
Xie Wang dan Su Liu'er berjalan terburu-buru di sepanjang kooridor. Sebelumnya mereka telah mengunjungi kamar Xie Ran, namun gadis itu sudah tidak ada menambah kecemasan mereka.
Meski mereka tahu tidak ada yang perlu dicemaskan, sebagai keluarga satu-satunya, mereka tidak ingin terjadi sesuatu yang lain pada Xie Ran. Klan Xie masih belum aman sepenuhnya. Meski Qu Xuanzi sudah membersihkan para iblis serta antek-antek lainnya, masih ada beberapa pendukung para tetua.
Para tetua itu memang sudah mati, tapi masih ada bawahan dan anak-anak mereka yang berlindung dari pertempuran. Xie Chen dan Xie Nu bahkan menghilang entah ke mana semenjak Huai Mao tertangkap. Semua fakta itu membuat Xie Wang dan Su Liu'er khawatir bila Xie Ran mendapat masalah lagi dalam klan.
Mereka mendengar bahwa Xie Ran pergi menemui ketiga naga itu, mereka langsung pergi ke tempat di mana naga-naga itu berada. Bai He mengikut di belakang memutuskan untuk mengawal mereka selagi Klan Xie belum stabil.
Ketika tengah perjalanan ke tempat di mana naga berada, mereka melihat Xie Ran yang berjalan dengan tenang menjauhi tempat peristirahatan naga. Langkahnya terhenti ketika menyadari aura kakek dan neneknya.
"Ranran ...." Su Liu'er dan Xie Wang langsung menghampiri Xie Ran dan memeriksa kondisinya di tiap inci bersamaan. Bahkan sampai memutar tubuh Xie Ran dan mengangkat tangannya memastikan tidak ada luka yang tersisa.
"Sudah dua hari kamu tidak sadarkan diri, ini semua sulit untukmu." Xie Wang melihat cucu kesayangannya dengan sedih. Andai saja ia lebih kuat untuk membunuh Huai Mao, cucunya tidak perlu menderita.
Su Liu'er tidak mengatakan apa pun. Ia memandang Xie Ran dengan hati yang teriris mengingat kondisi Xie Ran saat ini. Meski tidak ada cedera eksternal, cedera internalnya sangat buruk melebihi siapa pun.
"Ranran, lebih baik kamu istirahat sampai pulih. Untuk masalah klan, serahkan pada orang tua ini. Kamu tidak perlu khawatir akan para pengkhianat itu, aku akan membuat mereka semua dieksekusi!"
Xie Wang bicara dengan emosi yang bergejolak. Ia tidak ingin mereka semua mempengaruhi Xie Ran dan memutuskan untuk maju lebih awal untuk mendukung kursi Xie Ran, mengatakan pada semua orang bahwa siapa pun yang meremehkan cucunya akan mati.
"Kakek, aku tidak ingin posisi ketua." Meski Xie Ran tidak tahu apa yang kakeknya bicarakan, ia dapat menebak melalui emosinya. Kakeknya mengkawatirkannya, ia sangat senang akan hal itu. Tapi ketika teringat akan posisi ketua yang telah diberikan Xie Yun padanya, ia merasa keberatan. Itu adalah beban, dan ia tidak ingin terbebani, hanya ingin bebas membangkitkan Long Long serta membantu Qu Xuanzi lalu hidup dengan baik.
"Ranran, jangan berpikir bahwa mereka tidak akan menerimamu. Orang tua ini akan mendukungmu dan membuat mereka patuh. Tidak ada yang bisa dipercaya dalam mengurus klan selain dirimu. Meski orang tua ini tidak ingin membebanimu terlalu banyak, tapi tidak ada pilihan lain. Pikiran manusia sulit ditebak, tidak tahu siapa saja yang akan kembali berkhianat di masa depan. Dengan kemampuanmu, orang tua ini percaya sepenuhnya."
Xie Ran tidak dapat merespon lagi. Jika dia tahu apa yang dikatakan kakeknya, ia sudah pasti akan memiliki banyak alasan untuk menyangkal semua posisi merepotkan itu. Tapi bahkan ia tidak tahu apa yang dikatakan kakeknya sehingga ia tidak tahu harus bereaksi bagaimana. Ia hanya tahu bahwa kakeknya masih bersikeras.
"Aiya, orang tua ini sudah sangat tua dan tidak memiliki umur yang panjang lagi. Klan Xie harus ada penerus, atau masalah tidak akan pernah berakhir dan kerja keras buyutmu akan hancur di tangan orang-orang tidak berguna itu. Ranran, jangan menolak lagi." Xie Wang tahu bagaimana temperamen Xie Ran yang bebas tidak akan menginginkan sesuatu yang mengikat. Jika menjadi ketua, selamanya akan terikat dengan Klan Xie sepanjang hidupnya.
Tapi melihat Xie Ran sama sekali tidak merespon, Xie Wang menjadi bingung kemudian melirik Su Liu'er. Mereka hanya tahu bahwa Xie Ran tidak bisa melihat, tapi tidak tahu bahwa seluruh indera Xie Ran mati. Sebelumnya Huai Mao hanya mengatakan bahwa indera Xie Ran mati, tidak mengatakan apa yang terjadi sebenarnya.
"Xie Ran?" Xie Wang mulai gelisah, menepuk bahu Xie Ran berpikir Xie Ran merenung.
Xie Ran langsung bicara. "Kakek, Nenek, aku tidak bisa melakukan apa yang harus kulakukan sebagai Nona Klan Xie, atau sebagai Ketua Klan yang pernah disebutkan. Kelima inderaku tidak berfungsi, aku sama sekali tidak memiliki kualifikasi seperti dulu."
Ucapan Xie Ran bagai sambaran petir di telinga Xie Wang dan Su Liu'er. Mereka tidak diberitahu sebelumnya serta kondisi Xie Ran terjadi begitu tiba-tiba sehingga tidak sempat berpikir apa yang sebenarnya terjadi.
Bahkan dengan kemampuan medis Su Liu'er masih tidak bisa menemukan hal lain di tubuh Xie Ran selain pandangannya yang kosong karena tidak bisa melihat. Tidak ada yang memberitahu mereka sama sekali!
Awalnya mereka pikir Xie Ran seperti itu karena dikendalikan. Tapi setelah Huai Mao mengalami kekalahan, Xie Ran masih sama seperti ketika ia tertangkap.
Memikirkan hal tersebut, Xie Wang dan Su Liu'er merasa sangat marah akan penyiksaan Huai Mao. Mereka menyesal tidak bisa melindungi cucu mereka dengan baik sampai harus jatuh ke dalam kondisi seperti ini.
"Aiya, Ranran, kamu sudah sangat menderita." Xie Wang langsung memeluk cucunya yang malang dengan sedih.
Su Liu'er yang terdiam sejak awal langsung sadar dan meraih Xie Ran untuk memeriksanya lebih lanjut. Tapi ia tidak menemukan sesuatu yang salah. Huai Mao benar-benar kejam!
"Ranran, apa kamu mendengar Nenek?" Su Liu'er menarik Xie Ran dari Xie Wang begitu saja lalu sedikit memberinya cubitan untuk memeriksa. "Apa sakit?"
"Liu'er, kenapa kamu mencubit Ranran?" Xie Wang sepertinya tidak bisa berpikir lebih baik lagi setelah menyadari kenyataan.
Su Liu'er mengabaikan Xie Wang. Ia melihat Xie Ran hanya diam, merasa lemas dipaksa menerima kondisi cucunya. Gadis kecil yang tidak ia lihat setelah beberapa tahun lamanya kini berubah menjadi begitu menyedihkan. Su Liu'er yang biasanya tegas dan berpendirian menjadi rapuh seketika. Putra dan menantunya meninggal, sekarang cucunya tersiksa, ia merasa sangat bersalah.
Xie Ran merasakan emosi mereka dengan jelas, tidak bisa membantu tapi mulai bingung. Ia tidak pernah menghibur seseorang, bagaimana menghibur mereka?
Xie Ran biasanya berpura-pura bodoh dan dungu untuk menutupi rencananya, sekarang tidak bisa melakukan apa pun selain diam karena tidak tahu dengan jelas apa yang terjadi di sekitarnya. Ini memang merepotkan.
"Aku baik-baik saja, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Akan ada saatnya kelima inderaku membaik untuk sesaat, selanjutnya aku akan sembuh dalam beberapa waktu."
Ucapan Xie Ran membuat Xie Wang dan Su Liu'er yang dramatis terdiam menatap Xie Ran penuh harap.
"Apa benar?" Xie Wang merasa senang setelah mendengar ini. Entah yang dikatakan Xie Ran hanya untuk menghibur atau tidak, ia merasa senang memikirkan harapan itu. Su Liu'er tidak bisa mengatakan apa pun lagi, ia percaya Xie Ran sepenuhnya.
"Kalau begitu, masalah klan, aku yang urus untuk sementara waktu sampai kondisimu pulih. Kamu tidak perlu repot. Istirahatlah dan orang tua ini akan membantumu dengan baik." Xie Wang akhirnya bisa tenang. Ia tidak bisa menelantarkan klan begitu saja. Hanya Xie Ran satu-satunya harapan dan ia tidak memiliki pilihan lain selain mengandalkan Xie Ran.
Xie Ran diam. Tidak tahu apa yang dikatakan Xie Wang tapi ia merasa ada sesuatu yang salah.
Kemudian pandangan Xie Wang terarah pada Qu Xuanzi yang nyaris dilupakan karena keramaiannya sendiri. Ia mulai bingung akan pria tampan yang tingginya melebihi tinggi Xie Wang hingga pria tua itu merasa tenggelam. Auranya bahkan membuat Xie Wang semakin tenggelam sangat jauh.
Xie Wang memiliki ekspresi rumit. "Ini ...."
"Apa kamu bersama Ranran? Siapa namamu? Dari mana kamu berasal?" Su Liu'er bertanya dengan nada ramah, tidak seperti Xie Wang yang kasar. Ia pikir Ranrannya sudah besar, tidak masalah memiliki pria yang diandalkan. Justru ia akan senang mendapat menantu lain.
"Ranran adalah kekasihku." Qu Xuanzi bicara dengan singkat, namun dengan cara yang sopan. Kedua orang eksentrik ini adalah keluarga Xie Ran, ia harus bersikap baik.
"Kekasih?" Senyum Su Liu'er melebar, kemudian melihat Xie Ran. Rarannya sudah sangat besar, ia sangat senang! "Sangat bagus."
Ketika Su Liu'er merasa senang akan mendapat menantu lagi, Xie Wang justru tertegun, melihat Qu Xuanzi seolah menilainya.
"Siapa namamu?" Xie Wang bertanya dengan hati-hati. Ia berpikir pria ini bukan seseorang yang bisa disinggung, atau segalanya akan berantakan. Bahkan ia tanpa sadar berkeringat dingin ketika menanyakan namanya seolah telah melakukan kesalahan.
"Qu Xuanzi." Ia sama sekali tidak keberatan. Toh, mereka tidak akan mengenali meski menyebut namanya. Jika kenal juga bukan masalah.
Mendengar nama itu disebut, Xie Wang langsung tertegun. Bahkan senyum Su Liu'er menjadi kaku, digantikan rasa tegang.
Qu Xuanzi ... nama itu terdengar familiar hingga mereka harus mengingatnya kembali ke tahun-tahun sebelum mereka mengasingkan diri.
Hingga akhirnya Su Liu'er ingat terlebih dahulu. Wajahnya menjadi sangat tegang tanpa bisa berkata apa pun. Diikuti oleh Xie Wang yang langsung menatap Qu Xuanzi tanpa sadar seperti habis melihat hantu.
Xie Ran mulai memiliki firasat aneh akan emosi kakek dan neneknya yang tercampur aduk. Ia mengerutkan kening. "Xuanzi, kau mengatakan sesuatu yang buruk pada mereka?"
Sayangnya, emosi Qu Xuanzi yang sangat tenang membuat Xie Ran tidak memiliki jawaban yang diinginkan. Untuk kesekian kalinya Xie Ran merutuki kutukan Huai Mao yang menyebabkan dirinya tidak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan.
Ucapan Xie Ran yang rendah itu terdengar oleh Xie Wang dan Su Liu'er yang membuat mereka semakin berkeringat dingin. Apa cucu mereka tahu siapa pria bermarga Qu sebenarnya? Dia adalah Kaisar Langit yang terkenal tirani! Asura! Sayangnya mereka tidak bisa bertanya pada Xie Ran secara langsung.
"Sepertinya kalian sudah tahu." Melihat reaksi mereka, sudah sangat tertebak bahwa mereka tahu identitasnya. Qu Xuanzi sama sekali tidak mempermasalahkannya karena pada akhirnya mereka harus tahu.
"Ranran ... apa Ranran ...." Xie Wang meneguk saliva, merasa sulit ingin menanyakan apakah Ranran sudah mengetahui identitasnya.
"Dia sudah tahu," jawab Qu Xuanzi.
Mereka berdua langsung lega. Bagus kalau Xie Ran mengetahuinya, jika tidak, akan menjadi masalah di kemudian hari. Mereka tahu, Xie Ran membenci dibohongi. Jika sudah membenci seseorang, tidak akan mudah meredakannya.
Xie Wang menertralkan emosinya menjadi normal, layaknya seorang kakek. Karena Xie Ran sudah tahu identitas Qu Xuanzi dan mereka memiliki hubungan yang baik, ia tidak perlu bersikap seperti orang lain yang bertemu dengan seseorang seperti Qu Xuanzi melainkan menjadi seorang kakek yang menyayangi cucunya.
Awalnya Xie Wang ingin menantang pria mana pun yang mendekati Xie Ran agar bisa mendapat restunya. Jika kalah, maka dia tidak akan memberi restu. Tapi sekarang, ia bahkan tidak berani mengatakan hal itu pada Qu Xuanzi. Hasilnya sudah terlihat. Jika tidak mati, maka dia akan remuk dan terkena osteoporosis lebih cepat bahkan jika Qu Xuanzi sudah menahan kekuatannya.
"Yang Mulia ...."
"Panggil saja Qu Xuanzi." Qu Xuanzi bersikap tenang. Jika Xie Wang orang lain, ia tidak akan berbaik hati membiarkan orang lain memanggil namanya.
Xie Wang lagi-lagi merasa darahnya habis terkuras. Memanggil Kaisar Langit menggunakan namanya? Bukankah terlalu berani?
"Kau menakutinya?" Xie Ran berbisik ke arah Qu Xuanzi. Entah kenapa ia merasa kakeknya yang imut sangat tertekan.
Qu Xuanzi menggeleng tidak berdaya, berharap Xie Ran tahu niatnya hanya ingin memberi kesan baik pada calon kakek dan nenek mertuanya. Ia sudah berusaha, tidak tahu kalau tindakannya membuat orang tua malang itu depresi.
"Apa ada yang salah?" tanya Qu Xuanzi.
Berbeda dari Xie Wang, Su Liu'er lebih stabil dan langsung tersenyum bangga. Calon menantunya adalah dewa! Ranrannya sangat hebat! "Tidak ada, Wang tua memang seperti ini bila menyangkut Ranran, maklumkan saja. Nak, kedepannya panggil aku nenek."
Xie Wang merasa dunianya hancur seketika. Sejak kapan istrinya menjadi sangat aktif? Meminta memanggilnya nenek pada seseorang yang umurnya lebih lama dari leluhur mereka, dan orang itu adalah dewa yang agung dan tidak boleh disinggung. Apa otak istrinya kemasukan air?
Setelah beberapa saat menenangkan diri, Xie Wang menjadi lebih stabil dan menatap Qu Xuanzi sebentar kemudian melihat Xie Ran yang kosong. "Kondisi Ranran saat ini belum stabil. Jika kamu menerimanya dengan sepenuh hati dan Ranran juga menerimamu, yang tua ini tidak bisa berbuat apa-apa." Lalu ia menatap Qu Xuanzi dengan serius. "Tidak peduli kamu dewa atau bukan, jika menyakiti Ranran, sampai mati yang tua ini akan melawanmu."
"Aku tidak akan menyakitinya." Qu Xuanzi berjanji, menggenggam telapak tangan Xie Ran dengan senyuman tipis yang ditujukan hanya untuk Xie Ran.
"Bisa mempercayakan Ranran padamu, yang tua ini bisa tenang." Xie Wang tersenyum, kemudian pandangannya terarah pada Xie Ran dengan sedih. Sebenarnya ia tidak ingin Xie Ran diberikan pada siapa pun, tapi ia sendiri tidak mampu melindungi Xie Ran dengan baik.
Pada saat Xie Wang telah lega dan Su Liu'er sangat senang mendapatkan calon menantu yang hebat, langkah kaki kecil mendekat ke arah mereka disertai suara kekanakan yang serak muncul.
"Ibu~"
Xie Wang terkejut, begitu pula Su Liu'er dan langsung menoleh ke belakang melihat sosok anak kecil cantik yang berdiri dengan wajah sembap. Ia terlihat seperti berumur 5 tahun, berlari ke arah Xie Ran dengan kaki kecilnya sambil mengangkat kedua tangan.
Xie Wang dan Su Liu'er melihatnya dengan wajah tercegang.
"Ibu, lapar ...."
Xie Ran juga terdiam. Seingatnya Xiao Caihong terluka, namun kali ini ia merasa kekuatan Xiao Caihong telah stabil dan hanya kelaparan. Sama sekali tidak memiliki tanda pertempuran. Hanya dalam dua hari, Xiao Caihong telah pulih dan telah keluar dari liontin selama ini?
"Ranran, ini ...." Su Liu'er masih sangat terkejut. Sejak kapan Xie Ran memiliki anak? Kenapa ia tidak tahu?
Pandangan mereka berdua terarah pada Qu Xuanzi, meminta jawaban. Seharusnya Qu Xuanzi sudah tahu. Tapi ketika melihat Qu Xuanzi dan Xie Ran beegantian, lalu melihat Xiao Caihong yang memiliki kemiripan dengan Xie Ran, mereka langsung berpikir bahwa Xie Ran ....
"Phyton tujuh warna." Qu Xuanzi langsung memberitahu mereka sebelum kesalahpahaman berlanjut.
"Phyton ... tujuh warna?" Su Liu'er pernah melihat Phyton tujuh warna sekali ketika di Menara Suci, tapi anak kecil yang menempel dengan Xie Ran sama sekali tidak terlihat seperti penguasa ras ular! Dia lebih terlihat seperti anak kandung Xie Ran!
Merasakan betapa kacau kakek dan neneknya setelah melihat Xiao Caihong, Xie Ran pikir terdapat beberapa kesalahpahaman apalagi wajah kecil Xiao Caihong yang cukup mirip dengannya. Ia berkata, "Namanya Xiao Caihong, aku menemukannya di gua gunung belakang ketika mengambil warisan Klan Xie. Ketika dia terbangun, orang pertama yang dilihatnya adalah aku dan Xuanzi. Jadi dia menganggap kami sebagai orangtuanya."
Xie Wang dan Su Liu'er akhirnya mengerti dan menghela napas lega. Bukannya mereka tidak senang memiliki cicit, tapi umur Xie Ran masih sangat muda. Melihat anak kecil berumur kurang lebih 5 tahun datang memanggilnya 'ibu' membuat mereka berpikir bahwa betapa sulit Xie Ran 5 tahun yang lalu.
Setelah mengetahui kebenarannya, Xie Wang yang sejak tadi tegang karena Qu Xuanzi langsung bersemangat mengangkat Xiao Caihong yang merupakan 'cicit' nya yang lucu, apalagi wajahnya mirip Xie Ran. Su Liu'er lebih bersemangat.
Hewan buas yang akan menjadi manusia bisa memilih bentuk wajah sendiri, tidak heran jika Xiao Caihong memilih wajahnya mirip dengan Xie Ran karena ia menyukai Xie Ran sebagai ibunya. Sebenarnya Xiao Caihong ingin mencampurnya dengan wajah Qu Xuanzi yang tiada tanding, tapi ia tidak memiliki keberanian itu.
"Hong kecilku, aku adalah kakek buyutmu. Ayo panggil aku kakek buyut lalu kita akan bermain." Xie Wang menggendong Xiao Caihong dengan gembira, tidak peduli apa Xiao Caihong adalah hewan buas atau tidak.
"Wang tua, aku juga ingin menggendongnya. Xiao Caihong, ayo kemari sama nenek buyut. Kamu lapar? Nenek buyut memiliki banyak makanan."
Xiao Caihong hanya diam memandang mereka dengan bingung. Ayah dan ibunya tidak pernah memperlakukannya seperti ini sehingga kondisi ini sangat baru untuknya. Tapi ia juga merasa sangat senang melihat tatapan kasih sayang mereka yang membuatnya tersenyum cerah.
"Lapar~" Xiao Caihong langsung meminta makanan dan beralih ke gendongan Su Liu'er. Ia suka main, tapi lebih suka makan karena ibunya selalu menyumpalnya dengan makanan daripada bermain agar tidak membuat masalah.
Su Liu'er sangat senang Xiao Caihong ingin bersamanya. Ia memeleti suaminya lalu melihat Xie Ran dan Qu Xuanzi bergantian. "Aku akan mengurus Xiao Caihong dengan baik, kalian berisitirahatlah."
Su Liu'er langsung pergi diikuti oleh Xie Wang. Hari ini memang aneh, tapi tidak terlalu buruk. Mereka mendapat dua hal baik secara bersamaan meski pada awalnya harus menelan kenyataan pahit.
Qu Xuanzi hanya diam, heran dengan tingkah aneh mereka. Ia tidak pernah melihat ada manusia yang begitu senang membawa seekor anak ular kecil untuk diajak bermain. Apa mereka tidak tahu cara bermain dan makanan kesukaannya?
Xie Ran secara alami tidak tahu bagaimana mereka bersikap. Ia hanya tahu bahwa kakek, nenek, dan Xiao Caihong sangat senang sebelum pergi. Perubahan itu terlalu mendadak.
"Aku pikir mereka akan takut seperti melihatmu," gumam Xie Ran. Setidaknya, kakek dan neneknya senang, ia tidak menuntut apa pun lagi.