The Emperor God Wife Is Naughty

The Emperor God Wife Is Naughty
202. Pengungkapan Identitas



Ibu Kota ramai seperti biasa. Banyak pedagang menelusuri jalan dengan barang dagangan, anak-anak yang berlarian membeli permen, para wanita berbelanja, serta pria yang bekerja maupun nongkrong di kedai saling berkumpul.


Seorang wanita bergaun putih duduk di salah satu kursi kedai, menyesap tehnya dengan nyaman sambil mendengarkan berbagai gosip dari berbagai orang yang berkumpul. Pelakon menceritakan berita yang sedang hangat diperbincangkan selama beberapa bulan terakhir, pernikahan Kaisar yang batal.


Hal itu sudah terjadi cukup lama, namun masih diingat banyak orang. Kejadian yang cukup mengerikan. Penyerangan terhadap calon permaisuri sampai menghilangnya calon permaisuri di Menara Istana, menyebabkan pernikahan harus batal dilaksanakan.


Kejadian itu juga bertepatan dengan hancurnya kediaman Penasehat Negara Shu. Ada yang mengatakan Penasehat Negara Shu yang iri dengan wanita menara suci sampai berniat membunuhnya, namun nasibnya harus dihancurkan oleh Kaisar yang marah. Sekarang, keberadaannya tidak diketahui baik hidup maupun mati, sama seperti calon permaisuri.


Itu adalah cerita lama.


Wanita bergaun putih itu meletakkan secangkir teh ke atas meja. Iris abu-abunya tampak datar melihat ke arah kerumunan di luar. Sosoknya menghilang bagai butiran kecil yang berterbangan, kemudian mendarat di lantai dasar untuk berbaur.


Wanita yang tak lain adalah Xie Ruo berjalan di antara kerumunan tanpa menarik perhatian. Meski penampilannya mencolok dengan rambut perak serta iris yang jauh berbeda dengan manusia biasa, ia tampak tidak mempedulikannya.


Karena saat ini, ia hanya dalam bentuk jiwa.


Xie Ruo telah melatih kekuatan psikis selama beberapa bulan terakhir dengan bimbingan Qu Xuanzi. Meski Qu Xuanzi hanya memberinya sedikit instruksi, itu saja sudah cukup.


Xie Ruo bisa memisahkan jiwa lebih mudah dan menjadi tembus pandang, tidak bisa dilihat orang lain. Ia juga memiliki kemampuan membaca emosi yang lebih pekat disertai pengendalian energi yang cukup untuk menyesatkan pikiran seseorang, sebut saja manipulasi pikiran.


Pada dasarnya hampir sama dengan sihir pesona, namun kekuatan psikis yang ia dapatan jauh lebih kuat. Ia baru mendapatkan tiga keterampilan itu, belum keterampilan lainnya yang disempurnakan dan membentuk kekuatan pikiran yang lebih mengerikan. Jika ia sudah berhasil menguasai semua keterampilan, ia bisa langsung dinobatkan sebagai Dewi Memori.


Hanya saja, mempelajari kekuatan psikis lebih sulit dari mempelajari matematika. Itu terlalu menguras energi dan pikiran, bahkan sampai Xie Ruo pernah hampir menyerah di tengah jalan.


Untung usahanya membuahkan sedikit hasil.


Kali ini, ia pergi ke Dunia Tengah diam-diam melalui portal yang digunakan hewan suci. Di Dunia Atas saat ini sudah malam, dan ia tertidur. Jadi sekalian saja jiwanya berkelana seperti hantu di Dunia Tengah untuk melanjutkan apa yang ia tunda.


Meski tubuh aslinya mulai memiliki perubahan karena perut yang membengkak, jiwanya tetap sangat elastis dan langsing seperti karet. Ini membuatnya merasa seperti kembali ke masa remaja.


Karena dalam bentuk jiwa yang berbeda dari sebelumnya, Xie Ruo tidak menginjak tanah. Ia benar-benar terlihat seperti hantu, 'berjalan' di udara dan menembus tubuh siapa pun sesuka hati.


Tujuan pertama setelah mencari informasi adalah istana. Karena Penasehat Shu yang ia duga Dewi Cahaya tidak ada kabar, ia memilih pergi ke tempat seseorang yang pernah dekat dengan Shu Xin, Zhong Wenyue.


Bukannya ia curiga, tapi bisa saja pria itu ternyata juga bersekongkol dengan Dewa Iblis. Siapa yang tahu?


Xie Ruo masuk ke dalam istana lewat pintu depan seakan memasuki rumah sendiri, mengabaikan penjaga yang berjaga.


Para penjaga itu tidak tahu, hantu tertentu menyelinap masuk layaknya rumah sendiri tepat di depan mata mereka.


Baru saja Xie Ruo tiba di depan istana dan akan pergi ke kediaman Pangeran Mingfeng, ia melihat Perdana Menteri Liu pergi terburu-buru keluar dari balai ruang. Ia tidak peduli, namun kehadiran aura yang begitu kuat menarik perhatiannya.


Xie Ruo mengedarkan pandangan, mencari aura tidak asing itu. Ketika berbalik, ia dikejutkan dengan sosok pria berwajah poker berdiri tepat di depannya seperti patung penjaga.


Xie Ruo terbelalak. "Xuanzi? Kenapa kau di sini?"


Qu Xuanzi menatap Xie Ruo dengan mata menyipit. "Seharusnya aku yang bertanya."


Xie Ruo menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Aku hanya sedikit bosan, lalu memutuskan untuk mencari Dewa Iblis. Lagi pula, dia tidak akan bisa melihatku."


"Benarkah?"


Xie Ruo mengangguk yakin. Detik berikutnya, ia menyadari sesuatu. "Bagaimana kau bisa melihatku?"


"Aku juga punya sedikit kekuatan psikis, bisa melihat yang tidak terlihat."


Xie Ruo mengangguk paham. Ia melihat sekitarnya yang sepi, kemudian melihat Qu Xuanzi kembali.


Belum sempat ia mengatakan sesuatu, tangan Qu Xuanzi menggenggamnya dan membawanya ke suatu tempat tanpa mengatakan sepatah kata pun.


Xie Ruo bingung, terutama dengan wajah serius Qu Xuanzi yang terlihat sangat dingin. Sepertinya ada masalah. Apa Qu Xuanzi merasakan kehadiran seseorang atau sesuatu yang ganjal?


"Ada apa?" tanya Xie Ruo.


Qu Xuanzi tidak langsung menjawab. Ia terus berjalan ke satu sisi bagian istana dan berhenti di balik dinding. Sepertinya ia memang melihat sesuatu.


"Kau lihat." Qu Xuanzi menatap Xie Ruo penuh arti.


Xie Ruo menurut, lalu melihat ke balik dinding. Tapi begitu ia melihat dengan jelas, tampak sosok pria paruh baya terhempas cukup kuat ke tanah dan berguling ke arahnya membuat Xie Ruo terkejut.


Pria paruh baya itu adalah Perdana Menteri Liu yang baru saha tampak gelisah ketika keluar balai ruang, kini terlihat menyedihkan dan terluka di tanah. Entah apa yang terjadi padanya. Selain itu, Xie Ruo baru merasakan aura yang begitu kuat tak kalah dari Qu Xuanzi.


Xie Ruo melihatnya dengan jelas. Sosok hitam penuh kabu disertai jubah hitam yang menutupi seluruh tubuhnya dari kepala sampai kaki. Hanya ada sepasang mata merah yang menyala, begitu mengerikan dan penuh aura membunuh.


Untuk seseorang dengan aura yang dapat menyamai Qu Xuanzi, hanya ada beberapa di dunia. Ia dapat mudah menebak dengan benar, bahwa sosok hitam penuh kabut dan energi gelap itu adalah Dewa Iblis, Yuwen Yue.


Xie Ruo buru-buru menarik diri ke balik dinding agar tidak terlihat. Ia tidak tahu apa yang terjadi pada Perdana Menteri, tapi pria itu tanpak sangat takut dan menghormatinya. Perdana Menteri Liu adalah ayah kandung Liu Chang, ini akan sulit.


"Kau sudah tahu identitasnya?" Xie Ruo pikir seharusnya Qu Xuanzi sudah tahu, mengingat pria itu berani menunjukkan pemandangan seperti itu padanya.


"Karena auranya banyak berubah, aku kesulitan mencari identitas samarannya. Lalu Dewi Cahaya menargetmu, jadi aku datang untuk memberinya pelajaran. Tapi Dewa Iblis muncul, memberiku kesempatan mengenali auranya untuk menemukan identitas palsunya."


"Siapa?" Xie Ruo tidak peduli tentang Dewi Cahaya, tapi ia peduli tentang identitas palsu Dewa Iblis. Rupanya ia telah melewatkan banyak hal selama ini.


Qu Xuanzi melihat Xie Ruo untuk beberapa saat, sebelum akhirnya menjawab, "Zhong Wenyue."


Xie Ruo terkejut sampai pandangannya membeku. Bagaimana pria yang pernah naksir dengan Tang Yueha yang bodoh menjadi Dewa Iblis? Bukankah Dewa Iblis lebih menyukai Dewi Cahaya?


Satu lagi, ia ingat pernah menyelamatkan Zhong Wenyue dari serangan kaki tangan raja iblis. Ini tidak masuk akal. Bagaimana dia bisa menyelamatkan Dewa Iblis? Apa ia masuk ke dalam skema tertentu? Jelas-jelas Zhong Wenyue hanya kultivator tingkat awal profesional lanjutan!


"Ini ...." Raut Xie Ruo menjadi rumit. Ingatannya sangat jelas melihat Zhong Wenyue yang terkapar karena serangan kaki tangan raja iblis—Huli Dong'er—dengan menyedihkan sampai ia harus turun tangan.


"Tidak perlu terkejut, dia bahkan menjadi pengawal istana Dunia Bawah."


"Benar, aktingnya terlalu luar biasa." Xie Ruo memijit pelipisnya merasa terlalu berat menerima informasi. Ia tidak bisa percaya.


Masalah yang lebih besar, bagaimana ia menjelaskannya pada Zhong Xiaorong?


Ia melihat kembali ke balik dinding, melihat sosok hitam yang entah membicarakan apa dengan Perdana Menteri Liu. Terdapat pembatas suara di sekitar sini sehingga suara mereka tidak terdengar, bahkan Qu Xuanzi sekalipun.


"Ketika berhadapan dengannya, jangan menatap matanya. Tatapannya memiliki sihir yang dapat memanipulasi pikiran seseorang untuk berada di pihaknya. Kata-katanya juga mengandung manipulasi, jadi harus berhati-hati." Qu Xuanzi menjelaskan secara singkat mengenai kemampuan Dewa Iblis. Mungkin itu juga yang menyebabkan Perdana Menteri Liu serta semua kaki tangan raja iblis berada di pihaknya.


Xie Ruo mengangguk pelan, kemudian menatap Qu Xuanzi. "Apa Dewi Cahaya juga terkena manipulasi?"


Qu Xuanzi tahu maksud Xie Ruo yang sedang mencoba mencari jalan keluar untuk masalah Dewi Cahaya. Bagaimanapun, reinkarnasi Dewi Cahaya adalah Xie Ran, saudara kembar Xie Ruo.


Sayangnya, Qu Xuanzi tidak ingin Xie Ruo membela Dewi Cahaya dengan mengikuti apa yang diinginkan hati Xie Ruo sebagai saudara. Ia tidak peduli pada Dewi Cahaya, namun ambisinya yang menyebabkan banyak perpecahan terlalu berbahaya. Apa lagi, Dewi Cahaya sama sekali tidak terkena hipnotis ataupun manipulasi.


"Manipulasi Dewa Iblis akan berakhir ketika targetnya mati. Kau tahu artinya."


Dewi Cahaya menarget Xie Ruo sejak sebelum bertemu Dewa Iblis di kehidupan kedua, Xie Ruo tahu itu. Meskipun Dewi Cahaya terkena manipulasi di masa lalu, tidak menutup kemungkinan bahwa Dewi Cahaya benar-benar ingin menyingkirkan Xie Ruo dengan cara apa pun, bahkan sampai melanggar rencana Dewa Iblis dengan cara membunuhnya secara langsung.


"Sepertinya kami memang tidak ditakdirkan saling bekerja sama." Xie Ruo menghela napas. Dulu ia merasa bersalah pada Xie Ran, tapi sekarang tidak lagi. Ramalan itu benar. Mereka tidak bisa tinggal di dunia yang sama.


Dewa Iblis di kejauhan sana menghilang dalam kegelapan, melepas penghalang suara hingga rasa pengap menghilang. Perdana Menteri tampak berkeluh-kesah dengan menyedihkan. Ia pergi secepatnya sebelum hal buruk kembali menimpa.


Semua itu dilihat oleh Xie Ruo, namun tidak ada keinginan apa pun dalam hatinya. Lupakan tentang Dewi Cahaya, sekarang ia bingung bagaimana menjelaskan semua ini pada Zhong Xiaorong dan Liu Chang.


"Kenapa kau memberitahuku?" Tiba-tiba saja pertanyaan itu terlintas dan ia menanyakannya. Tidak biasanya Qu Xuanzi memberitahu tanpa ditanya.


"Terlalu lama menjauhi tubuh fisik di dunia yang berbeda akan merusak jiwamu. Aku memberitahu, juga untuk melepas beban pikiranmu." Qu Xuanzi tahu Xie Ruo tidak akan berhenti sampai menemukan kebenaran. Cukup mempertemukannya secara tidak langsung dengan Dewa Iblis, semua pertanyaan akan terjawab.


Xie Ruo menghela napas lagi. "Apa menurutmu aku harus memberitahu yang lain?"


Qu Xuanzi mengedarkan pandangan ke arah kepergian Dewa Iblis. "Dewa Iblis telah merencanakan sesuatu dalam waktu dekat, dimulai dari mengendalikan Perdana Menteri dan negara. Untuk menghentikannya, mereka memang harus tahu, tapi kau harus siap dengan resiko yang terjadi."


"Aku paham." Xie Ruo memantapkan hati. Ia tidak boleh membiarkan Dewa Iblis berhasil. Tujuan pria itu adalah altar pengorbanan jiwa untuk pergi ke Dunia Dewa, ia tidak bisa membiarkannya.


Oleh karena itu, ia akan memberitahu semua fakta pada semua rekannya. Pertama, ia akan mengambil bukti. Lalu mengirimnya ke keenam anak-anak itu. Mengenai Zhong Xiaorong, wanita itu pasti akan merasakan jatuh yang sangat sakit, tapi Xie Ruo tidak boleh menyembunyikan apa pun darinya apa lagi berbohong hanya demi rasa sakit yang tidak seberapa.


Saat itu juga, Xie Ruo pergi ke kediaman Pangeran Mingfeng dan meminta sarah membuat semua kesimpulan dari permasalahan, serta data yang berkaitan dengan Zhong Wenyue sampai jenis auranya berdasarkan ingatan Xie Ruo mengenai Dewa Iblis.


Semua tes itu cocok dan hampir selesai dalam beberapa jam. Zhong Wenyue menggunakan teknik tertentu untuk membuat seseorang berasumsi bahwa kekuatannya berada di bawah. Itu sebabnya, ia terlihat lemah di mata Xie Ruo sampai tidak bisa mencurigainya lebih jauh sebafai Dewa Iblis.


Dilihat dari gerak-geriknya, sepertinya Dewa Iblis tidak mengetahui penyamaran Kaisar Iblis. Jika tahu, sudah pasti pria itu akan mengendalikan Kaisar Iblis sebagai alternatif dan sebagai bentuk perlindungan diri. Dewa Iblis juga tidak akan membicarakan hal seperti pemberontakan.


Alasan ia mengirim Shu Xin sepertinya hanya untuk memberinya identitas penting di sisi kaisar. Juga bisa digunakan sebagai mata-mata serta senjata yang bagus untuk meruntuhkan posisi Kaisar. Tujuannya saat ini adalah tahta, lalu menaklukan Dunia Tengah dan melakukan pengorbanan.


Persis seperti percakapannya dengan Dewa Iblis melalui surat, meski ada beberapa perbedaan detail seperti identitas dan susunan rencana Dewa Iblis.


Setelah Sarah menyimpulkan semua dalam bentuk sebuah file data, ia mengirimnya ke Pei Xi dan kawan-kawan disertai pesan singkat. Pesan itu dengan cepat terkirim kurang dari satu detik ke masing-masing penerima.


Xie Ruo merasa beruntung membawa Sarah bersamanya ketika pergi tadi, atau ia harus menyampaikannya langsung kepada mereka. Itu terlalu banyak memakan waktu.


Misi pencarian identitas, selesai.


Sudah saatnya untuk melanjutkan rencana yang telah ia susun dengan baik, disertai beberapa perubaan detail karena situasi.


Masalah ini akan cepat terselesaikan.