
"Pertama-tama kita pemanasan!"
"Pemanasan?"
Enam manusia itu bingung dengan arahan yang diberikan Xie Ran. Mereka pikir pemanasan itu terpanggang di bawah sinar matahari. Tapi untuk apa? Mereka tidak melatih sihir api seperti Xie Ran.
Xie Ran menghela napas lemah. Ucapannya sejak tadi selalu tidak dipahami lima manusia kuno itu. Sejak memasuki Hutan, Pei Xi mengarahkan mereka ke tempat yang menurutnya aman kemudian memasang tenda.
Xie Ran hanya mengatakan beberapa hal saja yang harus dilakukan ketika berkemah karena dia yakin beberapa orang ini hidup dalam kemewahan dan tidak pernah hidup di alam liar terutama untuk Tuan putri seperti Zhong Xiaorong dan Tuan muda seperti Yan Yao. Liu Chang juga termasuk.
Pada akhirnya, Xie Ran menyerahkan segalanya pada Pei Xi dan Zhou Kui yang memiliki pengalaman, dia sudah lelah menghadapi orang kuno yang tidak paham istilah-istilah asing dari dunia modern.
Sekarang, setelah segala keperluan kemah selesai, Xie Ran meminta mereka melakukan pemanasan. Tapi yang didapat hanyalah wajah bertanya dan heran enam manusia itu.
"Pemanasan dilakukan agar tubuh tidak terkilir ketika melakukan sesuatu. Kalian hanya perlu melakukan peregangan biasa, setelah itu latihan sesungguhnya akan dimulai. Aku tidak ingin ada salah satu dari kita yang sakit karena latihan kali ini cukup berat."
Mereka semakin bingung. Peregangan apa? Apa itu? Mereka tidak tahu apa pun mengenai apa yang dikatakan Xie Ran. Pemanasan yang seperti apa sehingga menghindari tubuh terkilir?
Xie Ran melemaskan bahunya. "Sudahlah, ikuti saja aku tanpa protes. Lakukan dengan sungguh-sungguh!"
Mereka mengikuti gerakan aneh Xie Ran dengan canggung. Sedangkan Xie Ran memiliki wajah datar dan gelap, mereka memiliki wajah bodoh yang sangat mudah dibodohi. Mereka hanya mengikuti instruksi Xie Ran dengan benar selama beberapa gerakan aneh lainnya.
Kemudian, Xie Ran melakukan latihan fisik dasar untuk melihat kemampuan mereka untuk pelatihan yang ekstrem. Mereka melakukan sit-up, push-up, dan kawan-kawannya. Xie Ran mencontohkan mereka berkali-kali dan membimbing dengan sabar. Yang paling membuatnya kesal adalah dua gadis yang begitu sulit melakukan push-up.
Mereka terlihat sulit mengangkat tubuh mereka sendiri sampai keringat bercucuran sedangkan Xie Ran terus memperhatikan mereka seolah jika mereka berhenti, akan mendapat hukuman.
Bukkk
"Xiao Ran, apa kau terlalu memiliki banyak waktu luang sampai memperhatikanku seperti itu? Kau tidak lelah?" Mei Liena yang terlemah di sini sudah terkapar hanya karena diperintahkan latihan fisik. Dia tidak pernah seperti ini sebelumnya.
"Sebenarnya aku lelah, tapi kamu belum menyelesaikan 50 push-up sedangkan yang lain sudah selesai." Sebenarnya Xie Ran mengatakan bahwa dia telah membuang banyak waktu hanya untuk menunggu Mei Liena sedangkan yang lainnya sedang istirahat. Dia sangat kesal!
Mei Liena tahu hal itu dan hanya bisa melanjutkan penyiksaan. Hatinya berdarah. Dia telah menyelesaikan 40, hanya perlu 10 push-up lagi, dia akan diperbolehkan minum.
"Setiap pagi ulangi hal yang sama setiap hari. Tiap harinya harus meningkat 50 kali."
Mei Liena yang mendengar langsung terkapar sekali lagi. Meningkat 50 kali? Bukankah gila? Dalam waktu sebulan, dia harus push up selama 1.500 kali padahal hari ke 30!
"Bukan masalah, 'kan? Pada hari ke-30, kalian sudah terbiasa." Xie Ran tetap enteng. Dia bisa latihan fisik masing-masing 500 kali setiap hari, itu bukan masalah baginya.
Setelah Mei Liena menyelesaikan 50 push up, ia akhirnya dapat istirahat sejenak. Sejak pagi mereka melakukan latihan fisik dasar tanpa sihir atau bantuan qi. Mereka sudah letih, sedangkan Xie Ran malah duduk santai di atas pohon dengan teropong melihat pemandangan.
Ah, akhirnya dia bisa merasakan hidup di alam terbuka lagi. Terakhir dia hidup di alam terbuka ketika berumur 16 tahun di dunia modern. Sisanya selalu tinggal di hotel atau rumah besar dan nyaman tanpa takut kotor.
Ketika melihat matahari yang semakin tinggi, ia turun dari pohon tinggi dengan halus dan pergi ke perkemahan. Sudah waktunya untuk latihan yang lain.
Begitu Xie Ran muncul, Mei Liena menatapnya horor karena terakhir Xie Ran mengatakan akan kembali ketika latihan berikutnya dimulai. Mereka sudah istirahat beberapa jam, itu sudah lebih dari cukup.
"Liu Chang, semuanya sudah dibawa?" Xie Ran bertanya sedangkan Liu Chang mengangguk. Dia segera membawa tumpukan batu dan keranjang dari cincin spasialnya. Batu itu cukup besar dan berat, akan sulit jika membawanya tanpa menggunakan cincin spasial.
"Sebenarnya untuk apa ini?" Liu Chang bertanya dengan heran. Bukan hanya dia yang heran, Zhong Xiaorong dan penjual batu juga ikut heran ketika Liu Chang mengatakan akan membeli banyak batu seberat 50 kilo.
"Kita akan berlari di sekitar hutan menurut jalur yang sudah kuberi tanda. Tapi, bukan lari biasa. Kalian masing-masing harus menerima beban sesuai kebutuhan dan berlari sejauh 2 kilometer. Ini biasa kulakukan dulu sehingga tubuh dapat menerima beban dengan baik serta kecepatan dapat ditingkatkan karena tubuh yang terasa ringan. Sehingga kalian lebih cepat terbiasa." Xie Ran bicara tanpa beban sedangkan enam manusia itu sudah termenung melihatnya.
Batu 50 kilogram? Apa sulitnya untuk empat lelaki itu? Tapi berbeda dengan dua gadis termasuk Mei Liena. Apa mereka juga akan ikut serta? Mereka adalah seorang gadis!
"Aku ingin selama seminggu kalian sudah terbiasa. Setelah itu, kita bisa kultivasi."
"Baik!" Zhong Xiaorong bereaksi terlebih dahulu dan segera mengambil tas keranjang dan meletakkan satu batu berat itu ke dalam. Itu karena dia tidak ingin membuang waktu lagi dan cepat-cepat berkultivasi. "Ayo kita pergi!"
Empat pria tidak masalah, namun yang menjadi masalah adalah Mei Liena. Tapi ketika keenamnya telah mengenakan tas keranjang berisi batu di bahu, tiba-tiba mereka merasa semakin berat seolah batu telah ditambahkan.
Benar, Xie Ran menambahkan batu dalam keranjang sampai dapat melihat bahwa mereka tidak bisa menerima beban lagi, baru dia berhenti. Dia hanya memasang senyum lebarnya tanpa dosa.
"Silahkan," ujar Xie Ran membiarkan mereka pergi terlebih dahulu.
Mereka memasang wajah kasihan, tapi tidak bisa melakukan apa pun. Mereka hanya bisa menurut dengan langkah gontai menerima ratusan kilo beban.
Sedangkan Mei Liena yang hanya 50 kilo sudah lemas duluan. Sama seperti Zhong Xiaorong yang menerima 100 kilo yang berjalan dengan berat, empat lainnya memiliki beban yang berbeda dan lebih berat ratusan kilo. Yang terberat adalah Pei Xi dan Yan Yao.
Xie Ran menyusul dengan keranjang berisi batu di bahunya. Dia tidak setega itu tidak ikut menderita dengan teman-temannya dan berjalan menyusul mereka. Pada umumnya, beban yang dibawanya sama dengan Yan Yao yang lebih banyak setelah Pei Xi.
Mereka berjalan penuh keringat sepanjang 2 kilometer. Jalan yang ditempuh tidak datar, itu merupakan jalan pegunungan yang berkelok dan naik turun. Itu membuat mereka tambah lelah, namun tidak kekurangan semangat. Baru satu hari, mereka hanya perlu beradaptasi.
Mereka berjalan dengan langkah berat dan kadang terduduk saking tidak kuatnya terutama untuk dua gadis. Mereka minum air dalam cincin spasial dan melanjutkan jika menurut mereka sudah lebih baik. Xie Ran tidak melarang istirahat asal tidak melebihi setengah jam. Mereka sudah bekerja keras.
"Xiao Ran, apa kau seperti ini dulu?" Zhong Xiaorong bertanya. Dia sudah cukup terkejut melihat isi batu milik Xie Ran menyamai Yan Yao.
Xie Ran tersenyum kecut. "Ya, saat itu aku sama seperti kalian. Bahkan tidak bisa mengangkat satu batu karena terlalu kecil."
"Sejak kapan kamu mengalaminya?"
Xie Ran berpikir sejenak untuk mengingat-ingat. "7 tahun."
"Apa?" Zhong Xiaorong nyaris tidak seimbang mendengarnya. Mei Liena dan lainnya yang mendengar menatap Xie Ran kasihan. Anak sekecil itu sudah mengalami hal seperti ini. Keluarganya sangat kejam!
"Aku tidak sendiri, kok. Ada beberapa anak yang sama denganku, semuanya 7 tahun."
"Pasti mereka sangat hebat saat ini dan merupakan jenius yang tidak diungkap. Klan mu sangat kuat."
"Ya, mereka sangat kuat." Tapi semuanya mati di tangannya.
"Aku jadi penasaran dengan latar belakangmu." Pei Xi penasaran. Bakat Xie Ran tidak biasa, harus ada yang membimbingnya. Jika dia hanyalah penari seperti yang dikatakan orang, dia ragu. Tidak ada penari sekuat itu.
"Hanya sebuah tempat yang tidak perlu disebutkan. Latihanku bukan dari keluargaku, aku hanya seorang yatim yang kabur dari rumah. Kebetulan aku bertemu dengan Nyonya Hu dari Klub hiburan dan bekerja di sana untuk sementara sampai Kaisar memberiku token akademi." Xie Ran tidak sepenuhnya berbohong. Dia hanya tidak bersedia berbagi untuk saat ini. Latar belakangnya terlalu berbahaya.
"Kalau begitu, kau harus dari salah satu sekte tersembunyi di Benua Zhongbu. Banyak sekte tersembunyi dan misterius di luar kekuasaan kekaisaran dan bertindak secara bebas. Mereka memiliki banyak kultivator tingkat profesional lanjutan dan saint. Sangat kuat." Pei Xi terlihat sangat mengenal sekte-sekte itu.
"Sekte apa salah satunya?" Xie Ran penasaran.
"Terdengar misterius," gumam Mei Liena.
"Dan menakutkan. Sekte Bayangan Malam tidak ada dalam teritorial kakakku, sangat tersembunyi seolah tidak pernah ada. Namun, jika kekuatan mereka keluar saat ini, itu dapat mengguncang benua." Zhong Xiaorong baru teringat akan hal ini. Awalnya dia merasa itu cukup menarik dan dia ingin kesana, tapi tidak ada yang mengetahui lokasinya.
Xie Ran tersenyum miring. "Menarik, mungkin aku bisa menjelajah setelah keluar dari akademi dan menemukan Sekte Bayangan Malam."
"Jangan, mereka berbahaya." Pei Xi melarangnya terus terang dan serius.
Xie Ran sedikit tersentak, tapi dia menyembunyikannya segera dan tersenyum. "Hanya bercanda, kenapa begitu serius?" Xie Ran menggeleng-gelengkan kepalanya pelan sambil terkekeh dan melanjutkan jalan paling depan.
Setelah melihat Xie Ran pergi, mereka segera menyusul menyamakan posisi. Mei Liena yang sudah cukup lebih baik segera berjalan kembali dengan gontai. Kenapa mereka begitu cepat?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Malam hari telah tiba, mereka makan dan istirahat lagi setelah menerima instruksi Xie Ran untuk meregangkan tubuh agar tidak kaku hingga kram. Mereka menurut dan melakukannya dengan lancar.
Api unggun masih menyala di malam yang dingin ini. Xie Ran keluar dari tenda, duduk di dekat api unggun sambil melihat kristal kaca. Daftar rank terus meningkat dan menurun setiap saat sehingga memiliki perubahan yang drastis. Xie Chen telah meraih peringkat langit satu langkah di bawah Xie Ran. Sedangkan Tang Yueha tetap pada posisi di peringkat 8 langit. Satu langkah lebih lambat dari Zhou Kui.
Yan Yao memiliki rank 4 sedangkan Pei Xi selangkah di bawahnya. Padahal Pei Xi jauh lebih kuat dibandingkan Yan Yao. Itu karena Pei Xi belum menantang siapa pun selama beberapa bulan terakhir dan selalu memenangkan arena jika ada yang menantangnya.
"Kau belum tidur?" Pei Xi datang membawa buruan untuk besok. Meski tugas berburu adalah tugas Yan Yao dan Liu Chang, dia tidak akan kerjaan lain sehingga bosan dan memilih berburu hewan buas. Ditambah dia memiliki tugas berjaga malam ini.
"Tidak bisa."
Pei Xi duduk di sebelahnya untuk menghangatkan diri di depan api unggun. "Maaf menggertakmu tadi."
"Tidak aku pikirkan. Namun ... responmu membuatku bingung."
"Kenapa?"
Xie Ran menatapnya curiga. "Bagaimana kau menebak aku berasal dari salah satu sekte misterius?"
"Aku hanya menebak." Pei Xi tidak tertarik dengan topik pembicaraan serius Xie Ran.
"Jangan pikir aku bodoh. Meski terlihat bodoh, aku dapat melihat segalanya hanya dengan reaksi seseorang." Xie Ran bicara sambil makan kacang di tangannya.
"Apa kau benar dari sebuah sekte?"
Xie Ran menggeleng. Sekte apa? Di dunia modern, hanya ada sebuah organisasi pembunuh berantai, Red Room. Meski ada organisasi lain yang sama mengerikannya, tidak sebesar Red Room yang markasnya di bawah tanah.
Xie Ran hidup penuh kegelapan di bawah tanah selama ini dan dia telah melihat berbagai jenis orang sehingga dapat mengenal seseorang lebih jelas.
"Aku hanya seseorang yang kabur dari rumah." Xie Ran bicara acuh tak acuh.
"Kenapa kabur? Apa kau dijodohkan seseorang?"
Xie Ran menggeleng. "Hanya ingin. Lagi pula orang tuaku sudah pergi jauh. Untuk apa berada di rumah? Buang waktu."
Pei Xi merasa masa lalu Xie Ran tidak biasa dan tidak bertanya lagi. Lagi pula dia tidak bisa menebak dari mana Xie Ran berasal. Dia hanya tahu sebuah fakta bahwa orang tua Xie Ran telah tiada. Sama sepertinya.
"Kau sendiri ... Anggota Sekte Bayangan Malam malah berada di sini."
Ucapan Xie Ran yang tanpa dosa mengejutkan Pei Xi. Sejak kapan Xie Ran mengetahuinya? Apa karena reaksi berlebihannya tadi?
"Kau tegang berarti benar," kata Xie Ran acuh tak acuh. "Aku sudah mengatakannya, aku mudah memahami masalah kelam orang lain. Aku tidak akan bertanya banyak. Juga tidak akan memberitahu siapa pun."
"Pengalamanmu sangat baik."
Xie Ran terkekeh bangga. "Tentu saja."
"Sebenarnya tujuh dari kita memiliki masa lalu kelam tersendiri. Hanya saja tidak diungkapkan." Pei Xi telah memperhatikannya.
Mulai dari Xie Ran yang begitu misterius dan penuh dendam, Mei Liena yang kakaknya lumpuh dan keluarganya jatuh sehingga sulit bangkit, Zhong Xiaorong yang mengalami kegelapan di Istana karena selir dan putri lain ditambah kematian ibunya sehingga harus diurus oleh Zhong Wenyue, Zhou Kui yang kehilangan adiknya beserta rahasia lainnya, Liu Chang yang menjadi sampah di keluarganya, dan Yan Yao … meski Yan Yao terlihat ceria, dia tidak seperti itu.
"Aku tahu." Xie Ran telah mengetahuinya, tapi tidak mengungkitnya. Itu juga salah satu penyebab mengapa dia menerima keenam dari mereka dan melatih mereka menjadi lebih kuat. Meski dia tidak sekuat itu, dia memiliki masa lalu yang dapat memperkuat hidupnya.
"Kembalilah ke tenda, aku akan berjaga." Bukan Pei Xi yang bicara melainkan Xie Ran.
"Kau?" Pei Xi heran. Seharusnya pria yang berjaga, bukan wanita.
"Aku tidak bisa tidur. Kau sudah lelah, tidurlah. Aku terbiasa berjaga di malam hari." Xie Ran sebenarnya hanya mencari alasan. Dia ingin melatih energi murninya lagi untuk perkembangan energi murni.
"Aku akan tetap di sini."
Xie Ran memelototinya tajam. Dia tidak bisa menunjukkan energi murni pada siapa pun apalagi teman-temannya. Mereka akan dalam bahaya.
"Baik, kau berjaga di sini. Aku akan mencari tempat." Xie Ran pergi dengan kesal.
Awalnya Xie Ran hanya berpikir untuk berpura-pura pergi agar Pei Xi menurut. Tapi siapa sangka Pei Xi tetap di tempatnya mengasah pedang dengan tenang. Itu membuat Xie Ran kesal dan benar-benar harus pergi ke pedalaman hutan.
Melompati dahan demi dahan dengan kecepatan tinggi seperti bayangan. Xie Ran telah menempuh ratusan meter jauhnya dari perkemahan. Hutan begitu sunyi seolah tanpa penghuni. Xie Ran mendarat dari dahan pohon dengan sempurna dan melihat dua siluet hitam kecil terbang ke arahnya.
"Ada sesuatu?" Xie Ran bertanya.
"Terjadi sesuatu pada Pagoda Kaca." Long Huo memberi tahu sebelum Long Yun membuat Naga ular itu mendengus.
"Aku akan melihatnya." Xie Ran mengundur kultivasi dan pergi bersama dua Naga.
Karena jarak pusat akademi dan hutan jauh, Xie Ran meminta Long Huo merubah wujud menjadi sedikit besar—tidak sebesar normal—lalu duduk di punggungnya. Sekarang Long Huo yang menjadi tunggangan, Long Yun sangat senang apalagi duduk di bahu Xie Ran setelah sekian lama.
"Ayo!"
Long Huo segera mengepakkan sayapnya membuat burung-burung terkejut dan terbang ke langit dengan cepat.
Siluet Naga di langit beserta seorang gadis tersebut menjadi sebuah kejutan luar biasa untuk seseorang di balik pohon. Dia terdiam dan segera pergi dari sana.