
Pagi-pagi sekali Xie Ran keluar kamar penginapan lalu pergi ke rumah makan di lantai dasar di mana Mei Liena sudah menunggu. Ketika ia sampai di meja Mei Liena, ia mematung sejenak melihat sosok lain duduk dengan tenang melihat dengan senyuman tampan yang memikat.
Ketika pria itu memberi kedipan sebelah mata, Xie Ran mengerjap, tersadar dari lamunan dan tertawa canggung. Sambil duduk, ia mengambil makanan ringan dari meja dan memakannya untuk menutupi kecanggungan akan kehadiran Zhong Guofeng yang tiba-tiba.
Xie Ran mencodongkan kepala ke arah Mei Liena di sisinya lalu berbisik, "Kenapa dia di sini?"
Mei Liena menatapnya polos. "Aku pikir kau tahu."
Xie Ran diam untuk beberapa saat dan menghela napas sambil melanjutkan makan. "Keluarga Tang sudah hilang, apa kau masih ada urusan?"
"Hanya ingin melihat keadaanmu. Dua hari yang lalu, kamu baru saja menyelesaian pertarungan. Jadi aku di sini ingin melihat, bagaimana suasana hatimu setelah menyelesaikan jadwal pertama sebelum kembali ke Klan Xie."
Mei Liena terkejut akan pernyataan Zhong Guofeng kemudian menatap Xie Ran. "Kamu akan kembali ke Klan Xie?"
Xie Ran membalas tatapan Mei Liena kemudian menatap Zhong Guofeng lagi. "Kamu tidak berniat ikut, 'kan? Apa kamu begitu senggang?"
Zhong Guofeng tersenyum kecut. "Kebetulan kita searah. Aku juga ingin kembali ke Ibu Kota. Mungkin di sana, kamu juga akan bertemu dengan teman-temanmu di istana."
Mendengar kata 'teman-teman' membuat mata Xie Ran bersinar cerah. Ia sudah lama tidak bertemu dengan teman-temannya dan sangat merindukan mereka.
Karena tawaran itu menarik perhatian Xie Ran, tanpa ragu-ragu lagi Xie Ran mengangguk. Ia merasa sangat beruntung sekarang. Daripada pergi jalan kaki atau menumpang kereta pedagang, lebih baik menumpang dan makan di kereta Kaisar. Ia tidak perlu keluar uang.
Sedangkan Mei Liena di sebelah Xie Ran terdiam melihat betapa jenaka Xie Ran ketika mendengar hal itu. Ia tentu tahu alasan Xie Ran setuju berdasarkan sifatnya yang tak tahu malu. Tapi dia hanya diam, membiarkan kaisar tertentu merasa senang terlebih dahulu karena proposalnya diterima pujaan hati.
Mei Liena hanya bisa tersenyum pasrah. Ia hanya bisa memasang lilin dalam hatinya untuk kaisar tertentu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Perjalanan memakan waktu kurang lebih sebulan. Xie Ran dan Mei Liena hanya 'nongkrong' di kereta kuda istana sambil menikmati pemandangan dan makan makanan enak.
Karena Zhong Guofeng cukup terburu-buru kembali ke Istana, perjalanan dilakukan tanpa istrirahat. Mereka tidur dan makan di kereta kuda, sepanjang hari selama sebulan lamanya.
Hingga akhirnya hari yang ditunggu tiba, kereta kuda sampai di gerbang Ibu Kota yang ramai akan pengunjung dan pedagang yang keluar kota. Mereka tidak perlu melakukan pemeriksaan, dan langsung lewat tanpa mengantre.
Xie Ran menyibak tirai, melihat suasana kota kelahirannya yang lama ia tinggali. Semua masih tampak sama seperti ketika ia meninggalkan kota untuk pergi ke akademi. Akhirnya, ia kembali.
Kota Zichen sama sibuknya seperti beberapa tahun lalu. Tidak banyak yang berubah, selain beberapa toko yang berpindah tempat atau berubah menjadi toko lain. Xie Ran ingat, ia pernah jalan-jalan di sekitar sini dengan ayah dam ibunya sebelum kejadian itu terjadi.
Sudah sangat lama ... Xie Ran nyaris melupakannya jika tidak melihatnya langsung.
"Ranran, apa kamu benar-benar akan kembali ke Klan Xie?" Mei Liena di kursi seberang bertanya dengan gelisah. Ia tentu tahu hubungan Xie Ran dengan Klan Xie seperti apa berdasarkan semua rumor dan pengalaman hidup Xie Ran sendiri. Ia juga tahu, dendam apa yang dipendam Xie Ran selama melakukan misi balas dendam di Keluarga Tang.
Xie Ran menghela napas lalu beralih menatap Mei Liena. "Bagaimanapun, aku pernah menganggapnya sebagai rumah. Kamu tenang saja, aku tahu apa yang kulakukan."
Mei Liena tersenyum tipis. "Aku ikut denganmu."
Xie Ran mengangguk setuju begitu saja membuat Mei Liena senang. Tanpa terasa, mereka sudah ada di depan Istana dan diperintahkan turun dari kereta kuda.
Mereka berdua turun, melihat pemandangan luar biasa dari istana utama yang terkenal indah. Istana dengan menara tertinggi menembus langit. Gerbang besi berdiri kokoh di depan mereka, dijaga oleh beberapa penjaga berbaju besi. Tempat ini berbeda dari Istana Pangeran Mingfeng baik berdasarkan lokasi maupun suasana.
Pemandangan gunung dan lembah terpapar begitu indah dari ketinggian. Istana utama berada di puncak tertinggi yang merupakan pusat kota. Xie Ran pernah sekali ke sini, tapi saat itu ia tidak begitu memperhatikan karena fokus pada ajakan undangan akademi.
Sedangkan Mei Liena adalah yang pertama kali. Ia terpana sejak awal sampai tidak bisa berkata-kata sampai akhirnya Xie Ran menariknya untuk masuk mengikuti pengawal istana.
Xie Ran tidak memiliki reaksi seheboh Mei Liena. Ia pernah ke sini dan tidak terlalu terkejut, di dalam istana terlihat sama seperti yang diingat sehingga ia menjadi lebih tenang.
"Yang Mulia ada urusan mendesak di pengadilan istana, kalian bisa tetap di sini untuk sementara waktu sampai Yang Mulia kembali." Pengawal itu memberitahu tepat di depan pintu yang terbuka sebelum akhirnya pergi.
Tersisa mereka berdua di tempat sebesar ini, tepat di depan pintu putih besar yang terbuka lebar. Mereka saling pandang, lalu masuk ke dalam. Ruangan ini disediakan khusus untuk mereka selagi Zhong Guofeng tidak ada, jadi mereka tidak perlu sungkan.
Tepat ketika dua gadis itu menginjakkan kaki di ruangan, suasana tenang dan sepi di luar langsung berubah. Xie Ran dapat merasakan ada beberapa orang di dalam, aura yang dikeluarkan tidak seharusnya dimiliki oleh pelayan ataupun pengawal. Mungkin tamu lain.
Mereka memilih mengabaikan, dan terus berjalan memasuki ruangan dengan tenang tanpa banyak bicara. Hingga akhirnya sampai di ruangan utama ruangan yang ia masuki, tampak beberapa sosok tinggi berdiri memandang mereka berdua dengan wajah tertegun.
Xie Ran dan Mei Liena juga terdiam, melihat beberapa pria tampan yang dikenal dan salah satu dari mereka adalah seorang gadis cantik. Total lima orang, dan lima orang itu adalah sosok yang dirindukan selama ini setelah perpisahan tak terduga di Pagoda Kaca.
"Ranran!" Gadis cantik di antara pria tampan itu berseru riang, begitu saja menyambar Xie Ran mengabaikan semua orang di sisinya untuk menunjukkan betapa rindu ia pada temannya yang pernah hilang tanpa kabar.
Xie Ran tersentak, ia nyaris jatuh ketika gadis itu menyambarkan ke dalam pelukan seolah Xie Ran adalah boneka yang paling diimpikan. Xie Ran benar-benar terperangah.
"Rongrong, apa begitu cara menyambut tamu?" Xie Ran merasa tidak bisa bernapas terjerat dalam pelukan Zhong Xiaorong yang mencekik lehernya sampai ingin mati. Tuan Putri ini benar-benar di luar dugaan!
Zhong Xiaorong melepas pelukan dan memasang wajah cengiran tidak bersalah. Ia justru menarik kedua pipi Xie Ran dengan gemas. "Ranran, kamu kemana saja? Tiba-tiba menghilang tanpa kabar, kami sangat mencemaskanmu. Lihatlah, kamu semakin kurus. Apa kamu kesulitan hidup sampai mengurangi nafsu makan? Itu tidak seperti gayamu!"
"Rongrong, dia hidup sangat baik seharusnya. Bagaimana bisa dikatakan semakin kurus? Bukankah pipinya semakin berisi?" Liu Chang berseru sambil ikut menarik salah satu pipi Xie Ran.
Zhong Xiaorong langsung menepis tangan nakal Liu Chang. "Hei, kau tidak bisa membedakan yang mana hidup dengan baik dan tidak? Lihat pinggangnya, semakin kecil! Oh yaampun, kamu pasti mengalami penderitaan di luar sana dan tidak memiliki banyak makanan. Mengingat porsi makanmu, aku takut kau tidak pernah kenyang. Bagaimana bisa dikatakan kau menjadi gemuk?"
"Rongrong, kau sedang mengejeknya?" Yan Yao terperangah. Betapa berani putri kecil itu mengatakan bahwa Xie Ran hidup susah. Ia jelas melihat dengan mata kepala sendiri bahwa Xie Ran kebanyakan uang sehingga tidak akan pernah kesulitan dalam hal materi apalagi makanan.
"Aku tidak mengejek, aku sedang khawatir!" Zhong Xiaorong tidak mau kalah dan menatap Yan Yao dengan penuh permusuhan. Masalah mereka belum selesai sampai sekarang.
Mereka bertiga terus berdebat, membicarakan Xie Ran seperti membicarakan masalah politik tanpa ada yang mau kalah. Sedangkan Xie Ran hanya menghela napas sambil mengusap kedua pipinya yang habis ditarik-tarik. Kemudian melirik Mei Liena yang memijit kening. Sedangkan Pei Xi dan Zhou Kui lebih tenang dari yang lain.
Pei Xi dan Zhou Kui bersamaan nenghampiri Xie Ran, tersenyum padanya memberi sambutan. Zhou Kui tahu tidak perlu baginya untuk bereaksi heboh seperti anak-anak itu karena hanya akan dianggap aneh oleh Xie Ran, sedangkan Pei Xi secara alami tidak tahu harus bagaimana mengungkapkan betapa bahagia melihat Xie Ran setelah sekian lama.
Intinya, mereka berdua lebih normal.
"Aku tidak berpikir kau hidup sulit berdasarkan apa yang dikatakan Rongrong, bukankah begitu?" Pei Xi tahu jelas bagaimana Xie Ran. Apalagi ketika kepergian Xie Ran waktu itu, ia pikir seseorang di belakangnya tidak akan menelantarkan Xie Ran begitu saja.
"Kakak Xi, Xie Ran justru hidup sangat baik belakangan ini. Ketika di Kota Dongzhou, dia menerima perawatan khusus Keluarga Tang dan bersenang-senang mengacaukan mereka." Mei Liena terkekeh mengingat bagaimana semangat Xie Ran mengaduk-aduk tempat itu menjadi adonan darah dan daging.
"Keluarga Tang?" Zhou Kui terkejut lalu menatap Xie Ran. "Kau benar-benar mengacaukan mereka?"
Xie Ran mengangguk pelan tanpa keraguan. "Hanya sedikit berulah. Siapa sangka akan menyebabkan keributan besar, tidak perlu dipikirkan."
"Apa yang tidak perlu dipikirkan? Ranran, kau menghancurkan mereka, masih mengatakan sedikit berulah? Kau tahu, aku tidak tahu apa yang ada di otak kecilmu itu, aku bahkan tidak mengerti apa rencanamu saat itu, tiba-tiba saja aku mendapat surat bahwa aku harus mengirim ramuan penenang saraf pada Tang Yueha dan tiba-tiba saja segalanya selesai. Kau hanya melihat daftar obat dan memutuskan meningkatkan efek bunga berkabut, keesokannya sudah terjadi tragedi yang membuat Kepala Keluarga Tang sakit kepala. Kau masih mengatakan itu hanya 'sedikit berulah' dan tidak menyangkanya!"
Semua kalimat itu didengar oleh mereka semua sampai ruangan menjadi sunyi. Suara Mei Liena terlalu keras dan bernyanyi dengan detail sampai tiap katanya terdengar secara jelas membuat mereka terperangah.
Menyadari suasana canggung itu, Xie Ran terbatuk untuk mencairkan situasi lalu menatap Mei Liena dengan senyuman, senyuman yang membuat Mei Liena merinding.
"Liena, keterampilan berceritamu semakin baik."
Mei Liena tertawa canggung merasa hatinya tercekat. Ada rasa takut, tapi lebih tidak berdaya di hadapan Xie Ran sekaligus rasa bersalah telah membocorkan segalanya. Jelas dia baru memahami bahwa Xie Ran berniat mengubur semuanya seolah tidak ada yang terjadi.
"Ranran ...."
"Hanya keluarga kecil di perbatasan, sama sekali bukan masalah besar." Xie Ran memilih mengabaikan semua itu dan menatap semua teman-temannya yang masih tertegun. "Kenapa? Kalian membersihkan rumah kalian, kenapa aku tidak bisa membersihkan rumahku sendiri?"
"Keluarga Tang adalah keluarga terbesar setelah lima klan utama di kekaisaran." Zhou Kui ingin memberitahu bahwa Xie Ran sangat luar biasa dan itu bukanlah masalah kecil sama sekali.
Tapi Xie Ran justru tertawa. "Hanya manusia yang saling menjatuhkan, apa bisa disebut sebagai keluarga?" Meskipun ia tidak tahu arti keluarga, ia tetap tahu bagaimana keluarga yang seharusnya. Ia tidak melihat itu di Keluarga Tang.
"Benar, meski memiliki garis darah yang sama, tidak bisa dianggap keluarga jika saling menjatuhkan dan membunuh." Zhong Xiaorong mengerti maksudnya dan langsung mendukung. Ia sendiri tidak memiliki hubungan yang baik dengan anggota kekaisaran lain, mereka semua ditakdirkan saling menjatuhkan dan tidak mengenal keluarga.
"Ranran, kau mengacaukannya dari dalam, apa tidak takut ketahuan? Apalagi, Liena baru saja mengatakan tentang Tang Yueha, kalian bekerja sama?" Yan Yao masih tidak habis pikir. Bukankah hubungan Xie Ran dan Tang Yueha tidak baik?
Xie Ran sebenarnya enggan menjelaskan, tapi melihat mereka yang penasaran karena kebocoran Mei Liena, ia hanya bisa pasrah. "Awalnya aku pikir akan sulit, tapi ternyata hubungan mereka tidak sebaik yang dikatakan orang luar. Ada banyak intrik di dalamnya, aku hanya memanfaatkan setiap situasi dan membuat mereka membayar semua kesalahan yang mereka lakukan. Pada umumnya, aku hanya mempercepat akibat yang seharusnya terjadi pada mereka."
Xie Ran sama sekali tidak bangga akan peraihannya karena itu semua sudah biasa. Ia pernah melakukannya berkali-kali, jadi tidak ada kekhawatiran ataupun rasa senang dan bangga ketika menyelesaikannya.
Yang Xie Ran lakukan hanya membalas apa yang seharusnya mereka terima. Seperti Cheng Hua yang menggunakan Tang Yueying untuk meracuninya, ia hanya perlu membuat Cheng Hua meracuni putrinya sendiri. Lalu membuat Cheng Hua melihat perselingkuhan Tang Jin. Membiarkan Tang Jin melihat wajah asli wanita cantik yang selama ini menemaninya sebagai selingkuhan dan dibunuh secara sadis.
Xie Ran juga hanya menggunakan Mo Shenxi sebagai senjata pembunuh karena kekuatannya, serta mengungkap wajah aslinya agar menggila sampai terkena serangan balik dan mati. Itu semua karma, dan Xie Ran hanya perantara. Ia sama sekali tidak bangga.
Namun mendengar penjelasan Xie Ran, membuat mereka semua merasa bahwa otak Xie Ran benar-benar berbahaya. Bagi Xie Ran itu masalah kecil, tapi bagi mereka itu bukan masalah kecil lagi! Ini sudah ada kaitannya dengan iblis dan Klan Xie!
"Lalu ... Klan Xie?" Liu Chang mulai berpikir kedatangan Xie Ran di sini tidak lain untuk Klan Xie. Jika itu benar ....
"Aku akan pulang ke rumah, bagaimanapun di sana adalah rumahku. Aku harus membersihkan banyak kotoran di sana." Xie Ran menjawab dengan santai seolah mengatakan bahwa ia hanya akan membersihkan rumahnya dengan normal.
Namun mereka tahu, makna sebenarnya dari ucapan Xie Ran bukan sesuatu seperti membersihkan lantai atau perabotan. Itu sama saja mencuci sesuatu dengan darah sebagai airnya!
"Ranran, kamu sudah sangat menderita." Zhong Xiaorong tiba-tiba merasa sangat kasihan dan menepuk pundak Xie Ran seolah menenangkannya. Liu Chang dan Yan Yao mengikuti.
Xie Ran mengerutkan kening.
Apa ia mengatakan hal yang salah?
Tiba-tiba Mei Liena juga ikut-ikutan dengan wajah sedih. "Ranran, kamu tenang saja, aku akan membantu membersihkan rumah. Akan sangat melelahkan, biarkan aku membantu. Di masa lalu, kamu pasti sudah sangat lelah."
"Aku telah kehilangan adikku sebelumnya, aku tidak akan kehilangan adikku yang lain. Ranran, aku akan membalaskan dendammu." Zhou Kui berkata dengan serius setelah memikirkan bagaimana Xie Ran menderita di masa lalu. Ia merasa sangat sedih untuknya dan marah pada orang-orang itu!
Xie Ran semakin terdiam ....
Apa teman-temannya tidak ada yang normal?
Sungguh dia baik-baik saja dan sama sekali tidak menderita!
Kemudian pandangannya terarah pada Pei Xi yang masih diam memperhatikannya. Sejauh ini Pei Xi tidak mengatakan apa pun, sepertinya masih mencerna dalam diam. Atau dia memang yang paling normal di sini diantara yang lainnya.
Wajah Xie Ran menunjukkan ekspresi tertekan akan respon kelima manusia aneh yang dilanda kesedihan akan sesuatu yang tidak perlu. Meski Xie Ran bersyukur memiliki teman yang peduli padanya, hanya saja ia tidak terbiasa ....
Melihat betapa tertekan Xie Ran, Pei Xi langsung mengerti dan menarik ketiga pria yang berkerumun begitu saja menjauh dari Xie Ran yang tertekan.
"Jika kalian cemas, jangan terus bersikap menyedihkan. Orang yang tidak tahu akan berpikir bahwa Ranran mengintimidasi kalian."
Mereka berlima langsung tertegun akan ucapan Pei Xi. Hanya dalam sekejap, mereka kembali normal seolah wajah memyedihkan tadi tidak ada hubungan dengannya.
Xie Ran sangat berterimakasih pada Pei Xi sekarang. Ia beruntung memiliki seseorang yang masih normal diantara manusia abnormal yang mengelilinginya.
Sejenak, sesuatu terlintas di pikiran Xie Ran setelah sadar akan suasana. Ia ingat bahwa dirinya dan Mei Liena berada di Istana Kaisar Zhong untuk menunggu Zhong Guofeng, bagaimana kelima manusia itu ada di sini?
"Kalian ... kenapa ada di sini?" Akhirnya Xie Ran bertanya. Menurutnya, Zhong Guofeng tidak akan membiarkan siapa pun mendiami tempatnya apalagi untuk para pemuda itu. Bahkan ia ragu bahwa Zhong Guofeng akan membiarkan Zhong Xiaorong tinggal mengingat hubungan mereka tidak sedekat itu.
Ketika Xie Ran menanyakan hal itu, pandangan mereka terarah pada Zhong Xiaorong bersamaan membuat gadis itu diam seribu kata. Zhong Xiaorong melihat para pemuda tampan yang menatapnya, ia melebarkan mata dengan tajam membuat pandangan mereka terlepas.
Zhong Xiaorong menjelaskan dengan kikuk, "Sebenarnya, kami menyelinap."
Xie Ran terperangah. Dengan keterampilan mereka, ia tidak akan terkejut bahwa mereka bisa menyelinap masuk. Tapi, ini adalah Istana Kaisar!
Dikatakan Zhong Guofeng merupakan pemuda terkuat di Benua Zhongbu, dia jenius yang bahkan bisa menerima kekuatan Qu Xuanzi waktu itu. Tapi sebenarnya ada anak nakal yang berani menyelinap masuk ke rumah tirani itu selagi pemiliknya tidak ada? Apa yang ingin mereka lakukan?
Melihat Xie Ran penuh pertanyaan dan sepertinya akan menuduhnya tidak-tidak, Zhong Xiaorong cepat-cepat bicara, "Jangan salah paham. Kami datang untuk menemui Yang Mulia untuk menanyakan keberadaanmu. Aku tahu Yang Mulia akan kembali hari ini, jadi aku mengajak mereka untuk menyelinap dan mendesaknya memberitahu keberadaanmu. Dengan kekuatannya, menemukanmu hanya masalah waktu. Tapi siapa sangka, orang itu telah membawamu dan Liena kemari."
"Kaisar mengatakan sebelumnya bahwa kalian ada di Ibu Kota, jadi kami mengikut saja." Mei Liena memberitahu alasan ia dan Xie Ran datang bersama Zhong Guofeng.
"Jadi begitu." Zhong Xiaorong menghela napas lega. Ia pikir Kaisar itu menculik temannya dan ia baru saja akan mengamuk dan menuntutnya. Meski Kaisar itu terlihat seperti menculik dua gadis dengan omong kosongnya, ia akui omong kosong itu menjadi kenyataan.
Pada kenyataannya, Zhong Guofeng tidak tahu bahwa mereka semua ada di Ibu Kota karena ketika kepergiannya, mereka masih dalam keadaan berpisah.
Tapi hanya dengan alasan ini, Zhong Xiaorong menangkap sesuatu. Zhong Guofeng tidak berniat menculik mereka berdua, melainkan hanya ingin membawa Xie Ran!
Berdasarkan sifat Xie Ran ....
Mendadak, Zhong Xiaorong menyalakan lilin dalam hatinya untuk kakak tertua yang malang.
Ia bukan menjadi yang satu-satunya, yang lain juga sama. Siapa suruh menyukai batu seperti Nona Klan Xie?
Hanya Xie Ran yang tidak menyadari teman-temannya yang meratapi nasib Zhong Guofeng di masa depan. Walaupun tahu, ia juga tidak peduli. Tidak ada hubungan dengannya dan bukan salahnya, mengapa harus peduli?
Sekarang yang harus Xie Ran pikirkan adalah, bagaimana ia bisa memancing Huai Mao bertindak padanya, untuk menariknya kembali ke Klan Xie.
Dia sudah ada di Kota Zhichen, hanya beberapa kilometer untuk menuju Klan Xie. Hanya satu langkah lagi, dia akan meraih segalanya dan melepas duri di hatinya. Ia hanya perlu menunggu sebentar lagi ... hanya sebentar ....