
Long Yun serta dua naga lainnya terbang melintasi awan gelap di malam hari. Ketiganya mendarat di tepi jendela besar, di mana Xie Ruo tengah duduk sambil menutup mata menikmati udara malam hari disertai tiupan angin yang mengibarkan rambutnya.
Xie Ruo membuka mata, melihat ketiga naga kecil yang selama ini berkeliaran mengamati situasi luar kini berdiri di dekatnya. Long Yun membawakan sebuah gulungan kertas, pasti itu pesan dari Ann Rou.
Xie Ruo menerima gulungan kertas itu, lalu melihat isinya. Ketika gulungan terbuka, setangkai mawar hitam muncul disertai sebuah kata yang dituliskan dengan tinta merah.
"Xie"
Itulah yang tertuliskan dalam kertas, sementara mawar hitam yang sebelumnya muncul mulai menggugurkan kelopak dan berterbangan di udara. Wajah Xie Ruo menjadi sangat dingin.
Ini bukan surat dari Ann Rou.
"Siapa yang mengirim?" Xie Ruo melihat ketiga naga itu yang tampak sangat tegang.
Long Yun menjawab, "Ann Rou memberikan itu padaku untuk disampaikan, mengatakan seseorang menitipkan surat itu untuk Master. Tapi tidak tahu apa isinya dan pengirimnya, suratnya juga tidak bisa dibuka."
Seseorang sedang mencoba membingungkannya. Mawar hitam adalah tanda kematian, lalu surat itu menuliskan karakter huruf 'Xie' dengan tinta merah, mengartikan bahwa pembuat pesan itu mencoba mengancamnya.
Hanya ada beberapa orang yang bisa mengamcamnya di sini, salah satunya adalah Dewa Iblis. Kemungkinan besar, Dewa Iblis sudah tahu posisinya.
Melihat surat di tangannya beserta tangkai bunga yang sudah mati, ia mencengkramnya dengan kuat dan membakarnya. Orang itu berani mengancamnya menggunakan Klan Xie untuk membuatnya terpojok, Xie Ruo tentu tidak akan diam saja.
"Master, surat ini ...." Long Huo agak terkejut melihat surat yang tidak hancur meski sudah terbakar di tangan Xie Ruo. Tulisan merahnya masih tampak meski sudah dipenuhi dengan noda hitam.
Xie Ruo melihat surat yang menghitam itu, tiba-tiba tersenyum. "Jika aku mati, bukankah dia akan kehilangan inti altar pengorbanan?"
"Master—"
"Begitu dia menyentuh keluargaku, aku akan mengakhirinya sendiri. Itu bukan sekadar ancaman." Xie Ruo memandang kertas hitam tersebut untuk beberapa saat, kemudian bergumam, "Kau dengar?"
Itu bukan kertas biasa. Pengirim akan tahu apa saja yang dikatakan penerima tanpa harus menuliskan surat balasan. Seperti ada perekam di dalamnya, namun dalam bentuk sihir.
Xie Ruo pernah menggunakannya untuk mengancam senior di Menara Suci beberapa tahun lalu. Itu adalah hal umum, namun jarang diketahui. Alasan mengapa kertas itu tidak hancur, dikarenakan pengirim menambahkan sihir untuk memaksanya.
Dewa Iblis mencoba menggunakan serangan psikologi untuk mengganggu Xie Ruo. Ia sepertinya tahu, emosi Xie Ruo sedang tidak baik-baik saja dan mempermainkannya agar Xie Ruo bertindak ceroboh untuk memberi celah.
Musuh yang tidak diketahui memang jauh lebih berbahaya, apalagi ada di lingkungan yang sama. Orang itu pasti sedang menonton dari jauh dan tertawa akan permainannya sendiri.
Xie Ruo duduk di pinggir jendela yang terbuka. Suasana hatinya yang buruk menyebabkan suhu dalam ruangan berubah drastis, bahkan ketiga naga itu nyaris tidak kuat menahannya.
"Biar kutebak apa yang akan kau lakukan. Sebelum mengalahkan Kaisar Langit, kau akan menguasai Dunia Tengah. Kekaisaran hanya pion kecilmu untuk mendapat posisi, lalu menarik banyak perhatian untuk melambungkan reputasi sehingga banyak orang mempercayaimu. Dengan begini, akan ada banyak yang mendukungmu dalam segala keputusan, mereka akan menyerahkan nyawa secara sukarela. Menggunakan dalih pengorbanan untuk kebenaran, lalu mengadu domba antara Kaisar Langit dan Kaisar Iblis. Terakhir, menggunakanku sebagai inti altar untukmu mendapatkan tujuanmu."
Pada saat itu, nyawa Xie Ruo akan sulit tertolong. Itu sama seperti mengorbankan jiwanya, ia akan mati dan tidak dapat berinkarnasi. Cara seperti ini, jika ia adalah Dewa Iblis dengan pemikiran yang penuh dengan kekuasaan tanpa belas kasihan, ia juga akan melakukan hal yang sama.
Tiba-tiba tulisan dalam kertas berubah, membuat Xie Ruo agak terkejut. "Kau sedikit benar."
Xie Ruo baru tahu bahwa penulis kertas ini bisa mengganti tulisannya dari jarak jauh. Sepertinya Dewa Iblis menggunakan cara tertentu untuk menggunakannya.
"Jadi tujuanmu memberiku mawar hitam untuk membungkamku? Apa kau begitu mudah ditakuti?" Xie Ruo tertawa. Namun tawa itu bukan tawa suka cita, melainkan tawa yang penuh dengan aura dingin.
Tujuan utama Dewa Iblis bukan hanya sekadar membungkamnya, melainkan membatasi pergerakannya dan mematahkan semangatnya. Dia menggunakan ancaman Klan Xie pada Xie Ruo, jelas bahwa ia tahu bahwa Klan Xie adalah titik terlemah Xie Ruo untuk saat ini selain teman-temannya.
Dewa Iblis tahu, Xie Ruo sedang menyelidikinya lebih dalam. Ia telah mengalihkan Kaisar Langit dan Kaisar Iblis dengan masalah lain yang sama beratnya sehingga keduanya sibuk tanpa memiliki waktu mencarinya. Tapi sekarang ada Xie Ruo yang secara khusus mencarinya, ini menyebabkannya waspada.
Xie Ruo baru sadar, selama ini Dewa Iblis memperhatikannya dan mulai waspada. Sepertinya itu dimulai sejak ia pergi ke perbatasan dan menemukan identitas lain Kaisar Iblis.
Long Ying menggigil sekarang. Masalahnya yang berhadapan dengan Xie Ruo saat ini adalah Dewa Iblis. "Dewa Iblis bisa melakukan apa pun demi tujuan, takutnya—"
"Lakukan saja, aku ingin lihat sampai mana dia bergerak. Aku sendiri yang akan mengakhiri tujuannya secara paksa jika menyentuh keluargaku." Xie Ruo berkata dengan nada tenang, namun hatinya sama sekali tidak tenang.
Emosi yang terlalu besar menyebabkan perubahan suhu yang besar. Kamar Xie Ruo telah dilapisi oleh es dari api dingin, merambat menutupi seluruh ruangan hingga berubah menjadi musim dingin yang mencengkam.
Ucapan Xie Ruo barusan mengandung makna, bahwa ia akan mengakhiri hidupnya sendiri untuk memutuskan tujuan Dewa Iblis. Ia mati, energi murni hilang, tidak ada yang dapat memanfaatkannya.
Long Yun dan dua lainnya kehabisan kata-kata. Di tengah suasana dingin yang mencengkam, mereka semakin tegang ketika merasakan sesuatu mendekat.
Xie Ruo juga merasakannya, tapi ia tidak merespon. Hingga akhirnya pintu dibuka, barulah tatapannya menajam merasa terusik.
"Sudah kukatakan aku tidak menerima tamu!" Xie Ruo menekankan kata-kata sambil menoleh, namun tatapannya membeku begitu melihat siapa sebenarnya yang datang.
Ia pikir bahwa itu adalah Zhong Guofeng, mengingat bahwa ia tidak bisa mendeteksi kekuatan dengan kehadiran yang samar. Namun, yang ia temukan justru orang yang berbeda.
Di antara ruangan yang membeku dan gelap dipenuhi aura dingin, sosok pria bagaikan gunung es berdiri di tengah-tengahnya. Pakaian putihnya yang tanpa noda bergerak terhembus angin dari jendela-jendela besar yang terbuka. Pada saat yang sama, salju pertama turun, menyelinap bebas terbawa angin.
Itu adalah Qu Xuanzi, berjalan mendekati Xie Ruo dengan raut cemas setelah merasakan emosi negatif yang menyebabkan badai es dalam ruangan.
Xie Ruo hanya diam. Apa yang harus ia katakan? Apa Qu Xuanzi sudah mendengar semuanya?
Namun, baik mendengar ucapannya barusan atau tidak, tidak akan mengubah apa pun. Saat ini, Xie Ruo hanya merasa sangat lelah secara mental.
Ketika sampai, Qu Xuanzi langsung memeluk Xie Ruo, berpikir telah terjadi sesuatu yang buruk sehingga Xie Ruo seperti ini. Ini bukan pertama kali ia melihat Xie Ruo begitu kacau. Di kehidupan sebelumnya, Xie Ruo juga mengalami depresi berat sehingga tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri karena berbagai tekanan psikologis.
Ketika melihat Xie Ruo barusan, ia seperti melihat Xie Ruo di kehidupan lalu yang dipenuhi darah.
"Kau datang ...." Xie Ruo tidak tahu harus bereaksi bagaimana. Tapi ketika Qu Xuanzi memeluknya, ia merasa tenang kembali.
Qu Xuanzi mencari sesuatu yang membuat Xie Ruo kacau, kemudian menemukan secarik kertas yang tergeletak di tepi jendela, nyaris terbang jika Long Huo tidak menahannya.
Ia mengambil kertas tersebut, kemudian menyadari siapa yang mengirim. Sepertinya Dewa Iblis benar-benar telah menargetkan Xie Ruo. Ia harus mengancurkan ini.
Dengan segera, kertas di tangan Qu Xuanzi hancur dalam satu kedipan mata. Sihir dalam kertas tersebut tersalur langsung pada Dewa Iblis. Qu Xuanzi telah menghancurkannya, memberinya serangan balik sebagai peringatan.
Semua itu akan tersampaikan pada Dewa Iblis, termasuk serangan mental yang akan membuat kekuatan Dewa Iblis terganggu.
Qu Xuanzi menatap Long Ying, kemudian berkata, "Kau tahu apa yang harus dilakukan."
Long Ying yang sudah terbiasa dengan berbagai isyarat langsung paham dan pergi membawa Long Yun dan Long Huo. Karena kertas itu sebelumnya tertuliskan karakter tulisan 'Xie', maka ia hanya perlu menyampaikan pesan Qu Xuanzi kepada hewan suci untuk melindungi Klan Xie lebih ketat.
"Bagaimana kau tahu aku di sini?" Xie Ruo melepas pelukan untuk menatap Qu Xuanzi yang lebih tinggi darinya. Meski tidak terlalu heran, tapi bukankah keberadaannya sudah disamarkan oleh Zhong Guofeng?
"Tidak sulit." Qu Xuanzi meraih salah satu telapak tangan Xie Ruo, kemudian memainkan jarinya. "Aku justru penasaran, apa yang kau rencanakan. Datang ke istana sebagai calon istri orang lain, itu tidak seperti gayamu."
Xie Ruo merasa, yang baru saja Qu Xuanzi katakan adalah "kenapa kamu harus menjadi calon istri orang lain, kau melupakanku?" kira-kira seperti itu jika ditafsirkan.
"Itu bukan rencanaku." Xie Ruo menghela napas. "Aku curiga kau tidak akan percaya seperti yang lain jika aku mengatakan bahwa aku diculik. Lagipula, siapa idiot yang mau menculikku? Kalian semua akan berpikir seperti itu."
"Jadi Kaisar Iblis yang menculikmu."
"Kau sudah tahu?" Xie Ruo terkejut. Apa kali ini, ia yang salah tafsir atau memang Qu Xuanzi yang asal bicara?
"Ketika aku pergi ke Dunia Bawah, aku sudah tahu kalau Kaisar Iblis menyamar sebagai Kaisar Manusia."
"Kenapa tidak beritahu?" Xie Ruo merasa bahwa ia telah dipermainkan lagi. Benar-benar ....
"Kau tidak bertanya." Qu Xuanzi tidak ingat Xie Ruo bertanya tentang Kaisar Iblis yang menyamar sebagai manusia. Mereka hanya membicarakan mengenai rencana Kaisar Iblis dan apa yang terjadi di masa lalu.
Xie Ruo tiba-tiba menjadi agak kesal dan serba salah. Ia selalu kalah berdebat dengan Qu Xuanzi, sudahlah. "Lain kali jika mengetahui sesuatu, beritahu aku juga."
"Kamu datang kemari, apa tidak akan membuat Kaisar Iblis tahu?"
"Aku tebak, dia sudah tahu keberadaanku." Qu Xuanzi tetap tenang. "Dia akan datang jika mau, tapi sampai sekarang belum datang, itu berarti dia menyambutku."
Xie Ruo tidak tahu bagaimana mereka berinteraksi, tapi ia jadi teringat akan fakta bahwa ia telah membohongi Kaisar Iblis sebelumnya. Apa pria itu sudah membunuh Xu Ziyan?
Jika sudah, dengan temperamennya, seharusnya Kaisar Iblis menyeret wanita itu ke hadapannya sebelum dibunuh. Tapi bisa saja Kaisar Iblis tidak ingin menodai mata Xie Ruo dengan tontonan berdarah sehingga membunuhnya langsung di tempat. Itu bisa saja terjadi.
Mengingat hal itu, ia melihat Qu Xuanzi untuk beberapa saat penuh pertimbangan. Jika ia memberitahu bahwa ia sedang mengandung, bagaimana reaksi Qu Xuanzi? Ia jadi bingung mulai dari mana.
"Ada sesuatu?" Qu Xuanzi merasa ada hal yang ingin disampaikan Xie Ruo.
"Ada beberapa hal yang ingin kusampaikan ...." Xie Ruo memalingkan wajah ragu sampai merasa gelisah lagi. Ia kembali melihat Qu Xuanzi yang menunggu, tiba-tiba ia menjadi sangat gugup.
Sudahlah, beritahu kalau ia sudah siap. Untuk sekarang, bicarakan hal serius terlebih dahulu untuk melepas beban pikirannya. Xie Ruo mengulurkan tangannya, mengeluarkan sebuah buku catatan yang ia buat selama masih meneliti masalah Dewa Iblis.
Ia telah mengumpulkan banyak catatan dari tiap anggota kekaisaran serta para pejabat. Semenjak tahu bahwa Zhong Guofeng adalah Kaisar Iblis, ia mulai mencari tahu siapa saja yang ada di pihaknya dan tidak.
"Kekaisaran saat ini mengalami gejolak tahta. Kekuasaan Zhong Guofeng tidak stabil karena banyak pejabat yang mengalihkan dukungan mereka ke pangeran lain. Pangeran yang memiliki hak waris kedua selain Zhong Guofeng adalah Zhong Wenyue. Jika Zhong Guofeng tidak menikah dan memiliki anak, maka tahtanya akan pindah ke Zhong Wenyue setelah kematiannya. Karena Zhong Guofeng adalah Kaisar Iblis, bukan hal mustahil bahwa tahta kekaisaran akan tetap di tangannya. Tapi masalahnya, Zhong Wenyue mulai merencanakan pemberontakan. Dia pasti tahu, Zhong Guofeng tidak bisa dianggap enteng sehingga mengalihkan semua dukungan untuk menggoyahkan posisi Zhong Guofeng. Itu sebabnya, Zhong Guofeng membawaku kemari. Di antara pergolakan tahta, harus ada Dewa Iblis di belakangnya. Aku telah mencari banyak orang-orang yang mungkin menjadi Dewa Iblis, sekalian meminta Ann Rou untuk menyelidiki mereka."
Qu Xuanzi melihat data tersangka dalam catatan serta semua latar belakangnya. Kebanyakan dari mereka yang dicurigai Xie Ruo adalah pangeran atau beberapa raja, meski ada beberapa tokoh publik berpengaruh yang memiliki sedikit informasi.
Semua yang dicurigai bukan tanpa alasan. Meski ada di dekat Zhong Guofeng sekalipun, bisa saja dia adalah Dewa Iblis yang sedang mencari celah. Ia hanya perlu mengeliminasi beberapa orang yang tidak sesuai penilaian Qu Xuanzi. Bagaimanapun, hanya Qu Xuanzi yang pernah melihat Dewa Iblis.
"Dewa Iblis tidak tahu keberadaan Kaisar Iblis, dia akan memiliki niat untuk menguasai kekaisaran tanpa tahu bahwa Kaisar Zhong adalah Kaisar Iblis."
"Dia tahu keberadaanku, tapi kenapa tidak tahu keberadaan Kaisar Iblis?" Xie Ruo heran. Ia sangat mudah mencaritahu, tapi kenapa Dewa Iblis tidak?
"Kaisar Iblis memiliki metode tersendiri agar tidak dikenali, seperti menyamarkan aura dan napasnya sendiri. Kecuali pernah melihat wujud aslinya setelah berinkarnasi, mustahil bagi seseorang dapat mengenali wujud lainnya. Apalagi, tidak mungkin Kaisar Iblis masih berjalan bebas jika Dewa Iblis sudah menemukannya."
"Dewa Iblis tahu keberadaanmu, tapi kau masih bisa bebas, kenapa Kaisar Iblis tidak?"
"Kaisar Iblis memiliki ikatan tersendiri dengan Dewa Iblis. Jika Dewa Iblis menemukannya, maka Kaisar Iblis akan dikendalikan layaknya boneka. Seharusnya yang dikendalikan adalah aku, tapi aku telah memisahkan dua darah dan menciptakan Kaisar Iblis dengan darah iblis yang terikat dengan Dewa Iblis."
Xie Ruo agak terkejut mendengarnya. "Jadi itu sebabnya kalian berperang?"
Qu Xuanzi mengangguk pelan. "Kaisar Iblis saat itu lepas kendali, membuat kekacauan di mana-mana karena pikirannya yang dikendalikan. Itu sebabnya, aku membantunya menyembunyikan diri sampai Dewa Iblis ditemukan. Meski kekaisaran bukan tempat yang aman untuk bersembunyi, Dunia Bawah lebih tidak aman."
"Jadi, kita harus menyembunyikannya sebagai senjata Dewa Iblis?"
"Bisa dibilang begitu. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, meski caranya agak ekstrim, kadang dia memiliki pemikiran yang sama denganku."
Memiliki prmikiran sama berarti memiliki perasaan yang sama. Xie Ruo jadi semakin kepikiran akan fakta bahwa ia menipu Kaisar Iblis. Xie Ruo menghela napas. "Aku jadi merasa bersalah menipunya."
"Dia juga menipumu berkali-kali." Qu Xuanzi tidak peduli pada Kaisar Iblis.
"Masalahnya tidak sesederhana itu. Aku menipunya bahwa aku keguguran, aku tidak tahu bagaimana perasaannya."
Qu Xuanzi melihat Xie Ruo dengan penuh pertimbangan sambil berpikir dengan cepat. Keguguran?
Pada saat itu, Xie Ruo baru sadar siapa lawan bicaranya. Ia melirik Qu Xuanzi yang masih diam menatapnya, mendadak Xie Ruo salah tingkah. Karena tentgelam dalam masalah, sejenak ia keliru bahwa lawan bicaranya adalah Mei Liena. Ini akibat terlalu sering curhat pada wanita satu itu, sampai lupa bahwa yang di hadapannya adalah Qu Xuanzi!
Xie Ruo merasa ingin menghilang saat itu juga. Ia barusan mengatakan secara tidak langsung apa yang ragu ia katakan sebelumnya. Ini benar-benar ....
"Ruoruo, kau mengatakannya pada Kaisar Iblis, tapi tidak padaku."
"Bukan begitu ... bukan aku yang katakan." Xie Ruo merasa panik setelah Qu Xuanzi menunjukkan kecemburuannya.
"Sekarang, kau bisa mengatakannya dengan jujur. Apa yang aku pikirkan benar atau salah, kau yang menjawabnya."
"Aku?" Xie Ruo mendadak merasa bahwa ia menjadi bodoh.
Sebenarnya, ia sendiri tidak tahu apa yang sebenarnya dipikirkan Qu Xuanzi. Bisa jadi menyimpang dari apa yang ia pikirkan. Qu Xuanzi bertanya tentang keguguran atau kehamilannya?
Tapi karena Qu Xuanzi tidak mudah dibohongi seperti Kaisar Iblis, apalagi kemungkinan besar ia memang harus mengatakannya dengan jujur. Tidak ada alasan baginya untuk terus bersembunyi dan membuat teka-teki.
Xie Ruo menenangkan diri dan mulai serius. "Liena yang mengatakannya, bukan aku. Dia berkata bahwa ...." Xie Ruo merasa gugup sampai menekan jari-jarinya sendiri dan menggigit bibir bawahnya. Ia tidak terbiasa dengan situasi ini dan tidak rahu harus senang atau cemas. Tapi ia memang harus mengatakannya. "Aku hamil."
Qu Xuanzi awalnya sudah menebak, tapi ia masih terkejut—meski terlihat tenang. Pada dasarnya, tingkat kesuburan ras dewa sangat rendah dan butuh bertahun-tahun untuk memiliki keturunan, atau bahkan tidak sama sekali. Wajar jika ia terkejut. Tapi mengingat Xie Ruo masih manusia, itu bisa menjadi pemicunya.
Diamnya Qu Xuanzi membuat Xie Ruo gelisah. Ia tidak tahu apa yang dipikirkan pria itu, tapi ia merasa akan kesal tak lama lagi. Setidaknya, beri sedikit reaksi! Ia jadi merasa canggung sendiri, tahu!
Xie Ruo melihat sekeliling, salju dengan bebas masuk ke dalam kamarnya dari jendela yang terbuka. Ruangannya sudah sangat dingin dan dipenuhi es.
Xie Ruo baru ingat untuk menarik semua es dari api dingin yang merebak. Untuk melepas kecanggungan, ia memilih menyibukkan diri sendiri. Bukankah ia sudah mengatakan semuanya?
"Terlalu banyak salju yang masuk, aku akan menutup jendela."
Xie Ruo melangkah pergi untuk menutup jalan salju masuk, tapi tiba-tiba Qu Xuanzi menarik lengannya dan menempatkannya ke dalam pelukan. Xie Ruo merasa seperti boneka, ia sampai sangat terkejut akan aksi yang tiba-tiba.
"Xuanzi, terlalu banyak salju." Xie Ruo masih memikirkan salju yang semakin banyak memasuki kamarnya.
Tepat setelah Xie Ruo mengatakannya, semua jendela tertutup begitu saja menyisakan keheningan. Xie Ruo terdiam. Kenapa tidak dari tadi?
"Ruoruo."
"Mm?"
"Terima kasih."
Xie Ruo tidak mengerti mengapa harus berterimakasih. Tapi ... ah, sudahlah. (Ada yang bisa bantu jawab? Aku sendiri masih mikir sampai sekarang, wkwk)
"Berapa usianya?"
"7 minggu." Begitu kata Mei Liena kemarin.
"Beberapa bulan kedepan, tidak perlu melakukan apa pun sendiri. Katakan saja padaku."
"Aku seperti mendengar nasihat Liena."
Qu Xuanzi terkekeh. "Dia tidak selalu tidak masuk akal."
Xie Ruo menarik tubuhnya ke belakang untuk melihat Qu Xuanzi. "Jadi jika aku meminta sesuatu, kau akan langsung menurutinya?"
"Kapan aku menolak?"
"Lalu, kau akan memberiku cokelat?"
Cokelat? Seingat Qu Xuanzi, makanan sejenis cokelat hanya diproduksi di wilayah tertentu, tapi tidak di sini. Jika ini dunia modern, pasti tidak akan sulit.
"Aku sudah meminta pada pelayan tadi pagi, tapi tidak ada di istana, hanya ada di selatan pada musim tertentu. Sekarang sudah memasuki musim dingin, cokelat panas akan sangat cocok."
Selama 29 tahun Xie Ruo tinggal di negara barat di dunia modern, kebiasaan kebaratannya tidak berubah meski sudah tinggal dikelilingi orang-orang dengan aksen timur.
"Karena tidak ada cokelat di sini, maka aku akan membuatkannya sendiri." Qu Xuanzi hanya bisa mengambil alternatif lain. Itu tidak rumit baginya. Beruntung ia pernah berinkarnasi di tempat yang sama dengan Xie Ruo.