The Emperor God Wife Is Naughty

The Emperor God Wife Is Naughty
119. Operasi Pembersihan Rumah (1)



Xie Ran menemui Xie Wang di ruangannya dengan langkah tak terburu-buru namun juga mantap. Ia telah menerima keilahian, maka ia hanya perlu melakukan apa yang harus ia lakukan.


Memasuki ruangan, ia samar-samar melihat Xie Wang dan Su Liu'er duduk tenang dengan kegiatan masing-masing. Xie Wang yang membaca buku di meja kerjanya, sedangkan Su Liu'er yang menyisir bulu lebat Bai He denga jari-jarinya.


Mengetahui kedatangan Xie Ran, mereka menghentikan kegiatan, melihat ke arah Xie Ran dengan senyuman cerah. Sudah sebulan Xie Ran tidak terlihat, mereka sangat merindukannya.


Su Liu'er langsung berdiri, menghampiri Xie Ran dan menuntunnya masuk. "Masuklah, sudah lama tidak melihatmu, apa begitu selesai kultivasi langsung datang kemari?"


Xie Ran mengangguk pelan, mengikuti Su Liu'er. Awalnya Su Liu'er lupa bahwa Xie Ran sebelumnya memiliki gangguan indera, ia terkejut mengingatnya dan lebih terkejut ketika melihat Xie Ran yang merespon.


"Ranran, kamu sudah pulih?" Su Liu'er menatap Xie Ran, berharap dugaannya benar. Apalagi ketika Xie Ran mengalihkan pandanhan ke arahnya, menatap matanya lekat-lekat, jantungnya nyaris berhenti karena gembira.


"Aku akan menjelaskan." Xie Ran langsung duduk di kursi, sedangkan Xie Wang yang sejak tadi terdiam langsung buru-buru duduk di depan Xie Ran begitu pula Su Liu'er.


"Ranran, apa kamu baru saja menerobos dan berhasil menghancurkan kutukan wanita itu? Apa benar begitu?" Xie Wang bertanya dengan penuh harap. Jika itu benar, ia akan merayakannya besar-besaran!


Xie Ran menggeleng. "Aku bertemu Xie Jing, Leluhur Klan Xie ...."


Xie Ran menjelaskan ucapan Xie Jing pada mereka, kecuali mengenai jiwa dunia lain yang dibawa oleh seseorang dan kehidupan masa lalunya serta dunia setelah kematian yang lebih tinggi dari Dunia Atas. Ia juga tidak perlu membicarakan masalah Qu Xuanzi, hanya memberitahu masalah kekuatan ilahi naga.


Mendengar penjelasan Xie Ran, mata kedua orang tua itu hampir keluar dari tempatnya. Bertemu leluhu dan mewarisi kekuatan ilahi bukan hal yang bisa dilakukan orang biasa! Itu juga menunjukkan bahwa kekuatan Xie Ran memiliki kualifikasi yang bahkan Xie Wang tidak memiliki kesempatan itu. Itu hanya bisa diartikan, kekuatan Xie Ran telah melebihi kekuatan Xie Wang!


"Bagus, sangat bagus. Ranran, kamu telah memiliki kekuatan ilahi sebelum mencapai tingkat saint, kedepannya tidak akan ada yang bisa menindasmu. Bahkan iblis itu hanya sekadar semut, memang cucu kakek yang terbaik!" Xie Wang bersemangat mendengarnya. Ia sudah tua dan hanya memiliki rentan hidup tak lama, tidak bisa terus melindungi Xie Ran. Dengan kekuatan Xie Ran serta dukungan Qu Xuanzi, ia bisa mati tanpa penyesalan.


"Ranran, apa itu berarti, kelima inderamu sudah normal kembali sekarang?" Su Liu'er tidak bisa mengekspresikan betapa bahagia ia karena tidak tahu harus bagaimana. Ia hanya bisa menahan agar tidak bereaksi begitu heboh seperti suaminya.


Xie Ran menggeleng. "Kelima inderaku mungkin masih bisa berfungsi, namun dalam batas minimal. Segalanya masih belum jelas, tapi kalian tidak perlu khawatir, aku yakin akan sembuh lebih cepat. Tapi aku memiliki satu permintaan, tolong rahasiakan semua perkataanku dan apa yang kalian lihat."


"Baik, orang tua ini paling ahli menjaga rahasia." Xie Wang tidak perlu menanyakan alasannya begitu pula Su Liu'er. Xie Ran pasti memiliki alasannya sendiri.


"Ranran, apa itu berarti kamu akan memimpin Klan Xie mulai sekarang? Kamu sudah setuju?" Su Liu'er bertanya. Berdasarkan cerita Xie Ran, mau tidak mau Xie Ran harus setuju apa pun alasannya.


Xie Ran tersenyum setelah sekian lama. "Ya, itu alasanku merahasiakan kondisiku."


"Apa kamu juga akan merahasiakannya dengan teman-temanmu?" Su Liu'er bertanya lagi.


"Dalam hal ini, aku memerlukan bantuan mereka. Oleh karena itu, aku tidak akan merahasiakannya." Meski ia tidak mencoba membutuhkan bantuan mereka, ia tetap akan memberitahu. Selama ini, mereka sangat khawatir akan kondisinya, ia tidak akan setega itu membiarkan kekhawatiran terus berlanjut.


"Jika kamu perlu sesuatu, katakan pada kakek. Kakek juga akan mengatur orang untuk menyebarkan berita bahwa kamu yang memimpin klan. Lalu, kakek juga akan meyakinkan mereka."


"Tidak perlu, biar aku yang melakukannya sendiri." Karena masih ada tikus-tikus yang bersembunyi, kenapa tidak dikeluarkan sekalian? Ini caranya membersihkan rumah dari para pengkhianat. Tidak ada tempat di Klan Xie untuk para jiwa kotor itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dalam waktu beberapa hari, Klan Xie mengumumkan bahwa semua keluarga cabang dikumpulkan dalam halaman utama klan. Semua anggota klan, murid, dan pelayan tak dikecualikan harus berkumpul dan berbaris dengan rapi.


Karena pemimpin klan telah berganti, maka mereka diwajibkan hadir untuk menyambut. Tapi ketika mereka mendengar bahwa pemimpin klan kali ini adalah Xie Ran yang telah cacat karena pertempuran hari itu, mereka ragu akan menganggap gadis cacat sebagai pemimpin atau tidak.


Meski mereka tahu bagaimana kekuatan Xie Ran, mereka tetap skeptis akan kenyataan bahwa Xie Ran bahkan tidak bisa melihat ataupun mendengar. Bagaimana bisa memimpin klan tanpa melihat dan mendengar? Mungkin mereka akan menerima jika hanya tidak bisa melihat, namun lebih dari itu tidak bisa diterima.


Pemikiran itu adalah hal normal di dunia di mana yang kuat yang berkuasa. Beberapa dari mereka mulai berpikir, dengan kekuatan alami Xie Ran, akan baik jika hanya melahirkan keturunan yang lebih berguna untuk penerus klan berikutnya. Itu bisa disetujui, tapi untuk Xie Ran sebagai gadis yang belum matang serta memiliki cacat fisik, itu sulit diterima dengan akal sehat.


Kini, semua keluarga sudah berkumpul tanpa kecuali. Para pelayan berpisah dengan atasan mereka, begitu pula penjaga dan seterusnya. Ini adalah reuni antar keluarga, namun juga penentuan ke arah mana Klan Xie akan berjalan.


Ketika Huai Mao menjabat, mereka juga dikumpulkan, tapi hanya kalangan keluarga inti. Kali ini, pengumpulan akbar terjadi lebih besar dalam catatan sejarah Klan Xie. Itu juga upaya untuk membersihkan pengkhianat yang bersembunyi diantara pelayan dan penjaga untuk menghindari hal tidak diinginkan.


Para anggota keluarga inti berkumpul, bercengkrama dan bergosip akan pemimpin baru mereka. Ada banyak dari mereka yang selalu bertolak belakang dengan kediaman utama, ada juga yang hanya diam tanpa mau terkena masalah. Namun, bagian kicauan yang paling nyaring selalu menjadi yang paling populer.


"Xie Ran? Bukankah si bodoh yang dikurung oleh Tang Zhi karena menjadi idiot?"


"Aku pernah dengar dia memenangkan turnamen mewakili Akademi Tianshang. Tapi setelah kemenangan itu, terjadi masalah di Akademi Tianshang. Aku pikir, keberadaannya hanya masalah."


"Gadis cacat seperti itu, bukankah lebih bagus jika melahirkan keturunan saja? Kenapa harus mengambil posisi penting di Klan Xie? Apa otak Ketua lama bermasalah?"


"Aku lebih suka jika pemimpin klan dipilih secara adil dengan mengadakan kompetensi. Hanya seorang gadis cacat, apa yang bisa dia lakukan?"


"Bukankah kau hanya ingin mendorong suamimu untuk menjadi pemimpin klan?"


Bukan hanya wanita, pria juga bergosip ria sambil memikirkan kecantikan tiada tanding yang dimiliki Nona Klan Xie. Itu bukan lagi rahasia.


"Aku dengar kematian Ketua Yun dan istrinya karena gadis cacat itu. Dia menjadi pemimpin, apa ingin menyeret kita semua ke dalam masalah?"


"Seharusnya ketua lama menikahkannya saja. Dengan kecantikannya, siapa yang akan menolak?"


"Benar, ada sangat banyak pemuda di sini. Tapi, apa kau pernah berpikir kita dikumpulkan untuk pemilihan calon suami? Memiliki kecantikan seperti itu, jika cacat juga tak masalah."


Tepat setelah pria itu mengatakan hal demikian, sebuah kipas dihentakkan ke kepalanya hingga ia menjerit kaget. Kipas itu sangat keras seperti baja hingga kepalanya benjol.


Ketika pria itu akan meraung marah kepada pelaku pemukulan, ia terdiam seribu kata begitu melihat pria tampan berpenampilan sopan sambil menggerakkan kipasnya dengan elegan.


"Tuan Muda Yan, apa kabar?" Pria itu tersenyum canggung sambil memegangi kepalanya yang benjol.


Yan Yao menatapnya dengan senyuman tipis yang ramah membuat banyak gadis terpesona, namun tidak dengan pria itu dan beberapa pria lainnya yang baru saja bergosip.


"Sebelumnya minta maaf karena memukul tanpa alasan, ada serangga di kepalamu, aku hanya menbantu," kata Yan Yao.


"Tidak masalah, tidak masalah ...." Pria itu langsung ciut. Yan Yao adalah tuan muda yang terkenal tampan, tunangan Putri Kesembilan. Ia adalah jenius di kekaisaran dengan sihir surgawi sehingga tidak ada yang berani menantangnya.


Para pria itu hanya semut yang tidak layak diperhatikan. Mereka langsung lari terbirit-birit seolah habis melihat hantu.


"Itu saja takut, bagaimana jika menikahi Ranran? Bahkan Tuan Muda Qu tidak bisa menanganinya." Yan Yao mencibir, mengingat perlakuan dingin Xie Ran terhadap Qu Xuanzi beberapa hari ini, ia hanya bisa berduka.


Liu Chang di sebelahnya tiba-tiba datang dan menghela napas. "Situasi ini persis seperti yang diharapkan. Ranran mengundang mereka secara pribadi, tapi mereka sangat tidak tahu malu dan memikirkan hal kotor padanya. Jika Tuan Muda Qu tahu, aku takut mereka tidak memiliki kesempatan melihat matahari besok."


"Bukannya tidak tahu, tapi tidak boleh memberi pelajaran, hanya bisa menahan diri." Mei Liena muncul memandang mereka berdua.


Yan Yao dan Liu Chang agak terkejut melihat Mei Liena tiba-tiba muncul seperti hantu. "Sejak kapan kau di sana?"


Mei Liena menggedikkan bahu. "Baru saja selesai menyiapkan 'hadiah selamat tinggal' yang dipesankan Ranran, baru melihat kalian sedang bergosip. Jika Ranran tahu kalian bukannya bekerja malah menggosip tidak jelas, tidak tahu apa yang akan terjadi."


"Benar, 'hadiah selamat tinggal'." Mei Liena tersenyum misterius. Pada akhirnya pekerjaannyalah yang paling penting dalam operasi 'pembersihan' ini.


Liu Chang dan Yan Yao hanya bisa menyalakan lilin dalam hati untuk para anggota klan yang berakhir malang.


Semua orang telah berkumpul. Mereka berdiri di luar menunggu kedatangan Xie Ran yang dikabarkan akan memimpin seluruh Klan Xie. Sampai akhirnya sosok gadis cantik muncul di depan mereka semua.


Kecantikan itu bagai bulan di malam yang sunyi. Jubah merah darahnya terkibar angin, dengan wajah dingin tanpa ekspresi membuat semua orang terpana. Ia seorang diri, tanpa siapa pun di sisinya, menghentikan langkah di depan kursi besar yang telah diganti menjadi lebih elegan. Ia memandang kursi itu dengan pandangan redup, sebelum akhirnya berbalik lurus ke arah kerumunan.


Ia dapat melihat banyak pasang mata dengan berbagai pandangan, namun orang hanya melihat bahwa Xie Ran berpandangan kosong seolah tidak melihat apa pun. Hal itu membuat beberapa dari mereka mencibir.


Tapi Xie Ran sama sekali tidak peduli. Ia bicara dengan nada tenang dan perlahan, "Aku secara pribadi mengundang kalian untuk mengumumkan beberapa hal. Pertama, untuk kedepannya, aku akan memimpin Klan Xie berdasarkan wasiat ayah dan kakekku, serta Leluhur Klan dan menjalankan Klan sebagaimana mestinya. Belakangan ini Klan mengalami penurunan dan jatuh ke kondisi tidak menguntungkan, aku ingin kalian yang tersisa bisa bekerja sama membangun Klan Xie ke masa kejayaannya, dan menyingkirkan pengkhianat."


Semua orang saling tatap. Entah kenapa ketika Xie Ran mengatakannya, mereka tidak merasa Xie Ran adalah gadis bodoh dan cacat seperti yang dirumorkan. Tapi itu hanya ulasan sementara, sisanya masih skeptis akan Xie Ran yang berdiri di depan kursi mewah itu.


Xie Ran melanjutkan, "Kedua, sebelumnya aku mengatakan 'kalian yang tersisa'. Sebanyak 20 keluarga cabang Klan Xie dengan ratusan personel dan ribuan murid, jika kalian merasa cukup pintar, maka seharusnya bisa menebak apa yang bisa aku lakukan."


Orang-orang itu mulai berbisik, membicarakan maksud Xie Ran bahwa gadis itu akan mengusir beberapa dari mereka yang tidak patuh dan mengurangi jumlah anggota klan tanpa syarat hari ini juga.


Kesimpulan itu membuat mereka merasa Xie Ran keterlaluan. Beberapa dari mereka maju untuk memberi pendapat ketidaksetujuan. Karena tidak ada Xie Wang dan orang berpengaruh lainnya di sekitar Xie Ran saat ini, mereka tidak perlu ragu.


"Bukankah ini terlalu keterlaluan? Nona, apa kau ingin mengusir kami dari klan dan menjadi gelandangan? Bukankah sama saja menghancurkan Klan Xie menjadi lebih buruk dari sebelumnya?"


"Sebelumnya Klan Xie mengalami penurunan semenjak kabar Nona Xie Ran yang meninggal, sekarang ketika Nona kembali, bukannya meningkatkan Klan Xie menjadi lebih baik, malah ingin menghancurkannya. Bukankah itu kelewatan? Sebagai putri tunggal ketua sebelumnya, bagaimana kau bisa melakukan itu?"


"Benar, tidak tahu apa yang dipikirkan ketua lama membiarkan gadis yang belum dewasa memimpin. Ini sama saja menghilangkan keberadaan Klan!"


"Xie Ran, seharusnya kamu tahu tempatmu. Hanya karena ketua lama mendukungmu, tidak seharusnya kau berbuat semena-mena akan posisimu."


"Benar, mengusir semua orang sama saja menghancurkan klan. Kau sama sekali tidak memiliki kualifikasi."


"Selain wajah cantikmu, apa yang bisa lebih dibanggakan? Lebih baik kau melakukan pekerjaan wanita daripada berada di tempat yang tidak seharusnya wanita lakukan!"


Keadaan semakin kacau. Mereka tidak perlu khawatir mengutarakan apa pun secara bebas. Toh, Xie Ran tidak dapat mendengar, mereka bebas melakukan apa pun tanpa kekangan, tidak perlu takut akan ada yang menemukan mereka.


Namun, ucapan selanjutnya Xie Ran membuat mereka terdiam.


"Siapa yang mengatakan aku akan mengusir kalian? Aku hanya ingin membersihkan pengkhianat diantara kalian, apa ada yang keberatan jika aku membantu menyingkirkan parasit di rumah kalian sebelum parasit itu menyerang?"


Tidak ada suara dari mereka untuk beberapa saat. Mereka termenung, melihat Xie Ran dengan penuh ketidakpercayaan.


Sebenarnya Nona Klan Xie bisa mendengar mereka? Apa mereka tidak salah tangkap?


Xie Ran terkekeh, berbalik mendekati kursi mewah itu dan duduk di sana dengan tenang. Melihat banyak tikus kecil yang wajahnya tampak menggelap karenanya, ia merasa terhibur.


"Sebelum aku melanjutkan hal ketiga, aku ingin mengajukan sesuatu. Siapa pun yang tidak ingin patuh pada gadis kecil bodoh dan cacat sepertiku, bisa keluar dari Klan secara sukarela."


Ucapan Xie Ran membuat mereka terkejut. Mereka saling pandang, mencoba mencari tahu apa ada jebakan lain dalam hal ini. Apa benar Xie Ran membiarkan mereka keluar secara sukarela? Dia benar-benar berniat mengusir mereka!


Sebelum ada yang berkomentar, Xie Ran melanjutkan ucapannya, "Itu semua terserah kalian, tidak ada paksaan dan tidak ada pengusiran. Namun dengan syarat, kalian harus meninggalkan semua yang Klan Xie berikan sebelum keluar. Keluar berarti memutuskan hubungan, tidak akan ada hubungan apa pun dengan klan dan tidak diperbolehkan menginjakkan kaki ke dalam klan, sepenuhnya berjalan di luar mengandalkan diri sendiri."


Mereka berunding sekali lagi. Jika seperti itu, bukankah mereka yang keluar akan jatuh ke dalam kemiskinan dan menjadi gelandangan? Jika mereka cukup kuat untuk mendapat pekerjaan, mereka tidak perlu khawatir.


Kebanyakan dari mereka adalah anggota yang berada di Klan Xie sejak lahir dan menerima segala fasilitas terkemuka, tidak akan ada yang mau menerima fakta bahwa mereka telah jatuh sedemikian rupa hanya karena tidak ingin dipimpin oleh seorang gadis. Apalagi banyak pedagang dan usaha yang bekerja sama dengan Klan Xie, akan sulit bagi mereka untuk hidup.


Namun, masih ada orang lain yang berani melangkah mau untuk berpamitan keluar dari klan. Dia adalah seorang pria yang cukup kekar, dengan wajah sangar dan galak. Ia memandang Xie Ran dengan kebencian intens dan memutuskan untuk pergi tanpa mengatakan apa pun. Ia merasa harga dirinya tercoreng jika dipimpin oleh seorang gadis kecil.


Beberapa mulai memiliki keberanian mengikuti, semakin lama semakin banyak yang mencoba kecuali mereka yang benar-benar pasrah dan tidak ingin jatuh miskin. Hingga akhirnya, kelompok itu menghentikan langkah ketika Mei Liena muncul dengan senyuman manis, bersama satu pelayan di belakangnya yang membawa nampan berisikan beberapa cangkir dan satu guci arak.


Suara Xie Ran terdengar lagi. "Aku lupa memberitahu. Ketika pergi dari klan, selain pakaian yang kalian pakai, dilarang membawa hal lain termasuk kekuatan yang pernah didapatkan dari sumber pelatihan Klan. Arak itu aku siapkan sebagai 'hadiah selamat tinggal', disebut arak perpisahan. Ketika meminumnya, akan menghilangkan kekuatan spiritual dan menetralkan kondisi tubuh kalian sampai pada kondisi sebelum memasuki klan."


Mereka semua menghirup udara dingin seketika, melihat arak itu dengan horor seolah itu adalah minuman pencabut nyawa. Kekuatan spiritual adalah hal penting selama berada di luar klan bagi mereka, tentu tidak akan bisa bertahan hidup di luar tanpa perlindungan. Mereka hanya akan mati mengenaskan!


Bukankah ini berarti, Xie Ran menggunakan hukuman mati bagi mereka yang membelot?


Xie Ran tersenyum setelah memasang wajah dingin. Senyum yang indah itu akan menyenangkan dipandang jika di waktu lain, tapi kali ini senyum itu menjadi mengerikan bagi mereka. "Aku sudah memberimu kesempatan, minumlah sebagai tanpa perpisahan."


Pria sangar itu sangat marah dan menunjuk Xie Ran. "Kau! Bukankah kau keterlaluan! Meminum arak beracun seperti itu, sama saja membiarkan kami mati! Benar-benar taktik pembunuhan yang mengerikan."


"Paman, apa kamu lupa kalau Ranran tidak bisa mendengar? Kamu bicara dengan siapa?" Mei Liena bicara dengan nada mengejek.


"Kau gadis liar, siapa kau berani menjawabku!" Pria itu menggertak Mei Liena tepat di depannya.


"Ngomong-ngomong, arak ini aku yang membuatnya. Sekarang paman sudah tahu posisiku." Mei Liena tetap tersenyum manis seperti anak polos. Itu membuat pria itu semakin marah!


"Kau yang memaksaku, anak kecil!" Pria itu sudah sangat marah dan akan menyerang Mei Liena. Namun sinar merah melintas tepat di depan matanya seperti helaian rambut membuat tubuhnya berhenti bergerak.


Otak pria itu tetap bekerja dengan baik, tapi tubuhnya tidak bisa digerakkan membuatnya berteriak semakin keras karena marah. Detik berikutnya, kedua lengannya berputar ke belakang, lutunya menekuk dan berlutut sedangkan tangannya yang berputar ke belakang telah menyentuh lantai.


Rasa sakit tulang yang patah terus mendera menyebabkan tangisan melengking sangat keras membuat semua orang menatapnya horor. Mereka tidak melihat Mei Liena melakukan apa pun, tapi ketika melihat ke arah Xie Ran, mereka semakin terkejut.


Xie Ran yang kosong tampak bermain-main dengan jarinya yang dilingkupi sinar merah yang seperti helaian rambut. Dalam sekejap, bulu kuduk mereka meremang serta merasakan kaki yang menjadi mie.


"Aku tidak suka pengkhianat yang masih mengambil manfaat sesuatu yang dikhianatinya." Xie Ran menatap pria itu, membuat pria yang kini kepalanya mendongak ke belakang mengikuti tangannya terbelalak. Ia ingin mengatakan bahwa Xie Ran bisa melihat, tapi lidahnya tidak mendukung dan terasa kelu.


Xie Ran melanjutkan kalimatnya, "Apa kalian ingin bantuanku?" Jelas ucapan Xie Ran berlaku untuk orang-orang yang mengikuti pria malang itu. Mereka langsung berkeringat dingin, buru-buru datang ke hadapan Xie Ran lalu melakukan koktow berkali-kali meminta ampunan.


"Nona ... Ketua Klan, mohon pengampunan. Rendahan ini bingung sesaat, tidak dapat berpikir dengan benar. Rendahan ini tidak mengulanginya lagi!"


"Ketua Klan, mohon belas kasihan ...."


Beberapa pria itu terus meminta pengampunan tanpa henti, sedangkan Xie Ran justru tidak memandang mereka. Ia melepas tekanan pada pria itu, lalu membiarkan Mei Liena mencekoki arak perpisahan memaksanya masuk ke tenggorokan.


Pria itu terkapar dalam keadaan lemah tak berdaya. Hanya dalam sekejap, ototnya yang selalu dibanggakan mengempis menjadi tulang belulang yang tertutupi kulit yang mengendur. Pria itu diseret bagai karung oleh Mei Liena keluar.


Di luar sana, Mei Liena langsung menyerahkan pria itu pada Liu Chang yang sudah merinding sejak awal.