The Emperor God Wife Is Naughty

The Emperor God Wife Is Naughty
62. Xie Ran vs Luo Jin



"Satu apel setengah darah." Xie Ran menggigit apel di tangannya dan bersandar di kursi dengan santai.


"Senior, apa tidak takut gemuk?" Yu Yin tidak habis pikir. Ada seorang gadis kurus memiliki porsi besar seperti pria gendut?


"Jika gemuk, aku hanya perlu membakar lemak dan kurus lagi." Xie Ran menjawab dengan santai. "Kamu juga harus makan banyak agar energi dan darah terisi penuh. Jika tidak, kau akan menjadi manusia kertas di atas arena."


Zhong Xiaorong yang melihat betapa lahap Xie Ran makan hanya bisa menggeleng pelan dan melihat arena mendengarkan pengumuman.


Tersisa 25 akademi yang akan mengambil posisi 20 besar. Akademi Tianshang melewati babak akhir pada ronde pertama dan langsung menduduki 20 besar atas peraihan kemenangan berturut-turut. Setelah ini akan diadakan pertandingan individu untuk ronde kedua.


Pada 5 pertandingan sebelumnya, Zhong Xiaorong, Yan Yao, dan Zhou Kui masih belum menaiki arena. Para anggota cadangan bergantian menaiki arena membuat mereka diam-diam merasa iri. Mereka harus hadir pada pertandingan selanjutnya!


Aturan pertandingan individu adalah: mengirim satu peserta untuk 7 pertandingan. Menang dan kalah akan ditentukan melalui berapa banyak mereka menang dalam satu tim. Mereka akan mengirim bergantian. Misalnya tim a mengirim peserta pertamanya dari tujuh peserta melawan salah satu peserta tim b dari tujuh peserta. Jika peserta pertama tim a kalah, maka tim a harus mengganti peserta sedangkan tim b diperbolehkan ganti atau tetap. Itu terus berlanjut sampai ketujuh salah satu tim runtuh dan menghitung kemenangan.


Mereka telah berunding ketika pengumuman lawan diumumkan untuk menentukan siapa yang maju pertama sampai ketujuh dan siapa yang tinggal. Pada akhirnya, peserta pertama yang maju adalah Murong Yi dan diikuti oleh Mei Liena kemudian peserta lainnya. Sekarang justru Xie Ran tidak ikut sama sekali. Ia juga malas bertarung dengan anak-anak itu.


Dalam dua pertandingan, Akademi Tianshang memenangkan keduanya dengan skor 10 kemenangan dan 4 kekalahan. Itu merupakan skor tertinggi dan diikuti oleh Akademi Yeshan dan Akademi Shenyang.


Sejauh ini ketiga akademi itu tidak diadu satu sama lain. Tapi itu sebelumnya, sekarang berbeda.


"Kita akan melawan Akademi Shenyang besok, kita harus merubah urutan." Pei Xi cukup skeptis akan Akademi Shenyang yang berada di peringkat 3 besar turnamen tahun lalu. Ia tahu betul bagaimana kekuatan akademi elemen itu yang saat itu memaksa Xie Chen menggunakan kekuatan tertingginya.


Saat ini mereka sedang perjalanan ke penginapan. Malam ini sangat sejuk dan cocok untuk berjalan-jalan jadi mereka memelankan langkah.


"Aku akan maju!" Zhong Xiaorong sudah bersemangat.


"Aku juga. Bukankah mereka tidak boleh diremehkan? Kita anggota utama harus maju." Yan Yao setuju dengan putri satu itu.


"Xiao Ran, bagainana menurutmu?" Mei Liena bertanya pada Xie Ran di sebelahnya yang hanya diam setelah makan banyak.


"Lakukan saja, aku mengantuk." Xie Ran bicara dengan malas disertai mata sayu. Ia terlihat sangat layu.


"Xiao Ran sudah setuju, mari kita maju besok!" Zhong Xiaorong teramat gembira sampai ingin meledak. Akhirnya bisa memukuli orang lagi.


Seorang gadis asing tiba-tiba mendekat. Matanya tajam seperti elang dan memiliki tinggi rata-rata. Ia cantik, tapi auranya membuat ketujuh manusia itu merasa heran sekaligus jengkel.


"Apa kau Xiao Ran?" Mata tajam gadis itu terarah pada Zhong Xiaorong membuat ketujuhnya menahan tawa.


Zhong Xiaorong terbatuk dan menggeleng pelan kemudian menunjuk ke belakangnya, tepatnya ke arah gadis mengantuk yang bersandar dengan Mei Liena. "Dia Xiao Ran. Aku Putri Kesembilan."


Gadis itu menaikkan sebelah alis dan tidak merasa malu telah salah orang. Ia menghampiri Xie Ran dengan cepat dan berkacak pinggang.


"Aku menantangmu di pertandingan besok. Ketika aku naik arena, kau yang harus berhadapan denganku."


Mata mereka terbelalak mendengarnya sedangkan Xie Ran menatapnya kosong. Datang untuk menantang? Betapa besar nyalinya.


Sedangkan yang lain hanya bisa menahan tawa sekaligus mengasihani gadis itu. Menantang Xie Ran? Bukankah sama saja cari mati? Mereka bahkan tidak berani menantang Xie Ran, bahkan satu akademi sekalipun. Mereka jadi teringat bagaimana wajah memar Xie Chen yang sudah tak dikenali lagi.


"Besok aku tidak ikut pertandingan. Kau bisa menantang mereka." Xie Ran sama sekali tidak tertaring bertarung dengan gadis kecil. Jika nangis, ia juga yang disalahkan.


"Aku tidak percaya kau tidak datang besok. Xiao Ran, tidak mungkin kau takut dan menjadi pengecut, 'kan?"


"Ya, aku pengecut dan tidak mengenalmu. Sudah selesai? Aku ingin tidur." Xie Ran merasa gusar dan langsung pergi diikuti oleh yang lain mengabaikan gadis berambut ungu itu yang tampak begitu kesal.


"Xiao Ran, berani sekali kau memandangku rendah. Aku Luo Jin akan mengalahkanmu besok." Luo Jin begitu kesal menyadari ia diabaikan kelompok manusia itu. Alasan mengapa ia kesal pada Xie Ran, itu karena ia menganggap Xie Ran adalah rival cintanya dan ingin menunjukkan bahwa ia yang terbaik, bukan Xie Ran.


Belakangan ini Xie Ran memang cukup sering berinteraksi dengan salah satu murid Akademi Shenyang, Xu Mo. Pria itu kerap menyapanya dan mengunjunginya sedangkan Xie Ran hanya menanggapinya sebagai kenalan. Tapi sepertinya pihak tertentu berpikiran lain.


Keesokan harinya, di bawah sinar matahari terik podium telah dipenuhi pengunjung yang bersorak. Akademi Tianshang telah berada di posisinya begitu pula akademi lain yang duduk dengan tenang menunggu pembukaan.


Mereka begitu semangat menyaksikan pertandingan anatara dua akademi ternama dan terkenal di Benu Zhongbu. Apalagi Akademi Shenyang merupakan akademi elemen terkuat dengan elemen petir.


"Zhong Xiaorong dari Akademi Tianshang dan Luo Jin dari Akademi Shenyang, silahkan memasuki arena!"


Zhong Xiaorong begitu bersemangat akan pertandingan pertamanya dan segera menaiki arena. Tapi setelah melihat lawannya adalah gadis yang semalam menantang Xie Ran terang-terangan, ia mengerutkan kening merasakan firasat lain.


"Pembawa acara, bisakah aku meminta sesuatu?" Luo Jin tiba-tiba mengajukan permintaan pada pembawa acara.


"Ya, silahkan."


"Apa aku bisa memilih lawanku secara pribadi?"


Pembawa acara tertegun mendengarnya sedangkan murid Akademi Shenyang hanya bisa menghela napas. Mereka tentu tahu apa yang ada di otak kecil gadis itu. Sayangnya mereka juga tidak bisa menolaknya.


Tapi pembawa acara berbeda. "Bisa, tapi dengan syarat lawan pribadimu ada dalam daftar yang akan melakukan pertandingan kali ini."


Luo Jin tersenyum sinis dan langsung menunjuk Xie Ran yang sedang duduk santai di pojokan. "Aku ingin menantangnya."


Murid Akademi Tianshang tercegang sekali lagi. Mereka pikir gadis itu hanya bermain-main semalam, tapi ternyata gadis itu dengan berani meminta Xie Ran bertarung. Betapa besar nyalinya.


"Sayangnya, Xiao Ran tidak dalam daftar dalam pertandingan individu. Kamu tidak bisa memilihnya." Pembawa acara tersenyum pada Luo Jin. Ia tentu tahu siapa Luo Jin. Putri bungsu Istana Lingyue yang berbakat dan dihormati. Tapi ini bukanlah Istana Lingyue miliknya, ini adalah Kota Ye!


Dekan Akademi Shenyang terbelalak melihatnya. Kekuatan Xiao Ran dari Akademi Tianshang masih menjadi pertanyaan selain api tingkat rendah dan teknik kecepatannya, mengapa putri satu itu begitu arogan menantangnya mewakili seluruh akademi?


Tapi sayangnya, bahkan dekan sendiri tidak bisa menolak. Ia percaya pada kekuatan Luo Jin yang terbaik selain Xu Mo.


Setelah pertimbangan beberapa saat, pembawa acara menyetujuinya. "Baik, asalkan Xiao Ran menerima tantanganmu. Zhong Xiaorong akan diganti dengannya."


Zhong Xiaorong menatap Luo Jin penuh kekesalan. Ingin sekali ia meninju wakah cantik gadis itu agar memar dan tidak dikenali. Karena Luo Jin, ia harus mundur.


Xie Ran hanya menatapnya datar kemudian melihat Zhong Xiaorong. Gadis itu pasti sangat ingin bertarung sekarang, tapi Luo Jin tidak membiarkannya. Apalagi Xie Ran sedang sangat malas.


"Aku tidak mau." Xie Ran mengambil keiutusan sepihak sedangkan teman-temannya menjatuhkan bahu. Mereka pikir Xie Ran akan setuju.


"Xiao Ran, kau!"


"Sejak semalam aku tidak enak badan. Kau sudah melihatnya sendiri." Xie Ran bersandar pura-pura lemah dan tersiksa.


Luo Jin semakin kesal dan memikirkan sebuah cara. "Kalau begitu, aku akan memberimu obat dari Istana Lingyue setelah pertandingan baik menang atau kalah."


Xie Ran menatapnya cerah namun kemudian redup kembali. "Jika hanya sebuah obat, tidak perlu repot-repot Istana Lingyue memberikannya padaku."


"Jadi apa yang kamu mau?"


Xie Ran menatapnya malas. "Tidak bertarung. Aku hanya seorang yang sakit. Jika aku kalah, pertandingan ini sama sekali tidak adil. Kau juga akan sulit mengangkat wajahmu karena menindas orang sakit."


Ingin sekali Luo Jin mencabik-cabik wajah cantik Xiao Ran agar tidak menunjukkan diri lagi di depan umum. Ia sangat marah! Tidak ada yang berani menolaknya selama ini selain gadis tidak tahu malu itu!


Luo Jin berusaha tenang untuk menjaga wajahnya. Ia sudah menekan emosi sebisa mungkin. "Baiklah. Karena kamu sedang sakit, aku akan memberimu obat sebagai kompensasi setelah pertandingan. Jika kamu menang, kamu akan mendapat 10.000 koin emas serta 100 jenis makanan khas Lingyue. Jika kau kalah, aku akan memberimu kompensiasi dengan mengirimkan tabib terbaik untukmu. Sepakat?"


Xie Ran melihatnya dengan mata cerah kembali meski di pandangan semua orang terlihat sebagai tatapan sinis. Ia bertindak ragu-ragu sejenak dan menghela napas. Jika sudah seperti ini, teman-temannya sendiri pun sudah tahu keputusannya.


"Karena kamu memaksa, aku tidak memiliki alasan lain untuk menolak. Baiklah, 10.000 koin emas 100 jenis makanan Lingyue ditambah obat dari Lingyue." Xie Ran beranjak dari kursinya dan berjalan dengan perasaan tak terbaca. Namun teman-temannya tahu bahwa suasana hati Xie Ran sedang baik hari ini.


Hanya saja, Luo Jin bukan seseorang yang dapat dianggap enteng. Meski tidak jauh lebih tua dari Xie Ran, ia tetaplah jenius dari Lingyue. Istana Lingyue selalu memiliki hubungan yang baik dengan kekaisaran dan memiliki hubungan bisnis senjata dan obat selama ratusan tahun lamanya. Mereka sangat kuat dan tidak boleh diprovokasi. Apalagi Luo Jin adalah Putri dari Istana Lingyue itu sendiri.


Zhong Xiaorong kembali ke tribun setelah menatap tajam Luo Jin. Ia melihat Xie Ran dengan khawatir. Pasalnya, Xie Ran memang benar-benar sedang tidak pada puncaknya. Gadis itu selalu terlihat lelah dan mengantuk belakangan ini membuatnya khawatir. Itu juga alasan mengapa Xie Ran tidak dibiarkan mengikuti pertandingan individu sebelumnya.


"Kekuatannya tidak biasa, kau yakin masih bisa bertarung?" Zhong Xiaorong berbisik memberitahu Xie Ran.


Xie Ran tersenyum. "Aku bahkan bisa bertarung sambil menutup mata."


"Kalau begitu hati-hati." Zhong Xiaorong tidak bisa melakukan apapun lagi dan pergi ke arah teman-temannya. Mereka juga agak khawatir sebelumnya.


Xie Ran menaiki arena. Langkahnya masih setenang awal sedangkan wajahnya menunjukkan ketidak pedulian. Ia telah memeriksa Luo Jin ketika berjalan ke arena. Gadis itu memang memiliki cukup kekuatan untuk bersaing secara individu dengannya terlepas dari sihir pesona. Sihir tertingginya adalah sihir peri yang memang seharusnya menjadi lawan Zhong Xiaorong.


"Sudah siap?" Luo Jin kembali mendapatkan semangatnya dan mengeluarkan pedang ungu di tangannya yang berkilau indah. Pedang ramping dan berkilau seperti berlian serta memiliki banyak batu spiritual mendukung kekuatannya.


Xie Ran mengeluarkan pedang di tangannya. Pedang perak di tangannya begitu kokoh dan berkilau indah dengan warna perak. Bilah pedang ramping tersebut begitu jernih dan runcing disertai sebuah mata kristal putih tak diketahui pada gagang pedang. Sekilas tampak polos, namun bagi seseorang yang begitu sensitif tentang senjata akan mengetahui kualitasnya.


"Ayo!" Xie Ran telah siap disertai aura di sekujur tubuhnya yang pekat begitu mengeluarkan pedang. Ia jauh lebih menawan dengan pedang itu.


"Pertandingan dimulai!"


Luo Jin beegerak terlebih dahulu. Langkahnya yang lebar dipercepat dan meluncurkan bilah pedang yang bergerak membelah angin dari kejauhan 10 meter.


Xie Ran melompat menghindarinya tanpa menggunakan pedang. Tubuhnya seringan bulu sedangkan cahaya yang menyerangnya berada tepat 5 cm dari tubuhnya. Ketika mendarat, cahaya yang sama datang bersamaan membuat Xie Ran harus berputar kembali menghindari tiap serangan tanpa memberi serangan balik.


Di podium, semua orang dapat melihat betapa cepat Xie Ran menghindari serangan ganda yang bertubi-tubi menghujaninya. Tiba-tiba pedang Xie Ran mengeluarkan cahaya putih samar dan membelah cahaya ungu yang datang menjadi dua bagian.


Luo Jin terperangah akan cahaya indah yang muncul membelah serangannya secepat kedipan mata. Ia menggertakkan gigi, melangkah lebih cepat sambil membentuk segel tangan berjejak listrik pekat dan membentuk bola listrik. Bola seperti kristal dan berwarna ungu pekat muncul di tangannya. Bola itu meluncur memberi jejak sengatan luar biasa di sekitar arena disertai arus listrik yang menjalar di udara seperti jaring yang akan menjerat siapapun.


Xie Ran menyipitkan matanya. Menghindari bola listrik dan aliran arus listrik yang menyerangnya. Karena pedangnya memiliki daya magnet yang cukup tinggi, listrik tersebut terintegrasi ke pedangnya hingga mengikuti arah gerak Xie Ran.


Luo Jin tidak ingin melewatkan kesempatan terjebaknya Xie Ran yang berusaha keluar dari arus listrik. Ia mengangkat pedangnya ke langit hingga mengeluarkan arus listrik luar biasa. Petir bergemuruh menyambar arena secepat kilat dan membentuk arus listrik yang lebih tinggi mengurung arena


"Xiao Ran, lihat siapa yang terbaik." Luo Jin tersenyum seakan telah melihat kemenangannya yang mudah. Arus listrik di pedang merambat begitu cepat ke seluruh arena menyebabkan arena dipenuhi arus listrik tak hentinya.


Arus listrik merambat di lantai arena ke arah Xie Ran. Gadis itu segera melompat begitu arus listrik menargetnya kemudian menarik pedangnya yang terlilit arus listrik. Di udara, ia melayang untuk beberapa saat dan mendarat dengan pedang yang menancap di lantai arena.


Pedang perak itu mengeluarkan sinar aneh beserta kabut yang muncul dari retakan lantai arena. Listrik digantikan dengan kabut ungu begitu Xie Ran meningkatkan daya magnet pedang dan menyerap arus listrik dari luar memenuhi pedang dan merambat ke gagang dimana telapak tangan Xie Ran yang menjadi seputih giok berada.


Selama beberapa waktu ini, Xie Ran melatih energi murninya dan berhasil membentuk sarung pelindung tangan. Ia menyebutnya tangan giok karena begitu pelindung aktif, tangannya menjadi seputih giok dan dapat menahan benda keras dan eksplosif seperti racun ataupun sengatan listrik. Telapak tangannya juga tidak akan terluka meski tersayat pedang seruncing apapun.


"Bagaimana mungkin?" Luo Jin terkejut melihat listrik miliknya terserap. Ia lebih terkejut lagi karena Xie Ran tidak mempan terhadap listrik. Dia sendiri yang merupakan pelatih elemen listrik atau petir sering tersengat jika tidak berhati-hati. Bagaimana Xie Ran bisa?


Kristal di gagang pedang menyala dan merubah warnanya menjadi ungu seperti warna listrik itu. Kristal yang menyerap elemen listrik segera mentransfernya ke tubuh Xie Ran sehingga tubuh Xie Ran dipenuhi energi listrik.


Gadis itu berdiri tegak dengan senyuman yang tidak luntur. Apa ini adalah teknik pertama pedang 7 langit? Cermin?