The Emperor God Wife Is Naughty

The Emperor God Wife Is Naughty
7. Mesin Aneh



Karena tindakan bodoh Xie Ran, pria yang namanya masih tidak diketahui itu menolak menerjemahkan buku sihir. Bagaimana Xie Ran dapat berlatih jika keadaannya menyedihkan seperti ini!


Pria itu ... benar-benar membuat segalanya menjadi rumit!


Mengabaikan wajah tampannya, Xie Ran benar-benar ingin memukuli pria sialan itu dan menguburnya sejauh ratusan meter dalam tanah.


Tapi gadis itu hanya bisa berdiri di bawah pohon bersama dengan dua Naga di kedua sisinya. Kata pria itu, ini adalah hukuman yang masuk wilayahnya tanpa izin, ditambah menghinanya habis-habisan. Ini mimpi buruk!


"Apa yang harus aku lakukan?" Xie Ran berbisik pada dua Naga di sisinya berusaha mencari jalan keluar.


"Minta maaf!" ujar Long Huo.


"Memohonlah!" ujar Long Yun.


Xie Ran menggeleng cepat. Dalam kamusnya, tidak ada kata maaf ataupun memohon pada seseorang yang jelas-jelas menindasnya. Nyawanya tidak terancam sampai dia harus memohon. Untuk apa dia melakukannya?


Apalagi pria itu menjadi terlihat menyebalkan di matanya. Awalnya dia kagum. Tapi setelah melihat sikapnya yang dingin dan menolaknya seperti itu, Xie Ran menjadi lebih kesal.


"Tapi bagaimana Master bisa kembali?" Ucapan Long Huo membuat Xie Ran gelisah. Tapi dia hanya diam dan terus menolak memohon atau meminta maaf pada pria tua tapi muda itu.


Xie Ran tidak akan memohon pada orang yang membuatnya frustrasi!


Jika Xie Ran memohon, namanya bukan lagi Xie Ran!


Beberapa jam kemudian ....


"Guru Besar, tidak baik perhitungan dengan gadis kecil malang yang lemah dan rapuh ini. Hanya dengan menerima permintaan kecilku, aku akan membuatkan banyak senjata rahasia gratis tanpa pungutan biaya. Aku akan menghias tempat ini menjadi lebih modern dan dipenuhi alat canggih. Nilaiku di bidang senjata sangat baik, jangan remehkan aku. Aku akan menuruti semua keinginanmu. Tolonglah aku. Biarkan aku belajar dan keluar dari sini!"


Pada akhirnya Xie Ran tidak memiliki pilihan lain karena hari telah berganti. Gunung es ini masih saja tidak mengeluarkannya dari liontin sehingga membuatnya harus memohon dan mengeluarkan semua jurus bicara.


Tidak ada kebohongan dari ucapannya. Semuanya nyata. Hanya saja pria itu mana mungkin percaya bahwa gadis yang menghabiskan waktu sebagai idiot bisa membuat senjata. Membuat busur saja masih ragu kalau gadis minim ilmu itu bisa membuatnya. Lagi pula ia tidak membutuhkan senjata sebagus apa pun.


"Aku bisa bersumpah!" Xie Ran mengangkat tangannya tanda bersumpah. Dia tidak bisa tetap di sini dan membuat berita di Klan Xie bahwa Xie Ran yang hilang ingatan menghilang.


Xie Ran berjongkok di dekat pria itu dengan wajah menekuk. Dia memikirkan cara apalagi agar dapat membujuk si gunung es yang tidak berperasaan ini. Bisa-bisanya membuat seorang gadis kecil yang malang merengek seharian.


"Guru—"


"Jangan panggil guru. Aku tidak menerima murid." Suara dinginnya lagi-lagi membekukan Xie Ran. Dingin itu dingin tidak berperasaan dan menyakiti gadis itu. Xie Ran tidak terbiasa diperlakukan dingin. Setidaknya, pria itu bisa sedikit kasar padanya seperti memarahinya atau mengancamnya. Dipukul juga boleh.


"Jadi ... Kau menerima permintaanku?" Xie Ran menatapnya penuh harap. Semoga saja pria itu dapat melihat kebaikan dan ketulusan hatinya agar mau membantu mempelajari hal menyulitkan itu lalu membalas dendam secepatnya. Dia sudah tidak tahan di neraka itu!


"Tidak."


Xie Ran semakin menunduk dan cemberut. Kenapa pria itu begitu jahat padanya? Apa salahnya sampai dipersulit seperti ini? Tidak ada siapapun di pihaknya. Kenapa dunia begitu jahat padanya!


"Jika aku menyalin untukmu, selamanya kau hanya bisa menggunakan salinan untuk belajar." Pria itu akhirnya melanjutkan bicaranya setelah melihat betapa kecewanya Xie Ran. Untuk pertama kali ada yang bersikap tidak waras dan tidak tahu malu seperti itu di hadapannya.


"Lalu kau akan mengajariku bahasa sihir?" Xie Ran masih penuh harapan. Belajar bahasa sihir juga tak apa. Dia bisa belajar ilmu sihir yang lebih banyak tanpa harus merengek seperti ini kedepannya.


Pria itu mengangguk pelan walau awalnya ragu. Daripada gadis kecil kekanakan itu terus menyulitkannya, lebih baik sedikit mengalah.


"Kenapa tidak dari tadi?" Xie Ran memprotes sambil berdiri. Tapi senyumnya tidak luntur. Dia semakin senang sekaligus menurunkan rasa kesalnya.


"Kau tidak memberi kesempatan bicara," sahutnya membuat Xie Ran terdiam. Sejak tadi Xie Ran memang terus berceloteh dan merengek tidak jelas sambil mengumbar janji.


Mengingat tentang janji, apa Xie Ran harus membuat banyak senjata lagi? "Kau serius ingin banyak senjata dan mendekorasi tempatmu? Biayanya tidak murah. Dibutuhkan bijih besi, listrik, berbagai macam logam dan bebatuan, tungku—"


"Tidak perlu," sela pria itu kemudian melangkah mendekati Xie Ran. "Sebagai gantinya, kau harus membantuku."


"Apa ini kesepakatan?" Xie Ran menaikkan sebelah alis. Dia pikir pria itu tidak mungkin membutuhkan bantuan gadis sepertinya.


"Bisa dibilang seperti itu."


Xie Ran mengangguk-angguk paham. "Apa yang bisa kulakukan?"


Pandangan pria itu tidak lepas dari manik cokelat Xie Ran. Ia bicara dengan nada dalam. "Lepas segel, keluarkan aku dari sini."


Apa?


Segel?


Bukankah ini rumahnya? Dia bisa keluar masuk seenaknya, bagaimana dia bisa meminta bantuan?


"Maksudmu—"


"Aku akan menjelaskan setelah kau menyelesaikan latihan pertama." Pria itu melewatinya begitu saja dan duduk di kursi yang tiba-tiba muncul.


Xie Ran masih termangu. "Bukankah dia memaksaku setuju?" gumamnya dan menghela napas. Ia berbalik melihat pria yang tengah duduk. Auranya seperti seorang raja. Sangat tampan ....


Cukup! Xie Ran sedang tidak ingin menikmati pemandangan yang sempurna dan mulai serius berlatih.


Dia menghampiri pria yang tangannya mulai mengeluarkan sebuah sinar tipis. Berbagai angka dalam bahasa sulit dipahami muncul mengambang di udara membuat Xie Ran terpana. Bagaimana dia melakukannya?


Saking asiknya memandangi berbagai huruf yang melayang, ia tersentak ketika menyadari para huruf itu meluncur ke arahnya—tepatnya bagian dahi—hingga semuanya menyerap ke dalam memori. Xie Ran merasa kepalanya tertimpa sesuatu dan segala huruf memenuhi pikiran, memaksanya menutup mata melihat segalanya dengan jelas.


Ia merasa luar biasa. Dalam sekejap, dia mengerti apa yang dinamakan bahasa sihir dan cara membacanya. Hanya saja, dia masih sedikit kurang pemahaman tentang menulis.


Tidak penting!


Yang penting dia bisa membaca bahasa sihir!


Tepat setelah memikirkannya, sebuah meja muncul tepat di depan mata beserta kertas dan alat tulis berupa kuas dan tinta. Xie Ran melongo melihatnya.


"Salin kembali apa yang kau ketahui." Pria itu bicara dengan nada dingin membuat Xie Ran cepat-cepat duduk didepan meja dan mengambil kuas. Itu alami bergerak seolah suara itu dapat menghipnotisnya. Xie Ran tidak mau tahu. Dia tidak ingin mendengar kalimat sedingin itu lagi!


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


Hampir setahun Xie Ran bolak-balik dari dunia liontin kemudian kembali ke penindasan. Baginya, semua sama saja. Di dunia liontin, dia mendapat penindasan gunung es yang masih tidak diketahui namanya. Di dunia nyata, dia mendapat penindasan dan cacian Xie Nu juga para pelayan. Itu tidak berubah selama beberapa bulan terakhir.


"Kapan ini berakhir?" Xie Ran merebahkan diri di atas rumput hijau dunia liontin. Ia ingin menangis, tapi tidak bisa keluar air mata.


Di kehidupan sebelumnya, Xie Ran memiliki jadwal latihannya sendiri dan sangat teratur. Kondisinya tepat waktu sesuai jadwal dan jarang meleset. Sekarang, dia benar-benar berlatih secara acak tanpa membuat jadwal karena beberapa alasan. Kehidupan dua dunia ini begitu dramatis.


Dalam beberapa bulan, Xie Ran sudah mencapai tingkat kedua sihir pesona yaitu hipnotis dan kendali mental. Dia pernah mencobanya ke seorang pelayan dan menyuruhnya untuk tidak membuat Xie Ran mencuci pakaian lagi. Saat itu Xie Ran sedang lelah karena latihan semalaman penuh. Itu sebabnya dia menggunakan hipnotis pada pelayan itu, hasilnya benar-benar memuaskan.


Xie Ran membagi waktu siang dan malam di dunia yang berbeda. Siang untuk menerima penindasan Xie Nu, malam untuk menerima tekanan Guru besar tertentu. Tidak ada istirahat selain tidur di pagi hari selama dua jam.


Pria misterius itu membuatkan pelatihan untuknya layaknya seorang guru agar masa pelatihan Xie Ran dipercepat. Kesepakatan sudah terjadi dan Xie Ran harus meningkatkan kekuatannya. Setelah kekuatan meningkat serta menyelesaikan sihir surgawi lalu melatih fisiknya ke kondisi puncak, ia akan membalaskan dendam.


Hari ini khusus bagi Xie Ran melatih kekuatan bertarungnya sendiri. Dia menyuruh Long Yun membuat bangunan ilusi yang telah digambarkan Xie Ran. Itu adalah beberapa alat pelatihannya selama dalam organisasi yang sangat besar dan lengkap seperti alat parkour. Dia meletakkannya di lahan besar membuat dua Naga terheran-heran apa fungsi benda aneh itu.


Sedangkan pria misterius yang namanya belum diungkapkan hanya menonton. Dia memang penasaran, tapi tidak berniat bertanya.


"Guru besar, selama beberapa waktu ini biarkan aku melatih kemampuanku yang lain. Kau lihat di sana? Itu adalah alat pengujian yang akan kupakai. Jika tertarik, aku bisa membuatkannya untukmu."


Pria itu tetap berwajah datar tidak berminat dengan apa yang dikatakan Xie Ran. "Tidak tertarik."


Xie Ran mendengus seraya memalingkan wajah kesal. Gunung es itu selalu saja bicara irit dan dingin padanya. Meskipun irit, itu selalu tajam seperti pisau.


Xie Ran tidak banyak bicara lagi, ia melompat ke alat besar itu. Long Yun dan Long Huo masih menunggu apa yang akan dilakukan gadis konyol itu hari ini. Biasanya gadis itu selalu berada di sisi air terjun untuk melatih sihir dalam diam. Sekarang sama sekali berbeda.


Alatnya terlihat begitu nyata meskipun itu adalah ilusi. Xie Ran sudah menjelaskan cara kerjanya pada Long Yun—entah naga itu mengerti atau tidak. Segala di depannya sudah cukup sesuai dengan apa yang dia inginkan. Dia menekan tombol di dinding gelap ilusi sebelum akhirnya mesin berjalan mengeluarkan suara derak berat yang keras.


Beberapa peluru keluar dari lubang-lubang kanan-kiri atau depan. Terlihat sangat menakutkan untuk orang awam, namun tidak dengan Xie Ran yang sudah terbiasa melewati rintangan dan kejaran peluru dari segala profesi.


Pria dingin itu menyipitkan mata. Batu kecil itu terlihat dari besi dan memiliki kecepatan mengerikan. Jika seseorang terkena serangan besi itu, orang itu akan cedera parah dan berakhir kematian. Apalagi besi itu datang dari berbagai arah yang membuat rintangan yang awalnya tidak mudah menjadi ekstrem. Apa Xie Ran bisa melewatinya?


Sudut bibir Xie Ran terangkat sekilas. Wujudnya menjadi bayangan, membelah angin dan menghindari para peluru yang berterbangan seolah mengenali jalur tembak. Awalnya dia diam karena sedang mengukur kecepatan peluru dan arah serangan, sekarang jauh lebih mudah.


Rintangan pertama hanya tembakan peluru. Semakin lama lantai semakin jauh dan menjulang tinggi seperti ujung pilar. Xie Ran melewatinya dengan cepat dan serius seolah segala rintangan itu adalah jalan hidupnya yang harus dilewati meski sulit.


Dia tidak menganggap itu mudah semudah membalikkan telapak tangan. Wajahnya yang awalnya menunjukkan ketidak seriusan menjadi sangat serius menghindari para peluru dan melompati celah.


Tiap peluru yang dilewati selalu memiliki celah beberapa senti. Tubuhnya yang ramping dan kecil sangat lincah dan lentur. Dia cerdik menggunakan dinding-dinding dan tiang sebagai tumpuannya dan melompat seolah tubuhnya adalah karet.


Rintangan selanjutnya bertambah sulit. Selain peluru, dia dihadapkan oleh beberapa laser yang awalnya tidak bergerak menjadi bergerak membuat lapisan ujung sepatunya terbelah sempurna. Siapapun akan ngeri melihatnya termasuk dua Naga yang begitu tidak percaya diri akan melewati rintangan mengerikan itu tanpa sihir.


Suasana ruangan besar itu berubah ketika menuju rintangan berikutnya. Mesin-mesin terus beroperasi mengeluarkan beberapa humanoid yang menyerangnya dengan tembakan baik tembakan laser maupun peluru. Tidak ada lagi peluru dari dinding yang menghalanginya. Hanya ada beberapa humanoid yang menyerangnya dengan cepat seolah itu adalah manusia super, bukan robot.


Humanoid itu begitu lincah dan cepat. Matanya tertutupi oleh alat seperti kacamata VR sedangkan tangannya dipenuhi dengan senjata api. Kemampuan bertarung humanoid sebanding dengan para agen dunia modern yang biasa melawan Xie Ran dalam kehidupan nyata. Mereka meluncur dengan kecepatan kilat. Menggunakan pedang laser dan menembaki pisau terbang juga peluru.


Xie Ran dengan tangan kosong melawannya. Menarik tangan yang memegang belati salah satu humanoid kemudian menahan pedang laser yang dipegang humanoid lain menggunakan belati yang ia tarik. Setelah tertahan, dia membanting secara vertikal ke depan hingga membentur humanoid lainnya.


Salah satu humanoid yang memegang rantai mengikat Xie Ran dengan rantai. Tubuh Xie Ran terlilit sempurna, namun kakinya dapat melompat tinggi dan menggunakan kaki untuk melawan humanoid yang menghalanginya menyerang humanoid rantai.


Setelah menghabisi humanoid dan terlepas dari jeratan rantai, dia dihadapkan dengan dua humanoid yang menggunakan pistol. Dengan cepat memutar dua pistol mereka sampai terlepas kemudian menarik pelatuk tepat ke arah kepala mereka.


Xie Ran melakukan serangan kembali, memutar ke belakang dan menyikut salah satu humanoid yang ingin menyerangnya. Dia meluncur ke bawah menghindari tembakan dan melilit kaki dengan kakinya humanoid hingga jatuh.


Karena humanoid yang jatuh itu, pistol mengeluarkan peluru secara tak terkendali ke berbagai arah hingga humanoid lain terkena peluru pistol secara brutal. Xie Ran menghindarinya, melompat ke atap dan menginjakkan kaki di atas besi yang menghubungkan dua bidang dinding yang sejajar.


Dari sana, dia melihat kehancuran humanoid dengan senyuman puas. Dia benar-benar merasa berada dalam misi dan sedang menghancurkan bawahan target setelah menghadapi banyak rintangan dan pengejaran.


Xie Ran lelah. Dia berjongkok sambil mengatur napas yang terengah-engah. Angin membuat rambut panjangnya berkibar sebelum akhirnya ilusi hilang digantikan dengan pelataran luas sedangkan Xie Ran ada di atas dahan pohon.


Termasuk memuaskan.


Itu belum berada dalam puncaknya. Jika dia berada dan puncak seperti dulu, dia tidak membutuhkan waktu lama untuk membunuh itu semua.


Tiga rintangan hidup-mati. Xie Ran melewatinya dengan sempurna tanpa terluka dan tanpa sihir. Awalnya dia pikir, membutuhkan sihir untuk menghadapi para humanoid. Rupanya itu tidak diperlukan.


Pandangannya terarah pada dua Naga yang tertegun melihatnya. Pertarungan satu lawan banyak makhluk besi aneh. Xie Ran berhasil melakukannya tanpa sihir dan senjata!


Awalnya mereka cemas, takut jika Xie Ran terluka atau semacamnya. Walaupun itu ilusi, Xie Ran tetap dapat terluka dalam ilusi dan merasakan sakit seperti terkena efek serangan di dunia nyata. Namun sepertinya kekhawatiran itu tidak diperlukan. Semakin kesini, mereka semakin penasaran pada Xie Ran.


Bukankah Xie Ran adalah anak manja yang tidak bisa bela diri? Bukankah dia menghabiskan waktu sebagai idiot dan berburu penawar racun? Bagaimana tiba-tiba memiliki berbagai macam teknik bela diri aneh yang tidak pernah mereka lihat dan begitu hebat!


Bahkan pria misterius yang tidak menunjukkan reaksi apapun sejak tadi tidak tahu sebab Xie Ran memiliki keterampilan seperti itu. Meski dia tidak tahu apa saja yang menyerang Xie Ran, dia tetap tahu bahayanya. Untuk gadis sekecil Xie Ran yang melewati tantangan seperti itu, menurutnya cukup bisa diandalkan meski baginya masih bukan apa-apa.


Xie Ran pergi ke arah mereka dengan senyuman percaya dirinya lagi. Sebelumnya dia terlihat serius dan ganas. Sekarang kembali ke dalam sifatnya yang konyol.


"Bagaimana? Bukankah aku bisa diandalkan?" Xie Ran menatap si gunung es yang masih terlihat dingin. Tidak peduli bagaimana dinginnya si gunung es. Xie Ran mengira pria itu masih terpana.


Pria itu menatap Xie Ran dengan mata menyipit seolah meragukannya. Dia memang ragu. Siapa sebenarnya Xie Ran ini? Dari mana imajinasinya berasal sehingga dapat memiliki ide pelatihan macam itu?


Meskipun dia memiliki hal yang lebih baik dan menantang daripada alat Xie Ran, tetap saja alat yang ditunjukkan Xie Ran terbilang unik. Jika itu dibuat langsung menggunakan besi, hanya akan ada keborosan mengingat manusia yang miskin.


"Dari mana kau mendapat ide itu?" Seperti biasa, kurang dari sepuluh kata. Pria itu tidak memiliki minat bicara lebih panjang pada gadis kecil yang genit.


Xie Ran tersenyum misterius dan menyentuh bahu pria itu. Matanya menunjukkan kilatan licik. "Sudah kukatakan, aku akan menceritakannya nanti."


Pria itu melirik tangan Xie Ran di pundaknya dengan intens. Itu membuat Xie Ran harus menarik tangannya kembali dan merasa serba salah. Pria ini, memang gila kebersihan!


"Guru besar—"


"Aku bukan gurumu," selanya.


Xie Ran berdecak sebal. "Apa bedanya? Kau membimbingku melatih sihir pesona yang rumit itu. Bagiku, kau adalah guru keduaku."


"Itu hanya kesepakatan." Dia menyahuti dengan dingin tanpa meliriknya mengabaikan kalimat Xie Ran yang semakin hari semakin membingungkan.


Xie Ran menghela napas lesu. "Lalu aku harus memanggilmu apa? Kakek?" Xie Ran menatapnya dengan tatapan mengejek.


Pria itu menatapnya dingin dan pergi tanpa mengatakan apapun. Kenapa begitu dingin! Setidaknya katakan apa marganya atau nama samaran jika tidak ingin namanya disebut. Kenapa dia begitu sensitif?!


"Aish, si gunung es sialan," gumam Xie Ran merasa kesal setengah mati. Bicara dengan orang dingin baginya terlalu rumit dan sulit dimengerti. Kenapa pria itu tidak menyebalkan sekalian daripada harus irit bicara? Dalam satu kalimat selalu kurang dari lima atau sepuluh kata!