The Emperor God Wife Is Naughty

The Emperor God Wife Is Naughty
43. Kontraksi Pagoda Kaca



Long Huo mendarat di ketinggian bukit membiarkan Xie Ran berjalan bangunan tinggi yang diselimuti barrier lebih dekat. Dia penasaran mengapa Pagoda Kaca mengalami gangguan padahal selama ini aman-aman saja.


Xie Ran dapat melihat jelas dari pesisir pulau dan dia berada di atas pohon paling rindang. Dia mengenakan teropong untuk melihat lebih jauh di mana bangunan tinggi sembilan lantai berada.


Pagoda yang dipenuhi warna biru aqua yang indah dan bersinar. Itu terbuat dari kristal kaca tingkat tinggi yang memiliki pencerminan air di berbagai sisi dan penuh aura yang baik untuk kultivasi. Pagoda itu adalah satu-satunya bangunan di danau—yang besarnya nyaris seperti laut—dan bertempat paling tengah.


Di sekeliling Pagoda, air danau berguncang bagai ombak pasang yang membuat air menabrak pembatas danau ke pesisir menyebabkan tanah menjadi sedikit banjir. Ombak itu terus menghantam seolah mengamuk. Barrier diperkuat oleh seorang pria tua berambut putih dengan tongkat kayu di tangannya.


Pria tidak menarik dan terlihat lemah sebenarnya dapat mempertahankan barrier yang goyah? Dunia ini sulit diprediksi.


Ketika barrier diperkuat, guncangan ombak semakin mengkhawatirkan. Bumi bergetar tiba-tiba seperti dewa bumi telah mengamuk. Cahaya bulan bersinar terang dan sempurna seolah memberi kekuatan pada hantaman ombak.


Sosok kabut muncul di sisi Xie Ran melihat danau kacau itu dengan wajah datar. "Ada sesuatu yang terbangun di sana."


"Apa?" Xie Ran sedikit terkejut akan kehadiran Qu Xuanzi, tapi tidak banyak protes. Dia hanya ingin fokus pada pagoda kaca yang bersinar.


"Aku dapat merasakannya, dia di sini."


"Siapa?"


"Naga Laut."


"Bagaimana bisa? Naga Laut sudah mati!" Long Yun bersikeras. Dia melihat sendiri kematian seluruh ras Naga dan telah berusaha menyelamatkan beberapa, tapi hanya Long Huo yang selamat meski harus berhibernasi.


"Aku tidak tahu bagaimana dia bisa di sini. Manusia menggunakan kekuatanku untuk menahannya tepat di bawah laut di mana Pagoda berada."


"Sebenarnya, ada yang seperti ini?" Xie Ran terkejut. Kekuatan Qu Xuanzi sangat kuat tapi seseorang telah menggunakannya untuk mengurung Sang Naga.


Qu Xuanzi sendiri bingung. Pertama kekuatannya digunakan untuk mengaktifkan portal, kemudian memenjarakan Naga Laut tetap di bawah danau. Lalu apa lagi?


Pada akhirnya, dia telah melewatkan banyak perkembangan manusia dari tahun ke tahun karena terlelap. Saat itu persepsinya tidak sekuat sekarang, jadi tidak tahu pasti selama terkurung dan berpindah tangan.


Melihat kembali pria tua itu terbang di langit tanpa sayap, bisa ditebak bahwa setidaknya dia berada di tingkat saint. Masuk akal bila dia bisa memperkuat barrier dan menangkap Naga Laut, tapi yang menjadi pertanyaan bagaimana dia bisa menggunakan pecahan kekuatan Qu Xuanzi! Meski hanya pecahan, itu tidak mudah ditangani!


Xie Ran melihat menggunakan teropong untuk melihat situasi pagoda lebih dekat. Qu Xuanzi tidak perlu menggunakan teropong, dia bahkan bisa melihat semut berjalan dengan jelas di tanah dari atas pohon.


Pria tua itu mendarat di Pagoda. Getaran telah berangsur hilang begitu barrier diselesaikan. Namun ombak masih tidak tenang. Pria tua itu masuk ke dalam.


Xie Ran tidak dapat melihat ada apa di dalam membuatnya berdecak sebal. Andai dia memiliki persepsi sebagus Qu Xuanzi yang dapat mengetahui apa yang terjadi di sana.


"Aku harus memenangkan turnamen. Hanya ini satu-satunya cara." Xie Ran bertekad kuat. Entah kenapa dia ingin melepaskan Naga malang itu.


Berdasarkan cerita, Naga itu terkena serangan ganda antar perang dan Hydra. Hydra telah menguasai laut sehingga manusia hanya bisa berburu ikan di pinggir laut bagi yang berani, Itu pun mereka harus hati-hati jika tidak ingin anak buah Hydra yang berupa ular laut menyerang dengan cara mematikan. Itu sebabnya kebanyakan nelayan memancing di sungai. Xie Ran ingin laut menjadi tenang kembali tanpa kekhawatiran. Dia juga bisa makan ikan laut favoritnya.


"Kita pergi." Xie Ran memutuskan mundur dan menghela napas. Buruan sudah di depannya tapi dia hanya bisa melihat karena lemah, ini menyakitkan!


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi harinya, akademi dihebohkan akan gempa yang terjadi beberapa menit semalam. Mereka menduga-duga bahwa gempa itu terjadi di Pagoda Kaca karena gempa terbesar ada di pusat akademi. Mereka mulai bergosip bahwa monster Pagoda Kaca mengamuk karena alasan yang tidak diketahui dan beberapa mulai takut jika monster itu menyerang mereka karena marah.


Tapi itu hanya rumor belaka.


Sanksi mata telah bersandar riang di atas pohon seperti monyet menikmati sinar matahari. Dia telah melihat teman-temannya berlatih begitu keras dan merasa begitu puas. Hanya saja, dia masih sedih karena tidak bisa mendekati Pagoda Kaca lebih jauh sehingga terpaksa mundur.


"Xiao Ran, kenapa kau di sana? Kau tidak ingin sarapan?" Zhou Kui meneriakinya dengan keras.


Xie Ran hanya berdehem menyahut, namun matanya masih terpejam santai. Zhou Kui menghela napas. Dia tidak bisa melakukan apa lagi jika Xie Ran sudah malas seperti itu. Mereka hanya perlu melakukan latihan yang sudah dicatatkan Xie Ran rapi-rapi.


Jarang-jarang Xie Ran menulis dengan rapi karena biasanya tulisannya seperti cakar ayam. Xie Ran juga tidak tahu, tapi dia senang keterampilan tangannya meningkat. Apa karena energi murni?


Xie Ran telah menerobos tingkat dua energi murni. Aura dan wajahnya semakin jelas menenangkan dan agung, tapi tidak sifatnya yang berkebalikan. Dia bahkan 'nongkrong' di pohon seperti monyet. Sikap macam apa itu?


"XIAO RAN! MAKANANNYA AKU HABISKAN!"


Spontan Xie Ran melompat dari pohon dan sampai di sebelah Mei Liena dalam satu kedipan mata. Teriakan Mei Liena sangat menyeramkan bagi Xie Ran. Dia langsung mengambil sarapan yang dibuat gadis itu.


"Ke mana saja kau semalam? Terjadi gempa, kau tidak ada di tenda. Aku pikir terjadi sesuatu jika Pei Xi tidak menjelaskannya." Zhong Xiaorong berkomentar. Tempat mereka saat ini Hutan Bintang yang terkenal akan bahayanya, bagaimana tidak khawatir jika menyadari salah satu dari mereka tidak ada?


Xie Ran cengengesan tanpa beban. "Aku hanya jalan-jalan."


"Bicara tentang gempa, ada yang tahu apa yang terjadi semalam? Pei Xi dan Xiao Ran masih terjaga, apa kalian tahu?" Zhou Kui bertanya.


Xie Ran dan Pei Xi menggeleng nyaris bersamaan. Mana mereka tahu? Masalahnya kejadian itu ada di akademi. Xie Ran tahu tapi tidak mungkin memberitahu bahwa Naga di bawah pagoda terbangun dan mengamuk.


"Aku harap bukan tanda sesuatu," gumam Liu Chang, namun masih terdengar enam lainnya.


"Kita hanya perlu fokus berlatih. Masalah gempa, biarlah para petinggi yang mengurus, kita yang murid tidak bisa melakukan apa pun." Xie Ran bicara fakta. Pada kenyataannya dia tidak ingin ikut campur urusan pria tua semalam. Dia hanya ingin melepas Naga Laut dan mengembalikan kekuatan Qu Xuanzi. Setelah itu, barulah ia bisa membuka kedok Dekan departemen sihir.


"Kau benar." Mei Liena sependapat. Tidak ada gunanya mereka yang lemah ini dibandingkan petinggi. Meskipun Xie Ran memiliki pria kuat di belakangnya, mereka juga tidak boleh gegabah. Itu urusan orang lain.


Mereka kembali berlatih seperti sedia kala. Sebanyak 60 kali latihan fisik dan membawa batu ke gunung sejauh 2 kilometer. Semakin lama, mereka semakin terbiasa sehingga bisa menyelesaikan latihan lebih cepat dibandingkan hari pertama.


Tiap kali membawa batu, mereka selalu mengambil inisiatif menambah beban di pundak ketika menyadari mereka telah terbiasa. Dengan ini, kekuatan mereka akan meningkat lebih cepat. Kaki mereka juga menjadi lebih kuat dan lebih cepat serta tubuh menjadi ringan dibanding sebelumnya.


Xie Ran puas dengan perkembangan mereka. Sudah seminggu mereka berlatih, pada akhirnya mulai berkultivasi. Xie Ran mengatakan untuk menyerap qi sebanyak-banyaknya namun secara perlahan agar tubuh tidak terkena penyimpangan qi. Qi yang menggumpal tidak baik untuk tubuh kecuali Xie Ran yang dapat memurnikan qi dengan bantuan energi murni.


Dua bulan telah berlalu begitu cepat. Beberapa dari mereka telah menerobos, salah satunya Mei Liena. Zhong Xiaorong dan Mei Liena menerobos lebih cepat dari perkiraan ke tahap profesional dengan bimbingan Xie Ran tentang kultivasi. Lima lainnya memberi selamat atas penerobosan. Tentu mereka sangat bahagia sampai ingin melompat.


"Ah, aku benar-benar menjadi jenius! Kalian putri laknat bukan tandinganku!" Zhong Xiaorong merasa sangat senang. Hanya butuh beberapa bulan, dia telah mencapai profesional. Itu sebuah peraihan terbesar dalam hidupnya. Padahal dia pikir dapat menembus profesional tahun depan.


Sedangkan Mei Liena masih terdiam karena tidak menyangka. Dia telah berada di tahap lanjutan untuk beberapa tahun terakhir dan mengalami kemacetan parah sampai tidak bisa berkembang. Sekarang dia melakukan penerobosan, tentu dia sangat senang.


"Liena, aku pikir selain berkultivasi, kamu harus mencoba mengembakan tingkatan apoteker kamu. Carilah bahan obat di hutan ini dan pelajarilah. Apoteker bukan sesuatu yang mudah." Xie Ran akui itu. Dia sendiri tidak bisa menjadi apoteker. Sama seperti dokter, apoteker sangat sulit meski pangkatnya lebih tinggi dokter di dunia modern. Itu bukan keahlian Xie Ran sama sekali.


"Pelatihan selanjutnya perburuan hewan buas, aku akan membagi tim menjadi dua, masing-masing tiga dan empat anggota. Mulai sekarang, pelatihan kita akan terpisah di dalam hutan untuk sebulan kedepan. Bagaimana?"


"Terpisah?" Liu Chang terkejut. Di hutan sebesar ini mereka berpisah menjadi dua bagian, itu mengerikan!


"Bagaimana jika tersesat?" Mei Liena agak takut memikirkannya.


"Tidak akan jika kalian tidak ceroboh dan masuk terlalu dalam. Jika dalam waktu sebulan kalian belum berkumpul, kita akan saling mencari. Itu saja. Kita akan berkumpul di tempat ini dua hari sebelum waktu cuti habis."


"Baik."


Mereka mulai mengundi kelompok. Xie Ran menuliskan angka 1 dan 2 pada 7 kertas kemudian mengocoknya. Mereka hanya perlu mengambil kertas berisi nomer kelompok mereka. Jika mereka berada pada nomor yang sama, maka itulah kelompok mereka.


Xie Ran mengambil nomor 2, Pei Xi nomor 1, Yan Yao nomor 2, Zhou Kui nomor 1, Liu Chang nomer 2, Zhong Xiaorong dan Mei Liena nomor 1.


Setelah membandingkan nomer kelompok, mereka mulai membereskan barang-barang dan memasukkannya ke dalam cincin spasial. Membagi makanan ke dalam cincin spasial masing-masing serta obat dan barang lain.


"Sekarang kita harus berpisah, sampai jumpa bulan depan!" Yan Yao melambaikan tangan. Mereka telah mengambil arah yang berbeda saat ini sesuai kelompok.


"Sampai jumpa!" Kelompok 1 melambaikan tangan dan pergi berempat.


Xie Ran merupakan perempuan sendiri di kelompoknya. Dia melihat kepergian empat manusia itu dengan harapan mereka dapat kembali membawa hasil.


"Xiao Ran, ayo!" Liu Chang memanggilnya merasa Xie Ran tidak mengikut.


"Ya!" Xie Ran segera berlari ke arah mereka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sudah seharian Xie Ran, Yan Yao, dan Liu Chang berjalan di tengah Hutan Bintang. Tapi tidak ada satu pun hewan buas berkeliaran. Hanya ada hewan kecil seperti kelinci, ular, dan hewan kecil lainnya yang biasa dijadikan makanan oleh mereka.


Liu Chang dan Yan Yao bicara seharian seolah tidak akan pernah berhenti selamanya. Sedangkan Xie Ran hanya diam dengan wajah gelap menyaksikan ocehan tidak bermanfaat dan sangat ingin memukul mereka sekarang juga. Kenapa mereka sangat berisik? Apa tidak haus?


Xie Ran berdecak sebal dan pergi dengan langkah lebar meninggalkan mereka. Dua manusia yang awalnya riang bicara menyadari adik kecil mereka merajuk, mereka segera menyusul menyamakan langkah.


"Xiao Ran, ada apa denganmu?" Yan Yao bertanya.


"Tidak. Aku hanya kesal tidak ada hewan buas sejak tadi."


"Bukankah bagus? Kita aman di sini," seru Liu Chang langsung mendapat sikut dari Xie Ran.


"Gadis ini, selain cantik sama sekali tidak ada lembut-lembutnya. Bagaimana jika menikah nanti? Kau tidak akan menjadikan suamimu samsak tinju, 'kan?" goda Yan Yao.


"Nyenyenye!"


Xie Ran benar-benar kesal dengan dua pria yang suka sekali menggodanya. Pei Xi dan Zhou Kui lebih baik, sayangnya mereka berdua bersama Zhong Xiaorong dan Mei Liena. Seharusnya dua pria menyebalkan ini ada pada dua gadis cerewet itu supaya telinga hewan buas pecah karena mereka.


Meski tahu Xie Ran sudah sangat kesal, dua pria itu tetap saja menggodanya dengan mengatakan berbagai hal aneh. Mereka tidak takut pada Xie Ran dan merasa Xie Ran sangat imut dengan wajah gelap itu. Apalagi jika marah. Itu sebabnya mereka suka menggodanya dan bertambah berisik.


Namun godaan mereka terhenti begitu melihat sosok loreng muncul menatap mereka lapar. Dua pria itu menelan saliva, mulai memasang kuda-kuda untuk melawan dan melindungi adik mereka.


Tapi yang dilindungi malah memasang wajah datar acuh tak acuh. Pasalnya ia pernah membunuh harimau di kehidupan lampau. "Hanya Harimau hutan tingkat rendah, aku sudah pernah bunuh dua sekaligus. Bosan!"


"Ha?" Yan Yao dan Liu Chang sama-sama terkejut. Sebenarnya gadis kecil ini pernah membunuh dua Harimau hutan sekaligus?


Mengetahui gadis manusia itu meremehkannya, Harimau semakin marah dan langsung menargetnya. Yan Yao dan Liu Chang bereaksi lebih cepat mengeluarkan senjata hendak bertarung.


Yan Yao segera mengeluarkan sihirnya membuat Harimau itu termundur. Namun tidak menghentikan amarah Harimau, itu terus menarget Xie Ran dengan cakarnya.


Liu Chang melompat dengan pedang yang digenggam erat, menebaskan pedang tipisnya ke arah Harimau, namun tebasannya tidak mampu menyakitinya. Justru Harimau itu merasa harus menyingkirkan dua pria ini terlebih dahulu.


Yan Yao dan Liu Chang melakukan serangan kombinasi. Kecepatan mereka meningkat selama 2 bulan berlatih begitu juga kekuatan sihir mereka. Sinar putih dan biru melesat begitu cepat menembus tubuh Harimau.


Tubuh Harimau mengeluarkan cahaya emas. Sihir-sihir yang menyerangnya memantul menyebabkan ledakan di tanah. Harimau hutan tidak bisa menggunakan sihir jarak jauh, dia hanya bisa mendekati mangsa dan mencabik-cabik seperti harimau pada umumnya. Namun dua manusia itu telah memahami kelemahan Harimau sehingga terus menjaga jarak serangan.


Xie Ran hanya anteng melihat. Jika dia ikut pertarungan, pertarungan itu tidak lagi sengit karena harimau akan cepat mati. Pada dasarnya, kecepatan Xie Ran lebih cepat dari harimau sehingga dapat langsung mengambil inti hewan buas tanpa disadari. Itu tidak seru.


Yan Yao mengeluarkan kipasnya dan melepasnya seperti boomerang ke arah harimau. Kipas itu seolah adalah pisau dan berhasil menyayat kulit Harimau dan kembali ke tangan Yan Yao. Yan Yao menarik benang perak yang muncul dari luka ketika kipas menyayat Harimau. Itu merambat menjerat Harimau seperti rantai.


Benang perak itu adalah salah satu dari kekuatan kipas Yan Yao. Kipasnya dapat meletakkan benang perak yang memiliki fungsi hampir sama dengan jarum perak. Benang itu akan menjadi parasit. Jika ditarik, tidak mudah lepas dan dapat mengendalikan Harimau seperti boneka. Itu disebut 'Benang Boneka'.


"Liu Chang!" Yan Yao memberi isyarat pada Liu Chang untuk melakukan serangan akhir.


Liu Chang mengangguk paham. Dia melompat ke atas dan menebaskan pedangnya hingga membentuk sinar tebasan biru yang cukup besar ke arah Harimau.


Tebasannya tepat mengenai Harimau. Harimau meraung kesakitan. Suaranya begitu mengerikan dan terdengar miris membuat burung-burung berterbangan kacau karena terkejut.


Darah segar muncul di tubuh Harimau begitu pula mulutnya. Harimau hutan tidak lagi bernyawa. Setelah memastikan Harimau telah mati, keduanya menyimpan senjata masing-masing dan menghampiri Xie Ran.


"Well done!" Xie Ran mengacungkan jempol.


"Kau tak apa? Tidak terkena serangan?" Yan Yao agak khawatir sampai mengabaikan kalimat aneh Xie Ran. Di matanya, Xie Ran adalah adiknya yang harus dijaga. Tidak boleh ada yang menyakitinya. Begitu pula Liu Chang, dia ikut khawatir.


"Apa yang bisa terjadi padaku? Sudah kubilang, aku bisa membunuh 2 Harimau hutan sekaligus." Xie Ran tetap tenang.


Yan Yao terkekeh. Dia baru ingat Xie Ran itu terlalu kejam dan kuat. Gadis itu tidak butuh perlindungan ekstra dari makhluk kecil seperti itu.


"Ambilah inti hewan buas, itu milik kalian." Xie Ran bicara acuh tak acuh.


"Kau tidak ingin?" Liu Chang bertanya.


Xie Ran menyengir. "Aku terlalu kaya, jadi tidak menginginkannya." Sebenarnya bukan itu alasan yang tepat. Orang-orang menggunakan inti hewan buas untuk berkultivasi dengan cara menyerap energi dalam inti hewan buas. Namun Xie Ran yang memiliki energi murni tidak bisa menyerapnya, energinya menolak energi hewan manapun sehingga menjadi sia-sia.