
Xie Ran tidak ragu sama sekali. Karena dia telah berhasil membuka dinding tebal itu, maka dia memiliki keyakinan bahwa tempat ini telah menerimanya.
Tapi meski begitu, dia harus tetap waspada.
Ketika Xie Ran menurut untuk masuk terlebih dahulu dan diikuti oleh Tang Zhi, Xie Ran dapat melihat bahwa di balik dinding adalah gua panjang dan gelap tanpa pencahayaan.
Tidak ada apa pun yang terlihat, hanya kegelapan seperti ketika Xie Ran terjebak dalam gua tempat tinggal Naga.
Setelah memasuki kedalaman, tanah bergetar dengan sendirinya membuat dua manusia itu mengerutkan kening. Tanah bergetar hanya pada daerah gua sehingga getaran lebih terasa dan besar. Bahkan Xie Ran harus menyeimbangkan tubuhnya agar tidak jatuh.
Tang Zhi terlihat cukup cemas. Dia baru saja akan menarik Xie Ran keluar, namun sesuatu mendorongnya keluar dengan keras sehingga terpental sejauh 10 meter ke luar.
Xie Ran terkejut, tapi tidak bisa melakukan apa pun selain mempertahankan diri. Getaran ini terus berlanjut sampai dinding perlahan menutup lebih cepat daripada ketika terbuka.
Tang Zhi akan masuk ke dalam, tapi sebuah bayangan gelap menghantam sekali lagi menghalanginya masuk. Dia mengutuk dalam hati melihat Xie Ran berhasil masuk dan menatapnya dengan bingung di dalam sebelum akhirnya dinding benar-benar menyatu tanpa celah.
"Sial!" Tang Zhi mengerang kesal. Pintu terbuka, tapi dia hanya bisa melihat dari kejauhan 10 meter. Bagaimana ini bisa terjadi!
Dia telah melakukan banyak upaya dan berharap Xie Ran dapat mati setelah pintu terbuka. Tapi siapa sangka, bukan hanya Xie Ran tidak mati melainkan Xie Ran berhasil masuk ke dalam. Dia hanya berharap bahwa Xie Ran tidak dapat keluar dari sana hidup-hidup.
Xie Yun mengatakan gua itu berbahaya. Xie Ran yang tanpa basis kultivasi tidak akan selamat.
Memikirkan ini, Tang Zhi menjadi lebih tenang walau dia harus menyerah pada harta karun ini. Usahanya tidak sepenuhnya sia-sia.
Dia tidak perlu takut jika Xie Ran mati maka keuangan Klan Xie pupus. Masih ada Tang Yueha yang akan menjadi selir atau istri Kaisar, tidak akan ada masalah. Dia percaya akan hal itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Malam ini adalah waktunya kunjungan ke Istana. Para bangsawan seperti menteri ataupun perwakilan klan besar datang memenuhi halaman istana serta kereta kuda mewahnya.
Kereta kuda itu memiliki berbagai simbol keluarga di tiap kereta sebagai tanda keluarga bangsawan tertentu.
Simbol dua pedang menyilang dengan tulisan 'Xie' hadir dari salah satu kereta.
Seorang gadis dengan gaun ungu cerah dan indah menuruni kereta dengan anggun. Kecantikannya membuat bangsawan lain terpana dan menebak dengan mudah bahwa gadis anggun itu adalah Tang Yueha dari Keluarga Tang di Utara.
Keluarga Tang secara penuh memasuki Klan Xie sejak empat tahun yang lalu, itu bukan lagi rahasia. Mereka tidak menyangka bisa memiliki kesempatan melihat Tang Yueha yang terkenal sebagai sosok dewinya.
Dua pelayan mengikuti Tang Yueha di belakang sedangkan di sisinya adalah Xie Chen. Xie Chen ditugaskan mendampingi Tang Yueha dan memandunya di istana.
Ini kali pertama Tang Yueha ke Istana, itu sebabnya butuh panduan sedangkan Xie Chen sudah beberapa kali ke Istana bersama Tang Zhi.
Tang Yueha tahu apa yang harus segera dilakukan. Dia melangkah dengan anggun dan pandangan lurus dengan ekspresi lembut ke dalam Istana sedangkan bangsawan lainnya masih memandangnya dengan semangat membara.
Jarang bisa melihat Tang Yueha karena gadis itu tinggal di Utara. Sebuah keberuntungan bagi mereka jika memiliki kesempatan melamarnya karena saingan yang berat. Bahkan banyak yang pesimis, berpikir Kaisar benar-benar akan menyukainya.
Melihat tatapan lapar para pria, Xie Chen mendengus kesal. Ketika dia datang bersama ibunya, mereka melihat Klan Xie dengan takut.
Sekarang justru menatap Klan Xie penuh minat yang membuat Xie Chen kesal. Seharusnya dia tidak datang. Seharusnya Tang Zhi ada di sini agar mereka tidak memandang Klan Xie seperti itu.
"Sepupu, bisakah tidak menebar pesona?" Xie Chen menegur gadis di sebelahnya.
"Aku tidak melakukannya." Tang Yueha hanya melakukan apa yang harus dia lakukan. Ini Istana, dia tidak bisa sembrono seperti Xie Nu. Apa Xie Chen baru saja mengatakan bahwa dia harus seperti Xie Nu? Bodoh!
"Seharusnya kau menutup wajahmu sebelumnya. Mereka tidak pantas melihatnya." Xie Chen mencibir.
"Awalnya aku ingin melakukannya, tapi selalu ditolak. Sebenarnya aku sendiri tidak berdaya. Para Tetua terus mengatakan hal berlebihan." Tang Yueha menunduk mengingat semua ocehan Para Tetua yang membuatnya merasa tertekan. Para Tetua itu mengatakan apa yang harus dilakukan ketika di Istana karena Tang Zhi tidak ikut.
Xie Chen menghela napas tidak berdaya. Seharusnya dia tahu Tang Yueha juga tidak bisa menolak pendapat Para Tetua.
Meski dari luar Tang Yueha terlihat merendah serendah mungkin, dia tahu bahwa Tang Yueha juga tertarik pada Kaisar dan senang ketika orang-orang menjodohkannya dengan Kaisar.
Para bangsawan berkumpul di aula perjamuan. Mereka duduk di tempat yang disediakan dan saling bercengkrama. Beberapa dari bangsawan itu memang memiliki hubungan baik, tapi tidak ada yang memiliki hubungan baik dengan Klan Xie sebelumnya.
Setelah kedatangan Tang Yueha, para bangsawan itu melepas rasa tidak suka ketika melihat gadis cantik itu hadir mewakili Klan Xie.
Ada beberapa yang awalnya tidak tahu menjadi tahu bahwa Klan Xie, selain memiliki kekuatan tempur absolut dan mengerikan, memiliki keindahan luar biasa yang disembunyikan. Tempramen itu sangat berbeda dari Tang Zhi yang dingin dan kejam.
Banyak yang mengagumi aura yang dibawa Tang Yueha. Selain memiliki kecantikan melebihi wanita di tempat ini, dia memiliki aura yang kuat dan lembut. Kekuatannya setidaknya setingkat dengan profesional akhir. Itu sudah terbilang sangat kuat.
Setelah beberapa lama keramaian dalam aula perjamuan, keheningan tercipta ketika seorang Pangeran muncul dari ambang pintu berjalan dengan tegas ke ujung dan menatap mereka. Spontan semua orang berdiri.
Itu adalah Pangeran Kedua, Zhong Wenyue. Adik tiri Kaisar Zhong yang juga memiliki prestasi gemilang kedua dari kakaknya. Dia menjabat sebagai Panglima Utama Kekaisaran Zhongbu dan diberi gelar Pangeran Mingfeng.
"Salam untuk Pangeran Mingfeng!"
Para bangsawan memberi penghormatan pada Zhong Wenyue. Membungkuk untuk pria dan menekuk sedikit lutut untuk wanita sambil meletakkan tangan kanan di dada kiri.
"Ada sesuatu yang ingin dikatakan Pangeran ini, mohon kerjasamanya." Zhong Wenyue bicara dengan suara yang mendominasi dan tegas. Tatapannya dingin ketika melihat para bangsawan ini. Namun ketika pandangannya terarah pada Tang Yueha, dia sedikit terpaku namun segera menstabilkan kondisi.
"Perjamuan kali ini memiliki tujuan penyambutan Kaisar Baru, namun sayangnya Yang Mulia Kaisar saat ini sedang memiliki urusan, tidak dapat menghadiri perjamuan. Oleh karena itu, Pangeran ini yang akan menggantikan memimpin perjamuan."
Semua orang kecewa terutama para wanita. Mereka ke sini untuk melihat Kaisar, tapi pria yang ditunggu tidak datang. Ini seperti wanita yang telah lama menunggu kencan di sebuah tempat tapi prianya tidak kunjung datang. Itu menyakitkan!
"Yang Mulia seharusnya tahu hari ini adalah hari penting. Apa masih ada hal yang lebih penting dibandingkan pertemuan ini?" Yang membicarakan keluhan adalah Perdana Menteri Liu. Ucapannya langsung disetujui banyak orang namun mereka hanya bisa mengangguk.
"Anda meragukan perintah Kaisar?" Zhong Wenyue bicara dengan nada penekanan tinggi. Auranya keluar yang membuat semua orang merinding serta merasakan niat membunuh yang kuat.
"Hamba tidak berani." Perdana Menteri Liu menciut seketika. Padahal dia sudah susah payah membawa putri kesayangannya untuk dikenalkan oleh Kaisar.
"Kalau begitu, mari melanjutkan perjamuannya." Zhong Wenyue mengakhiri penekanan dan duduk di tempat yang sudah disediakan. Pandangannya beralih sekali lagi pada Tang Yueha yang terlihat tetap lembut tanpa perlawanan atau tanpa kekecewaan ketika mendengar berita itu. Ia tersenyum samar.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dalam kegelapan, Xie Ran membuka matanya dan memegangi kepalanya yang sakit. Hal pertama yang ia lihat adalah sosok pria tampan yang tidak asing. Ketika pandangannya jernih, dia baru menyadari bahwa itu adalah pria yang menyiksanya tiap malam akan pelatihan.
Menyadari dirinya tidur di pangkuan pria tersebut, Xie Ran terlonjak bangun dengan cepat. Dia ingat sekali lagi bahwa ia pingsan karena hantaman batu yang jatuh di dalam gua. Tapi saat itu tidak ada guru besar ini dan dia hanya sendiri.
Ketika pintu tertutup beberapa jam yang lalu, gempa terus terjadi mengguncang tubuh Xie Ran serta bebatuan yang runtuh.
Xie Ran menghindari bebatuan dengan cepat, tapi siapa sangka bahwa di tempat ini sihir tidak bekerja. Xie Ran dengan terpaksa menghancurkan beberapa batu dengan kakinya sampai terluka dan menghindar keras.
Namun reruntuhan itu terus berlanjut sehingga dengan cerobohnya Xie Ran mendarat di bawah bebatuan yang akan runtuh. Xie Ran tidak tahu karena gelap. Itu sebabnya bebatuan itu menghantamnya sampai terkubur dalam reruntuhan tanpa bisa melawan.
Ketika terbangun, dia melihat Qu Xuanzi pada pandangan pertamanya setelah pingsan beberapa jam. Xie Ran tidak tahu apa pun lagi selain reruntuhan itu dan terbangun di paha Qu Xuanzi.
"Guru besar, sedang apa kau di sini?" Xie Ran bertanya sambil memijit kepalanya yang sakit. Batu itu mengenai kepalanya sangat keras sehingga rasa sakit terus menyengatnya. Tidak gegar otak dan mati sudah disebut keberuntungan.
"Jika aku tidak datang, kau sudah menyatu dengan batu cepat atau lambat." Qu Xuanzi menyahuti acuh tak acuh. Dia merasa pertanyaan Xie Ran tiap kali dia datang selalu sama seolah tidak diperbolehkan keluar dari liontin untuk melihatnya.
Xie Ran tidak tahu apa yang dipikirkan Qu Xuanzi tentangnya dan hanya ber'oh' ria dalam hati. Menurutnya, Qu Xuanzi harus memastikan keamanannya sebagai kompensasi karena perjalanan selanjutnya dalam membuka segel memiliki bahaya besar. Tidak ada sesuatu yang aman di dunia ini.
Xie Ran tidak tahu itu. Gadis itu hanya tahu bahwa dia harus mengetahui sesuatu mengenai tempat ini apa pun yang terjadi.
Jika Tang Zhi sangat mengincarnya sampai merelakan Xie Ran tinggal di sebelah Xie Nu, maka tempat ini harus merupakan tempat di mana harta karun terpendam.
"Apa menurutmu di sini ada sesuatu selain batu?" Xie Ran bertanya-tanya. Dia sudah berjalan beberapa meter tapi tidak menemukan apapun selain lorong panjang yang gelap serta bebatuan.
"Seharusnya ada." Qu Xuanzi menjawab dengan santai. Dia berjalan di belakang Xie Ran dengan tenang tanpa kekhawatiran.
Jika Xie Ran berbalik ke belakang dan melihat betapa santai Qu Xuanzi setelah terperangkap di dalam gua misterius, dia akan mengutuk guru besar itu 7 turunan.
Sayangnya Xie Ran fokus pada jalan di depan. Tidak ada pencahayaan yang membuatnya terganggu dan tidak nyaman. Dia tidak bisa membuat obor karena semua barangnya ada dalam liontin sedangkan liontin tidak bisa dibuka.
Makin lama perjalanan makin jauh, Xie Ran tidak ingat berapa lama dia berjalan sampai kakinya pegal. Dia rasa sudah sangat malam, tapi gua ini tidak memiliki celah untuk melihat waktu di luar sana sehingga itu hanya spekulasi tak mendasar. Xie Ran sangat lelah!
"Guru besar, apa kau tidak lelah? Kenapa tidak kembali ke liontin?" Xie Ran berpikir bahwa Qu Xuanzi tidak bisa berada di sini apalagi dalam keadaan padatan jiwa. Itu bukan tubuh aslinya, pasti sangat menguras tenaga.
Tapi pemikiran Qu Xuanzi berbeda dari yang dipikirkan Xie Ran. Dia berpikir bahwa gadis tak berperasaan ini telah mengusirnya dan tidak membutuhkannya. Padahal dia bisa menggunakan kekuatannya untuk membuat cahaya atau pun mencari jalan, tapi gadis itu tidak memintanya sejak tadi. Itu sebabnya dia diam.
"Guru besar!" Xie Ran sedikit berteriak melihat Qu Xuanzi hanya diam menatapnya. Dia sudah sangat kesal. Tang Zhi menjebaknya kemudian terperangkap di dalam gua gelap dan tersesat, sekarang guru besar tertentu menganggapnya angin. Ini membuat emosinya melonjak dan ingin mengutuk tapi hanya bisa menelannya ke dalam perut.
Xie Ran menghela napas pasrah dan berbalik pergi. Dia lelah fisik dan batin. Mengapa dia harus bersama pria dingin ini? Gunung es itu selalu mengabaikannya! Jika bukan karena latihan, pria itu tidak akan bicara. Dia berakhir di abaikan ....
"Apa kau bisa melihat dalam kegelapan?" Qu Xuanzi tiba-tiba bicara. Tapi ucapannya membuat Xie Ran semakin kesal.
Xie Ran menghela napas menetralkan emosinya dan berbalik menatap Qu Xuanzi. Dia berkata dengan lemah seperti orang yang butuh dikasihani, "Bukankah sudah jelas? Aku tersesat dan tidak tahu jalan pulang. Aku bahkan tidak mendapat apa pun yang berharga. Aku terlantar ...."
"Kau butuh bantuan?"
"Apa yang bisa kau lakukan?" Xie Ran masih berpikir kondisi Qu Xuanzi sama seperti dirinya yang tidak bisa menggunakan sihir. Jadi, apa yang bisa pria itu lakukan tanpa sihir?
"Apa pun." Qu Xuanzi menjawab dengan enteng. Dia berharap Xie Ran membutuhkannya tapi gadis itu sama sekali tidak peduli.
"Obor mungkin. Meski aku bisa menyalakan api dari batu, tidak ada hal lain selain batu yang bisa mempertahankan api. Tanganku akan terbakar." Xie Ran berpikir percuma saja meminta langsung, Qu Xuanzi juga tidak bisa melakukan apa pun.
Tepat ketika Xie Ran memikirkan betapa tidak berdayanya guru besar itu, sebuah cahaya keperakan muncul menyilaukan mata Xie Ran. Xie Ran pikir itu adalah harta yang selama ini ia cari, tapi siapa sangka harta yang dia maksud adalah sebuah bola perak yang melayang di atas telapak tangan Qu Xuanzi.
Xie Ran melebarkan mata, berharap dirinya salah lihat. Tapi itu semua kenyataan. Dia tidak berharap Qu Xuanzi bisa menggunakan sihirnya untuk membuat bola kristal yang berkilauan dan mengeluarkan sinar perak sehingga seisi gua terlihat.
Itu berarti Qu Xuanzi bisa menggunakan sihir!
Qu Xuanzi bisa menggunakan sihir, tapi kenapa Xie Ran tidak bisa! Betapa tidak adil dunia ini padanya!
"Kenapa tidak bilang sejak tadi bahwa kau bisa menggunakan sihir?"
"Kau tidak bertanya."
"...."
Xie Ran terdiam untuk sesaat. Apa ini salahnya? Qu Xuanzi seolah menyalahkannya padahal pria itu tidak mengatakan apa pun padanya sejak awal. Bahkan pria itu tidak menjelaskan bagaimana dia bisa keluar dari liontin sedangkan dua Naga tidak bisa.
Xie Ran merasa tertipu berkali-kali. Andai pria itu mengatakan kebenaran sejak awal, Xie Ran tidak perlu berjalan tanpa tujuan seperti ini.
"Sudahlah, karena kau bisa menggunakan sihir, apa bisa mencari jalan?" Xie Ran memutuskan untuk bertanya saja. Dari pada Qu Xuanzi mengatakan bahwa dia tidak bertanya, lebih baik dia bertanya pada pria ini untuk berbagai hal agar tidak disalahi lagi.
"Ya."
"Bagus! Pimpin jalan!" Senyum Xie Ran melebar kembali bersemangat.
Qu Xuanzi mengangguk patuh dan berjalan mendahului Xie Ran tanpa banyak bicara. Dia masih tenang seperti biasanya.
Ketika akan melangkah mengikuti guru besar itu, Xie Ran mendapati beberapa hal berkilauan tertangkap mata tajamnya diantara kegelapan.
Mata Xie Ran berbinar dalam sekejap. Dia melangkah mendahului Qu Xuanzi dan berlari kecil ke arah dinding bebatuan yang memiliki beberapa benjolan kristal dengan mulut terbuka serta mata dipenuhi semangat.
Qu Xuanzi yang melihat tingkah tiba-tiba Xie Ran tidak tahu harus bagaimana lagi. Sebenarnya gadis itu sedang mengagumi batu biru yang terlihat seperti kristal. Sampai saat ini dia masih tidak mengerti apa saja yang membuat Xie Ran tak terkendali seperti itu selain makanan.
Xie Tan seolah telah melihat setumpuk harta. Menghitung berapa banyak batu biru yang dia temukan dan menghitung pendapatan yang akan dia dapatkan setelah menjualnya. Otak uangnya segera berkumpul menjadi satu dan membayangkan banyak harta yang didapat.
"Meski tidak tahu apa nama batu ini, aku dapat merasakan energi spiritual di dalamnya walau samar. Ini bukan batu biasa. Apa kau tahu apa ini?"
Qu Xuanzi melihatnya sekali lagi. Wajahnya tetap tidak memiliki ekspresi seolah batu biru itu hanyalah mainan yang tidak layak di matanya. "Batu air mata safir, aku tidak berharap dapat menemukannya di sini."
"Benarkah? Bukankah ini batu langka? Aku harus mendapatkannya!" Xie Ran seolah telah tersuntik darah ayam. Itu membuat Qu Xuanzi mengerutkan kening merasa ada yang salah pada gadis satu ini. Apa ini gadis penuh dendam yang dia lihat sebelumnya? Apa dia adalah foodie kemarin?
Melihat Xie Ran akan merobek roknya untuk dijadikan tempat penyimpanan sementara bebatuan, Qu Xuanzi langsung menahan lengannya dengan kening mengkerut.
"Kenapa?" Xie Ran bertanya-tanya. Meskipun dia mengenakan rok, dia tetap mengenakan celana panjang. Qu Xuanzi tidak perlu bereaksi berlebihan.
Sayangnya bukan itu yang Qu Xuanzi pikirkan. "Hanya batu spiritual tingkat rendah, apa pantas membuatmu merobek pakaianmu?"
Xie Ran mengerjap mata. Batu spiritual? Pantas saja dia merasakan fluktuasi energi dari dalam batu. Ternyata batu spiritual!
Batu spiritual adalah bahan langka yang dapat digunakan sebagai bahan pembuatan senjata. Itu sangat mahal jika dijual. Meski hanya tingkat rendah, itu tetap berharga! Dia benar-benar telah menemukan harta karun!
Qu Xuanzi merasa perkataannya salah. Dia terlalu lama hidup dalam pengasingan sehingga tidak tahu selera manusia terlalu rendah. Bahkan hanya batu spiritual tingkat rendah masih dianggap berharga oleh manusia.
"Meski itu batu spiritual, di tempatku hanya digunakan sebagai lantai. Itu tidak berharga. Lebih baik mencari yang lain."
Xie Ran tertegun mendengarnya. Seberapa kaya Qu Xuanzi di masa lalu? Pria ini benar-benar tirani. Bahkan batu spiritual digunakan sebagai lantai yang terus diinjak. Bukankah itu pemborosan?
"Guru besar, terima kasih bimbingannya. Mungkin aku bisa menggunakan air mata safir untuk dijadikan lantai di kediaman dan menjual sebagiannya. Akan rugi jika tidak mengambil keuntungan ini." Xie Ran tersenyum lebar mengabaikan Qu Xuanzi hanya demi air mata safir. Dia merobek roknya begitu saja tanpa pertimbangan sehingga gaunnya tersisa selutut.
Dia mengambil semua bebatuan kecil itu dari dinding. Meski keras, dia tetap berusaha sehingga dibutuhkan beberapa waktu untuk mengambil satu air mata safir.
Ketika Xie Ran akan mengambil batu yang kedua, tiba-tiba seluruh batu air mata safir berjatuhan setelah sebuah sinar perak menghantamnya dalam satu gerakan. Bukan hanya batu air mata safir, ada beberapa batu berwarna merah seperti larva serta bebatuan lainnya yang memiliki energi spiritual. Semuanya adalah batu spiritual tingkat rendah.
Bagi Qu Xuanzi, itu semua tidak lebih dari bahan barang sehari-hari dan mudah di dapat. Tapi dia menjatuhkan semuanya agar Xie Ran dapat langsung mengambilnya tanpa memanjat terlebih dahulu.
Mata Xie Ran semakin berbinar. Uangnya bertebaran di mana-mana! Itu semua uangnya! Langit telah memberinya kesempatan menjadi kaya. Bahkan kekayaan Red Room bukan apa-apa di matanya sekarang. Xie Ran dapat membuat senjata dan menghasilkan uang. Dia menjadi kaya!
Dengan cepat Xie Ran mengumpulkan semua uangnya yang bertebaran. Di matanya itu sama sekali bukan batu tapi uang. Selain pecinta makanan dan pria tampan, dia adalah maniak uang! Uang adalah segalanya. Bahkan dia membunuh untuk mendapat uang demi bertahan hidup. Red Room membayarnya dengan gaji besar tiap bulan.
Meskipun Xie Ran pecinta uang, dia tidak sembarangan menggunakan uangnya. Dia hanya akan menggunakan uang itu untuk sesuatu yang bermanfaat seperti makan. Bukan menghamburkannya untuk bersenang-senang dengan cara yang tidak baik. Dia juga tidak mudah mengeluarkan uang alias irit. Tidak irit tidak kaya, itulah motonya. Tapi dia suka diberi julukan si pelit oleh beberapa orang yang tidak dipinjami uang.
Jika saja Qu Xuanzi tidak mengetahui latar belakang Xie Ran yang sebenarnya di kehidupan lampau, dia pasti akan semakin bingung dengan sikapnya yang pecinta uang ini padahal selama empat tahun hidup menjadi bodoh. Dulu Xie Ran sangat kaya, sekarang dia miskin. Sangat wajar jika Xie Ran merindukan kekayaan dan sangat bersemangat melihat sumber keuangannya.
Sekarang Qu Xuanzi tahu, selain makanan, Xie Ran sangat menyukai uang!
"Lebih baik simpan itu untuk dibawa nanti. Aku merasakan fluktuasi energi yang lebih tinggi di dalam sana."