
Klan Xie damai seperti seharusnya. Banyak murid klan berlatih di halaman, lalu berkeliaran dengan berbagai aktivitas. Semenjak pembersihan Klan oleh Xie Ran, Klan Xie menjadi lebih produktif dan damai tanpa drama maupun konflik seperti sebelumnya.
Pemikiran mereka sederhana, sepenuhnya mendedikasikan diri untuk Klan Xie dan keutuhan keluarga. Xie Wang tenang melihat klannya tenang dan damai, hanya saja ia tidak tenang akan kondisi Xie Ran yang masih mengurung diri.
Xie Wang menghela napas. "Sepertinya masalahnya menjadi serius." Ia pikir Xie Ran dan Kaisar Langit bertengkar hebat sampai menyebabkan Xie Ran murung setiap saat. Anak muda zaman sekarang memang sulit dimengerti.
Pandangannya menatap gerbang klan dengan teduh, sambil memandangi bulan yang terpajang di langit gelap tampak sangat indah.
Tapi ketika pandangannya mendarat lagi ke arah gerbang klan, ia melihat cahaya emas muncul tepat di depan gerbang menampilkan sosok yang baru saja ia pikirkan.
Wajah Xie Wang memucat. Apa Kaisar Langit baru saja mendengar pikirannya sampai datang di saat seperti ini? Apa yang harus ia lakukan?
Cepat-cepat Xie Wang pergi ke gerbang klan, mengabaikan tatapan penuh pertanyaan Liu Chang yang sedang lewat bersama Pei Xi.
Ketika melihat siapa yang sedang dihampiri Xie Wang, Liu Chang bertanya pada Pei Xi. "Kenapa Ketua lama begitu takut? Apa dia melakukan kesalahan pada Tuan Muda Qu?"
Pei Xi tidak menjawab, hanya diam karena telah mengetahui alasannya tapi tidak bisa mengatakan apa pun. Liu Chang ini masih saja memanggil Kaisar Langit dengan sebutan Tuan Muda. Ia tidak tahu harus menaruh wajah di mana di depan Kaisar Langit.
Qu Xuanzi memandang Klan Xie di depannya yang cukup besar untuk sebuah klan. Tempat ini cocok untuk Xie Ran berkultivasi, ia tidak akan terlalu khawatir ketika berpergian jauh dari Xie Ran.
Ketika ia akan pergi menemui Xie Ran, pandangannya mendapati Xie Wang yang terburu-buru menyambutnya. Ia ingin mengabaikan, tapi Xie Wang adalah kakek Xie Ran, ia harus menghormati pria tua itu juga.
"Yang Mulia, datang untuk bertemu Ranran?" Xie Wang menyambutnya dengan canggung. Ia belum terbiasa menghadapi Qu Xuanzi sebagai 'calon menantu' di masa depan, sama sekali tidak terbiasa.
"Ya."
Xie Wang meneguk saliva merasakan aura dingin di sekitar. "Kalau begitu, aku tidak akan bertanya lagi. Namun, anak muda biasanya memang implusif, Yang Mulia tidak perlu tersinggung."
Qu Xuanzi menatap Xie Wang, berpikir pria tua itu salah paham bahwa mereka sedang bertengkar. Sepertinya ketika datang, suasana hati Xie Ran benar-benar buruk dan sangat jelas terlihat, persis yang dikatakan Kaisar Iblis. Apa Kaisar Iblis menyinggungnya berlebihan?
Sebagai balasan, Qu Xuanzi mengangguk pelan. Ia tidak ingin banyak bicara omong kosong, jadi langsung pergi menemui Xie Ran. Tanpa diantar pun, ia sudah tahu di mana letak keberadaan Xie Ran.
Xie Wang sendiri hanya bisa menghela napas lega. Di depannya adalah Kaisar Langit, ia tidak boleh menyinggung terlalu banyak. Bahkan penyambutan individu seperti ini, ia merasa tertekan. Posisi pihak lain masalahnya terlalu tinggi hingga ia nyaris tidak sanggup menghadapinya.
Qu Xuanzi terus berjalan acuh tak acuh, fokus pada Xie Ran yang sedang kacau. Para murid di sekitar langsung terpana akan Qu Xuanzi yang tampak sangat berbeda dari yang lain. Terutama bagi murid wanita, mereka tidak memperhatikan langkah sampai nyaris jatuh ke semak-semak.
Tapi ketika menyadari identitas pihak lain yang tidak dapat diraih, mereka hanya bisa menganggumi dalam hati tanpa diungkapkan. Bukannya mereka tahu bahwa pihak lain adalah seorang dewa, tapi yang menjadi masalah utama adalah pria tertentu yang akan menjadi pendamping ketua mereka. Apa yang bisa mereka yang hanya sebutir debu itu lakukan?
Mengabaikan kekaguman dalam diam para murid, Qu Xuanzi akhirnya sampai di depan kamar Xie Ran. Membuka pintu, ia mendapati kamar yang kosong.
Liontin terletak di atas meja, namun tidak ada siapa pun di dalamnya. Napas yang familiar ada di sekitar kamar, namun tidak terlihat secara langsung. Ia menelusuri kamar, pergi ke balik tempat tidur.
Tampak seorang gadis duduk di lantai dan menggunakan tempat tidur sebagai sandaran, kakinya ditekuk sedangkan kepalanya menekuk menyentuh lutut, sedangkan kedua tangannya memeluk kakinya.
Qu Xuanzi segera menunduk di depannya, lalu menyentuh bahu Xie Ran untuk menyadarkannya.
Xie Ran mendongak. Wajah cantiknya menjadi sangat pucat seperti kehabisan darah membuat Qu Xuanzi khawatir. Tapi Xie Ran hanya mendongak sebentar, lalu menunduk lagi.
"Kau akhirnya datang." Xie Ran bergumam.
Qu Xuanzi dapat merasakan kesedihan dan ketakutan dari suara Xie Ran. Entah apa yang terjadi, seharusnya ada kaitannya dengan Kaisar Iblis. Ia memeluk Xie Ran, mengusap punggung gadis itu agar tidak lagi merasa takut.
"Aku sudah di sini, tidak akan terjadi apa pun." Qu Xuanzi mencoba menenangkan.
"Kenapa sangat lama?" Xie Ran mengeluh. Ia sangat lelah seharian menangani masalah yang ada di luar kendalinya. Ia telah menggunakan terlalu banyak kekuatan, bahkan sampai sudah tidak bisa lagi merasakan udara.
"Seharusnya aku datang lebih cepat, itu salahku." Cedera dalam Xie Ran tidak ringan, pasti karena pertempuran terakhir dan penanganan Dunia Roh.
Kaisar Iblis sangat keras kepala, jika diadu dengan Xie Ran akan ada masalah tak berujung. Sebelumnya Kaisar Iblis mengatakan, bahwa pria itu akan membuat Xie Ran terbunuh. Qu Xuanzi pikir pria itu hanya ingin membuatnya marah seperti biasa, tapi melihat betapa kacau Xie Ran, sepertinya itu benar.
Tapi bagaimanapun Kaisar Iblis adalah dirinya yang lain. Pasti ada alasan mengapa dia melakukan itu meski tidak diungkapkan. Namun masalahnya pria itu telah sangat menakuti Xie Ran.
Memikirkan hal tersebut, Qu Xuanzi merasa bersalah. "Maaf, membuatmu takut."
Xie Ran menggeleng. "Bukan salahmu."
"Kaisar Iblis adalah diriku yang lain, aku juga bertanggungjawab atas perlakuannya."
Xie Ran diam untuk beberapa saat, mencoba berpikir. Kemudian menatap Qu Xuanzi. "Kalau begitu, apa kau juga bisa melakukan hal yang sama seperti dia di masa depan? Kau akan membunuhku, meski hanya sekadar ancaman?"
"Kenapa aku harus membunuhmu?"
"Ada banyak alasan kenapa seseorang ingin saling membunuh, bisa masalah kepentingan atau perlindungan. Kaisar Iblis ingin membunuhku agar aku membencinya, bahkan sampai Long Long harus sekarat. Jika kalian menjadi satu, bukankah kau akan membunuhku?"
Qu Xuanzi terkejut mendengar ucapan Xie Ran. Ia baru tahu kalau Kaisar Iblis benar-benar akan membunuh Xie Ran dan menanamkan keraguan di hati Xie Ran. Meski ia yakin itu hanya sekadar ancaman, bukankah sampai membuat Long Long sekarat sudah cukup membuktikan bahwa Xie Ran hampir saja mati karenanya?
"Aku tidak seperti itu, juga tidak akan menggunakan cara seperti itu." Bahkan memberi pukulan ketika Xie Ran memintanya saja ia tidak mau, apalagi menyerangnya dan hampir membuatnya terbunuh.
"Aku tahu."
"Kau sedih karena Long Long?"
Xie Ran mengangguk pelan. "Sebenarnya, aku tidak takut pada Kaisar Iblis. Tapi aku takut ketika Long Long terkena serangannya, takut tiba-tiba Long Long hilang, aku akan semakin merasa bersalah padanya."
"Butuh bantuan?"
Xie Ran menggeleng pelan. "Kemarin, ketika sampai di klan, aku mencoba memulihkan roh Long Long di dalam liontin seharian penuh. Kekuatanku mencapai batasnya, siapa sangka mengalami penerobosan ke tingkat saint. Xie Jin datang memberitahu cara menyatukan roh dan jiwa, aku melakukan sesuai arahan, tapi ... dia tidak bangun."
Xie Ran menunduk semakin dalam. Ia telah memikirkan kesalahan apa yang ia buat selama proses, apa dia telah melukai roh Long Long atau tidak, atau Xie Jin menipunya. Seharusnya ia menunggu Qu Xuanzi, tapi ia terlalu terburu-buru, berpikir Xie Jin cukup diandalkan mengingat Xie Jin adalah orang kepercayaan Qu Xuanzi sekaligus leluhurnya dan penjaga keilahian kakeknya.
"Dia akan baik-baik saja." Qu Xuanzi menatap mata Xie Ran, mencoba meyakinkan, tidak ingin membuat Xie Ran sedih lagi.
"Benarkah?"
Qu Xuanzi mengangguk pelan lalu mengusap rambut Xie Ran dengan lembut. "Tidak perlu khawatir. Kamu sudah lelah, istirahatlah."
Xie Ran menaiki tempat tidur. Melihat Qu Xuanzi, ia menepuk kasur sebelahnya memintanya berbaring di sisinya. Qu Xuanzi terkekeh, terakhir kali Xie Ran terus mengusirnya, sekarang justru mengundangnya. Entah apa yang dipelajari Xie Ran selama di Dunia Bawah.
Setelah Qu Xuanzi berbaring di sebelahnya, Xie Ran langsung memeluknya, menjadikan bahu pria itu sebagai bantalan.
"Aku merindukanmu, jadi tetaplah di sini."
"Apa yang diajarkan Kaisar Iblis di Dunia Bawah padamu?"
Xie Ran diam untuk beberapa saat, tiba-tiba teringat ucapan Kaisar Iblis ketika masih menyamar sebagai Qu Xuanzi.
Ia menatap Qu Xuanzi dengan ragu. Kaisar Iblis tidak bisa dipercaya, ucapannya selalu menyesatkan, tapi Qu Xuanzi bisa dipercaya. Lebih baik tanyakan langsung padanya.
"Kaisar Iblis mengatakan ... Isabella dan Sean ... pernah 'itu'."
"Itu?" Qu Xuanzi bingung apa yang ingin dikatakan Xie Ran.
Xie Ran tiba-tiba merasa frustrasi. "Bagaimana menjelaskannya? Pokoknya, dia mengatakan ... kita pernah melakukannya lebih dari ciuman ... itu yang dia katakan, bukan aku!"
Qu Xuanzi diam untuk beberapa saat. Detik berikutnya, ia tertawa membuat Xie Ran bingung. Apa benar? Sepertinya ia mengatakan hal yang salah.
"Tidak bicara lagi, aku tidur." Xie Ran merasa malu. Sepertinya ucapan Kaisar Iblis benar, seharusnya ia tidak mengatakan hal itu. Toh, ia sudah berpindah dunia dan tubuh sekaligus. Ingatannya juga hilang. Ia yang dulu sudah mati.
Xie Ran membelakangi Qu Xuanzi karena malu, namun Qu Xuanzi menariknya agar Xie Ran menghadapnya. Melihat wajah memerah Xie Ran, Qu Xuanzi berpikir untuk menggodanya.
"Apa kamu ingin?" Qu Xuanzi tersenyum jahil.
Xie Ran terbelalak, lalu menggeleng cepat. "Kita ... sudah beda dunia."
"Apa bedanya?"
"Intinya berbeda, tidak seperti dulu." Xie Ran cemberut. "Jika ingin ... pergi saja ke rumah bordil!" Xie Ran langsung membelakanginya saat itu juga, sambil mengutuk mulutnya yang terus salah ucap.
"Maksudku, apa kamu ingin tidur denganku, berbaring dan memasuki mimpi, tidak melakukan apa-apa lagi."
Xie Ran diam untuk beberapa saat. Apa ia yang berpikir terlalu jauh atau ... Qu Xuanzi sedang mengerjainya!
Xie Ran menghadapnya dengan kening berkerut. "Kau ...."
"Bukankah itu lebih dari ciuman?"
Xie Ran nyaris tidak bisa mengatakan apa pun. Jika ia tidak tahu kalau Kaisar Iblis dan Qu Xuanzi memiliki hubungan buruk, ia akan berpikir bahwa dua pria itu bekerja sama menjebaknya!
Melihat betapa bingung dan malu Xie Ran, Qu Xusnzi tidak tega lagi menggodanya habis-habisan. Ia terkekeh, kemudian berniat meluruskan.
"Tidak ada hal seperti yang kau pikirkan, tenang saja. Bahkan di masa lalu juga sama. Kaisar Iblis hanya membingungkanmu."
Xie Ran semakin terdiam. Sepertinya pemikirannya yang terlalu jauh ini membuat Qu Xuanzi menertawakannya. Benar-benar mengesalkan, tapi ia tidak tahu harus kesal bagaimana. Ia hanya tahu, bahwa ia telah dipermalukan.
"Aku tahu, Kaisar Iblis hanya tahu cara menyesatkan." Xie Ran menutupi rasa malu, mencoba menebalkan wajah setebal mungkin meski masih merasa malu.
Qu Xuanzi menempatkan Xie Ran ke dalam pelukannya. Ia senang Xie Ran tidak lagi muram seperti sebelumnya, itu sangat bagus.
Di tengah kesunyian, tiba-tiba Xie Ran teringat hal lain yang lebih penting. "Xuanzi, apa kau tahu identitas ibuku?"
Qu Xuanzi melirik Xie Ran di pelukannya, kemudian mengangguk dengan ragu. Sepertinya Xie Ran sudah mengetahui identitas Wen Xi sejak di Benua Lava. Mungkin juga ada hubungannya dengan Kaisar Iblis yang tiba-tiba menyebut Xie Ruo.
"Kenapa tidak memberitahu?"
"Kau tidak bertanya."
Xie Ran diam memandangnya dengan kesal. Ini bukan pertama kali Qu Xuanzi mengatakan kalimat yang sama, seolah tidak ada kosakata lain di kamusnya.
"Aku hanya tidak terpikirkan." Xie Ran diam untuk beberapa saat. "Jika kau tahu tentang ibuku, maka seharusnya kau tahu tentang anak kembarnya."
"Sedikit. Pada saat itu aku berinkarnasi, tidak tahu dengan jelas. Tapi ... ibumu sering pergi ke makam salah satu putrinya, Xie Ruo."
Xie Ran semakin terdiam. Benar, ia telah dianggap mati oleh semua orang, bahkan dikuburkan tanpa jasad, hanya nama yang bahkan pemiliknya tidak tahu. Qu Xuanzi sepertinya memang tidak tahu hal ini, bahwa ia adalah Xie Ruo.
"Kamu bertemu dengannya?" Qu Xuanzi penasaran. Ia tidak tahu banyak tentang hal itu karena telah berinkarnasi di dunia lain. Mungkin jika berinkarnasi di dunia ini, ia akan tahu.
"Sebenarnya tidak bisa dikatakan bertemu, tapi aku sangat mengenalnya."
Qu Xuanzi menatapnya dengan penasaran. Tidak mungkin 'Xie Ran' adalah Xie Ruo, 'kan?
"Aku ... adalah Xie Ruo."
Ucapannya membantah argumen Qu Xuanzi, sekaligus mendukungnya. Qu Xuanzi terkejut, tapi wajahnya sama sekali tidak tampak terkejut hingga Xie Ran meragukan, sebenarnya Qu Xuanzi sudah tahu atau tidak?
Tapi ... bagaimana bisa? Qu Xuanzi bingung. Ia pikir Xie Ran adalah Isabella dari dunia lain. Jika ia tahu sebenarnya Isabella berasal dari dunia ini dan kembali ke tempat kelahirannya, ia tidak akan menghapus ingatan Isabella.
"Aku tidak melihat kau terkejut. Apa kau sudah tahu?" Xie Ran heran.
"Aku tidak tahu."
"Benar? Kenapa tidak terkejut? Atau setidaknya mengatakan sesuatu seperti 'benarkah?' atau 'bagaimana bisa?' seperti itu."
"Aku terbiasa tidak menunjukkan reaksi seperti itu." Qu Xuanzi jujur. Memang terkesan membosankan sehingga ia selalu dianggap serba tahu.
Xie Ran mengiyakannya saja. "Bukankah mengejutkan? Aku bahkan sampai tidak bisa tidur. Jika kakek dan nenek tahu, mereka akan shock, apalagi menyadari kenyataan bahwa 'Xie Ran' sudah terbunuh. Aku tidak tahu bagaimana pandangan mereka tentangku. Apa aku akan disebut penjahat yang mencuri tubuh adiknya, atau pembunuh yang kehidupannya membunuh adiknya."
"Mereka tidak akan."
"Kamu tidak tahu ...."
Xie Ran menceritakan apa yang dikatakan Bai Long secara terperinci, termasuk kenyataan bahwa ia telah membunuh Bai Long. Qu Xuanzi mendengarkan tanpa memotong pembicaraan atau bertanya, sampai akhinya Xie Ran menyelesaikan cerita.
Qu Xuanzi kembali berpikir. Berdasarkan sifat Wen Xi, tidak mungkin membiarkan Xie Ruo pergi begitu saja. Pasti ada alasan di balik semua ini. Satu lagi, ia curiga semua ini ada campur tangan Tetua Dewa. Proses perpindahan dunia melalui jiwa bukan sesuatu yang bisa dilakukan dewa biasa, apalagi jiwa yang baru lahir.
"Jika 'Xie Ran' tidak mati, apa aku bisa datang ke sini?" Pertanyaan itu terus menggantung di kepalanya.
"Takutnya, hanya seseorang yang bisa menjawab," kata Qu Xuanzi membuat Xie Ran menatapnya penuh pertanyaan. Qu Xuanzi segera menjawab, "Tetua Dewa. Kemungkinan besar dia yang menarikmu ke dunia ini dan mengirimmu pergi, karena dia juga yang mengatur inkarnasiku dan Kaisar Iblis."
"Apa tujuannya?"
Qu Xuanzi menggeleng tidak tahu. Masalah Tetua Dewa tidak pernah ada yang bisa menebak, kecuali orang-orang yang terlibat langsung. Sedangkan dalam kasus Xie Ran dan Xie Ruo, ia tidak melibatkan diri saat itu. Tapi mungkin saja ada hubungan dengannya juga.
"Kalau begitu, aku harus bertanya pada kakek dan nenek, seharusnya mereka memiliki jawabannya."
Xie Ran sudah memutuskan. Pada saat itu juga, ia akan mengakui semua kebenaran yang selama ini ditutupi, termasuk kematian 'Xie Ran'.