
"Yang Mulia Kaisar Langit, apa Anda memiliki komentar?" Dewa Iblis melihat Qu Xuanzi yang berwajah gelap dengan senyuman penuh kemenangan.
Adanya Kaisar Iblis sudah pasti akan memperumit mereka berdua, terutama Qu Xuanzi. Jika mereka memilih melawan, maka hanya akan ada ketidakseimbangan. Pada akhirnya Qu Xuanzi tetap harus melawan Dewa Iblis dan Kaisar Iblis sekaligus. Bahkan di masa lalu, pertempuran Qu Xuanzi dan Kaisar Iblis mengundang malapetaka. Apa sekarang ia bisa menanganinya?
Qu Xuanzi menatap Xie Ruo di sebelahnya. "Kamu bisa bertahan sampai aku menyibukkan mereka?" Ia tidak ingin menyeret Xie Ruo lebih jauh ke dalam pertempuran. Melawan dua orang itu secara bersamaan jelas lebih berbahaya dibandingkan hanya salah satu.
Tapi Xie Ruo hanya memandang Qu Xuanzi dengan datar, tahu rencana pria itu. "Aku tidak akan pergi."
Qu Xuanzi tersenyum kecut, tidak bisa menolak keputusan Xie Ruo. "Baik."
Dewa Iblis tersenyum semakin lebar. "Jadi sudah diputuskan." Ia melirik Kaisar Iblis, kemudian memberinya isyarat tangan untuk segera menyelesaikan dua sosok di depannya.
Kaisar Iblis tidak mengatakan apa pun lagi. Ia mengeluarkan pedangnya dan menghilang dalam bayangan. Tiba-tiba, energi gelap di udara berputar seperti angin. Dalam radius beberapa kilometer, energi gelap yang terpancar menyebabkan kematian massal yang tidak ada habisnya.
Energi gelap semakin pekat, menghalau pandangan dan menyimpan sosok hitam yang tak terlihat. Iris Xie Ruo menjadi abu-abu, sehingga energi gelap yang pekat tidak mempengaruhi visinya untuk melihat apa saja yang bisa dilakukan Kaisar Iblis.
"Perhatikan sekitarmu." Qu Xuanzi bicara di sampingnya. Karena wilayah sekitar yang tidak terlalu terlihat, tempat itu terasa sunyi dan redup seolah berada dalam ilusi.
Xie Ruo mengangguk sambil memasang posisi waspada. Pedang di tangannya dieratkan, api dingin menyala menerangi sebagian wilayah di sekitarnya. Energi gelap yang menutupi pandangan benar-benar mengganggunya memperhatikan sekitar meski sudah menggunakan kemampuan psikis.
Di pandangan Xie Ruo memang tidak terlihat apa pun, tapi tidak di pandangan Qu Xuanzi. Ia dapat melihat beberapa energi gelap berkeliaran mencari mangsa dan membunuhnya. Ketika beberapa energi gelap itu mendekat, ia langsung menghancurkannya hingga menjadi serpihan udara yang mengendap.
Xie Ruo tahu bahwa ada bahaya di sekitarnya, tapi ia tidak dapat melihat dengan jelas. Begitu ia merasa ada sesuatu mendekat, dengan cepat pedangnya berayun dan menangkis energi gelap yang mendekat. Sayangnya, yang Xie Ruo lihat hanyalah sebuah bayangan yang berkedip dan menghilang. Sepertinya itu adalah serangan tak terlihat yang dibuat Kaisar Iblis.
Energi gelap berkali-kali datang seolah menargetkan mereka secara bersamaan. Meski serangan mudah dihancurkan, jumlahnya semakin lama semakin banyak dan tak terkendali. Energi gelap yang tak terlihat itu benar-benar membuat Xie Ruo bingung apa sebenarnya yang ia hancurkan. Semakin lama tekanannya semakin menguras tenaganya.
Sebisa mungkin mereka berdua tetap bersama agar tidak terjadi hal buruk. Tapi tiba-tiba Kaisar Iblis muncul, melesat dengan kecepatan tinggi melakukan serangan secara langsung terhadap Qu Xuanzi. Pedang runcingnya menyala, lalu berhadapan langsung dengan pedang Qu Xuanzi membuatnya terpisah dengan Xie Ruo.
Xie Ruo masih fokus pada energi gelap yang menyerang meski tahu Kaisar Iblis telah meluncurkan serangan secara langsung. Setelah menyelesaikan serangan energi gelap, ia langsung berteleportasi untuk membantu.
Kekuatan Qu Xuanzi dan Kaisar Iblis seimbang, kemungkinan besar akan dengan mudah dimanfaatkan Dewa Iblis. Begitu Xie Ruo mengetahui lokasi mereka, ia langsung pergi sambil menghunuskan pedangnya.
Dua pedang saling berdentangan mengeluarkan sihir ledakan yang menyebabkan tanah hancur di berbagai sisi. Ketika cahaya merah dan emas saling bertemu, kedua sihir saling menyilang dan meneruskan serangan yang lebih besar ke target yang terkunci.
Qu Xuanzi menghindari sihir merah tersebut, bersamaan dengan munculnya beberapa serpihan sihir di belakangnya yang meluncur ke arah Kaisar Iblis seperti ribuan panah. Api dingin muncul dari sisi lain, menyatu ke dalam ribuan sihir tersebut dan membentuk kobaran tak terhingga yang menekan Kaisar Iblis hingga termundur beberapa meter jauhnya.
Xie Ruo muncul tepat waktu dan melihat hasil kerjanya yang lumayan. Tapi ia tetap tidak merasa senang, karena bukan Dewa Iblis yang ditekan.
Sosok Kaisar Iblis menghilang setelah serangan tersebut mengenai tubuhnya. Qu Xuanzi menarik kembali semua sihir yang ia luncurkan sambil menemukan posisi Kaisar Iblis yang menghilang tiba-tiba.
Ketika tahu di mana posisi Kaisar Iblis, Qu Xuanzi tercegang dan langsung mengarah pada Xie Ruo yang berdiri beberapa meter dari arahnya. "Ruoruo, hati-hati!"
Xie Ruo langsung bereaksi begitu udara dingin melintas dengan cepat. Ia berbalik sambil menghindari bilah tajam yang muncul, lalu menangkisnya dengan pedang sebelum akhirnya berteleportasi menjauh.
Qu Xuanzi mengayunkan pedangnya begitu bertemu Kaisar Iblis yang menyerang tiba-tiba. Pertempuran mereka terjadi begitu berhaya dan mengakibatkan banyak kerusakan. Xie Ruo bergabung dalam pertempuran dan memberi keuntungan pada pihaknya hingga membuat Kaisar Iblis merasa ditekan.
Serangan dua keilahian yang kuat menyebabkan Kaisar Iblis harus menghindar. Pria itu terbang dengan cepat ke sisi lain untuk menangani dua serangan berturut-turut.
Lubang hitam tiba-tiba muncul di tengah pertempuran sengit tersebut. Tepat di depan Kaisar Iblis, muncul lubang hitam besar dengan daya hisap luas menyebabkan bencana besar bagi makhluk di dekatnya.
Kaisar Iblis langsung menghilang saat itu juga, Qu Xuanzi dan Xie Ruo membuat perlindungan untuk menahan pasukan agar tidak masuk ke lubang hitam yang menghisap segala sesuatu di sekitarnya.
Daya hisap yang begitu besar membuat kekuatan Xie Ruo ditekan sampai tahap tertentu. Karena kekuatan lawan jauh di atasnya, Xie Ruo hanya bisa menggunakan kekuatan psikis untuk mengendalikan semua unsur di sekitar agar dapat membantunya menurunkan daya hisap lubang hitam.
Qu Xuanzi terbang dengan cepat ke arah lubang hitam itu tanpa terpengaruh. Sihir emas muncul di sekitarnya, melesat melingkupi seluruh lubang hitam yang semakin lama semakin lengah karena perubahan energi yang diakibatkan Xie Ruo.
"Jangan bercanda. Asura, jika kau menghancurkannya, kau akan menyeret wanitamu untuk hancur ke dalamnya." Dewa Iblis yang merupakan sosok di balik lubang hitam tertawa.
Qu Xuanzi menyipitkan matanya. "Aku tidak bercanda."
Qu Xuanzi memberi tekanan tertinggi terhadap sihirnya. Ledakan luar biasa terpancar dari lubang hitam di udara, menyebabkan hampir seluruh medan perang terkena dampaknya.
Energi gelap yang berkeliaran semakin tak karuan akibat ledakan lubang hitam. Segala sesuatu yang terserap dalam lubang hitam kini keluar dalam bentuk lain yang lebih mengerikan—tercincang—menyebabkan rasa takut meneror semua orang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Shu Xin berjalan tertatih-tatih karena luka yang memburuk di tubuhnya. Ia bersandar di dinding kota, kemudian melihat sekitarnya yang sepi. Sama sekali tidak ada hidupan karena semua orang tengah berperang.
Ia melanjutkan jalan ke tempat tujuannya yang telah direncanakan. Ia tidak bisa menunggu lagi untuk menyelesaikan masalahnya Xie Ruo setelah dipermalukan seperti ini. Andai saja ia tidak cedera yang menyebabkan kekuatannya berkurang, ia bisa dengan mudah membunuh Xie Ruo! Ia tidak akan gagal memanggil cahaya!
Karena itu, ia harus mengaktifkan altar sekarang juga!
Di dalam sana, berbagai rune terukir di sekitar dinding ruangan gelap tanpa pencahayaan. Shu Xin berjalan sampai ujung, menemukan beberapa obor yang menyalakan cahaya sihir merah yang cukup terang, terpajang di sekitar altar. Di atas altar adalah sebuah permata besar yang mengumpulkan kegelapan. Lantai altar berupa sebuah simbol aneh dan rumit, berisikan darah yang teralir dari semua kematian di Dunia Tengah yang direncanakan.
Aliran darah itu mengalir tepat ke permata yang semakin lama menunjukkan adanya tekanan sihir yang kuat. Bahkan Shu Xin tidak bisa menahannya terlalu lama karena energi di dalamnya terlalu bertolak belakang dengan jiwanya.
Shu Xin tersenyum miring. "Bukankah hanya darah campuran?"
Ia mendekat, kemudian menggunakan darahnya untuk diteteskan ke atas permata. Ketika darah Shu Xin dari jarinya menetes, peemata hitam itu menunjukkan perubahan warna dari hitam ke merah pekat. Aliran darah di bawahnya bergerak, diserap secara tuntas ke dalam permata yang semakin menunjukkan warna merah pekat.
Ia adalah darah campuran, bisa menggunakan sedikit darahnya untuk memicu reaksi altar pengorbanan jiwa. Tinggal menunggu energi murni dikeluarkan, serta pengorbanan darah campuran yang sebenarnya.
"Xie Ruo, aku akan mendapatkan apa yang harus kudapatkan. Pada akhirnya, akulah pemenangnya." Tidak peduli siapa yang akan dikorbankan, ia akan mendapatkan kembali seluruh kekuatannya serta energi murni yang lama ia incar.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Cahaya perak terpancar begitu terang di sekitar pasukan pihak dewa. Para prajurit yang awalnya merasakan rasa takut luar biasa, kini berubah menjadi semangat begitu melihat sosok naga putih melayang di udara dengan cahaya perak yang melindungi banyak pasukan dari ledakan.
Naga perak itu mendarat, membentuk sosok wanita dengan raut dinginnya yang tidak berubah.
Sebelumnya, Xie Rui dan Qu Xuanzi sudah sepakat untuk menghancurkan lubang hitam serta melindungi pasukan, sekaligus dapat meningkatkan semangat masukan.
Ketika lubang hitam diledakkan bersamaan ketika Xie Ruo tengah mengendalikan energinya, Xie Ruo seharusnya akan mati terkena ledakan. Tapi Xie Ruo tentu tidak akan membiarkan dirinya sendiri mati konyol. Ia pun melepaskan kendali begitu Qu Xuanzi mulai memberi isyarat mengenai ledakan, lalu pergi ke langit untuk membentuk perlindungan.
Meski efek ledakan sempat membuat pasukan terhempas jauh, ia berhasil mempertahankan perlindungan agar mereka tidak mati. Rencana dadakan dan beresiko ini terlintas begitu lubang hitam muncul menghisap banyak orang ke dalamnya.
Tidak perlu ada diskusi, karena mereka sudah paham cara berpikir masing-masing dan apa yang akan dilakukan—terutama Xie Ruo.
Dewa Iblis mendengus kesal melihatnya. Bisa-bisa Qu Xuanzi percaya pada kemampuan kecil Xie Ruo yang bahkan belum menjadi dewi. Ia merasa harus memikirkan cara lain untuk menyelesaikannya.
Ketika ia mendarat ke tanah dan memanggil Kaisar Iblis, tiba-tiba tanah berguncang dan mengeluarkan cahaya merah tidak biasa. Semua orang gelisah begitu melihat cahaya semerah darah menembus keluar dari tanah seolah akan menghisap mereka semua.
Pada saat itu, Dewa Iblis sudah memiliki jawaban mengapa kondisi medan perang menjadi seperti ini. Seseorang telah mengaktifkan altar!
Qu Xuanzi juga sadar akan hal tersebut. Xie Ruo tiba di sisinya, hatinya semakin gelisah menyadari bahwa seharusnya situasi ini diakibatkan oleh pengaktifkan altar pengorbanan jiwa.
"Shu Xin ...." Xie Ruo tiba-tiba terlintas bahwa Shu Xin telah mengaktifkannya setelah melarikan diri. Ia seharusnya tahu wanita itu tidak akan diam saja.
"Sepertinya seseorang lebih terburu-buru dariku." Dewa Iblis terlihat tidak masalah, karena pada akhirnya altar memang harus diaktifkan.
Hanya saja, ia menduga bahwa Shu Xin menggunakan darahnya sendiri untuk mengaktifkan altar. Itu membuatnya resah. Jika tidak berhasil membunuh Qu Xuanzi atau mendapatkan putranya, Shu Xin lah yang akan mati karena serangan balik dari altar.
Oleh karena itu, ia hanya bisa menggunakan cara tercepat untuk menyelesaikan masalah ini. Pertama, ia akan menargetkan kelemahan terbesar Qu Xuanzi, Xie Ruo, untuk mendapatkan energi murninya.
Dewa Iblis membuat kabut gelap yang jauh lebih kuat dari energi gelap Kaisar Iblis. Kabut itu membentuk badai besar, menerbangkan segala hal dan menyerang mereka berdua secara bersamaan.
Menurut Xie Ruo itu adalah hal konyol karena mereka berdua bisa menghancurkan serangan seperti menghancurkan lubang hitam. Tapi karena yang menyerang adalah Dewa Iblis yang tidak akan menggunakan cara lama untuk melawan seseorang, sepertinya semua ini tidak sesederhana serangan badai biasa.
Beberapa hewan iblis bermunculan dalam wujud besar dan kuat. Mereka keluar dari tanah seolah bangkit dari kubur, kemudian menyerang secara membabi-buta meratakan medan perang. Semua orang waspada, bertempur mati-matian untuk melawan.
Serangan besar di tengah badai itu membuat banyak pasukan gugur seketika. Xie Ruo pergi menangani hewan iblis yang menyerang, kemudian meminta para naga untuk menggabungkan kekuatan dan membunuh mereka. Tapi itu semua tidak cukup, tiba-tiba Dewa Iblis muncul menyerangnya secara pribadi membuat Xie Ruo harus keluar dari area peperangan.
Qu Xuanzi baru saja akan pergi melawan Dewa Iblis, tapi Kaisar Iblis muncul menghadangnya. Sepertinya rencana Dewa Iblis yang sebenarnya bukanlah menyerang seluruh pasukan menggunakan kabut dan hewan iblis, tapi memisahkan mereka berdua untuk menyelesaikan Xie Ruo terlebih dahulu.
Para hewan suci sibuk, dalam menghadapi Dewa Iblis, Xie Ruo sama sekali tidak ada bantuan. Ia menghindari tiap serangan Dewa Iblis yang diluncurkan. Pergerakannya terbatas karena medan yang dibuat Kaisar Iblis terlalu besar. Ia tidak bisa berteleportasi, hanya bisa mengandalkan kecepatan dan kelincahannya untuk menghindar.
"Apa kau akan terus menghindar? Di mana keberanianmu?" Dewa Iblis mengejek sambil menghunuskan tombaknya dengan cepat ke arah Xie Ruo.
Xie Ruo menahan tombak yang diluruskan ke arahnya, kemudian menggunakan sambaran petir untuk menangkis tombak Dewa Iblis, kemudian menjaga jarak agar tidak terkena serangan fatal.
"Lalu, kenapa tidak melawan Qu Xuanzi secara langsung? Apa kau takut?"
"Takut?" Dewa Iblis tertawa. "Meski Asura sedikit lebih unggul, aku bisa membunuhnya dengan racun darah. Omong-omong bagaimana dengan racun darahmu? Apa sangat menyenangkan?"
"Sangat menyenangkan, terimakasih." Xie Ruo menghentakkan pedangnya yang mengeluarkan api dingin lebih besar. Api merebak ke segala arah, menghancurkan segala sesuatu di sekitarnya. Tapi nampaknya api itu hanya sedikit menyentuh Dewa Iblis tanpa membakarnya.
Dewa Iblis mendengus. "Terasa dingin." Ia menyeringai, kemudian melepaskan sihirnya kembali sehingga membuat Xie Ruo harus mundur lebih jauh untuk menghindar.
Ia tidak bisa menerima serangan Dewa Iblis, atau ia akan mati. Jika dia tetap berada di situasi tidak menguntungkan ini, tenaganya akan habis dan sama saja ia menyerahkan nyawanya sendiri pada Dewa Iblis. Ia harus memikirkan sebuah cara.