
Xie Ran memulihkan diri di Dunia Liontin sambil menunggu pertandingan selanjutnya yang akan diadakan malam ini.
Mengenai bagaimana Xie Ran dapat mengambil token perak yang seharusnya diambil Ye Jumo adalah, Xie Ran telah memanipulasinya sejak awal.
Tentu ia tahu permainan macam apa yang dimainkan Tuan Kota untuk menempatkan Akademi Yeshan di posisi tertinggi. Meskipun Xie Ran tidak takut, ia tidak suka dicurangi jadi mencurangi mereka balik. Ia juga sedang kelelahan karena formasi barusan sehingga tidak efektif untuk bertarung.
Ketika kotak itu akan di bawa, Xie Ran menyelinap ke balik arena dengan alasan pergi ke toilet. Ia meletakkan sihir manipulasi dan token itu akan bergerak sesuai keinginannya dan jatuh ke tangan yang ia inginkan. Tanda yang dibuat oleh Tuan Kota tidak akan berfungsi selagi sihir Xie Ran bekerja. Sihir itu juga dibersihkan tanpa jejak setelah Xie Ran mengambil token.
Gadis tak bermoral itu tak tahu bahwa permainannya telah menyebabkan keributan di kediaman Tuan Kota.
"Bukankah aku sudah mengatakan untuk mengambil token perak? Mengapa malah token emas!" Tuan Kota Ye, Ye Ming, menegur putranya yang sejak tadi bersantai di kursi tanpa beban.
"Aku sudah melakukan apa yang kau katakan." Ye Junmo menyahuti sambil merapikan rambutnya yang sedikit berantakan menurutnya.
"Mungkin seseorang telah mengetahui rencana kita dan menukarnya. Kita bisa memeriksanya." Istrinya, Jin Hsu, mencoba menenangkan dan membela putra satu-satunya.
"Benar."
Mereka akhirnya memeriksa kotak dan masing-masing token, tapi tidak menemukan jejak apapun sedangkan tanda itu masih terletak di token. Padahal Ye Junmo mengambil pertama.
Itu membuat Ye Ming semakin kesal dan nyaris frustrasi. Jika putranya tidak bisa memasuki peringkat pertama, perjanjiannya dengan 'orang itu' akan kacau!
"Ini hanya pertandingan, apa perlu seperti itu? Meskipun aku akan bertarung dua kali, aku tetap akan memenangkannya." Ye Junmo tetap percaya diri di dukung oleh ibunya.
Ye Ming menahap putranya yang bodoh dengan tajam. "Akademi Tianshang masih belum mengeluarkan seluruh kekuatannya selama ini. Melalui Akademi Konglian, kita bisa melihat kekuatannya dan dengan mudah mencari kelemahannya. Kalau seperti ini, kita tidak tahu apa yang akan direncanakan mereka. Menurutku, pusat dari tim ada pada dua orang itu, Pei Xi dan Xiao Ran. Tapi sejauh ini mereka belum bertarung secara sungguh-sungguh sehingga sulit menilainya."
"Kau salah, pusat mereka hanya satu."
Suara merdu itu datang disertai derap langkah kaki elegan memasuki ruangan. Ye Ming meminta Ye Junmo keluar dari ruangan begitu melihat sosok wanita berjubah hitam dan cantik hadir disertai senyuman elegannya.
Setelah Ye Junmo yang tidak tahu apa pun pergi—walau ragu—serta istrinya yang tidak ingin mengganggu, Ye Ming menyambut wanita itu penuh rasa hormat. "Nyonya Tang, untuk masalah ini, kami akan berusaha sebisa mungkin. Untuk perkataanmu sebelumnya, rendahan ini tidak mengerti."
Tang Zhi tetap tenang dan menjawab, "Jika tidak ada seseorang yang mengarahkan pertandingan sejak awal dan memanipulasi undianmu, kau tidak perlu sepanik ini, 'kan?"
"Maksud Nyonya, orang ini adalah orang Akademi Tianshang?"
"Menurutmu siapa lagi? Di antara mereka, beberapa masih belum ada dalam kendaliku. Kamu pikirkan siapa yang kemungkinan dapat melakukannya."
Ye Ming berpikir sejenak. "Apa Dekan Akademi?"
"Menurutmu pak tua yang akan mati itu akan repot-repot memanipulasi undian?"
"Benar, itu bukan gayanya. Dekan Akademi selalu bersikap netral meski itu adalah muridnya. Tapi, tidak mungkin anak-anak itu, 'kan? Kau mengatakan hanya ada satu."
"Seseorang yang menjadi pengendali tim sekaligus perwakilan undian ...."
"Xiao Ran?" Ye Ming menebak secara spontan. Setelah memikirkannya, kemungkinan besar benar. Tapi, apa Xiao Ran sehebat itu sampai memanipulasi tanpa ketahuan? Bukankah akan sangat bahaya baginya?
Tang Zhi memiringkan kepalanya. "Aku justru berpikir, bahwa dia adalah kenalan lamaku. Kau hanya perlu meminta putramu menekannya sampai batas."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Matahari terbenam begitu cepat sehingga Xie Ran harus terburu-buru keluar dari penginapan. Ia sangat lapar dan ingin makan, tapi waktunya sangat mepet membuatnya merasakan delima antara makan atau arena terlebih dahulu.
Tapi jika ia ke arena terlebih dahulu, darahnya tidak penuh dan ia bisa kalah. Jadi dia telah memutuskan makan terlebih dahulu baru ke arena.
Makanan yang ia pesan cukup banyak membuat selera makannya bertambah dan ia semakin bersemangat sampai kegirangan. Ia mengambil sumpit dan memakannya dengan nikmat, merasakan tiap sentuhan makanan di lidahnya yang menakjubkan.
Baru saja ia makan beberapa suap, teman-temannya berkerumun menariknya pergi ke arena karena sudah akan telambat. Xie Ran merengek tidak mau pergi dan mengambil beberapa makanannya ketika diseret pergi. Ia benar-benar tidak rela meninggalkan makanan sebaik itu!
"Pokoknya kalian harus traktir makan malam!"
Di samping itu, sepasang mata merah di antara pengunjung kedai makan menoleh ke belakang melihat kepergian kelompok itu.
Pei Xi dan yang lainnya membiarkan Xie Ran makan sambil jalan sepanjang perjalanan ke gedung area. Mereka tidak ingin mendengar rengekan Xie Ran tentang makanan. Rengekan seseorang yang biasanya diam itu begitu memicu adrenalin.
Pada pertandingan ini, mereka melakukannya dengan sangat baik meskipun lebih lama dari pertandingan dengan Akademi Huan. Xie Ran tidak memiliki banyak kesempatan bertarung karena targetnya selalu direbut Yan Yao, Zhou Kui, maupun Liu Chang. Pei Xi juga sama membuat Xie Ran merasa berdiri di belakang tanpa melakukan apapun selain memelayangkan beberapa pukulan 'ringan'.
Pada akhirnya, ia menyerah dan diam di ujung arena melanjutkan makan dengan tenang. Sedangkan Zhong Xiaorong begitu semangat melawan pemimpin tim lawan bersama Pei Xi. Mei Liena sibuk mempertahankan racun. Di sini benar-benar hanya Xie Ran yang tidak melakukan apa pun!
"Apa yang dia lakukan?"
"Entahlah."
Para penonton heran dengan sikap santai Xie Ran yang malah menonton di ujung sambil makan bukannya membantu. Tak terkecuali para dekan akademi.
"Mengapa Xiao Ran hanya diam? Apa yang dia rencanakan?" Dekan Departemen Apoteker heran, padahal ia memiliki kesan baik tentang Xie Ran.
"Mereka bekerja sama menyembunyikan kekuatannya." Dekan Akademi menjawab dengan tenang. Pikiran anak-anak itu cukup pintar menurutnya dengan menggunakan Xie Ra sebagai kartu truf.
"Ditambah, mereka mungkin juga takut jika 'darah' Xiao Ran habis dan diminta pertanggungjawaban." Dekan Departemen Tempa terkekeh memikirkannya. Ia dengan jelas melihat Xie Ran diseret dengan tangan penuh makanan seperti foodie kecil.
Bukan hanya ia yang melihat, semua orang juga melihatnya. Mereka yang tidak tahu hanya bisa tercengang sedangkan sisanya hanya terkekeh melihat betapa konyol gadis satu itu jika berubah menjadi foodie.
"Andai dia ada di Departemen Tempaku. Dia sangat berbakat dalam hal menempa senjata."
"Memang sangat disayangkan. Senjatanya sangat bagus dan kokoh nyaris seperti senjata spiritual." Dekan Departemen Apoteker menyetujuinya.
Sudah bukan rahasia lagi kalau Xie Ran bisa menempa dan hasilnya selalu dijual. Tapi mereka tidak tahu bahwa yang dijual Xie Ran adalah produk gagal dari penempaan spiritual. Tidak ada yang tahu bahwa Xie Ran menempa senjata spiritual.
"Dekan Bao, muridmu memiliki penilaian bagus, kau pasti merasa sangat bangga. Selain Pei Xi, Xiao Ran telah meraih banyak hal yang hanya diketahui kita para dekan dan teman-temannya." Dekan Departemen Apoteker menyanjung. Dia iri dengan Bao Jun yang memiliki murid berbakat di departemennya. Tapi, ia sendiri sudah bangga memiliki Mei Liena.
Bao Jun tersenyum dan mengangguk. "Dia sangat berbakat. Jika ada waktu, aku harus mengundangnya ke Sekte Bayangan Malam."
"Itu juga bagus." Dekan Departemen Apoteker mengangguk setuju.
"Pei Xi dari Sekte Bayangan Malam, tidak akan sulit baginya ke sana ditambah bakatnya." Dekan Departemen Tempa juga mendukung. Mereka tentu tahu identitas Pei Xi, namun tidak membocorkannya. Sedangkan Bao Jun juga berasal dari Sekte Bayangan Malam. Itu sebabnya mereka langsung tahu begitu Pei Xi masuk ke akademi.
"Aku juga akan mengundang Pei Xi pulang setelah ini."
Di arena, Xie Ran yang duduk manis sambil makan melihat kehadiran Tang Zhi yang tersenyum padanya. Senyum yang membuatnya ingin memuntahkan semua makanan di perutnya—tapi sayang jika dimuntahkan.
Ia memicingkan matanya, kemudian melihat Tuan Kota yang juga melihatnya. Wah, ia menjadi begitu terkenal sampai Tuan Kota meliriknya juga.
"Apa aku begitu cantik dan menggemaskan sampai diperhatikan seperti itu?" Xie Ran terkekeh. "Benar sekali, bahkan mungkin saja guru besar tergila-gila padaku." Kemudian Xie Ran memukul kepala untuk menepis pemikiran bodoh itu. "Sepertinya aku kurang makan sampai menjadi bodoh. Harus makan banyak!"
Kepala Xiao Caihong di lengannya muncul dan meminta makanan Xie Ran. Xie Ran tidak pelit dan memberi ular kecil yang sudah memiliki gigi itu makan daging diam-diam.
Xie Ran makan bersama Xiao Caihong sambil menonton kembali. Kadang ia melirik Tang Zhi yang masih melihatnya juga Tuan Kota—yang ia pikir naksir padanya. Itu membuat Xie Ran kesal dan ingin mencungkil mata mereka lalu memajang mata mereka di kamar sebagai hiasan. Belum lagi tatapan Ye Junmo yang kadang teralih padanya. Xie Ran semakin kesal!
Pertarungan semakin intens tanpa henti dan kedua belah pihak sama-sama kuat. Kemudian, bilah energi yang begitu besar melintas begitu cepat seperti kereta melewati kelima manusia itu menuju Xie Ran.
Xie Ran langsung bereaksi, ia sedikit terkejut karena seseorang menargetnya sehingga harus melepas makanannya dan menghindar agar tidak terkena serangan.
Bilah itu begitu besar hingga Xie Ran benar-benar harus melompat tinggi dan mengeluarkan pedangnya untuk menebas bilah selanjutnya. Tiap tebasan memiliki momentum besar hingga menciptakan ledakan, namun Xie Ran sama sekali tidak mundur.
Ia melihat makanannya kembali, untung saja tidak jatuh atau ia benar-benar akan marah melebihi marah karena terus diperhatikan. Dia menyimpan makanannya ke dalam cincin spasial dan berdiri tanpa senjata melihat pertarungan dengan serius. Pedang di tangannya disimpan kembali agar tidak ribet sedangkan matanya terus mencari seseorang yang kemungkinan menyerangnya.
"Kau mencariku?" Suara pria menyebalkan terdengar di telinga Xie Ran begitu dekat. Xie Ran tidak menoleh, melainkan hanya diam merasakan angin yang berhembus akibat tombak yang akan menghantamnya.
Tombak itu tertahan seketika oleh pedang besar Liu Chang. Ketika Ye Junmo akan menarget Xie Ran kembali, Liu Chang menahannya lagi dan kali ini dibantu Pei Xi agar tidak mengenai Xie Ran yang dikelilingi tiga pria tampan itu.
"Segera." Pei Xi menyahuti pelan agar Ye Junmo yang sedang menahan serangan Liu Chang tidak mendengar.
"Bagaimana jika aku sudah kesal?"
"Tidak akan." Pei Xi memberikan Xie Ran kue pie ke tangan Xie Ran. "Makanlah."
Xie Ran termenung sejenak dan melihat pie di tangannya. Mau tidak mau ia memakannya karena terlihat enak. "Setidaknya beri aku alasan."
"Sama seperti kau menahan Yan Yao dan Zhou Kui." Kali ini Liu Chang yang menyahuti membuat Xie Ran jengkel sendiri dan menggigit pie dengan kasar.
"Sejujurnya aku bisa mengakhiri pertarungan. Aku lapar." Xie Ran mencoba membujuk. Namun Liu Chang justru memberinya dua bapau untuk Xie Ran sehingga Xie Ran bungkam. Sebenarnya mereka sudah menyiapkan berapa makanan?
"Aku beritahu sesuatu," kata Xie Ran sambil mengunyah. "Gunakan kombinasi jari bayangan dan es lalu satukan dengan transformasi harimau milik Yan Yao pada serangan gabungan mereka."
Usulan Xie Ran segera dilaksanakan. Liu Chang dan Zhou Kui menahan Ye Junmo yang terus menarget Xie Ran sedangkan yang lain membuat serangan gabungan sesuai aturan Xie Ran.
Pei Xi dan Zhong Xiaorong menggabungkan sihir mereka menggunakan Yan Yao sebagai medium sehingga Yan Yao terlihat penuh dengan aura dingin dan bayangan hitam. Wujud roh harimau putih muncul di belakangnya disertai jari bayangan yang membesar dan loreng es yang menyatu dengan bayangan harimau.
Serangan gabungan yang dilakukan Akademi Yeshan menggunakan gabungan yin-yang sehingga mendukung mereka menggunakan kekuatan menyamai profesional lanjutan yang disetarakan.
Sedangkan teknik gabungan yang diberitahu Xie Ran dipusatkan pada Yan Yao sehingga pria itu memiliki kekuatan menyetarai profesional lanjutan.
"Kalian tidak gabung? Mereka memiliki kekuatan profesional lanjutan, kita bisa kalah jika kalian menahan satu orang di sini." Xie Ran menegur Zhou Kui dan Liu Chang yang sedang susah payah menghadapi Ye Junmo.
"Xiao Ran, apa kau tidak tahu atau sengaja? Dia menargetmu!" Zhou Kui tetap pasa pendiriannya.
"Aku tidak selemah itu. Darahku sudah penuh, aku bisa menghadapinya."
"Kau sudah kenyang?" Liu Chang bertanya dan dijawab gelengan oleh Xie Ran. Alhasil, kedua pria itu melemparkan makanan lagi untuk Xie Ran.
"Sebenarnya apa mau kalian!" Xie Ran sudah sangat jengkel. Tapi dia tidak bisa menolak makanan di tangannya dan memakannya sampai habis.
Di samping itu, Yan Yao mulai maju di dukung oleh kecepatan bayangan Pei Xi. Langkahnya begitu cepat ditambah kekuatan transformasi putih sehingga dapat membuat sedikit menekanan pada lawan.
Pada umumnya, teknik gabungan antara yin dan yang hanya dapat menyetarai kekuatan mereka mencapai awal profesional lanjutan. Berbeda dengan Yan Yao yang menyetarai profesional lanjutan sejati sehingga ia lebih kuat.
Ia berhasil menekan beberapa dari enam lawannya dengan bantuan kekuatan Mei Liena di sisinya. Mei Liena begitu lincah dan dapat menghalau perhatian mereka sehingga memudahkan Yan Yao menyerang.
Ketika Mei Liena akan menyerang, seseorang meluncurkan bilah energi hingga ia harus menahannya. Mei Liena mengeluarkan bilah energi dan berbenturan dengan bilah energi lawan. Karena perbedaan kekuatan, Mei Liena mendapat penekanan dan terhempas beberapa meter.
Yan Yao ingin membantu, tapi terhalangi oleh beberapa murid akademi lawan sedangkan Mei Liena harus lincah menghindari bilah energi yang terus menghampirinya membabi buta.
Sedangkan Xie Ran yang sudah menyelesaikan makanan, tatapannya tertahan melihat penindasan yang dialami Mei Liena. Ia mengeluarkan bebatuan logam dari cincin spasial kemudian membuatnya melayang di udara. Ia mengepalkan tangannya menyebabkan bebatuan logam itu menjadi logam runcing berbentuk spiral tajam di kedua sisinya. Tangannya berayun ke depan, tepat di mana bilah energi muncul dan akan menghantam tubuh Mei Liena.
Beberapa logam itu melayang begitu cepat sesuai arahan Xie Ran dan menembus bilah energi lawan. Mei Liena terselamatkan, ia langsung melawan serangan lainnya dan dibantu oleh logam Xie Ran.
Yang terpenting bagi Xie Ran adalah menyembunyikan sihir pesonanya. Ia mengendalikan logam dengan kecepatan tinggi dan menembus kulit-kulit lawan tanpa sempat menghindar. Beberapa orang terkejut, namun tidak melepas perhatian mereka dari serangan ganda Yan Yao dan Mei Liena yang kembali bergabung.
"Sudah kukatakan, bantu mereka!" Xie Ran menarik logam-logamnya kembali dan menatap dua pria yang sudah terkubur beberapa meter karena Ye Junmo. "Gunakan pedang gandamu dan angin untuk membuat gelombang pedang ganda. Mei Liena akan menjelaskannya."
Keduanya saling pandang kemudian menatap Xie Ran kembali. "Hati-hatilah!" Setelah itu, mereka melesat pergi bergabung ke dalam pertempuran kelompok.
Xie Ran tidak pandai dalam pertempuran kelompok, itu sebabnya mereka tidak ingin Xie Ran beegabung sekarang karena gadis itu akan menguasai medan seorang diri dengan kecepatannya. Itu yang dikatakan Pei Xi pada Xie Ran melalui sambungan sistem. Xie Ran akui itu benar meski ia dapat mengarahkan mereka, tapi itu hanya mengarahkan mereka tanpa banyak melibatkannya.
"Giliranmu." Xie Ran tersenyum dan menyerang Ye Junmo dengan dua belati di tangannya.
Sambil menghindar, ia bicara, "Apa kau sehebat itu?" Ye Junmo masih penasaran apalagi dengan apa yang dikatakan ayahnya tentang Xie Ran. Ia merasa gadis ini sangat menarik.
Xie Ran menahannya dengan dua belati yang disilangkan ketika Ye Junmo menghunuskan pedangnya. "Tergantung bagaimana penilaianmu."
"Kau sangat percaya diri melawanku seorang diri." Ye Junmo terkekeh dan menebaskan pedangnya kembali hinga mengeluarkan bilah energi.
Xie Ran menghindar dengan sempurna dan beradu senjata kembali dengan pria itu. Meski ia dapat mengakui kekuatan Ye Junmo yang sudah di puncak profesional, pria itu tetap tidak sebanding jika ia sudah melepaskan sihir pesona. Tidak ada yang bisa bebas dari sihir pesonanya sejauh ini selain naga dan guru besar tertentu.
Tapi sekarang, ia tidak boleh menujukkannya meski ini pertarungan akhir. Sampai ia menunjukkan identitasnya, dia tidak boleh mengekspos sihir pesona. Apalagi Tang Zhi ada di sini. Jadi, ia harus berusaha keras menekannya.
"Apa yang kau pikirkan?" Ye Junmo bertanya.
Xie Ran tersenyum. "Memikirkan gaya apa yang kugunakan untuk membuatmu terlihat bagus." Ia menghentakkan belatinya dengan keras hingga memberi penekanan pada Ye Junmo. "Jujur, aku tidak memiliki kesan yang baik tentangmu."
"Jadi benar kau yang memanipulasi kotak itu?"
Xie Ran menaikkan alis. "Bukan aku yang mengatakannya." Apa semudah itu ia ketahuan? Pasti ada sesuatu di balik semua ini.
"Berarti benar, 'kan?"
Xie Ran tersenyum dan memiringkan kepalanya ketika kedua senjata mereka saling menahan. "Pada akhirnya kita berada di arena yang sama."
Ye Junmo terkekeh. "Kau semakin menarik."
"Kau orang kesekian yang mengatakannya secara terang-terangan." Xie Ran terkekeh. Pesonanya sangat luar biasa. Bahkan Kaisar Zhong mengatakan bahwa ia menarik. Tapi kenapa guru besar tertentu mengatakan bahwa dia hanya anak kecil yang baru menetas pada pandangan pertama? Itu terjadi ketika pelatihan di dunia liontin setahun yang lalu.
Mereka terus berseteru secara seimbang sampai Xie Ran mengganti belati menjadi pedang ramping miliknya. Setelah menilai kekuatan Ye Junmo barusan, ia sadar bahwa ia harus mempercepat perseteruan ini atau Xie Ran akan ditekan. Ye Junmo ini tidak biasa.
Pertandingan di arena terbelah menjadi dua pertandingan. Yang satu kelompok yang satu individu. Para penonton dibuat bingung harus melihat yang mana karena keduanya sama-sama menarik. Serangan gabungan yang luar biasa, di sisi lain ada pertarungan yang sangat dinantikan.
Xie Ran dan Ye Junmo bertarung hebat dengan pedang yang mendukung. Xie Ran menggunakan teknik pedang 7 langit sambil berusaha memahaminya perlahan agar tidak menetap di tahap awal. Pedangnya beresonasi dengan api miliknya hingga mengeluarkan bilah api panas yang lebih kuat.
Kecepatan Xie Ran sangat cepat sehingga membuat Ye Junmo sedikit bingung, namun ia tidak kehilangan perhatian dan terus menahan serangan Xie Ran dengan pedangnya. Keterampilan pedangnya melebihi dari yang diharapkan, ia seakan menyatu dengan pedang dan dapat terus menahan serangan tercepat dan brutal Xie Ran.
Tubuh Xie Ran terus berpindah satu sisi ke sisi lain dan menyerang dari segala arah. Wujudnya membelah menjadi lebih dari satu dan melakukan serangan bersamaan ke arah Ye Junmo. Ye Junmo menahannya sepenuh tenaga, namun ia tetap kalah dan terhempas beberapa meter hingga memasuki area pertarungan kelompok.
Yan Yao mengambil kesempatan menyerangnya untuk membantu Xie Ran hingga kedua senjata mereka berdentangan. Ye Junmo dengan cepat menghindar. Jika ia berseteru dengan Yan Yao, ia bisa kalah karena pria itu sedang dalam kekuatan profesional lanjutan. Jadi ia memutuskan menghindari tiap serangan beruntun sampai Xie Ran yang sudah menyatu hadir menyerangnya.
Ye Junmo termundur beberapa meter kembali akibat serangan ganda dua orang itu. Ia menahan tubuhnya dengan pedang dan beridri sambil melihat Xie Ran yang bersiap akan menyerangnya lagi. Ia tersenyum miring. "Hanya itu kekuatanmu? Mengecewakan."
Xie Ran mendengus. "Ini hanya pemanasan." Ia melesat kembali seperti bayangan. Pedangnya datang ke arah Ye Junmo dengan keras hingga kedua pedang menciptakan dentingan keras.
Xie Ran menariknya, menebaskannya lagi hingga bilah energi keluar menciptakan ledakan dahsyat di sekitarnya. Bilah energi apinya begitu besar hingga mengenai beberapa lawannya dan membakar arena begitu pekat.
Ia mengangkat pedangnya membuat api yang lebih besar. Karena teknik apinya masih rendah, ia tidak bisa membuat kekuatan yang diinginkan sehingga hanya bisa nengandalkan pedang istimewanya.
Kobaran api muncul di ujung pedang membentuk beberapa wujud api seperti kumpulan komet. Ia melompat ke udara dan melayang di atasnya tepat di depan beberapa api. Pedangnya berayun dengan indah ketika Ye Junmo menggerakkan serangan bilah energi ke arahnya sedangkan Xie Ran menangkisnya sebelum akhirnya bola-bola api di belakangnya meluncur ke area musuh memecahkan rune gabungan yin-yang.
Melihat betapa hancurnya rune musuh dan beberapa murid runtuh, ia turun dari udara dan tersenyum. Dengan ini, ia bisa menang lebih cepat tanpa merepotkan diri dengan kartu truf Ye Junmo.
Tepat setelah memikirkannya, Xie Ran merasa punggungnya mendingin seketika. Tatapannya menjadi tajam sedangkan teman-temannya telah memasang posisi waspada di belakangnya menantikan ronde pertarungan selanjutnya.
Melihat para murid itu bangkit, namun dengan cara tidak wajar, Xie Ran dapat memastikan pertarungan kali ini jauh melebihi perhitungannya.
"Gawat! Mereka bergabung!" Mei Liena keburu panik melihat beberapa siswa itu berbaris menjadi satu menjadikan Ye Junmo sebagai pusat.
Ye Junmo sebagai pusat di depan, sedangkan keenam murid di belakangnya membentuk segel tangan dan menyentuh bahu rekan di depannya dan menyalurkan kekuatan dengan Ye Junmo sebagai mediumnya. Itu adalah penggabungan kekuatan yang hanya dapat dilakukan oleh beberapa orang dengan karakteristik kekuatan yang cocok. Dengan ini, seseorang bisa sekuat profesional lanjutan akhir atau bahkan tingkat saint!
Tapi itu berbeda dari pengelihatan Xie Ran begitu sebuah kabut muncul di tubuh Ye Junmo. Kabut hitam dengan aura penekanan mengerikan yang dapat membuat Xie Ran tidak percaya. Xie Ran sudah menduga pria itu memiliki sesuatu, tapi ia tidak berharap itu menjadi kekuatan Iblis!
Apa ini kartu truf Ye Junmo? Apa ada hubunganya dengan Iblis?