
Mereka yang melihat betapa putus asa Xie Ran tersenyum penuh kemenangan. Berpikir telah menang, mereka mengeluarkan sebuah formasi untuk mengurung Xie Ran.
Namun sebelum formasi terbentuk, udara mendingin dalam sekejap bersamaan dengan bongkahan es runcing muncul dari tanah dan merambat ke arah mereka semua. Beberapa orang yang tidak waspada termasuk pemasang formasi tertancap di atas es sampai darah mengalir dari atas es runcing sedangkan sisanya menghindar dan berkumpul ke kelompok masing-masing.
"Ingin menangkapnya? Langkahi mayatku dulu!"
Sosok wanita cantik muncul tepat di depan Xie Ran dengan pedang es di tangannya disiapkan menghadang mereka semua dari Xie Ran. Ann Rou menatap semua orang dengan mata birunya yang menyala tajam membuat semua orang merasa tertusuk dan menggigil.
Setelah dikejutkan oleh kemunculan Ann Rou, ketiga Dekan lainnya muncul bersamaan di kedua sisi Ann Rou menghadap kelompok itu.
"Xie Ran adalah muridku, tidak ada yang bisa menyentuhnya!" Dekan Akademi menekankan kata-kata dan mengeluarkan auranya membuat orang-orang semakin bergetar lemas.
Xie Ran mendongak melihat keempat pendukungnya dengan perasaan lega. Ia sudah lebih baik sekarang kemudian mengangguk pada Ann Rou yang mengisyaratkan untuk mempercayakan ini padanya. Ia melihat teman-temannya yang terluka lalu berlari ke arah mereka.
"Kalian terluka, duduk yang benar, aku akan membantu kalian."
Ucapan Xie Ran langsung dipatuhi oleh mereka. Setelah duduk lotus dan memejamkan mata, Xie Ran memulai prosesnya. Ia membentuk segel tangan berpola dengan sinar putih yang menyala. Setelah itu, ia menggunakan energi murni ke arah mereka bersamaan untuk memulihkan keadaan mereka.
"Menggunakan energi murni untuk enam orang bersamaan, dengan kekuatanmu saat ini, akan mengkonsumsi banyak tenaga. Lebih baik tidak sembuhkan sebanyak 100% jika masih ingin melawan Iblis itu."
Suara Long Long—Roh Leluhur Naga—di benak Xie Ran memberi peringatan. Ia yang paling mengerti tentang energi murni. Meski keterampilan dan kekuatan Xie Ran meningkat, dengan kekuatannya saat ini, jika menggunakan kekuatan energi murni terlalu besar akan berakibat fatal.
Xie Ran baru saja menerobos dan belum membentuk pondasi yang sesuai dengan profesional lanjutan, akan sangat beresiko jika bersikeras menghabiskan seluruh tenaga. Akibatnya, Xie Ran akan mengalami serangan balik dari kekuatan mentalnya sendiri.
"Aku mengerti." Xie Ran mengurangi energinya pelahan dan menyembuhkan teman-teman setidaknya 70% agar dapat bertarung lagi. Dengan bantuan Ann Rou dan ketiga dekan, itu cukup.
Proses penyembuhan berlangsung cukup lama. Namun, beberapa orang sudah tidak sabar dan menyerangnya ketika lengah.
Xie Ran tahu ada serangan, tapi ia tidak bisa menarik kekuatannya begitu saja jika tidak ingin terkena serangan balik yang berakibat fatal pada merindiannya. Pikirannya kacau hingga bingung tidak seperti biasanya. Ia hanya bisa diam menutup mata berharap serangan itu tidak sakit.
Namun sesuatu mengejutkan terjadi. Dua ekor naga keluar begitu saja menghadang bilah energi yang akan menyerang. Bilah energi menabrak tubuh besar salah satu naga merah dan hancur berkeping-keping membuat orang-orang terkejut.
Beberapa bola api melesat begitu cepat ke orang-orang itu menyebabkan ledakan di tanah seperti bom bertubi-tubi. Bola api yang berasal dari mulut naga itu tidak mudah dipadamkan sehingga membakar beberapa manusia hingga menjadi abu.
Xie Ran membuka sebelah matanya dan terkejut. Ia tidak memanggil Long Huo dan Long Yun tapi kedua naga itu kompak keluar menghadang serangan. Ia tidak berharap mereka terekspos secepat itu. Lebih tepatnya, ia tidak ingin mereka terekspos lebih cepat dan membuat orang tua tertentu jantungan!
Xie Ran menyelesaikan penyembuhan lebih cepat dan menghampiri kedua naga itu dengan raut kesal. Habis sudah semua rencananya. Padahal ia bisa menahan serangan api itu dengan konstitusi tubuhnya yang tahan api. Tapi kedua naga itu terlalu ragu dan menghadangnya. Tidak masalah jika hanya salah satu yang keluar, tapi ini keduanya kompak keluar menghancurkan rencana!
"Kalian ...." Xie Ran menarik tanduk mereka dengan kedua tangannya dengan gemas dan mengguncangnya. Kedua naga yang memiliki ukuran sedang setinggi Xie Ran tidak bisa melakukan apa pun hingga kepala mereka bergoyang mengikuti guncangan Xie Ran.
"Master, maafkan aku. Aku tidak bisa melihat Master terluka." Long Yun meraung dan merengek karena tanduk kepalanya terus diguncangkan di tengah pertempuran Manusia. Ini memalukan!
"Kondisi Master tidak siap dan semua rekan sibuk. Api itu bisa melahap Master walau Master tahan api." Long Huo ingin menangis sekarang. Gelarnya sebagai Naga yang bermartabat hancur seketika di depan umum karena masternya yang tidak tahu malu.
"Kalian tahu aku tidak selemah itu. Setidaknya jika ingin keluar, jangan dua-duanya yang keluar!" Xie Ran melepas guncangannya dengan kesal.
"Master, jika Master teluka, Tuan Dewa tidak akan mengampuni." Long Huo masih sayang nyawa dan sangat takut bila Qu Xuanzi menghukumnya lagi.
"Jadi kau hanya takut pada Qu Xuanzi? Kalian berani menentangku?" Xie Ran menatap mereka dengan tajam membuat kedua naga itu bergidik.
"Tidak berani." Keduanya menunduk lemah.
"Hancur sudah reputasi Ras Naga di tangan mereka. Generasi yang tidak bisa diandalkan." Long Long menghela napas lemah. Kenapa generasi Naga sekarang menjadi begitu lemah!
Semua orang merasa pemikiran mereka terdistrosi akan pemandangan itu. Sebenarnya gadis kecil itu sedang memarahi Naga yang agung? Naga adalah ras terkuat, bagaimana bisa diguncang dan dimarahi oleh seorang gadis manusia!
"Apa lihat-lihat!" Xie Ran melirik mereka dengan garang. Mood-nya hancur karena kedua Naga ini.
Mendadak suasana menjadi canggung sehingga tidak ada gencatan senjata.
Kedua Naga itu terlalu berbahaya jika berhadapan langsung, itu sebabnya mereka ragu. Selain itu, mereka masih terkejut akan Xie Ran yang bicara dengan Naga dan memarahi mereka seperti ibu yang memarahi anaknya yang nakal.
"Xie Ran, Xie Ran, berapa banyak kejutan yang kau berikan setiap saat?" Yan Yao nyaris menjerit ketika melihat dua Naga bersamaan yang begitu ganas. Namun ia tidak tahu apa harus tertawa atau menangis ketika melihat kedua naga itu ditindas temannya. Itu juga berlaku pada kelima teman di sisinya.
Melihat suasana canggung, Xie Ran mendengus kesal. "Tidak ada perebutan lagi? Aku pergi."
Mendadak orang-orang itu menghunuskan senjata begitu Xie Ran bergerak seolah mengancamnya untuk tidak berpindah tempat sedikitpun. Aneh memang. Bukankah sebelumnya mereka merenung?
Namun, mereka langsung termundur gemetar begitu kedua Naga meraung keras ke arah mereka membuat penekanan dengan aura yang tak kalah kuat dari Ann Rou. Hanya saja Ann Rou seharusnya lebih kuat, itu karena ia menahan diri.
"Bagus, bagus." Bao Jun di ujung sana tersenyum lebar diam-diam. Gadis ini benar-benar luar biasa.
Xie Ran mengabaikan manusia-manusia jelmaan bunglon itu dan terarah pada Bao Jun yang terlupakan. Ia bahkan nyaris lupa bahwa Iblis itu masih nganggur sebagai penonton pertunjukan.
"Sudah selesai menonton?" Xie Ran bicara melalui transmisi suara sehingga ia tetap terlihat diam dan dingin.
"Kau memang tidak mengecewakan sebagai pemilik energi murni. Bahkan membentuk tubuh murni secepat itu. Berapa umurmu? Kau baru saja 17 tahun dan dapat menarik hanyak kultivator teratas. Sangat disayangkan, kau terlahir sebagai alat."
Xie Ran tersenyum dingin membuat orang yang melihatnya bergidik ngeri. "Takdirku, aku yang menentukan."
Tiba-tiba Bao Jun sudah ada di dekat Xie Ran membisikkan sesuatu. "Kau tidak akan lolos kali ini."
Xie Ran menoleh ke arahnya. "Ingin bertaruh? Jika aku lolos, kau akan mati, begitu pula sebaliknya."
"Kau yang mengatakannya." Bao Jun tersenyum percaya diri. Orang itu tidak ada di sisi Xie Ran, hanya ada seekor kucing liar dan sekelompok semut yang bukan apa-apa di matanya. Ia sudah pasti menang.
Aksi tiba-tiba Bao Jun yang mendekati Xie Ran membuat Ann Rou waspada dan dengan cepat menghadangnya. Tatapannya penuh kebencian serta udara dingin yang semakin pekat. Siapa pun akan membeku dengan mudah.
Bao Jun mendengus. "Aku ingin lihat bagaimana kau bisa membunuhku."
Tepat ketika Bao Jun mengatakannya, awan terang menjadi gelap disertai kilat petir yang menyambar. Semua orang dibuat terkejut, bahkan firasat Xie Ran mulai memburuk begitu melihat petir menyambar begitu keras di awan gelap.
Sebuah portal terbuka dari langit memunculkan beberapa makhluk yang melesat mendekati pulau dengan kecepatan tinggi. Jumlah mereka melebihi dari jumlah pasukan penyerbu yang mencari Xie Ran dan mereka lebih kuat. Mereka adalah iblis!
"Iblis!"
Setelah salah satu dari kelompok penyerbu itu mengidentifikasi, kericuhan terjadi dan mereka segera mengacungkan senjata bersiap melawan iblis yang datang. Mereka dilanda kebingungan mengapa iblis menyerang. Namun mereka tidak sempat mendapatkan jawaban sekarang karena harus berperang sekali lagi.
"Pasang formasi pertahanan!"
Para pemimpin kelompok itu memberi komando. Mereka segera membentuk formasi yang menahan datangnya Iblis ke pulau. Sinar muncul di mana-mana dan bersatu di seluruh pulau, melindungi pulau dari serangan iblis. Para iblis itu berhenti di udara melihat barrier yang terpasang dan menyerang mereka bertubi-tubi.
Tepat ketika mereka berpikir iblis itu tidak bisa datang menyerang, Bao Jun tersenyum dingin dan mengangkat tangannya.
Ann Rou langsung menghentika Bao Jun yang akan menghancurkan formasi dan membekukan tangannya serta menyerangnya bertubi-tubi menyebabkan keributan masal. Namun Bao Jun dengan mudahnya menghancurkan es Ann Rou dan terlepas dari jeratannya. Tangannya yang dipenuhi kegelapan diarahkan hanya dengan satu kepalan tangan. Pada saat itulah formasi hancur, para iblis dengan lancar menyerang.
"Formasi hancur! Serang!"
Kini para Manusia bunglon itu bersatu melawan Iblis. Kapal emas di udara hancur berkeping-keping karena ulah iblis membuat beberapa orang di atasnya harus turun sebelum meledak. Mereka ikut bertarung sekuat tenaga, begitu pula ketiga dekan dan keenam muridnya yang juga diserang Iblis.
Gerombolan Iblis menyerang Ann Rou bersamaan membuatnya sibuk. Mereka sengaja mengalihkan perhatian sehingga Ann Rou tidak memiliki waktu melindungi Xie Ran karena serangan iblis yang menghalanginya mendekati Xie Ran.
Sedangkan Xie Ran hanya memasang aura dingin di matanya. Para iblis itu tidak menyerangnya, melainkan Iblis lain yang lebih tinggi seperti Bao Jun yang menargetnya sehingga Xie Ran harus menghindar menjaga jarak cukup jauh keluar dari area serangan.
Pei Xi dan yang lain merasa para Iblis itu lebih kuat sehingga mereka cukup kualahan. Ia langsung memberi isyarat pada teman-temannya dan membentuk gabungan garis lurus untuk menggabungkan keenam kekuatan mereka.
Jika ada Xie Ran, kekuatan mereka akan lebih kuat. Namun Xie Ran saat ini sangat sibuk menghindari serangan fatal Bao Jun.
Keenamnya bersamaan menggunakan sihir surgawi mereka. Susunan mereka terdiri dari kekuatan serangan Pei Xi sampai pendukung Mei Liena—di paling belakang. Mereka menggabungkannya secara beruntun. Berbagai bentuk hewan dan elemen muncul bersamaan dan disalurkan kemudian dipadatkan oleh bayangan.
Sesosok harimau putih bersayap phoenix es serta bertaring besar seperti ular muncul dalam ukuran puluhan meter. Tubuh putihnya mengandung bayangan yang mengitari tubuh beserta sayap beku yang padat akan elemen es. Harimau itu mengepakkan sayap esnya di udara sehingga menyebabkan pusaran angin kencang yang menyebabkan beberapa orang terhempas. Raungannya terdengar nyaring serta geombang udara yang dingin dan mencekat.
Mereka tidak berharap hasil gabungan mereka akan sekuat itu. Bahkan harimau itu bisa mengeluarkan bayangan dan beberapa bilah sabit bersamaan menyebabkan beberapa iblis mati terlempar dan tenggelam.
Sayapnya mengeluarkan duri-duri es yang menghujani arena. Hasil duri-duri es yang mengenai target itu akan membekukan apapun targetnya dan menghancurkannya dengan mudah. Bahkan kabut racun dari mulutnya serta hantaman sihir harimau putih menerjang begitu buas menyebabkan banyak kelumpuhan dan kematian oara iblis.
Betapa kuat fusi sihir surgawi. Orang-orang hanya bisa mendengarnya dari legenda, namun sekarang mereka melihatnya dengan jelas apa itu sihir surgawi. Jika keenam anak itu berhasil menyempurnakan kekuatan mereka, kekuatan gabungan itu hanyalah pemanasan. Ditambah jika Xie Ran ikut serta ....
Pengetahuan mereka tentang dunia benar-benar terdistrosi!
Jenius seperti itu benar-benar langka. Sangat disayangkan jika tidak merekrut anak-anak itu. Sayangnya, mereka telah memprovokasi kelompok remaja itu sehingga kecil kemungkinan akan diterima. Mereka menyesal!
Saat ini, Pei Xi dan yang lainnya tidak peduli betapa terkejutnya orang-orang itu. Mereka fokus pada pertarungan dan pengendalian sambil mempertahankan gabungan. Barrier yang dibuat Yan Yao cukup kuat untuk bertahan dari serangan samping.
Namun di samping itu, sosok yang seharusnya lebih kuat dari para Manusia kini terjatuh dan memuntahkan darah merah bercampur hitam. Dekan Akademi yang merupakan seorang saint terkena racun lama yang menyebabkan kekuatannya melemah. Ia terus muntah darah dan harus dilindungi dua Dekan di sisinya agar tidak terluka lebih jauh.
"Bao Jun, Iblis itu keterlaluan!" Dekan departemen apoteker meraung marah. Ia bahkan tidak bisa mengobati racun yang diberikan Bao Jun pada Dekan Akademi, itu penyesalannya.
"Kau jaga Dekan Bai di sini dan tekan racunnya. Aku akan mengulur waktu." Dekan departemen tempa segera berdiri dan pergi menghadang iblis tanpa mendengarkan komentar wanita itu.
"Hati-hati."
Di sisi Xie Ran, gadis itu masih terus menghindari serangan yang terus diarahkan padanya. Bukannya tidak bisa melawan, ia sedang mempersiapkan sesuatu dan membutuhkan waktu lama.
"Xie Ran, akui kekalahanmu! Kau tidak bisa menahan seranganku!" Bao Jun memperingati. Ia harus membawa gadis itu hidup-hidup agar tidak mendapat masalah.
Xie Ran tidak peduli apa yang dikatakan Bao Jun. Ia terus menghindar dan menaiki bukit lebih tinggi. Setelah sampai ke bukit tertinggi, ia segera mengeluarkan senjatanya yang baru ia buat.
Sebuah roket yang cukup besar dan berat muncul di tanah. Tingginya sebesar pemiliknya dan ia hanya perlu mengaktifkan untuk diluncurkan.
Begitu Bao Jun datang, Xie Ran telah melepaskan roket ke atas langit dengan kecepatan yang sudah ia atur untuk rencana selanjutnya. Kali ini Xie Ran tidak akan menghindar lagi.
"Kau tidak bisa kabur lagi." Bao Jun langsung meluncurkan serangan ke arah Xie Ran.
Sebuah pedang sebesar tiang muncul disertai aura gelap yang pekat. Xie Ran segera mengayunkan pedangnya yang berapi-api kemudian menghindari pedang besar itu selagi berteleportasi ke arah Bao Jun.
Ia menggunakan serpihan serangan Bao Jun sebagai tumpuan dan meluncur cepat dengan pedangnya. Pedangnya melayang di udara lalu melesat ke arah Bao Jun. Pedang itu seolah terbelah serta memiliki banyak bagian yang menyatu seperti bayangan.
Bao Jun menerima serangan dan menahannya dengan selapak tangan yang penuh dengan energi gelap. Kedua energi saling menekan, Xie Ran segera mengambil kesempatan mengaktifkan bulu phoenix. Bulu phoenix berevolusi dan membentuk beberapa bagian seperti bayangan. Itu meluncur dengan cepat ke arah Bao Jun memberi penekanan lebih lanjut sehingga terjadi ledakan besar.
Xie Ran mengarahkan pedangnya ke udara dan menyerap elemen es dari Ann Rou. Pola elemen es muncul di ujung pedang disertai tekanan udara dingin yang menusuk. Ia menebaskan pedangnya menciptakan sayatan pedang besar dan penuh aura dingin dan jejak es yang membekukan area.
Api yang membakar arena menjadi beku akan es serta sayatan ganda pedang menghantam Bao Jun. Bao Jun segera menghindar dan melancarkan serangan berturut-turut. Dengan kecepatan Xie Ran, ia berhasil menangkis berkali-kali dari berbagai arah kemudian membuat duri-duri es yang menyerbu Bao Jun.
Es itu menyebabkan pembekuan fatal sehingga lengan Bao Jun sedikit membeku. Tepat ketika ia akan menangkis serangan lanjutan dari Xie Ran, roket yang diaktifkan Xie Ran barusan jatuh dari langit tepat di atas Bao Jun.
Xie Ran tersenyum dingin melihat Bao Jun yang bingung. "Itu hukum fisika."
Ledakan terjadi tepat setelah roket menghantam tanah. Ledakan sebesar itu berhasil memikat beberapa orang yang tengah bertarung termasuk Ann Rou. Ann Rou segera menghabisi banyak iblis dan terbang menuju bukit, namun ia tidak menemukan apa pun selain kehancuran setelah memadamkan api yang membakar bukit.
"Tidak mungkin ...."