
Sinar matahari menggantikan kegelapan malam. Langkah kaki kuda mendekati sebuah gerbang besar yang dihimpit dengan dinding raksasa seperti sebuah benteng. Beberapa kuda hitam melalui gerbang, sampai di halaman besar yang disambut oleh pohon yang berguguran tertiup angin.
Sekte Bayangan Malam tampak suram, namun dengan adanya pohon maple yang menguning dan gugur, tempat ini lebih terasa hidup dan cerah.
Pei Xi turun dari kuda, pergi ke arah Xie Ruo dan mengulurkan tangannya untuk menuntun Xie Ruo turun dari kuda layaknya seorang putri. Xie Ruo tidak menolak. Ia menerima tangan Pei Xi, kemudian turun dari kuda.
Penampilan Xie Ruo sudah berubah lagi ketika dalam perjalanan sehingga lebih terlihat seperti manusia, lebih tepatnya gadis tak berbahaya yang baru melihat dunia. Karena suasana hatinya sedang baik, ia terus memasang senyum tipis melihat pemandangan di Sekte Bayangan Malam yang berbeda dari harapannya.
Ia pikir dengan temperamen Pei Xi, Sekte Bayangan Malam akan sama seperti Dunia Bawah yang suram dan megah. Sepertinya ini tidak terlalu buruk.
Mereka berjalan ke arah paviliun. Di depan sana, tampak seorang pria yang tak kalah tampan, sedikit lebih berotot dan besar daripada Pei Xi. Sangat terlihat bahwa setiap hari ia menghabiskan waktunya yang berat, menambah tingkat maskulinitas. Senyumnya melebar begitu melihat gadis yang baginya masih sangat kecil.
"Ruoruo? Itu benar kamu?" Pria itu tertawa menghampiri Xie Ruo dengan penuh kebahagiaan. Andai saja ia wanita, sudah pasti akan memeluk Xie Ruo dengan erat.
"Kakak Kui, apa kabar?" Xie Ruo menyapa dengan senyum lebar. Lama tidak bertemu, tidak hanya Pei Xi yang banyak berubah. Zhou Kui juga banyak berubah secara drastis selama 10 tahun terakhir. Ia jadi penasaran perubahan apa yang terjadi pada Yan Yao dan lainnya.
"Ruoruo, akhirnya dapat melihatmu lagi. Ketika kau datang, aku nyaris tidak mengenalimu karena perubahan yang begitu drastis. Sepertinya, kamu benar-benar telah mengambil identitasmu sepenuhnya sebagai Xie Ruo."
"Ya, bisa dibilang seperti itu." Xie Ruo terkekeh. "Oh iya, Kakak Xi memberitahu, kau membuat Asosiasi Tangan Besi sebagai bisnis senjata. Apa kau ... memiliki sesuatu yang bisa ditunjukkan? Selama ini, aku juga membuat senjata."
Hanya perlu bagian akhir saja, senjata buatan Xie Ruo yang baru dikembangkan sempurna. Ia sangat bersemangat memikirkannya.
Ketika Zhou Kui baru saja akan menjawab, Pei Xi berdeham. Seketika mereka berdua melirik Pei Xi yang dilupakan.
"Akan lebih baik jika membicarakannya di dalam." Pei Xi memandang keduanya bergantian. Ia masuk ke dalam terlebih dahulu, sedangkan Xie Ruo dan Zhou Kui melanjutkan pembicaraan mereka sambil mengikuti.
Asosiasi Tangan Besi bermarkas di Sekte Bayangan Malam. Bisa dibilang, itu juga merupakan bagian dari Sekte Bayangan Malam, namun Sekte Bayangan Malam tidak bisa ikut campur dalam urusan Asosiasi.
Mereka bekerja sama, Asosiasi Tangan Besi menyuplai senjata terbaru untuk Sekte Bayangan Malam dan menjual senjata ke wilayah lain dalam jumlah besar. Sedangkan Sekte Bayangan Malam membantu semua sumber daya dan kebutuhan sehingga hubungan timbal balik mereka saling menguntungkan.
Selain itu, Asosiasi Tangan Besi juga bekerja sama dengan tempat lelang lain, termasuk tempat lelang Klan Yan. Itu sebabnya, orang-orang Asosiasi Tangan Besi sering ke Klan Yan untuk mengirim senjata. Selain untuk persediaan Klan Yan, juga untuk dilelang. Itu menyebabkan evolusi persenjataan di kekaisaran meningkat begitu cepat dan menjadi lebih modern dari sekadar pedang besi.
Biasanya orang kepercayaan Zhou Kui yang mengantar pasokan senjata, namun kali ini Mei Liena tiba-tiba mengajukan diri karena juga ingin pergi ke Klan Yan atas permintaan Yan Yao. Mei Liena biasanya menjadi dokter bebas dan terus meneliti racun di dalam Sekte Bayangan Malam.
Pei Xi memberinya ruangan khusus, sehingga Mei Liena bebas bereksperimen. Selain itu, Mei Liena juga menjadi dokter pribadi Sekte Bayangan Malam dan Asosiasi Tangan Besi secara bersamaan. Mei Liena terkenal akan keterampilan medis dan racunnya, namun tidak ada yang tahu di mana ia tinggal.
Kadang Mei Liena pergi ke Klan Xie untuk mengunjungi keluarganya yang dipindahkan dari Kota Ye ke Klan Xie atas permintaan Xie Wang, dan menjadikan Klan Xie sebagai rumahnya. Meski begitu, tempat kerja Mei Liena yang sebenarnya tetap Sekte Bayangan Malam dan ia selalu sibuk.
Liu Chang juga kadang menginap di Sekte Bayangan Malam karena masalah keluarganya yang tidak pernah berhenti. Karena hal itu, Pei Xi menyarankannya pergi ke Akademi Tianshang untuk mengambil posisi mentor. Karena kekuatannya cukup kuat, ia telah menjadi Dekan Departemen Sihir.
Hanya saja, beberapa waktu lalu Liu Chang dibawa keluarganya kembali ke Ibu Kota dan dipaksa menikah. Apalagi Keluarga Liu telah meminta Kaisar untuk memberi dekret perjodohan. Meski Liu Chang seorang dekan akademi, perintah Kaisar tetap harus dihormati.
Untuk Yan Yao dan Zhong Xiaorong, mereka menikah belum lama ini. Meski hubungan mereka membaik, kadang masih saja seperti anjing dan kucing.
Seperti yang telah dijelaskan Zhong Xiaorong, Pei Xi membeirtahu pada Xie Ruo bahwa tragedi di Kabupaten Xia ada hubungannya dengan kematian ibu Zhong Xiaorong. Hanya saja, sampai saat ini mata-mata Sekte Bayangan Malam tidak menemukan informasi yang akurat, semua hanya terdiri dari rumor tidak jelas.
Satu hal yang bisa dijadikan petunjuk hanyalah racun yang sama dengan kematian di Kabupaten Xia serta kematian Ibu Zhong Xiaorong, ada pada Perdana Menteri Liu. Hal itu menunjukkan bahwa Perdana Menteri Liu terlibat.
Liu Chang sudah memutuskan kembali ke Kediaman Perdana Menteri untuk menyelidiki asal racun setelah mendengar penjelasan Zhong Xiaorong. Sayangnya, sama sekali tidak ada kabar sampai sekarang, seolah racun itu muncul begitu saja.
"Apa Zhong Guofeng tahu?" Xie Ruo mencoba berpikir keras dan menduga-duga.
Pei Xi menjawab, "Selama ini, Zhong Guofeng tidak terlihat dalam waktu lama. Kadang dia menghilang tanpa kabar, lalu tiba-tiba muncul. Itu yang Rongrong katakan."
"Seorang Kaisar tidak bisa menghilang dan muncul begitu saja, itu akan menyebabkan keributan, mengatakan bahwa Kaisar tidak kompeten. Juga, pekerjaan Kaisar adalah hal rumit, tidak memiliki banyak waktu senggang untuk menghilang tanpa kabar." Zhou Kui merasa aneh. Meski tidak tahu lebih jelas, ia telah mendengar banyak rumor di kekaisaran mengenai Kaisar.
Mereka mengatakan bahwa Kaisar sangat misterius. Tidak pernah terlihat, namun ada. Bahkan di pengadilan istana, Kaisar juga jarang muncul. Sekali muncul selalu membuat hal mengejutkan, tiba-tiba saja semua pekerjaan negara selesai.
Tidak mungkin Kaisar pergi menghilang untuk menyelesaikan pekerjaan negara dalam bayangan, 'kan? Lalu apa gunanya menteri?
Karena hal itu, Kaisar bukannya disebut tidak kompeten tapi justru dianggap sangat tidak manusiawi. Para menteri bahkan tertekan. Apalagi, sampai sekarang Kaisar sama sekali tidak memilih selir atau permaisuri.
Pernah ada menteri yang memberikan Kaisar wanita cantik sebagai hadiah untuk menarik perhatiannya, tapi para wanita cantik itu menghilang tanpa kabar. Ada yang mengatakan, wanita cantik itu dibunuh oleh kaisar. Itu terus terulang, hingga akhirnya Kaisar dianggap tidak memiliki ketertarikan terhadap wanita.
"Menurutku, poin mengenai Kaisar yang tidak tertarik terhadap wanita, sama sekali tidak benar." Xie Ruo tidak tahu harus berkata apa. Zhong Guofeng pernah 'curhat' padanya dan meminta bantuan.
Jika bantuan yang diminta adalah hal yang bisa dilakukan seperti membunuh atau menyelesaikan masalah istana, Xie Ruo sudah melakukannya. Tapi, permintaan itu adalah posisi permaisuri, yang artinya Zhong Guofeng ingin 'Xie Ran' menjadi istrinya. Xie Ruo tidak bisa menerima tawaran itu.
"Intinya, sepertinya masalah racun yang menyebabkan banyak tragedi dilakukan oleh orang yang sama. Perdana Menteri Liu selalu berpihak pada Zhong Guofeng, takutnya semua kejadian ini adalah skema Zhong Guofeng. Meski begitu, itu hanya dugaan sementara. Siapa pun bisa berkhianat, belum tentu Perdana Menteri Liu berpihak sepenuhnya pada Zhong Guofeng." Pei Xi mengambil kesimpulan itu. Itu sebabnya, ia tidak memiliki jawaban pasti karena semua hal yang bersangkutan dengan racun itu menghilang begitu saja.
"Benar, jika hanya ibu Rongrong yang menjadi korban racun, mungkin kita bisa mencurigai anggota kekaisaran, termasuk Kaisar. Tapi, masalah ini juga menyangkut banyak nyawa rakyat biasa, untuk apa anggota kekaisaran melakukannya? Jika dilakukan sekali lagi, kekaisaran tidak akan pernah memiliki rakyat dan akan terpecah belah."
Zhou Kui pikir itu harus dilakukan orang luar yang menyamar sebagai anggota kekaisaran, ingin kekaisaran terpecah belah dan hancur. Seperti halnya Istana Lingyue yang terus memperluas wilayah untuk mendirikan negara sendiri.
Xie Ruo memandang mereka berdua bergantian, tampak agak ragu. "Itu memang benar, tapi juga salah. Kekaisaran memang membutuhkan rakyat, jadi anggota kekaisaran tidak mungkin membunuh rakyat secara besar-besaran. Tapi, jika orang tersebut memiliki cara berpikir yang sama sepertiku, itu adalah hal berbeda. Seseorang yang membunuh hampir seluruh anggota klan, sama seperti anggota kekaisaran yang berniat membunuh seluruh rakyat untuk menyisakan orang-orang yang hanya setia padanya, lalu mendapat dukungan dan memperkuat posisi. Itu dilakukan oleh rakyat pembangkang."
Zhou Kui agak terkejut, nyaris melupakan kejadian itu. Sepertinya Xie Ruo berpikir bahwa orang di balik semua ini adalah salah satu atau beberapa anggota kekaisaran. Tapi di sisi lain, itu mungkin saja memang orang luar yang ingin memecah belah kekaisaran agar kepercayaan rakyat memudar. Hal ini semakin rumit.
Zhou Kui masih memikirkan mengenai anggota kekaisaran yang memiliki pemikiran sama seperti Xie Ruo, namun Pei Xi berbeda. Menatap Xie Ruo, Pei Xi berkata, "Maksudmu, rakyat Kabupaten Xia menyinggung orang di balik semua ini, pembunuhan dilakukan untuk sebuah peringatan?"
Xie Ruo tersenyum. "Ketika aku membunuh para pembangkang itu, siapa yang tidak membuatku kesal? Orang ini sama, namun dia menyembunyikannya dengan hati-hati. Karena Kabupaten Xia hanya peringatan, seharusnya masih ada yang lain. Racun itu sudah terungkap oleh kita, orang ini akan sangat berhati-hati dan menggunakan cara lain."
"Jadi, kita harus mengumpulkan siapa yang paling dibenci rakyat untuk mencegah semua ini terjadi?" Zhou Kui masih bingung.
"Biasanya, orang yang paling terkenal dan paling mudah dilupakan adalah yang paling menonjol. Jadi, siapa yang paling cocok di antara mereka?" Pei Xi menatap Xie Ruo, sepertinya gadis itu memiliki jawaban meski tidak pasti.
"Kalau begitu, mulai dari Zhong Guofeng." Meski Xie Ruo ragu, tidak ada salahnya menyelidiki. Tapi dalam sekejap, rautnya berubah menjadi dingin. Ia berkata dengan perlahan, "Sudah selesai mendengar?"
Pei Xi dan Zhou Kui saling tatap, kemudian baru menyadari kehadiran seseorang. Mereka menoleh ke arah pintu, di mana terdapat sosok wanita cantik dengan penampilan lembut, tampak sangat patuh. Ia berpakaian seperti pelayan, namun jelas penampilannya lebih mencolok dari pelayan.
"Tuan, saya hanya lewat, tidak mendengar apa pun." Melihat semua tatapan dingin ke arahnya, wanita itu langsung menciut. Ia tidak pernah merasa serendah ini dalam hidupnya.
Wanita itu buru-buru pergi setelah membungkuk hormat. Ia melihat ke arah Xie Ruo, merasa tidak asing. Apa ia pernah melihatnya?
Sedangkan Xie Ruo menyipitkan mata, berusaha berpikir di mana ia pernah melihat wanita itu. Sayangnya, ia tidak ingat.
"Ada apa?" Zhou Kui bertanya.
"Aku hanya merasa, dia sedikit familiar. Lupakan saja." Xie Ruo tidak ingin terlalu banyak berpikir.
"Namanya Li Ningzhi, dia memohon tinggal di sini sebagai pelayan. Katanya, berasal dari Kota Shuiyang dan merupakan orang terhormat, berjanji akan membalas budi di masa depan. Entahlah, aku pikir dia hanya siluman rubah yang berpura-pura menjadi teratai putih." Pei Xi menghela napas.
Setelah mendengar nama itu, Xie Ruo langsung ingat apa yang ia temukan hari itu. Kota Shuiyang, di mana ia bertemu Di Yushi dan membunuhnya.
Li Ningzhi adalah salah satu antek Di Yushi yang diasingkan rakyat karena mendukung orang yang salah. Bahkan membantu mengalihkan perhatian Qu Xuanzi ke tempat lain untuk rencana Di Yushi. Wanita itu seharusnya telah lama berkeliaran tanpa arah, bahkan sampai mengemis di Sekte Bayangan Malam.
Tidak disangka, mereka akan bertemu lagi. Ia pikir rubah satu ini sudah mati dimakan hewan buas.
"Kau kenal?" Pei Xi bertanya.
"Memang kenalan lama." Xie Ruo tersenyum misterius. "Dia sama sekali tidak mengenaliku, itu sangat disayangkan."
"Dia sangat manipulatif. Pei Xi bahkan terpaksa membiarkannya tinggal karena cukup berguna, jika tidak dia sudah diusir. Entah apa yang dia lakukan, banyak yang mendukungnya bahkan sampai berani bicara mewakilinya. Meskipun hanya beberapa orang bodoh, tetap saja terasa menjengkelkan. Bahkan dia berani mendekati Pei Xi terang-terangan. Sekali dimarahi, langsung menangis seolah tertindas, selalu berpura-pura lemah." Zhou Kui tampak sangat kesal.
"Dia masih sama seperti dulu." Xie Ruo merasa drama ini semakin menarik. Apa yang akan terjadi jika Li Ningzhi melihat Xiao Caihong di sini?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Li Ningzhi berjalan sepanjang kooridor sepi dengan pikiran yang berkeliling entah ke mana. Wajahnya tampak merona, ia senyum seperti gadis pemalu dan ditutupi sapu tangan.
Mengabaikan siapa saja yang ia temui tadi, ia lebih suka melihat Ketua Sekte yang sangat menawan. Meski kalah tampan dari Tuan Qu, setidaknya Ketua Sekte masih single, pasti memiliki selera yang lebih baik daripada wanita bermarga Xie itu.
Memikirkan betapa bagus jika ia berhasil memikat Ketua Sekte sesuai keinginannya, ia semakin bersemangat. Jika tidak bisa mendapatkan Ketua Sekte, ada Ketua Asosiasi, itu juga tidak buruk. Mereka sama-sama tampan dan sangat tidak manusiawi.
Tapi, memikirkan wanita yang hadir sangat akrab di antara idolanya, ia menjadi kesal. Siapa wanita itu berani mendekati kekasihnya? Jika bertemu nanti, ia akan memberinya peringatan. Ia akan membuktikan bahwa Ketua Sekte dan Ketua Asosiasi lebih peduli padanya daripada wanita liar entah dari mana.
Ketika tengah memikirkan bagaimana ia memberi pelaharan pada wanita asing itu, seorang anak kecil berlari sambil memeluk makanan. Karena Li Ningzhi berjalan di tengah dan tidak menyadarinya, anak kecil itu akan menyingkir, namun kecepatannya tidak bisa dihentikan mendadak hingga ia menabrak Li Ningzhi. Semua makanannya jatuh.
Li Ningzhi terkejut. Melihat pakaiannya kotor karena makanan yang jatuh, ia ingin mengutuk karena kesal. Tapi, ia harus menjaga wajahnya sehingga hanya bisa menahan amarah dan perasaan ingin memukul bocah nakal yang membuat pakaiannya kotor.
Alhasil, ia hanya bisa bersikap lembut dan baik hati. Ia benunduk, melihat anak kecil yang termenung karena makanannya jatuh, tampak sedih. "Adik kecil, apa kamu terluka? Maafkan kakak yang tidak melihat."
Bocah itu diam untuk beberapa saat tanpa melihat Li Ningzhi, detik berikutnya ia menangis keras sampai terdengar murid sekte. Mereka langsung datang untuk melihat apa yang terjadi, dan tertegun ketika melihat bocah kecil yang menangis di lantai yang berserakan seolah sedang ditindas.
Li Ningzhi panik. Ia berjongkok, membiarkan rasa jijik menghantuinya karena pakaian yang sekali lagi terkena tumpahan makanan. Ia memberanikan diri menepuk bocah itu dengan lembut.
"Adik kecil, tidak perlu takut, tidak ada yang menyalahkanmu, ini salahku. Kamu jangan menangis, aku akan sedih melihatnya."
Para murid sekte kebanyakan mengenali Li Ningzhi yang sangat menonjol. Mereka menghampiri, memasang wajah prihatin.
"Ningzhi, apa yang terjadi? Ini ...."
Li Ningzhi segera menjelaskan. "Aku berjalan tanpa mengetahui anak ini sedang berlari, jadi kami bertabrakan membuat makanannya jatuh. Ini salahku, aku akan mencoba mengurusnya."
"Ningzhi, kamu tidak perlu menyalahkan diri sendiri. Orangtua anak ini yang salah, tidak seharusnya membiarkan anaknya berlarian. Bagaimana jika terjadi sesuatu?"
"Benar, untung saja bertemu Kakak Ningzhi, jika bertemu murid senior atau lebih buruknya Ketua dan melakukan kesalahan seperti ini, tidak tahu bagaimana dampaknya."
Li Ningzhi menunduk, tampak merasa sedih. "Tapi, aku menabraknya."
"Tidak perlu merasa bersalah."
Para murid itu mencoba menenangkan 'tuan putri' yang sedang 'sedih' dengan penuh perhatian. Hingga akhirnya tangisan bocah itu terhenti, kemudian menatap Li Ningzhi dengan wajah marah.
"Wanita jahat!"
Mereka semua terkejut akan teriakan bocah itu. Terutama Li Ningzhi, yang merasa wajah bocah itu terasa sangat familiar.
"Wanita jahat! Kau menindasku! Aku akan mengadukanmu pada ibu, huaaa!"
Li Ningzhi mengerutkan kening, kemudian buru-buru memasang wajah sedih sambil berpikir siapa bocah itu sebenarnya yang sangat berani memfitnahnya.
"Kakak memang salah, pantas dihukum. Kalau begitu, adik beritahu ibumu, biar dia yang menentukan apa yang harus kulakukan untuk menebusnya." Li Ningzhi menunduk lemah. Matanya nyaris berkaca-kaca membuat para pria muda itu tidak tahan melihat kecantikan yang sangat rapuh seperti kaca itu mengeluarkan air mata.
"Ningzhi, kenapa kamu harus terlalu baik? Hanya seorang anak kecil, apa bisa dipercaya? Ada sangat banyak anak nakal di dunia ini, semua anak bisa membuat kesalahan. Kamu tidak perlu menyalahkan diri sendiri."
"Kamu tenang saja, kamu tidak salah, tidak akan terjadi masalah."
Li Ningzhi tersenyum melihat mereka semua. "Terimakasih."
Para pria itu langsung merona, seolah akan melejit kapan pun. Sedangkan pandangan Li Ningzhi tersapu pada bocah yang masih terisak. Ia mengangkat bocah itu agar berdiri dengan enggan, namun tiba-tiba wajah bocah itu mengingatkannya pada sesuatu.
Wajah itu, adalah wajah tak manusiawi yang tidak pernah ia lupakan. Meski agak berbeda, tetap saja sangat mirip seolah dia adalah versi mungilnya. Tiba-tiba Li Ningzhi teringat sesuatu, kemudian matanya terbelalak.
"Kamu!"
"Wanita jahat!"
Julukan itu ... Li Ningzhi jelas sangat ingat. Meski bocah itu tidak lagi sekecil beberapa tahun lalu dan memiliki banyak perbedaa, tetap saja ia ingat! Bocah yang selalu menyulitkannya, Xiao Caihong!