The Emperor God Wife Is Naughty

The Emperor God Wife Is Naughty
30. Campur Tangan Pihak Kedua



Teknik keempat sihir pesona, Ilusi. Jika sebelumnya Xie Ran menggunakan Ilusi untuk membuat mimpi indah yang akan membuat target merasakan kehidupan yang diinginkan sehingga tidak ingin kembali, itu hanya sebagian dari teknik Ilusi.


Selain dapat membuat ilusi yang tidak nyata, Xie Ran dapat membuat Dunia Ilusi miliknya sendiri yang hanya dapat ia kendalikan.


Huli Dong'er terjebak di dalamnya. Seperti sebuah dimensi di mana segala sesuatu memiliki cermin dari segala arah sehingga wanita itu memiliki banyak pencerminan. Huli Dong'er yang telah terjebak tidak dapat keluar dengan mudah meski menggunakan teleportasi.


"Kau pikir aku akan tertipu dengan ilusimu? Kau hanya amatiran yang baru menetas!" Huli Dong'er mendengus. Sosoknya menjadi kabut yang melesat ke atas. Wujudnya dalam kabut membuat gerakan rumit yang membuat energi gelap terpancar meretakkan segala cermin yang memunculkan wujudnya.


Tapi itu tidak cukup untuk menghancurkan semua cermin. Dia meningkatkan energi yang menyebar sehingga udara menipis dan berpusat pada cermin-cermin yang membingungkannya.


Wujudnya layaknya meteor yang jatuh ke tanah menyebabkan retakan bumi disertai energi gelap. Kabut hitam menyebar dengan cepat seperti ombak menyebabkan pecahan kaca terdengar keras.


Namun, itu tidak sepenuhnya dapat merusak Dunia Ilusi. Ini adalah Dunia Ilusi, semua di hadapannya bukan kenyataan. Justru dengan ini dia menyebabkan banyak kerusakan pada array perlindungan yang dibuat Xie Ran di luar sehingga Xie Ran harus mundur beberapa meter. Iblis ini memang pantas disebut kaki tangan Raja Iblis.


Beberapa prajurit mulai berdatangan mengepung arena. Huli Dong'er masih terjebak dalam ilusi sehingga tidak menyadarinya. Dia hanya melayang di udara dengan perlindungan energi gelap agar tidak ada yang bisa mengambil kesempatan.


Tapi Xie Ran sebagai pemilik ilusi terkecuali. Dia berteleportasi sambil menggunakan kekuatan mentalnya melakukan serangan terhadap Huli Dong'er. Dia memang tidak bisa menembus pertahanan Iblis, tapi tidak ilusinya.


Di penglihatan Huli Dong'er, sebuah sinar merah muncul dari berbagai arah. Melesat seperti tumpukan batu yang menyayat kulitnya sedangkan Huli Dong'er tidak bisa banyak bergerak. Dua rantai mengikat kedua tangannya dari samping dengan erat menyebabkan Iblis itu tidak kuasa bergerak ataupun menghindari serangan.


Dia mencengkram rantai erat-erat dan menariknya keras sampai putus. Melompat dengan cepat menghindari sihir yang muncul kemudian mencari keberadaan gadis manusia itu. Sosoknya berkelip dengan cepat dari satu tempat ke tempat lain. 


Ketika melihat sosok merah hadir melancarkan serangan ke arahnya, dia segera mengambil arah lain dan melesat dengan kecepatan yang lebih tinggi. Tangannya berhasil meraih leher Xie Ran, ilusi ini akan berakhir setelah membunuh gadis kecil ini.


Tapi sesuatu mengejutkan terjadi. Wujud Xie Ran menjadi kumpulan benang yang tiba-tiba mengikat seluruh tubuhnya menjadi kepompong. Ekspresinya menjadi rumit, dia marah telah dipermainkan lagi. Dia berusaha keras keluar dari buntalan benang yang semakin mengecil dan membuat tinjuan pada celah buntalan benang.


Benang membuat lubang bersamaan dengan keluarnya Huli Dong'er, namun dia masih tidak lepas dari ilusi. Tubuhnya tiba-tiba terpelanting dan melintir di udara. Sosok merah yang menjadi targetnya telah membantingnya secara brutal dan menikam dadanya dengan belati tajam.


Huli Dong'er mengerang kesakitan. Dia mencengkram bahu Xie Ran kemudian mengangkatnya ke udara dan mendaratkannya dengan keras. Dia melompat berdiri dan mengarahkan cakar tajamnya, Xie Ran bisa menghindar dengan mulus begitu juga dengan serangan lain. Huli Dong'er merasa kecepatannya sudah mengerikan, bagaimana bisa dikalahkan oleh gadis amatiran sepertinya!


Huli Dong'er mengumpulkan seluruh kekuatan mentalnya sambil melancarkan tinju pada Xie Ran. Serangan ilusi menggunakan kekuatan mental yang cukup banyak, itu juga bisa dikalahkan oleh kekuatan mental selain mengalahkan pemilik secara langsung.


Seakan tahu rencana Iblis itu, Xie Ran membuat ilusinya semakin ekstrem menyerang Huli Dong'er untuk menggagalkannya dan membunuh dengan cepat. Tubuh Huli Dong'er dipenuhi luka akan serangan ilusi berupa pisau-pisau tajam yang membuatnya kewalahan. Tapi dia tidak menghentikan pengumpulan kekuatan.


Energi gelap perlahan terkumpul. Ilusi Xie Ran semakin lemah karena kehabisan kekuatan mental sehingga kekuatan mental milik Huli Dong'er diperkuat dan meretakkan dunia ilusi dalam satu serangan. 


Kekuatan mental Huli Dong'er jauh lebih kuat. Itu menembus dunia ilusi dan membuat serangan balik pada Xie Ran hingga gadis itu tidak memiliki kesempatan menghindar dan melukai jiwanya.


Darah keluar dari mulut Xie Ran sedangkan tubuhnya terhempas jauh. Huli Dong'er memiliki nasib yang lebih buruk. Dia memuntahkan seteguk darah hitam di tanah sedangkan tubuhnya penuh luka serta pakaiannya compang-camping. Sama seperti Xie Ran, dia kehilangan banyak kekuatan mental sehingga tidak sanggup melawan lagi.


Xie Ran menyeka darah di bibirnya dan berdiri dengan tatapan tajam. Mata merahnya sudah kembali menjadi hitam disertai aura dingin yang mencekat. Tatapannya masih memiliki niat membunuh dan haus darah.


Xie Ran berjongkok di dekat Iblis itu yang nyaris kehilangan kesadaran. "Bukankah kau kaki tangan Raja Iblis? Bagaimana bisa kalah dari seorang manusia?"


"Kau!" Huli Dong'er ingin melawan lagi, tapi ketika menggerakkan tubuhnya, dia merasakan sakit luar biasa.


"Bagaimana aku bisa bertemu dengan Rajamu?"


Huli Dong'er mendengus. "Kau pikir aku akan memberitahumu? Meski kau membunuhku, aku tidak akan mengatakannya."


"Benarkah?" Xie Ran mengeluarkan belatinya dan mengusap wajah cantik Huli Dong'er dengan benda tajam itu. "Menurutmu, apa rekan-rekanmu masih menganggapmu sebagai rekan? Setelah menghancurkan segala milikmu, mari kita lihat apa mereka masih menempatkanmu di posisi yang sama."


"Kamu! Manusia rendahan!" Huli Dong'er sangat marah. Gadis ini ingin membunuhnya perlahan? Dalam mimpi! "Tuanku akan membantuku. Dia akan menyelamatkanku!"


Xie Ran menyeringai. "Aku pikir tidak seperti itu."


Huli Dong'er ragu sejenak. Kemudian pandangannya beralih pada sosok tersembunyi di antara prajurit. Matanya menunjukkan keterkejutan, tubuhnya gemetar namun juga senang seperti melihat sosok yang ditunggu. Itu membuat Xie Ran bingung dan berpikir bahwa Iblis ini sudah gila.


Dia baru saja akan mengatakan sesuatu, tiba-tiba saja pandangannya melihat sesuatu yang tipis melintas, berikutnya ia melihat sebuah bercak merah muncul di leher membentuk sayatan halus disertai senyum Iblis itu yang perlahan luntur digantikan kekecewaan. Awalnya tidak ada yang menyadarinya, namun bercak merah itu semakin mengalir deras memenuhi lehernya membuat Xie Ran terkejut.


Detik berikutnya, kepalanya terpisah sempurna dari tubuh.


Semua orang terkejut dengan pemandangan tersebut tak terkecuali Xie Ran. Xie Ran belum melakukan langkah selanjutnya, bahkan pisaunya masih bersih. Siapa yang melakukannya semulus itu tanpa diketahui?


Pihak kedua telah membersihkan segalanya semudah itu, tapi siapa?


Xie Ran mengeratkan tinjunya merasa rencananya telah dibuat gagal. Namun, belum selesai dia memikirkan cara untuk mencari sosok tak terlihat itu, Xie Ran dibuat waspada akan keberadaan sosok kuat di sekitarnya.


Dia menoleh ke samping di mana ia merasakan kekuatan itu. Baru saja akan melangkah, sebuah kabut muncul di udara tepat menarget ke arahnya.  Xie Ran tersentak, dia bersiap akan pertarungan selanjutnya meski kekuatan mentalnya habis.


Namun ketika merasakan kekuatan yang sangat kuat dan dapat membunuhnya dengan satu serangan, Xie Ran segera memikirkan cara kabur dari sini. Dia tidak peduli pada anggota kekaisaran, yang penting dirinya hidup.


Xie Ran menghindari bilah energi yang muncul tiba-tiba. Kekuatan itu persis menekan semua prajurit hingga runtuh, namun tidak dengan Xie Ran yang berusaha tetap terjaga. Dia melesat hendak pergi, namun bilah energi lainnya muncul menghalangi jalannya sehingga Xie Ran harus kembali ke tempat semula.


Xie Ran merasa kekuatannya semakin habis dan tidak dapat melawan lagi. Meski serangan itu diarahkan padanya, itu tidak memiliki niat membunuh membuat Xie Ran tidak terlalu merasakan bahaya. Sebaliknya, orang ini seakan mengujinya.


Tapi tetap saja yang namanya serangan akan menyakitinya!


Sihir itu muncul lagi dengan kecepatan kilat. Xie Ran dapat melihat sosok di balik sihir tersebut, namun Xie Ran tidak bisa berpikir banyak. Dia akan menggunakan sisa kekuatannya untuk menerima sihir. Dia tidak boleh lemah!


Tapi ketika melihat sihir meluncur tepat di depan matanya, Xie Ran tidak bisa menahannya lebih dan menutup mata. Tekanan terlalu kuat membuatnya sakit kepala. Bahkan dua Zhong bersaudara itu tidak kuat menahannya lagi meski sudah keluar dari area pertempuran.


Sihir semakin mendekat beberapa meter dari Xie Ran. Ini terasa seperti bom yang akan meledak begitu menyentuh target. Dan benar, ledakan kuat beserta fluktuasi energi besar terjadi membuat bilah energi menyebar meruntuhkan banyak orang bahkan dua Zhong bersaudara tak terkecuali.


Ketika Xie Ran berpikir dirinya mati tanpa rasa sakit, dia membuka mata dan tertegun sebentar. Setelah mencerna apa yang terjadi, barulah ia menyadari bahwa sosok di depannya menghalang serangan tersebut dengan pelindung perak yang mempesona.


Mata Xie Ran membundar melihat kehadiran pria tampan di depannya. Sinar peraknya yang mempesona berhadapan langsung dengan sinar yang terlihat seperti angin puyuh. Namun Xie Ran hanya memperhatikan pria berpakaian putih itu.


"Qu Xuanzi?" Tanpa sadar Xie Ran menyebutnya dalam gumaman namun dapat didengar oleh pria itu.


Qu Xuanzi menoleh sedikit dan kembali pada sihirnya. Dia segera mengerahkan tenaga ke arah pria yang telah menyerang Xei Ran barusan. Pria itu termundur beberapa langkah sebelum akhirnya jubah hitam yang menutupi wajah tampannya terbuka.


Xie Ran menghampiri Qu Xuanzi dan mengucapkan terima kasih dalam isyarat. Kemudian terarah pada pria berjubah itu. Wajah tampannya membuat Xie Ran tertegun. Menurutnya tidak terasa asing, tapi sulit mengingatnya. Fitur wajah tampan dan idaman yang membuat kaum hawa terpesona. Xie Ran dapat memastikan tingkat ketampanannya sedikit di bawah Qu Xuanzi.


"Memberi hormat kepada Yang mulia, semoga hidup ribuan tahun lagi!"


Para prajurit yang telah jatuh sebelumnya segera berlutut begitu pula Zhong Wenyue dan Zhong Xiaorong. Mereka menunjukkan penghormatan dan tidak berani melihat pria yang dianggapnya 'Yang mulia'.


Qu Xuanzi melirik Xie Ran dan melihat wanita itu tampak mengenal pria yang diagungkan semua orang. Padahal dia sendiri yang hidup lebih lama tidak tahu siapa pria itu.


Xie Ran menatap pria itu intens sambil melipat kedua tangannya. Pada akhirnya dia ingat siapa pria dalam ingatannya.


"Zhong Guofeng, bagaimana kau bisa di sini? Kenapa kau menyerang!" Xie Ran melihatnya dengan kesal. Matanya penuh  penuduhan sedangkan yang ditatap hanya diam melihatnya.


"Lancang! Beraninya kau menyebut nama Yang Mulia. Cepat berlutut!" Tiba-tiba seorang Kasim tua datang mengomeli Xie Ran yang sedang dilanda emosi.


"Siapa kau!" Xie Ran tidak mau kalah. Mengapa dia harus berlutut? Bukankah namanya memang itu?


"Yang Mulia—" Kasim itu ingin mencoba menenangkan junjungannya karena merasa pria itu telah marah akibat perbuatan Xie Ran sehingga menyerangnya. Tapi pria itu langsung menatapnya tajam membuat Si Kasim terdiam seribu kata.


"Mohon maaf atas kesalahpahaman tadi. Harap Nona tidak mengambilnya dalam hati." Tiba-tiba pria itu bersikap sopan membuat Xie Ran terdiam. Dia pikir perdebatan akan semakin panjang tapi siapa sangka pria itu meminta maaf.


Xie Ran merasa tiba-tiba suasana menjadi aneh. Dia melihat semua orang yang juga terdiam seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan pria itu. Kasim tua itu juga sama.


"Menyerang tiba-tiba ketika aku baru saja menyelesaikan pertarungan dan kehilangan banyak energi. Apa tujuanmu sebenarnya?" Xie Ran tidak ingin memperpanjang kata 'maaf' itu yang terdengar aneh di telinga orang.


"Sebelumnya aku membuat kesalahan. Aku baru saja datang setelah merasakan kekuatan iblis, kebetulan melihat Nona yang baru saja diliputi kekuatan aneh. Aku berpikir terlalu pendek mengira Nona adalah Iblis itu."


"Sudahlah, aku tidak ingin memperpanjangnya lagi." Xie Ran lebih baik mengalah dan akan pergi. Dia hanya ingin menerima 200 koin emas dari Nyonya Hu dan pergi dari sini untuk mencari jejak pengacau itu.


"Karena Nona telah membantu kami membunuh Iblis, bagaimana jika tetap di Istana sebentar membahas sesuatu?" Zhong Guofeng menawarkan Xie Ran membuat langkah Xie Ran terhenti dan menoleh ke belakang.


"Kau tidak memiliki niat lain? Aku hanya seorang penari rendahan, mana bisa bicara banyak dengan bangsawan sepertimu." Meski Xie Ran tidak tahu apa pangkatnya, dia tetap tahu bahwa orang ini pasti memiliki posisi tinggi berdasarkan panggilan semua orang sebelumnya. Nasibnya sangat baik.


"Seorang penari biasa tidak bisa menekan Iblis sampai tidak bisa bertarung dan mati."


"Bukan aku yang bunuh." Xie Ran menolak.


"Nona, kau tidak boleh menolak niat baik Yang Mulia. Apa kau tidak tahu bahwa beliau adalah Kaisar Zhongbu?!" Kasim tua itu tidak suka dengan penolakan Xie Ran. Hanya seorang penari rendahan berani menolak Kaisar? Betapa besar nyalinya.


Sedangkan Kasim itu mencibir dalam hati, Xie Ran tertegun mendengar posisi pria itu yang membuat otaknya berputar lama.


Zhong Guofeng, Kaisar Zhong, memikirkannya saja sudah cukup masuk akal karena marga yang sama. Pada akhirnya, Xie Ran menyadari dengan sebenar-benarnya bahwa Zhong Guofeng itu sebenarnya adalah Kaisar Zhong!


Xie Ran baru teringat hal ini karena sudah lama melupakannya. Dia menjadi malu sendiri mengingat perlakuan sebelumnya. Apa kepalanya akan menghilang?


Melihat wajah pucat Xie Ran, kasim itu tersenyum puas dan penuh merendahkan. Namun ketika melihat junjungannya berpikir mendapat penghargaan, kenyataan tak seindah ekspektasi. Tatapan itu justru lebih dingin dibanding sebelumnya.


Xie Ran menormalkan ekspresinya menjadi biasa dan sedikit membungkuk pada Zhong Guofeng untuk memberinya hormat agar tidak dipenggal.


"Rendahan ini tidak tahu anda adalah Kaisar Zhong, mohon tidak perhitungan dengan penari rendahan yang tidak berguna."


Xie Ran mencoba menyelamatkan dirinya sendiri dan semua orang. Bukan takut pada Zhong Guofeng, melainkan dia khawatir jika Qu Xuanzi akan menghabisinya dengan kejam jika benar-benar memenggal kepalanya. Kekaisaran Zhongbu akan kehilangan pemimpin yang kompeten dan tampan!


Sedangkan Qu Xuanzi yang tidak tahu maksud Xie Ran sebenarnya hanya bisa menyipitkan mata. Kenapa Xie Ran harus memanggil dirinya sendiri rendahan di depan bajingan yang ingin menyakitinya ini?


Andai Qu Xuanzi bisa membunuh pria itu sekarang, dia sudah membunuhnya sejak awal. Sayangnya, ada sesuatu yang membuatnya harus berhenti, namun tidak melepaskan pria itu.


Zhong Guofeng tersenyum samar tidak menyadari dirinya telah menjadi target guru besar tertentu. "Nona tidak perlu khawatir, aku tidak memasukkannya ke dalam hati. Justru dengan bersikap seperti tadi, Nona akan semakin terlihat menarik."


"Bisakah aku membunuhnya? Kau hanya perlu katakan." Qu Xuanzi bicara dengan transmisi suara. Dia akan benar membunuh pria itu sekarang tanpa mempertimbangkan apa pun lagi asal Xie Ran mengatakan 'ya'.


"Jangan!" Xie Ran rasanya ingin menangis. Kenapa guru besar ini tangannya sangat gatal ingin membunuh?


Melihat wajah miris Xie Ran yang terlihat ingin minta tolong, Zhong Guofeng berpikir bahwa Xie Ran sedang tertekan dan berjalan ke arahnya lalu menjulurkan tangan mempersilahkan Xie Ran memasuki istana.


"Nona bisa beristirahat di dalam. Istana memiliki sumber qi berlimpah dan baik untuk kultivasi atau pun pemulihan."


"Tidak."


Bukan Xie Ran yang menjawabnya, tapi Qu Xuanzi. Wajah tampannya sangat dingin menatap Zhong Guofeng tidak bersahabat. Sedangkan Zhong Guofeng menanggapi sama dinginnya.


"Kaisar ini tidak mengundang anda." Zhong Guofeng tidak takut seberapa kuat Qu Xuanzi. Bagaimanapun, dia adalah Kaisar. Dia bisa melakukan apa pun sesukanya. Jika dia tertarik pada Xie Ran, dia tidak peduli apa Xie Ran sudah bertunangan atau menikah. Dia akan merebutnya.


"Nona Xiao juga tidak bisa mengikutimu." Qu Xuanzi semakin dingin membuat semua orang menggigil termasuk gadis malang di sebelahnya.


Xie Ran merasa harus membelah diri menjadi dua bagian. Dia tidak bisa seperti ini. Dia harus keluar dari situasi tidak nyaman ini!


Xie Ran terbatuk mencairkan suasana dingin barusan. Dua pria itu langsung menatapnya membuat Xie Ran kikuk sendiri dilihat dua pria tampan. Siapa yang tidak akan salting?


Melihat tatapan tidak ramah Qu Xuanzi seolah  mengancamnya, Xie Ran menciut seketika. "Yang Mulia, aku memiliki hal yang harus dilakukan. Ini sangat penting dan tidak bisa ditunda. Aku pamit!" Xie Ran membungkuk dan akan pergi. Dia harus mendapat gaji pertamanya dan pergi dari sini.


Tapi sayangnya ucapan selanjutnya dari Zhong Guofeng membuat langkah Xie Ran berhenti.


"Sayang sekali, awalnya aku ingin memberimu undangan masuk Akademi Tianshang atas kontribusi yang Nona lakukan terhadap Kekaisaran, serta menyelamatkan nyawa Pangeran Kedua dan Putri Kesembilan."


"Akademi Tianshang?" Xie Ran merasa jalan pintas ada di depan mata. Dia harus pergi ke Akademi Tianshang untuk mencari keberadaan Iblis lainnya. Iblis selanjutnya adalah Dekan Departemen Sihir Akademi Tianshang. Siapa tahu di sana ada harta lainnya.


Xie Ran mundur ke arah Zhong Guofeng, berbalik menatapnya dengan berbinar. Namun setelahnya, tatapannya menjadi curiga. "Kamu ... bisa memegang ucapanmu? Bagaimana kau tahu aku ingin ke sana?"


"Tingkat kultivasimu masih rendah dan hanya memiliki satu jenis sihir. Itu tidak cukup jika ingin melatih diri lebih lanjut. Akademi Tianshang adalah akademi nomor satu di Benua Zhongbu, siapa yang tidak ingin masuk dan mendapat manfaatnya?"


Pemikiran yang mendalam. Namun sayangnya tebakannya salah besar. Xie Ran tidak membutuhkan ilmu di sana, dia membutuhkan harta dan Iblis. Hanya itu tujuannya. Jika ilmu sihir, dia bisa minta pada Qu Xuanzi.


Tapi karena Kaisar itu akan memegang janjinya, Xie Ran tidak perlu menolak lagi. Siapa yang akan menolak jalan pintas di saat sedang menghadapi jalan buntu?


Melihat kembali guru besar yang memiliki wajah gelap, Xie Ran meminta maaf dalam hatinya. Dia tahu guru besar ini memiliki dendam kesumat pada Kaisar. Tapi dia tidak ada hubungannya dengan dendam itu.


"Baik, aku menerima undanganmu." Pada akhirnya Xie Ran setuju membuat Kaisar itu tersenyum lebar dalam hati.


Zhong Guofeng melirik Qu Xuanzi yang memiliki wajah muram dengan tatapan provokasi seolah dia telah menang. Sedangkan Qu Xuanzi tidak menanggapinya lagi.


Manusia ini ingin mengambil Ranran darinya melalui bantuan sekolah? Ia ingin lihat, seberapa jauh Kaisar kecil itu merangkak.