
Zhong Xiaorong dan Mei Liena tengah di paviliun bersama menunggu kedatangan Xie Ran yang berada di perpustakaan. Katanya ingin belajar, tapi mereka berdua lebih suka berlatih di paviliun.
Sejak tadi Zhong Xiaorong melatih tubuhnya selama beberapa waktu. Tubuhnya melakukan gerakan baling-baling, berputar seperti kicir angin di belakang Mei Liena yang sedang meracik obat. Mereka seperti itu sejak tadi sambil berbincang santai.
"Kau akan bertanding malam ini? Dengan siapa?" Zhong Xiaorong bertanya.
"Shang Ni, peringkat 1000 bumi." Mei Liena menjawab dengan tenang.
"1000 bumi? Kau bercanda, Xiao Ran melatih kita bukan untuk menjadi peringkat akhir." Zhong Xiaorong tertawa meremehkan sambil bersalto.
"Itu hanya permulaan. Aku ingin melihat sampai mana batasku dimulai dari peringkat akhir bumi sebelum mencapai 10 besar peringkat bumi dan maju lebih jauh ke peringkat langit. Aku bukan Xiao Ran yang langsung menantang peringkat 50 besar. Aku tidak sehebat dia." Mei Liena terus terang dengan santai tanpa beban. Dia telah merencanakannya selama ini. Dalam satu bulan, dia akan meraih 10 besar peringkat bumi. Kemudian dia melanjutkan kultivasi untuk menantang peringkat langit sampai 3 bulan kedepan.
"Aku langsung menantang 10 besar peringkat bumi sama seperti Liu Chang," sahut Zhong Xiaorong. "Menurutmu, apa Xiao Ran akan menantang lagi? Bagaimana dengan Pei Xi dan Yan Yao?"
"Tanyakan saja pada mereka. Untuk Xiao Ran, sepertinya dia akan menantang lagi, tapi tidak tahu kapan," sahut Mei Liena kemudian mengerutkan keningnya. "Aku telah mencoba menyelesaikannya, tapi instruktur tidak menerima hasil yang seperti ini. Aku apoteker yang buruk."
Zhong Xiaorong berhenti berputar dan melihat obat yang dibuat Mei Liena. "Aku pikir tidak buruk. Kau buat racun dan penawar saja."
"Sebagai apoteker, aku tidak hanya boleh membuat racun. Aku akan mengulang!"
Zhong Xiaorong memutar bola matanya jengah. Mei Liena selalu seperti itu sepanjang hari membuatnya muak. Di mana Xiao Ran saat ini?
Baru saja Zhong Xiaorong memikirkannya, dia merasakan sesuatu yang akrab datang dari luar. Ada orang lain selain Xiao Ran dan orang itu membuat wajah datarnya berubah menjadi tegang.
"Sial!" Zhong Xiaorong segera mengenakan jubah dan berlari ke halaman paviliun.
Sedangkan Mei Liena melihatnya bingung. Tidak bisa melepas penasaran, dia pun mengambil jubah dan ikut keluar.
Begitu sampai di halaman, kaki Mei Liena kaku seketika melihat penampilan pria tampan berjubah hitam terlihat misterius. Namun ketika melihat Zhong Xiaorong yang memasang wajah tegang sekaligus menunduk, dia langsung menebak bahwa pria itu adalah salah satu anggota kekaisaran.
Dia adalah Kaisar Zhong! Setelah mengenalnya, Mei Liena ikut menunduk dan memberi salam dengan hormat. Ah, tidak disangka akan bertemu dengan Kaisar tampan dan kejam sekarang. Wajahnya sangat tampan sampai dia ingin mimisan, tapi dia harus menahannya jika tidak ingin kehilangan kepala.
"Kakak pertama, ada keperluan apa datang jauh-jauh ke akademi?" Zhong Xiaorong agak gugup ketika berhadapan dengan kakaknya satu ini. Pria itu selalu saja mendominasi dan membuatnya merasa dibawah.
Melihat betapa kaku hubungan kakak-adik ini, Xie Ran segera menengahi. "Rongrong, Yang mulia ingin bicara denganmu. Aku tidak akan mengganggu."
"Xiao—"
"Aku harus ke arena!" Xie Ran menyerobot ucapan Zhong Xiaorong dan segera menarik Mei Liena ke luar.
Mei Liena membungkuk memberi penghormatan dan pergi mengikuti Xie Ran. Gerakannya sangat kaku karena gugup sehingga Xie Ran begitu kesal.
Zhong Guofeng termenung melihatnya. Kenapa situasinya menjadi seperti ini? Kenapa Xie Ran membiarkannya dengan putri rewel satu ini? Padahal dia datang untuk Xie Ran mumpung tidak ada pria yang mengikutinya waktu itu, tapi gadis itu malah kabur terbirit-birit seolah menghindarinya.
"Kakak pertama, ada yang ingin dibicarakan?" Zhong Xiaorong menatapnya polos. Setahunya, Zhong Guofeng tidak pernah memiliki urusan dengannya. Hubungan mereka sangat kaku karena jarang bertemu.
Zhong Guofeng menatap adiknya dan menghela napas. Sudah seperti ini, dia hanya bisa meluruskan alur.
Xie Ran menyeret Mei Liena sepanjang jalan tanpa bicara sedangkan yang diseret hanya patuh tanpa protes. Jelas jika dia tetap di sana, dia akan mimisan saat itu juga dan mungkin kepalanya hilang saat itu juga.
Sedangkan Xie Ran berbeda. Ini adalah hal yang ditunggu sejak awal. Alasan mengantar Zhong Guofeng ke paviliun bulan bertemu adiknya adalah agar Xie Ran dapat bebas berkeliaran. Dia tentu tahu dari gerak-gerik Zhong Guofeng, pria itu pasti ingin menempel padanya seperti permen karet. Sama seperti teman-temannya jika sekarang hadir.
Apalagi mengingat Zhong Guofeng yang bertanya tentang Qu Xuanzi ....
"Aku tidak melihatnya sejak tadi," ucap Zhong Guofeng.
"Siapa?"
"Pria yang mengatakan terus bersamamu." Ucapan Zhong Guofeng seperti sindiran.
"Dia ...." Jelas Xie Ran tahu siapa yang Zhong Guofeng maksud. "Sibuk."
Zhong Guofeng mencibir dalam hati. "Dia tidak sibuk ketika mengikutimu ke istana seperti pengawal."
Xie Ran berkeringat dingin. Jika guru besar itu mendengarnya, entah bagaimana cara menghadapinya. Kaisar itu terlalu blak-blakkan!
"Saat itu tidak sibuk, tapi sekarang sibuk." Xie Ran berusaha mencari alasan. Dia ingin pergi dari sini sekarang juga! Cepatlah sampai di paviliun bulan, Zhong Xiaorong akan membantunya!
Xie Ran harus berterima kasih pada Zhong Xiaorong setelah ini. Kaisar satu itu membuatnya tidak nyaman akan kata-kata sindirannya terhadap Qu Xuanzi. Dia hanya berharap Qu Xuanzi tidak mendengarnya.
Sayangnya ... Guru besar tertentu dalam suasana hati buruk setelah menyadari pihak lain telah menggoda gadisnya sekaligus menginjak-injaknya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari ini cukup berat bagi Xie Ran. Dia menghindari Zhong Guofeng seharian penuh dengan cara tidak kembali ke Paviliun Bulan sehingga terpaksa menantang di arena.
Pertarungan kali ini cukup mudah baginya, tapi tidak semudah mengirim orang terbang dengan satu pukulan. Dia bertukar pukulan beberapa kali dan akhirnya bisa mendapat kesempatan menerobos 500 besar peringkat langit. Dia merasa tubuhnya pegal hari ini.
Mei Liena menantang 2 sekaligus dan menang. Liu Chang juga menang 2 pertarungan dan kini telah berada di posisi 10 besar peringkat bumi. Kemajuan mereka meningkat drastis membuat semua orang terperangah. Bahkan menjadi pembicaraan beberapa orang.
Zhong Xiaorong? Entah apa yang dia lakukan di paviliun bersama Kaisar kaku itu. Xie Ran akan kembali nanti jika ingin.
Sedangkan Xie Ran mengalami hari-hari yang baik, tidak dengan Tang Yueha di Paviliun Bintang.
Tang Yueha telah bertemu dengan Kaisar Zhong sebelumnya, tapi dia telah ditolak sebelum melangkah akan sikap dingin pria itu yang sama sekali tidak meliriknya. Melihatnya saja tidak, apalagi bicara dan suka dengannya.
Tang Yueha memandangi dirinya di cermin. Wajah cantik, tubuh ramping dan tinggi, perangai anggun dan bijak, kultivasi tinggi, pintar bermain musik dan memasak. Apa lagi yang kurang darinya? Tang Yueha tidak habis pikir. Di saat semua orang mengaguminya sebagai dewi, pria itu malah menolaknya secara tidak langsung.
Awalnya Tang Yueha berpikir bahwa dia harus berusaha sekali lagi untuk berhubungan baik. Ketika mencarinya, dia melihat Zhong Guofeng berjalan dan tersenyum dengan murid baru, Xiao Ran. Kenapa Xiao Ran?! Apa yang bagus dari penari itu yang bahkan pernah menarik perhatian di pesta istana!
Tang Yueha yang biasanya terlihat anggun dan sopan kini membuka topengnya menyingkirkan semua barang-barang dengan sekali gerakan tangan. Semuanya hancur kecuali kaca di depannya.
"Apa aku mencari bantuan Klan Xie lagi?" Tang Yueha ragu. Sebenarnya dia tidak terlalu suka Klan Xie.
Dia tidak suka Tang Zhi, tapi dia tidak bisa melakukan apa pun dibawah kekuatan Tang Zhi. Jika dia mengandalkan Klan Xie lagi, sama saja dia menjadi boneka yang dikendalikan Klan Xie. Dia tidak ingin hal itu terjadi.
Alasan mengapa Tang Yueha menetap di perbatasan adalah menghindari Klan Xie. Dia setuju datang ke akademi untuk menghindari Klan Xie sekaligus mencari cara berada di puncak. Tapi hanya dengan sebuah akademi, itu masih belum cukup. Dia membutuhkan kekuatan yang lebih besar agar tidak dikendalikan lagi. Klan Xie sudah membuatnya muak!
"Tidak, aku akan menggunakan kemampuanku sendiri!" Tang Yueha menolak pemikiran itu. Dia tidak ingin dikendalikan Iblis itu lagi. "Xiao Ran, kau tidak bisa melangkahiku. Kau boleh mengambil peringkat atau lainnya kecuali Zhong Guofeng. Aku tidak akan membiarkan siapavpun menghalangi jalanku. Klan Xie, aku akan menghancurkan kalian!"
Tang Yueha mengerang kesal dan terduduk di tengah ruangan. Dia sudah cukup tersiksa selama bertahun-tahun. Bersikap seolah tidak ada yang terjadi dan menutup mata atas apa yang terjadi di depannya.
Susah payah dia membangun reputasi dan kekuatan aslinya untuk menunjukkan penentangan terhadap Klan Xie. Tapi dia justru semakin jatuh dan lagi-lagi Klan Xie ingin memanfaatkannya. Dia tidak bodoh.
Para tua bangka itu ingin menggunakannya untuk berhubungan baik dengan kekaisaran agar Klan Xie mendapat dukungan penuh. Tapi mereka tidak tahu, bahwa Tang Yueha menggunakannya untuk kekuatannya sendiri dan menghancurkan Klan Xie. Itu sudah ada di benaknya.
Tapi sekarang rencana itu harus berubah karena seorang gadis bernama Xiao Ran. Dia membenci halangannya!
"Nona, makan malam sudah disiapkan."
Suara pelayan terdengar sampai ke telinga Tang Yueha. Dia bangkit dan keluar dari ruangan dengan langkah anggunnya. Penampilannya sudah berubah normal sebelum keluar menggunakan kekuatannya. Dia berjalan seolah tidak terjadi apa pun dengan senyuman lembut menutupi kebenciannya.
Inilah yang ia hadapi. Kepura-puraan dan kepalsuan. Segalanya harus dilewati dengan tidak mudah.
Senyuman lembutnya berbeda dari wajah tertekan dan penuh kebencian. Bayangan kematian seseorang terngiang di kepalanya begitu melihat Tang Zhi di depannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dua bulan telah dilalui dengan alami. Xie Ran kini telah berhasil meraih 30 besar peringkat langit dan akan menantang 20 besar. Semakin lama lawannya semakin kuat sehingga Xie Ran harus lebih keras. Namun dia selalu memenangkan pertarungan.
Pei Xi telah melampaui Yan Yao dan telah berada di urutan pertama. Sedangkan Yan Yao tidak ingin kalah dan berada di urutan kedua. Dia tidak sebodoh itu menantang Pei Xi. Sedangkan Zhou Kui juga sudah berada di 5 besar peringkat langit.
Zhong Xiaorong baru saja menembus peringkat langit sedangkan Liu Chang akan menyusul beberapa hari lagi. Mei Liena juga sudah berada di 10 besar peringkat bumi setelah menantang setiap hari. Dia sudah bekerja keras.
Xie Ran saat ini akan berjalan ke kota membeli sesuatu. Ketika akan keluar paviliun, tiba-tiba Qu Xuanzi muncul membuat jantung Xie Ran lagi-lagi ingin melompat. Kenapa pria itu selalu saja membuatnya terkejut?
"Kenapa kamu keluar?" Tidak biasanya pria itu keluar. Padahal hari-hari sebelumnya pria itu sangat sibuk sampai mereka jarang berinteraksi.
"Di dalam sangat bosan."
Bosan? Xie Ran baru tahu guru besar ini bisa bosan di saat tertentu. Tak apa, dia juga makhluk hidup meski bukan manusia.
"Baiklah. Kau bisa pergi kemana pun." Xie Ran tidak menolak. Dia menarik gerbang paviliun hendak keluar dan menutupnya kembali, namun lagi-lagi jantungnya ingin melompat begitu melihat pria tampan lainnya muncul.
Terkutuklah wahai para pria tampan yang selalu mengganggu ketenangan jantung. Bagaimana jika dia benar memiliki penyakit jantung? Apa mereka mau menanggung biayanya? Operasi itu mahal dan belum tentu ada di dunia ini!
"Zhong Guofeng, ada apa?" Xie Ran merasa umurnya memendek jika seperti ini terus. Tapi dia terus mencoba bersabar agar umurnya tidak semakin pendek.
Zhong Guofeng melihat keberadaan Qu Xuanzi segera menyipitkan mata dan melihat Xie Ran kembali. "Apa urusannya telah selesai?"
"Ya," sahut Xie Ran ragu-ragu seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia melirik Qu Xuanzi yang berwajah dingin. Sepertinya Qu Xuanzi masih menaruh dendam pada Kaisar. "Untuk sementara ini, dia di sini."
Zhong Guofeng menaikkan alisnya tajam. "Tinggal di sini?"
"Ya."/ "Tidak."
Xie Ran dan Qu Xuanzi berucap bersamaan. Dia menatap Qu Xuanzi menuduh. Apa tangan pria itu sedang gatal dan sedang mencari karung tinju? Kenapa Qu Xuanzi mengatakan 'iya'!
Baru saja Xie Ran akan meluruskan, Zhong Guofeng sudah salah paham terlebih dahulu. "Pria dan wanita tidak boleh tinggal bersama. Di dalam sana juga ada adikku. Sebagai kakak, aku tidak mengizinkanmu."
"Aku tidak memerlukan izin untuk tinggal dengan Ranran." Qu Xuanzi menjawab begitu tenang, namun tidak matanya yang menunjukkan kedinginan. Ia bahkan memamerkan kedekatannya dengan Xie Ran dengan menyebutnya 'Ranran'. Itu membuat Zhong Guofeng sangat kesal.
"Tapi di dalam sana ada adikku." Zhong Guofeng mencoba memerankan sebagai kakak yang baik untuk alasan yang tepat.
"Kalau begitu, Ranran bisa pindah ke tempat yang lebih baik. Adikmu dan temannya mengganggu." Ucapan Qu Xuanzi begitu membuat Zhong Guofeng mengepalkan tinju karena berusaha tenang.
Zhong Guofeng mencoba tetap tenang dan berwibawa sebisa mungkin. Wajah datarnya semakin dingin menunjukkan bahwa dia sangat tidak menyukai Qu Xuanzi.
"Ranran memiliki token kekaisaran dan harus tinggal disini. Itu adalah aturan." Ia menekankan panggilannya menunjukkan bahwa ia juga dekat dengan Xie Ran.
Qu Xuanzi semakin tidak senang. "Kau mengungkit token kekaisaran seolah meminta bayaran. Apa kau tidak secara sukarela memberikannya?"
"Aturan adalah aturan. Kau tidak bisa melanggarnya hanya karena kualifikasimu lebih tinggi." Zhong Guofeng telah memahami kekuatan Qu Xuanzi yang diatasnya. Jadi dia bisa memberi penilaian itu.
"Kau juga tidak bisa melarangku hanya karena kau adalah Kaisar." Hanya Kaisar manusia, apa yang perlu ditakutkan?
"Karena aku Kaisar, aku bisa melarangmu." Siapa yang bisa menentang Kaisar? Bahkan Dewa juga tidak boleh!
"Hanya seorang Kaisar bisa memerintahku?" Betapa besar nyali 'Kaisar' satu ini.
"Stop!" Xie Ran yang berada di tengah perang dingin itu sudah menggigil sejak awal dan sangat ingin mengubur diri di bawah tanah. Kenapa hidupnya harus seperti ini!
Keduanya menatap Xie Ran intens seolah gadis itu adalah semut yang dapat dengan mudah disingkirkan. Xie Ran meneguk saliva kasar merasakan kedinginan ini.
Tapi rasa kesalnya melebihi rasa takut. Masa bodo apa kepalanya hilang atau tidak. Dia sudah terlanjur kesal!
"Bisakah kalian minggir? Aku ingin membeli barang untuk urusan mendesak." Xie Ran setengah memohon. Kenapa dua pria ini selalu mengganggu hidupnya jika dipertemukan? Tidak di istana, tidak disini.
Melihat ekspresi tidak bersahabat mereka, Xie Ran yakin kepalanya akan hilang.
Bye bye kepala~