The Emperor God Wife Is Naughty

The Emperor God Wife Is Naughty
93. Keluarga Tang (2)



Keheningan menyelimuti ruangan dalam beberapa saat setelah Zhong Guofeng menyatakan niatnya. Xie Ran masih termenung, menatap Zhong Guofeng dengan pandangan tidak percaya, keningnya berkerut.


Ia mulai berpikir, semua Kaisar tidak memiliki cara lain dalam mengungkapkan isi hati selain langsung menawarkannya posisi permaisuri. Jika ia wanita lain, sudah pasti akan langsung menerimanya dengan serakah.


Tapi Xie Ran tidak seperti itu!


"Pfft, Nona, kamu terjebak sekarang. Sepertinya Kaisar tiga dunia akan menjadi milikmu, mengingat Kaisar Iblis juga merupakan Kaisar Langit, tinggal menunggu lamaran tidak romantisnya." Suara kekanakan Long Long menggema dengan gaya mengejek sekaligus menyanjung. Nonanya sangat hebat menarik orang-orang besar!


Xie Ran mengabaikan 'sanjungan' Long Long dan mulai bersikap serius. Ada apa dengan para Kaisar di dunia ini? Ia masih bisa menolelir Qu Xuanzi mengingat hari-harinya yang dilalui bersama, tapi Zhong Guofeng? Pertemuan mereka bahkan bisa dihitung jari. Bukankah terlalu sembrono?


"Apa kau terlalu tertekan?" Xie Ran pikir Zhong Guofeng melakukan ini karena tidak memiliki pilihan. Entah pesonanya yang terlalu menantang langit atau karena—mungkin—kenalan wanita Zhong Guofeng hanya dirinya sehingga mengambil jalan pintas atas tekanan para pejabat yang menginginkan Kaisar memiliki Permaisuri. Apalagi latar belakang Xie Ran juga berasal dari Klan terkuat. Masuk akal


Zhong Guofeng tidak tahu apa yang Xie Ran pikirkan, dia hanya tahu bahwa dirinya telah ditolak secara tidak langsung! Ia belum pernah merasakan ditolak seseorang, namun ketenangannya tidak berubah. Dengan begini, ia justru semakin tertarik pada Xie Ran.


"Lupakan." Sepertinya terlalu terburu-buru membuat gadis itu terkejut. Ia akan mengambil lain hari dengan cara yang lebih matang dari hari ini. Yang penting, Xie Ran tahu perasaannya.


Xie Ran tidak memikirkannya lagi. Zhong Guofeng mengatakan untuk melupakan hal tadi, dia benar akan melupakannya dan tidak mempermasalahkannya. Meski ia tahu perasaan Zhong Guofeng, lebih baik berpura-pura bodoh karena tidak ingin menyinggung orang yang paling dihormati ini. Saat ini keberadaannya cukup tidak menguntungkan, ia bisa memanfaatkan relasinya untuk melindungi diri sendiri.


"Lalu, apa ada hal lain yang ingin dikatakan?" Xie Ran bertanya setelah beberapa saat ruangan menjadi hening. Zhong Guofeng terus menatapnya, membuat tangan Xie Ran merasa gatal ingin mencungkil mata indah itu.


"Kau datang ke perbatasan untuk bertemu Keluaga Tang?" Zhong Guofeng akhirnya bertanya secara formal membuat tangan gatal Xie Ran menghilang.


Xie Ran mengangguk. "Sepertinya Keluarga Tang sangat istimewa bagimu. Kau tidak akan menangkapku ke pengadilan karena menyentuh mereka, 'kan?"


"Aku justru akan berterimakasih. Keluarga Tang sudah lama menguasai perbatasan, jika dibiarkan, akan mempengaruhi kekuasaan kekaisaran. Bahkan walikota yang seharusnya paling berpengaruh, ditekan oleh mereka."


"Pejabat korupsi itu?" Xie Ran menaikkan sebelah alis.


"Seharusnya orang itu sudah mati." Zhong Guofeng berkata dengan tenang, sedangkan Xie Ran berpikir mengapa pria ini mengatakan hal itu.


"Jika aku mengakhiri Keluarga Tang, kau akan mengganti dengan pejabat lain untuk memimpin perbatasan?"


"Sudah kuganti sejak awal, tapi sepertinya belum sampai." Tatapan Zhong Guofeng menjadi terlihat geli akan apa yang ada di pikirannya.


Entah kenapa, Xie Ran merasa tatapan itu tidak asing. Mendadak ia kehilangan kata-kata, akan tanggapan Zhong Guofeng yang penuh rahasia. Xie Ran dapat melihat, tatapan itu berbeda dari hari-hari lain seolah telah melihat banyak darah di seluruh kehidupannya.


Setelah beberapa saat mengevaluasi, akhirnya Xie Ran mengerti. Pejabat korupsi itu telah mati, seperti yang dikatakan Zhong Guofeng, dan Keluarga Tang menguasai perbatasan. Zhong Guofeng ingin menurunkan kekuasaan Keluarga Tang, menggantinya dengan pejabat baru, namun pejabat baru kali ini belum kunjung datang.


Ada dua alasan mengapa pejabat itu belum datang. Kalau bukan ikut campur Keluarga Tang yang menghambatnya di jalan, maka pejabat itu yang tidak kompeten. Tapi siapa yang berani menentang Kaisar kejam seperti ini sehingga terus mengulur waktu? Mereka seharusnya takut jika Kaisar ini akan bermain dalam bayangan, membunuh mereka tanpa tahu dengan cara apa mereka terbunuh.


Berarti hanya ada satu hal, Keluarga Tang yang menghambat pejabat itu. Menurut Xie Ran, Keluarga Tang melakukan segala cara agar berada di posisi tertinggi. Tang Zhi selalu memimpin, bahkan segalanya telah direncanakan dalam skema mengerikan sehingga melahap sepenuhnya Klan Xie. Ditambah keberadaan iblis, mereka semakin merajalela.


"Kau bisa membunuh mereka, aku tidak masalah." Xie Ran paham sepenuhnya. Zhong Guofeng ingin Keluarga Tang berakhir untuk mengakhiri kekuasaannya yang dapat menggoyahkan kekaisaran. Jika Keluarga Tang terus menyabotase berbagai daerah, hanya butuh waktu untuk mendirikan kekaisaran lain atau menggantikan tahta kekaisaran. Dunia tengah akan dikuasai iblis.


Zhong Guofeng tersenyum. "Bukankah kau ingin balas dendam? Aku memberimu kesempatan. Biar kulihat, bagaimana kau melakukannya, sebagai Nona Klan Xie."


"Kau mengawasiku?" Xie Ran terkekeh memikirkan bagaimana Zhong Guofeng menontonnya ketika sedang di dalam Keluarga Tang.


Zhong Guofeng tetap setia pada senyumnya yang menenangkan. "Aku selalu mengawasimu, bahkan ketika kau melawan Hydra."


Xie Ran menyipitkan matanya, menurunkan senyumnya. Semakin lama, ia semakin tidak mengenal Zhong Guofeng. Bagaimana bisa tahu bahwa ia melawan Hydra? Bukankah berarti, Zhong Guofeng juga tahu bahwa di sisinya ada beberapa hewan suci dan naga? Zhong Guofeng juga tahu bahwa ia pemilik energi murni? Kenapa Qu Xuanzi tidak menyadari kehadirannya?


"Bagaimana kau tahu?"


Zhong Guofeng yang melihat wajah pucat Xie Ran terkekeh. "Hanya menebak. Tapi sepertinya itu benar, apa kau membuat Hydra sebagai bahan pelatihan?"


Xie Ran tertawa canggung menutupi kegugupannya. "Sayang sekali, aku bukan tandingannya dan berhasil lolos. Jika berhasil membunuhnya, aku berpikir untuk memakannya jika bisa dimakan."


"Ranran memang tidak berubah," balas Zhong Guofeng.


Xie Ran mengangguk canggung. Meskipun begitu, ia sama sekali tidak lega. Ia tidak berpikir Zhong Guofeng menaruh humor mengenai Hydra. Setiap Kaisar selalu terganggu akan masalah Hydra yang menghambat nelayan untuk mendistribusikan ikan laut ke istana. Hydra selalu menjadi momok terbesar bagi kekaisaran, bahkan Kaisar sebelumnya dibuat gila oleh kasus Hydra.


Tapi Zhong Guofeng dengan mudahnya berpikir bahwa Xie Ran yang bodoh menantang Hydra. Itu tidak masuk akal, meski Xie Ran memiliki kekuatan menantang langit sekalipun. Xie Ran juga tidak berpikir, pengawasan yang dikatakan Zhong Guofeng hanya main-main semata.


Zhong Guofeng ini ... tidak sederhana.


"Kau akan tetap di sini?" Xie Ran berniat mengusir, tidak ingin menyimpan pria berbahaya di sisinya.


"Sudah kukatakan, aku akan mengawasimu, jadi aku tetap bersamamu." Zhong Guofeng berkata dengan senyuman seolah ia telah memenangkan permainan.


"Jadi kau akan mengikutiku di belakang sedangkan aku menghadapi mereka? Bukankah kau hanya akan menggagalkan semua rencanaku?"


Ucapan Xie Ran membuat senyum Zhong Guofeng membeku. Jelas Xie Ran terang-terangan mengusirnya dengan berbagai alasan. Namun ia tetap memasang senyum ramah tanpa aura berbahaya seperti sebelumnya.


"Aku bisa mengikuti dari jauh," sahut Zhong Guofeng. Xie Ran hanya tersenyum paksa menyerah dengan keadaan.


Setelah percakapan mengjengkelkan itu, Xie Ran pergi makan. Tapi siapa sangka Zhong Guofeng terus mengekor dan makan bersamanya di restoran. Xie Ran tidak lagi mengusir, hanya bisa menghela napas karena percuma mengusir makhluk keras kepala satu itu.


Setelah selesai makan, Xie Ran keluar dari penginapan untuk jalan-jalan. Zhong Guofeng masih mengekor seperti anak ayam yang mengikuti induknya. Xie Ran yang awalnya berkomentar akan tingkah pria itu, menjadi diam mengabaikan sosok hitam yang mengekor di belakangnya seperti pengawal.


Entah di mana dua hewan suci itu ....


Setelah beberapa lama berjalan tanpa tahu arah, Xie Ran merasakan Zhong Guofeng tidak lagi mengikutinya. Pria itu menghilang entah ke mana, itu memberinya perasaan lega.


Tapi begitu pandangan Xie Ran berbalik untuk melanjutkan perjalanan, beberapa orang berdatangan menghampiri. Mereka adalah para pria dengan otot besar seperti algojo, sudah dipastikan kekuatan fisik mereka cukup kuat. Sedangkan salah satu yang paling mencolok dan berbeda diantara mereka adalah seorang wanita muda yang cantik dan terlihat anggun, berjalan memimpin sekelompok algojo dengan dagu diangkat.


Xie Ran tidak peduli. Ia berjalan mengabaikan mereka berpikir orang-orang itu hanya lewat, lagi pula ia tidak kenal. Bisa saja hanya orang-orang dari dunia persilatan.


Langkah Xie Ran menyingkir ke arah lain di arah yang berlawanan dari kelompok itu. Ketika berpapasan dengan mereka, sebuah tangan besar menahan bahunya membuat langkah Xie Ran terhenti.


"Kamu terlihat tidak asing." Wanita muda itu melangkah ke arah Xie Ran sambil meneliti. Senyum tipis di bibirnya tidak luntur, terus mencoba mengingat apa dia pernah melihat Xie Ran sebelumnya.


Xie Ran masih memakai topeng, tapi siapa sangka wanita ini menganggapnya tidak asing. Bahkan Xie Ran tidak mengenalnya, apa mereka salah orang?


"Nona, boleh beritahu identitasmu? Aku merasa kamu familiar, apa kita pernah bertemu di satu tempat?"


Xie Ran memandangnya sekali lagi, berusaha berpikir siapa wanita ini sampai keningnya berkerut. Jika dilihat, wanita ini memiliki beberapa kesamaan dengan Tang Yueha. Apa mereka dari Keluarga Tang?


Berpikir mungkin saja mereka berasal dari Keluarga Tang, Xie Ran memilih melepas topeng sebagai balasan mengenai identitasnya. Ia berniat masuk ke Keluarga Tang terlebih dahulu.


Wanita itu menunjukkan senyum terbaiknya kembali, semakin lebar disertai riak jahat di matanya yang indah.


"Xie Ran?" tebaknya.


Xie Ran menaikkan sebelah alis. Sepertinya dia sangat terkenal di Keluarga Tang. "Kau tahu aku?"


"Namamu telah tersebar, semenjak Turnamen di Kota Ye berakhir. Meski sudah beberapa bulan berlalu, tetap saja terlalu membekas. Klan Xie telah mengundangmu kembali, tapi kamu menolak. Sekarang kamu di Kota Perbatasan, apa tidak ingin menyapa ibuku yang pernah mengurusmu?"


Xie Ran menjadi redup untuk beberapa saat, tanpa melepas pandangannya terhadap wanita itu. Wanita itu setidaknya lebih tua dari Tang Yueha, sekitar 20 tahun dilihat dari wajahnya yang dewasa. Ia cantik, terlihat lembut dan elegan seperti Tang Yueha. Sepertinya ia juga terkenal di Kota Perbatasan mengingat banyak orang menatapnya penuh kekaguman.


"Aku tidak memiliki alasan mengikutimu." Xie Ran tetap menatapnya dengan tatapan padam.


"Sebuah kehormatan bila adik berkunjung. Selama ini, adik tidak pernah berkunjung menemui Ayah dan Ibu. Mereka sangat merindukanmu, bagaimana pun penyakit adik pernah dirawat oleh mereka. Ibuku selalu memiliki kemampuan dokter yang baik, belakangan ini perkembangan kedokteran meningkat pesat, Keluarga Tang selalu kedatangan orang penting. Apa adik tidak berniat melihatnya? Ibuku akan sangat senang melihatmu." Ia terlihat sangat bersemangat disertai senyum menakjupkan yang membuat semua orang di sekitar terpana.


"Apa itu alasan?" Xie Ran tetap datar menanggapinya membuat senyum wanita itu membeku.


Namun wanita itu tidak menurunkan senyum ramahnya, hanya terkekeh kecil. "Adik selalu bisa bercanda. Aku mengatakan kebenaran. Meski kita jarang bertemu, aku sudah menganggap adik sebagai adik kandungku semenjak ibu merawatmu. Sekarang adik sudah baik-baik saja, Ying'er merasa sangat senang."


Xie Ran menatapnya tanpa riak sedikit pun, ia pun menurunkan pandangannya. "Akan merepotkanmu." Xie Ran tidak berniat merepokannya lebih jauh. Ia memasang senyum tipis, seperti seorang anak polos yang tidak mengerti jalan dunia.


Xie Ran sepertinya ingat siapa dia. Tang Yueying, putri sulung Tang Jin. Tang Jin adalah Kepala Keluarga Tang, kakak Tang Zhi yang asli. Sedangkan posisi Tang Yueha adalah putri mantan kepala keluarga yang merupakan kakak Tang Jin bernama Tang Shen. Xie Ran tahu karena pernah melihat mereka—kecuali Tang Shen—di Klan Xie. Ia sempat lupa pada Tang Yueying karena wanita itu menjadi banyak berubah setelah bertahun-tahun lamanya dibanding Tang Yueha.


Kekuatan Tang Yueying tidak kalah dari Tang Yueha, atau bahkan lebih kuat. Jika Tang Yueha masih profesional akhir, maka Tang Yueying setidaknya telah menembus profesional lanjutan belum lama ini. Profesional lanjutan seharusnya menjadi sesuatu yang rumit untuk diterobos, tapi dengan bantuan Huai Mao—entah dengan cara apa—menerobos bukanlah apa-apa, asal tidak mencapai tingkat saint.


Alasan terkuat mengapa Keluarga Tang masih berdiri kokoh tanpa bisa disinggung, tak lain karena mereka menyimpan beberapa kultivator peringkat atas. Tang Yueying salah satunya.


Pandangan Tang Yueying menjadi sangat gembira dan bersemangat. "Ayah dan Ibu akan sangat senang mendengarnya, Ying'er juga sangat senang. Kamu tenang saja, Ying'er akan memastikan Klan Xie tidak tahu keberadaanmu. Aku paham hubunganmu dengan Xie Nu. Kamu pasti masih marah, jadi Ying'er akan berada di sisimu, terus mendukungmu."


"Terimakasih." Xie Ran membalas senyumannya tanpa mengatakan hal lain. Ia tidak berniat bicara banyak dan memasuki Keluarga Tang dengan mudah tanpa kecurigaan. Ia tidak memiliki banyak kontak dengan Tang Yueying sebelumnya, jadi tidak tahu bagaimana wanita itu sebenarnya. Dia harus tetap waspada, apalagi ketika memasuki kandang macan.


Tang Yueying membawa Xie Ran dan terus berusaha menarik perhatiannya. Dibanding Tang Yueha, Tang Yueying lebih banyak bicara. Ia berusaha menyenangkan hati Xie Ran, suaranya lembut dan menyenangkan membuat semua orang iri.


Sema orang tahu, Tang Yueying yang paling ramah dan paling bisa didekati dibanding Tang Yueha. Di pandangan rakyat Kota Perbatasan, Tang Yueying yang ceria dan mudah didekati selalu menjadi incaran dan kebanggaan. Sedangkan Tang Yueha tidak banyak bicara, sangat tenang dalam segala hal membuatnya sangat dipuja apalagi kontribusinya yang luar biasa dibanding Tang Yueying.


Jika Tang Yueha mahir dalam kekuatan, maka Tang Yueying lebih lembut dalam mendekatkan diri pada sosial. Mereka jauh berbeda, tapi sangat dihormati. Siapa pun yang mengganggu mereka, akan mendapat cacian dari masyarakat.


Sekarang melihat Tang Yueying sangat dekat dengan Xie Ran, semua orang menjadi iri. Tang Yueying bahkan menganggapnya sebagai adik dan secara khusus membawanya ke Keluarga Tang. Meskipun Tang Yueying dekat dengan semua orang tanpa pandang kasta, para rakyat tetap merendah tanpa berani ada di sisinya, apalagi dianggap sebagai adik.


Xie Ran yang tanpa topeng, tidak dikenali sebagai wanita yang memukul penagih sebelumnya. Melihat Xie Ran yang jauh lebih cantik dari Tang Yueying, mereka hanya bisa memaklumkannya tanpa memandang Xie Ran dengan kedengkian. Mereka justru berpikir, 'adik dan kakak' itu sangat cocok satu sama lain dengan visual mencegangkan.


Xie Ran tidak tahu hal itu. Jika ia tahu, ia akan muntah darah mengetahui dirinya disamakan dengan Keluarga Tang.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh ke Kediaman Keluarga Tang, Xie Ran mendapat tatapan pertanyaan dari segala penjuru. Tidak ada yang tahu paras Xie Ran yang baru selain anggota keluarga inti, mereka hanya tahu Xie Ran hanyalah gadis buruk rupa dan sampah masyarakat karena cacat mental. Itu sebabnya, mereka bertanya-tanya siapa gadis cantik di sisi nona sulung mereka.


Tang Yueying langsung membawa Xie Ran ke tempat ayah dan ibunya berada. Tang Jin dan Cheng Hua tengah di perkarangan kediaman timur, bersama catur dengan pion hitam dan putih di meja.


Wanita cantik itu menyesap teh dengan anggun, sebelum meletakkannya kembali perlahan. Ia terlihat berumur 30an, namun tidak dengan umurnya yang telah meraih 40. Parasnya yang awet muda karena kultivasinya yang meningkat, serta obat yang ia buat untuk memperlambat penuaan.


Ia bicara dengan nada lembut. "Aku dengar mereka mengalami masalah, seseorang sengaja mengacaukan rencana, membuat Klan Xie kacau. Jika terus seperti ini, takutnya akan mempengaruhi pondasi Keluarga Tang." Ia menurunkan pandangannya. "Orang-orang dunia persilatan juga mulai berani melawan beberapa bawahan baru-baru ini tapi kita tidak menegur. Sepertinya, kekuatan kita memang telah berkurang sejak Klan Xie melemah." Nada bicaranya lembut, namun mengandung sindiran membuat pria di depannya menghela napas.


"Aku telah mengutus orang ke Klan Xie. Kondisi di sana semakin kacau, bahkan Tang Yueha akan sampai di perbatasan besok. Lebih baik, kita jangan menyinggung Nyonya lagi dan mengikuti instruksinya."


"Apa kamu tidak bermaksud mengubah nama Keluarga Tang menjadi hal yang lebih luas? Kita berada di kekaisaran, Kaisar juga bukan seseorang yang menutup mata atas segalanya. Aku takut—"


"Tidak ada yang perlu ditakutkan. Dengan pasukan yang kita latih, sesuai keinginan Nyonya, bahkan prajurit kekaisaran tidak bisa menyinggung lebih jauh. Dalam beberapa waktu, jumlah pasukan akan memenuhi syarat untuk membentuk aliansi dengan Dunia Bawah, kita hanya memerlukan sedikit waktu."


Cheng Hua menghela napas, menundukkan kepala memikirkan masalah tak berujung. Sedangkan Tang Jin mengalihkan pandangan begitu merasakan seseorang mendekat.


Suara langkah kaki terdengar, bukan hanya satu orang, melainkan dua membuat Tang Jin dan Cheng Hua berdiri, melihat ke arah pintu. Wajah serius mereka menjadi berseri ketika melihat sosok wanita cantik yang menghampiri mereka dengan senyuman gembira.


"Ayah, Ibu, lihat siapa yang datang." Tang Yueying berjalan ke arah mereka tanpa melunturkan senyum, kemudian mengarah ke belakangnya untuk menunjukkan keberadaan Xie Ran.


Pandangan mereka berdua mengikuti Tang Yueying. Mereka terkejut untuk beberapa saat dan saling tatap dengan pandangan aneh. Detik berikutnya, Cheng Hua tersenyum sambil menghampiri Xie Ran.


"Aiya, keponakanku yang malang. Masuklah, Bibi sangat merindukanmu. Bibi tidak tahu kamu akan datang, kalau tahu Bibi akan menyambutmu dengan meriah." Cheng Hua langsung menuntun Xie Ran ke dalam. Senyumannya tidak luntur diikuti oleh Tang Yueying membuat Xie Ran berads di tengah-tengah antara mereka.


Mereka memperlakukannya cukup baik ... saat ini.


Xie Ran ingat pasti bagaimana 'perawatan' Cheng Hua selama ini. Cheng Hua adalah dokter. Dulu Xie Yun mengundangnya untuk mengobati kondisi Xie Ran yang kian memburuk karena imun yang lemah. Cheng Hua merawat Xie Ran, memberinya banyak pil dengan keramahan yang sama. Cheng Hua juga yang mengatakan pada Xie Yun untuk mencarikan banyak herbal berharga untuk Xie Ran.


Tapi Xie Ran tahu, semua herbal berharga itu tidak digunakan untuk dirinya. Ia ingin memberitahu Xie Yun, tapi Tang Zhi selalu menghalanginya dengan berbagai alasan dan membuatnya diam di kamar. Ketika Xie Yun meninggal, ia tidak lagi melihat Cheng Hua karena dipindahkan di rumah bobrok.


Cheng Hua membiarkan Xie Ran duduk dan menuangkan teh yang tersedia. Tang Jin menyusul, sedangkan Tang Yueying duduk di sebelah Xie Ran lalu nenyesap teh dengan anggun.


"Hua'er ada beberapa hak yang harus kuurus. Sisanya, kuserahkan padamu." Tang Jin di ambang pintu berpamitan. Ketika pandangannya melihat Xie Ran yang jauh berbeda dari beberapa tahun lalu, rautnya menjadi rumit.


Mereka tahu wajah Xie Ran yang sekarang berdasarkan apa yang mereka lihat dari lukisan yang dikirimkan Tang Yueha. Tapi mereka tidak menyangka Xie Ran akan mendapatkan visual yang lebih baik dari mereka semua yang telah berusaha mengembangkan paras menggunakan obat dan riasan. Xie Ran tampak lebih alami, membuat siapa pun iri.


Mereka pikir Xie Ran tidak memiliki banyak pengalaman karena terkurung selama bertahun-tahun di rumah bobrok. Siapa yang akan percaya, seorang gadis yang baru keluar satu tahun akan memiliki banyak pengalaman dunia. Apalagi ia berada di akademi selama satu tahun dan tidak lagi ke mana-mana. Meski kekuatannya mencegangkan, dia hanya anak yang baru menetas dan pemalu.


Bahkan Xie Ran hanya diam menerima semua perlakuan mereka dengan senang hati, tanpa kewaspadaan. Itu membuat mereka semakin yakin bahwa Xie Ran tidak memiliki niat lain. Permusuhannya dengan Klan Xie hanya berdasarkan dari penindasan Xie Nu.


Tapi tidak ada yang tahu pasti, bagaimana temperamennya selain Tang Yueha yang pernah berhadapan langsung dengannya. Sayangnya, Tang Yueha hanya akan datang besok, belum tentu juga menceritakan segala yang ia tahu pada paman dan bibinya.


Xie Ran dengan senang hati menikmati pelayanan Keluarga Tang. Cheng Hua memperlakukan Xie Ran seolah Xie Ran adalah putrinya begitu pula Tang Yueying. Selagi mereka bercengkrama sebagai wanita, Tang Jin sama sekali tidak memiliki reaksi seperti mereka.


Sepanjang perjalanan, Tang Jin memiliki wajah masam setelah melihat Xie Ran yang berubah sangat drastis. Ketenangannya melebihi dari apa yang diharapkan seorang gadis yang terkurung di rumah pelosok.


Ketika ia sampai di aula utama kediaman, ia melihat beberapa sosok hitam berdiri seolah sudah mengantisipasinya.


Dua sosok jakung berjubah hitam, mata mereka merah disertai raut datar tanpa ekspresi. Pandangan mereka terarah pada Tang Jin dengan tegas dan bersiap siaga.


"Awasi dia!" Tang Jin memberi perintah. Kedua sosok itu menghilang begitu saja melaksanakan perintah, sedangkan Tang Jin yang wajahnya semula masam menjadi tenang.


Meskipun ia melihat perkembangan Xie Ran, ia tetap tidak bisa tenang mengingat selama satu tahun Xie Ran menghilang. Ia pikir, karakter Xie Ran saat ini adalah hasil dari pelatihannya selama setahun. Jika gadis itu pintar, ia sudah dapat menebak apa yang terjadi dan tidak mungkin pergi ke Keluarga Tang tanpa motif. Jadi dia harus waspada setiap saat.


Xie Ran ... ia harap gadis itu benar-benar bodoh, atau dia tidak akan menahan diri untuk membungkamnya.