The Emperor God Wife Is Naughty

The Emperor God Wife Is Naughty
76. Long Ying



Ann Rou menjadi pucat dan mencoba mencari Xie Ran, kemudian ia melihat sosok gadis melompat begitu jauh ke tanah di bawah bukit dengan penampilan yang memiliki abu akibat ledakan. Ia menghela napas melihat gadis itu baik-baik saja. Selalu saja menakuti.


Tapi kelegaan itu tidak berlangsung lama karena para iblis mulai menargetnya hingga harus kembali sibuk bertarung.


Reruntuhan akibat ledakan bergerak akan Bao Jun yang keluar dari tumpukan bebatuan dan tanah. Matanya merah dan dipenuhi aura iblis yang pekat. Ia mengeluarkan auranya yang membuat para Iblis semakin gila dan membunuh secara brutal.


Xie Ran melihatnya dengan mata menyipit. Sihir pesona dikeluarkan dan tubuhnya menghilang dari pandangan seperti bayangan. Ia membuat ilusi di area yang menyebabkan para iblis menggila dan bunuh diri.


Bao Jun hendak menghentikannya, namun tiba-tiba seluruh pandangannya gelap dan dipenuhi kesuraman. Beberapa bulu phoenix menyerangnya seperti lebah yang menyerang di udara. Ia sadar telah memasuki ilusi sihir pesona.


Tubuhnya yang dipenuhi kegelapan mengeluarkan seekor bayangan ular iblis yang begitu besar melebihi besarnya kedua naga yang sedang bertempur di udara. Ular itu mendesis dan menghancurkan ilusi dengan cara menyerang Xie Ran yang tersembunyi dalam kegelapan. Pandangan ular sangat tajam, apalagi itu adalah ular iblis yang tidak terpengaruhi oleh pesona atau ilusi apa pun.


Serangan itu tepat mengenai Xie Ran. Xie Ran menahannya dengan pedang sedangkan seluruh ilusinya hancur menyebabkan serangan balik yang membuatnya terhempas begitu jauh. Ular itu bergerak ke dalam tanah dan muncul di tempat Xie Ran akan mendarat. Kekuatan yang keluar dari mulut ular mengandung racun dan menyebabkan Xie Ran tidak memiliki kesempatan berteleportasi.


Xie Ran terlempar begitu jauh ke luar pulau. Tubuhnya tercebur ke dasar danau tanpa jejak. Hal itu membuat perhatian Ann Rou teralih dan akan ikut menceburkan diri, tapi ular itu justru melilitnya begitu keras hingga Ann Rou benar-benar lumpuh tanpa bisa melawan.


Kedua naga itu terjerat akan kumpulan iblis. Rantai-rantai dipenuhi aura iblis dan korosif menyayat kulit tebal mereka hingga dipenuhi darah dan menjadi lumpuh. Kondisi pulau menjadi menyedihkan akan keadaan yang berbalik.


Sedangkan Pei Xi dan teman-temannya mulai kekurangan banyak tenaga. Konsumsi energi menggunakan kekuatan gabungan begitu besar dan terlalu beresiko. Apalagi serangan iblis yang semakin banyak dari portal seolah tidak akan pernah habis. Tiap kali Iblis mati, selalu menjadi abu dan keluar lagi dari portal. Itu tidak pernah berhenti sampai salah satu pihak mengaku kalah atau mati.


Bao Jun yang melihatnya tidak merasa bahagia atau sejenisnya. Ia pergi ke arah di mana Ann Rou terjerat oleh ularnya kemudian melihat danau yang begitu tenang.


Ia merasa sesuatu yang salah.


"Bao Jun, hidupmu akan berakhir setelah ini." Ann Rou masih berusaha nenahan lilitan ular di tubuhnya. Mata birunya yang sedingin es menatap Bao Jun dengan tajam.


"Sudah ingin mati tapi masih saja rewel." Bao Jun mencibir.


Ann Rou mendengus dan tersenyum getir. "Jika saja aku mati, aku sudah melakukan apa yang harus aku lakukan."


"Apa yang bisa kau lakukan?"


Tatapan Ann Rou semakin misterius dan senyumnya menjadi begitu dingin. "Menurutmu apa yang bisa kulakukan?"


Wajah Bao Jun menjadi gelap seketika menebak yang Ann Rou lakukan sebelumnya. Ia tahu jawabannya, jadi ia harus menyelesaikan misi lebih cepat sebelum orang itu datang.


"Bunuh dia!" Bao Jun memerintahkan ularnya.


Ular hitam itu melilit Ann Rou lebih keras hingga wanita itu merasa seluruh tubuhnya remuk. Tepat ketika ular itu melilit lebih keras, sebuah sinar biru memancar dari danau menghantam ular itu hingga terpaksa melepaskan Ann Rou.


Ann Rou tergeletak dengan tubuh penuh luka, sedangkan Bao Jun terkejut dan melihat air danau yang membentuk pusaran besar seolah sesuatu yang besar akan muncul dari dasar danau.


Sinar biru dari pusaran danau melonjak ke langit disertai sambaran petir yang menggelegar. Seekor naga biru muncul dari dalam danau di antara sinar dan melayang di udara menciptakan badai hujan yang begitu deras.


Petir menyambar tanah dari sebilah pedang hingga menyebabkan retakan tanah yang lebar dan mematikan. Aliran halilintar yang begitu dahsyat memancar di langit berpusat pada sebilah pedang seorang gadis di atas naga biru yang melayang di udara.


Ia membelah udara dengan pedangnya menyebabkan halilintar menyambar dan menghamburkan puluhan iblis layaknya membubarkan kelompok semut. Naga yang ditungganginya mengeluarkan ombak yang begitu dahsyat mengendalikan air danau seperti air laut yang menerjang.


Air danau membentuk pusaran seperti badai topan yang begitu besar. Pusaran itu langsung mengacu pada portal di langit yang terus mentransfer Iblis. Dalam sekejap, portal mengalami keruskan menyebabkan transfer Iblis itu terganggu.


Gadis di atas Naga laut itu adalah Xie Ran. Ia berhasil menaklukan Naga laut di bawah air sebelumnya dan membuat kesepakatan bersama yang hanya ia dan Naga laut sendiri yang mengetahuinya. Namun meski begitu, keduanya yang sama-sama betina masih saja suka berdebat walau dalam pertempuran.


"Nona Ying, seranganmu kurang tepat." Xie Ran mengomentari.


"Lalu kau saja yang serang." Naga laut yang bernama Long Ying itu mendengus kesal.


Xie Ran berdecak sebal. "Lebih baik kau menarget sesama hewan saja."


"Kau!"


Selagi mereka berdebat, ular yang baru saja melilit Ann Rou langsung mengeluarkan suara memekakkan telinga ke arah naga laut. Long Ying membalas dengan raungan yang menyebabkan gelombang udara besar sehingga angin bertiup kencang menerbangkan pepohonan.


Kedua makhluk itu bertarung hebat. Xie Ran  di punggung Long Ying ikut membantu dan melancarkan serangan pada Bao Jun yang juga menyerangnya.


Kombinasi antara petir Xie Ran dan air Long Ying begitu kuat sehingga Bao Jun kualahan. Bahkan ular iblis itu mengalami kekalahan telak dan meledak setelah menerima terjangan air beserta pedang petir berturut-turut.


Bao Jun tersungkur di tanah. Ularnya telah menghilang dan ia mengalami banyak kerugian. Ia segera mengutus seorang iblis untuk memperbaiki portal dan mengeluarkan senjata terakhirnya. Jika masih kalah, ia harus segera pergi sebelum orang itu datang.


Bao Jun beserta para iblis mengulur waktu sampai portal membaik. Kekuatan Bao Jun ditingkatkan dan membuat batasan sehingga Xie Ran ataupun Long Ying tidak dapat membantu pertarungan, hanya bisa bertarung di wilayahnya sendiri. Sedangkan iblis-iblis lawannya adalah yang terkuat serta memiliki tubuh besar seperti raksaksa, ditambah Bao Jun menyerang mereka.


Tak lama setelahnya, portal kembali membaik dan Long Ying tidak bisa terbang lagi. Ia hanya bisa melihat beberapa Iblis yang lebih besar dan menakutkan keluar dari portal bersama hewan iblis yang beragam. Long Ying di atas lautan es beserta Xie Ran di atasnya merasakan hawa dingin begitu melihat iblis-iblis itu.


"Buruk!" Xie Ran turun dari punggung Long Ying dan menyerang pembatas. Teman-temannya dalam bahaya di sana, ia harus menolong!


Bao Jun tersenyum penuh kemenangan berhasil menggunakan kelemahan Xie Ran. Kekuatannya membentuk akar rambat dan melilit tubuh Xie Ran yang sedang membunuh para iblis. Ia menekan Long Ying lebih kuat dan mengarahkan para iblis untuk menyerang Long Ying yang sendirian.


"Xie Ran, sudah cukup main-mainnya." Bao Jun mengeratkan lilitan talinya membuat tubuh Xie Ran dipenuhi luka dan berdarah.


Xie Ran telah tertangkap dan tidak bisa melepaskan diri dengan mudah. Tali yang melilitnya menurunkan kekuatannya dan menghabiskan seluruh tenaga. Semakin Xie Ran memberontak, ia semakin terluka dan kekuatannya terbuang sia-sia.


"Resiko bahaya! Energi berkurang 80% dalam satu menit." Peringatan Sarah terdengar membuat Xie Ran terpaksa tidak memberontak lagi. Ia diam mengatur napasnya dan menahan rasa sakit di tubuhnya yang seperti akan remuk.


"Long Long, bisakah kau membantuku?" Xie Ran meminta bantuan dalam benaknya.


"Ini ... bukankah terlalu beresiko?" Long Long ragu.


"Apa pun itu, asal bisa terlepas dari tangkapannya. Aku akan menggunakan teleportasi untuk melarikan diri setelah lepas dari lilitan."


Xie Ran mengerti dan memanggil sistem. "Sarah, luncurkan peledak untuk mengalihkan perhatian Bao Jun." Ia bicara dengan nada rendah.


"Peledak dilepaskan."


Jam Xie Ran terbuka dan mengeluarkan beberapa bola yang bergelinding ke arah Bao Jun. Bao Jun mengerutkan kening melihat bola sebesar kelereng itu yang hampir ia injak.


"Ledakan."


Bola-bola itu meledak menyebabkan kejutan bagi Bao Jun. Asap mengepul setelah ledakan terjadi memenuhi wilayah dan begitu tebal hingga tidak ada yang dapat menembusnya. Bahkan Long Ying tidak dapat melihat dan terpaksa masuk ke dalam air dengan memecahkan es di bawahnya untuk menghindari bahaya di balik asap.


Xie Ran mengambil kesempatan dengan baik. Tubuhnya dipenuhi lapisan putih dan ia menjadi transparan hingga tali yang menjeratnya menembus tubuhnya. Setelah itu, ia menyentuh barrier yang membatasinya kemudian menggunakan kombinasi manipulasi dan energi murni untuk menghancurkannya.


Setelah sihir pesona dan energi murni menyatu dengan baik dan mengganti molekul rune dalam barrier, ia menarik tangannya dan memukul barrier dengan keras hingga pecah seperti kaca yang pecah.


Xie Ran terhuyung setelah menggunakan sisa kekuatannya. Namun ia melihat iblis yang lebih besar dan menakutkan meluncurkan serangan, ia mundur beberapa langkah untuk menghindar pukulan gada.


Pergerakan Xie Ran terbatas karena tubuhnya yang kehilangan banyak tenaga. Ia bisa menghindari serangan pertama, namun tidak bisa menghindari serangan kedua dari punggungnya hingga ia terperosok dan jatuh. Gada itu membentur tubuhnya begitu keras hingga Xie Ran terguling di tanah dengan luka di sekujur tubuhnya.


Tubuh Xie Ran mengeluarkan sinar putih dan sepatunya bergerak mengandalikan tubuhnya memaksa Xie Ran berdiri dan melompat jauh dari jangkauan serangan iblis.


"Terima kasih, Long Long, Sarah." Xie Ran sadar tidak bisa melawan lagi. Penghindaran barusan karena Long Long yang memberinya kekuatan untuk bertahan serta Sarah yang mengendalikan sepatu dan respon sarafnya ke seluruh tubuh agar bergerak tepat waktu.


"Tidak apa-apa Nona. Namun, tenagamu tersisa 5% dan sangat beresiko bila dilanjutkan."


"Aku tahu apa yang kulakukan."


"Hei, kau membuat para algojomu frustrasi nanti! Kau bahkan tidak bisa berteleportasi lagi!" Long Long bicara dengan lantang membuat Xie Ran mendesis karena telinganya berdengung.


"Jadi kau telah berpikir melarikan diri. Sangat bagus." Bao Jun muncul di depannya membuat Xie Ran waspada.


Xie Ran mengeluarkan pedangnya dan mengulurkannya ke arah leher Bao Jun. Sedangkan Bao Jun terkekeh akan tindakan Xie Ran.


"Kau bahkan tidak bisa bertarung lagi, masih ingin berlogat." Bao Jun tertawa dan menyingkirkan pedang Xie Ran dengan jarinya. Ia melihat pedang Xie Ran dan tersenyum. "Rupanya pedang Permaisuri Langit telah memilihmu. Berarti orang itu juga telah memilihmu."


"Kau sudah tahu itu dan tidak bisa membunuhku."


"Kata siapa aku ingin membunuhmu? Jika orang itu memilihmu, maka Kaisar Iblis otomatis memilihmu. Kau akan berterimakasih padaku."


Xie Ran tidak peduli maksudnya dan langsung melilit kaki Bao Jun dengan kakinya. Bao Jun jatuh sedangkan Xie Ran langsung menginjak dadanya dengan keras begitu pula tangannya. "Aku tidak peduli apa yang kau katakan. Aku hanya peduli bahwa kau akan mendapatkan kematian sebagai rasa terimakasihku."


Bao Jun mendengus. "Benarkah?" Ia langsung menarik kaki Xie Ran dan membantingnya dengan keras.


Xie Ran mengerang sakit merasakan tulangnya akan hancur tak lama lagi. Tangan Bao Jun meraih leher Xie Ran dan mengangkatnya secara paksa hingga Xie Ran kesulitan bernapas.


"Kau memang gadis yang sulit." Bao Jun menekankan kekuatannya hingga Xie Ran terlepas dari cekikan dan meluncur ke belakang.


Xie Ran tidak bisa melawan lagi, hanya bisa pasrah terhadap keadaan. Ia melihat Bao Jun yang semakin menjauh dari pandangan karena tubuhnya yang terhempas. Detik berikutnya, ia merasakan tubuhnya berputar bersamaan dengan pelukan hangat yang menangkapnya dan menggantikannya terbentur reruntuhan bukit.


Xie Ran terdiam selama beberapa saat lalu mendongak. Melihat wajah tampan yang memiliki raut rumit itu, Xie Ran merasa aman dalam sekejap seolah tidak ada pertempuran atau bahaya di sekitarnya.


"Qu Xuanzi ... apa itu kau?" Xie Ran mengangkat tangannya hendak meraih wajah pria itu untuk memastikan bahwa ini bukan khayalannya yang berlebihan.


Qu Xuanzi langsung menggenggam tangan Xie Ran yang dingin dan membiarkan tangan Xie Ran menyentuh wajahnya. "Aku di sini. Maaf, aku terlambat."


Xie Ran tidak tahu harus bahagia atau marah sehingga raut wajahnya menjadi sangat rumit. Jauh di lubuk hatinya ia bahagia, tapi tertutupi oleh rasa sakit di seluruh tubuhnya.


Sedangkan Qu Xuanzi sangat cemas sejak awal sepanjang perjalanan. Ann Rou memberitahu bahwa Pagoda mengalami serangan sekelompok manusia dan iblis. Ia menjadi semakin tidak tenang. Ia bisa mempercayakan Xie Ran bertarung melawan Manusia, tapi Iblis adalah masalah yang berbeda. Belum lagi Bao Jun memiliki kekuatan lebih kuat dari Huli Dong'er yang tidak akan mudah terluka hanya karena ilusi.


Setelah sampai, ia melihat Xie Ran terluka begitu parah dan terkena serangan fatal Bao Jun tepat di depan matanya. Itu membuatnya sangat marah dan bisa saja membunuh Bao Jun saat itu juga. Namun ia lebih mementingkan keselamatan Xie Ran dan menyelamatkannya terlebih dahulu.


Sekarang melihat Xie Ran terluka sangat parah. Beberapa bagian tulangnya retak dan tenaganya habis sepenuhnya. Ditambah serangan terakhir Bao Jun yang begitu fatal membuat Xie Ran benar-benar kehabisan tenaga sehingga bisa mati kapan saja. Kondisi ini benar-benar membuatnya sangat marah.


Ann Rou datang dan langsung berlutut penuh penyesalan. Ia juga mengalami cedera yang tidak ringan, begitu pula para naga yang masih berusaha menahan serangan iblis sampai saat ini.


"Ann Rou lalai membiarkan Nona Xie terluka, bersiap menerima hukuman." Ann Rou sudah siap menerima hukuman apa pun karena kelalaiannya. Menurutnya itu pantas karena ia tidak lebih kuat dari iblis-iblis itu. Ia akan berlatih lebih giat lagi untuk bahaya kedepannya.


Qu Xuanzi tidak menyahut, melainkan menyerahkan Xie Ran untuk dijaga. Irisnya telah berubah menjadi merah dan menatap para iblis dan Bao Jun yang sudah gemetar melihatnya.


Karena amarah yang tidak bisa diredakan lagi dengan mudah, wujudnya sepenuhnya berubah menjadi Asura. Rambut hitamnya menjadi perak serta auranya menjadi begitu gelap membuat siapa pun ketakutan setengah mati.


Hanya dengan satu gerakan kecil, ia berada di depan Bao Jun dan mencengkram lehernya erat-erat. Bao Jun tidak lagi berdiri di atas tanah hingga benar-benar tidak dapat bernapas. Wajahnya benar-benar menjadi abu-abu dan putih serta tubuh bergetar hebat melihat sosok di depannya.


"Yang—"


"Kau tidak pantas hidup."


Suara Qu Xuanzi begitu dingin melebihi dingin es. Hanya dengan satu cengkraman, ia mematahkan leher Bao Jun dengan gerakan kecil tanpa mengeluarkan banyak kekuatan.


Suara patah tulang terdengar begitu mengerikan hingga pertarungan terpaksa terhenti. Para manusia itu berpikir bahwa iblis-iblis itu berhenti menyerang dan mundur karena pemimpin mereka telah mati. Tapi mereka salah besar.


Begitu menyadari aura dingin yang begitu pekat serta niat membunuh yang menusuk, mereka langsung diarahkan pada sosok pria tampan yang telah membunuh seorang pemimpin pasukan iblis hanya dengan satu tangan dan satu gerakan kecil.


Mereka tercegang merasakan niat membunuh yang begitu mengerikan hingga menusuk tulang mereka. Bukan hanya Manusia, makhluk seperti ras Naga dan hewan lainnya ikut ketakutan setengah mati merasakan niat membunuh yang begitu mengerikan. Apalagi pandangan dingin Qu Xuanzi serta mata darahnya yang penuh niat membunuh dan berbahaya berhasil membuat siapa pun merasa menyesal dan ingin menghilang dari bumi.


Xie Ran yang setengah sadar ikut merasakan hal yang sama. Tidak ditutupi betapa takut ia melihat amarah Qu Xuanzi. Apalagi setelah melihat wujudnya yang begitu mirip dengan sosok mimpi buruk pada iblis. Sangat mirip seolah mereka adalah orang yang sama.