
Salju berjatuhan di atas pepohonan putih beserta angin berhembus kencang. Langit gelap mendukung dinginnya wilayah salju tebal, tapi tidak menggangguk aktivitas beberapa hewan tertentu yang kini dalam bentuk manusia.
Sepasang mata hitam terbuka, menampakkan tatapan dingin melihat hujan salju di depannya. Ia telah memulihkan tenaganya sekaligus menyerap pecahan kekuatannya yang tersebar. Kini kekuatannya telah pulih kurang lebih 60% sehingga ia menjadi lebih kuat.
Naga Azure dalam bentuk manusia berlutut di depannya. "Yang Mulia, salah satu pecahan kekuatan Yang Mulia sudah ditemukan, akan lebih baik jika menemukan yang lain secepatnya."
"Kembali dahulu."
"Apa Yang Mulia akan kembali ke Istana Langit?" Nga Azure berpikir Qu Xuanzi akan segera membangun kembali Alam Langit dan memulihkan diri di sana. Setelah terlepas dari segel, ia tidak perlu lagi berada di liontin dan melakukan pemisahan jiwa seperti sebelumnya.
"Bukan di sana." Ucapan Qu Xuanzi membuat Naga Azure berpikir kembali tempat apa yang dimaksud.
Setelah memikirkannya, Naga Azure memiliki raut kurang setuju. "Yang Mulia, setidaknya kekuatan Yang Mulia dipulihkan sebanyak 80% agar kedepannya tidak terjadi sesuatu. Semakin dibiarkan, maka luka lama Yang Mulia akan—"
"Kau berani melawan perintahku?" Qu Xuanzi menatapnya dingin.
Naga Azure tersentak dan langsung menunduk. "Tidak berani," cicitnya. "Kalau begitu, hamba akan memperisapkan segalanya."
Qu Xuanzi tidak menjawab lagi membiarkan Naga Azure pergi. Entah kenapa, ia merasa sangat ingin kembali menemui gadis bodoh itu yang selalu mencari masalah.
Xie Ran pasti sudah berada di pagoda kaca dan sedang melakukan misinya. Ia harus cepat kembali sebelum terjadi sesuatu yang lebih buruk dibandingkan kekacauan turnamen.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di dalam kegelapan, Xie Ran menyalakan api di tangannya yang berkobar memberi penerangan. Tidak ada hal lain selain dinding membuat Xie Ran teringat pengalamannya di gua dua kali berturut-turut. Bedanya kali ini ia bersama dua naga yang duduk di kedua bahunya.
"Master, aura kuat itu sudah dekat. Apa Master ingin terus berjalan? Tidak tahu apa saja yang ada di dalam sana." Long Huo masih khawatir sejak tadi.
"Tidak tahu jika tidak melihatnya." Xie Ran tetap santai tanpa beban. Meski ia merasakan energi yang aneh, ia tidak merasa bahaya yang begitu besar seperti yang dikatakan Long Huo.
Ia terus berjalan dan melihat tiap sudut dengan teliti. Pandangannya melakukan scan dibantu sistem dan ia sangat yakin tidak ada apa pun yang menarik.
Setelah hampir di ujung jalan, ia baru menghentikan langkah begitu melihat hasil scan yang menunjukkan terdapat sebuah benda di dalam pintu batu di depannya.
Xie Ran semakin penasaran, apa ada harta di dalam sana? Ia pun mendorong pintu batu yang berat itu. Butuh beberapa usaha untuk membukanya hingga tubuh rampingnya berhasil menyelinap masuk.
Ia mendesah. "Aku pikir sedang mendorong dinding tadi. Berat sekali."
"Aku bisa mendorongnya lebih mudah jika Master meminta." Long Yun menawarkan jasa. Oh tidak, sebenarnya Long Yun menganggap dirinya cukup kuat untuk mendorong 'dinding'.
Xie Ran mengabaikan Long Yun begitu sebuah sinar masuk ke dalam matanya. Sinar merah dan panas, namun baginya terasa menarik dan 'mahal' sehingga ia berjalan ke asal sinar tersebut.
Terdapat sebuah batu merah ruby berbentuk oval panjang dan mengeluarkan sinar merah yang begitu panas. Xie Ran hanya bisa berdiri 2 meter dari batu itu karena kekuatannya tertekan ketika lebih dekat.
"Sarah, bisa diidentifikasi?" Xie Ran bertanya hasil scan sistem.
"Benda asing berkekuatan magnet tinggi yang berasal dari udara yang mengkristal menjadi batuan kristal. Kemungkinan jika dipicu akan menyebabkan ledakan besar mengakibatkan ketidak seimbangan udara. Di dalam sana terdapat gas yang bersifat korosif terhadap jantung dan paru-paru. Kandungan zat api relatif tinggi menyebabkan suhu udara meningkat. Sisanya, terdapat zat tidak diketahui dan kemungkinan besar berbahaya bagi tubuh."
Xie Ran semakin tertarik setelah mendengarnya. Jika dia bisa mencoba mencurinya, peraihannya tidak akan sia-sia apalagi batu aneh itu sepertinya tidak berpemilik karena bukan buatan makhluk apa pun.
"Apa yang akan terjadi jika mengambilnya?"
Sistem kembali melakukan scan dan mengidentifikasinya di mata Xie Ran. Gambar batu merah beserta lapisan bagian dalamnya diperbesar dan gambaran reaksi yang akan muncul jika benda asing menyentuhnya.
"Tidak disarankan disentuh. Meski menggunakan tangan giok, levelnya masih rendah. Reaksinya akan terlihat ketika benda lain bersentuhan dan menjadi sangat reaktif sehingga dapat mengeluarkan radiasi yang besar. Konsepnya sama seperti nuklir."
"Nuklir ...." Xie Ran menghela napas. Ia tidak bisa sembarangan jika tidak ingin terjadi ledakan. Untung saja ia mengidentifikasi terlebih dahulu untuk mengetahui segala kemungkinan yang akan terjadi. Jika tidak, bangunan ini sudah roboh sejak awal.
Kedua naga yang awalnya diam melihat batu merah itu, mulai bereaksi heboh dan terbang ke arah batu itu terutama Long Huo.
"Master, itu bukan batu biasa. Itu adalah unsur api yang telah mengkristal karena tekanan kekuatan yang kuat. Kekuatannya sangat besar sehingga aku sendiri tidak bisa mendekatinya lebih dekat. Jika tidak, akan terjadi ledakan." Long Huo yang paling heboh.
"Sepertinya aku mengenal energi ini." Long Yun mulai mencerna benda apa itu sebenarnya. "Ah, itu sepertinya gabungan antara kekuatan Tuan Dewa dan unsur api. Unsur api tidak bisa mengkristal jika tidak ada kekuatan lain yang menekannya. Sepertinya kekuatan Tuan Dewa telah menekan unsur api tersebut hingga batas dan menjadi tidak aktif. Tapi itu tidak akan bertahan lama, akan meledak cepat atau lambat."
Xie Ran mengangguk paham. "Sepertinya ini adalah pondasi yang dikatakan sebelumnya. Namun, bukannya memperkuat malah menjadikannya sebagai bom waktu. Jika terus dibiarkan, akademi bisa musnah."
"Lalu, bagaimana Tuan Dewa dapat mengambilnya jika resikonya adalah kemusnahan akademi?" Long Yun bingung sekaligus cemas. Entah kenapa ia memiliki firasat buruk ketika melihat Xie Ran.
Setelah beberapa saat berpikir, Xie Ran tiba-tiba memunculkan senyum tipis penuh kemisteriusan. "Segala sesuatu ada resikonya. Sarah, jika aku menyerap unsur api, berapa persen tubuhku dapat bertahan?"
"50%," jawab Sarah. "Tapi akan lebih baik jika tidak menyerapnya. Dampak yang terjadi pada tubuh adalah ketidak seimbangan fungsi tubuh sehingga otot tidak akan bekerja dengan baik dan terus mengembang karena tekanan unsur. Hasil terburuk adalah ledakan."
"50% lebih dari cukup." Xie Ran mengangguk percaya diri.
"Apa yakin?"
"... Ya!"
"Master!" Kedua naga itu langsung mencoba membujuk. Meski mereka tidak tahu apa yang dibicarakan Xie Ran dengan Sarah, mereka tetap tahu apa yang akan dilakukan Xie Ran hanya dengan ucapan Xie Ran barusan.
"Lindungi aku. Jika terjadi sesuatu, segera bentuk barrier."
Xie Ran tidak mau mendengar bujukan para naga lagi dan langsung mengumpulkan kekuatannya. Sinar merah di tangannya muncul dan diarahkan ke unsur api yang telah mengkristal.
Ia memulai proses penyerapan secara perlahan. Unsur api bereaksi dan menyalurkan energi mereka berdasarkan tarikan Xie Ran. Unsur api mulai memasuki tubuh Xie Ran dari tangan dan memberikan jejak urat merah sepanjang tangan Xie Ran sebagai jalur masuknya unsur.
Rasa panas terasa begitu pedih menjalar ke seluruh tubuhnya begitu unsur merambat membentuk aliran merah seperti urat di kulitnya. Tubuh seperti terbakar begitu pula organnya hingga keringat keluar membanjiri tubuh.
Kedua naga semakin khawatir. Jika terjadi sesuatu, kaisar tertentu tidak akan mengampuni mereka. Tapi sayangnya mereka tidak bisa membantu melakukan apa pun. Jika mereka ikut campur, sama saja memperburuk keadaan Xie Ran.
Jantung Xie Ran berpacu lebih keras dan tubuhnya memerah karena panas yang menjalar. Ia merasa seperti terpanggang dalam neraka hingga gemetar dan nyaris runtuh. Ia berlutut sebelah kaki di tanah dan masih mencoba menyerap sampai habis tidak peduli bagaimana akibatnya.
Jika Xie Ran dapat mengambil unsur api, kekuatannya akan meningkat lebih cepat dan melakukan penerobosan. Kekuatan apinya juga meningkat dan bisa memproduksi senjata spiritual lebih baik dari sebelumnya tanpa gagal. Ia juga bisa lebih cepat membalaskan dendam. Satu lagi, Qu Xuanzi bisa mengambil pecahan kekuatannya dengan mudah.
"Tanda bahaya: Energi berkurang 40%."
Lagi-lagi Xie Ran merasa lemah mendengarnya. Ia belum menyerap sebagian unsur api tapi sudah ada peringatan bahwa tenaganya menipis begitu cepat. Kekuatannya berkurang begitu banyak hanya untuk menyerap unsur api.
Karena kekuatan sihirnya tidak bisa bertahan lebih dari sebagian unsur api, ia menambahkan kekuatan mentalnya berupa energi murni untuk meringankan keadaan sekaligus membantu proses penyerapan.
Energi murni sangat kuat dan berhasil meringankan rasa sakitnya sejauh ini. Namun tidak rasa panas yang terus membakar tubuhnya. Ia sudah seperti sedang berada di neraka di mana ia akan disiksa sampai mati kemudian dihidupkan kembali.
"Master ...."
"Tenanglah ... sedikit lagi ...." Xie Ran masih berusaha menyerap lebih dari sebagian unsur api.
"Tanda bahaya: energi berkurang 70%"
Unsur api dalam tubuhnya bergerak begitu cepat tak terkendali membakar seluruh organnya. Bahkan energi murni tidak dapat membantu sepenuhnya dan mulai ditekan oleh unsur api di dalam tubuh. Makin lama, seluruh organnya dipenuhi api hingga Xie Ran tanpa sadar berteriak akan rasa sakit yang dideritanya.
Suara teriakan Xie Ran begitu keras dan tersampaikan pada teman-temannya yang masih berkultivasi di gedung pagoda lantai delapan. Mereka terkejut, dan menyadari terjadi sesuatu pada Xie Ran.
"Bukankah dia di lantai sembilan? Apa yang terjadi?" Zhong Xiaorong mengerutkan kening dalam-dalam. Persepsinya sensitif dan dapat merasakan perubahan energi yang aneh di sekitar pagoda.
Mereka langsung menaiki tangga ke lantai sembilan. Mereka tidak menemukan apapun kecuali helaian bulu aneh yang sepertinya rontok dari sehelai bulu burung merah. Anehnya sehelai bulu yang seperti sehelai rambut merah itu terasa sangat panas.
"Apa terjadi sesuatu?" Mei Liena semakin cemas. Perasaannya tidak enak dan ia merasakan perubahan energi yang begitu besar. Yang lain juga merasakan hal yang sama.
"Kita cari sampai ketemu." Pei Xi segera turun ke bawah menyadari tidak ada apa pun di lantai sembilan. Ia akan mencoba mencari di luar. Mungkin saja Xie Ran menemukan sesuatu di luar sehingga menyebabkannya terkena masalah.
Namun ketika ke luar, mereka dikejutkan oleh pergerakan besar dari bawah pulau. Air danau berguncang dan memunculkan ombak besar. Bahkan kedua elang yang menunggu merasa cemas dan terbang di udara penuh rasa takut.
Di kejauhan pulau, tepatnya di luar danau. Ann Rou yang setia menunggu selama beberapa hari ini semakin serius dan berjalan dengan cepat tepat ke arah perbatasan barrier.
"Pak tua, cepat bukakan barrier-nya!" Ann Rou meraung keras hingga suaranya menggema sampai ke pusat akademi.
Empat sinar muncul bersamaan membentuk empat sosok dekan. Kedua dekan melihat Ann Rou dengan marah sedangkan sisanya menyadari lebih cepat keadaan pagoda kaca.
"Siapa kau!" Dekan departemen apoteker menatap Ann Rou tajam.
"Kamu ... bukankah wanita di turnamen yang bersama Xie Ran?" Dekan departemen tempa mulai sadar dan langsung meredakan amarahnya. Begitu pula Dekan departemen apoteker yang ikut mereda.
"Bukan saatnya mengingat masa lalu. Saat ini Xie Ran dalam bahaya di Pagoda. Aku harus ke sana!" Ann Rou langsung terarah pada Dekan Akademi mengabaikan ketiga dekan itu.
Pada saat itu, keduanya langsung menyadari perubahan Pagoda. Mereka melihat Dekan Akademi yang juga sepertinya merasa cemas memegang tongkatnya.
"Ada apa?" Ann Rou sudah tidak sabaran.
Setelah beberapa saat terdiam, Dekan Akademi mulai bicara. "Pusat kekuatan pagoda terganggu dan terus berkurang. Itu membuat kondisi barrier tidak menentu dan sulit diterobos. Kekuatan surgawi yang melindungi pagoda selama ini memperkuat pengamanan menyadari segel api pada monster penjaga terganggu. Sepertinya, monster penjaga akan keluar."
"Naga Laut? Bagus sekali, aku ingin tahu seberapa mampu ia menghadapiku." Ann Rou melipat kedua tangannya kemudian nenyadari sesuatu. "Kau bilang pengamanan diperkuat, bukan berarti barrier tidak bisa dibuka, 'kan?"
Dekan Akademi menghela napas. "Sayangnya barrier adalah pengaman utama dan tidak bisa dibuka sampai monster penjaga kembali tenang."
"Omong kosong! Aku tidak percaya tidak ada barrier yang tidak bisa kuhancurkan."
Udara dingin semakin mencekat membuat para dekan bergedik melihat Ann Rou. Tangan Ann Rou mengeluarkan sebilah es yang begitu besar dan dingin menyebabkan musim berganti begitu cepat.
Baru saja Ann Rou akan melemparkan sihirnya ke arah barrier, iris birunya melihat sosok yang tidak asing dan membuat udara dingin semakin mencekat.
"Iblis."
Ann Rou mengubah haluan sihirnya ke arah para dekan. Para dekan itu terkejut dan memasang pelindung masing-masing untuk menahan serangan.
Udara dingin yang dibawa Ann Rou meluncur begitu cepat dan membentur sesuatu hingga menyebabkan angin kencang berhambus begitu besar disertai es yang menyebar membekukan tanah dan pepohonan.
Dekan Akademi menahan serangan Ann Rou dengan 70% tenaganya. Ann Rou jauh lebih kuat darinya hingga Dekan Akademi merasa lemah setelah menerima serangan Ann Rou untuk melindungi tiga dekan di belakangnya.
"Dekan Bai!"
"Apa yang kau lakukan!" Dekan departemen apoteker begitu marah dan akan melancarkan serangan. Namun Dekan Akademi langsung menghentikannya.
Ketika Dekan departemen apoteker mulai tenang, Ann Rou tiba-tiba sudah menendang pria di sebelahnya begitu keras hingga terpental dan membentur dinding bukit hingga menjadi reruntuhan.
"Kau!"
Ann Rou menatap mereka dingin. Ia melesat dengan cepat ke arah pria itu dan menarik lehernya dengan keras kemudian melemparnya kembali ke arah ketiga dekan itu.
"Bao Jun, kau tidak merindukanku? Sebelumnya aku bertemu dengan temanmu yang lari seperti pengecut yang kehilangan ekornya." Ann Rou mendengus dan bersedekap dada. "7000 tahun telah berlalu, kau masih payah seperti sebelumnya dan bersembunyi seperti tikus pengecut di ketiak manusia. Apa begitu cara Iblis bekerja?"
Ketiga dekan itu terkejut akan ucapan Ann Rou. 7000 tahun? Iblis? Apa mereka tidak salah dengar?
"Nona, sepertinya kau salah paham." Dekan departemen tempa mencoba merelai.
Ann Rou tertawa dingin. "Penciumanku tidak salah. Meskipun dia menyamarkan auranya dengan sangat baik, aku tetap tahu wujud aslinya yang jelek itu."
Bao Jun yang tersungkur di tanah bersalju mendengus dan berdiri dengan tegak. Luka di sekujur tubuhnya sembuh dengan sendirinya menyebabkan ketiga dekan itu semakin tidak percaya dengan pengelihatannya.
"Memang hewan suci, tidak bisa meremehkan persepsinya. Tapi kau salah, aku tidak selemah 7000 tahun yang lalu." Bao Jun tertawa dangkal tanpa mempedulikan tatapan tajam dari ketiga dekan di belakangnya yang terkejut.
Baru saja Ann Rou akan melancarkan serangan kembali, ia merasakan fluktuasi energi yang begitu besar membat langkahnya terhenti.
Suara pecahan menggema begitu besar disertai angin serta badai ombak berhembus liar. Barrier telah pecah bersamaan dengan bocornya danau hingga menyebabkan ombak pasang menyerbu daratan seperti tsunami.
Dekan Akademi berusaha menahannya begitu pula yang lain termasuk Ann Rou. Kemudian pandangan mereka dikejutkan oleh sebuah sinar cerah yang menjulang tinggi ke atas langit dari pagoda kaca.
Energi yang dipancarkan begitu kuat dan murni. Sangat murni dan menyegarkan tanpa niat membunuh membuat danau tenang seketika. Pancaran sinar yang begitu besar itu terlihat diseluruh kota dan terasa di seluruh benua membuat kehebohan seolah sebuah harta telah tiba di depan mereka.
Ann Rou yang telah menarik kekuatannya kembali nyaris tidak percaya. Wajahnya begitu pucat, berbeda dari yang lain yang memiliki wajah seolah menemukan harta berharga dan langka.
"Tidak mungkin."
Ketika terlepas dari keterkejutannya, ia menyadari bahwa Iblis itu telah menghilang dari jangkauannya. Ia mengerang marah.
"Sial!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di kejauhan utara, beberapa sinar melintas begitu cepat di langit seperti bintang jatuh membentuk berbagai warna cerah dan penuh penekanan bagi para hewan di bawah kegelapan.
Sinar bulan mendukung pencahayaan malam hari, namun beberapa saat setelahnya, sinar lainnya muncul menembus langit serta mengeluarkan energi yang begitu besar.
Beberapa sinar itu berhenti di udara melihat sinar pencakar langit yang begitu mencolok dan samar. Meski hanya terjadi selama beberapa saat, itu berhasil menyebabkan banyak kericuhan dan ketegangan diantara mereka.
"Yang Mulia, apa itu keberadaan tubuh murni?" Dou Dou tanpa sengaja bertanya membuatnya lagi-lagi dipukul Li Chen karena mulutnya yang tidak bisa dijaga.
Wajah Qu Xuanzi semakin tegang. Ia tentu tahu sinar apa itu dan dari mana asalnya. Keberadaan tubuh murni telah muncul dan terungkap begitu saja, Xie Ran tidak akan pernah aman.
Tidak di sangka, tubuh murni Xie Ran terbentuk begitu cepat sebelum kepulangannya. Jika Qu Xuanzi ada di sana, ia bisa menekan tubuh murni untuk tidak memunculkan diri dan menyamarkannya agar keberadaan tubuh murni tetap menjadi rahasia. Tapi ia begitu jauh.
"Ranran, bertahanlah sebentar lagi."