The Emperor God Wife Is Naughty

The Emperor God Wife Is Naughty
82. Tamparan 'Ringan'



"Ayah~" Xiao Caihong berlari ke arah Qu Xuanzi, langsung meminta digendong. Aksinya membuat semua orang terkejut sampai tidak bisa berkata-kata terutama Naga Azure. Baru kali ini ia melihat seorang anak kecil begitu berani di depan Kaisar Langit.


Awalnya Naga Azure berniat menarik Xiao Caihong agar tidak disakiti Qu Xuanzi. Tapi prediksinya salah besar. Qu Xuanzi justru mengangkat Xiao Caihong ke gendongannya membuat Naga Azure semakin tidak percaya.


"Wanita jahat! Menjauh dari ayahku!" Xiao Caihong memperingati sambil menunjuk mereka satu per satu. Mungkin enak jika memakan mereka. Sayang, ibunya tidak mengizinkan Xiao Caihong memakan orang.


Li Ningzhi tersenyum kecut. "Tuan Muda, anakmu sangat tampan sepertimu."


"Paman Naga~" Xiao Caihong mengabaikan Li Ningzhi dan melambaikan tangan pada Naga Azure.


Itu cukup membuat Naga Azure semakin tidak percaya bahwa anak kecil ini tahu identitasnya. Apa dia benar anak tuannya? Berapa banyak hal yang ia lewatkan? Bagaimana dengan Nona Xie?! Memikirkannya membuat kakinya gemetar tidak bisa membayangkan bagaimana mereka bertengkar nanti.


Ada Xiao Caihong sudah pasti ada Xie Ran, Qu Xuanzi mencoba mencari, pandangannya terhenti pada salah satu pohon besar di mana seorang gadis berpakaian putih sedang duduk menonton dan melambaikan tangan. Sepertinya gadis itu sangat menikmati tontonannya.


"Ibu, cepat kemari! Ada wanita jahat yang mau rebut Ayah!" Xiao Caihong berteriak ke arah pohon tersebut setelah Qu Xuanzi membisikkan sesuatu.


Itu persis membuat Xie Ran mengutuk anak satu itu berkali-kali karena telah memanggilnya terang-terangan. Ia terpaksa harus datang.


Naga Azure semakin terkejut melihat kehadiran Xie Ran yang pura-pura tidak tahu. Rupanya anak kecil ini anak mereka. Kenapa ia tidak tahu? Kenapa ia tidak pernah melihatnya? Dalam sekejap, ia merasa lega menyadari bahwa ia telah salah paham.


Xie Ran sampai di lokasi kejadian dan langsung menatap Xiao Caihong datar. Sedangkan Xiao Caihong malah berpura-pura tidak melihat.


"Nona Xie, kamu ke mana saja?" Naga Azure benar-benar bersyukur sekarang. Ia menatap Xie Ran bagai menatap penyelamatnya.


"Jalan-jalan." Xie Ran bicara acuh tak acuh. Apa yang harus dilakukan di sini? Ia datang untuk menonton, tapi siapa sangka harus main juga.


Ia melihat Li Ningzhi dan dua wanita lainnya. Orang ini tidak bermaksud baik sejak awal, sayangnya Naga Azure terlalu bodoh mempercayainya. Kemudian pandangannya terarah pada Qu Xuanzi.


"Ada hal penting, kita harus bicara." Xie Ran cukup terburu-buru sekarang.


Qu Xuanzi mengangguk, mereka akan pergi, tapi Li Ningzhi segera menghentikan mereka. "Nyonya, aku lihat auramu tertutupi sesuatu. Apa baru saja dari Kota pedalaman?"


Xie Ran menatapnya penuh tuntutan. "Bagaimana kau tahu?"


"Kota pedalaman sedang dilanda wabah, akan terlihat jejak auranya ketika keluar dari sana. Nyonya, kamu membawa anak kecil ke tempat itu, apa tidak takut?"


Xie Ran tak acuh mendengarkannya dan menghela napas. "Apa urusannya denganmu? Kau berpikir aku tertular?"


"Bukan seperti itu. Akan lebih baik jika membersihkan diri terlebih dahulu sebelum menyebar di tempat ini. Demi keamanan bersama, alangkah baiknya jika mematuhi aturan. Itu adalah aturan Shuiyang." Li Ningzhi mencoba memberi kesan baik pada semua orang.


Xie Ran mengangguk paham. Dugaannya benar, orang-orang ini hanya tahu tempat itu terkena wabah, bukan racun. Jadi ia hanya bisa bersikap seolah itu benar-benar wabah daripada disalahpahami.


Hanya dalam satu jentikan, ia kembali bersih dan aura kota pedalaman sebelumnya hilang digantikan kemurnian. Auranya jauh lebih bersih dan kuat di bandingkan sebelumnya. Itu membuat Li Ningzhi berpikir bahwa Xie Ran bukan orang biasa.


"Sudah?" tanya Xie Ran.


"Nyonya, kamu dari hamparan wabah itu, tetap saja auranya sudah terlanjur di kota. Ditambah kamu membawa anak kecil ke sana, di sana bukan tempat untuk bermain-main." Li Ling'er, si kakak Li Ningzhi berkomentar dengan berani. Ia sudah tidak suka semenjak Xie Ran datang baik sebagai istri idolanya atau gadis biasa. Xie Ran terlalu cantik bagi mereka, itu membuat mereka sangat kesal.


Wajah Xie Ran menjadi dingin seketika. "Kau mengajariku?"


"Kamu seharusnya tahu kesalahanmu. Jika anakmu tertular wabah, apa yang bisa kau lakukan? Tuan juga yang harus menyelesaikannya karena ulahmu."


Xie Ran berusaha tetap tenang menghadapi orang bodoh ini. Tenang, mereka hanya orang bodoh yang dibutakan. Ia tidak perlu bertindak keterlaluan.


"Lalu apa hubungannya denganmu? Jika kau takut, tidak perlu datang hari ini atau esok."


"Kau!" Ia melototi Xie Ran, namun tatapan dingin dan tajam Xie Ran membuat rasa takutnya muncul tiba-tiba hingga tubuhnya bergetar dan mundur ke belakang adiknya.


Melihat keadaan memburuk, Li Ningzhi menengahi. "Nyonya, kakakku ceroboh dan tidak sopan, aku meminta maaf atas namanya."


"Jangan menatapku seperti itu, aku tidak suka matamu." Xie Ran lebih tidak menyukai wajah ganda Li Ningzhi yang sok polos. Ia tentu tidak bodoh bahwa Li Ningzhi mencoba menggunakan kakaknya yang bodoh untuk memprovokasinya dan ia menjadi penengah yang baik hati agar dapat menarik perhatian Qu Xuanzi.


"Maaf jika Nyonya tidak menyukai Ningzhi." Li Ningzhi masih mempertahankan wajahnya agar tidak dipermalukan.


Xie Ran mendengus, bisa-bisa ada orang yang lebih tidak tahu malu di sini. Ia pikir dirinya sudah cukup tidak tahu malu.


"Nyonya, hati Nona Kedua lembut seperti kapas, bagaimana kau bisa mengatakan hal seperti itu padanya? Kau menjatuhkan harga dirinya." Pelayan di sisi Li Ningzhi membela majikannya dan mencoba mempersulit Xie Ran.


"Jangan seperti itu, bagaimana pun, dia lebih kuat dari kita." Li Ningzhi mengakui Xie Ran lebih kuat darinya. Itu sebabnya ia tidak boleh menggunakan cara sembrono seperti Li Ling'er.


"Nona, dia menindasmu!"


"Adik, kau jangan terlalu baik padanya."


Li Ningzhi semakin dibuat sekasihan mungkin hingga menarik perhatian. Ia adalah gadis yang terkenal di kota dengan raputasi terbaik sehingga banyak yang mengenalinya, bahkan membelanya. Melihat Xie Ran yang 'menindasnya' membuat mereka marah.


Diam-diam Li Ningzhi tersenyum penuh kemenangan. Ia melihat Xie Ran yang tetap tenang menjadi tidak puas. Kenapa dia setenang itu? Di tambah lagi, Qu Xuanzi sama sekali tidak memiliki reaksi apa pun apalagi peduli. Ia semakin tidak senang.


Ia kembali terlihat menyedihkan. "Nyonya, sekali lagi aku minta maaf atas nama orang-orangku." Ia berpikir bahwa Xie Ran tidak didukung siapa pun. Bahkan Qu Xuanzi hanya diam dan berpikir pria itu sudah kesal pada sikap Xie Ran. Bagainana pun, pria lebih suka pada wanita yang baik dan lemah lembut seperti dirinya.


Xie Ran tidak peduli lagi dan akan pergi, namun tiba-tiba Li Ling'er melancarkan serangan padanya hingga Xie Ran harus bereaksi lebih cepat.


Ia menangkap lengan Li Ling'er dan memutarnya di tempat sampai patah. Ia bahkan tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga untuk mematahkan tulang lunak itu yang bagai mematahkan ranting.


Setelah mendengar Li Ling'er berteriak sakit karena tangannya patah, Xie Ran mendorongnya dengan keras hingga menubruk Li Ningzhi dan pelayannya. Mereka jatuh di depan umum.


"Kalian yang memulainya." Xie Ran menghedikkan bahu acuh tak acuh.


"Bukankah kau kelewatan?" Pelayan mereka marah sambil membantu kedua nona muda itu.


"Aku bahkan belum menggunakan seperempat kekuatanku, apa bisa disebut kelewatan?"


"Kau! Lihatlah kondisi Nona kedua dan Nona pertama. Kau menyinggung keluarga Li, tidak akan baik untukmu. Kau akan hancur!"


"Mengadulah, sudah lama aku tidak bertarung. Tanganku gatal butuh pemanasan." Untuk mengalahkan Di Yushi.


"Nyonya, aku tidak melakukan kesalahan padamu, mengapa kau begitu jahat?" Li Ningzhi sudah mengeluarkan air mata. Ia memang cukup perih karena dahinya terluka karena terbentur tadi.


Xie Ran hanya memutar bola mata sebelum akhirnya orang-orang berdatangan membela Li Ningzhi yang baik dan polos di mata mereka. Mereka mengajukan protes bersamaan dan terang-terangan mendukung Li Ningzhi yang terlihat lemah.


"Ck, orang-orang bodoh," gumamnya. Ia sudah jengkel dengan situasi ini. Ketika ia melirik ke arah di mana Qu Xuanzi berada berniat meminta dukungannya, pria itu sudah menghilang entah ke mana. Pada saat itu Xie Ran baru ingat bahwa Qu Xuanzi masih marah padanya tentang kemarin.


Melihat Qu Xuanzi yang pergi tiba-tiba membuat Li Ningzhi senang. Ia berpikir bahwa Qu Xuanzi sudah muak dan tidak peduli lagi. Mereka akan cerai cepat atau lambat.


"Nona Xie, butuh bantuan?" Naga Azure menawarkan bantuan.


"Tidak perlu. Suasana hatiku buruk dan ingin memukul orang." Xie Ran meregangkan jari-jarinya sampai terdengar suara derakkan. Kira-kira berapa banyak yang menantangnya?


"Nyonya, karena kamu telah mematahkan tangan Nona Pertama Li, maka jangan salahkan aku bertindak kasar padamu." Seorang pria tiba-tiba menjadi pahlawan kesiangan dan langsung menyerang. Xie Ran terlihat lemah, apalagi dia baru saja menerima serangan Li Ling'er, sudah pasti dia yang menang.


Namun yang terjadi selanjutnya membuat siapa pun tertegun. Sebuah tinjuan mendarat begitu cepat ke wajah pria itu hingga terbang sejauh ratusan meter. Ketika mereka berpikir bahwa gadis itu dibantu orang lain, mereka semakin tidak percaya saat melihat Xie Ran yang berdiri sendiri dengan tenang seolah bukan ia yang melakukannya.


"Dia bahkan tidak memiliki kualifikasi berada di peringkat bumi Akademi Tianshang." Xie Ran berdecak miris.


"Nona, kamu yang terlalu kuat." Long Long merasa prihatin dengan pria kesekian yang dikirim terbang itu.


"Aku belum bisa mengalahkan Qu Xuanzi, mengapa disebut kuat?" kata Xie Ran dengan bodohnya.


"Enn, itu hal yang berbeda." Long Long memilih menyerah.


Pelayan Li Ningzhi tiba-tiba membuat pengumuman. "Siapa pun yang dapat mengalahkan wanita ini, maka keluarga Li akan mendukung keluarga kalian! Ini perintah dari Nona Pertama!"


Semua orang langsung rusuh mendengar pengumuman itu. Mereka langsung datang untuk menantang dan merasa marah begitu mendengar aduan pelayan itu mengenai Xie Ran yang menindas nona mereka. Mereka langsung menantang dengan kedok keadilan.


"Nyonya, kamu telah memprovokasi orang yang salah. Terima akibatnya!"


Korban kedua ....


"Aku akui kamu memiliki kemampuan, tapi aku ingin tahu bahwa keluarga Li tidak bisa disinggung oleh gadis sepertimu!"


"Kamu hanya seorang wanita biasa, apa yang hebat? Mereka terlalu lemah—uggh."


Korban keempat ....


"Siapa lagi?" Xie Ran masih berdiri tegak di tempatnya dengan tenang seolah empat korban itu bukan ia yang melakukannya. Semua orang tercegang melihatnya hingga menjadi ragu.


Melihat orang-orang yang ragu, Li Ling'er langsung membuat kegaduhan lagi. "Kenapa ragu? Dia hanya seorang wanita, apa kalian selemah itu? Jika tidak bisa individu, maka berkelompok!"


"Benar, kita serang dia berkelompok!"


"Tegakkan keadilan Nona Li!"


Xie Ran ingin tertawa melihat orang-orang bodoh ini. Ia hanya diam di tempat selagi orang-orang itu membuat kelompok dan bekerja sama menghajarnya.


Xie Ran tidak perlu banyak membuang energi dengan menggunakan sihir. Ia hanya pergi melangkahkan kakinya dan pandangannya melambat seketika. Langkahnya menjadi begitu cepat ke arah kelompok yang menyerang itu dan mengirim mereka semua terbang bersama.


Sebanyak 15 orang terbang di udara dan mendarat dengan suara derakan tanah. Itu membuat semakin banyak yang ragu dan mulai bertanya-tanya siapa perempuan ini sebenarnya. Mereka tidak dapat melihat tingkat kultivasinya seolah gadis itu sama sekali tidak bisa berkultivasi. Tapi sepertinya bukan karena tidak bisa berkultivasi, melainkan tingkatan kultivasinya jauh lebih tinggi dari mereka!


"Nyonya, boleh tahu tingkat kultivasimu?" Salah satu orang yang tidak ikut bertarung mencoba bertanya.


Xie Ran menatapnya dan tersenyum misterius. "Bagaimana jika kukatakan aku sudah profesional lanjutan di umur 17, apa kalian percaya?"


Mereka tercegang sekali lagi. Apa gadis itu bercanda? Profesional lanjutan di umur 17 tahun hanya mimpi! Mereka jelas tidak percaya dengan hal konyol itu.


"Aku tahu kalian tidak percaya, aku tidak memaksa. Aku hanya minta tolong jangan ganggu aku." Xie Ran heran, kenapa orang-orang selalu percaya dengan kebohongan tapi tidak percaya dengan kebenaran? Sangat bodoh.


"Nyonya, kami buta sebelumnya. Jangan diambil ke hati." Salah seorang langsung membujuk.


"Ya, mereka yang bodoh telah meremehkan Nyonya. Kedepannya, Nyonya bisa tinggal dengan tenang."


"Kalian buta? Dia hanya seorang rakyat biasa! Mana ada profesional lanjutan di unur 17 tahun!" Li Ling'er meraung membuat para warga tidak menyukainya dan mencibirnya. Reputasinya hancur seketika.


Xie Ran tidak berniat melanjutkan perselisihan dan berfokus pada masalah pribadinya. "Kalau begitu, aku pergi dulu." Ia masih belum meredakan amarah guru besar tertentu!


"Sekarang kalian semua bubar!"


Naga Azure langsung menegaskan dengan menekankan auranya membuat kerumunan bubar seketika. Tentu kecuali tiga wanita malang yang kehilangan wajahnya itu.


Li Ningzhi mengepalkan tinju dan menggertakkan giginya. Rencananya gagal karena orang itu!


"Aku akan membalasmu."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Apa yang harus kulakukan?" Xie Ran memojok sedih di sudut ruangan. Sebelumnya ia bertemu dengan Qu Xuanzi, tapi pria itu bersikap dingin padanya. Jadi ia hanya bisa menceritakan masalah yang terjadi di pedalaman kota dan pergi dengan lesu. Benar-benar buruk.


"Nona Xie, kenapa kau di sana?" Ann Rou bertanya-tanya apa yang dilakukan Xie Ran di sudut ruangan dan memojokkan diri seperti anak kesepian.


"Ann Rou ... Xuanzi tidak mau mendengarkanku ...."


Ann Rou menghela napas dan menghampiri, menarik Xie Ran ke kursi lalu duduk untuk bertukar pikiran.


"Sebenarnya, aku tidak tahu masalah apa yang terjadi pada kalian. Sejak kemarin, Yang Mulia keluar penginapan sendiri dan mengacaukan paviliun anggrek sampai bangkrut. Kami langsung membawanya ke tempat ini—yang sudah dibeli—untuk menenangkan diri. Apa yang terjadi pada kalian?" Ann Rou penasaran.


"Jadi kau belum tahu," sahut Xie Ran menghela napas. Ia pun menceritakan kronologinya panjang lebar disertai emosi. Tentu ia tidak menceritakan bagaimana Qu Xuanzi 'menghukum' di kamar. Itu hanya akan membuatnya malu.


Ann Rou mengangguk-angguk paham dan menyimpulkan bahwa Qu Xuanzi cemburu berat. "Sebenarnya, Yang Mulia kesal padamu karena menggoda pria lain, sedangkan kau tidak pernah sedekat itu padanya."


"Sedekat apa?" Xie Ran tidak mengerti. Bukankah ia dan Qu Xuanzi sangat dekat? Kenapa masih dianggap memiliki jarak?


"Kau pikirkan sekali lagi apa yang kau lakukan di rumah bordil." Ann Rou yakin Xie Ran hanya mengorek informasi, tapi sepertinya caranya itu yang membuat Qu Xuanzi kesal.


"Aku tidak melakukan apa pun selain bertanya. Mereka menyuapiku dan memijatiku, apa salahnya? Aku juga tidak mengatakan hal aneh atau ambigu, aku sungguh tidak tahu ada salah di mana." Xie Ran jujur. Ia sepanjang hari memikirkan apa yang membuatnya kelewatan.


Ia pikir, dekat-dekat dengan pria lain dan membiarkan mereka menyentuhnya sudah cukup kelewatan karena Qu Xuanzi pernah mengatakan akan membunuh pria yang dekat-dekat dengannya. Qu Xuanzi tidak membunuh mereka sudah termasuk menahan diri untuk tidak menyebabkan masalah.


"Apa kau mabuk di sana?"


"Tidak."


"Apa kau menggoda mereka untuk mendapat informasi?"


"Itu ... kenapa aku merasa kau malah menginterogasiku, bukan menyelesaikan masalah." Xie Ran mengerutkan kening.


Ann Rou menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Aku ingin tahu supaya ada solusinya."


Xie Ran mengangguk percaya dan berusaha mengingat-ingat. "Sepertinya pernah ada ...."


Kembali ke pengalamannya di Paviliun Anggrek, ia hanya makan apa yang diberikan para pria cantik itu. Ia tidak melakukan hal lain selain bertanya dan memancing mereka menjawab pertanyaan dengan jujur.


Tapi ia tidak pernah minum, atau dia memang tidak sadar telah sedikit minum sehingga harus mengingatnya baik-baik ingatan samar itu.


"Kamu, si hanfu biru ... aku pikir kau lebih cantik dibandingkan pria lainnya. Wanita cantik juga kalah olehmu. Bahkan Di Yushi yang kalian sebut terbaik, bukan tandinganmu." Xie Ran mengusap wajah pria itu dengan senyuman paksa yang terlihat sangat manis.


"Nona muda, apa hanya dia yang terlihat bagus? Bagaimana denganku?"


"Tentu saja kamu juga cantik. Kalian semua tampan sekaligus cantik. Aku tidak bohong." Xie Ran bicara dengan tenang dan tersenyum penuh percaya diri.


"Ah, nona bisa saja. Aku jadi malu."


"Nona yang terbaik! Jadi sayang."


"Aku yang paling menyayangi nona."


"Nona, siapa yang nona paling sayangi?"


"Tentu kalian semua!" Xie Ran bicara dengan nada tinggi.


Mengingat itu membuat Xie Ran terdiam sekali lagi dan mengutuk berkali-kali. Tidak, itu bukan dia. Mana mungkin ia begitu tidak tahu malu dan pandai merayu? "Sepertinya aku mabuk saat itu."


Ann Rou menghela napas dan menepuk dahinya. "Pantas saja Yang Mulia marah."


"Hanya masalah pria cantik dan tampan. Apa salahnya? Juga ... aku tidak sungguh-sungguh mengatakannya. Aku terpaksa! Tentang aku menyayangi mereka, itu bohong,  justru aku lebih menyayangi diriku sendiri." Xie Ran memelas.


"Nona Xie, jika kamu mengatakan hal itu pada Yang Mulia, suasana hatinya tidak akan membaik."


"Lalu bagaimana?"


"Buat dia melupakan kesalahanmu, dengan begitu dia akan bersikap normal lagi, atau bahkan lebih baik dari sebelumnya."


"Pakai bahasa manusia." Xie Ran sama sekali tidak mengerti masalah ini.


"Nona Xie, bukankah kau tidak menyukainya? Kenapa kau ingin membujuknya dan merasa bersalah? Kau juga mempermalukan gadis tadi." Ann Rou tersenyum jahil membuat Xie Ran gelagapan.


Xie Ran mengerjap mata. "Itu ... hanya respon spontan. Aku tidak suka Li Ningzhi dan orang-orangnya itu. Berani sekali mengajariku apa yang benar dan salah, mereka pikir aku bodoh? Aku itu sedang menyelamatkan wajahku yang tercoreng. Lalu, aku membujuk Qu Xuanzi karena hanya dia dukunganku. Jika dia terus marah padaku, aku tidak memiliki dukungan lain. Teman-temanku terlalu jauh dari sini. Lagi pula, aku hutang budi padanya."


"Tidak perlu dijelaskan sedetail itu." Ann Rou masih setia dengan senyum jahilnya.


"Kau serba salah." Xie Ran berdecak sebal. Kenapa Ann Rou selalu saja menggodanya, bukan memberinya solusi!


"Kau ingin solusi?" Dou Dou tiba-tiba muncul bersama dengan Li Chen dan Naga Azure. Mereka jelas sudah mendengar masalahnya barusan.


"Apa?" Xie Ran menatap mereka bertanya-tanya.


Mereka berempat memasang senyum misterius membuat Xie Ran semakin penasaran. Apa sebenarnya yang mereka pikirkan?