental terkuat. Sulit menemukannya jika tidak diuji." Tetua Zhu menjelaskan.


Dia sendiri tidak pasti karena hal ini hanya diketahui oleh para Tetua. Lebih jelasnya hanya Xie Yun dan Wen Xi yang tahu.


Dulu Xie Yun mewarisi kekuatan Leluhur Xie, itu sebabnya Xie Yun menjadi eksistensi terkuat sampai Kaisar sendiri tidak berani memprovokasi. Sangat disayangkan bahwa putrinya jatuh jauh ke bawah dan menjadi idiot. Xie Ran bahkan tidak menunjukkan bakat ketika berumur 7 tahun seperti yang pernah terjadi pada Xie Yun dan Wen Xi.


Yang satu adalah kecantikan dewi di Benua Zhongbu dan yang satunya adalah eksistensi terkuat. Tapi justru anaknya adalah idiot yang sama sekali tidak menarik dan berpenyakit.


Bahkan mereka sampai berpikir bahwa Wen Xi telah berpaling dan memiliki anak luar. Tentu saja itu tidak mendasar meski hanya itu yang bisa dijelaskan untuk perbedaan Xie Ran diantara anggota Klan Xie lain. Bahkan Xie Chen tidak seburuk itu, justu memiliki kekuatan terbaik di antara anak Klan Xie lainnya.


Tapi pemikiran mereka berbanding terbalik dengan Tang Zhi. Tang Zhi tidak mengutarakan pendapatnya, dia hanya diam memikirkan tentang kekuatan apa yang disembunyikan Leluhur Xie di gunung belakang sampai hanya seseorang yang mewarisi kekuatan leluhur saja yang bisa membukanya.


Pikirannya berputar, tapi dia hanya bisa mengaitkannya dengan seseorang yang pernah diperiksa secara pribadi. Kualifikasi sihir tinggi meski tidak merasakan kekuatan mental yang nyata, tapi dia merasa kualifikasinya lebih tinggi daripada miliknya sendiri.


"Benarkah?" Ucapan Tang Zhi tepat membuat para Tetua heboh. Tidak ada lagi yang memiliki kekuatan Leluhur Xie selain Xie Yun, bahkan Xie Chen yang memiliki bakat tertinggi di Klan Xie tidak memilikinya.


"Tapi apa akan ada efek buruk? Membukanya, seharusnya menggunakan darah sebagai pengenalan." Tang Zhi bertanya lagi. Meski dia tahu bagaimana efek darah terhadap sihir yang akan menjadi luar biasa, tetap saja sihir kali ini berbeda.


"Untuk sihir biasa efeknya hanya berkaitan dengan qi dalam tubuh. Tapi untuk sihir di Gunung belakang berbeda. Seperti yang pernah Xie Yun periksa, itu terlihat seperti gunung rata tanpa jejak apapun, tapi menyimpan jalan rahasia yang bahkan tidak ada yang tahu ada apa di sana. Saat Xie Yun membukanya beberapa tahun yang lalu, dia jatuh sakit karena terlalu banyak menggunakan sihir. Terjadi sedikit kecelakaan saat itu sehingga tidak ada yang bisa masuk lebih dalam. Xie Yun mengatakan terdapat kekuatan yang lebih kuat di dalam sana sehingga dapat menekannya dan membuatnya koma beberapa hari."


Mendengarkan ini, Tang Zhi semakin berpikir bahwa ini adalah hal menarik. Kapan lagi dia bisa menemukan sesuatu yang kuat seperti liontin itu? Jika dia bisa menyerap kekuatan di dalam sana, dia akan menjadi semakin tidak terkalahkan.


"Kalau boleh tahu, apa Ketua memiliki kandidat? Apa kita harus menguji seluruh anak Klan Xie, mengadu mereka dan menentukannya?"


"Itu bisa dilakukan, tapi ...." Tang Zhi telah memikirkan kemungkinan lain kala senyum cantik terukir. "Tidak salah jika mencoba seseorang."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Xie Ran telah sampai di lantai terakhir Pagoda Teratai. Setelah seharian penuh akhirnya dia memulihkan kekuatan untuk menerima tantangan akhir. Namun ketika sampai di ujung tangga, dia tidak menemukan apapun yang menyambutnya.


Meski sunyi dan sepi, tidak menutup kemungkinan bahaya akan datang. Dia mengeluarkan belatinya memasang sikap waspada sambil memperhatikan seluk beluk ruangan.


Tidak ada hal lain di lantai atas selain beberapa barang yang dipenuhi dengan sihir warna-warni. Barang-barang ini memiliki aura tersendiri walau sudah tersamarkan oleh sihir pelindung. Itu membuat Xie Ran merasa diawasi sepanjang jalan.


Pandangan Xie Ran teralih pada benda seputih giok melayang di udara disertai sihir pelindung. Terdapat meja tinggi di bawahnya, namun liontin yang telah menjadi seputih susu itu melayang di udara dan bergerak-gerak atas dan bawah seolah menggantung.


Xie Ran tidak menurunkan waspada meski tujuan tepat di depan mata mengingat nasib sebelumnya. Dia tidak ingin memasuki jebakan untuk kesekian kalinya dan mengulang dari lantai dasar. Itu tidak lucu.


Hari sudah semakin malam dan tentu ruangan menjadi cukup gelap dari atas sampai bawah. Hanya ada sinar samar dari sihir pelindung berbagai jenis itu.


Liontin itu dilindungi oleh sihir ungu gelap yang cukup memiliki aura penekan. Xie Ran dapat merasakannya ketika sampai di dekat sihir ungu gelap itu.


Tiap sihir di sini memiliki alarm yang memicu batu sihir memberi tanda pembobolan. Xie Ran harus melangkah hati-hati jika ingin mengambil liontin tanpa ketahuan.


Jadi dia hanya bisa mengambilnya dengan cara lain. Dia bisa saja menggunakan manipulasi, tapi batu sihir yang sensi itu akan memberi alarm tepat waktu sebelum dia menyelesaikan sihir dan tertangkap basah.


Maka dari itu, Xie Ran menggunakan kartu truf terakhir yang ia miliki untuk membuka segel aneh ini dan mengeluarkan liontin ibunya.


Tangannya membentuk pola dengan cepat sehingga sinar merah tumbuh di tangan. Mengalir seperti air ke arah segel pelindung dan mengitarinya seperti bola. Dia menggunakan kekuatan mental bawaan untuk perlahan menyerap ke dalam segel dan menyabotasenya tanpa sentuhan sihir lain.


Batu sihir hanya akan bereaksi jika ada sihir lain mendekat, tapi tidak kekuatan mental bawaan terutama yang dimiliki Xie Ran.


Aliran sinar itu tumbuh sedemikian rupa menutupi segel ungu gelap sehingga menjadi padat. Sinar kian padat sebelum akhirnya menyerap perlahan seolah terhisap oleh segel.


Ini adalah langkah pertama mengambil liontin tanpa harus menghancurkan segel. Dia hanya perlu membuat segel itu dengan sukarela menyerap dan melepaskan seperti halnya membiarkan keluar-masuk udara.


Sinar merah yang telah berhasil terhisap oleh segel membentuk padatan kecil yang menyelimuti liontin. Liontin dipenuhi dengan warna merah padat dan seperti kelereng yang lebih besar.


Xie Ran tidak bisa menariknya langsung atau membuat itu lenyap dan berpindah tangan. Dia belum sehebat itu. Karena dia tidak bisa menariknya langsung, dia mengulangi hal yang sama walau dibutuhkan waktu yang lebih banyak.


Aliran sihir ungu gelap terlihat dengan jelas. Xie Ran mencari celah untuk keluar kemudian menempelkan kelereng merah di dalam ke dinding segel secara mengambang.


Sedikit lagi liontin akan keluar sepenuhnya. Tinggal setengah langkah lagi, dia bisa mendapatkan liontin dan beristirahat sejenak.


Mengendalikan kekuatan mental bawaan begitu sulit dan menguras banyak energi. Meski dia sudah memulihkan diri, masa pemulihannya tidak cukup banyak. Bagaimanapun, dia baru saja mengalami pertempuran hidup dan mati.


Tepat ketika liontin akan keluar sepenuhnya, segel ungu gelap itu segera menyadari dan menempel erat pada kekuatan mentalnya. Itu membuat kekuatan mental Xie Ran menempel oleh segel dan lengket seperti permen karet. Xie Ran menariknya dengan paksa hingga membuat kekuatan mentalnya menipis di liontin.


"Guru besar, kenapa kau tidak membantu? Kekuatanku akan habis dan kau akan terkurung lagi!" Xie Ran terlanjur kesal. Keringat dingin mengucur di tubuhnya. Tangannya terus berayun di depan mencoba menarik liontin sedangkan kekuatan mentalnya semakin tipis seperti permen karet yang tipis.


Xie Ran mengutuk beberapa kali pada Gunung Es yang tidak menyahutinya. Apa begitu sulit untuk keluar dan membantunya? Tidak masuk akal!


Selama Xie Ran sibuk menarik liontin, dia melupakan fakta bahwa saat ini batu sihir telah memberikan peringatan terhadap pemegangnya di luar sana dan akan datang kemari.


Dia juga tidak sadar bahwa segel ungu gelap itu mengeluarkan sihir hitam yang merambat ke liontin kemudian mengalir ke kekuatan mentalnya dan ke tangannya. Sihir gelap itu seperti cacing yang terus bergerak dengan lincah di tangan Xie Ran dan menyebar ke tubuhnya seperti jaring.


Pada saat segalanya sudah tersebar, Xie Ran baru menyadarinya ketika sihir gelap itu merambat ke kepalanya.


Xie Ran dengan cepat membuat ledakan dalam kekuatan mentalnya sehingga segel meledak berkeping-keping menyisakan kembang api yang meletup. Dia memutus kekuatan mentalnya membiarkan itu melindungi liontin di udara.


Mendadak pandangan Xie Ran berubah. Irisnya menjadi ungu gelap dan tatapannya dipenuhi rasa takut. Dia berusaha mempertahankan kesadarannya dan memukul kepalanya berkali-kali serta menggoyang-goyangkan kepalanya dengan keras.


Dia merasakan kepalanya seperti tertimpa batu dan menjadi gelap. Meskipun tidak jatuh, ia merasa kehilangan pandangannya.


Setelah kegelapan memudar, ia melihat api menyelimuti wilayahnya. Rumah yang terbakar dan mayat-mayat berserakan.


Xie Ran sama sekali tidak bisa bicara saking terkejutnya. Dia merasa telah kembali ke masa lalu di mana segala kehidupannya berubah menjadi menyedihkan.


Penyebab dendamnya dan penyebab kehancurannya.


Untuk kedua kalinya, dia melihat paviliun yang terlalap api. Dia ingat dengan jelas apa yang terjadi hari itu.


Hari di mana seluruh orangnya terbantai.


"LIU YA!"