
Seekor Naga terbang di atas awan membelah angin mengalahkan kecepatan kelompok burung yang berterbangan.
Pemandangan Benua Zhongbu dan Hutan Bintang terlihat dari ketinggian. Gunung-gunung berdiri kokoh dan air terjun menjulang tinggi mengaliri sungai menciptakan suasana alam yang indah disertai hewan buas berkeliaran mencari makan.
Hutan Bintang terlihat indah dari ketinggian awan. Pepohonan rimbun memenuhi hutan menghalangi perburuan hewan buas dan hanya menampakkan kehidupan damai membuat hutan itu terlihat tentram.
Xie Ran di punggung Long Yun terpana melihat keindahan Hutan Bintang di bawah sana. Meski dia terbiasa menaiki helikopter atau jet dan melihat banyak pemandangan penjuru dunia, dia tetap tidak bisa percaya akan kondisinya yang berada di dunia fantasi penuh dengan hal aneh.
Apalagi melihat pemandangan tak biasa dari atas awan. Dia lebih percaya bahwa dirinya berada di dunia komik atau donghua (Animasi China).
Sedangkan Xie Ran menikmati angin yang menghembuskan rambut dan hamparan pemandangan indah, Long Yun merasa tidak berdaya dijadikan alat transportasi sekaligus petunjuk arah. Dia tidak bisa menolak, hanya pasrah terhadap keadaan.
"Berapa lama lagi kita akan sampai?" Xie Ran bertanya.
"Berdasarkan hitungan, 5 hari adalah waktu tercepat," jawab Long Yun.
"Itu bagus." Xie Ran tidak masalah asal tidak sampai berbulan-bulan. Jarak akademi sangat jauh dari Ibu Kota.
Xie Ran pergi ke Dunia Liontin, melatih sihir dan teknik tingkat rendah yang baru saja dibeli. Harganya cukup mahal bagi rakyat biasa, tapi baginya selayak makan sehari-hari.
Sihir sembilan api menjadi salah satu sihir kontrol api paling dasar tingkat ksatria. Kemudian teknik tendangan busur tingkat ksatria, teknik tulang lunak tingkat raja, dan perpindahan bumi tingkat kaisar yang paling mahal.
Sebenarnya tidak termasuk benar-benar rendah. Paling rendah adalah tingkat ksatria, itu pun merupakan termasuk kelompok penyerangan defensif terkuat di antara tingkat ksatria lainnya. Tapi bagi Xie Ran itu terlalu lemah dan mudah dilatih dibandingkan tingkat peri dan surgawi.
Dalam 5 hari, Xie Ran menguasai semuanya dengan beberapa latihan tambahan Qu Xuanzi. Bisa dibilang, semua teknik Xie Ran sudah sempurna dan hanya perlu mencobanya.
Long Yun mendarat di tengah hutan atas perintah Xie Ran ketika mendekati Kota Tianshang. Kota Tianshang memiliki banyak kultivator luar biasa, bahkan Xie Ran bukan apa-apa dibanding mereka.
Setelah keluar dari Hutan Bintang dan melewati array perbatasan antara Hutan Bintang dan Kota Tianshang, dia segera disuguhkan pemandangan kota luar biasa yang lebih terlihat maju dibanding Kota Zichen.
Array perbatasan itu berfungsi menghalau hewan buas. Jika ada hewan buas menerobos, maka array akan melakukan penindakan. Alasan mengapa Xie Ran dapat masuk adalah karena semua makhluk non-manusia ada dalam liontin—termasuk Xiao Caihong.
Awalnya Xiao Caihong menolak masuk ke liontin, tapi Xie Ran memaksanya dengan keras dan langsung menyerahkannya pada Qu Xuanzi. Xiao Caihong masih kecil dan bukan lawan array sehingga tidak bisa menembusnya dengan aman seperti yang dilakukan Long Yun. Itu sebabnya anak kecil itu harus mengungsi dengan Qu Xuanzi.
Setelah beberapa lama berjalan di sekitar Kota Tianshang, akhirnya Xie Ran mendapat lokasi Akademi Tianshang setelah bertanya penduduk sekitar. Dia langsung pergi ke pusat kota di mana akademi berada.
Ketika sampai, pemandangan gerbang besar menjulang tinggi menjadi hal pertama yang dilihat. Gerbang itu terbuat dari besi baja yang sangat kokoh dan besar, di kedua sisi terdiri dari dinding putih tinggi yang tidak bisa dipanjat mengelilingi akademi. Ada juga array pembatas di sekitar pembatas yang melingkupi seluruh akademi sampai menutupi langit agar tidak ada penyusup atau hewan buas masuk.
Xie Ran kagum dengan arsitektur di depannya. Terdiri dari kombinasi bangunan dan sihir. Bahkan gerbang ada tanda pengenalnya.
Xie Ran mendekati gerbang dan langsung dihadapkan penjaga. Dia menunjukkan lencana dari Kaisar sehingga penjaga itu membiarkannya masuk setelah membuka array bagian gerbang.
Salah satu penjaga mengantar Xie Ran. Siapa yang menyangka, di balik gerbang sepi itu terdapat kota lainnya di dalam gerbang. Ini adalah pusat dari Kota Tianshang yang rakyatnya hanya berupa murid akademi. Banyak murid berseragam berlalu lalang seperti pada kota umumnya.
"Sebelumnya, namaku adalah Liu Chang, murid yang mengambil tugas menjaga gerbang. Karena kau adalah pendatang baru, biar aku jelaskan hal-hal di Akademi Tianshang. Untuk asrama, ada asrama gratis dan berbayar. Asrama gratis dikhususkan untuk anggota baru, hanya terdiri dari satu kamar kelas bawah. Murid baru bisa mengambil misi atau menjual sesuatu untuk mendapat koin kaca dan menyewa asrama berbayar. Asrama berbayar memiliki harga beragam dan memiliki ketentuan seperti penginapan di luar sana. Semakin tinggi harga, semakin baik fasilitas dan banyaknya qi."
"Apa batu spiritual bisa diganti koin kaca?" Otak Xie Ran penuh uang saat ini. Dia memiliki banyak batu spiritual tak terhitung jumlahnya dan dia sangat kaya.
"Tentu, jika kau punya. Satu batu spiritual bisa digantikan paling sedikit lima koin kaca tergantung tingkatan dan besar batu spiritual. Segala di sini tidak gratis, semua harus dibayar menggunakan koin kaca. Hanya kelas saja yang gratis. Ada juga cara menghasilkan koin kaca lebih cepat selain misi dan jualan, kamu harus mengalahkan murid di atas rank-mu agar mendapat koin kaca sebagai hadiah. Kamu juga bisa mendapat hadiah lainnya tergantung tingkatan mana yang kau kalahkan."
"Bagaimana dengan koin emas?"
"1000 koin emas, satu koin kaca. Bukankah sangat mahal? Aku bahkan harus menjalankan misi penjaga gerbang untuk mendapat koin kaca yang cukup. Jika tidak, maka kau tidak bisa hidup di sini dan terpaksa keluar." Liu Chang menghela napas. Bukan rahasia lagi bahwa koin kaca sama sulitnya mendapatkan batu spiritual. Banyak yang keluar karena menghadapi krisis ekonomi.
"Bagaimana hitungannya sangat tidak tepat? 10.000 koin emas sama dengan 1 batu spiritual. Sedangkan 1000 koin emas sama dengan 1 koin kaca. Seharusnya 1 batu spiritual sama dengan 10 koin kaca."
"Itu ... aku juga tidak tahu." Liu Chang dibuat berpikir dengan ucapan Xie Ran. Dia tidak memikirkan hal ini sebelumnya karena tidak pernah memiliki batu spiritual apalagi menghitungnya. "Ngomong-ngomong Junior, siapa namamu?"
"Xiao Ran."
"Junior Xiao, apa kau ingin ke gedung akademi atau ke asrama?"
"Gedung akademi. Aku bisa mendapat peta di sana. Bukankah begitu?"
"Ah, benar!" Liu Chang merasa malu menanyakannya. Dia pikir Xie Ran akan memintanya berkeliling, tapi siapa sangka gadis ini memilih mengandalkan peta akademi. Padahal dia ingin sesekali dekat dengan gadis cantik ini.
"Kau mengatakan tentang rank sebelumnya. Di mana aku bisa melihat? Bagaimana aku bisa menantang?" Xie Ran mulai bersemangat jika mengatakan tentang pertarungan. Tangannya sudah gatal sejak lima hari tidak bertarung.
"Ada di tribun arena. Semua daftar rank ada di sana. Tapi setelah pergi ke gedung pusat akademi untuk mendaftar, Junior Xiao bisa melihat posisimu segera."
"Baik." Awalnya Xie Ran ingin bertanya tentang Pagoda kaca, tapi sepertinya itu tidak baik. Dia harus melihatnya sendiri nanti dan bertanya perlahan. Jika dia yang baru datang bertanya tentang Pagoda kaca, akan sangat aneh dan mencurigakan.
Liu Chang mengantar Xie Ran ke Gedung utama akademi dan pergi ke tata usaha untuk pendaftaran. Banyak murid yang baru saja keluar kelas pergi ke restoran untuk makan siang, ada juga yang melakukan kegiatan lain.
Ketika akan masuk ke tata usaha, pintu tiba-tiba terbuka menampakkan seorang pria tampan yang yang tidak asing bagi Xie Ran. Itu adalah Xie Chen. Xie Ran ingat bahwa pria itu sekolah di sebuah akademi sehingga Xie Ran jarang melihatnya dalam klan. Dia tidak tinggal di asrama melainkan pulang-pergi menggunakan portal khusus klan Xie.
Setelah Xie Chen keluar mengabaikan mereka berdua, keluarlah Tang Yueha dengan wajah tenang andalannya. Sedangkan Xie Chen pergi karena tidak peduli dan tidak memperhatikan Xie Ran sebelumnya, Tang Yueha berbeda.
Dia ingat gadis di depannya ini adalah penari yang menarik perhatian sekaligus membuat keributan di Pesta Istana. Saat itu dia langsung pergi atas saran Tang Zhi sehingga tidak tahu apa saja yang terjadi sesudahnya. Dia bertanya-tanya mengapa penari ini ada di sini.
Tang Yueha menyapanya dengan senyuman singkat dan pergi tidak ingin berhubungan lebih jauh dengan si pembuat onar itu.
Xie Ran tidak bereaksi. Dia tahu mereka ada di sekolah yang sama, tapi tidak berharap mereka sekolah di tempat di mana ia berada! Mengapa dunia begitu sempit?
"Dia adalah Tang Yueha, dari keluarga Tang sedangkan pria tadi adalah Xie Chen dari klan Xie. Mereka sangat kuat dan terkenal. Tidak ada yang berani menyinggung." Liu Chang mengenalkan mereka sedangkan Xie Ran mengangguk berpura-pura tidak tahu.
"Berapa peringkat mereka?"
"Tang Yueha ada di peringkat 10 besar dalam kategori peringkat langit. Sedangkan Xie Chen ada pada peringkat 10 besar kategori peringkat bumi. Peringkat akademi memiliki tiga tingkatan, pemula, bumi, dan langit."
"Bagaimana denganmu?"
"Aku ... peringkat bumi." Liu Chang terlihat malu mengatakannya. Bagaimana tidak? Dia dan Tang Yueha masuk di tahun yang sama, tapi masih kalah dengan adik sepupu Tang Yueha yang sudah melampaui 10 peringkat bumi. Dia hanyalah semut!
"Itu sudah bagus. Masih ada orang lain di bawahmu. Asal kau tidak berada di posisi akhir, tidak perlu malu." Xie Ran tidak ingin membuat pemandunya semakin jatuh.
Awalnya dia ingin mengatakan bahwa Liu Chang lemah dan tidak bisa diandalkan, tapi itu hanya akan membuat Liu Chang semakin terpuruk seburuk mungkin. Namun ucapan Xie Ran barusan sama saja mengatakan bahwa Liu Chang akan semakin jatuh jika para pemula meningkat melebihinya. Oleh karena itu, pria itu harus bekerja keras.
"Junior, terima kasih nasehatnya." Liu Chang merasa Xiao Ran adalah gadis baik seperti Tang Yueha. Jika dia tidak bisa berteman dengan Tang Yueha, maka dia bisa berteman dengan murid baru ini.
"Aku masuk." Xie Ran menepuk-nepuk bahu Liu Chang dan berlalu ke dalam tata usaha. Tidak ada hal lain yang bisa ia katakan. Dia hanya ingin cepat menyelesaikan misi.
Di dalam ruangan tata usaha, terdapat seorang wanita duduk di kursi bergelut dengan berkas di tangannya. Xie Ran mendekat, meletakkan lencana di atas meja untuk menunjukkan wanita itu.
Wanita itu melihat lencana di depannya segera berdiri dan melihat gadis cantik yang masih berdiri tenang. Setelahnya dia baru paham akan pesan Kaisar lima hari lalu. Tapi dia tidak berharap gadis itu datang lebih cepat.
Dia memberikan sebuah kertas formulir untuk mendaftar. "Silahkan isi formulir ini dan ambil kantung penyimpanan ini. Yang Mulia Kaisar telah membiayai pendidikan seperti asrama dan biaya kelas. Di dalam kantung juga sudah ada beberapa koin kaca untuk kebutuhan sehari-hari selama beberapa bulan kedepan."
Xie Ran terkejut dengan ucapan staff itu. Apa ini namanya beasiswa dari Kaisar yang menyerangnya kemarin? Hanya karena dia membuat Iblis terbunuh meski bukan dia yang bunuh?
Luar biasa!
Sepertinya Kaisar itu tidak tahu bahwa Xie Ran memiliki banyak harta di tubuhnya sehingga tidak akan kekurangan uang. Kaisar itu terlalu baik!
"Sampaikan ucapan terima kasih pada Yang Mulia." Suasana hati Xie Ran sangat baik sekarang. Dia mengisi formulir pendaftaran dengan lancar disertai latar belakang yang dibuat-buat. Dia sudah menyiapkan identitas palsunya sejak awal.
Xiao Ran, sang penari magang klub hiburan Yuanli yang baru debut. Umur 16 tahun dan tinggal di Kota Zichen. Hanya itu yang dituliskan sedangkan identitas lainnya dikosongkan. Dia tidak mungkin menulis bahwa dia berasal dari Klan Xie.
Setelah selesai menulis, dia mengambil kantung penyimpanan itu dan memeriksa isinya di luar. Liu Chang yang masih setia menunggu ikut penasaran mengapa gadis ini terlihat sangat ceria dibandingkan sebelumnya.
10.000 koin kaca!
Itu sama dengan 2000 batu spiritual. Betapa kaya dirinya saat ini. Ah, Kaisar itu sangat baik hati. Xie Ran akan membalasnya nanti setelah semua masalah selesai.
Selain koin kaca, ada kunci paviliun dan sebuah batu kristal sebening kaca seukuran telapak tangan. Dia mengambilnya dan bertanya-tanya untuk apa kristal ini.
"Itu adalah kristal kaca, tiap murid yang mendaftar akan diberi kristal kaca untuk membantu kehidupan di Akademi Tianshang seperti membeli barang, berkomunikasi, melihat data peringkat, laporan pembelajaran, peta, dan lain sebagainya."
"Mirip dengan ponsel," gumam Xie Ran mengangguk paham. Tidak disangka di dunia ini ada ponsel dalam bentuk kristal. Xie Ran dibuat kagum sekali lagi. Sayangnya ini hanya bisa digunakan untuk sesama pemilik kristal kaca yang sudah terprogram di Akademi Tianshang. Itu tidak berfungsi di luar.
"Junior, akan lebih baik kamu beristirahat sekarang dan memulai kelas besok. Aku akan menunjukkan asrama gratis untuk saat ini. Meski Akademi memberi 100 koin kaca untuk murid baru sebagai bonus, tetap saja harus berhemat."
Xie Ran tidak mengubah senyum cerianya. "Tidak perlu. Seseorang sudah memberikan kompensasi sebelumnya."
"Apa?" Liu Chang terkejut. Apa ada orang sekaya itu memberikannya sebuah asrama?
"Kamu hanya perlu menunjukkan jalan ke Paviliun Bulan sambil menjelaskan beberapa hal tentang Akademi, juga mata pelajaran Akademi. Meskipun aku bisa mencari tahu sendiri dan pergi menggunakan bantuan peta dalam kristal kaca, tetap saja tidak ada penjelasan detail."
"P-paviliun bulan ...." Liu Chang tidak dapat berkata-kata. Paviliun bulan adalah tempat terbaik di Akademi Tianshang dan memiliki kualitas qi terbaik. Bukan hanya itu, lokasinya juga tenang dan memiliki fasilitas lengkap disertai alat penunjang kultivasi. Pada akhirnya, siapa Xiao Ran ini?
"Ada masalah?" Xie Ran tidak tahu apa ada yang salah. Mengapa Liu Chang bereaksi seperti itu?
Liu Chang menggeleng pelan dan mulai menunjukkan jalan. Lagi-lagi dia merasa rendah berpikir bahwa latar belakang Xie Ran tidak biasa. Dia hanya bisa tenggelam di sini. Sebagai penjaga biasa, apa yang bisa ditunjukkan?
Xie Ran berjalan dengan tenang sambil melihat-lihat Akademi. Dia tidak peduli dengan tatapan pria nakal terhadapnya, dia bahkan tidak tahu karena sibuk pada diri sendiri.
Tapi tiba-tiba saja perut Xie Ran berbunyi di saat yang tidak tepat. Liu Chang mendengarnya dan langsung menoleh. Xie Ran malu setengah mati dan ingin tenggelam saja sekarang. Dia menutupi rasa malu dengan cengiran dan menggaruk kepalanya tidak gatal.
"Aku tahu restoran terenak di Akademi. Aku yang akan traktir sebagai hadiah pertemuan."
Mata Xie Ran menjadi cerah menatapnya. "Baiklah, ayo kita pergi!" Dia hemat banyak uang hari ini. Dia semakin kaya!
Mereka pergi ke restoran rekomendasi Liu Chang. Tidak mahal dan tidak murah, sangat pas dan enak. Xie Ran selalu suka tempat seperti ini. Meski dia lebih suka makan masakan Qu Xuanzi yang gratis di Dunia Liontin.
Tapi asalkan gratis, Xie Ran tidak menolak. Dia akan menerimanya dengan senang hati dan membayar kapan-kapan.
Xie Ran tahu diri jika ditraktir. Dia makan dua jenis makanan dan dua jenis minuman sebagai porsinya dan makan dengan nikmat.
Meski mengurangi sebagian besar porsi makannya, tetap saja itu terbilang banyak untuk seorang gadis kurus dan terlihat lemah sepertinya.
Bahkan Liu Chang sendiri heran berapa ukuran perut gadis ini yang sebenarnya. Dua porsi itu seukuran pria besar!
"Kenapa diam saja? Makanlah, ini enak. Lain kali, kasih tahu di mana makanan enak lain. Aku yang akan bayar." Xie Ran bicara sambil makan. Dia sangat senang hari ini seolah mendapat banyak sembako.
Liu Chang hanya mengangguk kecil dan makan makanannya sendiri. Melihat gadis itu makan lahap saja sudah membuatnya kenyang. Tapi dia tetap memakan makanannya.
Di samping itu, sekelompok pria datang dari pintu masuk seolah mencari seseorang. Pedang besar bertengger di punggung salah satunya menunjukkan betapa keren ia. Tapi tidak dengan reputasinya yang seketika membuat beberapa orang merinding.
Dia masuk dengan wajah angkuh dan dagu diangkat. Kaki besarnya melangkah sambil mencari seseorang di antara kerumunan restoran hingga akhirnya mendarat pada seorang pria yang makan dengan gadis cantik.
Pria itu datang dengan para antek-anteknya dengan wajah sombong dan menyebalkan seolah mangsanya telah hadir.
Liu Chang yang merasakan alarm berbahaya segera menoleh, melihat Zhang Xin beserta para bawahannya mendekat, wajahnya menjadi tegang dan pucat bersamaan.
Zhang Xin dan antek-anteknya duduk di sebelah Liu Chang dan merangkulnya seolah pria itu adalah teman akrab mereka. Sedangkan yang dirangkul sudah mengeluarkan keringat dingin.
"Saudara Liu, kau tidak pernah bercerita pada kami bahwa kamu memiliki keindahan di sini." Zhang Xin mengeratkan rangkulannya membuat Liu Chang semakin merasakan firasat buruk.
"Dia ... murid baru di akademi ... aku hanya mengantarnya."
"Murid baru? Pantas saja baru melihatnya. Junior, kau sangat cantik. Nanti malam, datanglah ke Penginapan Wurong. Kita bermain-main semalaman, haha."
Xie Ran meliriknya sekilas dan kembali makan. "Main apa? Kejar-kejaran? Ck, kekanakan. Aku lebih suka berduel dan bertaruh, bagaimana?"
"Baiklah, berduel di atas ranjang. Jika kalah bertahan, bersiaplah menjadi budakku seumur hidup."
Xie Ran tetap dengan wajah datar dan mengerjap mata. "Kenapa ranjang? Apa tidak bisa arena? Apakah arena tutup? Jika kau bertanding siapa yang paling lama tidur(dalam arti positif), masih masuk akal. Tapi itu tidak bisa meningkatkan kekuatan. Aku tidak mau."
Zhang Xin merasa gadis ini sangat bodoh sehingga tidak mengerti maksudnya. Tapi itu membuatnya semakin semangat membodohi gadis kecil ini untuk menariknya ke perangkap.
Sedangkan Liu Chang sudah semakin khawatir. Dia ingin memperingati Xie Ran untuk hati-hati pada Zhang Xin, tapi pria sialan itu terus mencengkramnya.
"Hei, kenapa kau kasar padanya?" Xie Ran melihat Zhang Xin menekan Liu Chang tidak bisa tidak bertanya-tanya. Apa Zhang Xin sedang mengancamnya? Liu Chang terlihat ingin mengatakan sesuatu, tapi ditekan pria aneh yang mengajaknya duel ini.
"Kasar? Saudara Liu adalah saudaraku, untuk apa aku kasar padanya?"
Xie Ran tidak percaya. Meski dia bodoh dalam hal tertentu, dia tetap mengetahui beberapa situasi tidak menguntungkan ini. Orang-orang ini bukan orang baik dan mencoba menindas pemandunya.
"Lupakan, bagaimana dengan taruhannya? Apa yang akan kau berikan jika aku menang? Koin kaca? Batu spiritual? Sayangnya aku tidak menerima koin emas." Xhe Ran mulai melakukan bisnisnya.
"Junior, kamu sangat bersemangat. Aku akan menerima semua permintaanmu jika kau menang. Tunggu aku di Penginapan Wurong." Zhang Xin terlihat sangat bersemangat.
"Tidak! Arena!" Dia pikir Xie Ran bodoh? Dia sudah membaca aturan akademi yang mengatakan untuk tidak bertarung di tempat umum. Pria ini ingin mencari masalah dengannya dan ingin membuat uangnya berkurang? Mimpi!
"Untuk apa di arena? Junior, untuk gadis sepertimu, tidak baik bertarung di arena. Itu akan melukaimu."
"Kalau begitu, kebetulan sekali. Sudah lama aku tidak terluka. Aku ingin lihat bagaimana kau membuatku terlihat sangat baik." Xie Ran tidak menutupi ketidak sukaannya lagi karena pria itu menganggapnya enteng. Suasana hatinya hancur karena pria sialan ini.
"Aku tidak memukul wanita cantik. Sangat disayangkan, bagaimana jika kulit halusmu tergores?"
"Apa itu urusanmu?" Xie Ran acuh tak acuh. "Jika tidak mau, pergilah! Aku ingin melanjutkan makan."
"Kamu! Apa kamu tidak tahu siapa Tuan Muda Zhang!" Salah satu bawahannya menggertak namun Xie Ran hanya terkekeh. Xie Ran bakan tidak takut pada Klan Xie dan Iblis, kenapa harus takut pada Zhang Xin?
Melihat Xie Ran tidak menanggapi, anak buah Zhang Xin mengoceh tidak suka dan mendobrak meja. Tapi Xie Ran menulikan pendengaran, fokus pada makanan yang enak. Dia bahkan tidak peduli apa orang-orang gila ini akan menghancurkan restoran. Yang penting perutnya kenyang.
Tapi ketika orang-orang itu mulai membuat kericuhan sehingga menjadi pusat perhatian, ocehan mereka tidak berhenti sampai air liur muncrat ke tempat makan Xie Ran.
Wajah Xie Ran menggelap seketika.
Orang ini berani mengotori makanannya!