
"Kupikir siapa yang datang, ternyata kamu."
Xie Ran menoleh ke belakang, melihat pria yang menunjukkan senyum iblisnya yang dapat membuat semua wanita mimisan dalam sekali lihat. Namun Xie Ran hanya memandangnya sebentar, mencoba memperjelas pengelihatan buramnya kemudian melihat ke arah mayat yang bersimbah darah di belakangnya.
"Apa dia bisa membuatmu marah seperti itu?" Xie Ran kembali menatap pria itu. Sepertinya ia telah menebak dengan benar bahwa pria itu yang membunuh Yu Zainan.
"Tergantung apa yang dia lakukan."
Xie Ran mengiyakan, kemudian melihat pria yang berdiri beberapa meter di depannya dengan teliti. "Seingatku, kau pergi menemui seorang dewi gila, apa tempatnya di sini?"
Pria itu menarik alisnya tinggi-tinggi. Sepertinya Xie Ran telah salah paham bahwa pihak lain adalah Qu Xuanzi. Memang tidak salah, hanya saja yang ada di depannya adalah bagian lain dari Qu Xuanzi, Kaisar Iblis.
Kaisar Iblis tidak tahu tepatnya tentang kondisi Xie Ran karena terlalu sibuk. Apalagi semua iblis di Klan Xie sudah mati sehingga tidak ada yang memberi laporan.
Ia sempat sangat marah pada Huai Mao dan akan membunuhnya jika bertemu nanti, tapi siapa sangka kesayangan kecilnya sudah bertindak lebih dahulu ketika mendengar bahwa Klan Xie telah dipimpin oleh Xie Ran sebelum menutup diri.
Kaisar Iblis terbatuk sebentar melepas kecanggungan. Ia dan Qu Xuanzi pada umumnya satu, bukan hal baru kalau mereka terlihat sangat mirip dari segi apa pun, bahkan auranya sehingga siapa pun—termasuk dewa—akan terkecoh, khusus ketika Qu Xuanzi dalam penampilan Asura.
Sangat wajar Xie Ran terkecoh. Tapi bagaimanapun, sifat mereka berbeda. Xie Ran yang sehari-harinya selalu bersama Qu Xuanzi cepat atau lambat akan tahu.
Namun, dia tidak akan melewatan kesempatan untuk bersama kesayangan kecilnya. Jika Xie Ran tahu bahwa ia adalah Kaisar Iblis, kesayangan kecilnya mungkin akan takut.
Jadi Kaisar Iblis memutuskan untuk menjadi 'Qu Xuanzi' terlebih dahulu. "Ada hal lain yang harus dilakukan di sini."
Xie Ran tidak bertanya lebih jauh. Tanpa mengatakan apa pun lagi, ia memeriksa mayat Yu Zainan, mencoba mencari liontin. Ia tidak tahu bagaimana menjelaskannya pada Qu Xuanzi, jadi hanya bisa langsung bertindak.
Tapi ketika Xie Ran akan merogoh semua saku Yu Zainan, Kaisar Iblis tiba-tiba mendekat begitu cepat menahan tubuhnya yang akan menunduk.
"Jangan sentuh pria lain."
Xie Ran menatapnya dengan kening berkerut. Tidak bisakah kaisar tertentu meringankan kadar cuka di hatinya? Lagipula Yu Zainan sudah jadi mayat, kenapa harus keberatan?
Kaisar Iblis memasang senyum lebar melihat wajah bingung Xie Ran yang sangat imut. Ia mengusap dahi Xie Ran yang berkerut, kemudian mennggantungkan sebuah liontin di tangannya. Liontin itu tergantung dengan kilatan giok yang indah.
"Mencari ini?"
Xie Ran mengangguk. Seketika ia merasa lega, dan akan mengambil liontin itu. Namun Kaisar Iblis menariknya membuat Xie Ran bingung.
"Biar aku yang memakaikan." Suara Kaisar Iblis berbisik di telinga Xie Ran. Ia berjalan ke punggung Xie Ran dan mengaitkan kalung liontin ke lehernya.
Melihat liontin yang tergantung di lehernya, Xie Ran tetap tidak memiliki ekspresi. Meski ia sangat lega, ia memiliki banyak masalah di hatinya sampai tidak bisa merasakan emosi lain.
"Ada masalah?" Kaisar Iblis bertanya, melihat wajah murung Xie Ran membuatnya berpikir bahwa iblis-iblis bodoh tak terkendali itu pasti telah mengganggunya. Jika saja ia tidak harus menyembunyikan diri, ia sudah membunuh mereka sejak lama.
Xie Ran memandang pria itu sejenak. Berkaitan dengan Dewa Naga, bisa bertanya pada Qu Xuanzi. Untuk saat ini, butuh waktu lama agar sampai ke Klan Xie. Setelah bertanya pada Qu Xuanzi, ia akan tahu lebih lengkap dari berbagai sudut pandang.
"Xuanzi, apa kau dekat dengan Dewa Naga?"
Kaisar Iblis berpikir sejenak, kemudian menggeleng. "Di Dunia Atas, tidak ada yang dekat denganku. Mungkin beberapa dewa dan dewi akan sering bertemu denganku, tapi kami tidak sedekat itu."
"Kalau begitu, kau pasti kenal Dewa Naga, 'kan?"
"Ya." Kaisar Iblis heran, apa saja yang dilalui Xie Ran sampai bertanya tentang Dewa Naga. Apa karena aura naga dan keilahian?
"Bagaimana dia?" Xie Ran bertanya dimulai dari hal ringan.
"Dewa Naga ...." Kaisar Iblis berpikir sejenak. "Kontakku dengan Dewa Naga sangat sedikit, jadi tidak tahu pasti. Tapi aku pernah mendengar, Dewa Naga memiliki kepribadian aneh."
"Aneh?"
"Keras kepala, juga gila kultivasi. Jika ada sesuatu yang diinginkannya, maka harus didapatnya. Jika ada sesuatu yang tidak sesuai rencananya, ia akan memaksakannya dengan cara apa pun. Bisa dibilang, dia ambisius."
"Lalu, apa dia memiliki anak?"
"Anak?"
"Ya!"
Kaisar Iblis semakin bingung kenapa tiba-tiba Xie Ran berkata demikian. Jika saja Dewa Naga tidak mati, dia akan curiga bahwa Xie Ran menyukai Dewa Naga. Meski umurnya sudah ratusan ribu tahun, tapi Dewa Naga masih terlihat muda dan tampan.
Kaisar Iblis tidak ingin memikirkan hal bodoh lagi dan menjawab seadanya. "Ya, dua putri. Tapi istrinya meninggal ketika melahirkan putri kedua."
Xie Ran diam untuk beberapa saat. Jika perkataan Bai Long benar, apa yang harus ia lakukan? Jawaban bahwa ia adalah naga sudah begitu memukul mentalnya, apa yang harus ia lakukan jika ternyata semua ucapan Bai Long benar?
Melihat ekspresi Xie Ran berubah drastis, Kaisar Iblis semakin curiga ada sesuatu yang tidak beres. "Katakan masalahmu. Apa ada hubungnnya dengan Dewa Naga? Dia mengancammu?"
"Tidak." Xie Ran menggeleng pelan, semakin merasa kacau. "Kau tahu nama kedua putrinya?"
Kaisar Iblis berpikir sejenak, berusaha mengingat-ingat hal tidak penting itu. Namun kemudian ia menangkap sesuatu mengenai situasi Xie Ran. "Kamu ingin bertanya tentang Wen Xi? Ibumu?"
Xie Ran tidak terkejut akan kecepatan berpikir pria ini. Ia menjawabnya dengan anggukan singkat.
Namun Kaisar Iblis agak bingung. Ia hanyalah 'Qu Xuanzi yang lain', bukan yang tersegel dalam liontin itu sehingga tidak tahu persis mengenai apa yang terjadi pada Wen Xi. Ia hanya tahu gambaran sekilas dari mata-matanya, tidak keseluruhan.
Tapi karena Xie Ran hanya bertanya tentang identitas Wen Xi, ia hanya perlu menjawab seadanya. "Di Dunia Atas, Wen Xi jarang terlihat, tapi cukup terkenal sebagai putri kedua Dewa Naga. Aku tidak pernah bertemu, jadi tidak tahu banyak. Tapi sebelum perang hari itu dimulai, Dewa Naga mengirim kedua putrinya pergi ke Dunia Tengah agar mereka selamat. Kalau tidak salah, salah satunya bernama Wen Ya. Dengan alasan pengusiran karena pernikahan antar-ras, dia mengirim Wen Ya pergi ke Dunia Tengah. Untuk Wen Xi ...." Kaisar Iblis berusaha mengingat-ingat, tapi saat itu ialah yang mencari masalah sehingga tidak tahu detailnya. Apa yang harus dikatakan?
"Sepertinya hanya dia yang tersisa dan ditinggalkan di Dunia Tengah ketika perang. Lalu pergi ke Klan Xie sebagai murid Xie Jin. Xie Jin menyimpan keilahian Dewa Naga dan dipercaya untuk menjaga Wen Xi. Setelahnya, aku tidak tahu karena telah berinkarnasi." Kaisar Iblis akhirnya bernapas lega setelah menjelaskan alasan ia tidak tahu semuanya karena inkarnasi.
Tapi reaksi Xie Ran yang semakin murung justru membuat Kaisar Iblis tertekan. Ia memikirkan semua ucapannya dan menghubungkannya dengan semua masalah Xie Ran. Jika Xie Ran mengetahui bahwa ibunya merupakan keturunan dewa, seharusnya ia senang. Kenapa bertambah murung?
Ketika Kaisar Iblis sedang pusing memikirkannya, Xie Ran bicara, "Xuanzi, aku bertemu putra Wen Ya di Benua Lava."
Pada akhirnya Kaisar Iblis tahu kenapa Xie Ran tiba-tiba mengungkit Dewa Naga. Pasti karena putra Wen Ya itu mengatakan sesuatu yang tidak-tidak.
"Apa yang dia katakan?"
"Aku ingin menanyakan satu hal lagi." Xie Ran tiba-tiba mengatakan topik lain membuat Kaisar Iblis bertanya-tanya. Xie Ran melanjutkan, "Apa aku putri kandung keluarga Ellard?"
Kaisar Iblis mengerutkan kening. "Kenapa tiba-tiba—"
"Katakan saja," desak Xie Ran.
Kaisar Iblis tidak tahu harus bereaksi bagaimana dan hanya bisa menjawab degan jujur. "Kau bukan. Isabella Ellard yang sebenarnya sudah meninggal ketika dilahirkan."
"Jadi aku hanya pengganti." Xie Ran akhirnya paham kenapa ketika ia menghilang, sama sekali tidak ada yang mengungkitnya. Ia tidak terpengaruh serum Red Room juga bukan karena darah Keluarga Ellard, tapi karena aura naga.
"Ibumu mempercayakanku menjagamu, kau bukan pengganti baginya." Kaisar Iblis mencoba tidak membuat Xie Ran sedih. Reaksi Xie Ran sama persis seperti di kehidupan lalu. "Aku sudah menjelaskannya padamu di kehidupan yang lalu."
"Aku tidak ingat."
"Kau akan mengingatnya." Jika ia tahu kalau Isabella akan masuk ke tubuh Xie Ran, ia tidak akan menghapus ingatannya.
"Benar, aku akan ingat suatu hari. Tapi pada saat itu, semuanya tidak lagi penting. Aku bukan Isabella, juga bukan Xie Ran."
Kaisar Iblis menatapnya penuh pertanyaan. Kenapa Xie Ran mengatakan hal seperti itu?
"Xie Ran adalah saudara kembarku, aku membunuhnya."
Kaisar Iblis menatapnya dengan terkejut. Ia menjadi semakin penasaran apa yang dikatakan putra Wen Ya sampai Xie Ran seperti ini. Jelas-jelas Huai Mao yang membunuh Xie Ran, lalu kembaran .... Apa dia juga berasal dari dunia ini?
Xie Ran menjadi sangat kacau. Mendadak pikirannya tidak jernih, segala macam emosi menghantuinya. Persis seperti yang ditakutkan, ia benar-benar tidak tahu harus melakukan apa.
"Jika tidak ingin mengatakannya, aku tidak akan memaksa. Tidak perlu dipikirkan lagi. Siapa pun kamu, itu tetap kamu. Nama tidaklah penting."
Xie Ran diam untuk beberapa saat memandang iris merah itu. Nama memang tidak penting, tapi itu hanya berlaku untuk seseorang tanpa keluarga. Ia masih memiliki Xie Wang dan Su Liu'er, tidak tahu bagaimana menjelaskannya pada mereka. Jika disembunyikan, ia juga akan merasa bersalah.
Pada akhirnya, Xie Ran memutuskan untuk mengatakan segalanya pada 'Qu Xuanzi'. Semua hal yang dikatakan Bai Long, ia menceritakannya termasuk semua dugaannya mengenai kondisi Wen Xi.
Setelah Xie Ran menceritakan apa yang ia lalui, barulah Kaisar Iblis paham apa yang sebenarnya terjadi. Sebelumnya terlalu simpang siur membuatnya tidak berani mengungkap semua pemikirannya pada Xie Ran, sekarang tidak lagi.
Hal yang membuatnya tidak menyangka akan diketahui adalah, Xie Ran atau Isabella sebenarnya berasal dari dunia ini. Ia mati di dunia lain hanya untuk kembali, sama seperti Qu Xuanzi dan Kaisar Iblis yang mati di sana untuk kembali. Meski kasus mereka berbeda, kondisi mereka tidak jauh berbeda.
Intinya, nama aslinya adalah Xie Ruo. Namun ia tidak ingin menggunakan nama itu terlebih dahulu sebelum memberitahu kebenarannya pada Xie Wang dan Su Liu'er.
Sayangnya Kaisar Iblis tidak tahu situasi Klan Xie pada saat itu, jadi tidak tahu pasti bagaimana proses perpindahan dunia yang dilakukan Wen Xi dan Xie Jin. Mengenai Xie Yun yang mengetahuinya atau tidak, ia juga tidak tahu pasti.
Jadi kebenaran secara keseluruhan hanya bisa didapat dari Xie Wang dan Su Liu'er di Klan Xie.
"Untuk saat ini, tidak perlu terus memikirkannya. Isabella, Xie Ran, atau Xie Ruo, ketiganya tetaplah kamu. Meski identitas mereka berbeda, mereka juga orang yang sama."
Xie Ran mengangguk lesu. Ia sangat lelah, juga sangat ingin pulang. Selain mendapat kebenaran serta mengambil kembali identitasnya, ia sangat merindukan Xie Wang dan Su Liu'er, juga sangat ingin beristirahat penuh.
"Kapan urusanmu selesai?" tanya Xie Ran.
"Tidak tahu."
"Jika masih lama, aku akan pulang sendiri. Teman-temanku masih menunggu, aku tidak ingin mengkhawatirkan mereka."
"Tinggallah untuk sementara." Kaisar Iblis buru-buru bicara. Kapan lagi bisa berjumpa dengan kesayangan kecilnya? Kadang, ia pernah berpikir ingin kembali ketika menjadi Asura, atau ketika ia menjadi Sean di kehidupan lampau. Tapi itu tidak mungkin.
"Apa ini dekat dengan sebuah kota? Kau tinggal di penginapan?" Xie Ran tidak bisa memikirkan hal lain. Qu Xuanzi yang protektif terhadap kebersihan, tidak mungkin tidur di alam liar. Mungkin saja mendirikan tenda, ia jadi penasaran seperti apa tenda seorang dewa.
Kaisar Iblis tidak menjawab apa pun, ia meraih tangan Xie Ran dan membawanya pergi dari hutan. Karena Kaisar Iblis tidak ingin Xie Ran sadar bahwa tempatnya saat ini adalah Dunia Bawah, ia mengambil jalan memutar yang cukup jauh.
Omong-omong, jalan memutar ini tempatnya biasa pulang pergi tanpa diketahui siapa pun. Ia selalu memiliki jalan sendiri ketika pergi ke suatu tempat.
Sedangkan Xie Ran sejak tadi hanya diam. Ia mulai berpikir, kenapa Qu Xuanzi di depannya tidak kembali ke wujud Kaisar Langit? Apa suasana hatinya begitu buruk sampai tidak kembali seperti semula?
"Apa yang membuatmu kesal?" tanya Xie Ran, mencoba memecah pertanyaan di benaknya.
Kaisar Iblis meliriknya sekilas, kemudian teringat sesuatu. Sangat disayangkan ia tidak bisa meniru wujud Kaisar Iblis, meski ia bisa meniru wujud manusia.
"Belakangan ini masalah semakin rumit, kau tahu itu sangat mempengaruhi suasana hati. Apa kau takut?"
Xie Ran menggeleng. Kenapa harus takut pada pria tampan? Yang ia takutkan hanyalah, orang-orang di luar sana yang dijadikan pelampiasan amarah. Ia bahkan belum bisa melupakan bagaimana Qu Xuanzi nyaris membunuh teman-temannya dalam wujud Asura.
Tanpa terasa, mereka sampai tepat di belakang istana. Xie Ran terperangah, istana yang begitu suram dan gelap, namun mewah bersamaan. Tidak tahu seberapa besar istana tersebut, Xie Ran yakin yang ia lihat hanya kurang dari seperempat kawasan istana.
Tempat sebagus ini ... bagaimana Qu Xuanzi menemukannya? Tidak mungkin hewan-hewan imut itu yang bekerja keras membuatnya, 'kan? Itu hanya sebuah pemborosan!
Xie Ran melirik Kaisar Iblis penuh pertanyaan, sedangkan Kaisar Iblis hanya tersenyum padanya tanpa mengatakan apa pun.
Xie Ran akhirnya bicara, "Kau tinggal di sini?"
"Ya." Kaisar Iblis menjawab dengan bangga. Bukankah rumahnya lebih besar dan nyaman daripada dunia kecil dalam liontin itu?
"Bukankah ini pemborosan?"
Senyum Kaisar Iblis membeku mendengar komentar Xie Ran. Pemborosan? Sejak kapan kesayangan kecilnya begitu menyayangkan uang?
"Maksudku, kau berada di sini tidak sampai mati, kenapa harus membangun istana yang begitu besar hanya untuk tinggal beberapa waktu? Jika ditinggalkan dan ditemukan orang lain, akan sangat disayangkan." Xie Ran tidak peduli seberapa besar kaisar tertentu mengeluarkan banyak harta, tapi ia lebih peduli pada ke mana saja harta itu disia-siakan. Apalagi lokasinya di sekitar hutan, bagaimana jika dirusak binatang buas?
Kaisar Iblis segera memikirkan alasan. Istana ini sudah berdiri ribuan tahun, bahkan sejak ayah dan ibunya masih ada. Ia tinggal di sini sejak kecil, itu yang tidak diketahui Xie Ran sehingga menganggap bahwa kaisar tertentu membangun rumah yang sia-sia. Sangat disayangkan, ia tidak bisa mengatakan kebenaran itu sekarang.
"Bangunan ini sudah berdiri sangat lama, aku baru mengingatnya dan langsung datang untuk istirahat. Kebetulan aku memiliki urusan penting di sekitar sini."
Xie Ran mengiyakannya begitu saja membuat Kaisar Iblis menghela napas lega. Ia langsung membawa kesayangan kecilnya masuk ke dalam.
Ia telah memberitahu para Raja Iblis untuk tidak berada di Istana saat ini, juga mengutus beberapa iblis untuk menyiapkan kamar untuk Xie Ran selagi dalam perjalanan memutar. Cukup untuk mengulur waktu agar mereka mempersiapkan semuanya supaya tidak diketahui Xie Ran. Akan aneh jika iblis muncul di wilayah 'Qu Xuanzi' yang akan membuat Xie Ran curiga.
Sedangkan Xie Ran hanya diam memandang istana yang begitu mewah dan besar, namun dengan nuansa gelap. Meski tampak gelap dan suram, seluruh bagian istana memiliki nilai tersendiri yang pastinya, manusia biasa tidak dapat meraihnya.
Sama seperti Benua Lava, di sini memiliki banyak harta langka. Bedanya di Benua Lava, semua harta itu berserakan seperti sampah tak berharga, sedangkan di sini dijadikan barang sehari-hari, bahkan untuk lantai yang diinjaknya. Persis seperti yang dikatakan Qu Xuanzi.
Xie Ran jadi memikirkan bagaimana reaksi Yan Yao dan yang lain ketika ke tempat ini. Ia melirik Kaisar Iblis, kemudian bicara, "Aku harus pergi mencari teman-temanku, baru kembali ke sini."
"Tidak perlu, mereka baik-baik saja."
"Aku tahu, tapi mereka mengkhawatirkanku. Long Yun dan Long Ying juga tertinggal, tidak berada dalam liontin. Kecuali Xiao Caihong, tidak ada yang ikut karena Yu Zainan. Ann Rou dan Dou Dou juga tidak mengetahui keberadaanku, pasti akan merasa bersalah."
Bukankah itu bagus? Kaisar Iblis ingin mengatakan itu, tapi langsung ditelan kembali, tidak ingin membuat Xie Ran curiga. Ia hanya diam tanda penolakan, terus berjalan mengantar Xie Ran ke kamarnya.
"Xuanzi?"
"Itu salah mereka tidak menjagamu dengan baik." Kaisar Iblis menggedikkan bahu. Dua hewan bodoh itu masalah Kaisar Langit, bukan dirinya. Jika mereka datang, akan sangat berbahaya.
Xie Ran hanya bisa menghela napas. Ia berpikir bahwa Qu Xuanzi sedang marah pada Ann Rou dan Dou Dou sehingga membiarkan mereka dihantui ketakutan akan hilangnya Xie Ran. Ia juga tidak bisa berkata apa pun lagi. Asal teman-temannya dan dua naga itu baik-baik saja, ia tidak lagi khawatir.
Sampai di depan pintu, pintu ganda itu terbuka dengan sendirinya memamerkan kemegahan ruangan dengan nuansa klasik dan elegan. Meski memiliki aura gelap dan serba hitam, suasana nyaman dan tenang masih begitu kental.
Ketika masuk ke dalam, ia baru sadar di dalam kamar memiliki lebih banyak harta langka yang bagus untuk kultivasi, bahkan lebih langka dari barang-barang di luar. Penerangan ruangan juga terbuat dari batu spiritual tingkat tinggi, tempat tidurnya juga terlihat semakin membuat Xie Ran ingin merebahkan diri saat itu juga dan tidur. Tiba-tiba saja Xie Ran merasa lebih lelah dari sebelumnya.
"Kau suka?" Tiba-tiba Kaisar Iblis memeluknya dari belakang, membuat Xie Ran yang melamun agak terkejut.
"Aku merasa ... kalau aku sangat miskin." Xie Ran tidak tahu ingin tertawa atau menangis.
Ketika di Benua Lava, ia bisa menahannya. Tapi sekarang, jiwa miskinnya benar-benar bergetar sampai tidak bisa mengatakan apa pun. Qu Xuanzi sangat kaya, tapi dia juga sangat pelit tidak membantunya mengatasi masalah keuangan ketika masih berada di Klan Xie sehingga harus makan roti kering dan hambar setiap harinya.
"Ini semua milikmu," kata Kaisar Iblis disertai kekehan. Kesayangan kecilnya tidak berubah.
"Jangan membuatku berhutang, aku tidak bisa membayarnya." Xie Ran meski menginginkan banyak harta, tetap saja tidak ingin diberikan begitu saja. Ia ingin harta itu didapat dari usahanya sendiri, bukan pemberian. Jika pemberian, sama saja berhutang.
"Tidak perlu."
"Kecuali hadiah, aku akan menerima. Aku akan mengembalikannya ketika aku pergi."
Xie Ran pikir Qu Xuanzi akan sangat lama berada di sini sehingga ia harus pergi lebih awal. Lagipula, hanya beberapa barang langka. Jika itu senjata atau buku sihir, ia akan menerima dengan senang hati. Meski begitu, harus jelas alasannya.
"Kalau begitu ...."
Tiba-tiba Xie Ran merasa merinding. Hembusan napas di lehernya sangat terasa hingga seluruh sarafnya menegang seperti tersengat listrik.
Sampai akhirnya sesuatu yang basah menyentuh kulitnya, pelukan erat di pinggangnya merambat ke bagian bawahnya sehingga Xie Ran dengan cepat membalik tubuh sambil melepas pelukan.
Tapi bukannya menjauh, Kaisar Iblis justru tidak bisa menahan hasratnya lagi dan menjatuhkan Xie Ran ke atas tempat tidur, sedangkan kedua tangannya mencegah kedua sisi Xie Ran untuk berpaling.
...----------------...
BTW, kalian team siapa?
Qu Xuanzi? Kaisar Iblis? Zhong Guofeng? Atau Pei Xi?