
Matahari memancarkan sinar cerah memenuhi Kota Ye. Di sebuah restoran, tujuh manusia berkumpul untuk makan pagi sebagai pembukaan hari sebelum menerima berita penting dan menerima hadiah turnamen.
Mereka makan sambil berbincang mengenai beberapa hal. Hanya Xie Ran yang sejak tadi bergelut dengan pikirannya akan berbagai pertanyaan yang sudah jelas sudah ada jawabannya.
Xie Ran masih saja memikirkan tentang 'mimpi' semalam yang begitu nyata. Ia tidak bisa menyentuh roh, tapi roh bisa menyentuhnya. Sebenarnya itu tidak perlu dipikirkan karena itu hal biasa mengingat film horor yang ia tonton di mana hanya hantu yang dapat menangkap manusia. Tapi yang paling ia pikirkan sekarang, apa semalam ia benar-benar mimpi?
Pagi tadi, semua lukanya sembuh secara ajaib. Bahkan teman-temannya heran dengan kecepatan penyembuhan Xie Ran yang tiba-tiba bisa melompat-lompat dan tidak demam lagi. Xie Ran sendiri heran.
Setelah diingat-ingat, ia mengalami mimpi aneh dan ada Qu Xuanzi di sana. Tapi mimpi itu terasa nyata, ia mengingatnya dengan pasti bagaimana Qu Xuanzi menciumnya sepihak hingga Xie Ran memukul bayangannya yang tembus.
Kemudian karena lukanya yang hampir menyebabkan tetanus, ia memutuskan menggunakan metode energi murni untuk meregenerasinya ... dan ciuman itu ... prosesnya ....
"Xiao ... Xie Ran, wajahmu memerah. Apa kau demam lagi?" Mei Liena meletakkan tangannya ke dahi Xie Ran namun suhunya normal.
Xie Ran memegang wajahnya yang merah seperti tomat. Ia ingin menangis karena malu. Oleh karena itu, ia langsung makan dengan cepat tanpa takut tersedak.
"Apa yang kau pikirkan?" Zhong Xiaorong penasaran mengapa wajah Xie Ran memerah tiba-tiba tanpa ada yang merangsangnya.
"Aku ... bermimpi 'hantu'." Xie Ran menyatakan dengan berat hati. Ia pikir itu aneh. Mimpi hantu tapi wajahnya memerah?
"Apa 'hantu' bisa membuatmu memerah?" Yan Yao semakin penasaran 'hantu' apa yang dimaksud Xie Ran.
"Kupikir ... mungkin karena 'hantunya' tampan."
"Setampan apa? Apa ada salah satu di antara kami?" Liu Chang bersemangat dan melirik tiga pria di sisinya.
Xie Ran menatap mereka satu per satu. Mereka sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan Qu Xuanzi hingga ia langsung menggeleng.
"Aku pikir ... lebih baik aku tidak bertemu dengannya untuk saat ini. Bukannya aku takut hantu ... tapi ...." Xie Ran gelisah kembali. Ia sangat malu hingga wajahnya semakin memerah.
"Apa dia melakukan sesuatu yang tak senonoh?" Zhou Kui bertanya.
Xie Ran menggeleng cepat. "Dia ... sangat narsis. Kadang memiliki aura dingin dan berbahaya, tapi kadang membuatku kesal. Sepertinya dia menggunakan sihirnya hingga membuat otakku mati dan tidak bisa berpikir untuk melarikan diri. Aku merasa ... ingin terbunuh."
"Apa kau bertarung dengannya?" Zhong Xiaorong penasaran.
Xie Ran menggeleng. "Kalaupun bertarung, aku bukan lawannya. Aku sendiri tidak yakin apa itu mimpi atau bukan."
"Seseorang menyusup kamarmu? Yan Yao, kau bertugas berjaga, kenapa membiarkan seseorang masuk?" Zhou Kui langsung memukul bahu Yan Yao.
"Aku tidak tahu ...." Yan Yao membela diri. Ia tertidur saat itu, jadi tidak tahu apa pun.
Xie Ran menatap mereka malas. Bahkan jika Yan Yao terjaga, ia tidak bisa melacak keberadaan Qu Xuanzi. Bahkan Xie Ran yang memiliki persepsi tajam tidak bisa melacaknya.
"Kau tahu siapa orang itu?" Pei Xi bertanya.
Xie Ran menatapnya bodoh. Tentu ia tahu siapa orang itu yang masuk ke kamarnya tanpa izin dan menciumnya sebagai 'pelajaran' untuk tidak dekat-dekat dengan pria lain. Kemudian mengatakan bahwa Xie Ran adalah miliknya seorang yang membuat Xie Ran merasa otaknya telah jatuh menjadi idiot. Xie Ran hanya ingin menjadi milik diri sendiri!
"Tentu aku tahu, tapi dia terlihat seperti hantu gentayangan yang tidak dapat diraih." Xie Ran bicara tanpa beban sambil mengunyah makanan. "Aku pikir, dia sedang mengawasiku sekarang melalui cctv yang memberitahu semua seluk beluk keberadaanku secara detail dan rinci. Aku yakin dia mengetahui porsi makan harianku dan tahu apa yang kubicarakan."
"Kau mengatakannya 'hantu', apa tidak akan membuatnya marah? Apa dia orang Klan Xie." Mei Liena agak cemas memikirkan tentang Klan Xie.
"Sayangnya bukan. Kubilang, dia itu 'hantu gentayangan'." Xie Ran menekankan kata-katanya. Wujud Qu Xuanzi semalam sangat persis seperti hantu gentayangan.
Kemudian, seseorang datang memberi kabar dan menyebarkan surat kabar. Surat kabar sampai di meja mereka sedangkan orang itu memberitahu berita secara singkat.
"Berita penting! Kediaman Keluarga Ye terbakar tadi malam. Tidak ada yang tersisa selain Ye Ming yang kehilangan kewarasannya dan putranya yang lumpuh. Penyebab kebakaran tidak diketahui. Banyak yang mengira pelakunya adalah Iblis, ada juga yang mengatakan Klan Xie yang melakukannya karena Ye Ming ingin membunuh Nona Xie. Tapi untuk kebenarannya, pengawas kekaisaran akan memeriksanya lebih lanjut. Jika dalam sebulan tidak ditemukan, maka kasus ini akan ditutup."
Semua orang kembali ricuh akan berita yang beredar dan membaca surat kabar yang dipenuhi dengan berbagai berita tentang Ye Ming yang berkonklusi dengan Iblis, sampai kediamannya terbakar tanpa sisa.
Xie Ran membacanya dengan teliti. Kemudian mengingat hal semalam di mana Qu Xuanzi pergi setelah ciuman panas yang membuatnya memerah seharian. Pria itu hanya mengatakan bahwa ada sesuatu yang belum terselesaikan. Xie Ran jadi curiga.
Selagi teman-temannya berdiskusi dan kesal karena Xie Ran dituduh macam-macam, Xie Ran memikirkan penyebab hancurnya Keluarga Ye mengabaikan semua rumor.
"Bisa saja Keluarga Ye memiliki musuh yang ingin menyingkirkan mereka apalagi setelah mmberkonklusi dengan Iblis. Bukankah begitu, Xie Ran?" Zhong Xiaorong melirik Xie Ran yang sejak tadi hanya diam sambil mengelus dagunya.
"Bagaimana menurutmu?" Pei Xi bertanya. Kenapa Xie Ran tidak marah ketika dituduh?
Menyadari teman-temannya yang memperhatikan, Xie Ran menetralkan ekspresi berpikirnya dan menghela napas. Sepertinya ia memang sudah tahu jawabannya. "Sepertinya, ini memang ulahnya."
"Siapa?"
"Sudah kubilang, 'hantu' itu tahu apa yang terjadi padaku selama ini. Bahkan bawahannya yang paling setia begitu takut sampai ingin mati. Meskipun tidak ada bukti, aku tahu itu ulahnya." Xie Ran telah banyak mengenal Qu Xuanzi selama ini dan ia tahu bahwa pria itu sangat ditakuti. Mengenai apa yang dikatakan Ann Rou sebelumnya tentang Qu Xuanzi yang akan menghancurkan dunia jika terjadi sesuatu pada Xie Ran, ia yakin kebakaran bersih ini ulahnya.
"Kau masih bisa tenang ketika diintai 'hantu' mengerikan seperti itu?" Mei Liena agak terkejut mendengarnya.
"Dia tidak akan membunuhku. Mungkin, dia akan membunuh seseorang yang mencari masalah denganku."
"'Hantu' ini ... sangat memperhatikanmu. Apa dia masih muda?"
"Usianya ribuan tahun. Aku tidak tahu pasti, mungkin 10.000 tahun lebih," jawab Xie Ran.
Mereka mengangguk-angguk paham. "Sudah tua rupanya."
Xie Ran ingin tertawa mendengar gumaman mereka yang menganggap Qu Xuanzi sudah tua. Padahal ketika bertemu dengan pria itu, mereka berpikir Qu Xuanzi sekitar 20 tahun seperti Zhong Guofeng. Visualnya sangat menipu.
"Mungkin dia kakek leluhurmu," seru Yan Yao.
Ini lagi!
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Acara pembagian hadiah berlangsung, menunjukkan hadiah berupa 1.000.000 batu spiritual dan 7 inti roh hewan buas peringkat tinggi di berikan untuk 1 tim pemenang.
Akademi Tianshang mendapat semuanya dan langsung membawa semua hadiah mahal itu ke dalam cincing spasial masing-masing tanpa pemotongan anggaran Akademi karena itu milik murid. Setelah acara tersebut, mereka kembali ke kereta kuda dan melakukan perjalanan ke Kota Tianshang sedangkan Kota Ye telah mengadakan pemilihan Tuan Kota baru.
Perjalanan memakan waktu sebulan penuh untuk menuju Kota Tianshang. Setelah melalui puluhan istirahat dan perjalanan, mereka sampai dengan selamat dan disambut meriah oleh para murid Akademi serta Instruktur.
Tim utama terlebih dahulu mendapat apresiasi dan sorakan meriah. Mereka mengadakan pesta yang hanya terdiri dari murid Akademi Tianshang di dalam Akademi sekalian pemberian penghargaan atas nama baik Akademi ditambah hadiah ganda Xie Ran.
Kabar mengenai Xiao Ran adalah Xie Ran telah cepat menyebar. Mereka terkejut, namun juga kagum. Rupanya rumor Xie Ran yang manja itu terpatahkan menjadi Xie Ran yang kuat dan mengalahkan seseorang dengan benih iblis sekaligus mengungkap kebusukan Ye Ming. Dalam sekejap Xie Ran menjadi idola banyak orang.
Acara penghargaan berlangsung begitu meriah dan rela membeli batu rekam pertandingan demi melihat pertandingan ketika turnamen terutama pertandingan akhir. Tiap pertandingan selalu terekam di batu rekam dan akan diperbanyak serta dijual dengan harga tinggi. Tergantung kualitas rekaman gambar dan panjang video.
Pada kali ini, Pei Xi, Zhou Kui, Yan Yao, Liu Chang, Mei Liena, Xie Ran, dan Zhong Xiaorong menerima hadiah dari 4 Dekan Akademi. Hadiah pertama dari Dekan departemen sihir, berupa giok danau hitam. Giok berwarna hitam gelap yang berasal dari kedalaman sungai hitam di Hutan bintang bagian timur yang memiliki banyak hewan tingkat tinggi.
Kemudian Dekan departemen tempa memberikan Pedang kutub mutiara pengkristalan mutiara gua es utara dan ditempa oleh master tempa legendaris. Adapun dari Dekan departemen apoteker, mendapatkan bunga merah dengan energi kuat dan murni bernama bunga bulan darah dari Pegunungan Yan di selatan.
Ketujuhnya membungkuk berterima kasih. Ketiga benda langka itu akan sangat membantu untuk tiga dari mereka yang cocok dengan ketiga artefak itu.
Ketika saatnya pemberian hadiah dari Dekan Akademi, Xie Ran bersemangat memikirkan bagaimana ia mendapat hadiah yang dikhususkan untuknya ditambah Pagoda Kaca. Sebelumnya, ia akan mencoba membuat permintaan pergi ke Pagoda Kaca. Ia harap hadiah kali ini sama seperti tahun lalu sehingga bisa membuat permintaan yang sudah direncanakan.
Semua orang terkejut. Pagoda Kaca adalah bangunan utama yang menjadi pondasi Akademi Tianshang. Terdapat monster penjaga di bawahnya yang dapat mengguncang langit dan pernah membuat keributan beberapa waktu lalu. Selain itu, tidak ada yang tahu ada apa di dalamnya sehingga tidak ada yang berani berpikir pergi ke sana jika tidak ingin mati karena menerobos.
Tapi sekarang Dekan Akademi telah membuka pintu Pagoda Kaca menunjukkan bahwa Dekan Akademi sangat memperhatikan mereka. Betapa spesial ketujuh murid itu di mata Dekan!
Selagi semua orang terdiam karena terkejut, Xie Ran tersenyum penuh kemenangan dalam hatinya. Ia tidak perlu meminta, sajian sudah di depan mata. Itu melebihi ekspetasinya.
"Terima kasih atas perhatian Dekan." Mereka bertujuh tentu senang dan membungkuk. Kapan lagi dapat melihat monumen ternama yang menjadi simbol selama ratusan tahun?
Kemudian pandangan Dekan Akademi terarah pada Xie Ran. Tangannya memunculkan sebuah benda bercahaya yang cukup mencolok membuat semua orang terpana. Itu adalah sebuah mutiara sebening kristal dan memiliki energi kuat hingga beberapa orang merasa tertekan melihatnya.
"Ini adalah hadiah yang khusus kuberikan untukmu ketika pertarungan hidup dan mati. Air mata naga ini memiliki banyak manfaat, mulai sekarang menjadi milikmu."
Mutiara itu melayang di udara ke arah Xie Ran. Itu berhenti di atas Xie Ran tanpa kehilangan cahaya indahnya yang berkilauan. Xie Ran tersenyum puas melihat benda berkilauan yang memanjakan matanya.
"Terima kasih, Dekan." Xie Ran menyimpan mutiara itu dengan perasaan riang. Tapi ketika sebuah kenyataan terlintas di benaknya, kegembiraan itu berangsur netral. Hari ini terlalu lancar dan baik, takutnya ada sesuatu yang menunggu di depan. Seharusnya semua ini tidak semudah itu dan tidak selalu sesuai keinginannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari masih sore ketika acara penghargaan selesai. Xie Ran langsung pergi ke luar untuk mencari angin seorang diri. Tidak peduli apakah teman-temannya bingung mencarinya. Ia hanya ingin sendiri sekarang.
Tidak ada siapa pun di sekitar hingga lingkungan sangat sepi. Ia duduk bersila di atas rerumputan hijau dan mengolah energi murni yang mengalami kemacatan. Ia selalu gagal meningkatkan energinya selama ini. Keterbatasan qi di sekitar tidak cocok untuknya meningkat dengan cepat sehingga selalu mengalami kegagalan.
Xie Ran berpikir untuk pergi ke tempat ekstrem. Tempat terlarang dan berbahaya selalu memiliki kepadatan qi yang cukup baginya menerobos. Semakin bahaya suatu tempat, semakin pekat qi mengalir karena kemurnian unsurnya. Biasanya tempat itu jarang dipijak manusia, hanya hewan tingkat tinggi atau hewan iblis yang menempatinya. Satu lagi, harta di tempat seperti itu sangat berlimpah.
Ketika tengah fokus mengumpulkan qi, sebuah aura menyebabkan fokusnya terhalang dan ia membuka mata. Persepsinya mengatakan ada seseorang disekitarnya dan memiliki aura berbahaya. Apa keamanan akademi menipis sampai ada penyusup? Atau ada seseorang yang sengaja menargetnya?
Xie Ran berdiri dan mempertajam inderanya. Salah satu tangannya memunculkan sinar merah pekat sebelum akhirnya di ayunkan menyebabkan sinar merah melesat menembus semak-semak hingga mengeluarkan suara dentuman.
Keluarlah sosok serba hitam dari semak-semak barusan akibat serangan dan ia mengerang sakit. Sosok lainnya muncul dari arah belawanan, ia melompat langsung ke arah Xie Ran dengan pisau di tangannya.
Xie Ran menghindar, menggunakan pedang dan menyambarnya dengan cepat. Pedang Xie Ran berhasil menggores tubuh orang itu, tapi orang itu tidak runtuh dan malah terus menyerangnya.
Xie Ran menyadari satu hal. Darah mereka tidak merah melainkan hitam. Sedangkan makhluk berdarah hitam hanya ada satu di dunia ini. "Iblis(?)"
Entah bagaimana mereka berdua bisa ada di sini menyerangnya. Ia langsung menggunakan sihir utamanya melalui segel ke arah mereka. Kedua iblis itu berhasil menghindar dengan cermat lalu melepaskan sihir mereka mematahkan sihir Xie Ran.
Xie Ran melompat menghindari serangan balik tersebut. Ia berpindah tempat seperti kilat dan meluncurkan kekuatan mentalnya bersamaan. Kedua iblis itu seperti terikat oleh rantai dan runtuh ke tanah seperti hewan yang diikat.
Ia tidak ingin membuang banyak waktu. Ia menggunakan mimpi buruk kembali untuk membuat mereka mati tanpa harus mengotori tangannya. Namun sesuatu yang mengejutkannya terjadi lagi. Sosok yang menjadi ketakutan terbesar iblis muncul kembali yang membuat Xie Ran semakin bingung.
"Xie Ran!"
Teman-temannya datang dengan cepat dan terkejut melihat dua iblis yang sedang dilanda mimpi buruk. Pandangan Xie Ran yang awalnya kosong kembali lagi menatap teman-temannya.
"Mereka—"
"Penyusup." Xie Ran langsung menyela. Ia pergi menjauhi iblis yang sebentar lagi akan mati mengenaskan sedangkan teman-temannya hanya mengikuti dan menatap iblis itu ngeri.
"Kau yang melakukannya?" Yan Yao bertanya. Betapa mengerikan Xie Ran membunuh kedua iblis itu sendirian.
Xie Ran tidak menjawab, hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Sihir surgawinya sudah terungkap, ia tidak memiliki alasan lain untuk berbohong. Mereka seharusnya sudah menduganya.
"Sebentar lagi festival lampion akan dibuka. Kami mencarimu sejak tadi untuk melihat pembukaannya sebelum dimulai." Mei Liena mengajak Xie Ran.
"Xie Ran, tidak mungkin kau tidak tahu, 'kan?" Liu Chang pikir seharusnya Xie Ran tahu. Perempuan mana yang tidak menyukai festival lampion?
Xie Ran termenung sejenak. "Aku tahu festival lampion, tapi tidak tahu kalau festivalnya hari ini."
"Ah, kau terlalu tertinggal. Apa dipikiranmu hanya ada makan dan bertarung? Jangan katakan kau tidak pernah datang ke festival mana pun." Zhong Xiaorong menebak asal.
Xie Ran tidak menjawab tanda ucapan Zhong Xiaorong memang kenyataan. Xie Ran tidak pernah tertarik dengan sesuatu yang tidak ada hubungan dengannya, jadi biasanya ia hanya diam di rumah antara makan atau berlatih.
"Sudah kuduga." Zhong Xiaorong melemaskan bahu.
"Jangan tatap aku seperti menatap orang bodoh." Xie Ran berdecak sebal. Meski ia tidak pernah ke festival, ia tetap tahu apa saja di dalam saja. Menurutnya, itu semua membosankan, jadi dia tidak ingin datang.
"Kali ini kau harus datang. Di alun-alun terdapat pelepasan lampion malam ini dengan pasangan mereka. Kau harus ikut!" Zhong Xiaorong memaksa.
Xie Ran menggaruk hidungnya. "Aku tidak punya pasangan."
"Kau bisa pergi denganku. Tidak ada alasan kau tidak ikut." Pei Xi menekankan kata-katanya.
"Jangan pergi denganku, aku terlalu bodoh! Aku beban!"
"???"
Wajah Xie Ran semakin kusam. Masalahnya ia harus keluar sekarang karena ada sesuatu yang ingin diketahui. Ia harus bagaimana! "Apa benar-benar harus sepasang?" Xie Ran masih berusaha berpikir.
"Tidak juga." Liu Chang bicara dengan enteng.
"Kalau begitu, kalian sudah berenam menjadi tiga bagian. Aku tidak ada teman."
"Tapi, akan aneh jika melepas liontin dengan sesama pria atau wanita." Zhong Xiaorong tidak bisa membayangkannya.
"Kau pikir ini acara valentine!" Xie Rah sudah gemas dengan mereka semua.
"Valentine?"
Xie Ran mengerang kesal sampai ingin menggaruk dinding. Bagaimana ia bisa terlempar di dunia kuno ini! Meski sudah bertahun-tahun berada di sini, ia masih tidak bisa melepas kebiasaan bicara menggunakan bahasa yang campur aduk.
"Baiklah aku akan jujur, aku memiliki urusan lain dan harus pergi semalaman. Aku tidak memiliki waktu mengikuti festival dan kemungkinan akan kembali besok pagi di pagoda." Xie Ran nyaris pasrah.
"Terjadi sesuatu?" Pei Xi bertanya.
"Bukan masalah besar, tapi aku benar-benar harus menyelesaikannya. Jika tidak segera diselesaikan, akan menjadi masalah besar. Aku harus pergi sekarang."
"Apa benar-benar mendesak?" Zhou Kui mencoba membujuk.
"Xie Ran, ini adalah festival terakhir kita di akademi. Kita sudah dianggap lulus dan akan pergi." Mei Liena mengayunkan lengan Xie Ran memohon.
Xie Ran tidak tega pada mereka, tapi waktunya juga tidak banyak. Besok adalah hari besarnya juga selama di pagoda dan harus bertarung maksimal. Ia tidak memiliki waktu luang.
"Bersenang-senanglah." Xie Ran tersenyum dan melepas genggaman Mei Liena sambil menjauh. Sungguh ia tidak tega, tapi tidak memiliki pilihan lain.
"Hati-hati." Pei Xi mengingatkannya dan dapat senyuman dari Xie Ran.
Ia berkata pada mereka semua, "Lain kali kita berlibur bersama!" Setelahnya, Xie Ran langsung menghilang dari pandangan mereka begitu cepat.