The Emperor God Wife Is Naughty

The Emperor God Wife Is Naughty
172. Keluarga Harmonis



Selagi kekacauan yang dibuat pelayan dan Lu Xijue terjadi, Xie Ruo masih berusaha merusak salah satu tabung untuk menciptakan ledakan. Ia melirik Qu Xuanzi yang tampak sangat tenang, kemudian melihat Lu Xijue yang meronta di lantai tanpa bisa berteriak.


"Aku pikir kau akan langsung membunuhnya," gumam Xie Ruo.


Qu Xuanzi sengaja tidak menghentikan Lu Xijue datang ke ruangan ini. Setelah Lu Xijue mengalami hal buruk, para pelayan itu pasti akan ribut dan memberitahu Shi Muyue. Ketika Shi Muyue datang, hal tak terduga akan terjadi. Itulah yang ia inginkan, membersihkan semuanya dengan sekali gerakan.


Xie Ruo paham rencana Qu Xuanzi yang tidak ingin berlama-lama bermain di tempat ini. Jadi, ia hanya bisa bekerja sama.


Ketika api dingin mencapai tabung berisikan racun tulang kering, api dingin langsung melahap tabung dan membekukannya. Hanya dalam setengah detik setelah membeku, api dingin yang membeku menghancurkan tabung berisikan racun berkeping-keping.


Tabung tanah tidak semudah itu dihancurkan, oleh sebab itu butuh waktu bagi Xie Ruo untuk memanipulasi energi sekitar menggunakan api dingin dan menghancurkannya dengan paksa. Itu menyebabkan energi di sekitar kacau, tabung lainnya mulai hancur berkeping-keping menyisakan lonjakan energi serta racun yang bergerak tak terkendali.


Xie Ruo dan Qu Xuanzi langsung keluar dimensi ketika racun mulai merebak. Dimensi mengalami gangguan total yang menyebabkan gempa. Detik berikutnya, racun yang menjadi eksplosif meledakkan dimensi sampai ke dunia nyata.


Ledakan racun disertai energi yang tidak terkendali semakin membesar. Cahaya perak Xie Ruo menahannya agar ledakan tidak berakibat buruk bagi kota, namun kekuatannya ditekan oleh ledakan dimensi sehingga Xie Ruo harus kembali ke wujud aslinya.


Tepat pada saat yang sama, Shi Muyue datang dengan terburu-buru. Untung saja Xie Ruo sudah memberitahu Shi Yang untuk tidak masuk, ia bisa melepaskan ledakan dimensi sekarang sesuai rencana.


Shi Muyue terkejut melihat Li Xijue yang meronta ketakutan. Ia tidak sadar akan kondisi sekitar, tapi para bawahannya langsung terarah pada sosok wanita yang dilingkupi cahaya perak dan sangat mencolok. Di belakangnya, tampak pria bertopeng yang sangat misterius dan memiliki aura berbahaya.


Namun, bukan dua orang itu yang menjadi pusat perhatian saat ini. Tapi ledakan yang sedang ditahan wanita itu!


Mereka mulai ketakutan dan mencoba berlari, namun terlambat. Pertahanan Xie Ruo melonggar dan menyebabkan ledakan luar biasa di kediaman. Racun merebak seperti lava panas yang melahap semua orang. Suara teriakan dan tangisan menggema, bangunan roboh bersama ledakan dan serangan racun ganas yang mengkorosi bangunan.


Cahaya emas muncul mengelilingi kediaman, menahan ledakan agar tetap di dalam agar tidak mempengaruhi warga sekitar. Orang-orang di luar terpana, agak terkejut melihat ledakan yang hanya membumihanguskan Kediaman Shi dalam waktu singkat tanpa merambak ke kediaman lain.


Shi Yang di luar mulai merasa bahwa Keluarga Shi telah musnah saat itu juga. Ia merasakan beberapa napas hilang dalam sekejap, juga napas ayahnya yang sangat lemah. Energi yang melonjak dan ledakan dalam kediaman benar-benar terasa hingga membuatnya bergidik. Untung ia mendengarkan perintah gurunya.


Cahaya emas masih memblokir jalan racun selama beberapa saat. Hingga akhirnya cahaya perak muncul, menyerap semua kabut racun bekas ledakan dan cairan merah yang terus mengkorosi berbagai hal.


Shi Yang terpana akan perubahan energi yang begitu cepat. Andai saja ia bisa melihat apa yang terjadi. Sayangnya, itu tidak mungkin.


"Sebelumnya, aku pernah berkata padamu untuk membereskannya sendiri tanpa ikut campur. Sepertinya kondisi berbeda dari yang diharapkan, aku hanya bisa menyisakan mereka untukmu."


Suara Xie Ruo terdengar membuat Shi Yang harus menoleh ke belakang. Xie Ruo dan Qu Xuanzi mendarat ke tanah, kemudian mengeluarkan Shi Muyue dan Lu Xijue dan membiarkan mereka terguling menyedihkan.


"Guru ... kau membunuh mereka semua?" Shi Yang dapat merasakan dengan jelas aura Xie Ruo yang berubah drastis. Terasa mengerikan dan menekan.


"Itu pantas untuk mereka. Tidak hanya menindasmu, mereka juga mengkhianati ibumu dengan membantu Lu Xijue. Selain itu, entah berapa banyak orang yang memiliki nasib sama seperti ibumu di tangan mereka. Pada akhirnya, terlalu banyak yang bersalah, sampai tidak bisa melihat yang tidak bersalah."


Xie Ruo tidak bisa menilai begitu saja di antara para manusia kotor mana yang baik dan tidak. Ia hanya bisa menarik Shi Muyue dan Lu Xijue dari ledakan, dan membiarkan sisanya mati.


Ia tahu, masih ada banyak yang tidak bersalah, tapi yang bersalah terlalu banyak. Hanya bisa menyalahkan seseorang yang menjadi parasit di antara mereka.


"Lalu mereka ...." Shi Yang masih merasa terkejut akan Shi Muyue dan Lu Xijue yang dibawa oleh Xie Ruo.


Xie Ruo melihat Shi Muyue dengan sinis. Ia tersenyum miring melihat Shi Yang. "Lakukan sesuka hatimu, ingin bunuh juga tak apa. Aku akan menunggu."


Xie Ruo pergi meninggalkan Shi Yang untuk berurusan dengan ayah dan ibu tirinya. Xie Ruo tidak membunuh mereka karena memandang Shi Yang sebagai muridnya. Biarlah Shi Yang memutuskan hidup mati mereka. Ia tidak peduli.


"Mereka tidak pantas diselamatkan." Qu Xuanzi cemberut. Ia merencanakan itu untuk membunuh semuanya, bukan malah menyisakan Shi Muyue dan Lu Xijue yang paling merepotkan.


"Hanya masalah kecil, tidak akan berpengaruh banyak." Xie Ruo menggedikkan bahu. Cara Qu Xuanzi memang agak ekstrim dan brutal, tapi itu cukup untuk membuat serangan balik.


Lagipula, Shi Muyue dan Lu Xijue sudah terkena racun, tidak akan hidup lebih lama. Ia justru ingin mereka merasakan rasa sakit yang sama. Yang satunya mati karena bodoh dan yang satunya mati karena senjata sendiri, itu adalah hal memuaskan.


"Sejauh ini aku sudah cukup mendapatkan banyak informasi. Tinggal membuat penawar racun bersama Mei Liena. Aku harap Mei Liena ada di klan sekarang."


"Dia ada di klan."


"Kau tahu?"


"Aku pergi ke klan sebelum datang ke sini." Qu Xuanzi tidak menutupinya. Ia pergi ke klan hanya untuk memastikan di sana baik-baik saja sebelum Xie Ruo kembali.


"Cepat juga anak itu," gumam Xie Ruo. Ketika ia pergi, Mei Liena baru sampai di Sekte Bayangan Malam. Sekarang sudah di Klan Xie seolah sedang terburu-buru. Sepertinya, akan ada banyak kehebohan ketika kembali nanti.


Memikirkannya, Xie Ruo semakin merasa rindu dengan rumah. Kakek, Nenek, apa kabar?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah masalah di Kota Canghai selesai, mereka pergi ke Klan Xie sesegera mungkin. Shi Yang telah meninggalkan Shi Muyue yang sekarat bersama Lu Xijue. Ia tidak bisa membunuh ayahnya sendiri, jadi membiarkannya tersiksa oleh racun yang membunuh ibunya. Itu adalah balasan yang setimpal.


Shi Muyue memohon dan minta maaf pada Shi Yang, namun Shi Yang memilih tidak bertemu. Karena hal itu, ia meminta pergi secepat mungkin.


Mereka pergi menunggangi Long Long untuk mempersingkat waktu. Setelah dua hari penuh, mereka akhirnya sampai di gerbang Klan Xie.


Kedatangan seekor naga mencuri banyak perhatian. Ketika para penjaga gerbang ingin melapor karena takut ada penyerangan, tiba-tiba tiga ekor naga dari dalam klan terbang dengan kecepatan kilat ke luar gerbang menyebabkan keributan.


Tiga ekor naga yang tampak semangat dan berapi-api, mendarat di tanah dan menunduk memberi penyambutan. Selain karena Long Long yang merupakan leluhur naga, tentu saja karena kedatangan Xie Ruo setelah bertahun-tahun lamanya.


"Selamat datang kembali, Master!"


Xie Ruo, Qu Xuanzi, dan Shi Yang turun dari punggung Long Long. Long Long tidak mau berurusan dengan naga-naganya kecil itu, memilih kembali ke kesadaran dan mengusir Roh Guntur keluar untuk menggantikannya.


Roh Guntur keluar, duduk di bahu Xie Ruo dengan tubuh mungilnya yang berbulu. Itu persis membuat Long Ying dan yang lainnya terkejut. Tapi mereka tidak banyak tanya.


"Kalian, bagaimana kabarnya?" Xie Ruo langsung menghampiri ketiga naga, mengabaikan Roh Guntur yang memasang ekspresi bangga untuk memprovokasi.


"Master, aku sangat merindukanmu!" Long Huo langsung merengek setelah beberapa saat termenung. Ia mengubah wujudnya menjadi mungil dan menyambar Xie Ruo untuk meminta pelukan.


Sudah sangat lama. Ia sangat merindukan masternya yang luar biasa. Meski sangat banyak perubahan yang terjadi, tetap saja ia mengenali masternya dengan sangat baik. Ia sangat ingin memeluk masternya ....


Tapi ... guru besar tertentu memblokir peluncurannya hingga Long Huo menabrak lengan Qu Xuanzi yang menghalangi. Ia pun merosot jatuh dengan menyedihkan.


Long Ying dan Long Yun terdiam melihat kebodohan itu. Mereka berdua sama-sama merubah wujud menjadi kecil, kemudian Long Yun menghampiri Long Huo yang bodoh.


"Master, aku merindukanmu!" Long Ying meluncur dengan lancar tanpa hambatan dan jatuh ke pelukan Xie Ruo. Tubuh mungilnya mudah dipeluk sehingga tidak merepotkan Xie Ruo.


Shi Yang merasa tercegang sejak awal tanpa bisa merasakan napas lega. Ia merasakan berbagai napas dari makhluk kuat yang berbeda, apalagi ia mendengar bahwa makhluk itu memanggil gurunya master. Ini benar ....


"Ruoruo, apa itu kamu?"


Suar itu datang dari pintu gerbang. Terdapat sepasang pasangan paruh baya berdiri dengan raut rumit dan penuh kebahagiaan. Itulah wajah yang sangat Xie Ruo rindukan.


Sudah sangat lama, kakek dan neneknya sudah semakin tua sampai seluruh rambut mereka memutih. Kerutan juga ada di mana-mana, namun tidak menutupi semangat mereka yang membara.


"Benar." Xie Ruo tidak tahu harus mengekspresikannya bagaimana. Ia bahagia melihat tiga naga bodoh itu, namun melihat kakek dan neneknya, ia jauh lebih bahagia dari apa pun. Mereka ada keluarga satu-satunya yang ada di dunia ini.


Xie Wang dan Su Liu'er menghampiri. Raut wajah mereka begitu rumit sampai tidak bisa berkata apa pun. Perasaan ini, terasa sangat baik dan sedih bersamaan. Ketika melihat wajah Xie Ruo, mereka teringat akan Wen Xi. Mereka sangat persis.


Long Ying peka terhadap situasi, langsung bergabung dengan Long Huo dan Long Yun, tidak ingin mengganggu reuni keluarga yang lama tidak betemu. Ia tahu bagaimana rasanya.


Pasangan paruh baya itu memeluk Xie Ruo bersamaan dengan erat. Kehangatan menjalar, sesuatu yang sangat diimpikan, kini terwujud secara nyata. Perpisahan itu membuat mereka merasa bersalah setiap saat, kini segalanya telah terbayar, mereka sangat bahagia.


"Ruoruo, kamu sudah besar." Su Liu'er mengusap wajah Xie Ruo dengan lembut. Xie Ruo juga jadi lebih tinggi darinya, itu benar-benar perubahan yang sangat drastis.


Ketika dilahirkan, ia tidak pernah sekalipun melihat Xie Ruo kecil. Kemudian ia melihat wujud asli Xie Ruo dalam bentuk jiwa ketika mengakui identitasnya beberapa tahun lalu. Itu hanya sekali, sekarang ia melihatnya lagi dengan lebih jelas. Bukan hanya jiwa, ia benar-benar melihat cucunya sepenuhnya telah kembali.


Dua puluh tahun lebih, ia pikir tidak akan pernah melihat cucunya yang hilang. Apalagi setelah menyadari bahwa selama ini Xie Ran telah meninggal sejak kecil, ia menjadi lebih sedih.


"Alangkah baiknya jika Ranran masih hidup, ayah dan ibumu juga, kita bisa berkumpul secara lengkap." Su Liu'er tidak bisa menahan air matanya. Ia selalu merindukan masa ketika mereka berkumpul secara lengkap, Xie Ruo juga tidak dikirim ke dunia lain. Itu adalah mimpi indah yang tidak bisa menjadi kenyataan.


"Ruoruo, apa Menara Suci benar memperlakukanmu dengan baik? Kenapa kamu sangat kurus?" Xie Wang khawatir. Ia merasa tulang cucunya akan patah jika ia menggenggam lengannya terlalu erat. Ia harus hati-hati.


"Kakek ...." Xie Ruo tidak tahu harus bicara apa. Apa ia harus mengatakan bahwa ia tidak boleh makan di luar jam makan? Lalu ia makan terlalu banyak sampai sakit perut dan dihukum?


"Ruoruo, jangan khawatir, kamu bisa makan sebanyak apa pun di sini. Mei Liena mengatakan bahwa kamu sudah keluar dari Menara Suci, aku sudah meminta koki untuk menyiapkan makanan kesukaanmu setiap harinya!" Xie Wang begitu bersemangat. Ia tidak boleh melepaskan cucunya begitu saja seperti dulu.


"Ruoruo pasti sangat lelah. Ayo, ikut Nenek, kita berbincang sebentar sambil istirahat. Nenek sudah membuatkan banyak camilan untukmu dan Xiao Caihong." Su Liu'er merebut Xie Ruo dari Xie Wang membuat pria tua itu cemberut.


Xie Ruo benar-benar tidak diberi kesempatan bicara.


"Ruoruo!" Suara melengking itu terdengar begitu keras dari gerbang klan.


Sosok wanita berlari sangat cepat, menyambar Xie Ruo begitu saja sehingga terlepas dari genggaman Xie Wang dan Su Liu'er. Ia merangkul Xue Ruo dengan akrab sambil menyengir menjauhkan Ruoruo-nya dari kerumunan.


"Liena, bisakah tidak kekanakan?" Xie Ruo memandangnya datar.


Mei Liena berdecak sebal. "Apa-apaan kau? Pergi sebelum bertemu denganku! Aku sudah terburu-buru datang, tapi kau pergi begitu saja. Bahkan dua pria bodoh itu tidak peduli pada ucapanku. Apa mereka menindasmu sampai kau marah dan pergi?"


"Aku terburu-buru."


"Ke Kota Canghai? Kita bisa pergi bersama, kenapa harus sendiri? Bagaimana jika kau terinfeksi?"


"Aku tidak bisa terinfeksi."


"Tetap saja kau harus waspada." Mei Liena kemudian melihat ke arah Shi Yang. Keningnya berkerut, kemudian menatap Xie Ruo lagi. "Dia buta? Siapa dia?"


"Murid."


"Murid? Tapi dia ...."


"Kau tidak tahu potensinya. Setiap hari aku makan makanan enak karenanya." Xie Ruo tersenyum bangga. Meski Shi Yang kurang kejam dan masih tampak lugu dan polos, tetap saja murid penuh ambisi adalah kesukaannya. Apalagi Shi Yang bisa masak makanan yang sangat enak.


Mata Mei Liena berkedut. Sebenarnya Xie Ruo merekrut murid atau pelayan? "Sudahlah, apa kau tidak ingin mengenalkannya?"


Xie Ruo pergi ke arah Shi Yang yang tampak linglung. Xie Wang dan Su Liu'er juga bertanya-tanya siapa gadis cantik yang dibawa Xie Ruo. Tidak mungkin monster lain, 'kan? Bola bulu di bahunya saja sudah aneh.


Xie Ruo mengenalkannya secara singkat. "Namanya Shi Yang, dari Keluarga Shi di Kota Canghai. Dia adalah muridku."


Shi Yang merasa gugup dikenalkan dengan keluarga gurunya. Ia membungkuk memberi penghormatan, menampilkan sosok gadis patuh dan lugu.


"Salam, Kakek Guru dan Nenek Guru." Shi Yang merasa canggung. Selain nenek dan kakek gurunya, ada juga makhluk lain dan teman gurunya. Apa ia harus menyapa juga?


"Sudah cukup. Karena aku baru sampai, aku ingin istirahat. Shi Yang adalah yatim, akan tinggal di Klan Xie. Kepribadiannya tidak buruk, jadi pasti akan cepat akrab." Xie Ruo tersenyum lebar.


Xie Wang dan Su Liu'er tersenyum memberi aura positif yang membuat Shi Yang tenang. Sepertinya mereka tidak buruk dibandingkan keluarganya yang gila. Gurunya memiliki keluarga yang sangat baik.


Hanya saja, satu hal yang masih ia sangat kejutan yaitu menyadari bahwa gurunya adalah Xie Ruo dari Menara Suci. Ia jadi malu memikirkan bahwa ia pernah bercerita tentang 'Xie Ruo' pada Xie Ruo aslinya.


"Apa aku boleh memanggilmu Yanyang?" Su Liu'er menghampiri Shui Yang.


Shi Yang mengangguk pelan. "Ya, Nenek Guru."


"Kedepannya panggil aku Nenek saja. Kamu adalah murid cucuku, merupakan cucuku juga, tidak perlu sungkan."


"Baik, Nenek."


"Kalau begitu, ayo kita semua masuk. Aku telah mengumumkan perjamuan kedatangan Ruoruo, kita akan berpesta!" Xie Wang bersemangat bila membicarakan tentang pesta. Kemudian pandangannya terarah pada Qu Xuanzi, ia meneguk saliva berpikir apa yang harus dikatakan. "Yang Mulia juga bisa datang, kalau mau."


"Aku akan datang." Qu Xuanzi menjawab sambil meluhat Xie Ruo di sampingnya. Apa pun menyangkut Xie Ruo, ia akan datang.


Xie Wang akhirnya merasa lega. Temperamen dewa tertentu sangat sulit ditebak. Sebelumnya Qu Xuanzi muncul, kemudian menghilang sebelum ia menyambut. Benar-benar sulit ditebak.


"Kalau begitu, kita masuk sekarang. Ruoruo, bersihkan dirimu. Akan ada pelayan yang membantu nanti." Xie Wang telah mempersiapkan segalanya sejak berita dari Mei Liena datang. Ia terlalu bersemangat sekarang.


Mereka masuk ke dalam klan dan disambut dengan hangat oleh seluruh anggota klan. Xie Ruo terkenal di klan, ia mendapat sambutan paling hangat sebagai pemimpin klan yang baru setelah sepeninggal Xie Ran.


Andai kedamaian ini bisa terus berlanjut, betapa bagusnya itu.