The Emperor God Wife Is Naughty

The Emperor God Wife Is Naughty
61. Kemenangan Beruntun



Peserta Akademi Ouyang mengeluarkan energi mereka berupa 7 elemen berbeda berkobar di tubuh mereka. Melihat lawan mereka yang terlihat lemah, mereka hanya perlu sedikit menggertak dan memukul mundur sekaligus.


Hanya saja, mereka masih harus memperhatikan sepasang lelaki dan perempuan yang berdiri di formasi bagian belakang itu. Mereka terasa tidak biasa dan memiliki kekuatan lebih tinggi dari yang lainnya. Tapi melihat pelatihan lainnya yang berada di bawah, kurasa mereka hanya akan menjadi beban.


Itu memunculkan kepercayaan diri yang kuat pada tim itu juga para pendukungnya sedangkan pendukung Akademi Tanshang mulai resah. Mengapa mereka mengirim banyak anggota cadangan pada pertandingan pertama?


Sedangkan dalang rencana gila tersebut hanya berdiri santai tanpa ekspresi seolah semua kemungkinan sudah ada di kepalanya. Berbeda dengan adik kelasnya yang mulai gugup begitu ditempatkan di depan. Jika pertandingan kali ini kalah, mereka yang akan disalahkan.


"Ingat apa yang kukatakan." Xie Ran mengingatkan dengan mentransmisikan suaranya ke telinga keenam manusia itu. Mereka hanya mengangguk dalam hati selagi mata mereka fokus pada lawan yang akan bergerak.


Ketika lawan bergerak, mereka menunjukkan kewaspadaan tinggi dibawah tekanan. Dua dari peserta Akademi Ouyang mengambil arah kanan dan kiri. Salah satunya membuat gundukan tanah tinggi yang menyerang ke arah kelompok murid kecil itu sedangkan yang satu lagi mengeluarkan berbagai macam logam runcing yang penuh ke arah mereka dari arah yang berlawanan.


Qian Jue segera mengeluarkan sulurnya dari tangan mengelilingi area mereka dan menahan gundukan tanah beserta logam runcing tersebut sedangkan tangan satunya lagi menarik rekannya ke tempat aman.


Liu Chang mengaktifkan kecepatan sepatunya dan melesat seperti bayangan tanpa meninggalkan jejak. Tubuhnya yang seperti bayangan begitu cepat menangkis logam-logam runcing dengan pedang besarnya dan menangkisnya agar menancap gundukan tanah.


Pusaran angin tiba-tiba datang menghantamnya. Sebelum itu terjadi sebuah sulur melilit tubuhnya dan memindahkannya ke arah lain. Liu Chang mengambil kesempatan dengan sulur itu agar melayang di udara dan kakinya bertabrakan dengan gundukan tanah yang dibuat sebagai pelindung oleh salah satu lawan.


Gundukan tanah itu tidak hancur, pria yang membuat gundukan tanah tersenyum mengejek tidak menyadari sebilah panah muncul di belakangnya menyayat sedikit kulit lehernya dan menembus gundukan tanah hingga tendangan Liu Chang mendarat di wajahnya.


Sulur hilang sedangkan Liu Chang tersenyum puas dan melihat Yu Yin dengan busur dan panahnya. Gadis itu sangat mendominasi dengan caranya sendiri.


"Sepertinya aku tidak diperlukan." Xie Ran menonton di ujung sambil tersenyum puas. Mereka mengikuti instruksinya dengan baik.


Sedangkan Pei Xi di sebelahnya terkekeh. "Akan ada saatnya kau maju."


"Mereka tidak membiarkanku, aku yakin itu." Xie Ran sangat yakin mereka tidak membiarkannya maju karena ia adalah kartu truf-nya selain Zhong Xiaorong. Ia datang sekarang hanya untuk mengisi angka. Namun ketika melihat Tang Zhi yang memerhatikannya dengan seksama, ia semakin yakin bahwa dirinya tidak boleh menunjukkan potensi sekarang.


Peserta Akademi Ouyang menyatukan kekuatan mereka. Sebelumnya mereka membuat kesalahan dengan membiarkan dua orang bodoh itu maju terlebih dahulu dan berakhir dipukul mundur. Ketujuhnya menyerang secara bersamaan ke arah mereka dan meluncurkan serangan yang tidak main-main.


Api membakar arena begitu cepat sedangkan sisi lain penuh dengan pusaran angin yang berintegrasi dengan api menyebabkan api membakar lebih besar. Gundukan tanah mencuat dan hancur membentuk golem raksasa yang menyebabkan beban berat di arena dan guncangan kuat disertai tanaman beracun yang muncul di sekitar arena bersamaan dengan gundukan tanah. Pria dengan tombak listrik muncul menyatukan kekuatannya dengan elemen logam menyebabkan sambaran listrik di udara yang tak terhingga.


Hanya satu yang masih diam memperhatikan dengan raut dingin. Ia seolah mencari celah dan menyelinap masuk melakukan serangan yang lebih berat.


Kombinasi elemen ini cukup menarik dan berbahaya. Ketujuh murid Akademi Tianshang termasuk Xie Ran bersatu di tengah arena menghadapi serangan elemen yang meluncur begitu cepat.


Jiang Jun menangkis tiap serangan dengan tombak di sisi si pemanah Yu Yin. Hanya mereka berdua yang menggunakan sihir senjata sedangkan yang lainnya meluncurkan sihir bercahaya untuk menghancurkan tiap kali serangan yang muncul.


Hanya Xie Ran yang masih diam kala Pei Xi telah ikut campur. Bayangan gelap memenuhi arena dan beberapa murid yang terkena efeknya merasakan kekuatan mental mereka berkurang lebih cepat. Kabut hijau muncul bersamaan dengan bayangan yang membentuk jari ke arah kelompok itu menyebabkan kondisi tubuh mereka terganggu.


Dalam sekejap, kelompok Akademi Ouyang seolah mengalami kekalahan telak membuat pria dingin yang awalnya hanya memperhatikan dalam diam mengerutkan dahi. Irisnya berkilat begitu melihat Xie Ran yang hanya diam memperhatikan.


Sebenarnya, disini Xie Ran menginstruksikan apa yang harus mereka lakukan melalui transmisi suara dan itu diketahui oleh pria dingin itu. Ia segera memejamkan mata, detik berikutnya, matanya menjadi biru dan dengan cepat meluncurkan serangan ke arah Xie Ran.


Tembakan air muncul begitu cepat seperti meteor membanjiri arena. Listrik diaruskan melalui air dan menyebabkan tegangan besar sehingga beberapa dari mereka harus menghindar agar tidak tersengat. Sedangkan kelompok Akademi Ouyang telah mengambil bagian pelindung yang terbuat dari kayu sehingga tidak terpengaruh oleh listrik.


Pria yang menembakkan air itu tersenyum dingin melihat anak-anak itu menjauh ketakutan dan menahan tekanan ombak yang kuar biasa disertai sengatan listrik.


"Jika api dapat mengeringkan air, apa kau percaya?"


Xie Ran tiba-tiba sudah ada di belakangnya dan meluncurkan bola api yang cukup besar ke arah pria itu. Melihat bola api dan merasakan tubuhnya memanas, ia segera menahannya dan menembakkan air seperti meriam membuat gelombang yang lebih besar di udara.


Beberapa cincin air muncul di udara sedangjan pria itu telah melayang mengendalikan cincin air. Cincing-cincin besar itu berputar ke arah Xie Ran dan mengikuti tiap penghindarannya dengan cermat tanpa memberi jeda.


Ia membuat pusaran air yang lebih besar melihat Xie Ran masih bisa menghindar. Pusaran air seperti berada dalam laut dan menyebabkan aliran listrik menyebar tak terkendali. Pusaran air itu membentuk seperti tornado disertai angin puyuh kencang.


"Xiao Ran!" Pei Xi segera melesat pergi ke arah Xie Ran begitu melihat gadis itu akan ditelan tornado.


Selagi tiga peserta mengendalikan tornado, yang lainnya melakukan serangan yang lebih besar pada Mei Liena dan yang lain. Gundukan tanah dan golem terus menggebrak arena disertai tajamnya logam dan kobaran api. Tanaman beracun juga ikut serta memberikan kabut beracun ungu yang pekat menyebabkan pandangan mereka tidak terlihat jelas.


"Gawat! Cepat ambil alih!" Liu Chang segera menggantikan instruksi Xie Ran dan Pei Xi karena dua manusia itu telah masuk ke dalam tornado 3 elemen.


Pemandangan yang dibuat kedua kubu telah mencegangkan para penonton. Mereka tidak menyangka akan melihat tornado kombinasi 3 elemen yang langka dan terkenal kuat. Tidak ada yang bisa menghentikannya. Siapapun yang masuk tidak bisa keluar lagi selain dalam keadaan mati.


Zhong Xiaorong di podium mengepalkan tinjunya begitu pula Zhou Kui dan Yan Yao. Mereka tidak ikut membantu disana membuat mereka merasa tidak berdaya. Mereka hanya bisa berharap teman-temannya keluar dalam keadaan utuh.


"Aku yakin Xiao Ran punya rencana." Zhong Xiaorong percaya dan berusaha meyakinkan diri dengan kata-katanya.


"Aku juga percaya." Yan Yao juga meyakinkan diri begitu pula Zhou Kui.


"Kombinasi tornado 3 elemen, takutnya pemimpin kalian akan sulit untuk pulih dan mengikuti turnamen." Bao Jun yang setia duduk di belakang mereka berkomentar menyebabkan tiga manusia itu menoleh ke arahnya dengan tidak puas.


"Dekan Bao, kami percaya mereka. Kami juga percaya rencana Xiao Ran." Zhou Kui berinisiatif membela. Semakin kesini, ia semakin tidak suka dengan dekan satu itu.


"Seharusnya kau memberi semangat untuk mereka." Dekan Akademi menengahi tidak ingin terjadi konflik antara dekan dan murid. Sedangkan dua dekan lainnya hanya mengangguk setuju dan tidak banyak komentar. Mereka sendiri khawatir dengan Pei Xi dan Xie Ran.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kondisi arena kian memburuk. Racun ungu yang tersebar lebih kuat dari racun Mei Liena hingga ia tidak bisa menahannya lebih lama untuk melindungi teman-temannya. Mei Liena telah mengeluarkan banyak kekuatan untuk menahan persebaran racun dengan menghadapi ahli racun yang benar-benar membuatnya jengkel.


"Aku tidak bisa menahannya lagi." Mei Liena terlalu lelah hingga sebelah kakinya berlutut. Tangan dan kakinya bergetar dan keringat membasahi tubuhnya. Tingkatan racun lawannya lebih tinggi dari miliknya.


Liu Chang bingung. Ia juga telah menahan api menyebalkan yang terus ingin membuatnya gosong. Masalahnya ia hanya melawan sendiri, sedangkan yang lain sudah memiliki lawan masing-masing. Qian Jue dan Jiang Jun melawan golem sedangkan Yu Yin melawan si logam.


Tekanan terus meningkat menyebabkan Mei Liena memuntahkan seteguk darah dan tubuhnya tersungkur tidak dapat menahan lagi. Racun ungu menyebar begitu cepat membentuk kabut menyebabkan mata Mei Liena yang mencerminkan kabut ungu membulat.


Apa mereka akan kalah?


Liu Chang melepas pria api di tangannya dan menarik Mei Liena yang akan terlalap racun dengan kecepatan tinggi. Ia juga menarik tiga lainnta untuk menghindari racun kemudian meminta Qian Jue membuat pelindung anti racun untuk mereka.


Dedaunan tebal berjejer membentuk dinding padat menutupi area mereka tanpa celah agar racun terpantulkan. Racun ungu yang menyentuh tanaman tersebut menyebabkan korosi dan membuat pelindung layu dan tidak tahan lama.


"Apa yang harus kita lakukan?" Yu Yin berujar.


Setelah beberapa lama diam di dalam pelindung yang sudah seperti kepompong layu, kabut ungu yang awalnya akan menembus hilang. Suara arogan di luar digantikan keheningan.


"You lose!"


Suara feminim itu terdengar membangkitkan semangat mereka. Qian Jue segera menurunkan tanaman layunya dan meliat lawan mereka mematung di tempat melihat beberapa orang yang dijadikan sandera.


Saat ini, mereka telah melihat Pei Xi dan Xie Ran kembali.


Pandangan Xie Ran terarah pada lima manusia konyol itu. "Kenapa diam? Tidak ingin menang? Hei, we have won!" Posisinya saat ini menodongkan pisau ke leher si pria air — meski harus jinjit — tanda bahwa pemimpin mereka kalah. Sedangkan Pei Xi melilit si listrik dan si angin dengan jari bayangan.


"Omong kosong!" Pria golem merasa kesal dan akan menyerang, namun dihentikan oleh dua lainnya.


"Asal kalian tahu, aku tidak menolelir kesalahan. Jika aku sudah mengatakannya, maka aku akan melakukannya." Xie Ran berkata dengan tenang. Ia tidak perlu membuang banyak tenaga sudah bisa menangkap pria air ini.


"Beri kami alasan mengapa kau bisa lepas dari tornado? Setidaknya, beri kami alasan kekalahan kami." Salah satunya mengajukan pertanyaan membuat Xie Ran gusar.


Gadis itu memutar bola mata jengah. "Aku memiliki senjata yang dapat menghancurkan formasi dibawah tingkat peri."


Mereka terkejut. Alat apa sampai sehebat itu? Mereka begitu penasaran. "Benarkah?"


"Tidak," jawab Xie Ran asal membuat mereka kesal. "Itu hanya dilakukan oleh Pei Xi menggunakan bayangannya, aku hanya memberitahu beberapa kata dan dia langsung paham."


"Ada apa dengan bayangan?"


"Di dunia ini apa yang tidak memiliki bayangan? Persepsi bayangan begitu kuat. Begitu melihat bagian lain yang tanpa bayangan, dia langsung mengetahui jalur keluarnya." Xie Ran berkata dengan malas sedangkan Pei Xi di sebelahnya hanya diam.


Mereka tampak ragu sejenak memikirkannya. "Apa itu benar?"


"Apa kalian akan mengakhiri pertarungan ini? Aku kehabisan banyak darah, aku perlu makan. Teman kalian juga pasti begitu." Xie Ran dengan wajah datar membosankan bicara tentang darah dan makanan lagi.


Mereka sudah sangat kesal akan omong kosong gadis itu dan ingin melawan lagi, tapi ketika melihat pemimpin mereka yang hanya diam mengangguk pada mereka, mereka akhirnya pasrah.


"Kami mengaku kalah...."


Pembawa acara yang awalnya terdiam kembali mendapatkan logikanya dan mengumumkan kemenangan. "Akademi Tianshang menang!"


Xie Ran melepas sandera begitu saja dan berjalan dengan riang. "Sejak masuk ke sharknado, aku kehilangan banyak darah, ayo kita makan!"


"Shark...nad-do?" Yu Yin mengerutkan kening dan menatap rekannya yang lain penuh tanda tanya sampai akhirnya mereka turun arena.


"Aku ragu kau mengatakan kebenaran?" Liu Chang tahu Xie Ran sedang omong kosong karena lapar.


Xie Ran meliriknya dengan alis di angkat kemudian melirik Pei Xi sekilas. "Benarkah?"


Beberapa saat yang lalu, Xie Ran yang telah tersedot masuk ke dalam tornado tidak bisa mengendalikan tubuhnya yang terus berputar terbawa arus. Sengatan listrik memenuhi tubuhnya hingga ia harus menggunakan sihir pesona melapisi tubuhnya agar sengatan tidak mempengaruhinya.


Tubuhnya dipenuhi sinar merah. Ia mulai menyeimbangkan tubuh dan memperluas persepsi untuk mencari celah tornado. Tornado ini sangat merepotkan menyebabkan tubuhnya terombang-ambing seperti terbawa arus air laut.


Ia menggunakan sistem untuk melacak bagian kelemahan tornado dimana hanya terdapat sedikit energi. Pandangannya terus mencari bagian lemah hingga beberapa saat kemudian, ia menemukan bagian dasar tornado yang memiliki sedikit energi. Tidak ada yang sempurna di dunia ini, bahkan tornado sekalipun.


Dia berteleportasi ke bawah agar tidak mual karena terombang-ambing. Setelah sampai, ia nyaris kehilangan keseimbangan saking pusingnya berputar-putar dan perutnya merasa mual. Bahkan pakaiannya basah sehingga ia harus langsung mengeringkannya dengan api.


Ketika tengah mengeringkan tubuh, ia mendengar suara teriakan Pei Xi. Xie Ran melihat ke atas, menajamkan persepsinya dan merasakan pria malang itu benar-benar terombang-ambing dan terkoyak dalam tornado.


Xie Ran berdecak miris. "Bodoh."


Pei Xi yang berputar-putar terbawa arus berusaha mengendalikan tubuhnya agar dapat seimbang. Kemudian mendengar suara Xie Ran, ia langsung mencari asal suara. Rupanya gadis itu tidak terlihat buruk seperti yang dialaminya. Memang gadis itu tidak perlu bantuan siapapun.


"Hei, bodoh! Kenapa kau ikut? Bosan hidup?"


Ucapan sarkas Xie Ran diabaikan Pei Xi yang langsung pergi ke arah Xie Ran dengan menjadi bayangan. Seseorang akan mati jika terus membiarkan tubuhnya berada di arus tornado.


Setelah mendarat dengan susah payah, Pei Xi akhirnya dapat melihat Xie Ran dengan jelas setelah lama melihatnya yang tertutupi arus. "Bagaimana kau bisa menemukan celah ini?"


Xie Ran menunjuk pelipisnya. "Otak." Kemudian ia melanjutkan kalimatnya untuk memberi solusi. "Karena kamu di sini, akan lebih baik jika kau yang menghancurkan ini. Setelah membuat tornado, mereka akan kehilangan banyak tenaga dan melemah. Kau bisa mengambil keuntungannya dengan menghancurkan tornado mulai dari sini."


"Kau?"


Xie Ran menatapnya tidak bersalah. "Aku 'kan sudah menunjukkan bagian kelemahannya. Kau yang hancurkan. Satu lagi, jangan katakan bahwa aku yang menemukannya."


Pei Xi mengerutkan kening tidak setuju. Jadi maksud Xie Ran ingin melimpahkan padanya? Bukankah orang akan semakin meremehkan Xie Ran dan menganggap mencari perlindungan padanya?


Menyadari ketidaksetujuan itu, Xie Ran bicara, "Seseorang memperhatikanku, aku harus bermain di belakang layar."


Pei Xi tidak banyak tanya lagi. Ia langsung menghancurkan tornado menggunakan tahap akhir bayangan. Tornado dipenuhi bayangan hitam yang mendominasi mencuat keluar dari mulut pusaran. Tornado yang awalnya berwarna biru menjadi hitam seiring berjalannya waktu dan meningkatnya bayangan serta berkurangnya tenaga pengendali tornado. Detik berikutnya, bayangan menyebar dengan cepat seperti sebuah ledakan menyebabkan hancurnya tornado menjadi serpihan angin yang melakukan serangan balik pada pengendali.


Tiga manusia yang mengendalikan terpental beberapa meter dan memuntahkan darah. Saat itu juga, Xie Ran berjalan dan mengeluarkan pisau menyandranya sedangkan Pei Xi menggunakan jari bayangan melilit mereka.


Xie Ran tentu tidak akan menceritakan hal itu di sini. Ia hanya mengatakan bahwa ia menggunakan sistem untuk mendeteksi kelemahan dan menggunakan konspirasi barusan yang ia katakan pada murid Akademi Ouyang. Konspirasi itu tidak sepenuhnya salah.


Mereka percaya-percaya saja sedangkan Pei Xi mengagumi dalam hati bahwa bakat berbohong Xie Ran meningkat pesat bahkan telah membohong publik beserta dekan yang menonton.


Xie Ran tidak peduli akan hal itu. Pandangannya terarah pada Bao Jun dan melemparkan senyum lebar padanya. Itu terlihat manis untuk beberapa orang, tapi tidak Bao Jun yang merasa terancam. Xiao Ran telah mengetahui identitasnya.


Setelah pertandingan hari ini, mereka tidak bertanding lagi. Melainkan mereka bertanding setiap hari melawan beberapa Akademi dan menang berturut-turut menggunakan anggota tim yang sama. Semuanya kalah kurang dari 1 menit tanpa harus menggunakan seluruh kemampuan membuat semua orang kagum sekaligus terancam.


Nama Akademi Tianshang semakin melejit. Banyak yang rela membayar demi melihat pertandingan Akademi Tianshang dan surat kabar dipenuhi dengan kemenangan menakjubkan Akademi Tianshang. Selain Akademi Tianshang, Akademi Yesha dan tujuh beberapa Akademi elemen tak kalah populer atas kemenangan terbanyak mereka.


Setelah pertandingan tim ronde pertama selesai, pertandingan ronde kedua yang merupakan pertandingan individu dimulai.