
Benua Lava terdiri dari tiga wilayah utama. Masing-masing wilayah puncak lava, tanah roh, dan daerah gelap, memiliki beberapa bagian kecil lain yang berbeda-beda sesuai ketentuan pemimpin.
Wilayah tertinggi ada pada puncak lava, di mana tempat tersebut berada di posisi paling pusat gunung berapi serta di puncak gunung tertinggi sehingga suhu di sana semakin meningkat. Semakin tinggi suhu suatu tempat, semakin baik untuk pertumbuhan naga. Hanya naga dengan peringkat tertinggi yang bisa berada di puncak lava.
Tanah roh terdiri dari naga-naga yang masih dalam pelatihan. Wilayahnya dalam bentuk hutan disekitar lereng gunung berapi serta tempat di mana persaingan antar naga sering terjadi. Ada lebih banyak naga kuat di sana, namun tidak sekuat naga di puncak lava.
Daerah gelap, terdiri dari naga-naga biasa dan terbilang lemah. Ada sangat banyak naga, rata-rata mereka menjadi budak naga lain dan bekerja untuk tanah roh. Wilayah itu juga berbatasan dengan kabut perbatasan benua sehingga sering terkena efek kabut di saat-saat tertentu sehingga membuat para naga di daerah gelap menjadi lemah.
Dulu wilayah gelap adalah tempat yang tenang dan makmur layaknya rakyat biasa yang tanpa kekhawatiran. Mereka hanya berlatih untuk menjadi kuat dan bekerja. Mereka memiliki pemikiran yang murni dan ramah pada siapa pun. Hal itu juga berlaku bagi dua wilayah lain. Namun sejak perang berakhir dan iblis menguasai wilayah, Benua Lava berubah drastis.
Di puncak tertinggi gunung berapi, terdapat sebuah istana megah yang dikelilingi oleh para naga terbang dari segala arah. Naga-naga berterbangan, ada pula yang berlarian di bawah tanpa adanya sayap dan saling berpesta.
Naga termasuk ras paling setia diantara ras lainnya, sehingga dari sebelum perang sampai sekarang jarang sekali terlihat ada naga yang saling bertarung apalagi terang-terangan. Meski begitu, ada beberapa hal yang berubah karena kedatangan iblis. Tingkat diskriminasi cukup tinggi karena terdapat banyak perbedaan. Naga terbang dijunjung tinggi, sedangkan naga bumi diabaikan. Namun mereka tetap tidak saling menunjukkan ketidaksukaan sehingga tampak damai dari kelihatannya.
Yu Zainan bermalas-malasan di kursi goyang besar sambil meminum anggur. Melihat banyak naga tunduk dan menaruh rasa takut padanya membuat suasana hatinya nyaman setiap saat.
Ia telah menerima berita bahwa Huai Mao telah mati beberapa hari lalu. Meski sudah berbulan-bulan, tetap saja kadang merasa tidak nyaman. Jadi dia mencari hiburan diantara para naga bodoh itu untuknya bersenang-senang. Ia tampak seperti melihat beberapa anjing yang sedang diadu.
Di bawah sana, ia membuat sebuah kompetensi tertutup sebagai alasan pelatihan para naga. Beberapa naga memang akan saling beradu untuk menunjukkan kekuatan, bukan bertengkar. Tapi kali ini, Yu Zainan secara khusus membuat arena yang lebih besar dan tidak pernah ada di Benua Lava sebelumnya.
Dua naga saling bertarung beradasarkan aturan yang menulis bahwa pemain hanya akan menang bila membunuh lawannya. Itu tidak pernah terjadi di Benua Lava, tapi kali ini ada banyak pertumpahan darah hanya karena satu aturan arena hidup dan mati. Karena bila tidak menaati aturan, mereka hanya bisa menerima siksaan dari Yu Zainan.
Yu Zainan tertawa gembira ketika aroma darah tercium membuat seluruh sarafnya bangkit dan bersemangat. Ia tidak lagi pusing masalah kematian Huai Mao yang bodoh itu. Lagipula, tidak mungkin seorang gadis kecil akan jauh-jauh datang hanya untuk membunuhnya.
"Tuan." Seorang pria berjubah hitam datang membisikkan sesuatu pada Yu Zainan. Sesuatu yang rahasia, hanya mereka berdua yang tahu.
Yu Zainan melirik pria itu, wajahnya menjadi agak pucat kemudian mengangguk pelan. "Sampaikan padanya, aku akan segera mendapatkan keinginannya."
Pria berjubah hitam itu pergi tanpa suara, menghilang dalam kegelapan. Yu Zainan menghela napas merasa sangat kacau. Ia tidak lagi memiliki minat melihat pertempuran di arena dan pergi begitu saja.
Begitu langkahnya memasuki kamar dan akan tidur karena malas, pria berjubah hitam datang berlutut padanya dengan penuh penghormatan.
"Tuan Yu, ada seseorang yang ingin bertemu denganmu."
Yu Zainan menegang. Ia berbalik melihat pria berjubah itu, tanpa mengatakan apa pun lagi langsung pergi ke aula utama untuk melihat. Jika yang datang adalah 'dia', maka tamatlah riwayatnya.
Tapi begitu sampai di aula, ia menghentikan langkah, diam untuk beberapa saat. Tepat di tengah aula yang tampak suram tersebut, sosok gadis berambut perak berdiri bersama beberapa pengikutnya yang berjubah putih.
Yu Zainan mulai bingung. Ia belum pernah melihat 'dia', tapi ia tidak pernah berpikir bahwa 'dia' adalah seorang gadis muda yang sangat cantik. Ketika pandangannya bertemu dengan iris biru yang dingin itu, ia merasa jantungnya seolah membeku.
"Tuan, wanita itu adalah Bai Long'er, utusan Dewa Naga yang berada di Benua Zhongbu, datang untuk bertemu dengan Tuan." Pria berjubah hitam di belakang Yu Zainan segera menjelaskan.
Yu Zainan terdiam. Ia menghela napas lega, gadis itu bukan 'dia' dan ia mulai menertawakan diri sendiri. Benar, 'dia' bukanlah gadis muda yang tampak rapuh dan lembut. Meski ia tidak tahu 'dia' adalah wanita atau pria, jika wanita juga tidak mungkin tampak sangat lembut seperti itu. Seseorang yang dapat mengancam dua Kaisar bersamaan, mana mungkin hanya seorang gadis.
"Melihat ekspresi Tuan Yu, sepertinya sedang menunggu kedatangan orang lain, sayangnya aku datang lebih awal." Bai Long'er memasang senyum tipis yang menyenangkan. Namun bagi Yu Zainan, itu adalah senyum cibiran.
"Nona Bai adalah utusan Dewa Naga, pasti bukan orang biasa. Apa yang membuatmu datang ke sini? Nona tahu dengan jelas, Dewa Naga sudah tidak ada." Yu Zainan merasa agak aneh. Dewa Naga sudah tidak ada, kenapa masih mengutus bawahannya untuk datang? Apa karena kesadarannya masih ada dan meminta seorang gadis mengacaukannya di sini?
"Tuan Dewa Naga memang sudah tidak ada, tapi tugasku masih ada. Selama ratusan tahun, aku memulihkan diri di Benua Zhongbu bersama beberapa naga. Hari ini, aku kembali untuk meluruskannya dengan 'damai' bersama Tuan Yu."
"Jadi, Nona di sini untuk mengambil alih Benua Lava?"
Bai Long'er terkekeh kecil. "Sepertinya Tuan Yu memiliki banyak kesalahpahaman dengan Long'er. Meski Tuan Yu memiliki hubungan dengan iblis, wujud asli Tuan Yu tetaplah Naga Nether. Tidak masalah jika menjadi pemimpin ras naga, Long'er bisa menjadi tetua yang baik. Bagaimanapun, Tuan Yu akan kesulitan menangani Benua Lava sendirian."
"Aka yang kau inginkan sebenarnya?" Yu Zainan agak terkejut akan ucapan Bai Long'er. Hanya dengan sekali pertemuan sudah menemukan bahwa wujud aslinya adalah Naga Nether. Ia memang berasal dari ras naga, namun ras naga di Dunia Bawah. Seharusnya Bai Long'er tahu hal itu. Pasti ada sesuatu.
Raut Bai Long'er menjadi serius. "Semenjak perang antar Dewa dan Iblis, Benua Lava mengalami kerugian, banyak naga berbakat gugur, digantikan naga tidak kompeten dan bodoh. Tuan Yu, meski berasal dari Dunia Bawah, tetaplah berasal dari ras naga, pasti tahu bagaimana cara mengatasinya."
Kening Yu Zainan semakin berkerut dalam-dalam. Ia merasa Bai Long'er ini tidak biasa dan memiliki pemikiran berbahaya. Dia mengatakan tentang kondisi Benua Lava seolah sangat khawatir, tapi sebenarnya ingin Yu Zainan sendiri yang membersihkan Benua Lava dari naga-naga bodoh itu. Apa sebenarnya Bai Long'er diutus oleh 'dia'?
Dan kebetulan, tujuan mereka sama. Itu tidak diragukan lagi.
"Karena Tuan Yu sudah tahu jawabannya, harus merepotkan Tuan Yu untuk menyediakan kediaman untukku dan orang-orangku."
Bai Long'er tersenyum semakin dalam membuat Yu Zainan merinding. Cepat-cepat Yu Zainan mengutus orang untuk mengantar wanita terkutuk itu ke kediaman baru.
Tepat setelah Bai Long'er dan orang-orangnya pergi, Yu Zainan yang sejak mereka lewat menahan napas menjadi lega seketika. Ia merasa kepalanya pusing, kakinya lemas sehingga harus didukung pria berjubah hitam di belakangnya.
Kenapa 'dia' sangat kejam padanya mengirim wanita seperti itu! Sepertinya posisinya akan tersingkir cepat atau lambat. Ia harus mencari cara!
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sampai di kediaman, para iblis buru-buru pergi seperti habis mengantar monster ganas. Setelah yakin tidak ada orang, suasana yang awalnya dingin dan hening, tiba-tiba terdengar tawa yang tertahan hingga akhirnya benar-benar pecah diantara para pengawal berjubah putih.
Suasana pecah menjadi tawa puas diantara lima anak muda seraya melepas penutup kepala menampakkan wajah kekanakan mereka yang sudah memerah karena lama menahan tawa.
"Haha, kau ingat bagaimana reaksinya? Aku hampir tidak bisa menahan tawaku melihat dia sedang menahan pipis di celana."
"Wajahnya sangat tertekan, untuk pertama kali aku melihat bagaimana ras iblis memasang wajah tertekan. Sangat menggelikan!"
"Argh, andai aku bisa mengabadikan momen itu. Awalnya dia tampak sangat sombong ketika di atas arena, tapi sekarang dia seperti kucing malu-malu. Sangat memalukan."
"Aku lihat Yu Zainan jatuh lemas setelah kita pergi. Ranran, idemu sangat hebat!"
Mereka terus bicara sambil tertawa, mengatakan bagaimana reaksi lucu Yu Zainan dan bagaimana mereka bertahan dari tawa yang sangat ingin keluar. Bahkan tubuh mereka sudah bergetar karena menahan tawa selama Yu Zainan menanggapi teman mereka yang sangat serius itu.
"Sangat wajar jika dia takut. Sepertinya, orang yang dia maksud itu sangat mengerikan sampai menakutinya." Pei Xi sama sekali tidak terpengaruh lelucon teman-temannya. Kemudian pandangannya terarah pada Xie Ran. "Kau sudah tahu siapa 'dia'?"
Xie Ran menggeleng. Ketika ia menangkap pria berjubah hitam yang merupakan utusan 'dia', ia menghipnotisnya untuk memberitahu semua yang diketahui. Tapi pria itu hanya mengatakan bahwa 'dia' ingin menghancurkan Benua Lava, itu saja. Sihirnya saja tidak berfungsi dengan baik, orang itu benar-benar sulit diprediksi.
Setelah hari ini, 'dia' akan tahu pergerakannya karena telah menghipnotis pria berjubah tadi. Kedepannya akan sangat berbahaya. Semakin banyak yang ia tahu, semakin bahaya hidupnya. Itu sebabnya Qu Xuanzi tidak memberitahu sekarang.
"Untuk saat ini, lebih baik tidak memikirkan siapa 'dia' sebenarnya. Orang seperti itu bukan sesuatu yang bisa kita hadapi meski telah menyatukan kekuatan. Sekarang, aku hanya ingin menyingkirkan Yu Zainan tanpa menyinggung 'dia' secara langsung."
Mereka mengangguk setuju, kemudian memutuskan untuk istirahat. Xie Ran menghela napas. Omong-omong, kehadiran Bai Long'er sudah tersebar sangat luas berkat Long Yun. Setelah ini, reputasi Bai Long'er akan sangat menarik perhatian para naga, ia ingin lihat bagaimana reaksi Yu Zainan mengetahui posisinya di hati para naga tersingkirkan.
Ia berencana menarik semua kepercayaan dan menjatuhkan kepercayaan para naga terhadap Yu Zainan. Setelah hal itu terjadi, ia akan malawan Yu Zainan secara langsung dan pergi dari Benua Lava ke Klan Xie.
Xie Ran menurunkan pandangannya. Tiba-tiba saja ia merindukan Xie Wang dan Su Liu'er. Sudah beberapa bulan, Klan Xie pasti sudah pindah dan menutup diri.
Ketika Xie Ran meluruskan pandangannya lagi, ia merasa visinya tidak terlalu kabur seperti tadi. Ia hanya merasa seperti terkena minus mata yang ringan. Ditambah, aliran udara hangat menjalar di seluruh tubuhnya memperlancar aliran darah dan meridian sehingga semua rasa lelah hilang.
Ia berbalik untuk melihat Qu Xuanzi di belakangnya. Sinar emas di tangannya meredup dan hilang, digantikan senyuman tipis dan tampan yang kali ini benar-benar terlihat oleh Xie Ran.
"Xuanzi, berapa banyak kekuatan yang kau habiskan?" Xie Ran tidak tahu harus senang atau sedih.
Tidak seharusnya Qu Xuanzi terlalu banyak menggunakan kekuatan, atau dia akan tertidur lagi. Itu juga sebab mengapa Xie Ran lebih memilih pengobatan Mei Liena dibandingkan sesuatu yang instan melalui kekuatan Qu Xuanzi. Meski tidak bisa sepenuhnya sembuh karena sifat kekuatan Qu Xuanzi, ia bisa sembuh dalam beberapa waktu ditambah pengobatan Mei Liena.
"Sudah bisa lihat dengan jelas?" Qu Xuanzi menyingkirkan helai rambut yang menutupi wajah Xie Ran.
Xie Ran tidak tampak senang, ia menangkap tangan Qu Xuanzi yang menyentuh wajahnya lalu menatap pria itu dengan lekat. "Kau akan pergi?"
Qu Xuanzi terkekeh, lalu menangkup tangan Xie Ran. "Bagaimana kau bisa menebak seperti itu?"
"Aku tidak asal tebak. Berdasarkan pengobatan Mei Liena, aku akan sembuh beberapa bulan, itupun tidak sembuh total. Terlalu banyak mengeluarkan kekuatan di saat masih tersegel, bisa saja terperangkap lagi dalam liontin, tapi kau tidak peduli. Kau tetap di sini karena aku masih belum pulih, lalu kau menyembuhkanku agar bisa pergi dengan tenang. Apa benar?"
"Kau mengatakan itu seolah aku akan pergi sangat lama."
"Benar, 'kan?"
Qu Xuanzi menggeleng. "Tidak lama. Seseorang mengacau, jadi aku harus menanganinya."
"Apa berbahya?"
Qu Xuanzi tersenyum senang. "Ranran sedang mengkhawatirkanku?"
"Tidak, aku hanya khawatir pada hewan sucimu yang sedang repot." Xie Ran jujur. Entah siapa yang membuat Qu Xuanzi harus pergi, ia pikir hewan suci sudah sangat kesulitan sampai Qu Xuanzi harus turun tangan sendiri.
Qu Xuanzi agak kecewa, tapi hanya tersenyum kecut. "Sama sekali tidak berbahaya, hanya sedikit merepotkan."
"Baik." Xie Ran mengangguk pelan. "Cepatlah kembali."
Qu Xuanzi mendapatkan kesenangannya kembali setelah merasa kecewa Xie Ran hanya peduli pada para hewan suci bodoh itu saja. Kata siapa Ranran-nya tidak berperasaan? Ranran-nya bahkan memintanya cepat kembali dan tidak ingin lama berpisah.
Tepat pada saat itu, tiba-tiba Naga Azure dan yang lainnya muncul di belakang Qu Xuanzi dalam keadaan berlutut.
"Yang Mulia, Dewi Ke ...." Naga Azure tidak melanjutan ucapannya ketika menyadari masih ada Xie Ran di sana. Ia merasa tersambar petir begitu saja hingga wajahnya menjadi hijau.
Xie Ran yang awalnya tampak tenang, menyipitkan mata tiba-tiba. Pandangannya terarah pada Qu Xuanzi.
"Dewi?" Qu Xuanzi pernah mengatakan bahwa dewa dan dewi saling tidak peduli urusan satu sama lain.
Selain itu, saat ini mereka juga telah terperangkap di Dunia Atas, sisanya mati. Apa ada seorang dewi yang menyelinap keluar dari Dunia Atas karena Qu Xuanzi? Tidak aneh karena posisi Qu Xuanzi adalah Kaisar Langit, tapi bagaimana dewi ini bisa membuat Naga Azure yang katanya tidak bisa ditindas oleh dewa dan dewi manapun—selain Qu Xuanzi—tampak menyedihkan?
Di Dunia Atas, Qu Xuanzi memiliki reputasi buruk dan terkenal tirani. Tapi bagaimana ada seorang dewi tiba-tiba membuat kegaduhan sampai Qu Xuanzi harus turun tangan sendiri? Apalagi ini karena Qu Xuanzi sendiri.
Apa mereka memiliki suatu hubungan? Teman masa kecil seperti Huai Mao? Mantan? Tidak mungkin saudara, 'kan? Jika bawahan atau rekan, memangnya ada masalah mendesak apa sampai harus membuat keributan dan mengacaukan hewan suci demi bertemu? Bahkan begitu berani terang-terangan mengacaukan hewan suci.
Satu lagi, Naga Azure tampak terkejut dan tidak melanjutkan laporannya. Padahal ia jelas tahu bahwa Xie Ran bukan orang luar.
Semakin dipikirkan, Xie Ran semakin tidak nyaman. Entah bagaimana, ia tiba-tiba merasa kesal. Bagaimanapun, ia hanya manusia, sedangkan pihak lain adalah dewi .... Ia tidak menyukai perasaan ini.
Qu Xuanzi mengerutkan kening ketika Naga Azure tampak sangat pucat sampai tidak bisa berkata-kata. Apa karena keberadaan Xie Ran, ia tidak melanjutkan kalimatnya?
Ia juga bingung melihat Xie Ran yang tampak murung. Sebenarnya, ia lebih tidak mengerti Xie Ran dibanding Naga Azure yang bodoh itu.
Ketika Qu Xuanzi akan bicara untuk menegaskan pada Naga Azure agar tidak membuat kesalahpahaman, Xie Ran tiba-tiba bicara, "Kenapa kau masih di sini? Mereka sudah menjemput, aku ingin istirahat."
Xie Ran berbalik pergi membuat mereka semua terdiam. Kenapa tiba-tiba berubah begitu drastis?
"Tidak perlu kembali sekalian." Selanjutnya, gumaman Xie Ran membuat mereka semua semakin terkejut.
Naga Azure merasa ingin menangis. Kenapa ia harus datang di saat yang tidak tepat? Seharusnya ia tidak terburu-buru datang setelah ditindas Dewi Kehidupan habis-habisan!
Qu Xuanzi sepertinya telah mengetahui mengapa suasana hati Xie Ran tiba-tiba berubah begitu cepat. Meski ia senang Xie Ran peduli padanya, tapi ia tidak suka Xie Ran marah padanya lagi. Sudah cukup hari itu Xie Ran marah berhari-hari.
Ia melirik Naga Azure dengan tajam, membuat Naga Azure berdiri dengan cepat dan berinisiatif mengambil hukuman sendiri lalu pergi. Sekarang tersisa Ann Rou, Li Chen, dan Dou Dou yang sejak tadi terdiam seribu kata akan situasi saat ini. Kenapa jadi begini?
"Yang Mulia, Nona salah paham terhadap Dewi Kehidupan, apa perlu kami menjelaskan?" Ann Rou bicara dengan hati-hati.
"Yang Mulia, apa Nona Xie sedang ... cemburu?" Dou Dou tidak tahu ini hal baik atau tidak, tapi ia bisa pastikan bahwa Nona Xie telah membuka hatinya!
Qu Xuanzi melirik Dou Dou membuat pria itu ciut seketika. Sepertinya ia mengatakan sesuatu yang salah.
"Nona Xie bukan seseorang berpikiran sempit, tidak akan cemburu karena hal ini." Li Chen mencoba untuk tidak membuat masalah dan melihat Qu Xuanzi hati-hati. Semoga ucapannya dapat meluruskan segalanya.
Qu Xuanzi hanya diam, sama tertekannya seperti ketika ia menghadapi pengabaian Xie Ran selama berhari-hari. Ia harus menjelaskannya segera agar kesalahpahaman tidak terus berlanjut.