The Emperor God Wife Is Naughty

The Emperor God Wife Is Naughty
133. Altar Pengorbanan Jiwa (2)



Waktu persiapan pengorbanan semakin lama semakin dekat. Yu Zainan memajukan jadwal karena 'dia' tidak ingin berlama-lama mengulur waktu lagi sehingga persiapan benar-benar dipercepat.


Puncak Lava telah penuh oleh iblis yang  bertugas, sedangkan para naga tidak diperbolehkan memasuki wilayah Puncak Lava terlebih dahulu. Setelah formasi aktif, tidak akan ada yang tahu apa yang menyebabkan nyawa mereka menghilang.


Yu Zainan telah mempercayakan formasi pada Bai Long'er, bukan berarti ia percaya sepenuhnya pada wanita itu. Ia selalu ingin menjatuhkan Bai Long'er bagaimanapun caranya, namun keberadaan Jian Wu menambah bebannya sehingga harus memikirkan cara menyingkirkan dua makhluk merepotkan itu.


Ia telah menyiapkan inti formasi khusus yang akan membuat semua naga mati, Bai Long'er tak terkecuali. Ketika formasi diaktifkan nanti, ia bisa membunuh Bai Long'er bersama naga lain. Untuk Jian Wu, ia akan memikirkannya nanti.


Jian Wu adalah peri, ia akan melakukannya setelah tugas di Benua Lava selesai. Mereka akan ke Dunia Peri, pada saat itulah ia akan membereskan Jian Wu sepenuhnya.


Hari yang ditunggu telah tiba. Para naga di Puncak Lava dipindahkan ke Hutan Roh. Waktu yang diambil juga tidak asal, mereka mengambil waktu yang tepat ketika gunung berapi berada di posisi teraktif sehingga para naga di Puncak Lava harus pergi.


Xie Ran meminta teman-temannya menunggu di Wilayah Gelap karena suhu di Puncak Lava semakin tinggi, mereka tidak bisa bertahan lebih lama. Mereka berpisah untuk sementara, mengingatkan Xie Ran untuk hati-hati dan berkumpul secepatnya sebelum sesuatu terjadi. Xie Ran hanya mengangguk enteng.


Tersisa Pei Xi yang paling terakhir pergi. Ia menghampiri Xie Ran, merasa agak gelisah apalagi setelah mendengar Jian Wu yang memiliki niat buruk pada Xie Ran.


"Kau akan membunuh semua di Puncak Lava?" Formasi yang Xie Ran kacaukan bukan sekadar merusak, tapi juga membuat efek berbeda.


Seluruh Puncak Lava akan hangus, Hutan Roh sebagai perbatasan sekaligus melindungi Wilayah Gelap adalah tugas Xie Ran ketika ledakan tiba. Xie Ran tidak akan terpengaruh oleh api, tapi dia sudah pasti akan mengalami cedera. Belum lagi jika Jian Wu benar-benar mengambil kesempatan untuk membunuh Xie Ran.


"Kau ingin aku menyisakan Jian Wu?"


Pei Xi agak terkejut akan ungkapan Xie Ran. Memang tidak ada yang bisa disembunyikn dari Xie Ran, tapi ucapannya tidak sepenuhnya benar. Ia tidak sebaik itu melindungi Jian Wu.


"Lakukan apa yang ingin kau lakukan." Pei Xi tersenyum kecut. "Kau hati-hatilah, katakan jika butuh bantuan."


Xie Ran mengangguk selagi Pei Xi berbalik pergi. Tapi sebelum Pei Xi benar-benar menjauh, Xie Ran berkata, "Aku menunggu ceritamu."


Pei Xi menghentikan langkah, kemudian berbalik melihat Xie Ran disertai kekehan. Xie Ran menggedikkan bahu acuh tak acuh kemudian berkata, "Tidak juga tidak masalah."


"Aku akan menjelaskannya, kau harus cepat kembali." Pei Xi berjanji. Ia pun pergi setelah Xie Ran mengibaskan tangannya tanda pengusiran. Meski Xie Ran banyak berubah, gadis itu tetap sama di saat bersamaan seperti ketika berada di akademi.


Pandangan hangat Xie Ran berubah saat itu juga menjadi sedingin es ketika semua teman-temannya sudah menghilang dari pandangan. Ia berbalik, melihat gunung berapi yang aktif dan meletup akan lava mendidih.


Melangkah ke arah Puncak Lava, ia dapat melihat hanyak iblis berkeliaran dengan terburu-buru sedangkan sisi lain terdapat Yu Zainan yang tengah menunggu persiapan selesai. Menyadari kehadiran Bai Long'er, Yu Zainan langsung menyambutnya.


"Nona Bai, sudah menunggu lama? Persiapan akan selesai sebentar lagi, kita akan pergi ke altar utama untuk proses akhir. Setelah rencana ini terlaksana, Nona Bai ada rencana lain di masa depan?"


Xie Ran melirik Yu Zainan. Pandangan dinginnya disertai senyum yang sedikit ditarik sambil berkata, "Hanya masalah kecil, tidak perlu disebutkan."


Yu Zainan mencibir dalam hati. Ia meminta Xie Ran duduk menunggu sebentar selama beberapa saat sampai semuanya berjalan dengan lancar.


Tak sampai satu batang dupa, persiapan selesai. Xie Ran dan Yu Zainan pergi ke perut gunung berapi didampingi beberapa iblis untuk mengaktifkan inti formasi. Setelah formasi aktif dan terhubung di tiap cabang, gunung akan meletus melahap Benua Lava, lalu menyerap semua jiwa ke dalam altar untuk dikumpulkan dan diserahkan. Jian Wu akan membuat formasi teleportasi untuk para iblis, tapi tidak tahu di mana wanita itu berada.


"Di mana dia?" Yu Zainan geram menyadari Jian Wu tidak hadir. Jika Jian Wu tidak membuat formasi untuk teleportasi, bagaimana ia bisa melanjutkan pengorbanan?


Xie Ran di sisi lain hanya diam, menunggu kejutan apa lagi yang akan dikeluarkan Jian Wu. Sampai akhirnya ekspresinya berubah ketika merasakan kehadiran sosok lain yang begitu asing, namun familiar bersamaan. Ia mengerutkan kening.


Yu Zainan menyadari perubahan Bai Long'er sehingga membuatnya bertanya-tanya. Baru saja ia akan bertanya, ia telah merasakan keberadaan Jian Wu. Ia langsung beralih untuk melihat kedatangannya.


"Kau akhirnya datang. Lebih baik melanjutkan apa yang harus kita lakukan. Waktunya hampir habis." Yu Zainan ingin berkomentar lebih banyak mengenai keterlambatan Jian Wu, tapi ia memilih tidak mempermasalahkannya lagi daripada ditekan habis-habisan. Lebih baik menyelesaikan rencana terlebih dahulu.


"Tuan Yu, apa kau yakin ingin melanjutkan ketika formasi dalam masalah? Jika kau ingin bunuh diri, maka jangan melibatkanku." Jian Wu bicara acuh tak acuh.


"Bermasalah?" Yu Zainan melirik Xie Ran, meminta jawabannya apa formasi sudah diperbaiki atau tidak.


"Sebelumnya formasi memang mengalami sedikit masalah, tapi sekarang sudah diperbaiki. Mungkin, akan membutuhkan waktu beberapa saat untuk pulih sepenuhnya. Jika tidak percaya, kalian berdua bisa memeriksanya secara langsung, tidak ada masalah lain." Xie Ran mempersilakan mereka berdua untuk memeriksa.


Yu Zainan segera memeriksa, tapi tidak menemukan kesalahan seperti beberapa waktu lalu. Di mana letak kesalahan yang dikatakan Jian Wu?


"Nona Jian, tidak ada masalah di sini."


"Memang tidak ada masalah pada formasi utama, tapi masalahnya ada pada beberapa cabang formasi dan ... Xie Ran." Jian Wu melirik Xie Ran dengan senyuman.


Yu Zainan terbelalak, ia panik tiba-tiba seperti melihat hantu dan menghampiri Jian Wu. "Bagaimana dia bisa di sini? Itu tidak mungkin!"


"Itu bisa menjadi mungkin, jika kau sendiri yang menerima kedatangannya," balas Jian Wu, kemudian menoleh ke arah Xie Ran. "Bukankah begitu, Nona Xie? Atau lebih baik kukatakan Ketua Xie?"


Pandangan Yu Zainan mengikuti arah pandang Jian Wu. Matanya terbelalak tidak percaya. Sebenarnya, orang yang selama ini membantunya adalah Xie Ran! Bai Long'er adalah Xie Ran!


"Bagainana bisa?" Yu Zainan hampir gila memikirkannya. Lukisan Xie Ran yang dikirim Huai Mao jauh berbeda dari Xie Ran yang ini. Apa yang sebenarnya terjadi?


"Itu bisa saja, jika kamu telah mewarisi aura naga Naga Surgawi dari Dewa Naga. Tapi meski begitu, kamu tetaplah manusia, bukan Naga Surgawi yang asli."


"Jian Wu, meski bukan Naga Surgawi asli, selain Raja Iblis, hanya Naga Surgawi yang bisa melawannya. Bagaimana jika—"


"Entah apa yang dipikirkan 'dia' merekrutmu untuk mengerjakan tugas ini. Sangat tidak berguna!" Jian Wu melototi Yu Zainan yang bodoh.


Tapi Yu Zainan hanya bisa menelan kepahitan dan berbalik melihat para bawahannya. "Tunggu apa lagi? Cepat tangkap dia!"


Para iblis yang sejak awal bingung dengan situasi langsung bersiap menyerang, namun tiba-tiba tubuh mereka semua membeku di tempat tanpa bisa melakukan perlawanan. Setelahnya, tubuh Yu Zainan terangkat dengan leher yang tercekik akan sinar perak yang tiba-tiba muncul tanpa peringatan.


"Kamu belum memiliki izin untuk menangkapku. Bagaimana kamu begitu gegabah?" Xie Ran bicara dengan nada merendahkan membuat Yu Zainan benar-benar gemetar.


"Xie Ran, jika kamu bersedia menyerah, mungkin aku akan memberimu kesempatan kedua. Kedepannya, kehidupanmu akan aman. Seharusnya kau sudah tahu, setelah hari ini, hidupmu tidak lagi hanya milikmu seorang." Jian Wu memberi peringatan. Ia tidak bisa membunuh Xie Ran, setidaknya untuk saat ini meski sangat ingin.


Jian Wu sangat geram. Ia menghentakkan lengannya, hendak menyerang Xie Ran namun tubuhnya terhempas akan sinar perak yang menyebabkannya terbentur tubuh Yu Zainan.


"Xie Ran, kau berani!" Jian Wu meraung namun Xie Ran mengabaikannya.


Xie Ran tidak mempedulikan lolongan mereka. Ketika Jian Wu akan menyerang lagi, ia meluncurkan sinar perak lainnya tepat ke arah inti formasi untuk mengaktifkan formasi sekarang juga.


Namun sebelum itu terjadi, sinar perak lainnya muncul menghantam serangannya. Jian Wu mengambil kesempatan meluncurkan serangan sehingga Xie Ran harus menghindari serangan baru kemudian menghantam bebatuan di balik batu besar hingga menampakkan sosok yang berdiri di balik batu tersebut.


Serangan Xie Ran tidak hanya menyebabkan batu tersebut hancur, pijakan sosok itu juga hancur hingga sosok itu harus melompat ke pijakan lain agar aman dari lava yang semakin lama semakin menguap.


"Ketemu." Xie Ran menarik sudut bibirnya. Ia sengaja menarik mereka berdua ke atas altar dan mengaktifkan formasi untuk memancing orang itu. Tapi hal yang membuatnya terkejut, ciri fisik pria itu memiliki beberapa kesamaan terhadapnya.


"Tuan Bai ...." Jian Wu langsung memberi sapaan pada pria itu dengan senyuman lega. Ingin mengalahkan Xie Ran, harus dilakukan oleh orang yang tepat. Bahkan kekuatannya tidak bisa menandingi kekuatan Xie Ran.


"Dia Xie Ran?" Pria itu menyipitkan matanya, tampak agak aneh bagi Xie Ran.


"Bisa bertemu Naga Surgawi sesungguhnya, aku merasa cukup terhormat." Xie Ran tetap dengan senyum indahnya, tanpa memasang reaksi lain, berbeda dari hatinya yang merasa cukup gelisah.


"Nona Jian tidak pernah memberitahuku bahwa Xie Ran adalah seorang gadis yang belum dewasa. Benar-benar mengecewakan."


Pandangan Xie Ran meredup, namun tetap mempertahankan senyumnya. "Oh? Lalu, bagaimana bayanganku di benakmu?"


"Xie Ran, beraninya kamu menanyakan itu pada Tuan Bai. Asal kau tahu, dia adalah Bai Long yang selama ini kau ambil identitasnya,"cibir Jian Wu.


"Bai Long?" Xie Ran ragu bahwa itu benar-benar kebetulan. Ia menyebutkan nama Bai Long'er karena terucap begitu saja. Selain itu, pria bernama Bai Long itu memiliki sedikit kemiripan dengannya. Apa mereka memiliki ikatan keluarga jauh? Tidak mungkin, 'kan?


"Senang dapat dikenal oleh Nona Xie." Bai Long memasang senyum ramah, seolah di depannya sama sekali bukan musuhnya melainkan kenalan lama.


"Jauh-jauh datang ke sini, apa kau juga memiliki niat yang sama dengan mereka?"


"Seharusnya Nona Xie sudah memiliki jawabannya, 'kan?"


Xie Ran ragu Bai Long sebagai Naga Surgawi ingin menghancurkan rasnya sendiri. Seharusnya Bai Long menjadi pemimpin ras, tidak masuk akal jika dia berkhianat dan membunuh semua naga.


"Kenapa?" tanya Xie Ran. Bahkan Xie Ran yang hanya separuh naga tidak tega jika para naga dihancurkan.


Perasaan antar naga selalu terhubung dan selalu kompak tanpa masalah, tidak mungkin tega saling menyakiti apalagi membunuh. Meski tidak suka, itu semua hanya bisa dipendam atau menyelesaikannya dengan cara damai. Kehidupan itu yang ia inginkan.


Bai Long menarik sebelah alisnya seolah meremehkan Xie Ran. "Seseorang menjanjikanku warisan keilahian naga, kenapa aku harus menolaknya? Tapi sepertinya, aku hanya bisa menggunakan cara lain, karena keilahian naga itu sudah diambil oleh orang lain."


Mewarisi keilahian memiliki dua cara, pertama diwariskan oleh pendahulu untuk yang terpilih, kedua dengan cara membunuh pemilik keilahian dan menyerapnya untuk menggantikan posisi. Xie Ran paham maksudnya, Bai Long ingin membunuhnya untuk mendapat keilahian.


"Kau mirip seseorang, aku jadi tidak tega. Tapi mengingat identitasmu, aku semakin ingin membunuhmu. Tidak seharusnya manusia sepertimu menjadi naga. Kau hanya tiruan."


Tiruan ... memang benar Xie Ran bukan naga sesungguhnya, tapi semua itu sepadan dengan pengorbanan lebih dari setengah umurnya dan pengorbanan Long Long. Ia juga memiliki aura naga bawaan serta energi murni, kenapa tidak bisa menerima keilahian sebagai gantinya? Bai Long sama sekali tidak tahu, apa saja yang dikorbankan untuk mendapatkan semua ini.


"Meskipun kamu mirip ibumu, kau tetap manusia."


Ucapan Bai Long membuat Xie Ran lebih terkejut lagi. "Kau kenal ibuku?"


Bai Long terkekeh. "Cukup sering bertemu. Wanita tercantik di Dunia Atas, sayangnya menikah dengan manusia lemah. Sangat tidak sepadan."


"Dunia Atas? Dia ... dari dunia atas?" Xie Ran tambah terkejut. Leluhurnya tidak mengatakan apa pun mengenai Wen Xi, ia tidak tahu hal lain tentang Wen Xi selain identitasnya yang merupakan murid Xie Jin. Tapi jika dia dari Dunia Atas, bagaimana bisa kalah begitu saja dari Huai Mao?


"Itu saja kau tidak tahu, sepertinya dia tidak benar-benar menyayangimu." Bai Long tertawa akan kondisi Xie Ran yang bingung.


Xie Ran mengabaikan pemikirannya yang mengganggu, melihat Bai Long dengan dingin. Pria itu baru saja meremehkan ibunya, ia tidak boleh membiarkan itu terus berlanjut. Lupakan betapa penasaran ia, ia akan bertanya pada Qu Xuanzi.


"Tidak peduli apa hubunganmu dengan ibuku, kau tidak bisa merendahkannya di depanku." Xie Ran mengeluarkan pedangnya. Bai Long kemungkinan besar berasal dari Dunia Atas, ia harus waspada apalagi identitas Bai Long menyerupai Naga Azure yang merupakan naga terkuat. "Jika ingin bertarung, aku akan melayani."


Bai Long tersenyum semakin lebar. Detik berikutnya, dua sinar perak saling berdentang dengan kecepatan yang tidak bisa dilihat hanya dengan mata telanjang.


Xie Ran menggunakan pedangnya untuk menyerang, pedangnya diliputi oleh sinar perak dengan tekanan tinggi dan terus menangkis serangan Bai Long dari waktu ke waktu.


Wilayah perut gunung begitu sempit sehingga pertarungan mereka terbatas. Serangan mereka kerap kali menerjang dinding gunung hingga terjadi reruntuhan serta gempa hebat. Gunung yang seharusnya meletus beberapa saat lagi menjadi lebih cepat karena tekanan kedua kekuatan.


Jian Wu dan Yu Zainan bergegas keluar. Pertempuran Xie Ran dan Bai Long telah menembus gunung hingga keduanya keluar dari perut gunung. Tekanan yang diberikan menyebabkan para iblis yang berjaga runtuh seketika hanya dengan satu tebasan.


Gempa semakin lama semakin menjadi-jadi, lava semakin mendidih dan menyerbu area seperti semburan lumpur panas yang membakar seluruh tanah dengan lava. Dari lava menjadi lahar, terus merambat ke perbatasan Hutan Roh.


Karena formasi digagalkan Xie Ran, ledakan tidak sampai menembus Hutan Roh. Namun karena formasi tidak diaktifkan, ledakan di Puncak Lava akan melambat. Sampai waktunya tiba, tidak ada yang bisa selamat di Puncak Lava.


Sedangkan para naga di Hutan Roh berterbangan, tanpa sengaja melihat dua sosok perak yang saling bertarung membuat mereka semua penasaran. Ketika menyadari yang bertarung adalah dua Naga Surgawi yang melegenda, mereka semua menahan napas, berpikir Benua Lava benar-benar akan mengalami revolusi.


Jian Wu pergi ke Wilayah Gelap, merasa segalanya telah berakhir. Ia harus pergi secepatnya, namun ketika ia dalam perjalanan, dua sosok menyerangnya dengan serangan ganas.


Zhong Xiaorong dan Yan Yao kebetulan melihat Jian Wu lewat, mereka pikir Xie Ran telah berhasil membuat segalanya kacau dan langsung menyerangnya. Kombinasi antara harimau putih dan phoenix es membuat kekuatan mereka meningkat sangat drastis, bahkan Jian Wu harus waspada.


Jian Wu mengutuk berkali-kali pada dua anak nakal yang mencoba bermain-main dengannya. Ia memberi serangan balik yang lebih intens. Sinar kehijauan membentuk sulur di tanah dan merambat ke arah mereka berdua membentuk kurungan. Yan Yao dan Zhong Xiaorong segera bersiap akan berbagai sulur berduri yang melingkari area mereka.


Pertarungan ini tidak akan mudah.