
"Bagaimana bisa?" Shu Xin masih tidak percaya dengan pengelihatannya. Tidak mungkin. Ia pasti salah mengidentifikasi karena terlalu frustrasi masalah Asura.
Yuwen Yue terkekeh akan reaksi Shu Xin yang sangat terkejut. Untuk pertama kali ia melihat ekspresi itu, cukup menggemaskan. Biasanya Shu Xin selalu memasang wajah datar dan hanya senyum sesekali.
"Sepertinya dewiku masih tidak bisa percaya." Yuwen Yue terkekeh sambil menghampiri Shu Xin. "Bagaimana pendapatmu tentangku, aku tidak perlu mengetahuinya. Meski menurutmu aku sedikit berubah, aku tetaplah Yuwen Yue." Ia meraih telapak tangan Shu Xin dan mengecup punggung tangannya.
Shu Xin dipenuhi rasa gelisah. Jika itu benar, apa yang sedang dilakukan Yuwen Yue sekarang? Ia tidak yakin mereka berada di pihak yang sama seperti dulu. Meskipun sama-sama memushi Asura, tapi Shu Xin tidak berniat mencari masalah dengan Asura, setidaknya untuk saat ini.
"Kenapa kau di sini?" Shu Xin menatapnya hati-hati. Ia tepat berada di atas tebing, jika pria itu menyerang, ia jelas akan kalah dan mati kapan saja.
Yuwen Yue tersenyum. "Xin'er, kau menjadi sangat dingin. Apa kau takut?"
"Aku hanya terkejut."
Yuwen Yue memandang Shu Xin untuk beberapa saat, kemudian berkata, "Setelah menjadi dewa, aku berniat mencarimu, tapi aku tidak bisa ke Dunia Atas. Kau banyak berubah."
Shu Xin menarik lengannya kembali agar terlepas dari genggaman Yuwen Yue. Ia berbalik, membelakangi pria itu, berniat mengabaikannya. Perasaan itu sudah hilang, ia tidak ingin berurusan lagi dengan Yuwen Yue. Ia hanya ingin kembali ke Dunia Dewa dengan cepat.
"Jika tidak ada hal penting, aku akan pergi." Shu Xin baru saja akan mengeluarkan sayapnya untuk pergi, namun tiba-tiba Yuwen Yue muncul tepat di hadapannya.
Pria itu menarik pinggangnya begitu saja, menghapus semua celah dan menyatukan bibir mereka dengan dalam. Shu Xin tidak sempat bereaksi. Ia terlalu terkejut, dan berusaha mendorong Yuwen Yue sekuat tenaga.
Karena tenaganya tidak cukup kuat untuk mendorong Yuwen Yue, ia menggunakan sihirnya untuk menjauh dari pria itu. Pada akhirnya tautan bibir mereka terlepas, Yuwen Yue termundur beberapa langkah akan serangan Shu Xin yang tiba-tiba.
"Yuwen Yue, kita sudah lama berakhir." Shu Xin menekankan kata-katanya sambil menatap pria itu dengan tajam.
"Apa itu keinginanmu?"
"Ya." Shu Xin berkata dengan tegas. Mereka tidak lagi seperti dulu, dan ia juga tidak sebodoh dulu. Ia tidak ingin menghabiskan waktu hanya untuk hal tidak penting.
Yuwen Yue terkekeh kecil, tidak tersinggung meski Shu Xin mengatakan hal jahat sekalipun. "Sekarang aku justru berpikir kau jauh lebih menarik. Bagaimana jika aku yang mengejarmu dan tidak melepaskanmu?"
"Lakukan saja sesukamu, kau tidak bisa memasuki Dunia Atas, aku bisa. Jangan tersinggung jika aku bersikap kasar, kau yang memaksaku."
"Apa kau tetap bisa tinggal di sana setelah apa yang kau lakukan? Aku ingat, beberapa tahun yang lalu Dewi Air mati secara misterius."
Raut Shu Xin berubah menjadi dingin. "Kau mengancamku?"
"Hanya memberitahu apa yang kuketahui," balas Yuwen Yue. "Beberapa dewa sudah mengetahuinya, Asura juga mengetahuinya cepat atau lambat. Kau masih hidup sampai sekarang karena posisi istimewamu di Dunia Dewa. Tapi ketika mereka menemukan celah kesalahanmu dan mengungkap semuanya secara bersamaan, kau tidak akan bisa hidup lagi. Kesempatanmu kembali ke Dunia Dewa akan berakhir."
"Bagaimana kau mengetahuinya?" Shu Xin penasaran. Ia tidak melakukan kesalahan dan menunjukkan celah, bagaimana Yuwen Yue bisa mengetahui bahwa ia membunuh Dewi Air?
"Sihirmu terintegrasi dengan sihir Dewi Air, sangat mudah membedakannya karena kedua sifat sihir yang berbeda. Kau adalah Dewi Cahaya, tidak mungkin memiliki sihir air."
"Aku sudah menyembunyikannya."
"Kau bisa menyembunyikannya dari dewa biasa dan dewa alam, tapi tidak dengan dewa utama. Ketika kau menggunakan kekuatanmu pada dewa utama, kau telah mengekspos diri sendiri."
Shu Xin agak terkejut. Ia bersyukur tidak pernah bertarung dengan dewa utama sebelum hari ini. Tapi masalahnya, ia bertarung dengan Asura. Apa Asura juga sudah mengetahuinya? Kalau begitu, kenapa tidak langsung membunuhnya? Sepertinya ucapan Yuwen Yue benar.
"Tak apa terlambat menyadari, kau masih bisa bertahan dengan identitasmu. Hanya saja, akan ada banyak yang ingin membunuhmu." Yuwen Yue bicara dengan tenang seolah membicarakan orang tak dikenal.
"Kau termasuk?" Shu Xin pikir, ia tidak lagi bisa mempercayai siapa pun di dunia ini.
Yuwen Yue mendekat. "Kenapa aku harus membunuhmu?" Ia meraih rambut panjang Shu Xin dan memainkannya. "Ribuan tahun aku menunggumu datang, baru bisa bertemu sekarang. Jika kau bersedia, aku bisa membersihkan jalan untukmu pergi ke Dunia Dewa lebih cepat."
Shu Xin terdiam untuk sesaat, menatap pria itu tidak percaya. "Kenapa?" Kenapa orang yang ia abaikan justru menawarkan diri untuk membantunya? Sedangkan orang yang ia dekati saja mengabaikannya mati-matian seolah ia adalah hama.
"Karena kamu adalah dewiku." Yuwen Yue menaikkan dagu Shu Xin dengan jarinya. Setelah menyadari Shu Xin tidak lagi menolaknya, ia menundukkan kepala dan meraih bibir ranum itu dengan lebih lembut. Dengan menakan tengkuk Shu Xin dan menghapus celah antara mereka, ia memperdalam ciuman.
Shu Xin adalah orang yang kesepian, sama sepertinya. Pergi ke Dunia Dewa hanyalah langkah awal, tapi pertama-tama ia harus melewati Dunia Atas. Untuk ini, ia tidak bisa pergi sendiri. Selain karena ia tidak ingin berpisah dengan Shu Xin, ia juga membutuhkan dewi alam agar bisa pergi dan membawa batu roh guntur sebagai kunci.
Shu Xin kali ini tidak lagi melawan. Ia pikir bekerja sama dengan Dewa Iblis tidak buruk. Ia ingin ke Dunia Dewa, tapi terhambat oleh orang-orang Dunia Atas yang menjengkelkan. Jika bisa melangkahi Dunia Atas dengan bantuan dewa utama seperti Dewa Iblis, ia tidak perlu terlalu bersusah payah. Ini akan menjadi kerja sama yang saling menguntungkan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah pertemuan itu, Shu Xin kembali ke Dunia Atas. Sebelumnya, Dewa Iblis telah menjelaskan berbagai hal. Dimulai dari tentang Kaisar Iblis yang dikendalikan, sampai rencana invansi Dunia Atas.
Awalnya Shu Xin tidak setuju, tapi entah bagaimana tiba-tiba saja ia berpikir bahwa ini adalah kesempatan terbaik untuknya membalas dendam pada Kaisar Langit. Meski itu adalah rencana jangka panjang, dan butuh waktu secara perlahan untuk bisa mencapai tujuan, ia bisa melakukannya.
Selama bertahun-tahun akhirnya Shu Xin bisa merasa senang. Apanya posisi Dunia Atas? Pada akhirnya, semua itu akan jatuh ke tangannya!
Beberapa tahun setelahnya, Kaisar Langit menyatakan pengunduran diri dan menyerahkan tahta pada Asura. Setelah kenaikan tahta kaisar baru, Kaisar Langit sebelumnya tiba-tiba menghilang tanpa kabar.
Banyak yang tidak tahu penyebabnya, namun Shu Xin dan dewa lainnya yang berasal dari Dunia Dewa tahu, bahwa Kaisar Langit telah pergi ke Dunia Dewa. Mungkin pria itu berpikir bisa menemui Dewi Air, tapi sayangnya, jiwa Dewi Air diserap oleh Shu Xin sebagai kekuatannya.
Ada dua cara untuk pergi ke Dunia Dewa. Salah satunya melalui proses kematian, seseorang dari Dunia Dewa akan menarik dewa yang mati tersebut ke dunia dewa sebagai tanda bahwa pelatihan telah selesai, tapi itu hanya untuk dewa yang berasal dari Dunia Dewa. Ada juga dewa dengan kekuatan tertinggi yang pergi ke Dunia Dewa secara langsung melalui kunci Dunia Dewa, baik Dewa dari Dunia Dewa maupun bukan bisa melakukannya asalkan tingkatan kekuatan yang sudah memenuhi syarat.
Shu Xin bisa saja pergi ke Dunia Dewa melalui kematian, namun ada syarat khusus untuk bisa datang ke Dunia Dewa dan ia belum memenuhinya. Itu sebabnya, ia tidak boleh mati. Atau kekuatan ilahinya akan tertinggal di tempat kematiannya dan akan diwarisi dengan manusia. Butuh waktu untuk cahaya lain terlahir sebagai dewa atau dewi selama kekuatan ilahinya masih bersemayam di satu tempat.
Untuk saat ini, Shu Xin tidak berniat mengambil jalan pertama yang berbahaya. Lebih baik ke Dunia Dewa sendiri seperti Kaisar Langit.
Namun, hal yang masih menjadi pertanyaan baik Shu Xin maupun banyak orang. Mengapa Asura masih tidak pergi ke Dunia Dewa? Dengan kekuatannya, tidak mustahil pergi ke tempat itu. Apa karena Dewa Iblis?
Shu Xin tidak mau memikirkannya lagi. Ia memutuskan mengikuti skema yang dibuat oleh Dewa Iblis. Meski pada umumnya, kerjaannya hanya diam di tempat sambil menonton.
Banyak utusan Dewa Iblis datang. Huai Mao, kucing neraka yang merupakan teman kecil Asura, datang sebagai mata-mata Dewa Iblis. Wanita bodoh itu begitu terobsesi pada Asura sehingga dengan bodohnya menerima tawaran Dewa Iblis untuk mematai Dunia Atas. Meski otak kecilnya tidak sepenuhnya bodoh dan berhasil mendapat kepercayaan Raja Iblis di bawah Kaisar Iblis, tetap saja ia termasuk kategori bodoh karena telah berani menyusup ke kediaman Kaisar Langit. Pada akhirnya, siapa yang repot ketika ketahuan?
Pengaturan posisi Dunia Atas tidak sepenuhnya lengkap saat ini. Asura sama sekali tidak mengangkat dewi manapun sebagai Permaisuri, tapi malah menyerahkan tugas itu pada Dewi Kehidupan sebagai tugas sampingan tanpa posisi. Dewi Kehidupan tentu setuju berpikir 'putranya' mulai mengakuinya. Padahal Asura melakukan itu agar Dewi Kehidupan tidak terus mengganggunya.
Shu Xin sebenarnya masih berniat mengambil posisi itu, tapi selalu ada iblis tertentu yang menghalanginya mendekati Asura. Dewa Iblis benar-benar ... sangat memperhatikannya.
Pada akhirnya, Shu Xin hanya bisa menonton dari jauh dan sedikit mengendalikan situasi agar berpihak pada Dewa Iblis. Seperti merusak pembatas alam contohnya.
Semua itu dilakukan selama bertahun-tahun lamanya. Merusak pembatas alam membutuhkan waktu yang sangat lama dan kekuatan yang cukup. Tiap kali pembatas alam disentuh, akan ada banyak rintangan aan bahaya yang menyerang. Itu sebabnya membutuhkan banyak waktu bagi Shu Xin agar bisa merusaknya.
Tapi begitu pembatas berhasil dirusak, Shu Xin telah ditemukan.
"Dewi Cahaya, apa yang kau lakukan!"
Suara berat itu masuk ke telinga Shu Xin. Wanita itu berbalik, melihat sosok pria tampan dengan dua tanduk naga putih di kepalanya. Irisnya biru cerah dengan rambut perak yang berkibar terbawa angin. Itu adalah Dewa Naga.
Dewa Naga mendekat, terkejut melihat pembatas alam mulai menunjukkan tanda kerusakan. Lubang muncul di permukaan pembatas dan melebar secara perlahan seperti kertas terbakar.
Cahaya emas yang meliputi pembatas alam yang rusak menunjukkan bahwa Dewi Cahaya ikut andil dalam kerusakan ini. Ini bukan masalah kecil!
"Karena kamu adalah ayah dari temanku, aku akan memberimu keringanan. Pergi dan anggap tidak lihat apa pun, aku akan mengampunimu." Shu Xin tetap terlihat tenang. Hanya ada Dewa Naga di sini, itu bukan masalah baginya.
Dewa Naga melihat Shu Xin dengan tajam. Iris birunya menjadi begitu dingin seperti akan membekukannya saat itu juga. "Seperti yang dikatakan Dewa Hukum, kau benar-benar teratai hitam. Berkonklusi dengan iblis dan merusak pembatas alam untuk membiarkan iblis masuk, aku akan membawamu menghadap Kaisar!"
"Bahkan Kaisar Langit tidak akan menolongmu." Shu Xin menyeringai. Sebilah pedang emas muncul di tangannya, lalu diayunkan dengan cepat ke arah Dewa Naga.
Bilah cahaya yang keluar berturut-turut ditangkis dengan tombak naga yang penuh dengan aura spiritual mencegangkan. Tombak perak itu digerakkan tak kalah cepat, berputar seperti kipas dan mengeluarkan pusaran cahaya perak disertai beberapa bilah ujung tombak kecil yang meluncur dari pusaran.
Shu Xin tidak kekurangan teknik pedang. Ia menghindar seperti bayangan, kemudian menebaskan pedangnya hingga membentuk beberapa bilah yang menyambar Dewa Naga. Dewa Naga adalah dewa utama, kekuatan mereka berdua pada dasarnya seimbang sehingga ledakan terjadi di tengah pertemuan antar kedua sihir.
Keduanya termundur beberapa meter karena ledakan. Namun tidak berhenti sampai sana, Dewa Naga kembali meluncurkan serangan lebih cepat dari sebelumnya. Sosoknya berubah menjadi seekor naga raksaksa yang jauh lebih besar dari naga biasa. Naga putih yang terbang di langit, menyemburkan energi panas dari mulutnya hingga mencapai daratan disertai ledakan besar.
Shu Xin mengepakkan sayapnya menghindari ledakan. Sosoknya yang keluar dari area serangan tampak bercahaya disertai sayap emas yang meluncur seperti malaikat di langit. Pedangnya kembali diangkat, membentuk bayangan besar di belakangnya dan menyerang Naga Surgawi yang ada di hadapannya.
Kekuatan Shu Xin telah bertambah dengan kekuatan Dewi Air. Ia membuat gelombang air di belakangnya yang menyatu dengan pedang cahaya yang meluncur. Dewa Naga terkejut, segera membuat perisai pertahanan untuk menahan serangan sihir ganda dari dua dewi kuat.
Serangan pertama berhasil ditahan Dewa Naga, namun serangan berikutnya jauh lebih buruk dibandingkan sebelumnya. Sosok Shu Xin berkedip diiringi cahaya emas. Pedangnya ditebaskan, berpadu dengan gelombang sihir yang muncul membentuk cincin air yang melilit tubuh Dewa Naga. Bersamaan dengan itu, bilah cahaya menghantam tubuh Dewa Naga berturut-turut. Bilah cahaya seperti boomerang yang meluncur dan berbalik, kembali ke tangan Shu Xin sebelum akhirnya melompat ke atas kepala naga dan menendangnya dengan keras.
Tubuh Dewa Naga jatuh. Ia berusaha mempertahankan diri, lalu meluncurkan semburan sihir kembali ke arah Shu Xin yang akan meluncurkan serangan lanjutan dari sayapnya.
Duri-duri berjatuhan seperti hujan, menghantam cahaya perak yang menyambar menghanguskannya. Cahaya perak itu mencuat begitu tinggi dan mengikuti arah Shu Xin terbang.
Karena kecepatan Shu Xin sangat cepat dan berhasil lolos, cahaya perak itu membelah diri dan berpencar di dua arah. Begitu Shu Xin akan menghindar, ia menemukan cahaya perak lainnya muncul tepat di belakang hingga ia harus tersambar oleh kedua cahaya perak tersebut.
Sayap Shu Xin mengalami cedera ketika berusaha menghindari kedua sihir tersebut. Ia jatuh ke tanah dan menahan tubuhnya menggunakan pedang, sedangkan Dewa Naga kembali ke wujud manusia dan memuntahkan seteguk darah dari mulutnya.
Pertempuran yang cepat, namun menghasilkan hasil yang seri. Tepat pada saat itu, dua sosok muncul mengejutkan Shu Xin. Salah satunya menahan tubuh Dewa Naga yang aman tumbang, sedangkan yang satunya hanya diam melihat Shu Xin dengan dingin.
Dua pria berpengaruh dan terkenal di Dunia Atas, hadir di saat bersamaan. Shu Xin sangat terkejut. Jika hanya salah satu, ia mungkin bisa mengalahkannya. Tapi ... dewa yang ia hadapi saat ini adalah Asura!
"Yang Mulia ...." Dewa Naga langsung berlutut di depan Qu Xuanzi. Di sebelahnya ada Huo Yuzheng, yang baru saja memberi kabar mengenai Shu Xin dan kerusakan pembatas alam.
"Dewi Cahaya, kau tidak bisa berdalih lagi!" Huo Yuzheng mengeluarkan tali berapi dan diarahkan ke Shu Xin, namun Shu Xin dengan cepat menangkisnya dan melakukan pembelaan diri secepatnya.
Sebuah pembatas cahaya tebentuk seperti dinding transparan yang membatasi area mereka. Shu Xin mundur beberapa langkah dengan waspada.
"Dewa Naga sudah mencurigaimu yang terus pergi ke pembatas alam, sekarang pembatas alam rusak. Dewi Cahaya, kau bertanggungjawab atas semua ini." Huo Yuzheng tetap tenang melihat Shu Xin yang tampak kesakitan. Jika tidak membunuh wanita itu sekarang, pasti wanita itu akan menemukan cara untuk kabur. Kaisar Langit terdahulu terlalu baik memgampuninya berulang kali.
"Kalian tidak bisa membunuhku." Shu Xin memegangi bahunya yang sakit karena serangan barusan. Cedera internalnya lebih buruk lagi. "Jiwa Dewi Air ada padaku. Jika kalian membunuhku, jiwanya akan hancur."
"Lancang! Kau berani mengancam!" Dewa Naga menggertakkan giginya.
Huo Yuzheng melihat Qu Xuanzi dengan ragu. Masalahnya, jiwa Dewi Air sangat penting. Jika hancur begitu saja, keilahiannya akan jatuh ke tangan Shu Xin, sudah pasti akan merepotkan mereka.
"Rusak?" Qu Xuanzi akhirnya bicara setelah sekian lama. Tangannya mengeluarkan cahaya emas dan menyebar ke seluruh Dunia Atas. Pembatas alam yang semula memiliki kerusakan yang parah, kini menjadi normal seolah tidak ada yang terjadi.
Mereka semua terkejut. Sejak kapan memperbaiki pembatas alam semudah membalikkan telapak tangan? Apa ada semacam tipuan?
"Tidak mungkin ...." Shu Xin terlalu terkejut melihatnya. Ia menghabiskan waktu dan tenaga untuk merusak pembatas alam, tapi bagaimana segala usahanya menjadi hancur!
"Apa menurutmu pembatas alam akan rusak semudah itu?" Qu Xuanzi tetap bicara dengan nada tenang tanpa emosi. Alasan ia tetap diam, itu karena Shu Xin tidak mungkin bisa menghancurkan pembatas alam seorang diri. Apalagi dalam waktu sesingkat itu.
Jadi pada akhirnya, kerusakan yang dilihat sebelumnya hanya ilusi yang dibuat Qu Xuanzi untuk menipu Shu Xin dan menghentikannya. Kekuatan Shu Xin sudah berkurang banyak karena mencoba merusak pembatas alam, ia akan mudah dikalahkan.
Huo Yuzheng dan Dewa Naga bahkan terdiam. Mereka juga tertipu!
Bukannya Qu Xuanzi tidak mau beritahu, ia hanya malas. Setidaknya, bukankah reaksi alami lebih dipentingkan untuk menjatuhkan mental Shu Xin? Jika mereka hanya akting, Shu Xin akan menebaknya. Ia juga tidak percaya akting mereka berdua cukup baik, terutama Dewa Naga.
"Kalian ...." Shu Xin sangat marah. Bisa-bisanya Asura mempermainkannya seperti itu!
"Yang Mulia, dia sudah terluka, biar aku yang menanganinya." Dewa Naga maju untuk melawan. Ia tidak akan kalah dari seorang dewi alam. Mereka berdua sama-sama terluka, ini akan seimbang.
Shu Xin yang marah tiba-tiba teringat sesuatu. Ia tersenyum miring, kemudian mengepakkan sayapnya kembali sambil menahan rasa sakit. Dewa Naga mengejarnya, namun Shu Xin tidak menghentikan penerbangan ke langit tertinggi sebelum akhirnya cahaya emas keluar dari seluruh tubuhnya.
"Jika aku mati, kalian juga harus mati."
Cahaya emas mencuat keluar dari tubuhnya hingga membuat Dewa Naga terhenti sejenak. Silau sinar yang muncul mengalangi tiap pandangan, bahkan Dewa Naga tidak bisa melanjutkan terbang saking silaunya. Ia merasa akan buta!
Dunia Atas dipenuhi dengan cahaya emas menyilaukan, saking silaunya sampai para dewa dan makhluk lain tidak dapat melihat apa pun dan menutupi pandangan mereka agar tidak menyakitkan mata.
Tiap dewa memiliki titik inti jiwa yang dapat dihancurkan secara pribadi untuk melakukan pengorbanan. Masing-masing dari mereka memiliki efek tersendiri, tentunya akan melahap banyak korban dan meledakkan sebuah tempat tanpa sisa.
Untuk Shu Xin sebagai dewi cahaya, cahayanya akan merebak dan melahap segala hal di Dunia Atas, lalu hancur bersamanya. Sepertinya ia tidak peduli lagi dengan Dunia Dewa, karena tahu, setelah hari ini tidak ada tempat untuknya di seluruh dunia.
Jadi untuk kesenangan terakhir, ia ingin membunuh semua dewa di Dunia Atas, termasuk Asura!
Cahaya itu bersinar begitu cerah sampai ke perbatasan, tidak ada yang berani membuka mata. Pada saat itu, semua mata tertutup tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Di pusat kejadian, Qu Xuanzi merupakan satu-satunya yang tidak menutup mata. Wajahnya yang sedingin es begitu kokoh dengan kekuatan sihir di tangannya yang menahan tekanan cahaya Shu Xin yang tidak bisa dihindari.
Karena Shu Xin tidak boleh menghancurkan dirinya sendiri dan membawa semua orang ke dalam lubang kematian, ia hanya bisa mengecilkan wilayah ledakan.
"Asura, kau tidak bisa menghentikanku!" Shu Xin berteriak dari langit. Ia mempercepat proses hingga seluruh tubuhnya menjadi butiran cahaya seperti ketika dilahirkan.
Cahaya yang menyakitkan mata semakin terang, secara merlahan menyerap jiwa-jiwa makhluk hidup disertai udara panas yang membakar jiwa.
Tiba-tiba cahaya lain muncul, menarik semua cahaya yang melahap jiwa mereka ke satu titik, membebaskan semua orang dari tekanan dahsyat dan dapat kembali melihat langit.
Dalam sekejap, semuanya terdiam, bertanya-tanya apa yang baru saja terjadi. Namun retakan dan guncangan di tanah menjawab semuanya menandakan bahwa ada bahaya mendekat.
Qu Xuanzi menahan cahaya pengorbanan Shu Xin di tempatnya berada, mengumpulkan cahaya itu menjadi sebuah bola cahaya yang bersinar terang di langit. Terlihat seperti matahari dengan besar tak terkira, panas dan terlalu cerah.
Huo Yuzheng dan Dewa Naga juga kembali dapat melihat dengan bebas. Mereka terkejut akan bola raksaksa yang melayang di udara tepat Shu Xin mengorbankan diri. Bola itu semakin lama semakin besar, dilingkupi oleh cahaya emas yang samar-samar mulai menipis.
Qu Xuanzi tiba-tiba merasa dadanya bergejolak merasakan sakit tak terhingga. Cahaya yang digunakan Shu Xin terintegrasi dengan sihir dan jiwa Dewi Alam, menyebabkan racun darah kembali berkontraksi mengganggu pekerjaannya.
Ini tidak bisa dibiarkan! Jika dibiarkan, cahaya Shu Xin akan semakin mengganas dan meledakkan seluruh dunia!
Melihat kondisi Qu Xuanzi tiba-tiba memburuk, Huo Yuzheng dan Dewa Naga langsung berpikir cepat untuk mengambil alih penahanan Shu Xin. Mereka tidak tahu apa yang terjadi pada Qu Xuanzi, tapi itu pasti hal serius.
"Yang Mulia, biar aku yang mengambil alih Dewi Cahaya. Bagaimanapun, Dewi Cahaya cukup dekat dengan putriku, aku harus memberi penjelasan padanya ketika kembali!" Dewa Naga yang menjadi naga di udara bicara dengan tegas.
"Aku ikut!" Huo Yuzheng akan terbang ke atas sana, namun Dewa Naga mengaum menghentikannya.
"Ras naga memiliki sihir penghalang yang bahkan Kaisar Langit tidak dapat menerobosnya. Aku akan menggunakan itu, tunggu aku!" Tanpa mengatakan apa pun lagi, Dewa Naga melesat ke langit dengan tubuh besarnya yang menggulung.
Auman keras bergelombang, mengeluarkan sebuah cahaya perak yang membesar seperti balon yang ditiup. Cahaya perak itu memasuki cahaya pengorbanan dan melapisinya, menggantikan sihir Qu Xuanzi yang menipis.
"Yang Mulia, percayakan padaku! Dia tidak bisa lepas dari penyegelanku yang akan menghancurkan jiwanya!"
Qu Xuanzi menyipitkan matanya. Meski segel ras naga bisa menahan ledakan Shu Xin, tapi tidak bisa menahan ledakan sepenuhnya. Sebagian wilayah ini akan hancur, itu sebabnya ia harus bisa meminimalisir kerusakan, jangan sampai melubangi pembatas alam.
Tapi waktunya tidak cukup. Huo Yuzheng sudah mencoba membantu Qu Xuanzi dengan kekuatan apinya untuk menekan racun darah, namun racun itu semakin ganas selama sihir Qu Xuanzi menyentuh sihir jiwa Dewi Air.
Semakin lama, bola cahaya itu semakin besar dan memadat. Segel ras naga tidak bisa menahan sepenuhnya dan terjadi penipisan, hingga akhirnya seluruh cahaya melebur dan membentuk serpihan panas yang menerobos dua lapis segel.
Duarrr
Cahaya yang memadat pecah begitu saja. Gelombang energi yang dahsyat menyapu wilayah, Qu Xuanzi mencoba mengendalikan ledakan sebisanya dan memasang perlindungan agar ledakan tidak memberinya dampak yang lebih buruk.
Dewa Naga terkena ledakan lebih awal, telah menghilang bersamaan dengan cahaya yang menyeruak. Huo Yuzheng terhempas cukup jauh, sedangkan cahaya yang meledak mulai mendekati pembatas hingga memicu retakan.
Retakan panjang muncul dan semakin melebar. Cahaya dengan tekanan penuh terus mencoba keluar dari pembatas yang dilapisi cahaya emas, hingga akhirnya pembatas penuh dengan garis-garis retak.
Qu Xuanzi tidak bisa menahan cahaya yang menerjang ke arah pembatas alam sendirian sambil menahan terjangan cahaya ke arah pusat Dunia Atas. Hingga akhirnya, ia hanya bisa bersiap, akan perang melawan ras iblis yang menunggu di luar sana.
Detik berikutnya, pembatas alam hancur berkeping, mengeluarkan cahaya yang menerobos seperti pusaran angin yang berhembus kencang.
Di saat itulah, ras iblis mulai menerobos.
...----------------...
Hari ini sampai 3000 kata lebih, banyak banget, ya~
Ada yang mau kasih pesan ke chara? Yuk, kasih pesan kalian di bawah!
Xie Ruo
Qu Xuanzi
Zhong Guofeng (Kaisar Iblis)
Shu Xin (Xie Ran)
Yuwen Yue (Dewa Iblis)
Pei Xi
Huo Yuzheng
Other ....
Siapa tahu dibales oleh chara-nya langsung 🤭
See U Next Time!