
Zhong Xiaorong berencana membentuk formasi militer kuno yang pernah digunakan kaisar leluhur ribuan tahun yang lalu dalam menghadapi kericuhan iblis dan penyatuan dunia. Namun, ada banyak kendala yang dihadapi.
Para pejabat tua dan repot itu terus menekannya, mengingatkannya untuk tidak memunculkan kembali formasi kuno yang sudah sangat tertinggal. Sebenarnya, bukan masalah tertinggal atau tidak, kekuatan yang dibutuhkan harus sangat banyak apalagi rata-rata prajurit hanya memiliki kekuatan tingkat lanjutan.
Pasukan elit Zhong Guofeng memiliki tingkat kekuatan yang lebih tinggi dari prajurit biasa, namun konstitusi mereka kurang tepat untuk membentuk formasi. Formasi awan, membutuhkan banyak kekuatan mental dan kemurnian tinggi yang hanya dimiliki beberapa orang saja.
Zhong Xiaorong juga sudah memperhatikan pasukan yang dilatih Zhong Guofeng, atau Kaisar Iblis, tentu saja tidak bisa lagi disebut sebagai pasukan manusia biasa. Pada dasarnya, mereka menggunakan cara pelatihan Dunia Bawah secara rahasia dan memiliki pondasi setara dengan iblis. Mereka tidak bisa disebut sebagai manusia, tidak cocok dengan formasi awan yang khusus untuk manusia murni.
Oleh karena itu, Zhong Xiaorong mengumpulkan prajurit biasa dan minim pengalaman, itu membuat para pejabat merasa gelisah tak karuan, takut formasi gagal dan mereka hancur sebelum perang dimulai.
Zhong Xiaorong menghela napas atas tiap ocehan pejabat yang sok paling tahu. "Aku telah memilirkannya dengan jelas sebelum berhadapan dengan kalian. Beberapa hari lalu, temanku memberi ramuan yang dapat memperlancar sirkulasi darah dan bagus untuk aliran qi dalam tubuh, tidak akan ada masalah."
"Yang Mulia, apa ini boleh dilakukan?" Para pejabat sangat ragu.
"Ketika aku bertemu banyak iblis yang mebyerang di akademi, aku bahkan tidak sekuat sekarang. Kami bertujuh melawan ribuan iblis dan serangan istana lain, bahkan nyaris mati. Kau lihat? Aku masih di sini. Kekuatan tidak menentukan apa kita hidup atau tidak, tapi pikiran. Kalian tenang saja, aku tidak mungkin membiarkan rumahku diratakan setelah lama bertahan, aku tidak ingin usahaku sia-sia." Zhong Xiaorong bersedekap dada dengan tenang.
Namun, para pejabat masih linglung dan penuh keraguan. Mereka tidak tahu sekuat apa iblis itu, yang mereka tahu adalah mereka takut pada iblis yang jelas lebih kuat dari manusia. Ketenangan Zhong Xiaorong justru membuat para pejabat ingin menangis.
"Selain memasang formasi, aku sudah menghubungi Klan Xie, mereka akan memberi bala bantuan. Beberapa klan utama juga datang, Sekte Bayangan Malam juga akan ikut. Tidak tahu apa Menara Suci akan datang, kalian berdoa saja. Jendral Ge, kau ahli dalam militer, sisanya aku serahkan padamu."
Pria besar berbaju zirah langsung membungkuk. "Baik, Yang Mulia."
"Adik Kesembilan memang luar biasa, dapat mewakilkan posisi istana dengan baik. Aku sebagai kakak, tentu sangat bangga."
Suara ringan itu terdengar membuat senyum Zhong Xiaorong membeku. Ia melihat ke arah pintu, diikuti oleh para pejabat untuk melihat sosok pria yang datang setelah lama menghilang tanpa kabar.
Jantung Zhong Xiaorong berdegup keras penuh rasa gelisah, melihat orang itu, ia tidak bisa tidak mengepalkan tinju mengingat apa yang diperbuat dan semua kepalsuan yang diberikan. Ditambah, identitasnya yang membuat Zhong Xiaorong tegang, Zhong Wenyue, atau Dewa Iblis.
"Dewa Iblis ...." Raut Zhong Xiaorong menjadi pucat dan rumit. Ia sebenarnya takut, tapi juga marah. Sudah lama tidak melihat pria itu, tapi ia tidak menyangka akan melihat sekarang sampai tubuhnya bereaksi seperti mengidap trauma.
Zhong Wenyue melangkah mendekati Zhong Xiaorong dengan senyuman yang merekah di bibirnya. Para pejabat langsung menunduk memberi penghormatan atas datangnya Pangeran Mingfeng yang terhormat.
"Selamat, Ratu Xue. Sebelumnya tidak sempat bertemu, tak apa jika aku terlambat mengucapkan selamat atas gelar baru?"
Zhong Xiaorong tidak mengatakan apa pun. Pandangannya tidak terlepas dari Zhong Wenyue, berwaspada akan apa yang ia perbuat kedepannya.
"Pangeran Mingfeng, syukurlah kau datang tepat waktu. Masalah ini, kita bisa membicarakan bagaimana mengatasi krisis yang terjadi di kekaisaran. Ada sangat banyak iblis, Yang Mulia Ratu juga masih muda dan belum mengerti banyak. Pangeran bisa membantu untuk meredakan masalah ini." Salah satu pejabat maju untuk menyanggung dan menjilat Zhong Wenyue.
Namun, jawaban Zhong Wenyue di luar ekspektasi. "Rongrong memang masih muda, tapi bakatnya lebih baik dari kebanyakan orang. Kalian para pejabat dan menteri, jangan hanya melihat seseorang dari luarnya," kata Zhong Wenyue, kemudian memandang Zhong Xiaorong dengan senyum penuh arti. "Ratu Xue kita lebih pintar dari yang kalian kira."
Zhong Xiaorong tidak bisa bereaksi di depan pria yang pernah sangat akrab dengannya. Emosinya tercampur aduk sampai tidak bisa berpikir apa yang harus dilakuan. Di depannya adalah kakak kesayangannya, juga musuh yang telah membunuh ibunya dan membingungkannya selama bertahun-tahun.
Di tengah tekanan kehadiran Zhong Wenyue, sosok pria lain di depan pintu muncul. Pria itu langsung berjalan ke dalam tanpa mengatakan apa pun dan meraih lengan Zhong Xiaorong tanpa salam formalitas.
Zhong Xiaorong agak terkejut, melihat Yan Yao tiba-tiba datang menjauhinya dari Zhong Wenyue. Ia tidak bisa mengatakan apa pun selagi beberapa orang mengajukan protes.
"Tuan Yan, ini adalah pertemuan antar pejabat istana, apa pantas membawa Ratu Xue pergi tanpa alasan?" Zhong Wenyue berbalik melihat Yan Yao yang memasang wajah dingin. Ucapannya membuat para pejabat dan menteri menelan kembali semua rangkaian kalimat protes.
"Ratu Xue sedang tidak sehat, tidak bisa berlama-lama di tempat ramai." Yan Yao menjawab dengan nada ringan. Ia tidak peduli di mana tempatnya berada dan siapa yang ia singgung. Ia melihat Zhong Xiaorong tertekan sampai pucat, tentu tidak bisa membiarkannya tetap di tempat sesak bersama iblis itu.
Zhong Wenyue melirik Zhong Xiaorong yang berwajah datar. "Apa benar begitu, adik?"
Zhong Xiaorong membuang muka untuk beberapa saat dan menggigit bibir bawahnya. Ia pun memberanikan diri menatap Zhong Wenyue, kemudian tersenyum. "Ya, mungkin karena perubahan cuaca yang drastis."
Zhong Wenyue mengangguk-angguk. "Kalau begitu, semoga adik cepat sembuh."
Mereka berdua segera pergi dari ruangan yang penuh hawa dingin dan sesak itu. Setelah meninggalkan Zhong Wenyue cukup jauh, Zhong Xiaorong akhirnya bisa bernapas lega.
Ia melirik Yan Yao yang terlihat biasa saja sejak tadi. "Terima kasih," katanya untuk memulai percakapan. "Kenapa kau bisa begitu tenang sejak tadi?"
Yan Yao menggedikkan bahu acuh tak acuh. "Bukankah hanya Zhong Wenyue? Dia bukan dalam wujud Dewa Iblis dan tidak mungkin mengungkapkan diri di depan banyak orang, untuk apa takut?"
Zhong Xiaorong menghela napas. "Rencana akan banyak berubah. Dewa Iblis sudah datang, posisiku di istana mulai terancam."
Yan Yao mengangguk setuju. "Kedatangannya terlalu tiba-tiba dan aneh. Sepertinya dia telah merencanakan sesuatu. Jika terjadi sesuatu di istana, segera panggil aku."
"Aku bisa menanganinya, kok."
Yan Yao menjulingkan dahi Zhong Xiaorong dengan gemas. "Kau bahkan berkeringat dingin ketika melihat Dewa Iblis datang."
"Aku hanya terkejut." Zhong Xiaorong cemberut. Ia tidak mau mengakui bahwa ia takut pada pria itu. Ia pun mengubah topik. "Jika aku Xie Ruo, menurutmu, apa yang akan dilakukan?"
Yan Yao berpikir untuk beberapa saat. "Mungkin akan membuat perang dingin, biasanya 'kan seperti itu. Bahkan dia berani menyelinap ke kediaman Zhong Wenyue terang-terangan."
Zhong Xiaorong tersenyum kecut. "Sayangnya aku tidak bisa melakukan itu."
Mereka sedikit berkeliling untuk menenangkan pikiran yang bercabang. Tapi begitu sampai di depan istana, mereka melihat dua sosok muncul disertai aura dingin yang mencekat.
Kaisar Iblis, dalam wujud Zhong Guofeng, berjalan seperti kulkas hidup tanpa memandang hal lain seolah tidak memiliki ketertarikan. Di belakangnya tampak sosok wanita cantik berjalan dengan langkah tenang, wajahnya yang dingin membuat Zhong Xiaorong merasa tidak asing.
Mereka berdua lewat begitu saja, hanya wanita itu yang sedikit melirik Yan Yao dan Zhong Xiaorong disertai senyuman samar nan dingin yang membuat firasat mereka menjadi buruk.
Setelah mereka pergi, barulah Zhong Xiaorong ingat siapa wanita itu. "Shu Xin? Bagaimana dia dengan Kaisar Iblis?"
Yan Yao mengerutkan kening. "Apa ini rencana Dewa Iblis?" Ia tidak mengerti bagaimana Kaisar Iblis berjalan berdampingan dengan Shu Xin yang jelas-jelas pernah nyaris membunuh Xie Ruo.
"Ini aneh. Seharusnya Kaisar Iblis membunuhnya, kenapa malah membawanya ke istana?" Zhong Xiaorong merasa ada yang tidak beres.
"Aku akan memeriksanya, kau cepat pergi beritahu yang lain." Yan Yao langsung berjalan kembali ke istana tanpa menunggu jawaban Zhong Xiaorong.
Zhong Xiaorong hanya bisa berdecak sebal, kemudian berlari untuk menghubungi teman-temannya.
Yan Yao berjalan memasuki istana diam-diam dan mengintip dari kejauhan. Tidak ada percakapan apa pun di antara Kaisar Iblis dan Shu Xin, mereka berdua hanya berjalan ke arah aula di mana Dewa Iblis berada.
Firasatnya semakin buruk. Tidak mungkin Kaisar Iblis bersedia menemui Dewa Iblis secara langsung, tidak mungkin juga Kaisar Iblis tidak tahu siapa Zhong Wenyue sebenarnya.
Satu-satunya yang terjadi adalah, telah terjadi sesuatu di luar dugaan. Ia takut, semua rencana yang sebelumnya Xie Ruo dan mereka susun akan hancur hanya dalam satu waktu.
Tidak tahu apa yang mereka bicarakan, itu pasti bukan hal baik.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hanya dalam beberapa jam setelah Zhong Xiaorong mengirim pesan pada teman-temannya mengenai sikap aneh Kaisar Iblis, Kasim yang selalu berada di sisi Kaisar datang memberi berita.
Kasim itu mengumumkan, bahwa hak cap militer Zhong Xiaorong dikembalikan ke tangan Pangeran Mingfeng. Zhong Xiaorong hanya memiliki hak mengatur kehidupan dalam istana dan tidak diperkenankan ikut campur masalah eksternal. Jika tidak, gelarnya akan dicopot.
Tentu Zhong Xiaorong terkejut. Ia langsung saja pergi ke ruangan Kaisar untuk mengajukan protes. Tidak masalah jika cap militer tidak ada padanya, tapi kenapa harus diberikan pada Zhong Wenyue? Apa otak Kaisar Iblis kemasukan air?
Dengan alasan Pangeran Mingfeng dan Kaisar telah kembali, pengaruh Zhong Xiaorong diturunkan begitu mudahnya. Selain itu, ada apa dengan Kaisar Iblis? Sebenarnya dia ada di pihak siapa?
Zhong Xiaorong mengabaikan panggilan Yan Yao dan berjalan ke arah ruangan Kaisar. Ia membuka pintu, lalu menemukan Zhong Guofeng tengah duduk sambil menutup mata dengan tenang di kursi.
"Yang Mulia ...." Zhong Xiaorong langsung mendekat dengan hati-hati. Yan Yao di belakang mengikuti, kemudian berdiri di sisi Zhong Xiaorong dengan raut rumit.
"Kau datang lebih cepat dari harapanku." Zhong Wenyue berkata demikian. Ia membuka mata, sosoknya berubah menjadi pria tampan bermata merah dan penuh aura dingin serta kematian yang kental.
Zhong Xiaorong dan Yan Yao menahan napas untuk sesaat, melihat sosok yang penuh dengan aura gelap dan sangat mirip dengan orang yang pernah ingin membunuh satu akademi. Jika dipikirkan, mereka lebih tenang jika pria itu menggunakan wujud Zhong Guofeng. Wujud iblisnya sangat meresahkan.
Zhong Xiaorong mengabaikan rasa gugupnya dan langsung bicara. "Yang Mulia, bagaimana kau bisa menyerahkan cap militer pada Dewa Iblis? Dia—"
"Apa kau mempertanyakanku?" sela Kaisar Iblis. Iris merahnya terlihat sangat dingin membuat mereka agak takut.
"Bukan seperti itu ...." Zhong Xiaorong tiba-tiba saja kehabisan kata. Pria itu jauh lebih menyeramkan daripada senyum Zhong Wenyue tadi.
Yan Yao melanjutkan ucapan Zhong Xiaorong yang tertunda. "Kau tahu Shu Xin nyaris membunuh Ruoruo, kenapa kau membawanya kembali? Apa itu rencanamu?"
Kaisar Iblis melihat mereka untuk beberapa saat, kemudian berkata, "Sebelumnya aku sudah menunggu kedatangan kalian untuk mengatakan beberapa hal. Kedepannya, jangan menemuiku. Asal kalian tahu, aku tidak sepenuhnya berada di satu pihak."
Mereka berdua terkejut. Jadi Kaisar Iblis telah beralih? Kenapa?
"Jika ingin bertahan hidup, maka ikuti aturan yang telah kubuat. Zhong Xiaorong, seseorang memintaku untuk melewatimu, jadi biarkan aku melakukan apa yang harus aku lakukan. Lakukan apa yang menjadi tugasmu, tidak perlu ikut campur. Aku sudah membuat pengaturan yang layak dan sesuai keinginanmu."
Zhong Xiaorong terbelalak, bahkan Yan Yao di sebalahnya tidak lagi bisa memasang sikap tenang. Di depan mereka, bukanlah Kaisar Iblis yang mereka kenal!
"Ini jebakan," gumam Yan Yao. Ia dapat merasakan banyak bahaya di sekitarnya membuatnya sangat waspada.
Baru saja Yan Yao akan membawa Zhong Xiaorong pergi, sebuah benda semerah darah muncul menghalangi pintu yang tertutup seperti kawat berduri.
"Terlalu pintar tidak akan membuatmu berumur panjang." Kaisar Iblis sedikit tersenyum, menambah suasana mencekat dan bau darah yang kental.
Bilah energi semerah darah muncul membelah udara. Sinar merah pekat itu menarget Yan Yao, serta menyingkir dari Zhong Xiaorong agar tidak menyentuhnya.
Mau tidak mau, Yan Yao dan Zhong Xiaorong harus beralih ke sisi berlawanan dan menghindari tiap bilah yang menerjang. Kecepatan Yan Yao cukup untuk menghindari beberapa bilah, namun ia tidak bisa sepenuhnya terus menghindar, apalagi menahan.
Beberapa benang merah bermunculan, terlalu tipis sampai nyaris tak terlihat. Jika sihir Yan Yao tidak membantunya melihat apa yang ada di sekitarnya secara detail, ia sudah mati terbelah sejak awal.
Bayangan harimau putih muncul disertai auman keras dan gelombang udara yang menerjang. Yan Yao mengendalikan harimau putih dari jauh, kemudian mengangkat tangannya dan memunculkan beberapa titik putih yang membesar seperti bintang.
Harimau putih sebesar langit-langit ruangan mengaum dengan keras dan melompat dengan lincah. Cakaran disertai serangan meteor dari tangan Yan Yao yang menerjang menyebabkan guncangan besar di dalam ruangan. Tiap meteor yang muncul di udara, menyebabkan udara panas tak tertahankan dan menghujani ruangan disertai ledakan besar.
Kabut yang diakibatkan ledakan mereda beriringan dengan waktu. Sebuah perisai hitam tampak tepat di depan Yan Yao, kemudian hanyut menunjukkan sosok beriris merah yang memandangnya dengan dingin.
"Membosankan."
Bilah semerah darah di tangannya muncul, meluncur ke arah Yan Yao dan menembusnya dengan sekali serangan.
Yan Yao terhempas sampai menembus dinding keras. Ia melindungi tubuhnya menggunakan perisai sihir sehingga benturan yang mengenai tubuhnya dapat diminimalisir, namun serangan Kaisar Iblis barusan membuat cedera internal yang lebih buruk dari cedera eksternalnya.
"Yan Yao!" Zhong Xiaorong gelisah. Ia langsung mengeluarkan sebilah pedang dan menghunuskannya ke arah Kaisar Iblis.
Jarum-jarum es meluncur disertai gundukan es runcing mencuat dari lantai. Ruangan segera dilapisi oleh es selagi pedang Zhong Xiaorong meluncur dengan kecepatan tinggi.
Hanya dengan aura dingin yang kental, berhasil membuat beberapa barang hancur dalam sekali tebasan.
Namun, lengan Zhong Xiaorong ditahan dengan mudah. Pedang di tangan Zhong Xiaorong jatuh, sedangkan lengannya diputar dan didorong hingga ia jatuh ke lantai dan berguling cukup jauh.
Meski hanya sebuah dorongan, kekuatannya terlalu kuat untuk ditahan tubuh mungil Zhong Xiaorong. Wanita itu merasa tubuhnya meremuk.
"Sebenarnya aku tidak ingin menyisakan manusia merepotkan. Jika kau ikut campur, aku tidak akan menahan diri untuk membunuhmu."
Zhong Xiaorong menatap Kaisar Iblis dengan tajam, kemudian melihat Yan Yao yang baru keluar dari lapisan dinding tebal dalam keadaan terluka. Mereka tidak bisa melawan Kaisar Iblis walau hanya sedikit menggores kulitnya, mereka harus pergi!
Melihat Kaisar Iblis akan meluncurkan serangan lagi kepada Yan Yao, Zhong Xiaorong buru-buru mengambil sesuatu dari cincin spasial, sebuah benda bulat sebesar kepalan tangan. Ia melemparnya dengan keras ke lantai, suara ledakan disertai cahaya menyilaukan muncul menusuk pengelihatan. Suara dengungan terdengar, menghalangi indera mencari keberadaan satu sama lain.
Seluruh visi Kaisar Iblis menjadi putih disertai suara dengungan tidak nyaman saat itu juga. Ia menutup mata untuk beberapa saat, kemudian melepaskan serangan secara acak.
Zhong Xiaorong yang berhasil menghindari ledakan cahaya tersebut segera berlari ke arah Yan Yao—yang memiliki kondisi sama seperti Kaisar Iblis—dan membawanya. Tapi serangan acak Kaisar Iblis terlalu mengerikan sehingga terus menghancurkan segala sesuatu di sekitar dan nyaris mengenainya jika tidak menghindar dengan cepat.
Lantai menjadi panas seketika. Zhong Xiaorong mau tidak mau menerobos jendela sampai pecah, kemudian memanggil phoenix es untuk membawanya pergi dari sini. Ia hanya memiliki waktu beberapa detik!
Namun, di luar harapan, Kaisar Iblis pulih lebih cepat dan langsung melepaskan energi gelap ke arah mereka. Zhong Xiaorong mau tidak mau menjatuhkan diri bersamaan dengan energi gelap yang menyerang.
Mereka berdua jatuh lepas, ia langsung memanggil phoenik keluar dan membiarkan mereka jatuh ke punggungnya.
Jantung Zhong Xiaorong mengalami kejutan luar biasa sampai nyaris tidak biaa bernapas. Lalu ia melihat cahaya merah muncul dalam bentuk garis lurus, menyerang mereka seperti tembakan laser panjang.
Phoenix es dengan cepat menghindar ketika cahaya merah itu menembus bulu-bulu sayapnya yang keras sampai pecah. Namun hal itu tidak membuatnya berhenti terbang, berusaha bertahan di udara dan melesat dengan kecepatan penuh sampai menghilang dari pandangan.
Tatapan Kaisar Iblis yang dingin hanya melihat dalam diam, sama sekali tidak mengejar. Pandangannya yang acuh tak acuh tidak lagi terarah pada dunia luar. Ia masuk ke dalam dan mengembalikan semua kekacauan serta mencairkan es yang merusak pemandangan ke tempat semula.
Seolah semua yang baru saja terjadi tidak pernah ada.