The Emperor God Wife Is Naughty

The Emperor God Wife Is Naughty
113. Penerobosan Aura Naga (1)



Tidak akan ada yang menyangka, pasangan agung yang terkenal akan kekuatannya harus jatuh ke tahap di mana mereka harus berlutut dan terikat rantai tebal yang baru saja dililitkan oleh iblis. Rantai itu sama seperti rantai yang mengikat Xie Ran ketika di penjara sehingga kedua orang itu tidak bisa menggunakan kekuatan spiritual.


Bai He terkunci di dalam kurungan besar tanpa bisa memberontak. Harimau itu hanya bisa menggeram, menatap semua iblis dengan tajam. Meski ia tidak memiliki kesan baik tentang Xie Ran, Xie Ran tetaplah orang penting yang berhasil membuatnya melewati semua prinsip sebagai hewan buas agung. Jadi dia tidak mungkin bersikap gegabah selagi tuannya dan Xie Ran ada di tangan orang jahat.


Pei Xi dan yang lainnya tidak bisa pergi ke mana pun selagi berbagai senjata ditodong ke arah mereka. Bahkan kedua naga besar di belakang mereka harus terikat rantai tanpa bisa memberontak. Sedangkan para iblis sedang memgambil beberapa rantai untuk mengikat keenam anak muda itu.


Mei Liena melihat Pei Xi di sebelahnya yang tidak memalingkan pandangan dari Xie Ran. Wajahnya yang dingin tampak sedang berpikir.


"Salah satu dari kita harus membawa Xie Ran pergi." Yan Yao bicara dengan nada rendah di antara Mei Liena dan Pei Xi. Kemudian pandangannya menyapu Zhong Xiaorong, Liu Chang, dan Zhou Kui pergantian. "Sisanya mengalihkan perhatian dan melepaskan Senior Xie. Asalkan Xie Ran menjauh dari sini, tidak akan ada sandera sebagai jaminan."


Pei Xi menurunkan pandangan, kemudian melirik Mei Liena. "Kau yang membawanya."


"Aku?" Mei Liena pikir Pei Xi akan menawarkan diri untuk membawa Xie Ran dan melindunginya secara langsung.


Pei Xi mengabaikan tatapan terkejut Mei Liena kemudian melihat Yan Yao dan Zhong Xiaorong. "Kalian mengalihkan, sedangkan aku ke inti formasi untuk membuka barrier. Zhou Kui dan Liu Chang membebaskan tahanan."


Mereka langsung paham akan tugas masing-masing. Pei Xi memberi tugas bukan tanpa alasan. Ia tahu betul kemampuan teman-temannya. Kekuatan Yan Yao sedikit di bawahnya sedangkan Zhong Xiaorong memiliki sihir peri dan surgawi sekaligus. Mereka cocok mengalihkan perhatian dan melawan banyak iblis dengan kekuatan mereka.


Zhou Kui paham berbagai macam alat dan senjata spiritual karena profesinya dan Liu Chang dapat membantu menghancurkan rantai serta kurungan yang menahan mereka.


Terakhir, ia mempercayai Mei Liena untuk membawa Xie Ran. Mei Liena memiliki kemampuan medis yang baik sehingga dapat memberi keringanan pada cedera Xie Ran, itu yang harus dilakukan. Sedangkan Pei Xi akan menghancurkan formasi. Pelarian Xie Ran dan Mei Liena juga bergantung pada keberhasilannya.


Setelah menjelaskan tugas itu, Pei Xi melirik Dou Dou yang sejak tadi hanya diam dengan wajah poker. "Ketika Liena membawa Ranran, Huai Mao pasti akan mengejarnya."


"Aku tahu apa yang kulakukan." Do Dou sudah mengerti sejak awal bahwa dia akan menahan Huai Mao. Meski Xie Chen yang tersisa adalah ancaman, Xie Chen bisa berhadapan dengan Yan Yao dan Zhong Xiaorong. Tanpa diberitahu, dia sudah akan melakukannya.


"Kalau begitu, kita bersiap." Liu Chang mengambil napas melihat para iblis datang membawa beberapa rantai besar yang akan digunakan untuk mengikat kelima anak muda itu sekaligus mengikat Dou Dou.


Ketika rantai dijulurkan dan akan dililitkan pada mereka, Yan Yao segera memutar lantai menggunakannya sebagai senjata pertama untuk melawan beberapa iblis. Zhong Xiaorong mengeluarkan pedang, mulai pergi ke arah lain untuk menghabisi beberapa memberi jalan pada Mei Liena dan Pei Xi yang akan pergi.


Mei Liena bergegas ke arah Xie Ran sedangkan Pei Xi menjadi seberkas bayangan yang menghilang dengan cepat mencari mata formasi. Liu Chang dan Zhou Kui segera pergi ke arah Xie Wang dan Su Liu'er untuk melepaskan mereka.


Dou Dou pergi mencari Huai Mao yang menghilang entah ke mana bersama Xie Chen. Mereka berani bergerak karena Huai Mao tidak ada, jadi dia harus cepat menemukan Huai Mao sebelum wanita itu sadar akan situasi.


Xie Ran yang dibiarkan terbaring di kursi kooridor kediaman tidak tahu apa yang terjadi di luar sana. Ia telah mati rasa, bahkan tidak merespon ketika Mei Liena datang dan membawanya susah payah.


Di dalam dunia kesadaran, Long Long membimbing Xie Ran menerobos belenggu kutukan kehampaan sehingga tertutup dari dunia luar. Kondisi kekuatan Xie Ran benar-benar kacau sehingga sulit untuknya memaksa terobosan dan membutuhkan waktu yang sangat lama.


Kabut ungu yang bercampur dengan helai merah gelap meliputi jiwanya menutupnya dari dunia luar. Sinar putih muncul samar-samar, disertai simbol naga diantara alis Xie Ran yang muncul dengan sinar redup.


Sinar putih mencoba menerobos kendali kabut ungu, namun rasa sakit terus mendera kesadarannya hingga konsentrasi goyah menyebabkan sinar putih itu kacau dan melemah.


"Kutukan kehampaan mencoba mengacaukan pikiranmu, abaikan dia. Jika konsentrasi pecah, maka resikonya akan sangat buruk bagi jiwamu." Long Long menjadi sangat gelisah sekarang. Ini kali pertama membantu tuannya melakukan terobosan paksa yang benar-benar beresiko. Kekuatan yang kuat tidak didapat dalam waktu singkat, selalu ada resiko bila mendapatkan sesuatu secara instan dan membutuhkan banyak pengorbanan.


Xie Ran berusaha tetap fokus selagi rasa sakit menghantuinya. Semakin dia tidak fokus, semakin lama prosesnya sehingga akan lebih cepat kehilangan segalanya. Berulang kali Xie Ran mencoba berkonsentrasi penuh hingga benar-benar tidak merasakan hal lain selain energi murni dan aura naga yang benar-benar membaur menjadi satu.


Di luar sana, Mei Liena mengeluarkan bayangan phyton giok hijau dan melarikan diri bersama Xie Ran di atas tubuh phyton. Banyak iblis berdatangan menghadang, phyton yang ditunggangi cukup kuat untuk menghindari tiap serangan yang diluncurkan tanpa melukai Mei Liena dan Xie Ran.


Namun ketika tepat sampai depan gerbang klan, phyton giok hijau tidak bisa menembus lagi dan kembali ke tubuh Mei Liena. Phyton giok hijau hanyalah salah satu teknik sihir surgawi Mei Liena, Phyton Giok.


Untuk menciptakan wujud phyton giok hijau butuh meningkatkan qi lebih banyak dalam waktu singkat dalam tubuh agar sihir phyton giok membentuk wujud phyton. Untuk mempertahankan keseimbangan kekuatannya, Mei Liena tidak bisa terus mempertahankan phyton giok hijau terlalu lama. Itu bukan sesuatu yang orang biasa bisa lakukan, karena jika qi telah menggumpal dalam tubuh akan menyebabkan penyimpangan yang dapat merusak dantian.


Mei Liena telah mencapai tahap itu, dan dia tidak perlu khawatir jika berurusan dengan melarikan diri. Namun kali ini, ia terperangkap dalam barrier yang belum kunjung terbuka. Ia hanya bisa mengulur waktu sampai Pei Xi berhasil akan rencananya.


Banyak iblis muncul mengepung dengan senjata. Mereka menyerang tanpa aba-aba seperti binatang buas. Mei Liena mengeluarkan phyton giok hijau lagi untuk melindunginya sedangkan ia membawa Xie Ran lebih jauh ke sisi lain klan untuk menghindari serangan iblis.


Di sisi lain, bayangan hitam melesat sangat cepat melampaui pengelihatan iblis yang berjaga. Bayangan tak berbentuk itu mulai menampilkan wujud aslinya menjadi pria tampan dengan pandangan dingin ketika melihat energi gelap yang memancar di sekitar tempat formasi berada.


Mata formasi ada pada diantara para iblis dalam bentuk benda tertentu. Jika dapat menghancurkan benda itu, barrier akan hancur. Pei Xi telah mempersiapkannya sejak awal ketika formasi terbentuk dan hanya perlu menunggu waktu yang tepat.


Ketika para iblis berjubah hitam itu berganti penjaga, Pei Xi menyelinap masuk dengan jubah hitam yang sama seperti para iblis. Pada dasarnya, sihir bayangan malam sedikit mirip dengan energi gelap iblis, jadi auranya tidak membuat para iblis curiga.


Begitu memasuki ruangan yang dipenuhi energi gelap, ia melihat beberapa iblis berjubah hitam berdiri membentuk lingkaran seperti patung. Tangan mereka memancarkan energi gelap yang disatukan untuk mempertahankan formasi. Mereka melakukannya bergantian tiap kali tenaga habis tanpa mengganggu formasi.


Hingga akhirnya tiba saatnya waktu pertukaran tiba, Pei Xi maju sebagai pemegang formasi diantara para iblis. Ketika para iblis di sekitarnya memegang kendali formasi sedangkan yang lainnya keluar ruangan, Pei Xi tidak lagi dalam samaran sehingga langsung menyerang formasi yang sedang tidak lengkap.


Tepat pada saat itu, pada iblis terkejut tanpa bisa melakukan apa pun. Kekuatan mereka dalam sekejap terkunci pada formasi yang rusak sebelum akhirnya hancur oleh bayangan hitam menyebabkan para iblis berteriak kesakitan.


Formasi yang hancur menyebabkan serangan balik dan melukai jiwa. Para iblis itu menggeliat di lantai sebelum akhirnya iblis lainnya berdatangan untuk melihat apa yang terjadi. Sayangnya, formasi telah hancur sedangkan beberapa iblis itu sekarat.


Mereka tidak tahu bagaimana bisa terjadi dan hanya sadar bahwa hanya ada sembilan dari sepuluh iblis yang seharusnya memegang formasi. Mereka tidak sadar, bayangan hitam diam-diam pergi dengan kecepatan tinggi tanpa suara.


Buru-buru para iblis itu mencari mata formasi, namun tidak ditemukan sampai akhirnya mereka sadar bahwa seseorang telah mencuri mata formasi. Mereka segera mengerahkan pasukan mencarinya.


Barrier yang terbuka lebar menyebabkan kondisi Klan Xie menjadi terlihat sangat jelas oleh warga sekitar. Sebelumnya mereka hanya merasa bahwa Klan Xie menjadi jauh lebih hening seolah telah menjadi reruntuhan tanpa kehidupan. Kali ini, mereka lebih merasa adanya kekuatan berbahaya di dalam membuat mereka ketakutan.


Dan kekuatan berbahaya itu, tampak melesat di langit dalam bentuk kabut ungu gelap melintas dengan cepat seperti meteor. Kabut ungu gelap sama sekali tidak mengurangi kecepatan ketika akan mendarat, itu langsung menyambar phyton giok hijau sampai menjadi percikan hijau dan menghilang, sedangkan kabut ungu itu terus melaju melancarkan serangan yang menyebabkan Mei Liena terhempas beberapa meter.


Mereka sudah ada di gunung belakang Klan Xie tepat di perbatasan klan. Setelah melihat barrier terbuka, awalnya Mei Liena berniat membawa Xie Ran menggunakan phyton giok hijau, tapi phyton giok hijau hancur berkeping-keping sedangkan Mei Liena terkena serangan berat yang menyebabkannya cedera parah.


"Usaha yang bagus, sayangnya kamu harus berakhir di sini." Huai Mao mengangkat tangannya yang dipenuhi energi gelap ke arah Mei Liena.


Mei Liena hanya menatapnya tajam. Meski takut, ia tidak boleh menunjukkannya dan berusaha berdiri susah payah. Pandangannya terarah pada Xie Ran, berpikir untuk menariknya pergi dengan cepat.


Begitu Mei Liena bergerak dengan cepat ke arah Xie Ran di dekat Huai Mao, kabut ungu memancar di tangan Huai Mao, melesat ke arahnya. Pada saat itu Mei Liena pikir ia akan berakhir, tapi ketika ia menutup mata, tidak ada yang terjadi pada tubuhnya selain merasakan gelombang energi yang besar disertai suara ledakan tepat di depannya.


Mei Liena membuka mata, terkejut melihat sesuatu hancur tepat di depan matanya. Itu adalah sebuah batu kristal, namun kini menjadi serpihan ketika menghadang serangan Huai Mao.


"Bagus." Huai Mao mengalihkan pandangan ke sisi lain melihat Pei Xi hadir untuk melemparkan mata formasi membuat Huai Mao menghancurkannya.


Ia tahu, Pei Xi tidak bisa menghancurkannya sehingga menggunakan kesempatan ini untuk menghancurkan benda itu agar barrier benar-benar bersih tanpa sisa. Ia merasa kesal memikirkannya.


"Kalian benar-benar memiliki keberanian." Huai Mao diliputi niat membunuh saat ini setelah merasakan beberapa sosok berdatangan. Ia hanya meninggalkan para sandera sebentar untuk menyiapkan Xie Nu, tapi mereka semua telah dilepas begitu cepat.


Pei Xi segera melesat untuk meraih Xie Ran, namun ketika ia akan meraih Xie Ran, kabut ungu gelap menarik tubuh Xie Ran ke udara dan pergi ke sisi Huai Mao.


"Aku ingin lihat sampai mana keberanian kalian." Huai Mao menggunakan energi gelapnya untuk menyadarkan Xie Ran dan 'tidur' lelap. Matanya terbuka, namun penuh kekosongan seolah tidak ada kehidupan. Wajahnya sangat pucat seperti kehabisan darah.


Sembilan sosok termasuk Dou Dou, Long Ying, dan Long Yun sampai tepat ketika Huai Mao membuka mata Xie Ran. Mereka terkejut melihat pandangan kosong itu seakan hanya cangkang kosong tanpa jiwa.


"Satu hal yang belum kuberitahu, Ranran kalian telah menjadi gadis cacat untuk seumur hidupnya. Tatapan kosong itu ... entah berapa kali ia ingin berteriak dari kegelapan dan keheningan. Bahkan dia tidak akan tahu apa yang sejauh ini kalian lakukan."


"Hanya mematikan inderanya. Tapi aku bisa mematikan napasnya jika aku ingin. Tergantung suasana hati, jadi sebisa mungkin tidak membuat suasana hatiku memburuk. Aku sudah berbaik hati membiarkannya berdiri untuk 'melihat' kalian semua."


Mereka semua hanya bisa diam, mengepalkan tinju mereka menahan amarah dalam hati. Jika saja ada salah satu mereka yang bisa mengalahkan Huai Mao, mereka tidak perlu khawatir akan mengalami kekalahan seperti ini.


Huai Mao melihat mereka satu per satu dan merasa ada yang salah. Dalam keadaan seperti ini, seharusnya masih ada sosok yang berani terang-terangan menantangnya dengan gegabah meski harus mati seperti sebelumnya.


Ketika menyadari bahwa mereka tidak lengkap, salah satu dari mereka yang paling penting telah kabur, wajahnya menjadi sangat suram.


"Di mana dia?" Pandangannya menatap Dou Dou penuh tuntutan.


Yang lain segera sadar bahwa Ann Rou tidak ada di sekitar mereka sehingga tanpa sadar melirik Dou Dou yang tampak tenang, mereka awalnya tidak sadar karena terlalu sibuk. Sayangnya Dou Dou tidak mengatakan apa pun yang menjawab pertanyaan mereka.


Namun, Dou Dou malah bereaksi lebih aneh membuat mereka semua bingung. Tidak hanya Dou Dou, bahkan Long Yun, Long Ying, Bai He, dan Xie Wang merubah ekspresi mereka ketika melihat sosok tepat di samping Huai Mao yang membuat mereka terkejut.


Mei Liena yang tidak merespon apa pun karena merasakan sakit mulai menyadari ada hal yang berbeda. Ia melihat Huai Mao yang mengerutkan kening melihat Dou Dou, kemudian melihat sosok di samping wanita itu. Seketika raut wajah Mei Liena berubah penuh kejutan.


"Ranran ...." Tanpa sadar Mei Liena berbisik dan didengar lainnya.


Pei Xi dan Zhou Kui bereaksi lebih dulu dan melihat apa yang dilihat Mei Liena. Mereka yang biasanya tenang kini dipenuhi kejutan seolah tidak mempercayai mata mereka sendiri.


Tepat di sebelah Huai Mao, gadis yang awalnya pucat dan berpandangan kosong telah berubah drastis!


Rambut perak itu berkibar akan angin malam, menunjukkan wajah cantiknya yang bersinar. Meski mata birunya menatap kosong segala hal, namun ia penuh vitalitas tidak seperti cangkang kosong barusan. Rautnya sangat dingin disertai aura yang berbeda dari biasanya. Bahkan mereka bertanya-tanya, apa yang berdiri di sana benar-benar Xie Ran.


Huai Mao merasakan segalanya berubah, apalagi setelah merasakan aura tidak mengenakan di sekitarnya. Ia menoleh, melihat gadis di sebelahnya yang seharusnya dalam kendalinya mulai melepaskan diri dari energi gelap dan menekan lehernya tanpa memberi Huai Mao kesempatan bereaksi.


Huai Mao terkejut. Ia tidak melihat ekspresi apa pun, atau pandangan apa pun dari Xie Ran, namun cengkraman itu sangat kuat di lehernya sampai merasa akan putus kapan saja. Ia masih sangat yakin bahwa kelima indera Xie Ran tidak berfungsi, tapi bagaimana dia bisa menangkapnya seperti ini!


Bukan hanya Huai Mao yang terkejut, yang lain juga terkejut. Mereka ingat dengan jelas bahwa Huai Mao mengatakan bahwa indera Xie Ram tidak berfungsi, bagaimana Xie Ran bisa menangkap Huai Mao dengan tepat?


"Kau terkejut? Sayangnya, aku tidak bisa melihat wajah menjijikkanmu." Xie Ran bicara tanpa fluktuasi emosi. Ia tetap terlihat tenang, dengan pandangan kosong dan tanpa ekspresi.


Huai Mao tidak percaya kekuatan Xie Ran telah kembali dan membentuk aura naga begitu cepat. Ia mencengkram tangan Xie Ran yang mencekiknya lebih keras sampai berdarah, namun ia lupa bahwa Xie Ran tidak akan bisa merasakan rasa sakit karena efek kutukannya sendiri.


"Cepat aktifkan!" Huai Mao meraung pada para iblis di bawahnya.


Mereka segera bermunculan dalam jumlah yang banyak dan membentuk sebuah formasi besar yang menyebabkan sebuah simbol bercahaya merah muncul menjadikan Xie Ran sebagai pusatnya.


"Xie Ran, kamu akan mati!" Huai Mao tertawa dan mencoba menyerang Xie Ran, namun Xie Ran justru membaliknya ke belakang sampai jatuh dengan keras.


Xie Ran tidak tahu apa yang terjadi di sekitarnya, ia juga tidak tahu bahwa formasi telah dipasang sehingga hanya bisa mengandalkan persepsinya untuk merasakan gelombang energi yang besar terarah padanya.


Setiap orang memiliki energi masing-masing dan dia hanya perlu mengenali mereka dengan itu untuk berinteraksi dengan benar. Meski kelima inderanya telah mati, dia masih memiliki kesadaran dengan kekuatan persepsi tinggi yang tidak dimiliki banyak orang.


Jadi, dia bisa bertarung dengan mengandalkan persepsi yang kuat untuk menebak pergerakan dan posisi musuh dengan tepat. Ia juga bisa lebih berkonsentrasi mengalahkan musuh dengan cepat.


Karena ia telah menerobos aura naga secara paksa dan menyatukan energi murni dengan aura naga, kekuatannya meningkat drastis. Tingkatan tubuh murni dan energi murninya mencapai tahap mengerikan, kapan pun kekuatannya akan meningkat ke tingkat saint. Bahkan untuk saat ini, dengan kekuatannya yang sekarang sudah lebih dari cukup untuk melawan seorang saint.


Karena kekuatan Huai Mao telah melampaui tingkat saint—jika dia manusia, maka bukan masalah bagi Xie Ran. Bahkan jika kelima inderanya mati.


Namun, Xie Ran juga harus membayar harga yang setimpal untuk kekuatannya yang meningkat secara abnormal.


Xie Ran tanpa sadar mencengkram tinjunya hingga tangannya gemetar, sayangnya ia tidak bisa merasakan apa dia benar-benar menekan tinjunya karena baginya semua itu kosong. Xie Ran tidak ingin memikirkan hal itu lagi, ia harus fokus pada tujuannya.


Karena areanya terasa berbeda dan dipenuhi energi gelap yang tidak ada habisnya, ia menebak Huai Mao telah melakukan seusatu. Seperti formasi pengorbanan contohnya. Tapi ia yakin itu bukan sekadar formasi pengorbanan.


Huai Mao merasakan rasa sakit di sekujur tubuhnya. Kemudian ia merasa rambutnya ditarik sangat keras, disertai dengan tubuh yang terseret seolah ia adalah karung. Hal yang membuatnya semakin marah tak lain mengetahui bahwa Xie Ran yang telah menyeretnya!


"Xie Ran, kamu tidak bisa pergi dari sini! Kamu hanya orang cacat! Atas dasar apa kamu memiliki segala hal sempurna di dunia ini? Kamu hanya jiwa dari dunia lain, suatu hari akan pergi dari dunia ini! Kamu tidak pantas mendapatkannya!"


Xie Ran tidak mendengar apa yang dikatakan Huai Mao, tapi ia dapat menebak bahwa Huai Mao sedang mengutuknya. Apalagi setelah merasakan emosi negatif yang mengelilingi Huai Mao, ia semakin yakin akan asumsinya.


"Karena itu yang kamu mau ...." Tepat setelah mengatakannya, Xie Ran melepas genggamannya di rambut Huai Mao.


Huai Mao ingin mengambil kesempatan untuk menyerang, namun sesuatu yang dingin menempel di lehernya hingga mengeluarkan cairan hitam yang menetes ke bajunya.


Ia diam, menahan emosi yang bercampur aduk dan membenci fakta bahwa kali ini ia lebih lemah dari Xie Ran. Bahkan ia tidak bisa melawan akan tekanan pedang yang ditempelkan ke lehernya.


"Hentikan apa pun yang kamu buat di sini, aku bisa mempertimbangkan bahwa kematianmu akan lebih mudah." Xie Ran mencoba bernegosiasi. Meski ia tidak bisa mendengar Huai Mao, ia dapat mengetahui jawabannya melalui emosi yang dikeluarkan Huai Mao.


Huai Mao tertawa. "Xie Ran, kamu hanya berlagak menjadi sok kuat ... sepertinya percuma aku bicara padamu, kamu tidak bisa mendengarku, 'kan? Kamu masih gadis cacat yang akan ditinggalkan tak lama lagi. Siapa yang mau menemani gadis cacat sepertimu?" Memikirkan hal itu, Huai Mao merasa terhibur. Bahkan jika dia mati, Xie Ran tidak akan mendapat kehidupan yang baik. Ia tidak percaya, Qu Xuanzi tidak akan meninggalkan gadis cacat tak berguna seperti itu.


"Kau mengejekku lagi."


Huai Mao agak terkejut mendengar ucapan Xie Ran yang tanpa fluktuasi emosi. Sebenarnya Xie Ran bisa mendengar? Ia tidak percaya itu!


Huai Mao melirik para pasukan iblisnya yang sedang memasang formasi. Pei Xi dan yang lainnya segera mengambil kesempatan untuk menghentikan mereka, tapi iblis-iblis lain berdatangan menghadang.


Melihat Xie Ran baik-baik saja, mereka jauh lebih lega dari seharusnya. Bahkan Xie Wang dan Su Liu'er lebih bahagia setelah mengalami kejutan hingga mendapatkan kembali semangat mereka untuk menyapu para iblis.


"Xie Ran, kamu akan mati hari ini." Huai Mao tertawa dengan geli selagi sinar merah di bawahnya menyala dengan pancaran cahaya mengerikan. Jika formasi berjalan dengan sempurna, maka energi murni akan menjadi miliknya dan Xie Ran akan mati!


Xie Ran dapat merasakannya dengan jelas dan meningkatkan kewaspadaan. Sinar merah di kakinya terus mengeluarkan kekuatan aneh yang membuat Xie Ran mengerutkan kening. Ia tidak pernah menghadapi hal seperti ini di masa lalu.


Jika saja Long Long bisa memberitahu ....


Itu tidak mungkin, jadi dia harus melakukannya sendiri. Ia sudah cukup merepotkan naga imut itu seharian.


Xie Ran mengabaikan Huai Mao yang terkapar, berjalan mengikuti arus fluktuasi energi di bawah kakinya. Ia dapat merasakan dengan jelas kekuatan berbahaya yang mendekat, tapi itu membutuhkan waktu untuk melukainya sehingga ia tetap tenang.


Ketika sampai di pusat formasi, ia menemukan sesuatu yang membuat sudut bibirnya terangkat sedikit.


"Permainan anak-anak."


Gumaman itu terlalu kecil untuk didengar. Namun para iblis dapat memastikan ada yang tidak beres. Tapi mereka tidak lagi peduli.


Ketika mereka terburu-buru mengaktifkan formasi ke tahap sempurna, pusat formasi di mana Xie Ran seharusnya berada tiba-tiba meledak tanpa alasan menyebabkan para iblis itu terkena dampaknya.


Ledakan itu tidak kecil. Bahkan Huai Mao yang masih berada di antara formasi terkena ledakan hingga tubuhnya terpental sangat jauh. Ledakan itu menyebabkan perhatian Xie Wang dan lainnya teralih, mengingat Xie Ran ada di sana, mereka menjadi gelisah.