
"Lama tidak bertemu." Qu Xuanzi meski 'menyapa', masih sama dinginnya seperti ketika bertemu musuh.
Pria bertopeng itu memiliki ekspresi rumit begitu melihat Qu Xuanzi yang memang sangat mirip dengan tuannya dalam berbagai aspek seolah mereka adalah orang yang sama. Mereka memang orang yang sama, tapi itu dulu sebelum perang berakhir.
"Asura, tidak disangka akan melihatmu di sini. Kau tidak langsung bertindak, apa ingin membicarakan sesuatu?" Pria bertopeng itu bicara seolah bertemu teman lama, namun tidak mengurangi rasa hormatnya.
"Aku pikir harus pergi ke Dunia Bawah untuk bicara dengan Raja Iblis, sepertinya itu tidak perlu. Karena kau sudah di sini, aku punya beberapa hal yang harus disampaikan."
Pria bertopeng itu atau biasa dikenal dengan Raja Iblis Ye Gu mengerutkan kening. Seorang Kaisar Langit menyampaikan pesan melaluinya? Sepertinya itu bukan pesan biasa mengingat Qu Xuanzi tidak pernah menyampaikan pesan pada iblis. Ini kali pertama.
Ye Gu tersenyum dingin. "Yang Mulia bisa mengatakannya padaku."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Xie Ran di atas punggung Long Huo telah menemukan sebuah menara di tengah hutan selama mencari Qu Xuanzi. Ia dapat merasakan hawa iblis yang kuat di dalam serta keberadaan Di Yushi. Tentang keberadaan Qu Xuanzi, ia samar-samar dapat merasakannya.
Long Huo peka terhadap persepsi Xie Ran dan langsung turun ke arah menara. Ia masuk melalui jendela memecahkan kaca begitu saja menyebabkan para iblis terkejut dan berkumpul.
Xie Ran langsung melompat menginjak lantai dan mengeluarkan dua pistol di tangannya. Ia tidak ingin membuang tenaga hanya untuk iblis-iblis itu karena ia harus melawan yang satunya.
"Long Huo, kau gegabah." Xie Ran berdecak sedangkan Long Huo malah meringis tidak merasa bersalah.
Xie Ran menembaki banyak iblis yang menyerang secara acak. Suara peluru yang keluar terus menggema menyebabkan burung-burung berterbangan di sekitar menara. Ia menembak sambil berlari sedangkan Long Huo menyingkirkan iblis dengan semburan api.
Begitu melihat iblis berkulit tebal hingga peluru tidak dapat menembus organ, ia menyimpan peluru di saku dan melesat mendekat. Kakinya dengan lentur memblokir pergerakan iblis itu dan memutarnya hingga kepalanya memutar ke belakang. Setelah itu, ia mengambil pistol lalu menembak iblis yang mendekatinya.
Ia menggunakan pistol berturut-turut hingga iblis di areanya habis menyisakan genangan darah hitam dan tumpukan mayat. Setelah itu, ia dan Long Huo melanjutkan perjalanan ke atas menara.
Sistem mengaktifkan pendeteksi sehingga dinding-dinding itu terlihat tembus di mata Xie Ran. Ia dapat melihat banyak iblis yang berjaga dengan waspada di segala penjuru. Dengan hati-hati ia berjalan sedangkan Long Huo menemaninya dalam ukuran kecil.
Xie Ran terus menaiki tangga. Ketika ia menemukan kelompok iblis yang panik, Xie Ran segera menembus jendela dan bergelantung di dinding. Ia tidak ingin membuang waktu dengan menghabisi semua iblis itu. Mereka tidak ada habisnya.
Melihat kelompok iblis yang tidak pergi dari tangga, Xie Ran berdecak sebal dan terpaksa memanjat dinding menggunakan bantuan tali jangkar. Wujudnya bergelantungan di ketinggian, siapa pun yang melihat akan berteriak histeris berpikir gadis itu akan jatuh berkeping-keping.
"Long Huo, cari keberadaan Di Yushi."
Long Huo mengangguk dan langsung terbang ke atas mencari Di Yushi. Sayapnya terkepak cepat hingga sampai di jendela di mana Raja Iblis dan Qu Xuanzi berada. Ia terkejut melihatnya dan langsung kabur sebelum ketahuan. Untung tubuhnya kecil dan auranya disamarkan.
Ketika kembali, ia langsung memberitahu Xie Ran dan menyatakannya untuk tidak ke atas. Namun, bukan Xie Ran namanya kalau menyerah akan peringatan.
Di samping itu, Qu Xuanzi telah menyatakan 'pesannya' pada Raja Iblis. Sebenarnya itu bukan pesan, melainkan sesuatu yang lebih penting untuk Kaisar Iblis. Ia yakin dengan bicara dengan Ye Gu, 'pesannya' telah sampai pada Kaisar Iblis secara otomatis—meski Ye Gu tidak menyampaikannya secara langsung.
"Jadi intinya ... kau ingin memberitahu Kaisar Iblis untuk tidak menarget energi murni?"
"Kau tidak tahu maksudnya, hanya dia yang tahu." Qu Xuanzi telah bermaksud bahwa yang dikatakan Ye Gu tidak sepenuhnya benar membuat pria itu berwajah masam.
"Kaisar Iblis telah berinkarnasi sekali dan pernah menjadi manusia di dunia lain, apa kau tahu itu?"
"Masalah ini ... tidak ada hubungannya denganmu. Inkarnasi Kaisar Iblis juga berkaitan denganku, kau tidak berhak tahu."
"Berkaitan denganmu?"
"Aku tidak perlu menjelaskan." Qu Xuanzi malah tidak ingin menjelaskan apa pun. Semasa berinkarnasi dan berada dalam satu jiwa dengan Kaisar Iblis, ia tidak ingat apa pun karena jiwanya pada saat itu begitu pasif karena segel. Hanya Kaisar Iblis yang dapat mengingatnya ketika jiwa mereka benar-benar terpisah setelah Qu Xuanzi bangun.
"Jadi kau ingin tahu tentang memori inkarnasi sebelumnya?"
Qu Xuanzi tidak menjawab yang berarti Ye Gu benar. Ye Gu terkekeh menyadari kesulitan Qu Xuanzi. Namun Qu Xuanzi mengabaikan.
"Kalau begitu, hanya bisa mengandalkanmu untuk mengetahuinya sendiri. Ngomong-ngomong, kau terlihat sehat. Sepertinya segel itu menahan racun darah yang dapat membunuhmu."
"Mengetahui banyak hal tidak akan bagus untukmu." Qu Xuanzi tidak ingin membicarakan mengenai racun atau luka lamanya. Apalagi kini telah merasa Xie Ran mendekat.
Dan benar saja, sepasang bola mata melihat dari pinggir jendela. Seekor naga kecil bersembunyi di bahunya dan mengintip, sedangkan gadis itu terdiam melihat 'perbincangan' dingin terjadi.
Ye Gu mendengus. "Rupanya seekor kelinci telah masuk ke sangkar harimau dengan sendirinya." Ia menoleh ke arah Xie Ran dengan seringaian, kemudian melirik Di Yushi.
Di Yushi segera mengetahui tugasnya dan akan menyerang Xie Ran, namun Xie Ran langsung menjatuhkan diri begitu saja dari jendela tanpa mengatakan apa pun. Itu reaksi penghindaran begitu bilah energi menyerangnya.
Xie Ran melayang di udara dengan kecepatan tinggi ke bawah. Ia mengeluarkan tali jangkar dan melemparnya hingga menancap dinding. Ia bergantung dan berayun ke arah jendela lain dengan penuh perhitungan.
Qu Xuanzi tidak menahan Di Yushi, melainkan harus berhadapan dengan Ye Gu yang menghalanginya. Ye Gu adalah Raja Iblis terlemah diantara Tujuh Raja Iblis. Tidak akan sulit menghadapinya.
Awalnya Qu Xuanzi sempat cemas begitu melihat Xie Ran menjatuhkan diri seperti orang bunuh diri. Namun melihat keberadaan Long Huo, ia pikir Long Huo tidak akan membiarkan Xie Ran jatuh begitu saja. Juga dengan kepintaran Xie Ran, tidak mungkin membuat diri sendiri terbunuh dengan mudah.
Di lantai bawah tempat pendaratan Xie Ran, gadis itu bersusah payah menghabisi banyak iblis yang menyerang hingga lorong penuh dengan darah dan mayat. Long Huo juga telah membunuh banyak iblis dengan apinya hingga ruangan di penuhi oleh api.
Setelah lama bertarung, Xie Ran menghela napas dan mengatur napasnya yang berburu. Baru saja ia merasakan lega sesaat, ia mendengar suara tepukan tangan yang cukup keras hingga memenuhi ruangan.
Di Yushi datang dengan para bawahannya di belakang sambil bertepuk tangan. "Kekuatan Nona Xie meningkat sangat banyak, dapat membunuh banyak iblis tanpa sihir demi menyimpan energi. Memang pantas menjadi pemilik energi murni."
Xie Ran berdiri dengan tatapan waspada di sebelah Long Huo yang telah membesar. Ia tidak melepaskan pistol di tangannya sedangkan Long Huo melindungi tubuh Xie Ran dengan sayapnya.
"Nona Xie, bagaimana perjamuannya?"
"Lumayan. Hidangan darah iblis yang cukup memuaskan." Xie Ran tersenyum miring.
"Aku lega kau menyukainya. Lain kali, datanglah ke perjamuan selanjutnya."
"Dengan senang hati. Itu pun jika kau masih hidup." Xie Ran menekan pelatuk hingga peluru melesat ke arah Di Yushi.
Di Yushi segera sadar dan menghindar. Ia sudah seperti bayangan yang bergerak tanpa jejak hingga menghilang dari pandangan Xie Ran.
Sedangkan Long Huo melawan kumpulan iblis yang tiba-tiba berdatangan, Xie Ran mencari keberadaan Di Yushi tanpa melepaskan kewaspadaan dengan pistolnya.
Di Yushi muncul di bekakang dan menebaskan tombaknya. Xie Ran langsung sadar menghindar sambil mengganti pistol dengan pedang kemudian menghantam tombak hitam itu.
Ayunan pedang Xie Ran tidak berhenti sampai di sana. Pedang dan tombak saling menyerang dan menghindar dengan keterampilan tinggi yang menakutkan. Xie Ran termundur ketika tombak Di Yushi mengeluarkan energi gelap, ia berteleportasi sebelum serangan berikutnya meledak.
Xie Ran muncul dengan pedang yang dihunuskan. Reaksi Di Yushi sangat cepat dan menangkis serangan Xie Ran dengan sempurna. Mereka bertarung dengan sengit selama beberapa saat dengan keterampilan senjata masing-masing.
"Nona, kau belum menggunakan kekuatanmu yang sesungguhnya, 'kan?" Di Yushi terkekeh. Ini hanya pemanasan.
Xie Ran tersenyum samar. "Kau benar."
Tangannya langsung mengeluarkan sinar merah yang menyebar luas. Di Yushi sempat goyah sebentar hingga akhirnya sebuah sinar merah menembus tubuhnya begitu cepat hingga yang ia rasakan hanya hembusan angin yang menerjang.
Ruangan berubah dalam sekejap menjadi kegelapan. Tidak ada cahaya, hanya ada kegelapan tanpa ujung membuat Di Yushi linglung sejenak. Ini adalah dunia ilusi buatan Xie Ran, jika ia salah langah, maka ia akan mati.
Tiba-tiba, di depannya terdapat sosok pria berambut perak dengan mata merah menyala haus darah. Ia sempat terkejut, namun menyadari semua ini hanya ilusi, ia terpaksa menghunusakn tombaknya menyerang orang itu.
Xie Ran mendengus. "Tidak terpengaruh rupanya. Baiklah." Xie Ran meningkatkan ilusinya hingga suasana gelap berubah menjadi perkotaan yang tidak seimbang.
Perkotaan di mana langit dan bumi menjadi satu. Air laut serta bumi berada di atas kepala serta dimensi yang berputar hingga menyebabkan ilusi optik yang mengerikan.
Di Yushi menghindari tiap gangguan dalam ilusi seraya berusaha tetap sadar. Ia menutup mata mencoba menggunakan persepsi agar tidak mudah terkena serangan mengerikan yang menghampirinya.
"Di Yushi, kau tidak bisa lepas." Sinar merah di tangan Xie Ran semakin pekat mempengaruhi saraf Di Yushi. Ia mencampur aduk semua teknik pesona. Kombinasi itu menyebabkan banyaknya energi terkuras juga merupakan tahap kesuksesan sihir pesona. Kendalinya akan kekuatan mental meningkat sehingga sihir pesona benar-benar menyatu dengan jiwanya.
Di Yushi tersiksa dalam dunia ilusi. Ia melihat ketakutan terbesarnya serta dunia yang aneh yang menyiksa. Ia juga tidak bisa menggerakkan tubuh lebih bebas hingga menghabiskan banyak energinya.
Namun, sesuatu yang membuat Xie Ran bingung, mengapa Di Yushi tidak terluka?
Meski menjadi gila, Di Yushi seharusnya dapat terluka jika benar-benar terpengaruh. Namun sepertinya prediksi Xie Ran salah.
Tiba-tiba tubuh Di Yushi dikingkupi oleh energi gelap sehingga membuat efektivitas tubuhnya meningkat. Kekuatannya meningkat sekaligus. Ketika ia menebaskan tombaknya, beberapa bilah muncul menghancurkan sebagian menara.
"Buruk." Xie Ran tidak tahu apa penyebabnya, tapi sepertinya Di Yushi sengaja menyembunyikan kekuatannya. Ia langsung meresonasikan pedang dengan unsur api tertinggi dan melakukan serangan selagi Di Yushi dalam keadaan buruk.
Ledakan terjadi menyebabkan gempa hingga Qu Xuanzi sendiri dapat merasakannya di lantai atas. Xie Ran keluar dari area ledakan dan melihat bagaimana hasil kerjanya.
Setelah beberapa detik asap mengepul dan akhirnya pudar, sosok pria dengan pakaian gosong masih berdiri tegak tanpa luka serius. Ia justru tersenyum merendahkan pada Xie Ran.
"Giliranku," gumamnya. Wujudnya berpindah dengan cepat ke depan Xie Ran. Tinjunya mengepal kurang dari setengah detik hingga membuat Xie Ran terpental hingga menembus dinding sampai runtuh.
Xie Ran sudah menduga ada yang tidak beres. Ia bangkit mengabaikan rasa sakit lalu memindai Di Yushi.
"Terdapat elemen api di dalam tubuhnya dan telah bersatu sempurna, sama seperti Nona sehingga membuatnya kebal terhadap api. Itu sebabnya dia tidak terbakar."
Xie Ran mengutuk dalam hati bahwa ia sangat ceroboh. Tahu begitu ia tidak menggunakan api melainkan sihir pesona terus-menerus. Ia tidak bisa membiarkan ini terjadi.
Karena tubuh Di Yushi mengandung api sedangkan api bersifat panas, ia membutuhkan sesuatu yang dingin. Air atau es, namun ia tidak membawa Long Ying sedangkan di luar begitu kering tanpa air. Apa yang harus ia lakukan?
Semakin banyak berpikir, semakin tidak fokus Xie Ran menghindari serangan hingga ia terlempar kembali. Mau tidak mau Xie Ran harus menyingkirkan spekulasi itu dan menyerang Di Yushi dengan unsur api.
Sihir pesona tidak bisa membunuh atau menyakiti fisik secara langsung, itu berfokus pada penyerangan mental. Sedangkan Xie Ran tidak bisa menyerang mental pria itu dalam keadaan seperti ini.
Beberapa bulu phoenix muncul mengelilinginya dan menyerang secara berkelompok ke arah Di Yushi. Bulu phoenix bersifat panas, namun panas yang berbeda sehingga dapat sedikit melukai Di Yushi. Xie Ran terus menggunakannya dan mengendalikannya, namun Di Yushi justru mendekati Xie Ran sehingga Xie Ran harus berteleportasi jauh.
Qu Xuanzi tidak ada dan tidak bisa membantunya. Apalagi sebelumnya Xie Ran telah mengingatkan Qu Xuanzi untuk menyerahkan Di Yushi padanya menggunakan transmisi suara sebelum menjatuhkan diri. Itu karena keberadaan Raja Iblis dan berniat membagi tugas agar tidak membebani. Siapa sangka Xie Ran akan dikejar seperti tikus malang dikejar kucing gila.
Xie Ran terus berteleportasi hingga ia mencapai jalan buntu. Ia menoleh ke belakang, melihat Di Yushi yang sepertinya nenaruh dendam karena membuatnya gosong. Kenapa jadi seperti ini!
"Menyerahlah!" Di Yushi menegaskan. Melihat betapa menyedihkan anak itu sekarang, ia menjadi bersemangat. Setelah mendapatkan Xie Ran, ia akan langsung menerobos portal, mendapat hadiah dari Kaisar Iblis. Masalah Kaisar Langit akan dibereskan oleh Raja Ye Gu.
Senyum jahat penuh kemenangan terukir di wajah gosongnya.