The Emperor God Wife Is Naughty

The Emperor God Wife Is Naughty
79. Rahasia Aura Naga



"Aku tidak tahu kalau Yang Mulia akan mengatakannya sekarang." Naga Azure dalam bentuk manusia duduk di atas pohon sambil mengunyah ikan panggang curian dari Ann Rou yang sekarang sedang merajuk di pojokan.


Semalam, Naga azure dan teman-temannya termasuk tiga naga yang jadi baby sister Xiao Caihong sampai di hutan di mana Qu Xuanzi membawa Xie Ran untuk dilindungi. Tapi siapa sangka mereka melihat keduanya sedang 'mengekspresikan cinta' sehingga harus kabur terlebih dahulu sebelum terkena hukuman mengintip.


"Menurutmu dengan tempramen Nona Xie, akan semudah itu? Sepertinya Yang Mulia harus berusaha lebih keras lagi kedepannya." Ann Rou datang dari keterpurukan makanannya di ambil, langsung duduk dengan wajah masam ketika melihat Naga Azure.


"Aku tidak tertarik membicarakan mereka, bagaimana dengan rencana selanjutnya?" Long Ying kali ini sama seperti Long Yun dan Long Huo dalam wujud kecil. Mereka tidak bisa menjadi manusia karena belum menjadi hewan suci. Sebenarnya Long Ying adalah hewan suci dan dapat menjadi manusia, hanya saja ia mengalami cedera hingga pelatihannya selama 10.000 tahun sia-sia.


"Kalau masalah ini, lebih baik bertanya pada Nona Xie." Li Chen bicara sambil merebut daging yang baru saja diambil Ann Rou. Lagi-lagi Ann Rou merengek untuk kesekian kalinya.


"Long Ying, kau sebagai hewan suci yang jatuh, bagaimana bisa menyebut Nona Xie sebagai Master? Apa kau dikalahkan olehnya?"


Mendengar ucapan Naga Azure menyebabkan Long Ying berkacak kesal, menunjuk Naga Azure dengan arogan. "Apa kau meremehkan kemampuannya?"


Dalam sekejap semua mata tertuju pada Naga Azure. Otomatis Naga Azure terkejut merasa disalahpahami. "Tentu saja tidak meragukannya, dia bahkan bisa saja menaklukan Ann Rou dan Dou Dou kalau mau. Hanya saja, dengan tempramenmu, akan aneh jika tidak dipukul secara buruk baru mengakui kekalahan."


Long Ying menghela napas. "Sayangnya, aku sudah berjanji tidak mengatakannya. Itu adalah rahasia Master, tidak siapa pun boleh mengetahuinya. Aku saja hampir mati jika tidak berjanji merahasiakannya. Jangan paksa aku."


Mereka paham dan tidak bertanya lagi. Hanya saja Long Ying masih memikirkannya. Ia bergidik ngeri melihat betapa kuat Xie Ran menekannya sampai tidak bisa berkata-kata.


Ketika Xie Ran jatuh ke dasar danau karena serangan ular sialan. Sebuah gelembung bulat mengelilingi tubuhnya memberinya udara agar dapat bernapas dengan lancar. Ia berdiri dengan normal dan melihat wilayah danau yang begitu sepi.


Danau ini terlalu sepi dan tidak ada satupun ikan yang lewat. Apa Dekan Akademi sengaja tidak membudidaya ikan di sini karena Naga Laut?


Berpikir mungkin saja itu benar, ia melangkah melanjutkan rencana selanjutnya mencari Naga Laut. Di luar sana terlalu kacau, ia membutuhkan bantuan Naga Laut.


Begtu sampai di depan sebuah gua bawah laut yang cukup besar, ia pikir Naga Laut hadir di dalam sana dan mencoba masuk. Namun, begitu melangkah masuk, sebuah gelombang air muncul menyerangnya dari bawah tanah membuat Xie Ran harus melompat dan melayang di tengah air karena gelombang yang muncul.


"Kekuatan di wilayah ini sangat besar, berhati-hatilah." Long Long memperingati.


Xie Ran menyipitkan matanya merasakan energi yang begitu kuat. Tiba-tiba tanah di bawah mengalami longsor yang begitu dalam serta pasir-pasir berhamburan jatuh seolah ada ruangan lain di dalam sana.


Xie Ran tetap diam di tempatnya memperhatikan. Pandangannya disambut oleh sebuah rantai besar yang muncul beserta ekor naga panjang yang akan menghantamnya. Ia segera mundur beberapa meter untuk memberi celah agar makhluk itu keluar dengan leluasa.


Gelembung-gelembung air terus muncul dari bawah disertai gelombang air yang cukup besar. Karena terdapat sebuah pembatas tertentu, gelombang itu tidak sampai permukaan air hingga tekanan di dalam lebih terasa pekat.


Rantai lainnya muncul, cakar besar muncul menekan tanah untuk mengangkat tubuh besar itu. Kepalanya terlihat sebelum seluruh tubuhnya mulai terlihat dari bawah danau menyebabkan gelembung semakin banyak dan menghancurkan beberapa terumbu karang.


Seekor Naga Laut penuh rantai muncul dari bawah tanah. Rantai itu melilit tangan dan kakinya serta kepala dan tertancap begitu dalam ke bawah lubang yang mulai tertutup oleh pasir. Begitu mata biru Naga Laut melihat Xie Ran, pikirannya dipenuhi niat membunuh, akan menyerangnya.


Naga Laut melesat dengan cepat ke arah Xie Ran dan cakarnya akan menyayat tubuh gadis itu. Namun tubuhnya tertahan oleh rantai yang melilitnya sedangkan Xie Ran tepat di depan matanya dalam keadaan tenang tanpa ekspresi.


"Kau tidak bisa lepas."


Naga Laut mengeluarkan raungan keras yang menyebabkan gelembung-gelembung bertaburan. "Manusia! Kau berani menggangguku, kau pantas mati!"


"Betina?" Xie Ran menaikkan sebelah alis mendengar suara perempuan dari mulut Naga Laut.


"Kau juga betina!"


"Apa semua naga sekasar ini ketika pertama kali bertemu?" Xie Ran heran. Apa tidak ada satu pun naga yang bersikap sopan dan terhormat untuk kesan pertama?


"Lagi pula kau akan mati setelah ini." Naga Laut mendengus, langsung mengeluarkan gelombang airnya menyerang Xie Ran.


Begitu gelombang air bereaksi dan meluncur seperti laser, Xie Ran membuat penghalang untuk menahan tembakan air yang memiliki kekuatan cukup besar namun tidak sebesar Naga Azure. Sepertinya hewan ini masih sakit.


Ia segera berteleportasi ke tubuh Naga dan menginjaknya dengan keras. Momentum tubuhnya begitu besar jika menggunakan kekuatan penuh hingga naga itu ambruk seketika. Jika kekuatannya masih belum menerobos, takutnya ia masih harus susah payah menaklukan Naga Laut.


"Kau!"


"Aku tidak akan basa-basi. Di luar sana ada banyak iblis menyerang. Jika kau mau membantuku, aku akan membantumu mengalahkan Hydra dan mengembalikan kampung halamanmu." Xie Ran berkata dengan tegas. Ia sedang terburu-buru, tidak boleh terlambat sedikit pun. Jika terlambat, semua orang akan mati lebih cepat.


"Apa manusia lemah sepertimu dapat dipercaya? Mimpi saja!" Naga Laut memberontak sekali lagi membuat Xie Ran harus menjauh agar tidak terkena serangan fatal.


"Aku terburu-buru. Jangan membuat kesabaranku habis." Xie Ran menjadi dingin seketika. Tanpa sadar, Naga Laut merinding mendengarnya.


"Begini saja, jika kau dapat mengalahkanku, aku akan tunduk padamu. Tapi jika sebaliknya, jadilah makananku!" Naga Laut menantang.


"Baik."


"Nona, apa kau gila? Kekuatannya jauh di atasmu. Bagaimana kau dapat mengatasinya?" Long Long gemas dengan gadis satu ini.


"Kalau begitu, aku harus merepotkanmu. Menurutmu, Naga Laut takut dengan apa?"


"Naga Laut adalah Naga suci, hampir tidak takut apa pun dan sangat setia. Jika kamu mengeluarkan kekuatan energi murni yang besar, mungkin dia akan langsung tunduk padamu."


"Apa bisa?" Xie Ran penasaran.


"Untuk saat ini, akan fatal jika digunakan untuk seseorang yang baru menerobos profesional lanjutan." Long Long tahu persis. Xie Ran baru saja mengalami penerobosan belum sehari, pondasi di profesional lanjutan belum kokoh sehingga belum bisa menggunakan kekuatan maksimal. Jika Xie Ran memaksanya, dia akan mengalami cedera dalam yang begitu berat.


Xie Ran tersenyum percaya diri. "Gunakan saja."


Long Long terkejut. Apa nonanya telah menjadi gila semenjak tenggelam? Menggunakan kekuatan energi murni sebelum waktunya sama saja menantang bahaya. Bila pondasi Xie Ran sudah cukup, mungkin saja Xie Ran bisa menggunakan sepertiga kekuatan. Akan lebih baik bila kekuatannya telah menyetarai kekuatan dewa agar dapat menggunakan kekuatan penuh. Tapi dia baru saja menerobos!


"Itu belum tentu ampuh. Kekuatanmu harus menyetarai kekuatan dewa agar mencapai maksimal."


"Aku tahu, oleh karena itu aku akan menggunakan cara yang berbeda." Ia tersenyum tipis melihat Naga Laut yang sudah mulai melakukan tantangan.


Naga Laut mengeluarkan domain laut yang menyebabkan pusaran air terbentuk begitu besar. Karena Naga Laut terkunci dan tidak bisa bergerak bebas, ia membuat banyak bayangan naga yang menyerang Xie Ran bersamaan.


"Rupanya kau memandang tinggi diriku." Xie Ran tersenyum licik dan berteleportasi. Ia muncul di tengah danau, melayang dengan sinar putih meliputi seluruh tubuhnya.


"Nona, kau yakin dengan ini?" Long Long mencoba meyakinkan rencana Xie Ran.


Xie Ran bicara dengan suara dalam. "Waktuku tidak banyak."


Naga Laut mengaum sekali lagi menyebabkan pusaran air muncul begitu kencang. Tembakan gelombang air memancar bertubi-tubi dari berbagai sisi ke arah Xie Ran. Meskipun Naga Laut dalam keadaan tersegel, baginya hal mudah jika membunuh seorang manusia.


Serangan fatal mendarat tepat pada pembatas yang muncul melindungi tubuh Xie Ran. Di baliknya, Xie Ran menahan serangan dan menyilangkan kedua tangannya sebelum sebuah sinar memancar dan membuat serangan Naga Laut memantul disertai derakan keras.


Naga Laut menunduk menahan serangan balik tersebut. Tekanan serangan balik yang dirasakan terlalu kuat hingga tanah di kakinya retak. Bahkan rantai yang melilitnya mulai berguncang, akan membawanya melayang jika Naga Laut tidak bisa bertahan.


Kejadian itu terjadi selama selang beberapa detik. Setelahnya, gelombang air beserta tekanan energi sebelumnya menghilang, digantikan dengan sinar putih yang menari-nari seperti benang di sekitar air.


Naga Laut mendongakkan kepalanya, merasakan energi yang menekan dan mendominasi itu membuatnya tertekan. Meski begitu, ia merasa segel di tubuhnya terguncang dan rantai-rantai yang melilitnya hancur menjadi serpihan.


Tubuhnya membeku ketika melihat gadis yang melayang di tengah air memancarkan sinar cerah yang menjadi penyebab tekanan di bawah air. Iris birrunya memancarkan kilatan dingin dan tanpa ekspresi. Rambut yang awalnya hitam menjadi keperakan yang berkibar panjang di air biru. Penampilan yang agung layaknya dewi membuat Naga Laut teringat sesuatu.


"Tidak mungkin. Dia sudah mati ...." Naga Laut teringat sosok yang membuatnya harus bersumpah melindungi tempat ini sampai seseorang datang melepaskannya. Ia tidak percaya kalau ucapan orang itu terbukti dan sangat mirip dengan orang itu.


Naga Laut tiba-tiba menunduk dalam-dalam dan berlutut. Ia tidak lagi memancarkan niat membunuh melainkan penuh penghormatan. Manusia di depannya adalah manusia yang ia tunggu dan sudah ditakdirkan. Ia akan bebas.


Xie Ran tidak menampakkan ekspresi lain sampai menapak kaki di dasar danau. Ia baru saja akan menggunakan seluruh kekuatannya untuk melumpuhkan naga itu, tapi naga itu sudah menyerah. Itu membuatnya heran.


"Kenapa dia seperti itu?" Xie Ran bertanya pada Long Long.


"Nona, auramu terlalu kuat membuatnya berpikir akan mati lebih cepat jika melawan. Di tambah, ia juga bukan hanya takut padamu, tapi sepertinya ia memiliki trauma sendiri."


Xie Ran sedikit mengerutkan kening. "Apa aku begitu menyeramkan? Aku mirip Hydra?"


Xie Ran menghela napas. "Sudahlah, tidak perlu menindasnya lagi. Ngomong-ngomong, sepertinya aku menua lebih cepat."


"Nona, kau tidak menua! Rambutmu berubah karena kekuatanmu, ini adalah wujud asli tubuh murni!" Long Long menghela napas. "Untung saja Naga Laut takut padamu, atau kau harus menggunakan seluruh tenaga untuk membuat serangan sesungguhnya. Akibatnya akan lebih fatal. Untuk sekarang, kau tidak boleh mengerahkan seluruh energimu atau cederanya akan semakin buruk."


"Banyak bicara." Xie Ran memutar bola mata dan kembali ke bentuk semula. Ia menatap Naga Laut yang masih berlutut padanya dengan teliti. Apa ini Naga Laut yang arogan itu? Lebih kuat dari Long Huo dan Long Yun?


Naga Laut mendongak menatap Xie Ran yang kini sudah normal kembali. Ia menghela napas. Penampilan tadi membuatnya terkejut dan takut untuk sesaat. "Karena kau telah mengalahkanku, aku akan berada di pihakmu sebagai pengikutmu."


Semudah itu? Xie Ran nyaris tidak percaya. "Baik. Naga sejati memenuhi ucapannya. Karena kau memutuskan menjadi pengikutku, kedepannya kau hanya mematuhi ucapanku."


"Tapi aku memiliki sebuah syarat." Ucapan Naga Laut membuat Xie Ran menaikkan sebelah alisnya. "Itu ... aku akan benar-benar mengakuimu jika membantuku mendapatkan kembali lautan. Bukan berarti aku tidak mengakuimu saat ini, hanya saja aku merasa kekuatan sebelumnya hanya terjadi sementara. Aku memerlukan sesuatu untuk membuatku semakin yakin dengan kekuatanmu."


Xie Ran tersenyum misterius. "Baik."


"Aku ingin bertanya sesuatu. Tentang aura naga tadi ... apa kau salah satu anggota kekaisaran?"


Xie Ran semakin bingung sampai tidak bisa berkata-kata. "Ada apa? Aura naga?"


"Aura naga hanya dimiliki oleh anggota kekaisaran dan ditakdirkan menjadi penguasa. Aura nagamu sangat pekat, kalau kau bukan anggota kekaisaran, kau harus memiliki hubungan yang erat dengan ras naga."


Xie Ran memikirkannya dalam diam dan bertanya pada Long Long, "Kenapa kau tidak memberitahu? Aku bukan anggota kekaisaran, apa kau tahu sesuatu?"


"Pertanyaan ini ... takutnya hanya leluhurmu yang dapat menjawabnya." Long Long tertekan di dalam sana.


"Kau menyuruhku mati?!"


"Bukan! Bukan begitu maksudku ...." Lagi-lagi Long Long merasa lebih tertekan sampai ingin menangis karena kesalahpahaman Xie Ran.


Xie Ran menghela napas dan menatap Naga Laut. "Kau tahu apa yang harus kau lakukan."


"Aku tidak lihat apa pun. Kau mematahkan segel dan aku berjanji tunduk padamu sesuai kesepakatan." Naga Laut buru-buru berjanji tutup mulut. Ia tidak ingin mencari masalah dengan gadis bertempramen buruk ini.


"Bagus."


Naga Laut terus memikirkan betapa takutnya ia ketika Xie Ran mengeluarkan aura naga yang pekat. Meski tinggal bersama naga bisa menyebabkan munculnya aura naga dalam tubuh, tapi itu tidak seberapa dibandingkan aura naga bawaan dari tubuh Xie Ran. Auranya terlalu kuat seolah Xie Ran sendiri adalah naga.


"Kau tidak perlu melihatku seperti itu." Xie Ran berkomentar dan menguap. Saat ini ketiga naga dan Xiao Caihong ada bersamanya sedangkan Qu Xuanzi entah ada di mana.


"Master, kau terlihat tidak baik-baik saja." Long Huo dapat melihat kantung mata Xie Ran yang menghitam dan gadis itu terlihat lesu.


"Aku tak apa. Hanya saja, aku melewatkan tidur malam yang panjang."


Ketiga naga itu saling tatap dan memasang mulai bereaksi aneh. Xie Ran tidak memperhatikan karena gadis itu menutup mata dan menopang kepala dengan tangan seperti tidur duduk.


"Aku mengerti." Long Ying tersenyum aneh dan mengangguk pelan. Long Huo dan Long Yun juga sama, sambil tertawa dalam hati akan imajinasinya yang liar.


"Bagus kalau mengerti," gumam Xie Ran. Ia akhirnya melihat reaksi aneh mereka sampai mengerutkan kening. Ada apa dengan mereka?


Semalam ia tidak bisa tidur karena terus terpikirkan akan Qu Xuanzi yang tiba-tiba melamarnya sehingga sepanjang malam hanya bisa tidur dengan mata terbuka.


Bukan hanya itu yang membuatnya tidak bisa tidur, ia juga memikirkan bagaimana rencana selanjutnya. Apa ia akan melanjutkan perjalanan atau kembali ke klan Xie. Memikirkannya membuatnya pening kembali.


Berbeda dengan pikiran liar ketiga naga itu. Mereka jauh berbeda dari Xie Ran yang masih seperti anak-anak. Apa yang mereka pikirkan tak lain ialah apa yang terjadi dari kelanjutan hal yang mereka lihat semalam.


"Untuk perjalanan selanjutnya, aku sudah memikirkannya sejak kemarin. Kita akan pergi ke Lautan Selatan," kata Xie Ran mengambil keputusan.


"Apa!" Ketiga naga itu mengubah ekspresi begitu drastis. Mereka tentu tahu apa tujuan Xie Ran terutama Long Ying. Namun Long Ying sendiri tidak berharap Xie Ran akan ke sana secepat itu dengan kekuatannya saat ini.


"Master, keadaanmu belum stabil. Luka pertarungan kemarin belum sepenuhnya sembuh. Bagaimana jika terluka lagi?" Long Yun cemas.


"Apa sudah meminta pendapat Tuan Dewa?" Long Huo berpikir, Qu Xuanzi tidak akan mengizinkan Xie Ran ke sana dengan kekuatannya saat ini apalagi dengan cedera yang masih belum pulih.


"Apa aku harus selalu meminta pendapatnya?" Xie Ran sudah tahu bagaimana jawaban pria itu dan tidak mau repot membujuk.


"Tapi—"


"Tidak ada alasan." Xie Ran berdiri dari kursinya. "Perjalanan ke Lautan Selatan membutuhkan waktu panjang, selama perjalanan aku akan memulihkan diri dengan baik. Tidak perlu khawatir, aku tahu kondisiku sendiri."


"Bagaimana jika Tuan Dewa tidak mengizinkan?" tanya Long Ying.


Xie Ran tersenyum dan melipat kedua tangannya di depan dada dengan tenang. "Aku tidak perlu izinnya, karena dia tidak akan menghentikanku. Bukankah begitu?"


Ia menatap pria di belakang tiga naga membuat ketiga naga itu berbalik. Rupanya benar, Qu Xuanzi ada di sana mendengarkan rencana terbaru Xie Ran dan tampak tidak menolak argumen.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mereka melakukan perjalanan jauh di udara. Long Yun menjadi kendaraan Xie Ran yang bersama Long Huo dan Long Ying. Jangan lupakan Xiao Caihong di atas kepala Long Huo yang melihat Xie Ran memulihkan tenaga sepanjang hari.


Sudah beberapa hari mereka berada di atas langit, Xie Ran belum membuka mata. Setelah ia yakin tenaganya cukup pulih dan lukanya membaik, ia membuka mata melihat awan-awan yang dilaluinya.


Ia berdiri, melihat arah terbang Long Yun. Keningnya berkerut begitu menyadari arah penuh pohon yang tidak sesuai ekspektasinya.


"Kenapa lewat sini? Bukankah kita akan lewat jalan yang sudah kutandai?" Xie Ran berkomentar.  Ia sudah menandai rute tercepat di peta yang ia beli di akademi.


"Itu ...." Long Yun tergagap.


"Aku yang memintanya," kata Qu Xuanzi yang tiba-tiba datang dan berdiri di sisi Xie Ran sambil menatapnya. "Rute yang kau tunjuk tidak aman. Meski akan sampai lebih cepat, sering terjadi badai yang akan mengganggu perjalanan. Jadi, lebih baik memilih jalan memutar."


Xie Ran mengangguk paham dan tidak berkomentar lagi. Sedangkan dua naga di bahunya hanya bisa menghela napas. Jalan berbahaya apanya? Meski tidak berbohong, Long Yun tidak selemah itu melawan badai. Qu Xuanzi hanya mengulur waktu dengan jalan berputar-putar. Tentu bukan tanpa alasan, ia hanya ingin Xie Ran pulih sebelum sampai di Lautan Selatan.


Xie Ran tidak berpikir lebih jauh dan hanya mengiyakan. Yang penting ia sampai di Lautan Selatan hidup-hidup. Ia juga tidak ingin mempersulit para naga imut ini.


"Master, setahuku di depan sana ada Kota. Kenapa tidak mampir saja untuk istirahat?" Long Yun menawarkan Xie Ran.


Xie Ran mengeluarkan peta dan melihat kota yang dimaksud Long Yun. "Kota Shuiyang?"


"Nona, Kota Shuiyang adalah kota unik. Kamu mungkin mendapat banyak pengalaman di sana." Long Long memberi saran.


Xie Ran tersenyum seolah hal baik ada di depan matanya. "Tidak buruk. Long Yun, kita istirahat di sana."


Long Yun merendahkan penerbangan merasa senang telah mengulur waktu melawan Hydra. Bukanya takut, ia hanya ingin mempersiapkan diri lebih lama saja. Apalagi luka Xie Ran belum pulih sepenuhnya. Ia juga lelah jalan memutar berhari-hari.


Setelah Long Yun mendarat dan mengecilkan tubuh, Xie Ran meminta mereka pergi ke liontin agar tidak mencolok. Mereka mendarat di sekitar hutan perbatasan Kota Shuiyang sehingga Xie Ran harus berjalan beberapa meter agar sampai di kota.


Namun begitu akan melangkah, Xie Ran mendapati sesuatu yang aneh. Ia melirik Qu Xuanzi di sebelahnya. "Kau juga merasakannya?" Semenjak menerobos profesional lanjutan, inderanya jauh lebih tajam dan sensitif.


Qu Xuanzi mengangguk. "Jauh lebih kuat dari sebelumnya."


Xie Ran tersenyum licik. "Sepertinya aku akan bersenang-senang dulu di sini."


Qu Xuanzi menggenggam lengannya membuat perhatian Xie Ran teralih. "Mereka di sini, jangan lepaskan tanganmu."


Xie Ran mengangguk dan tetap di tempatnya sampai sebuah kabut hitam muncul lima meter di depannya. Xie Ran nyaris terkejut dan memasang sikap waspada, namun Qu Xuanzi langsung mengisyaratkannya untuk diam di tempat.


Sosok berjubah hitam muncul diantara kabut hitam yang kian lama menipis. Sosok itu tinggi, memiliki postur pria yang tegap dan besar disertai aura misterius yang menakutkan. Tak lama setelahnya, pria lainnya datang dalam bentuk kabut yang sama, namun dengan kekuatan yang sedikit lebih rendah.