The Emperor God Wife Is Naughty

The Emperor God Wife Is Naughty
136. Pertemuan Pertama



Kehancuran Puncak Lava menjadi hal yang paling diperhatikan. Pei Xi dan yang lainnya yang sejak awal bertempur dengan iblis dipaksa behenti akan gempa yang terjadi. Mereka ingin pergi ke Puncak Lava, namun arus pelarian para naga menghalangi perjalanan mereka sehingga harus berhenti di perbatasan Wilayah Gelap.


Sampai akhirnya gempa berhenti, barulah mereka melihat keberadaan Long Yun dan Long Ying yang mendarat di depan mereka.


Long Yun dan Long Ying membawa mereka semua menemui Xie Ran yang masih di Puncak Lava. Xie Ran baik-baik saja, tampak sangat bersih seolah tidak mengalami pertempuran apa pun, namun tidak dengan rautnya yang begitu padam.


Duduk di tanah yang diapit oleh didihan lahar, Xie Ran menunduk diam memandangi inti roh milik Bai Long. Bai Long telah mati, menyisakan inti roh di tangan Xie Ran yang telah hangus terbakar.


Untuk pertama kalinya, ia berterima kasih pada seseorang yang ia bunuh. Jika Bai Long tidak memberitahu, selamanya ia akan tersesat. Kematian yang cepat adalah hal yang cocok untuknya, daripada harus mengikuti permainan kehidupan yang tidak masuk akal ini.


Ia meremas inti roh di tangannya sampai berubah menjadi abu dan terbang terbawa angin. Menyadari kehadiran temannya, ia menoleh, lalu memasang senyum palsu. Ia ingin menangis akan takdirnya sendiri, tapi ini bukan saatnya.


Xie Ran berdiri, menghadap teman-temannya kemudian melihat kehancuran Puncak Lava di sekitar. "Apa Yu Zainan pergi?"


"Jian Wu membawanya dan para iblis berteleportasi." Pei Xi memberitahu apa yang ia lihat. Kondisi Jian Wu saat itu sangat buruk dan terpaksa membawa Yu Zainan yang menyulitkannya.


"Dia masih hidup." Xie Ran menyesal tidak memastikan Jian Wu mati saat itu.


"Kita kembali ke klan?" Mei Liena yakin suasana hati Xie Ran sedang tidak baik. Tidak seperti biasanya, Xie Ran jauh lebih murung dari hari-hari sebelumnya, bahkan lebih murung dari ketika Long Huo terluka.


Xie Ran mengangguk. Ada banyak hal yang ingin ia tanyakan pada kakek dan neneknya. Jika ia bisa bertemu Qu Xuanzi, itu akan lebih bagus.


Ia kembali ke tubuh fisik 'Xie Ran' dan mengendalikannya. Tapi begitu membuka mata, ia memuntahkan seteguk darah segar yang membuat semua teman-temannya spontan merasa gelisah.


"Ranran, apa cederanya begitu buruk?" Mei Liena memeriksa denyut nadi Xie Ran. Luka internalnya sangat buruk, apalagi luka lamanya yang belum sepenuhnya sembuh kini kambuh. Ia dengan cepat memberi Xie Ran pil pemulihan.


"Lebih baik Master istirahat di dalam liontin," ujar Long Ying. Cedera internal Xie Ran sangat buruk, berada di atas punggung Long Yun selama berbulan-bulan sama sekali bukan pilihan terbaik.


Xie Ran akhirnya menurut. Karena tidak ada Qu Xuanzi, ia membiarkan semua teman-temannya memasuki liontin untuk beristirahat. Untung saja istana di dalam sana memiliki sangat banyak ruangan kosong, itu cukup untuk mereka.


Ann Rou dan Dou Dou yang mengalami cedera juga ikut ke dalam liontin atas perintah Xie Ran. Mereka cukup bersyukur memiliki nona yang pengertian daripada tuan mereka sendiri.


Selama beberapa bulan mereka ada di dalam liontin. Kadang mereka keluar liontin untuk melihat perjalanan dan kembali lagi untuk istirahat.


Pei Xi juga menjelaskan masa lalunya dengan Jian Wu sebagai kakaknya. Itu membuat mereka semua terkejut, bahkan Xie Ran yang sudah menduganya sejak awal ikut terkejut. Xie Ran hanya tahu bahwa Pei Xi dan Jian Wu memiliki suatu hubungan, tapi tidak menyangka bahwa yang merawat Pei Xi sejak kecil adalah Jian Wu.


"Apa kau akan menghentikanku jika membunuh Jian Wu?" Xie Ran bertanya. Jika Pei Xi melarangnya, ia tidak akan marah atau kecewa karena ia tahu pasti, melihat temannya sendiri membunuh seseorang yang merawatnya sejak kecil akan terasa sangat sulit.


"Sudah kukatakan, aku mendukung semua yang kau lakukan, aku tidak membatasi." Pei Xi tersenyum. "Lagipula, kami sudah hidup masing-masing, tidak ada hubungan. Aku tidak akan melawannya meski dia ingin membunuhku, itu caraku membalas budi. Tapi aku tidak akan membelanya jika ada seseorang ingin membunuhnya."


"Kakak Xi, ternyata kau sangat baik." Zhong Xiaorong terpana. Pei Xi yang ia kenal tidak kenal ampun dan sangat tegas, tapi untuk seseorang yang pernah sangat penting baginya, ia akan memberi keringanan meski sangat membencinya.


"Ranran, jika kau berada di posisi itu, apa kau akan membunuhnya?" Mei Liena tiba-tiba bertanya.


Xie Ran memandang teman-temannya, kemudian tersenyum. "Aku akan membunuhmya, dengan tanganku sendiri."


Mereka semua terdiam. Xie Ran memang berbeda dari yang lain. Tidak, dia sangat tidak kenal ampun!


Xie Ran merasa tidak ada yang salah dari ucapannya. Ia hanya berpikir, seseorang yang mengecewakan tidak perlu hidup untuk melakukan kejahatan yang lain lagi. Jika menurutnya salah, maka pantas mati.


Mungkin ia akan sedikit mengampuni, tapi tidak akan semudah itu. Sama seperti ketika ia membersihkan klan, juga menghancurkan Red Room di kehidupan lalu. Red Room menididiknya, tapi ia juga yang menghancurkan. Tiap ucapannya tidak pernah dikatakan untuk sekadar bermain-main.


Waktu berlalu begitu cepat. Mereka menghabiskan waktu beberapa bulan dan sampai di Benua Zhongbu ketika musim dingin telah tiba.


Salju di mana-mana, tahun baru diadakan dengan meriah. Mereka bertujuh mengenakan jubah tebal untuk menghangatkan tubuh sepanjang perjalanan ke klan.


Lokasi klan baru yang dibertahu Xie Wang ada di Pegunungan wilayah selatan. Untuk jelasnya masih belum diketahui, karena Xie Wang sendiri yang akan menunjukkan jalannya pada mereka.


Waktu terus berjalan, hingga akhirnya mereka tiba di Hutan Bintang dan pergi ke selatan. Mereka bermalam di dalam liontin untuk menghindari dinginnya malam, lalu melanjutkan perjalanan di pagi hari.


Malam ini, Xie Ran berada di liontin sendirian. Teman-temannya di luar entah melakukan apa dan cukup terpisah darinya. Itu karena Xie Ran ingin sendiri.


Ketika musim dingin berakhir, musim semi datang. Pada saat itulah umurnya mencapai 18 tahun, usia wanita dewasa di dunia ini. Akan bagus jika 'Xie Ran' asli masih hidup, dan ia ada pada tubuh aslinya dengan nama Xie Ruo.


Identitas yang terungkap ini mengganggunya setiap saat. Ia kecewa pada Wen Xi, tapi jika ia menjadi Wen Xi, ia juga akan melakukan apa pun untuk melindungi orang yang paling disayangi. Asalkan masih hidup, ia akan melakukan apa pun.


Tapi jika dia sudah berada di dunia lain, kenapa harus dikembalikan dan mengalami pahitnya dunia? Ditambah, menempati saudaranya sendiri yang sudah meninggal pula. Sudah mati ya mati saja, ia lebih suka itu daripada hidup dipenuhi kejahatan dunia. Dunia sangat jahat padanya, ia harus lebih jahat lagi agar tidak ditindas dunia.


Ketika semua orang meninggalkannya, ia sendiri menanggung semua sebab-akibat. Meski ia terlihat kuat, hatinya rapuh. Ketika ia mendengar  kebenaran tentang Xie Ruo, ia merasa hidup dipenuhi lelucon gelap yang menyakiti jiwanya. Ia merasa semua yang ia dapatkan hanyalah lelucon. Ia ingin menyalahkan, tapi tidak tahu harus menyalahkan siapa.


Ia diam, terhanyut dalam kesunyian panjang. Hingga akhirnya merasakan sesuatu yang salah pada Dunia Liontin.


Ia merasa seseorang mendekat. Aura iblisnya sangat pekat seolah tepat di depan liontin ini. Jika itu benar, maka telah terjadi sesuatu di luar sana.


Xie Ran bergegas keluar, namun begitu ia keluar, ia mendapati Yu Zainan memegang liontin yang baru saja ia tempati. Xie Ran terkejut, hendak meraihnya namun Yu Zainan telah melesat sangat cepat membuat Xie Ran sangat marah.


Tapi ketika Xie Ran melihat sekeliling, ia mendapati semua teman-temannya terkapar tak sadarkan diri. Ia mencoba membangunkan, tapi sepertinya mereka terkena semacam obat sehingga tertidur sangat pulas meski terjadi perang sekalipun.


Xie Ran berlari meninggalkan mereka untuk mengejar Yu Zainan. Wujudnya berupa kilatan cahaya perak yang melintas sangat cepat mengejar sosok hitam di antara pepohonan rimbun. Yu Zainan ini, benar-benar berani mengusiknya dan mengambil liontin itu. Apa tujuannya?


Sedangkan Yu Zainan benar-benar sebisa mungkin lari dari kejaran Xie Ran. Untung para naga juga terkena bius, atau segalanya benar-benar akan berakhir.


Liontin ini adalah tempat tinggal Kaisar Langit untuk mengembalikan kekuatannya setelah lama berada di luar. Setelah ia memberikan liontin ini pada 'dia', hukuman karena gagal menghabiskan Benua Lava tidak akan terjadi.


Jian Wu bodoh itu tidak tahu apa yang baik untuknya dan meninggalkannya begitu saja setelah kabur dari Benua Lava. Ia hanya bisa bertindak sendiri.


Tapi ia harus menghindari Xie Ran terlebih dahulu sebelum bertemu dengan 'dia'. Ia harus mengalihkan perhatian Xie Ran ke tempat yang jauh. Tempat di mana Xie Ran tidak akan bisa kembali lagi.


Yu Zainan terus berlari seperti bayangan yang melesat. Dua sosok hitam dan putih melesat seolah sedang berlomba di malam yang sunyi.


Xie Ran sangat geram pada kebodohan Yu Zainan. Apa dia tidak tahu dengan ini Qu Xuanzi akan membunuhnya? Meski ia tidak khawatir tentang Qu Xuanzi yang membunuh Yu Zainan, liontin itu sangat penting untuknya.


Yu Zainan melesat begitu cepat, tak kalah dari Xie Ran. Ia memasuki sebuah gua yang cukup besar. Xie Ran ragu sejenak, tapi ia tidak memiliki waktu untuk berpikir dan langsung memasukinya begitu saja. Ia harus mendapatkan liontin itu.


Gua yang gelap mengganggu pengelihatan Xie Ran yang masih bermasalah. Jadi ia hanya bisa mengandalkan persepsinya untuk mengikuti arah Yu Zainan pergi. Tangannya mengelusrkan cahaya perak yang menerangi gua selagi kakinya terus melangkah ke arah Yu Zainan pergi.


Xie Ran merasa ada yang salah, Yu Zainan seolah ingin mengalihkan perhatiannya. Tapi ia tidak bisa melakukan hal lain selain mengambil liontin sebelum jatuh ke tangan yang salah. Masalahnya akan semakin rumit. Untuk teman-temannya, ia harap mereka bisa menjaga diri. Ann Rou dan Dou Dou seharusnya bisa diandalkan meski juga terkena obat.


Sampai akhirnya, Xie Ran merasakan ujung dari gua. Ia melesat dengan kecepatan penuh dan keluar dari mulut gua. Langit gelap masih sama, juga berada di hutan rindang tak berpenghuni, hanya saja aura di sekitar jauh berbeda dari tempat yang biasa ia lalui.


Semua dipenuhi dengan energi gelap.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Yu Zainan yang telah keluar gua menghela napas. Xie Ran kehilangan jejaknya, itu yang ia inginkan. Tapi ia harus berhati-hati di tempat ini jika tidak ingin tertangkap sebagai pengkhianat.


Dunia Bawah, inilah tempatnya mengalihkan perhatian Xie Ran. Xie Ran tidak akan bisa keluar dari tempat ini tanpa petunjuk, bahkan jika menggunakan jalur yang sama ketika ia masuk sekalipun. Jadi, Xie Ran tidak akan mengejarnya lagi sampai liontin diserahkan.


Memikirkan hal tersebut, Yu Zainan menghela napas lega. Namun ketika ia melanjutkan langkah, langkahnya terhenti begitu melihat sosok tinggi berjubah hitam berdiri di depannya dengan senyuman iblis yang membuat bulu kuduknya merinding.


Tubuhnya bergetar seketika. Ia mencoba menertralkan sikapnya dan berlutut sambil menunduk dalam-dalam mencerkinkan sikap bawahan yang patuh, tapi hatinya terus gelisah. Ia telah tertangkap.


"Akhirnya kau kembali." Suara pria itu yang begitu tenang membuat Yu Zainan semakin takut.


"Bawahan ini tidak kompeten, pantas menerima hukuman." Yu Zainan tidak berani menatap pria tirani di depannya. Ia dapat merasakan aura dingin terpancar ke arahnya, benar-benar menakutkan.


"Beberapa waktu lalu, Yu Gui akan memanggilmu datang. Aku tahu kau akan datang dengan sendirinya, jadi aku tidak memintanya memanggilmu."


"Ya, Yang Mulia." Yu Zainan tidak tahu harus berkata apa. Ia hanya bisa menutupi niatnya sebisa mungkin atau kepalanya akan hilang saat itu juga.


Rambut perak pria itu berkibar terbawa angin, iris merahnya memandang Yu Zainan dengan pandangan dingin sebelum akhirnya senyumnya berubah menjadi senyum dingin yang menakutkan.


"Aku rasa, kepergianmu kali ini membawa sesuatu yang menarik."


"Yang Mulia, ini hanya barang yang kutemukan di Benua Lava."


"Oh, ya? Apa kau tidak takut, jika aku mengetahuinya, kau akan kehilangan segalanya?"


"Yang Mulia ...." Yu Zainan sangat ketakutan. Ia mencoba mencari cara untuk mengalihkan perhatian dari liontin. Kemudian ia bicara dengan terburu-buru dan rasa takut. "Yang Mulia, di sana ada Xie Ran. Dia datang ke Dunia Bawah mengejar rendahan ini. Sebelumnya rendahan ini bertemu dengannya, rendahan ini tidak bisa menahannya dan membiarkannya masuk. Jika Yang Mulia mau, rendahan ini bisa memancingnya ke sini."


Wajah pria itu menjadi semakin dingin memandang Yu Zainan. "Jadi benar,"


Yu Zainan tiba-tiba menjadi sangat pucat. Ia merasa tubuhnya tidak bisa dikendalikan lagi dan diangkat begitu saja hanya dengan satu jari pria itu.


Liontin giok di kantungnya melayang di udara, jatuh ke tangan pria itu. Yu Zainan semakin kalang kabut melihatnya. Ini salah, tidak seharusnya seperti ini! Ini bukan rencananya!


"Benda ini menarik." Pria itu tiba-tiba tersenyum, irisnya yang semerah darah menatap Yu Zainan yang masih melayang di udara dalam keadaan tertunduk. "Sepertinya kau memang sengaja membawa Xie Ran ke sini. Kau pantas diberi hadiah."


Yu Zainan semakin tidak karuan. Ia bahkan tidak bisa berkata apa pun lagi, pasrah terhadap keadaan. Hadiah yang diberikan oleh pria tirani ini, sama sekali bukan hadiah yang biasa orang maksud.


"Yang Mulia, ampuni rendahan ini!" Yu Zainan langsung bersujud berkali-kali meminta ampunan. Jika ia tahu bahwa kaisar Iblis ada di Dunia Bawah, ia tidak akan datang ke Dunia Bawah untuk memancing Xie Ran!


"Memang budak yang baik. Sudah berapa banyak kau tahu tentang 'dia'?"


Yu Zainan menggeleng dengan cepat. "Hamba tidak tahu, hamba benar-benar tidak tahu ...."


"Aku tidak menghentikanmu berhubungan dengan 'dia' berpikir kau akan berguna, tapi siapa sangka, 'dia' juga meremehkanmu. Aku tidak membutuhkan makhluk tidak berguna."


Kemudian Kaisar Iblis melihat liontin di tangannya. Ia menghela napas. "Kau telah mengungkap keberadaanku padanya. Kau tahu akibatnya?"


"Yang Mulia, ampuni rendahan ini!" Yu Zainan menangis karena kesalahannya sendiri. Ia menyesal datang ke sini, tapi tidak bisa mengulangnya.


"Sudahlah, karena suasana hatiku sedang baik, aku akan membuat kematiannya lebih cepat." Pada saat itu juga, Kaisar Iblis memisahkan kepala Yu Zainan dari tubuhnya hanya dengan sekali ayunan tangan.


Darah hitam bersimbah di atas dedaunan, mengalir seperti air. Kaisar Iblis menghela napas, lalu pergi membiarkan mayat Yu Zainan tidak terurus. Biarlah dimakan hewan iblis yang kelaparan.


Di sisi lain, Xie Ran berkeliling hutan tanpa tahu arah. Benar, Yu Zainan sengaja mengacaukannya, tapi ia tidak bisa kembali tanpa liontin. Ke mana pun Yu Zainan pergi, ia akan menemukannya!


Suasana hati Xie Ran snagat buruk. Ia terus berjalan dengan raut gelap membuat hewan iblis yang awalnya ingin menyergap, tidak jadi menampakkan diri.


Sepanjang jalan dilalui, hingga ia benar& yang berjalan sepanjang malam tanpa tahu arah. Ia sudah tidak merasakan napas Yu Zainan, itu yang membuatnya sangat kesal.


Ketika ia sedikit melanjutkan perjalanan, ia menemukan darah yang bersimbah tepat di depan matanya. Terdapat kepala yang terpisah dari badannya yang tergeletak beberapa meter jauhnya. Benar-benar cara pembunuhan yang brutal.


Melihat siapa yang baru saja dipenggal begitu menyedihkan, Xie Ran terdiam untuk beberapa saat. Itu adalah Yu Zainan!


"Kupikir siapa yang datang, ternyata itu kamu."


Sebuah suara yang begitu santai terdengar dari belakang Xie Ran. Xie Ran mengerutkan kening, suara ini, ia sangat mengenalnya.


Ia berbalik, melihat sosok pria ramping berjubah hitam dengan penampilan iblis yang memikat. Bibirnya menunjukkan senyum iblis yang membuat siapa pun terpesona, matanya yang semerah darah menambah nilai pesonanya.


Xie Ran agak terkejut dengan penampilan itu, pandangannya terpaku pada wajah yang sangat dikenalnya, sama sekali tidak ada perbedaan.


...----------------...


Akhirnya sampai di bab kesukaan aku. Ini kali pertama Xie Ran (Xie Ruo) bertemu Kaisar Iblis secara langsung tanpa media, dll.


Kira-kira apa yang akan terjadi selanjutnya?


Btw, aku mau tahu. Bagian bab mana yang kalian suka? Kasih tau aku, yaaa~