
Sudah dua hari tabib merawat Xie Ran yang dipenuhi luka, apalagi gadis itu tak kunjung sadar dari koma menyebabkan Xie Chen tidak bisa berhenti gelisah. Pria itu bahkan sulit tidur karena belum mendapatkan jawaban apa pun dari Xie Ran. Ia butuh penjelasan mengenai kedatangan Naga yang membawa kehancuran.
Di hari ketiga, tabib kembali memeriksa keadaan Xie Ran. Xie Chen memperhatikan dengan seksama, berharap gadis itu cepat sadar dan menjelaskan segalanya lebih awal. Sayangnya luka Xie Ran begitu buruk, perban di mana-mana membalut tubuhnya sampai darah menembus dari perban putih.
Kondisi Xie Ran sangat memprihatinkan, dengan tubuhnya yang lemah itu, akan sulit baginya sadar lebih cepat. Tepat setelah pikiran itu terlintas, pandangan Xie Chen menjadi serius kala menyadari pergerakan dari jari-jari Xie Ran.
Xie Chen menghela napas. Ia langsung mendekati gadis malang itu, bersiap memberinya banyak pertanyaan.
Xie Ran membuka kelopak pelan-pelan menyeimbangkan masuknya cahaya ke mata. Ia mengerutkan kening, melihat kehadiran Xie Chen membuat bola mata jernihnya menunjukkan kekosongan. Seperti biasa, ia terlihat bingung ketika melihat ruangan yang ia tempati.
Xie Ran mendesis kesakitan, merasakan lukanya melebar ketika bergerak. Ia memegangi tangannya yang penuh perban putih menampakkan darah merah akan luka yang tidak mengering. Tabib bergegas menggunakan obat pereda nyeri, gadis itu langsung meminumnya mau tidak mau.
Seusai minum obat pereda nyeri, gadis itu menggigit bibir menahan rasa sakit yang masih menjalar. Pandangannya teralih pada Xie Chen dan Tabib bergantian seperti orang bingung. Selanjutnya, wajah pucatnya menunjukkan kecemasan sambil memojokkan diri di sudut ranjang seperti orang ketakutan.
Xie Ran menarik selimut sampai menutupi seluruh tubuhnya hang gemetar. Pandangannya bingung dan penuh rasa takut, ia bahkan menunduk tidak ingin menatap dua pria itu. Tindakannya barusan membuat Xie Chen mengerutkan kening.
"Ada apa dengannya?" tanya Xie Chen kepada Tabib.
Tabib menghela napas. Dia merasa kasihan pada Xie Ran yang malang. "Sepertinya Xie Ran mengalami trauma berat dan akan tetap seperti ini sementara waktu ... atau bahkan seterusnya."
Xie Chen menghela napas. Ia seharusnya sudah menduga hal ini akan terjadi berdasarkan keadaan Xie Ran yang kini menjadi bodoh. Sekarang ditambah trauma berat, ia semakin tidak bisa bertanya tentang serangan Naga tanpa menyakiti gadis itu.
"Apa tidak ada solusi lain?" tanya Xie Chen. Ia tidak bisa membiarkan Xie Ran terus seperti ini, apalagi tanpa memberinya informasi.
"Hanya bisa menunggu. Sejauh ini, penyakit trauma tidak memiliki obat secara fisik. Hanya dengan mengubah kondisi hidupnya, kemungkinan sembuh lebih besar," tutur Tabib. Ia tahu persis kondisi Xie Ran yang mengalami trauma berat sejak dulu, tapi trauma saat itu masih tidak separah sekarang. Sudah terlambat untuk menyembuhkannya selain dengan perawatan khusus.
"S-siapa ... kalian?" lirih Xie Ran di pojok sana dengan pandangan takut. Ia masih bergetar sampai berkeringat dingin melihat dua pria itu hadir di ruangannya.
Xie Chen agak terkejut, kemudian bertanya pada Tabib, "Kenapa dia?"
Tabib melirik Xie Ran penuh rasa kasihan. "Apa kamu tahu siapa kamu? Bagaimana kamu di sini?"
Xie Ran berpikir sejenak sambil meremas selimut. Dia menggeleng cepat dan mengeluarkan air mata lalu menunduk takut tidak mau menatap mereka lagi.
"Sepertinya trauma membuatnya kehilangan semua ingatannya, bahkan namanya sendiri tidak ingat. Jika dipaksakan, akan berakibat fatal bagi sarafnya." Tabib menghela napas pasrah. Malang sekali gadis itu, sudah trauma, hilang ingatan pula.
Xie Chen tahu pasti bahwa hilang ingatan tidak dapat dipulihkan dengan mudah. Xie Ran benar-benar membutuhkan perawatan khusus untuk seseorang yang mengalami gangguan mental.
Xie Chen tidak banyak bicara lagi. Dia membiarkan Tabib pergi meninggalkannya bersama Xie Ran dalam satu ruangan. Ia masih ingin memastikan, setidaknya sekali saja.
"Kau tidak ingat aku?" Xie Chen masih berusaha memastikan.
"Kamu ...." Xie Ran mengerutkan kening lalu memegang kepalanya yang sakit. Ia menggeleng cepat sambil mendesis sakit nyaris menangis.
"Sudahlah, tidak perlu diingat. Namamu Xie Ran, hanya itu yang perlu kau ketahui." Xie Chen pergi setelah mengatakannya dengan perasaan bercampur aduk. Ia tidak mendapat informasi, ditambah harus menghadapi Xie Ran yang hilang ingatan. Harinya benar-benar sial.
Xie Ran di dalam melihat kepergian Xie Chen. Makin lama makin menjauh dari area bobrok, sedangkan tatapan kosong Xie Ran berangsur datar dan penuh pandangan tajam dan licik. Ia sedikit mengangkat sudut bibirnya mengekspresikan kepuasan.
Xie Ran menghempas selimut kemudian beranjak dari ranjang. Ia meringis kesakitan melupakan lukanya begitu berdiri. Duduk perlahan dan membuka perban yang melilit kedua tangannya. Luka di tangannya nyata, tapi Tabib itu tidak pintar mengobatinya sehingga Xie Ran harus mengobati ulang menggunakan caranya sendiri.
Dua Naga kecil datang dari jendela yang terbuka lebar. Naga berbentuk kadal dan ular langsung mendarat di atas ranjang, melihat Master mereka yang sedang membalut luka.
Mulut Long Yun mengeluarkan sinar perak yang diarahkan ke luka Xie Ran. Xie Ran agak terkejut melihat sinar perak hangat masuk menyembuhkan semua lukanya secara bertahap sehingga tubuhnya diliputi sinar perak.
Sensasi nyaman begitu terasa sesaat sebelum berganti menjadi gatal. Xie Ran yakin rasa gatal itu adalah proses regenerasi hingga ia harus sedikit menahan ketidaknyamanan selama beberapa saat.
Setelah sinar perak hilang, penderitaan rasa gatal berakhir digantikan sensasi ringan dan kebebasan seperti ketika wajahnya menjadi cantik. Dia tidak lagi pucat melainkan lebih segar. Meski dandannya begitu jelek, senyumnya tetap seperti madu.
"Terima kasih," ucap Xie Ran pada Long Yun dan Long Huo. Mereka telah membantunya kembali ke tempat ini tanpa dicurigai—walau awalnya sempat curiga. Dengan ide hilang ingatan, Xie Ran bisa lepas dari berbagai pertanyaan.
Dua Naga imut itu sedikit mengeluarkan suara yang terdengar serak kemudian memiringkan kepala. Mereka seperti bayi dinosaurus yang sangat imut!
"Jangan khawatir, aku tahu apa yang aku lakukan." Xie Ran telah merelakan dirinya sendiri penuh luka dan terinjak. Untung saja racun dalam tubuhnya sudah hilang atau dia sudah mati berkali-kali sebelum jatuh ke lembah.
Sebelum melakukan rencana gila itu, Long Yun dan Long Huo awalnya tidak setuju karena Xie Ran yang ingin melukai diri sendiri. Tapi jika tidak melakukan itu, kecurigaan terlempar secara penuh. Dia tidak ingin rencananya kacau sehingga harus meyakinkan dua Naga itu untuk bekerja sama.
Sampailah pada hari ini. Meski Xie Ran harus koma selama dua hari, dia tetap bisa sembuh karena memiliki fisik yang cukup kuat.
"Oh iya, di mana buku sihir pesona?" Xie Ran ingat bahwa Long Yun mencuri buku sihir pesona dari gedung perpustakaan klan. Aksinya saat itu sangat keren, Xie Ran sangat menyukainya.
Buku sihir muncul tepat di hadapan Xie Ran. Itu memiliki warna merah kusam serta memiliki beberapa simbol rumit dan unik di bagian sampul. Xie Ran tidak pernah melihat simbol serumit itu sebelumnya.
Begitu Xie Ran membuka buku tebal tersebut, alangkah terkejutnya ia disambut oleh berbagai tulisan dan simbol tidak diketahui sehingga ia melepas buku begitu saja seolah di dalamnya ada hantu yang akan keluar. Memang seram, lebih seram dari matematika.
Ada banyak gambar, simbol, angka, dan huruf, seperti buku sejarah yang tidak beraturan serta rumus matematika acak. Tidak bisa dibaca, hanya bisa dilihat dengan pikiran kosong.
"Kenapa ..." lirih Xie Ran merasakan kepalanya berdenyut. Untuk pertama kali dia benar-benar berharap dapat hilang ingatan penuh dan menjalani kehidupan sebagai orang bodoh.
Dua Naga itu melihat isi halaman pertama yang benar-benar menyeramkan. Mereka memiringkan kepala dan menggelengkan kepala lemah. Mereka pikir, bahasa seperti itu sangat sulit dipelajari oleh Manusia terutama Xie Ran.
Harus ada seseorang yang membimbingnya. Tapi siapa? Pria misterius sebelumnya tidak pernah muncul lagi seolah benar-benar hilang dari dunia. Xie Ran benar-benar frustrasi sekarang.
Pantas saja tidak ada yang bisa melatihnya dengan benar. Itu karena bahasa sihir yang begitu kompleks, melebihi dari apa yang pernah dilihat Xie Ran. Apalagi buku yang pernah ia baca sebelumnya memiliki terjemahan sehingga ia tidak berpikir mempelajari bahasa sihir atau tidak.
Matahari berangsur terbenam dan terbit lagi menerangi dunia. Xie Ran masih saja memperhatikan simbol-simbol tidak diketahui dengan pikiran kosong dan berputar seperti ponsel yang tidak memiliki signal. Ia sudah membolak-balik buku, tapi tidak mengerti maksud dari semua simbol sedangkan kedua Naga itu telah tertidur menunggu master mereka.
"Long Huo, Long Yun, kalian bisa membacanya?" Xie Ran bertanya dengan lelah. Kedua Naga itu terkesiap berdiri, mencerna ucapan Xie Ran lalu mengangguk.
Ketika Xie Ran merasa harapan di depan mata, ucapan Long Huo menyebabkan bahunya lemas, "Tapi ... aku hanya bisa membacanya untukku sendiri."
Xie Ran rasanya ingin menangis. Bagaimana dia bisa berlatih jika tidak mengerti dasarnya?
"Mungkin Tuan Besar bisa membantu." Long Yun memberi harapan pada Xie Ran.
"Di mana dia?" Xie Ran kembali bersemangat. Kenapa tidak sejak kemarin ia berpikir tentang Tuan Besar itu.
Pandangan dua Naga itu teralih pada liontin yang menggantung di leher Xie Ran. Xie Ran mengikuti arah pandang dua Naga, lalu mengerutkan kening.
"Liontin?" Xie Ran memastikan, dua Naga itu mengangguk bersamaan. Mereka tidak bicara lagi menyisakan tanda tanya di kepala Xie Ran.
Apa pria itu bukan manusia? Hantu penunggu liontin?
"Bagaimana memanggilnya?" Xie Ran masih menekan emosi dalam hati. Dia berusaha tenang dan bertanya pada dua Naga itu agar dapat mempersiapkan diri memarahi dan memukuli pria yang telah menipu dan menontonnya ditelantarkan lima tahun.
"Masuk ke dalam liontin." Long Huo bicara dengan ragu. Entah kenapa dia merasa master-nya ini menekan sesuatu dalam kata-katanya. Itu membuatnya tidak berani berkutik.
Xie Ran melepas kalung, melihat liontin seputih giok itu bingung. Bagaimana dia bisa masuk? Liontinnya begitu kecil dan tidak memiliki celah sihir agar dia dapat masuk ke dalam.
"Bagaimana?" tanya Xie Ran heran.
"Sebenarnya tubuhmu bisa ikut masuk ke dalam. Tapi kekuatanmu belum cukup sehingga hanya jiwamu yang bisa masuk. Aku bisa membuatmu masuk ke dalam sepenuhnya!" Long Yun tampak bersemangat berbeda dengan Long Huo yang hati-hati. Long Huo merasakan firasat buruk.
Xie Ran memasang senyum cerah. Rupanya dibutuhkan sihir yang besar untuk masuk sepenuhnya. Dia tidak ingin hanya jiwa. Dia benar-benar ingin masuk ke dunia kecil itu.
"Bawa aku!" Xie Ran masih terpana sambil menatap liontin di tangannya. Pantas saja Wen Xi menyuruhnya untuk tidak dilepaskan apa pun yang terjadi. Liontin ini begitu berharga. Mungkin di dalam terdapat kota fantasi yang tidak pernah terpikirkan. Jika ada kota dalam cermin, kali ini ada kota dalam liontin.
Long Yun mempersiapkan segalanya. Dia dan Long Huo juga akan ikut masuk karena tidak ingin ditinggal sendiri di tempat kumuh ini. Selagi mereka ada di dalam, liontin itu dapat menyamarkan diri sehingga tidak akan ditemukan orang lain.
Sinar perak muncul mengelilingi tubuh Xie Ran dan Long Yun sedangkan Long Huo memiliki warna merah gelap.
Perlahan demi perlahan, tubuh mereka memudar dan berubah menjadi sinar yang masuk ke dalam liontin seperti angin yang menyusut.
Proses tidak berlangsung lama, dalam beberapa detik, ketiga makhluk beda ras itu menghilang dari ruangan kumuh digantikan liontin kecil yang melayang di udara. Liontin itu jatuh dan menjadi transparan dalam sekejap.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Entah sampai kapan Xie Ran harus memejamkan mata. Semenjak sinar muncul memaksanya memejamkan mata, dia tidak merasakan apa pun lagi sehingga membuatnya terus berada di posisinya.
Suara raungan terdengar memberitahunya untuk membuka mata. Xie Ran menurut dan mulai membuka mata. Sinar masuk ke dalam melihat langit biru dipenuhi awan. Kakinya menapak di atas rerumputan hijau bersih tanpa adanya rumput kering atau hama. Itu hijau keseluruhan seolah dirinya ada di atas karpet rumput.
Xie Ran terpana, sampai mulutnya membulat ketika mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru pulau. Sebuah pulau yang terapung di atas awan, ada banyak pulau kecil lainnya di sekitar dan dipenuhi dengan air terjun. Xie Ran dapat mendengar derasan air terjun yang menenangkan, serta air terjun yang mengalir di bawahnya ke luar pulau seperti air mancur.
Ini luar biasa!
Setelah sekian lama Xie Ran dapat tersenyum bahagia. Terakhir dia tersenyum bahagia ketika menyadari wajahnya yang ternyata cantik. Sekarang dia sama bahagianya ketika melihat pemandangan yang benar-benar di luar akal sehat.
Xie Ran yang posisinya berada di atas air terjun, dapat melihat keseluruhan pulau kecil yang dipenuhi nuansa alam. Ia merasa berada di dunia fantasi ... tidak, dia memang di dunia fantasi!
Long Huo dan Long Yun berada dalam wujud aslinya. Mereka berdiri di sisi kanan dan kiri Xie Ran seolah melindungi. Mereka senang melihat master mereka bahagia.
"Semua ini ... siapa yang menciptakan?" Xie Ran menatap kedua Naga bergantian.
Dua Naga itu terlihat bingung lalu menggeleng tidak tahu. Sudahlah, yang penting Xie Ran sudah menemukan tempat yang cocok untuk berlatih. Dia hanya perlu meminta izin pada Tuan Besar tertentu dan berlatih dengan tenang tanpa harus melihat adik tiri laknatnya.
"Di mana dia?" Xie Ran bertanya tentang pria misterius itu. Wilayah ini tidak terlalu besar atau kecil sehingga ia dapat melihat keseluruhan pulau dari atas, tapi tidak menemukan siapapun.
Dua Naga itu menggeleng lagi. Xie Ran menghela napas dan duduk di atas batu dengan malas. "Kalian tidak bisa memanggilnya? Siapa namanya?"
Lagi-lagi dua Naga menggeleng. Mereka juga tidak berani menyebutnya. Itu membuat Xie Ran kesal setengah mati!
Mereka tidak tahu kalau Xie Ran dapat melakukan apapun jika dia sudah kesal seperti ini. Jadi bagaimana jika pria itu bersembunyi darinya? Xie Ran akan memancingnya!
"Long Yun, kau sudah pernah melihat dia sebelumnya. Menurutmu berapa umurnya?" Xie Ran mencoba memperkirakan.
"Wajahnya terlihat tidak jauh dari 20 tahun. Tapi mengingat kekuatannya yang besar, seharusnya memiliki usia ribuan tahun atau lebih dari 10.000 tahun. Aku saja yang sudah 10.000 tahun bukan lawannya." Long Yun bergidik ketika mengingat kejadian itu.
"10.000 tahun?" Xie Ran menaikkan sebelah alis. "Mana ada pria 10.000 tahun memiliki wajah 20 tahun."
"Tapi ini kenyataan!" Long Yun merasa takut jika pria itu mendengarnya.
"Lebih baik pikirkan, bahkan seseorang yang memiliki keabadian seperti vampir atau elf akan memiliki kerutan di mana-mana seperti pria tua berumur 60 tahun jika sudah beranjak 1000 tahun. Manusia sendiri memiliki penuaan tercepat dan umur pendek, dia tidak mungkin Manusia. Kau bilang dia berumur lebih dari 10.000 tahun, itu berarti seharusnya dia adalah pak tua dari ras lain yang penyendiri dan ingin menghabiskan umur tuanya di dalam dunia fantasi. Tempat ini sangat sejuk dan tenang, sangat cocok untuk seseorang yang pensiun. Jika aku sudah tua nanti, aku juga akan mencari tempat seperti ini untuk mengasingkan diri dari dunia."
"Tapi dia tidak seperti yang kau bayangkan." Long Yun sudah berkeringat dingin.
"Benar, awalnya aku pikir dia adalah pria tampan yang jatuh dari langit seperti pangeran berkuda dalam dongeng. Setelah dipikirkan kembali, dia melihatku tumbuh selama beberapa tahun. Awalnya aku berpikir, seharusnya dia lebih tua sepuluh atau dua puluh tahun dariku setelah melihat punggungnya saat itu. Tapi kenyataan jauh melebihi harapan." Xie Ran tampak kecewa.
"Master—"
"Asal kau tahu, aku penyuka pria tampan. Aku telah melihat banyak pria tampan di dunia seumur hidupku dan memberinya peringkat. Awalnya aku berharap Tuan Besarmu itu menjadi salah satunya, tapi mendengar umurnya yang terlalu tua ... tidak bisa memenuhi kualifikasi. Mungkin jika bertemu nanti, aku memanggilnya kakek untuk menghormati." Xie Ran memasang wajah mengejek. Jika seperti ini, bukankah Tuan Besar tertentu akan terpancing olehnya?
"Master ...." Long Huo memanggil dengan suara sendu. Dia ingin menangis!
"Ya?" Xie Ran menoleh ke arah Long Huo yang menjadi lesu dalam bentuk Naga. Ia menyipitkan mata.
Pandangannya terarah pada pria di sebelahnya yang terlihat seperti gunung es. Pria pucat berpakaian putih, rambut hitamnya seperti satin dan dia sangat tinggi sampai Xie Ran merasa seperti anak kecil.
Tapi satu hal yang membuat Xie Ran terkejut, wajahnya terlalu tampan untuk diberi peringkat! Itu tidak memiliki kualifikasi karena terlalu tampan!
Xie Ran merasa jantungnya bergejolak sampai mengalami cegukan tiba-tiba, ia menutup mulut secara spontan.
Dia telah melihat banyak pria tampan tapi tidak pernah melihat pria setampan itu. Bagaimana memberinya nilai? Sungguh, sangat tidak manusiawi. Jika Xie Ran tidak sering melihat pria tampan, ia sudah pasti akan mimisan.
"Long Yun? Kau menjadi manusia?" Xie Ran berpikir bahwa itu adalah Long Yun. Naga memang selalu tampan jika menjadi manusia. Ia tidak berharap akan melihatnya.
"Master ...." Seekor Naga panjang terbang di depan air terjun. Xie Ran menoleh menatap Long Yun penuh kejutan. Sejak kapan Long Yun pindah tempat ke depan air terjun?
Lalu pria itu ....
"...."
Bagaimana bisa!
Bagaimana bisa setampan itu!
Xie Ran tidak berharap pria 10.000 tahun yang ia pikir adalah pria dengan wajah penuh keriput menjadi tampan tanpa kerutan, dia tidak pernah terpikir akan setampan itu! Dunia ini fantasi!
Xie Ran tahu kalau pria itu awet muda. Tapi dia tidak mengharapkan hasil yang seperti itu. Kenapa dunia tidak adil padanya? Ia merasa ingin menghilang saja dari dunia ini. Menjadi oksigen adalah keputusan yang tepat.
Pria tampan diatas rata-rata, kekuatan diatas Long Yun yang merupakan Naga Langit, jelmaan gunung es, penunggu liontin. Siapa pria itu pada akhirnya?
"Sejak kapan kau di sana?" Xie Ran bertanya dengan ragu.
"Sejak kau datang." Suara dinginnya masuk ke telinga Xie Ran membuat gadis itu benar-benar membeku.
"...."